Jurnal Sain Veteriner
ISSN : -     EISSN : -
Articles 768 Documents
PENGARUH INJEKSI PROTEIN MEMBRAN SPOROZOIT Eimeria tenella TERHADAP INDEKS REPRODUKSI OOSISTA PADA AYAM = THE EFFECT OF INJECT/ON OF PROTEIN MEMBRANE SPOROZOITES TO REPRODUCTION INDEX OF Eimeria tenellas OOCYST IN CHICK Akmal, Muslim; Nurcahyo, R.Wisnu; ., Sumartono
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): en
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh injeksi _protein membran sporozoit Eimeria tenella terhadap Indeks Reproduksi E. tenella pada ayam. Dalam penelitian ini, sebanyak 60 ekor DOC jantan petelur (strain Isa Brown) digunakan sebagai hewan percobaan. Ayam percobaan tersebut setelah berumur 4 hari dibagi acak menjadi tiga kelompok (kelompok kontrol, I dan II), masing-masina kelompok terdiri dari 20 ekor. Ayam-ayam pada kelompok I diinjeksi dengan protein membran sporozoit E tenella dengan dosis 2,1 jig per ekor secara intravena. Ayam-ayam pada kelompok [1. dinjeksi secara intrakutan dengan protein yang sama seperti yang diinjeksikan pada kelompok I, sedang ayam pada kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan. Semua ayam percobaan kemudian dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing dan diberi pakan non koksidiostat dan air minum secara ad libitum. Pada hari ke-22 setelah perlakuan, semua ayam pereobaan diinfeksi dengan 1500 oosista iafektifE tenella per ekor sebagai infeksi tantangan. Data jumlah oosista per gram feses dikumpulkan mtdai hari ke-4 sarnpai dengan hari ke-11 setelah infeksi ta.ntangan. Hasil perhitungan Indeks Reproduksi dianalisis secara deskriptif Dari hasil penelitian ini dapat ditarilc ksimpulan bahwa injeksi 2,1 pg protein membran sporozoit E. tenella baik secara intravena maupun intrakutan tidak mempengaruhi Indeks Reproduksi El tenella pada ayam-ayam percobaan terhadap infeksi taniangan E. tenellcr.
Efek Ekstrak Daun Bangun-Bangun (Coleus ambonicus, L.) pada Aktivitas Limfosit Tikus Putih Santosa, Christin Marganingsih; Oktavia Salasia, Siti Isrina
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 2 (2004)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1392.143 KB)

Abstract

.
PENGARUH PEMBERIAN AIR PERASAN DAUN PEPAYA PADA AYAM: RESPON TERHADAP PATOFISIOLOGIK GINJAL = THE EFFECTS OF PAPAYA LEAF EXTRACT ON CHICKENS: III. KIDNEY PATHOPHYSIOLOGICAL RESPONSE Kamaruddin, Mufti; Salim, M. Nur
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4994.734 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian air perasan daun pepaya dengan berbagai tingkatan dosis terhadap respon patofisiologik ginjal ayam buras. Penelitian menggunakan 20 ekor ayam buras yang berumur 3 bulan dengan berat badan rata-rata (± SD) adalah 577 ± 69,97 gram. Hewan percobaan dikelompokkan secara acak merata dalam lima kelompok perlakuan, tiap-tiap kelompok terdiri dari empat ekor. Kelompok pertama sebagai kontrol hanya diberikan aquades (Po); kelompok kedua sampai kelompok lima diberi air perasaan daun pepaya dosis tunggal sebagai berikut: 1,5 ml (P1), 2,0 ml (P2), 2,5 nil (P3) dan 3,0 ml (P4). Untuk pembuatan perasan daun pepaya digunakan 400 g daun pepaya yang diekstraksi secara sederhana. Empat hari setelah perlakuan ayam dibedah bangkai, dinekropsi dan dilakukan pemeriksaan ginjal. Pemeriksaan dilakukan secara makroskopik dan mikroskopik. Preparat mikroskopik dibuat dengan metode parafin dan diwamai dengan hematoksilin-eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan perubahan patologik pads ginjal pada kelompok perlakuan P2, P3 dan P4. Secara makroskopik pada ginjal terlihat membengkak dan hiperemik, dan secara mikroskopik struktur ginjal terjadi degenerasi epitel tubulus, hiperemi, hemoragi, dan koloni sel polimorfonuklear. Pada kelompok Po dan P1 tidak terlihat adanya perubahan makroskopik dan mikroskopik pada ginjal ayam. Dan basil penelitian dapat disinapulkan bahwa dosis air perasan daun pepaya 1,5 ml tidak menirnbulkan perubahan patofisiologik, sedangkan pemberian pada dosis 2,6 ml; 2,5 ml dan 3,0 ml memperlihatkan perubahan patofisiologik pada ginjal ayam buras. Semakin tinggi dosis pemberian air perasan daun pepaya yang diberikan pada ayam semakin besar perubahan pada ginjal. Kata kunci: Air perasan daun pepaya; patofisiologik ginjal
PENGARUH PENAMBAHAN SERUM SAPI PADA MEDIA KULTUR TERHADAP KOMPETENSI MEIOSIS OOSITANJING DARI BERBAGAI STADIUM ESTRUS SECARA IN VITRO Heru Fibrianto, Yuda; Mona Airin, Claude; Anindito, Amrullah; Rachmawati, Nuraini
Jurnal Sain Veteriner Vol 1, No 29 (2011)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5838.235 KB)

Abstract

Reproduction technology achievement on caninew as fastd eveloped, with born of cloning and transgenic dog, unforfunately thats technology still used oocyte matured in vivo because canine oocyte matwation in vitroin this animaln ot developedy et and mafurationr ates till low. The present study was to investigated the effects of cow serum supplementation on meiotic resumption of canine oocytes from various estms stage. Ovary obtained from bitchesa tan-, pro-and di-estrus stage after ovariohysterectomizeadt clinic veterinarypracticeO. varyw ereplaced in 0.9o/op hysiologycal saline added 1% pennicilline-streptomycinw ith temperature 37C and then broughtt o laboratoryO. vary washeds everatl imesu sedP BSa ndo ocytesw ere obtained by slicing ovariant issueintissueculturemedium(TCM)-l99 supplemented with 25mMHepes, 1%pennicillin-streptomycin. Selected cummulus oocyte complexes (COCs) were matured in TCM-199 as control and TCM-199 + 10% cow serum as treatment, on incubator with 38C, 5% CO2, and 5% O2. After 72 h incubation and Hoechst 33342 staining, the result shows that cow serum supplement have higher meiotic resumption significantly (P<0.05) in MI achievement han in control and oocyte from proestrusi rave higher meiotic competent(46.5%) comparing oocyte from anestrus(29,4%)s ignificantly(P<0.05) but not significantly(P>0.05) with diestrus stages(34.8%).Keywords: meiosis, oocyte, ovarium, cows serum
Intracytoplasmic Sperm Injection (Icsi) Sebagai Teknik Reproduksi Bantuan Unggulan Said, Takdir Syahruddin; Said, Syahruddin; Setiadi, Mohamad Agus; Agungpriyono, Srihadi; Toelihere, Mozes R.; Boediono, Aries
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.938 KB)

Abstract

Beberapa teknik fertilisasi mikro telah diterapkan untuk mengatasi masalah infertilitas pria, namun hanya intracytoplasmic sperm injection (ICSI) yang mampu meningkatkan secara nyata keberhasilan fertilisasi, implantasi dan kelahiran. Pada perkembangannya teknik ICSI juga telah diterapkan pada beberapa jenis hewan sebagai suatu model untuk mempelajari kemampuan fertilisasi berbagai jenis spermatozoa yang secara alami atau melalui fertilisasi in vitro tidal( bisa membuahi sel telur. Walaupun keberhasilan teknik ICSI telah dapat mengatasi masalah infertilitas pada pria, teknik ICSI masih mempunyai potensi negatif yang mungkin muncul pada anak hasil ICSI. Namun demikian, hal ini perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.
FREKUENSI NAFAS, PULSUS DAN GERAK RUMEN SERTA SUHU TUBUH PADA KAMBING PERANAKAN ETTAWA SELAMA 3 BULAN PERTAMA KEHIDUPAN PASCA LAHIR. Widiyono, Irkham; Wuryastuti, Hastari; Indarjulianto, Soedarmanto; Purnamaningsih, Hary
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 2 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2331.024 KB)

Abstract

.
Kasus Ankilostomiasis Pada Pasten Anjing di Klinik Penyakit Dalam, Rumah Sakit Hewan FKH.UGM Selama Tahun 2005 = Case of Ancylostomiasis in Dog Patiens in Department of Internal Medicine, Animal Hospital, ... Tjahajati, Ida; Purnamaningsih, Hary; Mulyani, Guntari Titik; ., Yuriadi
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2225.469 KB)

Abstract

Ancylostoma caninum rnerupakan cacing tarnbang yang banyak irenyeriuig pada manusia dan hewan kesayangan seperti anjing. Meskipun kasus ankilostomiasis banyak ditemukan namun angka kejadian penyakit ankilostomiasis pada pasien anjing di Klinik Penyakit Dalam RSH FKH-UGM belurn pernah diteliti secara final dan dipublikasikan. Kajian bertujuan untuk mengungkap angka kejadian ankilostomiasis pada pasien anjing yang ada di Klinik Penyakit Dalam RSH selama tahun 2005. Kajian dilakukan dengan metode retrospektif, dengan menggunakan data dari medical record pasien yang ada di Klinik Penyakit Dalam, RSH FKH-UGM selama tahun 2005. Data ankilostomiasis pada anjing didasarkan pada adanya telur cacing Ancylostoma sp pada pemeriksaan tinja. Data yang diperoleh diolah sehingga diperoleh angka juinlah penderita ankilostomiasis per bulan, dan persentase penderita ankilostomiasis dibanding dengan penyakit lainnya tiap bulannya dalam periode sate tahun. Hasi! penelitian menunjukkan bahwa kasus ankilostomiasis pada pasien anjing di Klinik Penyakit Dalarn RSH FKH-UGM selalu ada sepanjang tahun 2005. Dibanding dengan penyakit lainnya kasus ankilostomiasis anjing merupakan penyakit yang paling dominan, dan mencapai puncaknya (23,33%) pada bulan Oktober. Berdasar pada banyaknya kasus di sepanjang tahun dan dominannya penyakit ankilostomiasis pada anjing yang punya risiko untuk menular pada manusia, maka penyuluhan kepada pemilik anjing dan kewaspadaan untuk pencegahan penularan ke manusia sangat penting untuk diupayakan.
EFIKASI DORAMECTIN UNTUK PENGOBATAN Ancylostomiasis PADA ANJING Tjahajati, Ida
Jurnal Sain Veteriner Vol 18, No 1 (2000)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penditian yang bertujuan untuk mengetahui efikasi injeksi doramectin terhadap Ancylostomiasis pada anjing. Penelitian menggunakan 10 ekor anjing yang rnenderita Ancylostomiasis secara _ alami dengan infestasi berat. infestasi berat didasarkan pada uji apung dengan kriteria positif 3 dan 4 (lebib dari 25.000 telurigram tinja). Semua anjing diinjeksi secara subkutan dengan doramectin dosis 200 p.g/kg BB sekali pemberian. Perkernbangan penyakit diamati dengan melakukan pemeriksaan telur racing dalam tinja dan pemeriksaan gejala klinis sampai 2 minggu setelah pengobatan. Anjing dinyatakan sembuh apabila memberikan respon yang baik terhadap pengobatan yang secara klinis ditandai dengan normalnya napsu makan dan minuet, serta tidal( adanya diare, secara laboratorik iidak diternukk telur cuing dalam tinja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua anjing memberi respon yang positip terhadap pengobatart yang diberikan_ Dapat disimpulkan bahwa doramectin efektif dalam rnengatasi infestasi Ancylostoma sp pada anjing
IDENTIFIKASI VIRUS RABIES PADA ANJING LIAR DI KOTA MAKASSAR Utami, Sri; Sumiarto, Bambang
Jurnal Sain Veteriner Vol 28, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2680.755 KB)

Abstract

Telah dilakukan identifikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentitikasi virus rabies pada anjing liar di kota Makassar. Sebanyak 32 sampel otak anjing liar diuji untuk identifikasi virus rabies dengan metode Fluorescent antibody technique (FAT). Data identifikasi virus rabies dari sampel otak dianalisis secara deskriptif. Hasil pengujian sampel otak anjing liar menunjukkan sebanyak 32 sampel negatifrabies. Sampel otak dari anjing liar yang ditangkap tanpa gejala klinis rabies dan sampel otak daritempat pemotongan anjing bukan merupakan sampel yang baik untuk identifikasi rabies pada suatu wilayah.Kata kunci: anjing liar, FAT, virus rabies
THE EFFECT OF PROGESTERONE INTRAVAGINAL DEVICE AND GONADOTROPIN RELEASING HORMONE ON FERTILITY IN POSTPARTUM DAIRY COWS Gusti NP Widyana, I; Hartantyo, Sri; Mberato, Yanober
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003)
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1390.141 KB)

Abstract

ABSTRACT The study was carried out to determine the effect of progesterone intravaginal devices and gonadotropin releasing hormone on fertility in postpartum dairy cows. Thirty two postpartum dairy cows having body condition score 3 – 4 were used in this study. The cows were devided randomly into 4 groups. Group I (CIDR 9 d), lI (CIDR 9 d + GnRH), DI (CIDR 15 (1), and IV (CIDR 15 d + GnRH). The GnRH was given at the time of insemination. The result of this study showed that the retention of CIDR devices and estrous induction was 100%. Estrous induction recorded on groups I, 11, BI and IV were 49.50 ± 1.51 ; 49.25 ± 1.67 ; 48.75 ± 1.28 ; 48.25 ± 1.04 hours, respectively. The pregnancy rate on groups I, II, III, and IV were 62.5 % ; 75.0 % 50.0 % ; 62.5 % respectively, no significantly different between groups (P>0.05). However, the mean milk progesterone concentration which take on day 7 of group II, had significantly higher (P< 0.05) than the other groups. It can be concluded that progesterone intravaginal devices and administration of GnRH at the time of AI could be used for induction of estrous and ovulation in dairy cows. Key word: Progesterone, GnRH, Fertility, Postpasrtum Dairy Cows

Page 1 of 77 | Total Record : 768


Filter by Year

1995 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 33, No 1 (2015) Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 2 (2014) Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 32, No 1 (2014) Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 2 (2013) Vol 31, No 1 (2013): JUNI Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 31, No 1 (2013) Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 2 (2012) Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 30, No 1 (2012) Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 1, No 29 (2011) Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 2 (2010) Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 28, No 1 (2010) Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 2 (2009) Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 27, No 1 (2009) Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 2 (2008) Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 26, No 1 (2008) Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 2 (2007) Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 25, No 1 (2007) Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 2 (2006) Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 24, No 1 (2006) Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 2 (2005) Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 23, No 1 (2005) Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 2 (2004) Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 22, No 1 (2004) Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 2 (2003) Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 21, No 1 (2003) Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 2 (2002) Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 20, No 1 (2002) Vol 19, No 2 (2001): en Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue