cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Planologi Sultan Agung
Jurnal Planologi is a journal study of urban and regional planning issued by the Department of City and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Indonesia. the articles are published every six months, that is, April and October (2 issues per year). The editor receives scientific articles and research results in accordance with the nature is Regional and City Planning
Articles
4
Articles
PERENCANAAN PERATURAN ZONASI DI KAWASAN KONSERVASI (STUDI KASUS PECINAN SEMARANG)

Kautsary, Jamilla

Jurnal Planologi Vol 15, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTZoning regulations for spatial planning in Indonesia are an integral part of the Spatial Detail Plan. The zoning regulation serves as a technical reference for the utilization and control of spatial utilization. This is done to maintain the use of space that develops in accordance with the characteristics of the zone and to minimize negative impacts. Traditional Chinatown settlements have certain characteristics that develop according to historical and spiritual factors of the community. Behind this characteristic is a meaning that is considered very important for this community, so that it cannot be arbitrarily arranged. This paper examines zoning regulations implemented in the Semarang Chinatown area and how far the local characteristics of the zone are used as a consideration of planning zoning regulations for spatial use in the region. This paper uses a rationalistic qualitative deductive approach with empirical description techniques. Some important findings identified from this paper are: first zoning regulations applied in the Spatial Detail Plan are still minimal and limited to the determination of spatial functions, the network system that serves related to the basic coefficient of build, height of the building. Both unique characteristics that must be considered in zoning arrangements in Chinatown such as activity grouping, spatial use rules, especially in skewers zones, and rules of space use around places of worship or sanctified spaces, building height and coefficient of existing buildings have not been considered at all. Recommendations that can be given from this paper are that the minimum zoning regulation components that apply in Indonesia according to the applicable standards are applied with special consideration of the unique characteristics of the region in the spatial arrangement.Keywords:  Zoning, Conservation, Traditional, Chinatown  ABSTRAKPeraturan zonasi dalam penataan ruang di Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Rencana Detail Tata Ruang. Peraturan zonasi tersebut berfungsi sebagai rujukan teknis untuk pemanfaatan dan mengendalikan pemanfaatan ruang. Hal ini dilakukan untuk mejaga agar pemanfaatan ruang yang berkembang tetap sesuai dengan karakteristik zona serta untuk meminimalkan dampak negatif. Permukiman tradisional Pecinan memiliki karakteristik tertentu yang berkembang sesuai faktor kesejarahan dan spiritual dari masyarakatnya. Dibalik karakteristik yang ada ini terselip makna yang dianggap sangat penting bagi komunitas ini, sehingga tidak bisa sembarangan untuk diatur. Tulisan ini mengkaji peraturan zonasi yang dilakukan di kawasan Pecinan Semarang dan seberapa jauh karakteristik lokal zona digunakan sebagai pertimbangan perencanaan peraturan zonasi pemanfaatan ruang di kawasan tersebut. Tulisan ini menggunakan pendekatan deduktif kualitatif rasionalistik dengan teknik deskripsi empiris. Beberapa temuan penting yang terindentifikasi dari tulisan ini adalah: pertama peraturan zonasi yang diterapkan dalam Rencana Detail Tata Ruang  masih minim  dan terbatas pada penentuan fungsi ruang, sisten jaringan yang melayani terkait koefisien dasar bangun, ketinggian bangunan. Kedua karakteritik unik  yang harus dipertimbangkan dalam pengaturan zonasi di Pecinan seperti  pengelompokan kegiatan, aturan pemanfaatan ruang khususnya di zona tusuk sate, dan aturan pemanfaatan ruang disekitar tempat peribadatan atau ruang-ruang yang disucikan, keinggian bangunan dan koefisien bangunan eksisting belum di pertimbangkan sama sekali.  Rekomendasi yang bisa diberikan dari tulisan ini adalah minimal komponen peraturan zonasi yang berlaku di Indonesia sesuai standarat yang berlaku diterapkan dengan pertimbangan khusus karakteristik unik kawasan dalam pengaturan ruang.Kata kunci:  Zonasi, Konservasi, Tradisional, Pecinan

PREFERENSI BERMUKIM MASYARAKAT PERBATASAN KOTA DAN KABUPATEN MALANG (DESA NGIJO KECAMATAN KARANGPLOSO)

Azizah, Anisah, R, Turniningtyas Ayu, Wijaya, I Nyoman Suluh

Jurnal Planologi Vol 15, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACT             Development of city center encourages development in frontier city. Ngijo Village, one of frontier areas of Malang City and Malang Regency, was identified as expanding urban activity from Malang City which keep increasing from time to time, resulted in the rapid growth of settlements in the area. Increase of settlements in Ngijo village is growing rapidly, it is influenced by housing preference of residents. The method used in research is quantitative research with analytical technique used is the technique of conjoin analysis. Based on result of conjoint analysis, importance value in each attribute / variable is choice of housing unit with the importance value of 38,3%, environmental factor with importance value of 35,9%, accessibility with importance value of 14,3% and the last, choice of infrastructure with importance value of 11.5%. Choice of housing units to be the most dominant choice, while choice of infrastructure to be the lowest choice of living factors due to facilities and infrastructure available in the neighborhood of Ngijo Village is relatively low when compared with the city center.Keywords: housing preference, conjoin analysis ABSTRAKPerkembangan pusat kota mendorong terjadinya perkembangan di daerah perbatasan kota. Desa Ngijo salah satu kawasan perbatasan Kota Malang dan Kabupaten Malang, teridentifikasi terkena perluasan kegiatan perkotaan dari Kota Malang yang terus meningkat dari waktu ke waktu, yang mengakibatkan pertumbuhan permukiman yang cukup pesat pada kawasan tersebut. peningkatan permukiman pada Desa Ngijo semakin pesat, hal tersebut tentunya sangat dipengaruhi oleh preferensi bermukim dari masyarakatnya. Metode yang digunakan dapam penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis konjoin. Berdasarkan hasil analisis konjoin nilai kepentingan pada masing-masing atribut/variabel adalah pilihan unit rumah dengan nilai kepentingan 38,3%, faktor lingkungan dengan nilai kepentingan 35,9%, aksesibilitas dengan nilai kepentingan 14,3% dan yang terakhir pilihan infrastruktur dengan nilai kepentingan 11,5%. Pilihan unit rumah menjadi pilihan yang paling dominan, sedangkan pilihan infrastruktur menjadi faktor pilihan bermukim yang paling rendah dikarenakan sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan permukiman Desa Ngijo tergolong rendah  apabila  dibandingkan  dengan  pusat  kota.Kata kunci:preferensi bermukim, analisis konjoin

Kajian Kondisi Fisik Terminal Leuwipanjang Berdasarkan Persepsi Penumpang

Angestiwi, Tiafahmi

Jurnal Planologi Vol 15, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Leuwipanjang terminal is a passenger terminal serving AKDP and AKAP. UPTD Terminal is required to provide convenient facilities for passengers during activities within the Terminal. Physically, terminal facilities cover two important aspects of maintenance and availability of terminal facilities. Therefore, to know the physical performance of the terminal, conducted a review of the results of maintenance and service. This study aims to determine the perception of passengers on the maintenance results by UPTD Terminal and Terminal physical facilities services. The research method used is descriptive research method. While the data collection techniques used include observation and questionnaires. Analysis of data processing using descriptive analysis and theoretical comparison analysis. From the result of research, it can be concluded that the study of maintenance activity is considered not good. While the study of terminal services is considered quite good. In this regard, it is necessary to improve the quality of cleanliness and the quality of the room, as well as to review the terminal services by creating safety, security, reliability and regularity, convenience, convenience or affordability, and equity.Key Word: Passenger terminal, physical condition of the building, maintenance activities, terminal servicesTerminal Leuwipanjang merupakan terminal penumpang yang melayani AKDP dan AKAP. UPTD Terminal dituntut untuk menyediakan sarana yang nyaman untuk penumpang selama berkegiatan di dalam Terminal. Secara fisik, sarana terminal mencakup dua aspek penting yakni hasil pemeliharaan dan ketersediaan fasilitas terminal. Oleh karena itu untuk mengetahui kinerja fisik terminal, dilakukan kajian terhadap hasil pemeliharaan dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi penumpang terhadap hasil pemeliharaan oleh UPTD Terminal dan pelayanan fasilitas fisik Terminal. Metode penelitian yang digunakan yakni metode penelitian deskriptif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain observasi dan kuesioner. Analisis pengolahan data menggunakan analisis deskriptif dan analisis perbandingan secara teoritis. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kajian terhadap kegiatan pemeliharaan dinilai kurang baik. Sedangkan kajian terhadap pelayanan terminal dinilai cukup baik. Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan peningkatan kualitas kebersihan dan mutu ruangan, serta upaya mengkaji pelayanan terminal dengan menciptakan keselamatan, keamanan, keandalan dan keteraturan, kenyamanan, kemudahan atau keterjangkauan, serta kesetaraan.Kata Kunci: Terminal penumpang, kondisi fisik bangunan gedung, kegiata pemeliharaan, pelayanan terminal

ANALISIS POTENSI PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) KAMPUS DI POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

Suciyani, Wida Oktavia

Jurnal Planologi Vol 15, No 1 (2018): April
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

ABSTRACTThe Research on " Analysis Potential Utilization of Green Open Space (RTH) Campus at Bandung State Polytechnic" is motivated by a problem about RTH that has not been utilized optimally in accordance with its function. The purpose of this research is to analyze the potential utilization of RTH campus Polban that can still be developed, so it can create a sustainable campus environment. This research method uses qualitative approach by using applied research, beside that the data collection techniques by using Triangulation (observation, interview, and documentation study) and analysis technique in this research is descriptive. Based on the analysis result, it is known that the existing condition of RTH of Polban campus has not been utilized optimally according to RTH function due to the lack of facilities which can support activities of socio-cultural, economic, and aesthetic functions.Keywords: Potential Utilization, Green Open Space Campus. ABSTRAKPenelitian mengenai “Analisisi Potensi Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kampus di Politeknik Negeri Bandung” dilatarbelakangi oleh suatu permasalahan mengenai RTH yang belum dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan fungsinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pemanfaatan RTH kampus Polban yang masih dapat dikembangkan sehingga dapat menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian terapan (applied research), selain itu teknik pengumpulan data dengan menggunakan Triangulasi (observasi, wawancara, dan studi dokumentasi) dan teknik analisis dalam penelitian ini bersifat deskriptif. Berdasarkan hasil analisa diketahui kondisi eksisting RTH kampus Polban belum dimanfaatkan secara optimal sesuai fungsi RTH dikarenakan minimnya fasilitas yang dapat menunjang kegiatan berupa fungsi sosial budaya, ekonomi, dan estetika.Kata kunci: Potensi Pemanfaatan, Ruang Terbuka Hijau Kampus.