cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Buletin Peternakan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Bulletin of Animal Science is published every four months. The Annual subscription rate is Rp. 150.000,-/year. Bulletin receives original papers in animal science and technology which are not published at any other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012" : 18 Documents clear
Kelayakan Finansial Usaha Sapi Potong Pembibitan dengan Berbagai Bantuan Modal di Pedesaan Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta Widiati, Rini
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.026 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1588

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui kelayakan finansial usaha sapi potong pembibitan dengan berbagai program bantuan modal berdasarkan arus tunai pada kondisi peternak, dan (2) mengetahui kondisi finansial peternak terhadap perubahan arus tunai dari biaya tenaga kerja keluarga yang dinilai berdasarkan opportunity cost. Analisis kelayakan finansial menggunakan parameter NPV, rasio B/C dan IRR dari arus tunai pada kondisi peternak, dilanjutkan analisis sensitivitas dari perubahan biaya non tunai tenaga kerja keluarga yang dimasukkan ke dalam arus tunai. Penelitian dengan metode deskriptif kuantitatif dengan pengambilan data secara survei kepada responden peternak penerima bantuan modal menggunakan kuesioner. Program bantuan permodalan di lokasi penelitian ditetapkan program Jamsostek, Bogasari, Pertamina, SMD dan Gaduhan Perorangan. Hasil analisis finansial dengan arus tunai sesuai  yang dilakukan peternak, baik program bagi hasil maupun pinjaman dengan tingkat bunga 6% per tahun selama 4 tahun layak diusahakan dimana NPV positif, rasio B/C lebih besar 1 dan IRR lebih besar dari discount factor. Apabila opportunity cost tenaga kerja keluarga dimasukkan ke dalam arus tunai maka secara finansial semua program bantuan modal untuk usaha sapi potong pembibitan tidak layak diusahakan, ditunjukkan dari nilai NPV negatif.   (Kata kunci: Bantuan modal, Peternakan sapi potong pembibitan, Opportunity cost tenaga kerja keluarga, Analisis kelayakan finansial)
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang (Musa spp) terhadap Produksi Gas Metan dalam Fermentasi Matanogenik Kotoran Ternak (Abbas), Abbas; Triatmojo, Suharjono; Yusiati, Lies Mira
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.327 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1584

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kulit pisang (Musa spp) terhadap kotoran sapi dan kuda sebagai substrat pada proses fermentasi metanogenik yang meliputi asam lemak volatil, suhu, pH, kadar metan, dan produksi gas metan. Percobaan dilakukan dengan 2 perlakuan, yaitu P1 untuk produksi biogas dengan substrat kotoran sapi, dan P2 untuk produksi biogas dengan substrat kotoran kuda. Masing-masing perlakuan dilakukan dalam 3 level perbandingan feses terhadap kulit pisang, yaitu 100:0%, 85:15%, dan 70:30%, dan dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan pengambilan sampel hari ke-10, 20, dan 30. Variabel yang diukur adalah VFA, pH, suhu, total volume gas, persentase gas metan, dan produksi metan. Perbandingan substrat (kotoran + limbah kulit pisang) dengan air masing-masing 1:1,5 untuk P1 dan 1:2 untuk P2. Pengolahan data penelitian menggunakan perhitungan analisis split-plot, beda rerata antar perlakuan diuji dengan Duncan New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit pisang memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi VFA, sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi gas metan dan produksi gas metan (CH4), tetapi tidak berpengaruh terhadap suhu dan pH digester. (Kata kunci: Kotoran sapi, Kotoran kuda, Limbah kulit pisang (Musa spp), Fermentasi metanogenik, Biogas)
Analisis Ekonomi Usaha Sapi Perah serta Strategi Pengembangannya pada Peternakan Rakyat dan Perusahaan di Dataran Rendah Hertanto, Bayu Setya; Widiati, Rini; (Adiarto), Adiarto
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.921 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pakan dan tipe usaha yang berpengaruh terhadap produktivitas sapi perah, membandingkan profitabilitas usaha sapi perah rakyat dan perusahaan yang diukur berdasarkan produksi susu per ekor sapi laktasi, dan menduga pengaruh adanya perbaikan parameter produksi terhadap profitabilitas. Lokasi peternakan sapi perah rakyat di Yogyakarta, dan Perusahaan PT. Lembah Hijau Multifarm Sukoharjo, yang keduanya terletak di dataran rendah. Sampel sebanyak 30 ekor sapi perah laktasi diambil  secara purposive dan proporsional dari setiap lokasi. Pengambilan data melalui survei yaitu wawancara kepada peternak dan pemantauan langsung terhadap sapi sampel, untuk mengetahui pengaruh faktor pakan dan tipe usaha terhadap produktivitas sapi perah digunakan analisis regresi model fungsi produksi Cobb Douglas dengan metode OLS. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara bersama – sama total digestible nutrient (TDN) pakan hijauan, pakan konsentrat, dan tipe usaha berpengaruh nyata terhadap produktivitas sapi perah (R2 = 0,47). Secara parsial, TDN pakan hijauan dan pakan konsentrat berpengaruh signifikan (P<0,01) dan tipe usaha (P<0,05) terhadap produktivitas sapi perah. Indeks gross margin pada peternak rakyat lebih besar dari perusahaan, sedangkan indeks profit margin sebaliknya. Perbaikan parameter teknis yaitu memperpendek jarak beranak sampai 12 bulan dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 6,55% dan pada perusahaan sebesar 19,48%, memperkecil mortalitas anak 0% dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 1,55%. Perbaikan parameter ekonomis berupa peningkatan harga susu Rp6.000,00/liter dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 113,96% dan perusahaan sebesar 109,98%, peningkatan harga feses Rp350,00/kg dapat memperbaiki profitabilitas usaha pada peternakan sapi perah rakyat sebesar 48,96%.(Kata kunci: Peternakan sapi perah rakyat, Perusahaan, Produktivitas, Indeks profitabilitas)
Variabel Penduga Bobot Karkas Sapi Simmental Peranakan Ongole Jantan Hidup Prabowo, Sigid; (Rusman), Rusman; (Panjono), Panjono
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.59 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1585

Abstract

Tujuan penelitian adalah menginventarisasi variabel penduga bobot karkas yang dihasilkan dari seekor sapi hidup didasarkan pada persepsi pemotong sapi dan mengkaji hubungan variabel penduga secara statistika. Penelitian I adalah survei terhadap 30 pemotong sapi di Yogyakarta, dianalisis secara deskriptif dan penelitian II adalah pengukuran variabel penduga yang diperoleh pada penelitian I terhadap 61 ekor sapi Simmental Peranakan Ongole, dianalisis dengan korelasi, regresi, dan kurva estimasi. Pada penelitian I diperoleh 14 variabel penduga yaitu panjang badan (90,0%), lebar pinggul (83,3%), tebal kulit (66,7%), paha belakang (53,3%), paha depan (53,3%), lebar pangkal ekor (46,7%), dalam dada (36,7%), lingkar perut (36,7%), lingkar tulang canon (30,0%), kepadatan daging (30,0%), panjang ekor (26,7%), lebar tulang lumbar (20,0%), tinggi gumba (6,7%), dan lebar leher (6,7%). Penelitian II diperoleh 13 variabel penduga yang berhubungan positif (P<0,01) yaitu panjang badan (X1), lebar pinggul (X4), tebal kulit, paha belakang, paha depan, lebar pangkal ekor (X5), dalam dada (X7), lingkar perut, (X2), lingkar canon, kepadatan daging, lebar lumbar, tinggi gumba (X3), dan lebar leher (X6). Persamaan regresi bobot badan yaitu Y= -993,882+ 1,446X1+1,994X2+3,025X3+4,284X4+8,902X5+5,260X6 koefisien determinasi 0,898. Persamaan regresi bobot karkas yaitu Y= -741,714+1,779X1+2,346X3+1,048X2+2,448X4+3,160 X6, koefisien determinasi 0,905. Persamaan regresi bobot daging Y= -749,427+2,349X1 +1,988X7+1,858X3+1,019X2+4,959X5,koefisien determinasi 0,902. Persamaan kurva estimasi bobot badan yaitu Y= -1243,169+15,311(X1)-0,021(X1)2 koefisien determinasi 0,654. Persamaan kurva estimasi bobot karkas yaitu Y= -559,207+5,611(X1)+0,001(X1)2 koefisien determinasi 0,702. Persamaan kurva estimasi bobot daging yaitu Y= -484,141+4,801(X1)+ 0,003(X1)2 koefisien determinasi 0,709. Variabel penduga bobot badan, karkas, dan daging terbaik adalah panjang badan. (Kata kunci: Variabel penduga, Bobot karkas, Simmental Peranakan Ongole)
Pengetahuan, Afeksi, dan Adopsi Pengolahan Kotoran Ternak Menjadi Kompos pada Kelompok Peternak Sapi Potong di Kabupaten Bantul Anggriyani, Emiliana; Haryadi, F. Trisakti; Triatmojo, Suharjono
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1429.646 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1590

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan peternak tentang pembuatan kompos terhadap afeksi peternak dalam pembuatan kompos dan menganalisis pengaruh afeksi peternak terhadap adopsi inovasi kompos. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua anggota dari dua kelompok peternak sapi potong (sebagai sistem) yakni kelompok Sido Rejo dan kelompok Sido Mulyo yang memperoleh informasi mengenai inovasi kompos. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai November 2011. Metode penelitian dilakukan dengan survei melalui wawancara kepada peternak. Pengaruh pengetahuan peternak terhadap afeksi peternak dalam pembuatan kompos, pengaruh afeksi peternak terhadap adopsi pembuatan kompos, dianalisis dengan metode regresi binomial logistik. Hasil penelitian menunjukkan peternak kelompok Sido Mulyo yang memiliki pengetahuan tinggi cenderung mempunyai afeksi positif dalam inovasi kompos (P<0,05). Peternak kelompok Sido Rejo yang memiliki afeksi yang tinggi cenderung mengadopsi pembuatan kompos (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan peternak mempengaruhi afeksi peternak terhadap inovasi kompos pada kelompok Sido Mulyo. Afeksi peternak berpengaruh pada adopsi inovasi kompos pada kelompok Sido Rejo.(Kata kunci: Pengetahuan, Afeksi, Adopsi, Inovasi, Kompos)
Karakteristik Fisik, Kimia, Sensoris, dan Kandungan B-Karoten Bakso yang Terbuat dari Kombinasi Daging Sapi dan Daging Ayam Petelur Afkir dengan Penambahan Daun Katuk (Sauropus androgynus) Sujarwanta, Rio Olympias; (Rusman), Rusman; (Setiyono), Setiyono
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.42 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik, kimia, sensoris, dan kandungan β-karoten bakso yang terbuat dari kombinasi daging sapi dan daging ayam petelur afkir dengan penambahan daun katuk. Penelitian ini dilakukan dengan lima macam perlakuan yaitu imbangan daging sapi dan daging ayam petelur afkir dengan perbandingan 100:0, 75:25, 50:50, 25:75, dan 0:100. Lima macam perlakuan tersebut selanjutnya disuplementasi daun katuk dengan konsentrasi 0; 2,5; dan 5% dari berat daging. Pengujian yang dilakukan meliputi uji karakteristik fisik (pH, daya ikat air, dan keempukan), karakteristik kimia (kadar air, protein, dan lemak), karakteristik sensoris (warna, aroma, tekstur, kekenyalan, dan daya terima), dan kandungan β-karoten. Data karakteristik fisik dan kimia dianalisis variansi pola faktorial (3 faktor penambahan daun katuk x 5 faktor imbangan daging). Data karakteristik sensoris dianalisis non-parametrik yaitu uji Hedonik Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji Quantitative Descriptive Analysis (QDA) dalam model jaring laba-laba (spider web). Perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa imbangan daging sapi dan ayam petelur afkir sebesar  0:100% dapat meningkatkan pH, daya ikat air, keempukan, kadar air, kadar protein, dan kandungan β-karoten bakso berturut-turut sebesar 0,20; 5,8%; 4,74 mm/45 g; 5,58%; 4,28%; dan 8,39 μg/100 g; tetapi menurunkan kadar lemak sebesar 0,31% (P<0,05). Penambahan daun katuk pada level 2,5% dapat meningkatkan daya ikat air, kadar air, kadar protein, dan kandungan β-karoten masing-masing sebesar 2,72%; 2,70%; 1,10%; dan 17,82 μg/100 g; tetapi menurunkan pH, keempukan, dan kadar lemak berturut-turut sebesar 0,35; 2,01 mm/45 g; dan 0,08% (P<0,05). Imbangan daging dan level penambahan daun katuk secara umum tidak mengubah karakteristik sensoris dan tidak menunjukkan interaksi antara masing-masing perlakuan. Imbangan daging sapi dan ayam petelur afkir sebesar 0:100% menunjukkan hasil yang terbaik. Penambahan daun katuk yang paling optimal adalah pada level 2,5%. (Kata kunci: Bakso, Imbangan daging sapi dan daging ayam petelur afkir, Daun katuk, Fisik, Kimia, β-karoten, Sensoris)
Keragaman Genotip dan Jarak Genetik Sapi Madura Berdasarkan Restriction Fragment Length Polymorphism-DNA (RFLP-DNA) Leasa, Marleny; Kunda, Rony Marsyal
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1247.428 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi genotip dan jarak genetik sapi Madura di Kabupaten Sampang dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari berdasarkan teknik RFLP. Digesti DNA genom dengan enzim EcoRI dan PstI menghasilkan fragmen DNA dengan ukuran yang bervariasi baik pada induk, pedet, dan pejantan unggul dengan kisaran antara 10000 bp sampai 980 bp dan 10000 bp sampai 1250 bp. Analisis MVSP1 dengan metode UPGMA untuk jarak genetik ditemukan bahwa sampel sapi Madura berada dalam 2 cluster dan 1 outgroup. Persentase jarak genetik berada pada rentangan 0 sampai 25%. (Kata kunci: Variasi genotip, Jarak genetik, Sapi Madura, RFLP)
Pengaruh Metode Pembuatan dan Pengeringan yang Berbeda terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, dan Sensoris Dendeng Daging Kelinci Prayitno, Agus Hadi; Saputra, Dwi Puspa Adie; Kurniati, Antariya; Widyastuti, Herni; Utami, Raras Rahayu; (Soeparno), Soeparno; (Rusman), Rusman
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1444.092 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1587

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda terhadap karakteristik fisik, kimia, dan sensoris dendeng daging kelinci. Metode pembuatan dendeng yaitu iris dan giling. Metode pengeringan dendeng yaitu kering matahari dan kering oven. Setiap perlakuan terdiri atas tiga replikasi. Data hasil uji karakteristik fisik dan kimia dendeng dianalisis dengan analisis variansi pola faktorial 2 x 2. Perbedaan rerata pada interaksi diuji dengan uji Duncan’s New Multiple Range Test. Data hasil uji sensoris dendeng dianalisis dengan analisis non parametrik dengan uji Hedonic Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembuatan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap karakteristik fisik dendeng (nilai pH, susut masak, dan keempukan), karakteristik kimia dendeng (kadar lemak), dan karakteristik sensoris dendeng (tekstur, keempukan, dan daya terima). Metode pengeringan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap karakteristik fisik dendeng (susut masak dan keempukan), karakteristik kimia dendeng (kadar lemak), dan karakteristik sensoris dendeng (warna). Ada interaksi yang nyata (P<0,05) antara metode pembuatan dan pengeringan yang berbeda terhadap karakteristik kimia dendeng sedangkan berbeda tidak nyata terhadap karakteristik fisik dendeng. Dendeng giling dengan kering oven adalah yang paling baik dengan tekstur yang lebih halus, lebih empuk, dan lebih disukai. (Kata kunci: Daging kelinci, Karakteristik dendeng, Pembuatan, Pengeringan)
Efek Pemberian Ekstrak Limbah Teh Hitam sebagai Sumber Antioksidan dal Level Energi-Protein Pakan yang Berbeda terhadap Stabilitas Oksidatif dan Kualitas Daging Ayam Broiler Fassah, Dilla Mareistia; (Supadmo), Supadmo; (Rusman), Rusman
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Fakultas Peternakan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1739.503 KB) | http://journal.ugm.ac.id/index.php/buletinpeternakan/article/view/1583

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak limbah teh hitam (ELT) sebagai sumber antioksidan, dan level energi - protein pakan serta interaksi antara keduanya terhadap stabilitas oksidasi dan kualitas daging ayam broiler. Percobaan ini menggunakan analisis variansi pola faktorial 3 x 3 (3 faktor level pemberian aditif pakan ELT dan 3 tipe pakan) dan perbedaan yang signifikan dilanjutkan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DMRT). Tipe pakan yaitu tipe 1: energi - protein rendah, tipe 2: energi - protein sedang, tipe 3: energi - protein tinggi. Tiap perlakuan pakan diberi 3 level pemberian aditif: ELT 0, 500, dan 1.000 mg/kg pakan. Percobaan dilakukan selama 42 hari menggunakan 45 ekor ayam, tiap perlakuan terdiri atas 5 ekor ayam sebagai replikasi. Parameter yang diukur meliputi komposisi kimia daging, kualitas fisik daging, kadar malonaldehyde (MDA), kadar kolesterol, dan komposisi asam lemak daging. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa level pemberian ELT dan level energi – protein pakan saling berinteraksi dalam mempengaruhi nilai pH, susut masak dan kadar MDA, total asam lemak jenuh (SFA), total asam lemak mono tidak jenuh (MUFA) serta total asam lemak poli tidak jenuh (PUFA) daging. Pemberian ELT berpengaruh tidak nyata terhadap kualitas kimia daging, tetapi berpengaruh nyata menurunkan pH daging, kadar MDA dan SFA daging (P<0,05), meningkatkan total MUFA dan PUFA daging secara nyata (P<0,05). Level energi - protein pakan tidak menyebabkan perbedaan kualitas kimia daging, tetapi daya ikat air daging, kadar MDA daging, kolesterol daging, total MUFA dan PUFA (P<0,05), menurunkan total SFA (P<0,05). Hasil yang didapat menunjukkan bahwa penambahan ELT sebagai aditif pakan memiliki efek yang baik terhadap stabilitas oksidasi yang tercermin dalam penurunan kadar MDA dan total SFA daging serta meningkatkan total PUFA dalam daging, tanpa menyebabkan perbedaan kualitas daging. (Kata kunci: Ekstrak limbah teh hitam, Antioksidan, Level energi-protein, Stabilitas oksidasi, Kualitas daging)
Variabel Penduga Bobot Karkas Sapi Simmental Peranakan Ongole Jantan Hidup Prabowo, Sigid; (Rusman), Rusman; (Panjono), Panjono
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.59 KB) | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i2.1585

Abstract

Tujuan penelitian adalah menginventarisasi variabel penduga bobot karkas yang dihasilkan dari seekor sapi hidup didasarkan pada persepsi pemotong sapi dan mengkaji hubungan variabel penduga secara statistika. Penelitian I adalah survei terhadap 30 pemotong sapi di Yogyakarta, dianalisis secara deskriptif dan penelitian II adalah pengukuran variabel penduga yang diperoleh pada penelitian I terhadap 61 ekor sapi Simmental Peranakan Ongole, dianalisis dengan korelasi, regresi, dan kurva estimasi. Pada penelitian I diperoleh 14 variabel penduga yaitu panjang badan (90,0%), lebar pinggul (83,3%), tebal kulit (66,7%), paha belakang (53,3%), paha depan (53,3%), lebar pangkal ekor (46,7%), dalam dada (36,7%), lingkar perut (36,7%), lingkar tulang canon (30,0%), kepadatan daging (30,0%), panjang ekor (26,7%), lebar tulang lumbar (20,0%), tinggi gumba (6,7%), dan lebar leher (6,7%). Penelitian II diperoleh 13 variabel penduga yang berhubungan positif (P<0,01) yaitu panjang badan (X1), lebar pinggul (X4), tebal kulit, paha belakang, paha depan, lebar pangkal ekor (X5), dalam dada (X7), lingkar perut, (X2), lingkar canon, kepadatan daging, lebar lumbar, tinggi gumba (X3), dan lebar leher (X6). Persamaan regresi bobot badan yaitu Y= -993,882+ 1,446X1+1,994X2+3,025X3+4,284X4+8,902X5+5,260X6 koefisien determinasi 0,898. Persamaan regresi bobot karkas yaitu Y= -741,714+1,779X1+2,346X3+1,048X2+2,448X4+3,160 X6, koefisien determinasi 0,905. Persamaan regresi bobot daging Y= -749,427+2,349X1 +1,988X7+1,858X3+1,019X2+4,959X5,koefisien determinasi 0,902. Persamaan kurva estimasi bobot badan yaitu Y= -1243,169+15,311(X1)-0,021(X1)2 koefisien determinasi 0,654. Persamaan kurva estimasi bobot karkas yaitu Y= -559,207+5,611(X1)+0,001(X1)2 koefisien determinasi 0,702. Persamaan kurva estimasi bobot daging yaitu Y= -484,141+4,801(X1)+ 0,003(X1)2 koefisien determinasi 0,709. Variabel penduga bobot badan, karkas, dan daging terbaik adalah panjang badan. (Kata kunci: Variabel penduga, Bobot karkas, Simmental Peranakan Ongole)

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 4 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (4) NOVEMBER 2019 Vol 43, No 3 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (3) AUGUST 2019 Vol 43, No 2 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (2) MAY 2019 Vol 43, No 1 (2019): BULETIN PETERNAKAN VOL. 43 (1) FEBRUARY 2019 Vol 42, No 4 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (4) NOVEMBER 2018 Vol 42, No 3 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (3) AUGUST 2018 Vol 42, No 2 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (2) MAY 2018 Vol 42, No 1 (2018): BULETIN PETERNAKAN VOL. 42 (1) FEBRUARY 2018 Vol 41, No 4 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (4) NOVEMBER 2017 Vol 41, No 3 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (3) AGUSTUS 2017 Vol 41, No 2 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (2) MEI 2017 Vol 41, No 1 (2017): BULETIN PETERNAKAN VOL. 41 (1) FEBRUARI 2017 Vol 40, No 3 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (3) OKTOBER 2016 Vol 40, No 2 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (2) JUNI 2016 Vol 40, No 1 (2016): BULETIN PETERNAKAN VOL. 40 (1) FEBRUARI 2016 Vol 39, No 2 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (2) JUNI 2015 Vol 39, No 3 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (3) OKTOBER 2015 Vol 39, No 2 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (2) JUNI 2015 Vol 39, No 1 (2015): BULETIN PETERNAKAN VOL. 39 (1) FEBRUARI 2015 Vol 38, No 3 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (3) OKTOBER 2014 Vol 38, No 2 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (2) JUNI 2014 Vol 38, No 1 (2014): BULETIN PETERNAKAN VOL. 38 (1) FEBRUARI 2014 Vol 37, No 3 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (3) OKTOBER 2013 Vol 37, No 2 (2013): BULETIN PETERNAKAN VOL. 37 (2) JUNI 2013 Vol 37, No 1 (2013): Buletin Peternakan Vol. 37 (1) Februari 2013 Vol 36, No 3 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (3) Oktober 2012 Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012 Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012 Vol 35, No 3 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (3) Oktober 2011 Vol 35, No 2 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (2) Juni 2011 Vol 35, No 1 (2011): Buletin Peternakan Vol. 35 (1) Februari 2011 Vol 34, No 3 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (3) Oktober 2010 Vol 34, No 2 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (2) Juni 2010 Vol 34, No 1 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (1) Februari 2010 Vol 33, No 3 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (3) Oktober 2009 Vol 33, No 2 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (2) Juni 2009 Vol 33, No 1 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (1) Februari 2009 Vol 32, No 3 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (3) Oktober 2008 Vol 32, No 2 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (2) Juni 2008 Vol 32, No 1 (2008): Buletin Peternakan Vol. 32 (1) Februari 2008 Vol 31, No 4 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (4) November 2007 Vol 31, No 3 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (3) Agustus 2007 Vol 31, No 2 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (2) Mei 2007 Vol 31, No 1 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (1) Februari 2007 Vol 30, No 4 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (4) November 2006 Vol 30, No 3 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (3) Agustus 2006 Vol 30, No 2 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (2) Mei 2006 Vol 30, No 1 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (1) Februari 2006 Vol 29, No 4 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (4) November 2005 Vol 29, No 3 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (3) Agustus 2005 Vol 29, No 2 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (2) Mei 2005 Vol 29, No 1 (2005): Buletin Peternakan Vol. 29 (1) Februari 2005 Vol 28, No 4 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (4) November 2004 Vol 28, No 3 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (3) Agustus 2004 Vol 28, No 2 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (2) Mei 2004 Vol 28, No 1 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (1) Februari 2004 Vol 27, No 4 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (4) November 2003 Vol 27, No 3 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (3) Agustus 2003 Vol 27, No 2 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (2) Mei 2003 Vol 27, No 1 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (1) Februari 2003 Vol 26, No 4 (2002): Buletin Peternakan Vol. 26 (4) November 2002 Vol 26, No 1 (2002): Buletin Peternakan Vol. 26 (1) Februari 2002 Vol 25, No 4 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (4) November 2001 Vol 25, No 3 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (3) Agustus 2001 Vol 25, No 2 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (2) Mei 2001 Vol 25, No 1 (2001): Buletin Peternakan Vol. 25 (1) Februari 2001 Vol 24, No 4 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (4) November 2000 Vol 24, No 3 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (3) Agustus 2000 Vol 24, No 2 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (2) Mei 2000 Vol 24, No 1 (2000): Buletin Peternakan Vol. 24 (1) Februari 2000 Vol 23, No 4 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (4) November 1999 Vol 23, No 3 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (3) Agustus 1999 Vol 23, No 2 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (2) Mei 1999 Vol 23, No 1 (1999): Buletin Peternakan Vol. 23 (1) Februari 1999 Vol 22, No 4 (1998): Buletin Peternakan Vol. 22 (4) November 1998 Vol 21, No 3 (1997): Buletin Peternakan Vol. 21 (3) November 1997 Vol 21, No 1 (1997): Buletin Peternakan Vol. 21 (1) April 1997 Vol 20, No 2 (1996): Buletin Peternakan Vol. 20 (2) Desember 1996 Vol 20, No 1 (1996): Buletin Peternakan Vol. 20 (1) Juni 1996 Vol 19, No 2 (1995): Buletin Peternakan Vol. 19 (2) Desember 1995 Vol 19, No 1 (1995): Buletin Peternakan Vol. 19 (1) Juni 1995 1995: BULETIN PETERNAKAN SPECIAL EDITION 1995 Vol 18, No 4 (1994): Buletin Peternakan Vol. 18 (4) Desember 1994 Vol 17, No 1 (1993): Buletin Peternakan Vol. 17 (1) Juni 1993 Vol 16, No 1 (1992): Buletin Peternakan Vol. 16 (1) Desember 1992 Vol 15, No 2 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (2) Desember 1991 Vol 15, No 1 (1991): Buletin Peternakan Vol. 15 (1) Juni 1991 Vol 14, No 2 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (2) Desember 1990 Vol 14, No 1 (1990): Buletin Peternakan Vol. 14 (1) Juni 1990 Vol 13, No 1 (1989): Buletin Peternakan Vol. 13 (1) September 1989 Vol 11, No 2 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (2) September 1987 Vol 11, No 1 (1987): Buletin Peternakan Vol. 11 (1) Maret 1987 More Issue