cover
Contact Name
Shanty Kusuma Dewi
Contact Email
-
Phone
6281217800457
Journal Mail Official
ti.jurnal@umm.ac.id
Editorial Address
Jl. Tlogomas No 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri
ISSN : 19781431      EISSN : 25274112      DOI : -
Core Subject : Engineering,
The Jurnal Teknik Industri is a peer-reviewed journal that is published twice a year (February and August). The Jurnal Teknik Industri aims to provide a forum exchange and an interface between researchers and practitioners in any industrial engineering related field. This journal only accepts articles from original research results (top priority), case study articles (not priorities), and scientific review articles that are new (not preference). Scopes this journal are Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project management, Reliability, Industrial human resource management, and Marketing Management.
Arjuna Subject : -
Articles 364 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH AGROINDUSTRI PERKEBUNAN UNGGULAN Dhian Herdhiansyah; Lilik Sutiarso; Didik Purwadi; Taryono .
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.636 KB)

Abstract

Dhian Herdhiansyah 1, Lilik Sutiarso 2, Didik Purwadi 2, DAN Taryono 31Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Kendari2Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada3Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah MadaLaman: herdhiansyah_umk@yahoo.comABSTRAKPengembangan agroindustri perkebunan seharusnya mengacu pada pendekatan komoditas unggulan. Sampai saatini belum ada acuan yang akurat bagi pemerintah Kabupaten Kolaka. Diversifikasi produksi belum berkembang dan hasilikutannya belum dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan potensi wilayahagroindustri perkebunan unggulan. Objek penelitian adalah 6 komoditas perkebunan unggulan yaitu kakao, cengkeh,lada, jambu mete, kelapa dan kopi yang terdapat di ���������������Kabupaten Kolaka dengan ���metode Delphi dan SWOT. Hasil penelitianmenunjukkan strategi pengembangan potensi wilayah agroindustri perkebunan unggulan berada pada kuadran I ataustrategi yang dibuat dengan menggunakan seluruh kekuatan untuk memanfaatkan peluang yaitu strategi agresif denganmelakukan peningkatan kemandirian petani melalui pembinaan dan penyuluhan, pengembangan kemitraan pada kegiatanagroindustri dalam upaya menambah nilai tambah produksi.Kata kunci: Potensi wilayah, Perkebunan, Agroindustri, SWOTABSTRACTThe development of plantation agro-industry should refer to primary commodity approach. Until now there is noaccurate reference for government Kolaka. The diversifications of products and by-product have not developed yet. Theobjectives of this research were to formulate development strategy of regional potential of the prime plantation agro industry.The object of this research is six primary commodities of plantation; those are cacao, clover, pepper, cashew, coconut, andcoffee in Kolaka Regency with Delphi and SWOT methods. The research results showed that the development strategy ofregional potential of the prime plantation agro industry there are at quadrant I or that strategy was created by using allthe power to take advantage of opportunities that an aggressive strategy by doing independence improvement of the farmersthrough development and counseling, partnership development on agro-industry activities in the effort of giving additionalvalue of production.Key words: Regional Potential, Plantation, Agro-industry, SWOT
FORMULIR BERLANGGANAN (untuk Volume 13 No 2) FORMULIR BERLANGGANAN (untuk Volume 13 N
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.833 KB)

Abstract

Alamat Redaksi: Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang 65144 Telp. (0341) 464318 psw. 166Fax. (0341) 460435, 460782Mohon dicatat sebagai pelanggan jurnal ilmiah TEKNIK INDUSTRINama : ...........................................................................................................................................................Alamat : ..........................................................................................................................................................................................................................................................kode pos).....................................................................................................(...............................................)Harga Langganan mulai 1 Agustus 2009 Rp200.000,00 untuk satu tahun(Formulir ini boleh difotocopy)FORMULIR BERLANGGANAN (untuk Volume 13 No 2)JurnalTeknik Industri..................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Potong di sini . "BERITA PENGIRIMAN UANG LANGGANANDengan ini saya kirimkan uang sebesar:Rp100.000,00/nomor, untuk langganan..............................................tahun, mulainomor................... Tahun.................... Uang tersebut telah saya kirim melalui:No. Rekening : 144-00-1314413-1Nama Bank : Bank MandiriAtas nama : Annisa Kesy Garside Pos Wesel dengan Resi Nomor.....................................................Tahun..........................
Integrasi Metode IPMS dan SMART System Dalam Pengukuran Kinerja Perguruan Tingi Petir Papilo
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.462 KB)

Abstract

Petir PapiloProgram Studi Teknik Industri – Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sultan Syarif Kasim RiauLaman: pilo_ukm@yahoo.comABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencapaian kinerja pada organisasi pendidikan khususnya dalamlingkup suatu fakultas.Dengan menggunakan metode IPMS telah ditetapkan sebanyak 32 strategi objektif yang ingindicapai yang terangkum kedalam 9 (Sembilan) aspek yang merupakan perspektif-perspektif yang ada pada Model SMARTSystem. Dari analisis prioritas yang telah dilakukan, terdapat lima faktor utama yang menjadi fokus perhatian dan menjadiindikator penentu keberhasilan pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan oleh Fakultas “X”. Dari pengukuran yangtelah dilakukan diperoleh nilai indeks kinerja Fakultas “X” berada pada tingkat 3,72 pada tahun 2011. Mengacu kepadastandar taraf pencapaian yang ada, dapat disimpulkan bahwa pencapaian kinerja Fakultas “X” masih jauh dari targetyang diharapkan, yakni pada taraf antara 8 hingga 9.Kata kunci: Kinerja, Metode IPMS, Model SMART SystemABSTRACTThis study aimed to determine the level of achievement of the organization, performance in education, especiallywithin the scope of a faculty. By using this IPMS method, it has been established over 32 objective strategy to be achievedthat were summarized into 9 (nine) aspects are perspectives that exist on the SMART System Model. From the analysis ofthe priorities that had been made, there are five main factors that became the focus of attention and a critical indicatorof success in achieving the vision and mission set by the “X” Faculty.From the measurements that had been performedFaculty performance index values were 3.72 level. Referod to a standard level of achievement, it could be concluded thatthe achievement of the Faculty “X”, was still far from the expected target, at the 8 to 9 level.Key words: IPMS Method, Performance, SMART System Model
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PERALATAN PRODUKSI TERHADAP KINERJA KARYAWAN Heri Mujayin Kholik; Dimas Adji Krishna
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.382 KB)

Abstract

Heri Mujayin Kholik DAN Dimas Adji KrishnaJurusan Teknik Industri Universitas Muhammadiyah MalangLaman: mujayinkholik@yahoo.co.idABSTRAKPenggunaan mesin dan alat kerja yang mendukung proses produksi berpotensi menimbulkan suara kebisingan.Kebisingan adalah terjadinya bunyi yang tidak dikehendaki sehingga mengganggu atau membahayakan kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh tingkat kebisingan terhadap kinerja karyawan. Pengumpulan datadilakukan dengan cara ob�����������������������������������������������������servasi langsung dan kuesioner kepada pekerja di beberapa titik sampling. Pengolahan datamenggunakan uji t test untuk mengetahui tingkat kebisingan dan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahuipengaruh tingkat kebisingan terhadap kinerja karyawan. Dari pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakanuji t maka dapat ditarik kesimpulan bahwa level kebisingan di area kerja Power Plant II menunjukkan perbedaan yangsignifikan dengan Nilai Ambang Batas (NAB) yang telah ditetapkan oleh pemerintah, yaitu sebesar 98,599 dB. SedangkanNAB yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk area kerja (Industri) adalah sebesar 85 dB. Hasil analisis regresimenunjukkan �������������������������������������������������������������diperoleh t hitung sebesar 10,227 lebih besar dibandingkan t tabel sebesar 2,013. Nilai signifikansi jugasebesar 0 lebih kecil dibandingkan a sebesar 0,05������. Hasil ini menunjukkan bahwa kebisingan di area kerja Power Plant IIberpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan.Kata kunci: kebisingan, peralatan produksi�����������������������������������������, regresi linier sederhana,����������������� kinerja karyawanABSTRACTMachines and tools was used to support the production process have the potential effect to cause noise. Noise isthe unwanted sound that interfere and endanger health. This research aimed to analyze the effect of noise level on theperformance of the employees. Data collection was done by doing direct observation and questionnaires to workers in somesampling points. Processing data using the t test to determine noise level and simple linear regression to determine theeffect of noise level on employee performance. Conclusion from data processing it was known that the noise level in the workarea Power Plant II showed significant differences with the Threshold Limit Value (TLV) set by the government namely98.599dB (A), while TLV set by the government for the work area (Industry) is approximately 85 dB (A). Results of simplelinear regression analysis indicate that the value of t test was 10.227, this value was greater than t table namely 2.013. Valueof significant level is 0.000 less than a 0.05. These results indicate that the noise in the work area Power Plant II had asignificant impact on employee performance.Key words: noise, machine and work tool, simple linear regression, employee performance
OPTIMASI PRODUKSI TEPUNG PORANG DARI CHIP PORANG SECARA MEKANIS DENGAN METODE PERMUKAAN Respons ANNI FARIDAH; SIMON BAMBANG WIDJANARKO; AJI SUTRISNO; BAMBANG SUSILO
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.632 KB)

Abstract

ANNI FARIDAH1, ��SIMON BAMBANG WIDJANARKO2, AJI SUTRISNO3, DAN BAMBANG SUSILO41Fakultas Teknik Univeritas Negeri Padang,2Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, MalangLaman: faridah.anni@gmail.comABSTRAKUmbi porang (Amorphophallus oncophyllus) mengandung kadar glukomanan yang cukup tinggi dan sangat bergunabagi industri pangan, nonpangan maupun kesehatan. Masalah utama dalam pengembangan tepung porang yaitu adanyakalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal, iritasi dan gangguan kesehatan. Optimasi penurunan kalsium oksalatpada proses penepungan untuk memproduksi tepung porang secara mekanis menggunakan stamp mill dan fraksinasiblower. Optimasi dilakukan dengan metode permukaan respons (RSM), Rancangan Komposit Pusat pada tiga variabelyaitu berat chip, waktu/lama dan kecepatan penumbukan dengan respons kadar kalsium oksalat. Model respons adalahkuadratik dengan kondisi optimum berat chip porang 1,3 kg, 17,4’8’’, dan kecepatan penumbukan 19,23. Respons kadarkalsium oksalat pada kondisi optimum ini diprediksi sebesar 0,2978% dan aktual 0,3%, menurun 95,12%.Kata kunci: kalsium oksalat, tepung porang, optimasi, mekanisABSTRACTPorang Tuber (Amorphophallus oncophyllus) has high Glucomanan content which is very useful in food and non foodindustry as well as in medical industry. The only main problem in development of porang flour is its Calcium Oxalate contentthat stipulates irritation (itchiness) and health disorder. Optimization study of diminution (reduction) content of CalciumOxalate during mechanical grinding process using stamp mill and blowing fractionation. Optimization was performedby applying Response Surface Model (RSM), central composite model. Three variables i.e. weight of porang chip, grindingtime and grinding speed were studied in order to study the Calcium Oxalate content as a response. Response model obtainedwas quadratic which was acquired at 1.3 kg porang optimum weight; grinding time 17.4’8”; and grinding speed at 19,23rpm. Optimum Calcium content has been predicted at 0.2978% which was 0.3% in actual, decrease 92,12%Key words: calcium oxalate, porang flour, optimization, mekanis
ANALISIS PRIORITAS UPGRADING UNTUK REKOMENDASI PENINGKATAN KINERJA Sistim MANUFAKTUR SECARA BERKELANJUTAN SLAMET BUDIARTO; SUPARNO .; INDUNG SUDARSO
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.596 KB)

Abstract

SLAMET BUDIARTO, SUPARNO, DAN INDUNG SUDARSOJurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, ITS Kampus Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111Laman: budiarto@ie.its.ac.idABSTRAKAnalisis prioritas upgrading pertama dilakukan dengan membuat model aktivitas dengan IDEF0 (IntegratedDefinition Language 0) sampai aktivitas terkecil. Verifikasi dilakukan dengan petugas lapangan, sedangkan validasidilakukan dengan software IDEF37. Dengan menganggap bahwa model aktivitas tersebut merupakan sebuah peta aktivitas,maka langkah selanjutnya dilakukan pembobotan tingkat kepentingan aktivitas yang ada. Setelah indikator kinerja tiapaktivitas tersebut ditentukan, maka analisa selanjutnya dilakukan melalui perangkingan dan pendefinisian aktivitas kritisuntuk menentukan ICOM’s yang akan di-upgrade. Dari data dan pengolahan yang dilakukan, terdapat 627 ICOM’s yangdianalisa atas dasar indikator kinerjanya pada output tertentu. Selain itu, terdapat 15 tahap yang direkomendasikan untukperbaikan kinerjanya, dengan asumsi dalam satu tahap terdiri 30 ICOM’s yang diperbaiki kinerjanya dalam enam bulan.Prioritas upgrading ICOM’s dimulai dari upgrading spesifikasi teknik, SDM, dan fasilitas, pada aktivitas merencanakanprogram produksi. Namun, secara umum aktivitas merencanakan program produksi dan aktivitas merencanakan materialserta kapasitas yang diinginkan merupakan aktivitas yang ICOM-nya paling sering mengalami upgrading tahap I. Secaraberkelanjutan peningkatan kinerja dapat dilakukan dengan mengacu pada prioritas upgrading tahap II, III dan seterusnya.Evaluasi upgrading perlu dilakukan setelah implementasi upgrading tahap 3. Hal tersebut berguna untuk memutuskanapakah perlu melakukan upgrading tahap IV atau melakukan analisis prioritas kembali.Kata kunci: Upgrading, IDEF0, ICOM, Sistim Manufaktur, BerkelanjutanABSTRACTThe analysis is done by upgrading the priority, first create a model of activity with IDEF0 (Integrated DefinitionLanguage 0) To The Smallest activity. Verification is done by field officers, while the validation is done by software IDEF37.With regard that the activities that the model is a map of the activity. Then the next step don is weighting the importanceof existing activities. Once the performance indicators of each activity is determined, then the analysis is then performedthrough the sorting and defining the activity of ICOM’s critical to determine which will be upgraded. Of data and processingis done, there are 627 ICOM’s are analyzed on the basis of performance indicators on a specific output. And consists of 15stages are recommended for improved performance, assuming a single phase which comprises 30 ICOM’s performance willbe improved within six months. The priority of upgrading is begined to upgrade technical specifications, human resources,and facilities at the activities planned production program. However, in general the activity plan programs and activitiesplanned production capacity and desired material is the activity that most often experience upgrading in the first stage.Continuous performance improvement can be made with reference to the upgrading priority of phase II, III and so on.Evaluation upgrading needs to be done after the implementation of upgrading stage 3. It is useful to decide whether to dothe upgrading stage IV or re-analyze priority.Key word: Upgrading, IDEF0, ICOM, Manufacturing Systems, Sustainable
Penentuan Jumlah Operator OPTIMAL dengan Metode Simulasi Satya Sudaningtyas
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.408 KB)

Abstract

Satya SudaningtyasJurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah MalangLaman: satya.sudaningtyas@gmail.comAbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menerapkan metode simulasi pada suatu sistim pelayanan dalam rangka menentukanjumlah operator yang optimal agar performansi sistim tersebut dapat lebih baik. Performansi suatu sistim dapat ditinjaudari banyak hal. Salah satunya adalah ditinjau dari waktu tunggu konsumen. Dalam penelitian ini, simulasi dilakukanterhadap sistim pelayanan saat ini (sistim existing) dan sistim pelayanan skenario usulan. Hasil penelitian menunjukkanbahwa skenario usulan berhasil menurunkan waktu tunggu konsumen secara signifikan, yaitu sebesar 14,75 menit.Kata kunci: penentuan jumlah operator, simulasi, waktu tungguAbstractThis study was conducted to apply simulation method on a service system in order to determine the numbers of optimumoperator so that the performance of the system was better. The performance of system could be observed from various aspects.One of them was consumer waiting time. In this study, simulation was conducted on the existing service system and theproposed scenario service system. The result showed that the proposed scenario service system was succeed in decreasingconsumer waiting time significantly at 14,75 minutes.Key words: determination of numbers of operator, simulation, waiting time
SIMULASI Sistim LOGISTIK BANTUAN BENCANA GEMPA–TSUNAMI: STUDI KASUS DI KOTA PADANG RIKA AMPUH HADIGUNA; AGUS WIBOWO
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.375 KB)

Abstract

RIKA AMPUH HADIGUNA(1), DAN AGUS WIBOWO(2)1Pusat Studi Inovasi, Universitas Andalas,2Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas AndalasLaman: hadiguna10@gmail.comABSTRAKMasalah yang dihadapi dalam logistik bencana adalah alokasi anggaran dalam transportasi pendistribusian bantuandan pengadaan komoditas bantuan bagi pengungsi. Tujuan dari studi ini adalah membangun model simulasi logistikbencana untuk menganalisis efektivitas alokasi anggaran bencana pada fase tanggap darurat pasca bencana gempa.Model dibangun berdasarkan situasi nyata yang berada di Kota Padang. Analisis simulasi ini juga dimaksudkan untukmengukur efektivitas logistik bencana pada saat terjadi gempa pada 30 September 2009 di Kota Padang. Model inimencerminkan sebagian praktek manajemen logistik bencana yang difokuskan pada pendistribusian bantuan dan akibatyang ditimbulkan oleh bencana. Berbagai skenario telah dirumuskan dalam studi ini dan dianalisis menggunakan modelsimulasi yang telah dibangun. Ada dua situasi yang dirumuskan dalam simulasi ini, yaitu bencana gempa dan bencanagempa diikuti tsunami. Kesimpulan dari hasil simulasi adalah alokasi dana dan transportasi pendistribusian barangmenentukan tingkat efektivitas dibandingkan tingkat kerusakan akibat bencana.Kata kunci: logistik bencana, simulasi, efektivitas, pendistribusian barang, alokasi danaABSTRACTThe problem of disaster logistics determines budget allocation and distribution of relief to the refugees. The purposeof this research develop a simulation model to analyze the effectiveness of disaster logistics in emergency phase after theoccurred disaster in term of earthquake and tsunami. The model is built based on the real situation when the earthquake hasbeen occureed in Kota Padang. Simulation analysis is also intended to measure the effectiveness of disaster logistics causedby earthquake on 30 September 2009 in Padang City. Model represents the best practices of disaster logistics managementthat focuses on the distribution of aid and the consequences caused by the disaster. Various scenarios have been formulatedin this study and analyzed using a simulation model that has been built. There are two situations outlined in this simulationnamely the earthquake stand alone and tsunami. The conclusion that logistics effectiveness of relief is determined by thebudget allocation and distribution of goods as compared with the level of damage caused by the disaster.Key words: disaster logistics, simulation, effectiveness, goods distribution, budget allocation
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN KINERJA LINGKUNGAN DENGAN METODE GREEN PRODUCTIVITY DI PT. XYZ Ahmad Mubin; Syaiful Zainuri
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.104 KB)

Abstract

Ahmad Mubin DAN Syaiful ZainuriJurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah MalangLaman: ahmadmbn@ymail.comABSTRAKProduktivitas merupakan hal yang sangat penting bagi perusahaan sebagai salah satu cara untuk memantau kinerjaproduksinya. Pengukuran produktivitas dilakukan untuk mengetahui tingkat kinerja perusahaan dan dapat dijadikansebagai pedoman untuk melakukan perbaikan secara terus-menerus. Demikian pula, aspek lingkungan telah menjadi isupenting dan strategis yang harus disikapi oleh industri dengan baik dan terus ditingkatkan kinerjanya. Agar perusahaanmampu meningkatkan produktivitas sekaligus menurunkan dampak lingkungan perlu digunakan pendekatan modelGreen Productivity. ��������������Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitasdan kinerja lingkungan, serta memberikan usulan perbaikan menggunakan metode Green Productivity berdasarkannilai indeks Benefit-Cost Ratio (BCR) tertinggi.��������������������������������������������������������������� Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruhterhadap produktivitas dan kinerja lingkungan adalah kinerja ketel uap (boiler) dan penanganan limbah cair. Untukmengatasi masalah tersebut, maka diperlukan suatu alternatif perbaikan. Alternatif perbaikan yang diusulkan adalahmemasang Heat Exchanger dan DAF (Dissoveled Air Floatation). Dari hasil estimasi kontribusi, alternatif yang terpilihtersebut dapat memberikan peningkatan yang signifikan yakni indeks produktivitas ketel uap sebesar 103,64% lebih baikdaripada kondisi awal dan untuk indeks produktivitas limbah minyak sebesar 104,18% lebih baik daripada kondisi awal,serta terjadi penurunan kadar CO sebesar 0,19 dan kadar minyak dan lemak sebesar 0,17.Kata kunci: Produktivitas, Kinerja Lingkungan, Green Productivity, Benefit-Cost Ratio.ABSTRACTProductivity is very important for the company as a way to monitor the production performance. Productivitymeasurement is performed to determine the level of productivity performance of the company and can be used as guidelinefor continuous improvement. Similarly, the environmental aspect has become an important and strategic issues that must beaddressed by the industry well and improved its performance continuously. In order to improve productivity while loweringenvironmental impact the company need to use Green Productivity model approach. The purposes of this research were toidentify factors that affect productivity and environmental performance, as well as providing proposed improvement usingGreen Productivity method based on the highest value of the Benefit-Cost Ratio (BCR) index. The results showed that thefactors that affect productivity and environmental performance are the boiler performance and the wastewater treatment.Therefore to overcome these problems, it was needed an improvement alternative. The improvement alternative proposedwere to install Heat Exchanger and DAF (Dissoveled Air Floatation). From the estimated contribution, the chosen alternativecould provide a significant increase in the productivity index of boiler at 103.64% better than the initial condition andproductivity index of oil waste by 104.18% better than the initial condition, also there were decreased level of CO level at0.19 and 0.17 for oil and fat.Key words: Productivity, Environmental Performance, Green Productivity, Benefit-Cost Ratio
PERANCANGAN FASILITAS PABRIK TAHU UNTUK MEMINIMALISASI MATERIAL HANDLING MERRY SISKA; HENRIADI .
Jurnal Teknik Industri Vol 13, No 2 (2012): Agustus
Publisher : Jurnal Teknik Industri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.522 KB)

Abstract

MERRY SISKA DAN HENRIADITeknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, PekanbaruLaman: merrysiska@yahoo.comABSTRAKUD. Dhika Putra merupakan perusahaan yang bergerak dalam pembuatan tahu. Saat ini kondisi layout fasilitasproduksi dan kondisi fisik lingkungan kerja di perusahaan mengalami kendala. Penelitian ini bertujuan untuk merancangulang tata letak fasilitas pabrik pembuatan tahu yang dapat meminimalkan panjang lintasan material handling sertamenerapkan metode 5S untuk meningkatkan produktivitas kerja. Pendekatan yang digunakan pada perancangan ulangtata letak fasilitas pabrik adalah dengan menggunakan pendekatan Systematic Layout Planning (SLP) yang dapatdikategorikan ke dalam tiga tahapan, yaitu tahap analisis aliran material, tahap penelitian dan tahap proses seleksi.Sedangkan metode 5S terdiri dari beberapa tahapan untuk mengatur kondisi tempat kerja yang berdampak terhadapefektivitas kerja, efisiensi, produktivitas dan keselamatan kerja. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa layout usulanyang terpilih untuk dijadikan layout akhir dalam penelitian ini menunjukkan penurunan panjang lintasan materialhandling yang cukup signifikan yaitu 45 m atau sekitar 19,2% lebih pendek dari layout awal. Berkurangnya panjang aliranmaterial handling layout yang terpilih juga dipengaruhi karena penataan lingkungan kerja dengan metode 5S.Kata kunci: material handling, tata letak fasilitas ����pabrik, systematic layout planning, metode 5SABSTRACTUD. Dhika Putra is a tahu manufacturing company. Currently, the company is having some problems in productionfacility layout and physical environment. This study aimed to redesign the facility layout of tahu manufacturing companyto minimize the path length of material handling and apply the 55 method to enhance work productivity. The approachused to redesign the plant facility layout is Systematic Layout Planning (SLP), which can be categorized in three stages,namely material flow analysis, research, and selection. While the 55 method consist of several steps to organize workplacecondition that affect on the effectiveness, eficiency, productivity, and safety. This study concluded that the chosen layoutfor the final layout showed a significant decrease in path length of material handling, i.e 45 meters or about 19,2%. Thedecreasing of material handling path length on the choosen layout was also influenced by the arrangement of the workplace by using 55 method.Key words: material handling, layout of plant facilities, Systematic layout planning, 5S Method

Page 1 of 37 | Total Record : 364