cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
saintika_medika@umm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Saintika Medika
ISSN : 0216759X     EISSN : 2614476X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Family Health and Medical Sciences "Saintika Medika" was published by Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang, with frequency twice yearly in January-June edition from July to December printed version and online. Electronic articles are accessible openly on the web page: http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed. Jurnal Saintika Medika is indexed by Google Scholar, Garuda, Crossref and Indonesian Publication Index This journal is a medium of scientific communication in the field of Health Sciences, Basic Medicine, Clinical Medicine, and Family Medicine. Openly, the editor receives the contribution of scientific articles from any party, and sponsored messages from pharmaceutical and healthcare companies.
Arjuna Subject : -
Articles 282 Documents
GANGGUAN LAPANGAN PENGLIHATAN PADA STROKE Rahayu .
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3245.047 KB)

Abstract

Gangguan visus merupakan salah satu gejala stroke yang manifestasi klinisnya bisa merupakan gangguan tajam penglihatan atau defek lapangan penglihatan. Hal tersebut bisa disebabkan gangguan peredaran darah otak bagian anterior maupun posterior. Kami laporkan dua kasus gangguan lapangan penglihatan. Kasus pertama seorang wanita 42 tahun mengalami gangguan penglihatan mata kanan secara tiba-tiba disertai hemiparesis ringan kiri, pemeniksaan perimetri menunjukkan kwandranopia superior kanan, pada CT scan kepala daiam batas normal, hal ini disimpulkan sebagai iskemik stroke. Kasus kedua dilaporkan seorang laki-laki 54 tahun dengan keluhan hilangna lapangan penglihatan kanan secara tiba-tiba saat bangun tidur yang disertai sakit kepala bagian belakang, perimetri rnenunjukkan hemianopia homonin dekstra, CT scan menunjukkan perdarahan intra cerebral pada lobus occipital kiri. Kata Kunci: Strok, lapangan pandang, perimeter
PENATALAKSANAAN STROKE TROMBOTIK: PELUANG PENINGKATAN PROGNOSIS PASIEN Annisa Nurul Arofah
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2913.158 KB)

Abstract

Stroke is a disease that needs multidisciplinary approach and the incident is still increasing. Primary precaution, secondary precaution and tertiary precaution are needed to reduce the incident of stroke and number of impairment. Many progress of the studies about treatments for ischemic thrombotic stroke are hold great promise for the better outcome. Thrombolytic therapy is has a main role in the acute phase treatment for the vascular target but the window therapy is narrow. There is important to overcome strategies to enhance the efficacy of thrombolytic therapy. Besides, neuroprotective agents are also important to decrease the number of disability because they are used to protect the ischemic neuron from the irreversible injury. In animal models of stroke neuroprotective agents are also hold great promise but investigators are still searching for a safe and effective agent that can limit ischemic damage in human stroke. Clinical trials are still needed to improve a better guideline of ischemic thrombotic stroke. Keyword: stroke, thrombotic, guideline.
TRAUMA KEPALA PADA KECELAKAAN SEPEDA MOTOR di MALANG RAYA 2006 - 2007 TASMONO .
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2787.687 KB)

Abstract

Trauma kepala dapat disebabkan oleh trauma benda tumpul maupun trauma benda tajam. Kebanyakan trauma kepala  disebabkan oleh trauma benda tumpul dan dari trauma ini yang paling banyak akibat kecelakaan lalu lintas.                 Dilakukan penelitian retrospektif untuk mengetahui frekuensi trauma kepala pada kecelakaan lalu lintas, insidensi korban laki-laki dan perempuan, usia korban serta, lokasi kejadiannya di Malang Raya.                 Selama tahun 2006-2007 didapatkan hasil korban laki-laki masih dominan yaitu tahun 2006 sebanyak 80% dan tahun 2007 sebanyak 76% dengan usia terbanyak 20-50 tahun dan lokasi kejadian tersering adalah Malang Kota. Kata kunci : Trauma kepala, trauma benda tumpul, kecalakaan lalu lintas.
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Mochamad Bahrudin
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4260.27 KB)

Abstract

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah salah satu gangguan pada tangan karena terjadi penyempitan pada terowongan karpal, baik akibat edema fasia pada terowongan tersebut maupun akibat kelainan pada tulang-tulang kecil tangan sehingga terjadi penekanan terhadap nervus medianus dipergelangan tangan.                 National Health Interview Study (NIHS) memperkirakan bahwa prevalensi CTS yang dilaporkan sendiri diantara populasi dewasa adalah sebesar 1.55% (2,6 juta). Kejadian CTS  pada populasi diperikrakan3% pada wanita dan 2% pada laki-laki dengan prevalensi tertinggi pada wanita tua usia > 55 tahun, biasanya antara 40 – 60 tahun.                 Penyebab CTS diduga oleh karena trauma, infeksi, gangguan endokrin, dan lain-lain, tetapi sebagian tidak diketahui penyebabnya. Penggunaan tangan yang berlebihan dan repetitif diduga berhubungan dengan sindroma ini.                 CTS bisa mengenai usia pertengahan, wanita lebih sering dari pada  pria, biasanya pada tangan yang dominan dan prevalensi  meningkat pada kehamilan. Pada tahap awal hanya gangguan sensorik, berupa parestesia, kurang merasa (numbness) atau rasa seperti terkena aliran listrik (tingling) pada jari dan setengah sisi radial jari, walaupun kadang-kadang dirasakan mengenai seluruh jari-jari. Bila penyakit berlanjut  rasa nyeri dapat bertambah berat dengan frekuensi serangan yang semakin sering bahkan dapat menetap. Kadang-kadang nyeri dapat terasa sampai kelengan atas dan leher, sedangkan parestesia umumnya terbatas di daerah distal pergelangan tangan. Keluhan dirasakan terutama malam hari. Dapat pula dijumpai pembengkakan dan kekakuan pada jari-jari tangan dan pergalangan tangan terutama di pagi hari. Lebih lanjut lagi  penderita mengeluh jari-jarinya menjadi kurang terampil misalnya saat memungut benda-benda kecil.                 Pada pemeriksaan fisik didapatkan  Phalen’s test dan Tinel’s sign  yang positif dan pada Pemeriksaan EMG dapat menunjukkan adanya fibrilasi, polifasik, gelombang positif dan berkurangnya jumlah motor unit pada otot-otot thenar.                 Penanganan faktor resiko akan memperbaiki gejala, penggunaan obat anti inflamasi  untuk artritis tangan, mengurangi penggunaaan tangan yang berulang, mengistirahatkan pergelangan tangan, Pemasangan bidai pada posisi netral pada pergelangan tangan akan memperbaiki gejala. Pemberian obat anti inflamasi non steroid dan injeksi steroid dengan lidocain dan long acting steroid pada terowongan karpal akan mengurangi keluhan. Bila terapi konservatif gagal dilakukan tidakan operasi sebagi pilihan terakhir.
PERANAN PROBIOTIK PADA TRAKTUS DIGESTIVUS Pertiwi Febriana Chandrawati
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1590.038 KB)

Abstract

Probiotik adalah beberapa jenis mikroorganisme yang mengubah mikroflora host untuk memproduksi efek kesehatan yang menguntungkan. Probiotik menstimulasi mukosa usus dan menjadi respon imun sistemik, memproduksis imun menguntungkan untuk host. Probiotik menstimulasi pengeluaran produk yang dapat menghambat bakteri pathogen, mempengaruhi pH usus dengan bakteri asam laktat. Hal ini disebabkan adhesi jenis Lactobacillus baik dari produksi bakteriosin, hydrogen peroksida, dan bio surfaktan yang menguntungkan. Terapi probiotik untuk anak ditujukan untuk kasus diare, malabsorbsi lemak, Enterokolitis Nekrotikan (NEC), alergi yang berhubungan dengan dermatitis atopic dan alergi makanan, serta infeksi Helicobacter pylori.
KONSEP BARU DALAM PENANGANAN SEPSIS PADA PASIEN BEDAH: APLIKASI KLINIS BERDASARKAN ILMU PENGETAHUAN DASAR Mochamad Aleq Sander
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2764.027 KB)

Abstract

Angka morbiditas dan mortalitas peritonitis umum sekunder yang merupakan sepsis intraabdominal masih tetap tinggi bila dilihat pada laporan-laporan baik dimancanegara ataupun di Indonesia sejak dua dekade terakhir ini. Angka kematian peritonitis yang disertai syok septik rata-rata di dunia sampai saat inipun lebih dari 60%, bila telah disertai dengan lebih dari empat gagal fungsi organ, angka kematiannya mendekati 100%. Tindakan pencegahan atau terapi suportif awal terhadap gagal fungsi organ, ternyata mampu menurunkan angka kematian. Upaya perbaikan keadaan umum dan pencegahan agar jangan terjadi septik syok dan terjadinya gagal multi-fungsi organ melalui tindakan resusitasi perioperatif yang optimal, merupakan faktor yang sangat menentukan dalam upaya memperbaiki prognosis. Kata kunci: sepsis, gagal multi-fungsi organ, resusitasi perioperatif.
STUDI KASUS PEMENUHAN HAK REPRODUKSI PEREMPUAN MUSLIM MENIKAH TAHUN 2010 Nurfadhilah .
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3079.525 KB)

Abstract

Hak reproduksi merupakan bagian dari hak asasi setiap manusia. Bagi pasangan menikah, hak reproduksi harus dipenuhi dalam kondisi dasar consent (bebas, tidak ada paksaan), equality (tidak ada dominasi), respect (saling menghormati), trust (saling percaya/jujur), and safety (aman).                 Penelitian ini dilakukan dalam bentuk studi kasus untuk mendapatkan gambaran tentang pemenuhan hak reproduksi perempuan muslim menikah pada berbagai tahapan usia perkawinan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan menggunakan metoda pengumpulan data wawancara mendalam. Informan penelitian melibatkan 13 pasangan serta beberapa kerabat dan tetangga informan. Penelitian ini dilakukan sejak Februari hingga Agustus 2010.                 Dengan menggunakan Theory of Reasoned Action, hasil temuan dari penelitian ini dapat menjelaskan bahwa, tidak satupun informan benar-benar terpenuhi hak reproduksinya dalam kondisi CERTS. Niat untuk memenuhi hak reproduksi sangat dipengaruhi oleh sikap sebagai faktor internal dan norma subjektif, yaitu persepsi terhadap orang lain sebagai faktor eksternal. Banyaknya orang yang mempengaruhi norma subjektif informan kemudian diseleksi, sehingga hanya orang tertentu yang dipatuhi. Ancaman terjadinya pernikahan tanpa/kurang hubungan seks dapat terjadi setelah lahirnya anak pertama.                 Temuan lain adalah, kedudukan dan keputusan suami selalu mendominasi dalam berbagai hal pemenuhan hak reproduksi. Sedangkan teman dan petugas kesehatan dapat memperbesar pengaruhnya terhadap norma subjektif istri dan harus aktif serta kritis mencari informasi dan mengupayakan tercapainya kondisi kesehatan reproduksi. Dalam hal penggunaan alat kontrasepsi pada pasangan yang belum/tidak lagi menginginkan anak dalam waktu dekat, hanya dilakukan oleh pihak istri. Suami umumnya pernah mencoba menggunakan kondom, tetapi merasa tidak nyaman. Pihak istri menggunakan alkon (pil, spiral, atau implan) dengan risiko mengalami efek samping tidak menyenangkan.                 Untuk mengantisipasi masalah yang terjadi dalam pemenuhan hak reproduksi pasangan menikah, pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran tentang hak reproduksi sangat diperlukan. Suami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam rumah tangga, sehingga tidak bisa diserahkan hanya kepada satu pihak untuk menyelesaikan masalah keluarga. Keluarga harus menyadari dan mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah pemenuhan hak reproduksi sejak dini. Hak reproduksi penting bagi setiap individu demi terwujudnya kesehatan individu secara utuh, baik kesehatan jasmani maupun rohani sesuai dengan norma-norma hidup sehat. Kata kunci: Hak reproduksi, kesehatan reproduksi, perempuan muslim
PERAN HEPARIN DALAM ANGIOGENESIS, EPITELIALISASI DAN PENYEMBUHAN LUKA BAKAR Ruby Riana Asparini
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2681.222 KB)

Abstract

Heparin was initially used in small doses as an anticoagulant in the treatment of burns. It turned out that in addition to the anticoagulant, heparin in larger doses can be used as an anti-inflammatory, accelerate angiogenesis (Polykratis, et al., 2004), cell growth and development (Sasisekharan and Venkataraman, 2000) so as to accelerate wound healing (Saliba, 2001; Galvan , 1996). In some countries heparin has been used as a standard therapy treatment of burns (Saliba, 2001). Heparin is one of highest endogenous glycosaminoglycans (GAGs) besides heparan sulfate (HS), keratin sulfate, dermatan sulfate, chondroitin 4-sulfate, chondroitinHS-6-sulfate and hyaluronic acid. heparin are the most acid and are highly sulfated, is the most GAGs widely used in burns as anti-inflammatory, to reduce edema, enhance angiogenesis and accelerate epitelialization (Saliba, 2001). Several studies have revealed the role of heparin in the treatment of burns. Keywords : Heparin, angiogenesis, epitelialization, treatment of burns
DIET ROTASI MAKANAN DAN MANIFESTASI KLINIS PENYANDANG SPEKTRUM AUTISME Irma Suswati; Fathiyah Safithri
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2073.268 KB)

Abstract

  Autisme adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Penderita Autisme disertai alergi makanan sering mengalami gangguan sistem imun. Eliminasi makanan tertentu dapat mengurangi gangguan perilaku pada penderita Autisme. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji implementasi diet rotasi makanan dan manifestaasi klinis yang timbul selama mengimplementasikan diet rotasi makanan pada penderita penyandang spektrum autisme dengan menggunakan rancangan penelitian observasional deskriptif, melalui kuesioner dan food diary. Berdasarkan jenis kelamin penyandang spektrum autisme laki-laki sejumlah 7 orang (64%) dan perempuan 4 orang (36%).           Hasil food diary yang dicatat oleh orangtua menunjukkan bahwa sebagian besar telah mengimplementasikan diet sehat dengan memperhatikan jenis-jenis makanan yang diberikan kepada anak dan menerapkan diet rotasi 5 harian .                 Manifestasi klinis berupa demam, kembung, konstipasi (kotoran keras, berak ngeden), nyeri perut, sering buang air besar (>3 kali/perhari), flatus, gatal di tungkai dan sela jari kaki dan lipatan kulit ketiak, berkeringat berlebih, pusing/memukul kepala, gangguan tidur, kejang, gangguan perilaku ; teriak, gangguan belajar; tidak bisa konsentrasi, sering melamun, allergic shiner (kulit di bawah mata tampak ke hitaman).                 Reaksi yang tidak diinginkan terhadap makanan yang masuk kesaluran pencernaan merupakan reaksi simpang makanan yang dapat diperantarai oleh mekanisme yang bersifat imunologi, farmakologi, toksin, infeksi, idiosinkrasi, metabolisme serta neuropsikologis terhadap makanan dan jenis makanan yang memicu reaksi simpang merupakan makanan yang banyak mengandung kasein, gluten, fenol, asam salisilat, bahan ragi, potassium, gas tinggi, penyedap rasa, protein dan trans-fat yang dapat menyebabkan pertumbuhan jamur di usus dan menimbulkan reaksi alergi yang mempengaruhi semua organ. Kata kunci Autis, diet, manifestasi klinis, alergi
PENERAPAN ERGONOMI DALAM KONSEP KESEHATAN Febri Endra Budi Setyawan
Jurnal Saintika Medika Vol 7, No 14 (2011): Januari 2011
Publisher : Jurnal Saintika Medika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4471.772 KB)

Abstract

Ergonomi adalah ilmu terapan yang menjelaskan interaksi antara manusia dengan tempat kerjanya. Tujuan penerapan ergonomi adalah (a) meningkatkan kesejahtetaan fisik dan mental; (b) meningkatkan kesejahteraan sosial; (c) keseimbangan rasional antara sistem manusia atau mesin-manusia dengan aspek teknis, ekonomi, antropologi, budaya. Manfaat penerapan Ergonomi antara lain pekerjaan lebih cepat selesai, risiko penyakit akibat kerja menjadi kecil, kelelahan berkurang, rasa sakit berkurang atau tidak ada.Penerapan konsep ergonomi dan K3 di perusahaan telah terbukti dapat meningkatkan derajat kesehatan, produktivitas kerja karyawan dan keselamatan, tetapi pada kenyataannya penerapan ergonomi dan K3 di perusahaan terutama menengah dan kecil jauh dari yang diharapkan. Program ergonomi dan K3 sering menempati prioritas rendah dan terakhir pada proses manajemen. Ergonomi partisipatif adalah salah satu jawaban untuk penerapan ergonomi, karena dengan pendekatan ini akan ada keterlibatan kontribusi pengguna dalam hal ini semua karyawan, sehingga diharapkan nantinya ada tanggung jawab intervensi atau pelaksanaan ergonomi. Kata Kunci : Ergonomi,

Page 1 of 29 | Total Record : 282