cover
Filter by Year
Jurnal Media Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -
Articles
255
Articles
STUDY OF IMPROVING PERFORMANCE OF RAPID TRANSIT (BRT) BUS IN YOGYAKARTA

Samad, Abdul

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The implementation of the Rapit Transit Bus (BRT) requires evaluation of performance, by exploring service quality. Because service quality is important for the success of Trans Jogja. The purpose of this study was to determine the existing conditions of bus rapid transit (BRT) service and performance in the city of Yogyakarta, and to find out the priority strategies for implementing bus rapid transit (BRT) management at the study site.  The method used in this study was the Science and QFD methods. The results of the research on the existing level of BRT performance in Yogyakarta, the arrival and departure times of Trans Jogja buses are good and can satisfy passengers, but the waiting time and operating time still need handling. The research results of the priority strategies for implementing BRT management management that need to be addressed are ease of location from the community living environment to the Trans Jogja bus stop, ease of change of mode, and management of cost compliance.

PENGELOLAAN DAN PENGENDALIAN AIR HUJAN DALAM PERUMAHAN SEBAGAI UPAYA KONSERVASI AIR TANAH

Pratomo, Daru

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Limpahan air hujan yang tidak terkendali membuat masalah banjir. Usaha dalam menerapkan teknik drainase menjadi pilihan dalam rangka menghadapi global warming yaitu sistem drainase air hujan berwawasan lingkungan. Sistem ini menurut [Sunjoto, 2007] terdiri dari tiga kelompok yaitu Sumur Peresapan Air Hujan (Recharge Well), Parit Resapan Air Hujan (Recharge Trench) dan Taman Resapan Air (Recharge Yard) dan yang terakhir ini juga disebut Taman Bertanggul [Sujono, 2005].Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode analisis kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan metode yaitu metode purposive sampling untuk pengukuran permeabilitas  yang  mempertimbangkan pengambilan sampel pada lahan yang belum diberi perkerasan seperti lahan kosong maupun pekarangan rumah sedangkan untuk pengukuran kedalaman  muka  air  tanah  dengan mengukur kedalaman permukaan air sumur eksisting dan dengan cara menggali rencana sumur resapan yang akan dipakai dalam komplek perumahan. Berdasarkan pendekatan perhitungan metode SNI 03-2453-2002 kebutuhan sumur resapan untuk menampung limpasan air hujan akibat dari tertutupnya lahan terbuka oleh rumah dan carport sebanyak 20 unit. Sedangkan sebagai pengganti lahan yang tertutup oleh paving block, dibuat 8 unit. Dengan dimensi sumur resapan diameter 1 m, kedalaman 1,5 m atau 3 buah buis beton untuk setiap sumur resapan.

STABILISASI TANAH DASAR DENGAN BAHAN ADITIF AKIBAT BEBAN SIKLIK JALAN REL KERETA CEPAT JAKARTA – BANDUNG

cahyono, widy

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sebagai Negara yang masih terus membangun Pemerintah Indonesia terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah pembangunan jalur kereta cepat Jakarta-Bandung. Banyak kajian teknis yang perlu dilakukan terhadap pelaksanaannya. Salah satu yang perlu dikaji dalam bidang geoteknik yaitu penyediaan timbunan untuk subgrade. Tanah yang digunakan sebagai penelitian yaitu tanah yang diambil dari desa Walini, Cikalong Wetan, Bandung Barat. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan nilai daya dukung tanah subgrade yang dipersyaratkan.Modifikasi tanah dilakukan dengan pencampuran antara tanah dan variasi semen, dan tanah, zat aditif dan variasi semen. Zat aditif yang digunakan 1,5% MDD, dan variasi semen yang digunakan adalah campuran 1%, 2% dan 3%. Pengujian dilakukan melalui tahapan pengujian sifat fisik tanah, dan sifat mekanis tanah. Pengujian dilakukan untuk mendapatkan nilai CBR terendam, dan nilai kuat tekan bebas (qu).Parameter tersebut digunakan sebagai input data pada program PLAXIS 8.6.Tanah timbunan yang dipakai merupakan jenis lanau, dengan nilai CBR terendam sebesar 8,17 %. Analisis simulasi numeris dengan axle load kereta sebesar 170 kN didapat penurunan tanah yang terjadi sebesar -0,065 mm untuk beban statis dan 0,015 x 10-3 mm untuk 1 kali beban siklik kereta.  Pada beban dinamis dan beban gempa sebesar 0,4g didapat penurunan sebesar 0,576 x 10-3 mm. Analisis pada penurunan tersebut dilakukan pada titik tengah subgrade diantara kedua beban gandar kereta. Stabilisasi subgrade dengan zat aditif 1,5% MDD dan dan campuran semen 1% dengan ketebalan subgrade 0,35 m, mampu menahan axle load kereta cepat. Kata kunci : Modifikasi tanah, subgrade, dan daya dukung tanah.

KUAT TEKAN BETON AWAL TINGGI DENGAN VARIASI PENAMBAHAN SUPERPLASTICIZER DAN SILICA FUME

Prayuda, Hakas

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Concrete is one of the construction materials of combination between cement, fine aggregate, coarse aggregate, and water mixed into one solid mass. The work of concrete making can be added a mineral additive as well as chemical additive (admixture) for the interest in construction work. In some cases construction work is desirable for concrete to produce optimum strength during the early age of the concrete so that the timing of concreting work can be shortened. The strength of concrete at the early age can be increased with added mineral (additive) and chemical (admixture) materials. This research made a mixture of concrete with 7 variations of mixture with total specimen 54 sample of cylindrical size with diameter 15 cm and height 30 cm. Tests conducted in the form of testing workability and compressive strength of concrete at the age of 3 days, 7 days and 28 days. Through this study obtained the right composition to make concrete with a high early age of compressive strength.

KUAT TEKAN MORTAR DAN SILINDER BETON PADA PERPADUAN MATERIAL LOKAL PASIR SAMBOJA DENGAN PASIR PALU

achmad, karmila

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.234 KB)

Abstract

Pasir Samboja merupakan material lokal Balikpapan yang relatif murah dan belum banyak digunakan dalam campuran beton oleh masyarakat Balikpapan. Hal ini karena material ini memiliki butiran yang sangat halus, yang mengakibatkan jenis pasir ini tidak masuk dalam ke 4 zona agregat halus yang merupakan syarat dalam campuran beton. Sehingga dalam penggunaannya pasir Samboja perlu dipadukan dengan jenis pasir lainnya yang memiliki butiran agak kasar. Tujuan penelitian untuk mendapatkan sifat fisik agregat halus lokal di Balikpapan dalam campuran beton dan mendapatkan proporsi paduan agregat halus lokal Balikpapan yang optimal ditinjau dari besarnya Kuat Tekan Beton. Dalam penelitian ini ada 66 mortar dan 66 silinder beton dengan variasi persentase pasir Samboja dalam agregat halus campuran beton. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa proporsi pasir Samboja yang memenuhi kriteria agregat halus dalam campuran beton adalah  dibawah 70% dengan MHB 1,64 mendekati zona 4 (pasir Agak Halus). Benda uji P50 dengan proporsi pasir Palu sebesar 50% dan pasir Samboja sebesar 50% memberikan nilai kuat tekan beton terbaik pada umur 28 hari yaitu 31,33 MPa dengan peningkatan kuat tekan sebesar 7,11% terhadap S100 dan jika ditinjau dari tren kuat tekan yang terjadi adalah perpaduan pasir Palu dan pasir Samboja memberikan nilai yang baik pada P50 dan P60.

PEMBUATAN BETON POROUS DENGAN MATERIAL GEOPOLIMER

Karimah, Rofikatul, Prasojo, Akbar

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Meningkatnya luas daerah yang ditutupi oleh perkerasan dengan pembangunan permukiman seperti halnya di perkotaan dapat mengakibatkan waktu berkumpulnya air menjadi jauh lebih pendek, dengan berkurangnya kesempatan air hujan berinfiltrasi ke dalam tanah, maka limpasan permukaan air hujan akan menimbulkan genangan bahkan banjir pun  dapat terjadi pula. Dalam upaya mengantisipasi hal tersebut, maka diperlukan penerapan mengenai drainase permukiman yang berwawasan lingkungan, seperti pembuatan perkerasan beton porous, sebatas untuk konstruksi non struktural seperti parkir kendaraan, trotoar, lapangan, dll. Perkembangan muktahir yang menjanjikan saat ini adalah penggunaan abu terbang sepenuhnya sebagai pengganti semen Portland lewat proses yang disebut polimerisasi anorganik (geopolimer). Diharapkan dari pembuatan beton porous dengan material geopolimer ini selain dapat menyerap air dengan cepat juga memiliki kekuatan mekanik yang sama dengan beton pada umumnya. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan mencari mix design geopolimer yang paling tepat dari benda uji silinder diameter ukuran 7,5 cm dan tinggi 15 cm. Penelitian menggunakan campuran bahan pengganti semen Portland menggunakan material geopolimer pada benda uji silinder dan dibuat variasi prosentase 10%, 15%, 20%, 25% dan 30%. Berdasarkan hasil uji diperoleh variasi campuran geopolimer optimum pada 29% dengan kuat tekan beton 11 N/mm2 dan porositas beton 14%. Perlu ditemukan bahan tambah (Admixture) untuk mendapatkan kuat tekan, daya serap air, dan workability yang diinginkan pada pembuatan beton porous dengan material geopolimer.

ALTERNATIF POLA OPERASI EMBUNG SUKODONO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU DAN AIR IRIGASI

Setyono, Ernawan, Rudianto, Amirul Satrio

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia dan semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Embung Sukodono mempunyai kapasitas tampungan maksimum sebesar 1,547 juta m3.Embung Sukodono memanfaatkan suplesi sungai Bengawan Solo bagian hilir yang terletak di desa Sekargadung dengan inflow debit pemompaan rencana sebesar 230 liter/detik untuk memenuhi outflow berupa kebutuhan air baku dan irigasi masyarakat Kecamatan Panceng dan Kecamatan Dukun hingga tahun 2039. Kebutuhan air baku pada jam puncak pada tahun 2039 sebesar 73,76 liter/detik dan kebutuhan irigasi maksimum sebesar 250,93 liter/detik seluas 250 Ha. Dalam studi ini simulasi pola operasi embung terbagi menjadi 3 alternatif pemompaan. Dari hasil simulasi rencana pola operasi Embung Sukodono, rencana pola operasi yang digunakan selama 25 tahun adalah alternatif 3. Pada alternatif 3 kapasitas debit pemompaan dapat diturunkan dari 230 lt/dtk menjadi 200 lt/dtk pada musim kering dan lama pemompaan dapat diturunkan dari 12 jam pemompaan menjadi 8 jam pemompaan pada musim kering namun elevasi muka air embung tetep terjaga di atas elevasi tampungan minimum operasi.

PENILAIAN KINERJA PENGAWAS PADA PEKERJAAN DAM/BENDUNG KELORAHAN DESA MANGGISAN KECAMATAN TANGGUL JEMBER

gunasti, amri

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Secara keseluruhan, kesalahan yang umum dilakukan pengawas dilapangan adalah seringnya tidak disiplin dalam melakukan pengawasan secara rutin. Selain itu pengawas juga sering mengabaikan ukuran-ukuran yang sangat kecil skalanya. Tidak jeli membaca gambar merupakan kesalahan yang lain yang umum dilakukan oleh pengawas. Bila sudah demikian maka tentu saja akan merugikan banyak pihak, baik konsultan, kontraktor, maupun pemilik proyek, sehingga perlu penelitian yang serius. Dalam penelitian  ini  dilakukan  dengan menggunakan  uji  z. Secara keseluruhan indikator yang termasuk kedalam kategori non signifikan (NS) dengan nilai mulai dari -1.155 sampai 1.910 terdiri dari disiplin, Kompetensi unggulan (Kompetensi spesifik), Kemampuan mengambil keputusan, Kemampuan bekerja mandiri/mengambil inisiatif, Kemampuan komunikasi, Memberi solusi pada pelaksana, Memberi solusi pada pelaksana, Kemampuan prestasi, Kepemimpinan, Kemampuan analisis, Kemampuan menghitung volume bangunan, Kemampuan interpersonal, Integritas (etika dan moral), Kreatif inovatif, Pengetahuan/kompetensi teknis, Kemampuan belajar hal – hal baru, Kemampuan bekerja dalam tim, Komitmen/dedikasi dalam pekerjaan, Manajemen Proyek, Kemampuan menghitung RAB, Penggunaan teknologi informasi. Indikator dengan kategori berbeda nyata dengan nilai -2.389 sampai 2.303 terdiri dari Kemampuan dalam perencanaan bangunan, Kemampuan beradaptasi, Analisis problem solving. Indikator dengan  dengan kategori berbeda sangat nyata terdiri dari Keahlian berdasarkan profesionalisme, Pengembangan diri serta Kerja di bawah tekanan.

STRUCTURAL BEHAVIOR OF PILE CAP 3 PILE WITH EKSENTRIC LOAD DESIGNED USING STRUT AND TIE MODEL WITH NUMERICAL METHOD

Taufik, Panji Ginaya

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2019): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pile cap is a structure to distribute load from the upper structure to the sub structure. Often the planning of the pile cap is approached as a two way slab or beam with pile as restrain, by consider the bending and shear separately. As is the case with conventional methods that consider 1-way shear, 2-way shear, and bending separately. The strut and tie model can be used as an alternative method in designing a pile cap, by approaching the stress trajectory with the truss model. In this study, a pile cap will be designed using the conventional method and the strut and tie model, the pile cap with 3 pile cap and an eccentric load. Then the results are tested numerically using Abaqus to determine the difference in behavior. The main reinforcement results from the strut and tie model method are more evenly stressed than the conventional method, also the vertical load needed to achieve the main reinforcement yield stress strut and tie model (1100 kN) is greater than the conventional method (900 kN).

PEMANFAATAN LIMBAH ABU MARMER SEBAGAI FILLER TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL PADA CAMPURAN LAPIS TIPIS ASPAL PASIR (LATASIR) B

Amal, Andi Syaiful, Saputra, Wahyuddin

Jurnal Media Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.381 KB)

Abstract

Latasir (HRSS) Kelas B merupakan campuran yang ditujukan untuk jalan-jalan dengan lalu lintas ringan, khususnya pada daerah dimana agregat kasar tidak tersedia. Campuran ini mempunyai ketahanan alur (rutting) yang rendah oleh sebab itu tidak boleh digunakan dengan lapisan yang tebal, pada jalan dengan lalu lintas berat dan pada daerah tanjakan. Struktur abu marmer yang halus dan dapat lolos saringan #200 layaknya semen, sehingga dapat dikaji sebagai bahan material alternatif filler dalam campuran aspal khususnya latasir kelas b. Penelitian ini menggunakan metode Central Quality Control & Monitoring Unit (CQCMU). Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai karakteristik marshall pada campuran latasir kelas b dengan filler abu marmer dan mengetahui presentase kadar optimum yang digunakan sebagai pengganti abu marmer berdasarkan kadar aspal optimum. Hasil pengujian campuran latasir kelas b menggunakan filler abu marmer dengan kadar aspal optimum 9,01% diperoleh presentase kadar optimum abu marmer sebesar 52,22% maka diperoleh nilai karakteristik Marshall adalah Marshall Stability 800,00 Kg, Marshall Qoutient 1,9 Kg/mm, Volume Air Void 4,9 %, Film Thickness 8,56 μm.