Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan
ISSN : 24768987     EISSN : -
Nurscope : Jurnal penelitian dan pemikiran ilmiah keperawatan indirectly acknowledged as a work of scholarly authors in the field of nursing. Articles covering sub areas of basic nursing, adult nursing, emergency nursing, critical nursing, child nursing, maternity nursing, mental nursing, gerontik nursing, family nursing, community nursing, nursing management, and nursing education.
Articles 39 Documents
TERAPI MUSIK REBANA MAMPU MENURUNKAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI UNIT PELAYANAN SOSIAL PUCANG GADING SEMARANG Luthfa, Iskim; Khasanah, Furaida; Sari, Dyah Wiji Puspita
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKStress yang terjadi pada lansia yang di rawat di Unit Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang disebabkan oleh beberapa hal antara lain, lansia merasa kesepian karena jauh dari keluarga, merasa terasing karena harus tinggal di lingkungan yang baru, mengalami ketergantungan dan ketidakberdayaan. Salah satu terapi untuk menurunkan stress pada lansia yaitu dengan musik tradisional rebana. Terapi musik tradisional rebana menyerupai terapi okupasional yang cara kerjanya mampu menurunkan hormon kortisol yang disebabkan karena stress sehingga tubuh menjadi tenang dan rileks, sehingga seseorang mampu melupakan permasalahannya.Penelitian kuasi eksperimen ini didesain menggunakan pre-test and post-test with control group. Pengambilan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling, sampel dalam penelitian sebanyak 20 lansia, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 10 lansia kelompok perlakuan dan 10 lansia kelompok kontrol. Untuk kelompok perlakuan diberi intervensi yaitu pemberian terapi musik rebanaselama 30 menit, pemberian terapi musik rebana dilakukan 1 kali seminggu selama 8 minggu. Sedangkan untuk kelompok kontrol tidak diberikan intervensi apapun. Instrument penelitian stress menggunakan skala Holmess dengan 36 pertanyaan.Hasil, Uji independent t test didapatkan pada kelompok perlakuan tingkat stress menurun dari 1,7 menjadi 1,3 (nilai p = 0,037). Untuk kelompok kontrol tingkat stress juga menurun dari 1,3 menjadi 1,2 (nilai p = 0,545), namun penurunan ini dinilai tidak signifikan.Kesimpulannya : Terapi musik rebana mampu menurunkan tingkat stress pada lansia di Unit Pelayanan Sosial Pucang Gading Semarang.Kata kunci : Musik rebana, Stres, Lansia.
HUBUNGAN EMOSIONAL DAN SPRITUAL TERHADAP KADAR KORTISOL PERAWAT DI RUMAH SAKIT SULTAN AGUNG SEMARANG Sari, Rita Kartika
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Stresor perawat dapat berasal dari lingkungan kerja seperti beban kerja, suasana kerja, shift kerja, iklim organisasi. Stres yang terjadi terus menerus mempengaruhi kondisi dan fungsi psikoneuroimunologis perawat. Spiritual dipercaya dapat mempengaruhi seseorang untuk meningkatkan kekuatan dan arahan terhadap koping serta pemecahan masalah dalam kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keadaan emosional dan spritual terhadap keadaan kortisol pada perawat. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah cross sectional dengan pendekatan time series design.Sampel sebesar 35 orang. Hasil pengukuran emosional minggu pertama dan ke dua paling besar kesadaran, minggu ke tiga dan empat adalah empati. Keadaan spiritual minggu pertama paling besar kesadaran diri 1.64±0.36, pada minggu ke dua kesadaran diri dan kebenaran 1.64±0.36, pada minggu ke tiga dan ke empat kebenaran 2.49±0.15 dan 2.72±0.14, rerata kadar kortisol pada minggu pertama 181.14±59.52, minggu ke empat 88.43±24.86, keadaan spiritual lebih cenderung dapat menurunkan kadar kortisol dibanding dengan keadaan emosional yang dapat dilihat dari nilai emosional β = -148.54 dengan konstanta 19.50 dan nilai spiritual β = -139 dengan konstanta 47.47,hal ini memberikan interpretasi bahwa peningkatan keadaan emosional satu point dapat menurunkan kortisol -168.04 dan setiap satu point peningkatan spiritual dapat menurunkan kortisol -186.55.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1). Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan emosional dan spiritual terhadap kadar kortisol pada perawat di RSI Sultan Agung Semarang. 2). Keadaan emosional dan spiritual dapat menjadi penanda keadaan kortisol pada perawat di RSI Sultan Agung Semarang. Kata kunci: Kortisol, Emosional dan Spiritual, Perawat
LATIHAN OTOT DASAR PANGGUL EFEKTIF UNTUK MENGATASI INKONTINENSIA URIN PADA KLIEN POST OPERASI PROSTATECTOMY Sulistyaningsih, Dwi Retno
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKInkontinensia urin didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana terjadi kehilangan urin tanpa disengaja melalui meatus uretra yang dapat berakibat pada masalah sosial dan kebersihan. Inkontinensia urin dapat menyebabkan kelemahan dan biaya individu menjadi mahal, berpotensi menimbulkan persepsi yang rendah terhadap status kesehatan, harga diri rendah, malu, mengganggu hubungan antar manusia dan seksualitas, distress psycologi, mengurangi kemampuan, menjadi beban keluarga. Pada akhirnya kualitas hidup dapat terganggu. Latihan otot dasar panggul dapat memperbaiki kemampuan berkemih dengan resiko yang lebih kecil. Otot dasar panggul mendukung isi abdomen, aktif selama pernafasan, mempertahankan untuk inkontinensia urin dan feces, meningkatkan aliran darah, dan aktif selama hubungan seksual. Latihan ini juga membawa oksigen dalam aliran darah menuju area panggul untuk mempertahankan kesehatan jaringan dan mempertahankan fungsi normal. Latihan dasar otot panggul selain bermanfaat dari aspek fisiologis juga memberikan dampak bagi aspek ekonomi dan waktu yaitu untuk mengurangi keluhan berkemih sehingga pasien dapat pulang lebih cepat. Hal ini dapat mengurangi waktu dan biaya perawatan di rumah sakit.Kata kunci : latihan otot dasar panggul, inkontinensia, prostatectomy
EFEKTIVITAS TEKNIK PERNAFASAN BUTEYKO TERHADAP PENGONTROLAN ASMA DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT SEMARANG Melastuti, Erna; Husna, Lailya
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAsma merupakan inflamasi kronik pada jalan nafas. Tehnik pernafasan yang dikembangkan untuk mengontrol asma adalah tehnik pernafasan Buyteko.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuiefektivitas teknik pernafasan Buteyko terhadap pengontrolan asma. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre eksperimen. Jumlah responden sebanyak 34 dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis penelitian ini dengan uji independent sample T-test.Variabel bebas dalam penelitian ini adalah teknik pernafasan buyteko Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini, adalah pengontrolan asma. Instrumen pada penelitian ini adalah Asthma Control Test dan SpirometriHasil : Sebanyak 34 responden telah menyelesaikan penelitian. Hasil analisa menggunakanhasil uji paired sample T-Test dengan hasil rata –rata (mean) pengontrolan asma meningkat yaitu 20,35 menjadi 21,29 serta nilai signifkansinya ( p value < 0,05) adalah 0,00.Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa terdapat perbedaan kontrol asma sebelum dan sesudah dilakukan teknik pernafasan buteyko.Keywords : buteyko breathing tecnique, pengontrolan asma
POTRET PELAKSANAAN PATIENT SAFETY MAHASISWA PROFESI NERS Puspita Sari, Dyah Wiji
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerjadinya insideninsiden keselamatan pasien yang disebabkan oleh mahasiswa dapat menimbulkan berbagai efek yang merugikan bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan profil pelaksanaan program keselamatan pasienoleh mahasiswa profesi ners. Penelitian ini melibatkan 36 mahasiswa profesi Ners yang dipilih secara total sampling yang sedang praktik di ruang rawat inap RSISA. Metode dalam penelitian ini adalah diskriptifeksploratif.Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan distribusi frekuensi menunjukkan bahwa profil pelaksanaan patient safety oleh mahasiswa profesi ners berada dalam kategori sedang. Hasil penelitian ini memiliki implikasi bahwa setiap rumah sakit pendidikan wajib meyakinkan mahasiswa yang akan menjalani praktik klinik untuk paham tentang pelaksanaan program patient safety.Kata kunci:pelaksanaan, keselamatan pasien, mahasiswa profesi ners
PENGARUH MOBILISASI DAN PENGGUNAAN VCO (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP ULKUS DEKUBITUS PADA GANGGUAN FUNGSI MOTORIK PASCA STROKE Setyawati, Retno; suyanto, Suyanto; Noor, Mohammad Arifin
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUlkus dekubitus atau luka baring adalah tipe luka tekan, dan 7-8% dinyatakan sebagai penyebab kematian pada paraplegia yang sering terjadi pada pasien stroke, sehingga perlu dilakukan tindakan perawatan yang tepat. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh mobilisasi dan penggunaan VCO (Virgin Coconut Oil) terhadap luka dekubitus pada gangguan fungsi motorik pasca stroke di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Desain penelitian quasi experiment, rancangan penelitian dengan menggunakan time series design dengan kelompok intervensi dan kontrol. Jumlah sampel 8 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. kelompok intervensi dilakukan mobilisasi 2-3 jam sekali dengan memberikan VCO sedangkan kelompok kontrol dilakukan mobilisasi lebih dari 2-3 jam sekali dan tidak diberikan VCO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan grade dekubitus pada kelompok intervensi dan kontrol yang dilakukan mobilisasi dan diberikan VCO dengan nilai p = 0,495. Perlunya tindakan yang tepat dilakukan pada pasien dengan gangguan fungsi motorik pasca stroke untuk mengurangi kejadian dekubitus.Kata kunci: mobilisasi, VCO, ulkus decubitus, pasca stroke, gangguan fungsi motorik
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN MELALUI METODE CURAH PENDAPAT TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Ardian, Iwan; Tsaqafannisa, Maulianna
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2015): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: HIV/AIDS adalah salah satu penyakit menular yang mengakitbatkan kematian pada penderitanya. Angka kejadian HIV/AIDS memiliki kasus terbanyak pada kelompok umur 20-29 tahun maka langkah preventif dititik beratkan pada usia dibawah 20 tahun atau masa remaja. Upaya pencegahan HIV/AIDS disini adalah perubahan pengetahuan melalui promosi kesehatan. Peningkatan pengetahuan bisa terjadi bila ditunjang dengan metode yang baik maka peneliti lebih menekankan pada metode curah pendapat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui metode curah pendapat terhadap peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasy eksperimental dengan rancangan non equivalent control group . Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Jumlah responden pada kelompok perlakuan 18 responden dan kelompok kontrol 18 responden, sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 36 responden. Pengambilan sampel mengunakan non probability sampling dengan tehnik consecutive sampling. Data dianalisis melalui uji T dependent dan uji T independent.Hasil: Berdasarkan hasil analisa diperoleh bahwa dari 36 responden penelitian, karakteristik umur terbesar adalah berusia 15 tahun sebanyak 66,7%, karakteristik jenis kelamin perempuan sebanyak 72,2%. Promosi kesehatan pada kelompok perlakuan (metode curah pendapat dan ceramah) mampu meningkatan pengetahuan (p = 0,000). Promosi kesehatan pada kelompok kontrol (metode ceramah) mampu meningkatan pengetahuan (p = 0,000). Ada perbedaan peningkatan pengetahuan HIV/AIDS siswa sebelum dan setelah intervensi promosi kesehatan pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,002) dengan selisih rata-rata nilai antara dua kelompok tersebut 3.55. Metode curah pendapat lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan.Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan promosi kesehatan HIV/AIDS melalui metode curah pendapat terhadap peningkatan pengetahuan pada remaja (p value 0,000<0,05).Kata kunci: Promosi kesehatan, HIV/AIDS, metode curah pendapat, pengetahuanDaftar pustaka: 39 (2004-2014)
KERONCONG MUSIC REDUCES POSTOPERATIVE PAIN IN CRITICAL CARE UNIT IDA VITANI, RAIMONDA AMAYU
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2016): Desember
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pain that has been experienced by patients in intensive care can lead them into worse condition. The efforts relieving the pain have been done a lot. One of them is to use music therapy. Nevertheless, the researcher has not found the the research of keroncong music therapy as original Indonesian classical traditional music for pain. Purpose: The aims of this study was to know the effect of keroncong music for pain level of the postoperative patients in intensive care. Method: This research used quasy experimental with pre-post nonequivalent control group design on 32 postoperative patients in critical care rooms. Keroncong music therapy has been implemented to the second day postoperative patients, it has been given twice a day and each implementation the patients listened keroncong music for 20 minutes. The pain level was measured using Visual Analogue Scale (VAS). Result: Postoperative pain level in intervention group (22,94 ± 14,63) significantly decreased than control group (2,06 ± 21,90) with p = 0,003, with a difference of mean 20.88 mm decrease in pain.Conclusion: Keroncong music therapy had effect on the decreasing of pain level of postoperative patients. Keroncong music therapy can be recommended to be independent complementary nursing intervention to decrease the pain level of postoperative patients in intensive care unit. Keywords: Music therapy; Pain; Postoperative, Keroncong
FACTORS RELATED TO DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY SUYANTO, SUYANTO
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetic mellitus is a crhonic disease and have a complications. One of the complication is diabetic peripheral neuropathy. 60-70% patient with diabetic mellitus also has diabetic peripheral neuropathy. Factors that contribute of diabetic peripheral neuropathy incident are length of diabetes, ages, and poor of glucose control. This study aims to knew correlate beetwen length of diabetes with diabetic peripheral neuropathy incident.Methodology: This study used cross sectional design with 79 respondents and recruited by simple random sampling methode. Data were collected from patients with diabetic mellitus. Diabetic peripheral neuropathy was measured by diabetic neuropathy symptom (DNS) . Chi square test analysis showed no significant correlate beetwen age and length of diabetes with diabetic peripheral neuropathy incident (p value > 0.05). It can be inferred that age and length of diabetes aren’t risk factor that contributed diabetic peripheral neuropathy incident. Therefore, need more reseacrh to correlate beetwen diabetic peripheral neuropathy incident with the other factors.
MANAGEMENT OF LATENT TO ACTIVE PERIOD ON DELIVERY ADVANCEMENT KURNIAWATI, DINI
Nurscope : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The first stage of labor to the complete dilatation of the cervix consists of two phases , latent (dilatation 1 cm to 3 cm) and active phases ( 4 cm to 10 cm). Latent phase has a longer duration of the active phase, so more obstetric interventions than those admitted in the this phase. Intervention and duration of the latent phase will cause discomfort and anxiety in the mother during this phase of waiting for progress. Increasing the number of interventions at this phase can be caused by a diagnosis or assessment is less precise and cause complications. Complications in this phase causes of postpartum hemorrhage, chorioamnionitis, and neonatal risk. Interventions at latent phase include oxytocin, amniotic rupture membranes (amniotomy). Woman with prolonged latent phase intervention such as caesarean section (SC). In this phase is need management intervention to reduce the discomfort.Key Word : latent phase, active phase, intervention management, labor

Page 1 of 4 | Total Record : 39