cover
Filter by Year
Jurnal Saintika Medika
Journal of Family Health and Medical Sciences "Saintika Medika" was published by Faculty of Medicine University of Muhammadiyah Malang, with frequency twice yearly in January-June edition from July to December printed version and online. Electronic articles are accessible openly on the web page: http://ejournal.umm.ac.id/index.php/sainmed. Jurnal Saintika Medika is indexed by Google Scholar, Garuda, Crossref and Indonesian Publication Index This journal is a medium of scientific communication in the field of Health Sciences, Basic Medicine, Clinical Medicine, and Family Medicine. Openly, the editor receives the contribution of scientific articles from any party, and sponsored messages from pharmaceutical and healthcare companies.
Articles
268
Articles
LYMPHOMA PADA TESTIS

Lestari, Dian Yuliartha, Kusumastuti, Etty Hary

Saintika Medika Vol 14, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Limfoma pada testis pertama kali dikenalkan oleh Malassez dan Curling pada tahun 1866. Keganasan limfomapada testis berkisar 1-7% dari seluruh keganasan pada testis, dan kurang dari 1% dari seluruh Non Hodgkin Lymphoma.Kami melaporkan kasus anak laki-laki berusia 6 tahun tanpa riwayat kesehatan sebelumnya, mengeluhkan adanya pembengkakanpada testis kanan dan periorbita sejak 6 bulan sebelum MRS. Pemeriksaan radiologis menunjukkan adanya pembesarankelenjar limfe paraaorta serta pseuodotumor bulbi. Pemeriksaan immunomarker dengan LDH, ß HcG, dan AFP menunjukkanhasil 2201 ì/l, <1 mì/l, and 0,75 IU/l. Pasien dilakukan orchidectomy dextradandidiagnosis sebagai Malignant Round CellTumor sesuai Non Hodgkin Lymphoma. Pemeriksaan immunohistokimiamenunjukkan positifuntuk CD45 dan negatifuntuk NSE. Limfoma pada testis merupakan keganasan yang termasuk jarang dimana diagnosis ditegakkan berdasarkanhistopatologi. Tidak ada etiologi dan predisposisi yang pasti untuk tumor ini. Terapi meliputi prosedur pembedahan,khemoterapi, dan radioterapi, akan tetapi tidak ada standarisasi untuk prosedur yang akurat. Faktor-faktor yang dihubungkandengan prognosis yang baik meliputi : usia pasien yang lebih muda, lokasi tumor, adanya seklerosis pada analisis patologi,ukuran tumor yang lebih kecil, grade tumor yang lebih rendah dan tidak adanya epididymal atau spermatic cord yang terlibat.Kata Kunci: Non Hodgkin Lymphoma, Testis

JUS BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADATIKUS PUTIH (Rattus novergicus strain wistar) YANG DIINDUKSI ANTITUBERKULOSIS RIFAMPISIN DAN ISONIAZID

Devi Iralawati, Antia, Hermayanti, Diah, Syafitri, Fathiyah

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang: Rifampisin dan isoniazid merupakan obat yang direkomendasikan dalam pengobatan Tuberkulosis yang memiliki efek samping hepatotoksisitas. Jus belimbing manis diduga mempunyai efek hepatoprotektor karena mengandung flavonoid, tanin, dan vitamin C. Tujuan: Membuktikan efek hepatoprotektor jus belimbing manis terhadap penurunan kadar SGOT, SGPT, dan MDA tikus putih jantan yang diinduksi rifampisin dan isoniazid. Metode: Eksperimental, Post Test Only Control Group Design. Sampel dibagi 5 kelompok perlakuan. Kontrol negatif, kontrol positif diberi rifampisin dan isoniazid masing-masing 200 mg/KgBB/hari, dan 3 kelompok perlakuan yang diberi rifampisin, isoniazid, dan jus belimbing manis dengan dosis 4 ml/hari, 8 ml/hari, 12 ml/hari selama 14 hari. Data dianalisis dengan uji One-Way ANOVA, uji korelasi, dan uji regresi. Hasil Penelitian dan Diskusi: Analisa statistik dilakukan untuk masing-masing variabel dependent SGOT, SGPT, dan MDA. Uji One-Way ANOVA Sig 0,000

HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DAN TIMBULNYA CARIES DENTIS PADA SISWA SMK MUHAMMADIYAH 1 KOTA MALANG

Adityawan Prakoso, Reza, Mardiraharjo, Nanang, Yunita Sukmawati Noer, Sari

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Hubungan Antara Kebiasaan Merokok dan Timbulnya Caries Dentis Pada Siswa SMK Muhammadiyah 1 Kota Malang. Latar Belakang: Caries merupakan suatu penyakit pada gigi kebiasaan merokok. Nicotine pada rokok mengakibatkan penghambatan ganglion sehingga sekresi saliva yang merupakan faktor protektif bagi gigi akan terhambat. Selain itu merokok juga mengganggu mikrosirkulasi gigi dan mulut sehingga jaringan gingiva yang divaskularisasi oleh pembuluh darah akan kekurangan oxygen dan bahan nutrisi yang diperlukan. Tujuan: Untuk membuktikan adanya hubungan antara kebiasaan merokok dan timbulnya caries dentis Metode: Analytical observation dengan pendekatan crosssectional. Sampel yang digunakan adalah siswa perokok dan non perokok yang kemudian dilakukan pemeriksaan caries, analisis data dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil Penelitian: 126 responden dimana laki-laki sebanyak 108 responden (85,7%) dan perempuan sebanyak 18 responden (14,3%). Frekuensi konsumsi rokok paling banyak adalah 5-14 batang sebanyak 24 responden (19,0%) dimana 22 berstatus caries dan 2 responden lainnya berstatus non caries dengan DMF-T 66 dan >15 batang sebanyak 24 responden (19,0%) dimana 19 responden berstatus caries dan 5 lainnya berstatus non caries dengan DMF-T 105 sedangkan yang mengkonsumsi rokok 1-4 batang per hari sebanyak 18 responden (14,3%) dimana 8 responden berstatus caries dan 10 responden lainnya berstatus non caries dengan DMF-T 17. Adapun 60 responden (47,6%) lainnya merupakan non perokok dimana 38 responden berstatus caries dan 22 responden lainnya berstatus non caries dengan DMF-T 140. Hasil uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai koefisien 0,266 dan nilai signifikansi 0,000 dengan nilai α 0.01 (p< α). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dan timbulnya caries dentis.Kata Kunci: Merokok, caries dentis.

PERBEDAAN FREKUENSI REGURGITASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN ATERM YANG DIBERI ASI EKSKLUSIF DAN SUSU FORMULA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BALONGSARI KOTAMADYA MOJOKERTO

Ardie, Fanny, ., Prasodjo

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Latar Belakang : Regurgitasi merupakan kondisi normal yang dialami bayi tetapi jika berlebihan dan tidak ditangani bisa mengakibatkan komplikasi dan terganggunya pertumbuhan bayi. Tujuan : Mengetahui perbedaan frekuensi regurgitasi pada bayi usia 0-6 bulan aterm yang diberi ASI dan susu formula. Metode penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional menggunakan uji hipotesa Rank Spearmans dan uji T-test. Hasil : Dalam penelitian ini didapatkan hasil bahwa dari 98 bayi dalam populasi hanya 22 bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif dan 45 bayi mengkonsumsi susu formula, setelah melalui random diambil 22 bayi tiap kelompok (n=44). Setelah dilakukan penilaian dengan kuisioner dari 22 bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif terdapat 15 bayi (68,2%) mengalami regurgitasi sekali dalam sehari,7 bayi (31,8%) mengalami regurgitasi lebih dari sekali dalam sehari, sedangkan bayi yang mengkonsumsi susu formula terdapat 5 bayi (22,7%) mengalami regurgitasi sekali dalam sehari, 17 bayi (77,3%) mengalami regurgitasi lebih dari sekali dalam sehari. Hasil uji Rank Spearmans didapatkan sign. 0.006 (<0.01), uji T-test didapatkan sign. 0.02 (<0.05). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara konsumsi susu formula dengan peningkatan frekuensi regurgitasi (P=<0.01) dimana pemberian susu formula dapat meningkatkan frekuensi regurgitasi. Terdapat perbedaan frekuensi regurgitasi antara bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusif dengan susu formula (P=<0.05) dimana bayi yang mengkonsumsi susu formula mempunyai tingkat frekuensi regurgitasi yang lebih tinggi dibandingkan bayi yang mengkonsumsi ASI eksklusifKata Kunci: Frekuensi Regurgitasi, ASI Eksklusif Dan Susu Formula

PROFIL PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010

Qoyyum Nabila, Annisa, Adila Nurainiwati, Sri, Handaja, Djaka

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PROFIL PENDERITA PENYAKIT KUSTA DI RUMAH SAKIT KUSTA KEDIRI PERIODE JANUARI 2010 SAMPAI DESEMBER 2010. Latar Belakang: Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Kusta menyebabkan masalah kompleks, meliputi masalah medis, ekonomi, dan sosial. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui profil penderita kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri periode Januari 2010 sampai Desember 2010. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan total sampling. Hasil: Diperoleh 120 (6.12%) penderita kusta baru dari 1960 kunjungan. Jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (75%). Kelompok usia terbanyak adalah 35-44 tahun (26.67%). Pekerjaan terbanyak adalah swasta (43.33%). Penderita terbanyak dari Kediri (46.67%). Tipe kusta terbanyak tipe MB (91.67%). Gambaran klinis kusta terbanyak makula (88.33%) dan anastesi (83.33%). Predileksi pembesaran saraf terbanyak pada saraf tibialis posterior (65.41%). Kecacatan terbanyak pada kaki. Tingkat kecacatan mata paling banyak tingkat 0 (95%). Tingkat kecacatan tangan terbanyak tingkat 0 (55.41%). Tingkat kecacatan kaki paling banyak tingkat 1 (44.58%). Reaksi kusta paling banyak adalah tidak terjadi reaksi (79.17%). Kesimpulan: Penderita kusta terbanyak adalah lakilaki. Kelompok usia terbanyak adalah 35-44 tahun. Tipe kusta yang paling banyak adalah tipe MB. Gambaran klinis yang sering ditemukan adalah makula dan anastesi. Kecacatan terbanyak terdapat pada kaki. Tingkat kecacatan pada mata yang terbanyak adalah tingkat 0, pada tangan tingkat 0, dan pada kaki tingkat 1.

PERBEDAAN PENGARUH OLAHRAGA TERHADAP TOLERANSI STRES PSIKOLOGIS MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Ibnu Sina Setiawan, Yusufa, Djauhari, Thonthowi, Hanifwati, Anisa

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perbedaan Pengaruh Olahraga Terhadap Toleransi Stres Psikologis Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang. Latar Belakang: Stres yang dialami oleh mahasiswa kedokteran disebabkan oleh berbagai penyebab, meliputi metode pembelajaran, materi yang luas dan waktu pendidikan yang cukup lama. Tuntutan tersebut menyebabkan timbulnya stres psikologis dengan tingkatan yang bervariasi, mulai dari stres ringan, sedang dan berat. Olahraga bermanfaat tidak hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan mental dan melatih respon terhadap kondisi stress. Tujuan: Membuktikan perbedaan aktivitas olahraga terhadap toleransi stres psikologis pada mahasiswa FK-UMM. Metode: Observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel mahasiswa laki-laki FKUMM angkatan 2010 dan 2011 yang masuk dalam kriteria inklusi. Analisis data menggunakan unpaired t-test. Hasil Penelitian dan Diskusi: Hasil uji t-tidak berpasangan, didapatkan perbedaan yang bermakna antara pengaruh olahraga dengan toleransi stres psikologis mahasiswa FK-UMM yaitu dengan nilai sig = 0.001 ( p < 0.05). Faktor BDNF dan Beta-Endorfin memiliki pengaruh yaitu meningkatkan respon seseorang terhadap stres psikologis. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh aktivitas olahraga terhadap toleransi stres psikologis mahasiswa FK-UMM. Kata Kunci: Aktivitas Olahraga, Toleransi Stres Psikologis, Mahasiswa FK-UMM.

KORELASI BERATNYA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN DERAJAT GANGGUAN OBSESIF KOMPULSIF MEROKOK PADA MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

Khairul Afif, Muhammad, ., Isbandyah, Sis Indrawanto, Iwan

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Korelasi Beratnya kebiasaan merokok Dengan Derajat Gangguan Obsesif Kompulsif Merokok Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Latar Belakang: Kebiasaan merokok merupakan perilaku yang menyenangkan dan bergeser menjadi aktivitas yang bersifat obsesif. Kelainan pada sistem saraf yang menjembatani kontrol perilaku menyebabkan kebiasaan merokok menjadi suatu gangguan obsesif kompulsif merokok. Tujuan: Mengetahui korelasi antara beratnya kebiasaan merokok dengan derajat gangguan obsesif kompulsif merokok pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang. Metode: Observasi analitik dengan pendekatan secara cross-sectional Study, dengan pengambilan data secara cluster sampling, dan besar sampel sebanyak 100 responden mahasiswa Fakultas Teknik UMM. Analisa data dengan menggunakan statistik uji korelasi Spearman dengan =0.05. Hasil Penelitian: Dari 100 orang sampel, jumlah terbanyak yang ditemukan adalah perokok ringan yaitu sebanyak 50 orang (50%), dan lebih banyak yang mengalami gangguan obsesif kompulsif merokok dalam skala ringan yaitu sebanyak 46 orang (46%). Hasil analisis didapatkan Koefisien korelasi = + 0.596 dan p-value < 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antaraberatnya kebiasaan merokok dengan derajat gangguan obsesif kompulsif merokok. Dimana semakin berat kebiasaan merokoknya maka akan semakin berat derajat gangguan obsesif kompulsif merokok orang tersebut.

POLA BAKTERI PENYEBAB PNEUMONIA NOSOKOMIAL DI RS DR SOETOMO SURABAYA PERIODE JANUARI 2011 - MARET 2012

., Samirah, ., Rahayu, Noerwahyono, Abi

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Profil Kejadian Spotting Akibat Penggunaan Kontrasepsi Depo Medroxi Progesteron Asetat Di Puskesmas Pandan Wangi Malang Periode 1 Januari 2009 – 31 Desember 2011. Latar Belakang: Gangguan haid merupakan keluhan terbanyak yang didapat pada akseptor KB suntik Depo medroxi progesteron asetat Gangguan pola haid inilah yang akhirnya menjadi penyebab utama dari penghentian penggunaan para akseptornya Efek samping yang sering ditimbulkan dari penggunaan kontrasepsi suntik depo medroxi progesteron asetat (DMPA) antara lain gangguan haid berupa perdarahan bercak atau spotting. Tujuan: Mengetahui kejadian spotting akibat penggunaan kontrasepsi depo medroxi progesteron asetat (DMPA) di puskesmas pandan wangi malang periode 1 januari 2009 – 31 desember 2011. Metode: Deskriptif observasional, teknik pengambilan sampel dengan teknik total sampling, dengan jumlah sampel 74 sampel. Hasil Penelitian: karakteristik berdasarkan usia, usia terbanyak pengguna DMPA adalah usia 20-30 tahun yaitu sebesar 40 akseptor atau 54,05%. Kesimpulan: kejadian spotting terbanyak adalah 2x mengalami spotting sebanyak 9 akseptor atau sebesar 12,16%, spotting terbanyak pada penyuntikan ke 3x yaitu sebesar 17 akseptor atau sebesar 22,97%, usia terbanyak pengguna DMPAadalah usia 20-30 tahun yaitu sebesar 40 akseptor atau 54,05%

PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium Sativum L) TERHADAP PERBAIKAN PROFIL LIPID PADA Rattus norvegicus strain wistar HIPERKOLESTEROLEMIA

Rinjani Pramitasari, Mustika, Riana, Ruby, Bahrudin, Moch

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

PENGARUH EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium Sativum L) TERHADAP PERBAIKAN PROFIL LIPID PADA Rattus norvegicus strain wistar HIPERKOLESTEROLEMIA. Latar belakang: Hiperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko PJK dan stroke. Bawang Putih (Allium Sativum L) merupakan bahan alam yang mengandung berbagai senyawa yang memiliki bermacam- macam fungsi, dan kandungan terbesar adalah Allicin. Allicinmempunyai efek cukup poten dalam penurunan kolesterol darah. Bawang Putih (Allium Sativum L) dapat mempengaruhikolesterol dengan menghambat pembentukan kolesterol. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh ekstrak bawang putih(Allium Sativum L) terhadap perbaikan profil lipid darah pada tikus putih (Rattus norvegicus strain wistar) hiperkolesterolemia. Metode & Sampel: Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan rancangan post test only radomized control group design. Sampel penelitian dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif, kelompok dua sebagai kontrol positif dan tiga kelompok lainnya diberikan bawang putih dengan berbagai dosis : 0,05 g/ekor/hari, 0,1 g/ekor/ hari dan 0,2 g/ekor/hari. Hasil & Pembahasan: Dari penelitian ini didapatkan bawang putih menyebabkan penurunanyang bermakna pada kadar kolesterol total, LDL, TG, rasio  LDL/HDL, serta rasio KT/HDL (sig = 0,000). Dosis 0,2 g/ekor mampu menurunkan kolesterol hampir mencapai normal.  Kesimpulan: Bawang putih dapat memperbaiki profil lipiddan pada dosis 0,2 g dapat memperbaiki profil lipid paling besar.

PROFIL HASIL PEMERIKSAAN MINI MENTAL STATEEXAMINATION (MMSE) PADA WANITA POSTMENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA REJOAGUNG, WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWARU, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR

Wildan, Muhamad, Ma’roef, M, Djauhari, Tonthowi

Saintika Medika Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Profil Hasil Pemeriksaan Mini Mental State Examination (MMSE) pada Wanita Postmenopause di Posyandu Lansia Rejoagung, Wilayah kerja puskesmas Kedungwaru, Tulungagung, Jawa timur. Wanita pada masa postmenopause akan mengalami penurunan produksi hormon estrogen. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa menurunnya hormon estrogen dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang merupakan salah satu faktor penyebab gangguan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengetahui profil hasil pemeriksaan MMSE pada wanita postmenopause. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan pengambilan sampel secara total sampling terhadap semua wanita di posyandu lansia Rejoagung yang sudah postmenopause. Instrumen yang digunakan ialah Mini Mental State Examination. Hasil pemeriksaan MMSE wanita postmenopause didapatkan insiden gangguan kognitif terbanyak pada usia 65-69 tahun, dengan 31,2% stadium ringan dan 56,3% stadium sedang. Insiden gangguan kognitif terbanyak terjadi pada wanita postmenopause dengan pendidikan terakhir SMP dengan 54% stadium ringan. Didapatkan juga gangguan kognitif terbanyak pada wanita dengan lama masa postmenopause 11-15 tahun sekitar 45% gangguan kognitif stadium ringan dan wanita dengan lama masa postmenopause >15 tahun sekitar 33,3% stadium sedang. Berdasarkan hasil pemeriksaan MMSE pada wanita postmenopause didapatkan sebanyak 45% dari sampel yang mengalami gangguan kognitif dan 55% yang tidak mengalami gangguan kognitif.Kata kunci: Wanita postmenopause, gangguan kognitif, MMSE