cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
PEMATANGAN GONAD IKAN SIDAT BETINA (Anguilla bicolor bicolor) MELALUI INDUKSI EKSTRAK HIPOFISIS Rovara, Odilia; Affandi, Ridwan; Zairin Junior, M.; Agungpriyono, Srihadi; R. Toelihere, Mozes
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengaruh pemberian ekstrak hipofisis ikan mas terhadap pematangan gonad ikan sidat tropis betina (Anguilla bicolor bicolor). Ikan sidat dengan bobot 600 gram telah digunakan sebagai materi biologis. Ekstrak hipofisis ikan mas dengan tingkat 0, ¼ dan ½ dosis dan tiga tipe frekuensi penyuntikan yakni setiap 1, 2 dan 3 minggu dijadikan sebagai perlakuan. Parameter yang diamati adalah Gonado somatic index (GSI), Hepatosomatic index (HSI), diameter folikel, kadar lemak dalam folikel, serta kadar glikokonjugat dalam folikel dan hati. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penyuntikan ekstrak hipofisis ikan mas dengan ½ dosis yang dilakukan setiap minggu selama 10 minggu memberikan pengaruh yang terbaik.Kata kunci: gonad, sidat, Anguilla bicolor bicolor.
PENGARUH KONTAMINASI LOGAM BERAT DI SEDIMEN TERHADAP KOMUNITAS BENTIK MAKROAVERTEBRATA: STUDI KASUS DI WADUK SAGULING-JAWA BARAT Sudarso, Yoyok; Wardiatno, Yusli; Sualia, Ita
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Waduk Saguling sekarang ini mengalami beberapa permasalahan yang serius antara lain penurunan kualitas air oleh kontaminasi bahan organik, logam berat, pestisida dan bahan mikropolutan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besarnya kontaminasi logam berat di sedimen dan dampaknya pada komunitas bentik makroavertebrata. Penarikan contoh telah dilakukan pada bulan Juni hingga September 2004. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi logam Pb dan Cu di sedimen yang paling berpotensi menimbulkan gangguan pada ekosistem perairan, sedangkan logam Cd masih di bawah beberapa guideline kualitas sedimen. Penelitian ini juga mengindikasikan beberapa atribut biologi seperti: indek diversitas, kekayaan taxa, dan Indeks BMWP relatif sensitif untuk mendeteksi gangguan ekologi yang disebabkan oleh peningkatan kontaminasi logam berat di sedimen.Kata kunci: logam berat, sedimen, bentik makroavertebrata, Waduk Saguling.ABSTRACT
KANDUNGAN DAN KELARUTAN MINERAL PADA CUMI CUMI Loligo sp DAN UDANG VANNAMEI Litopenaeus vannamei Santoso, Joko; ,, Nurjanah; Irawan, Abi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari kandungan dan profil mineral pada makanan hasil laut (seafood) yang umum dikonsumsi yaitu cumi-cumi (Loligo sp) dan udang vannamei (Litopenaeus vannamei), serta untuk mengevaluasi kelarutan Ca dan Zn yang diakibatkan proses perebusan pada berbagai larutan (air, asam asetat 0.5% dan garam 1%). Mineral makro yang ditemukan pada kedua jenis contoh cumi-cumi dan udang vannamei adalah Na, K, P, Mg dan Ca; sedangkan mineral mikro yang ditemukan adalah Zn dan I, tetapi tidak ditemukan Cu dan Fe. Perebusan dalam air dan asam asetat 0.5% meningkatkan secara nyata kelarutan Ca dan Zn (p
PENELUSURAN GENOTIPE IKAN MAS (Cyprinus carpio L.) STRAIN PUNTEN GYNOGENETIK Pudjirahaju, Asri; ,, Rustidja; B. Sumitro, Sutiman
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) polaelektroferogram, 2) homosigositas dan heterosigositas ikan mas strain Punten gynogenetik dan 3) mengevaluasi metode gynogenesis yang telah dilakukan serta 4) untuk mengetahui jumlah kromosom. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI), Punten - Batu Malang, dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya, Malang. Materi penelitian yang digunakan adalah ikan mas strain Punten (parent, F1, dan F2 gynogenetik) masing-masing 3 (tiga) ekor. Metode penelitian secara deskriptif dengan digambarkan melalui tabel dan gambar berupa foto-foto. Hasil analisis SDS-PAGE (Sodium Dodecyl Sulfat Polyacrylamide Gel Elektroforesis) menunjukkan ada 4 (empat) pita protein pada parent dan 2 (dua) pita protein untuk F1 gynogenetik yang berbeda, dimana pita protein 37 kD hanya ditemukan pada F1.3. Pada F2 gynogenetik juga ditemukan 3 (tiga) pita protein yang berbeda. Sedangkan antara F1 dan F2 gynogenetik ditemukan 4 (empat) pita protein yang sama. Selain itu juga ditemukan 3 (tiga) pita protein yang sama pada ketiga macam contoh yang diuji, yaitu 122 kD, 108 kD dan 91 kD. Berdasarkan pola elektroferogram tersebut ternyata populasi parent adalah heterosigot, sedangkan untuk F1 dan F2 gynogenetik telah homosigot. Hal ini menunjukkan bahwa metode gynogenesis yang telah dilakukan di Balai Benih Ikan (BBI) Punten Batu Malang sudah tepat. Jumlah kromosom dari ketiga macam contoh yang diuji adalah sama 2N = 100.Kata kunci: ikan mas Punten, elektroferogram, homozygositas, heterozygositas, gynogenesis.
AFINITAS SPESIES PADA KOMUNITAS ENDOPSAMMON DI ZONE INTERTIDAL DALAM KAWASAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT Bagus Jelantik Swasta, Ida; Soedharma, Dedi; Boer, Mennofatria; Wardiatno, Yusli
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Sebagai benthos hewani yang berukuran kecil dan menghuni ruang-ruang interstisial, endopsammon memiliki peranan ekologis yang amat penting dalam ekosistem laut. Karena itu, mengkaji aspek ekologi endopsammon sangat menarik. Afinitas spesies merupakan salah satu aspek ekologi yang amat penting untuk dipelajari. Dua aspek afinitas spesies yang sangat penting untuk dikaji adalah tumpang tindih relung dan asosiasi spesies khususnya dalam kaitannya dengan tingkat kekerabatan spesies dalam komunitas endopsammon.Dua tujuan yang ingin dicapai penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui secara pasti apakah tumpang tindih relung dan asosiasi spesies terjadi dalam komunitas endopsammon dan 2) untuk mengetahui secara pasti apakah tingkat tumpang tindih relung dan tingkat asosiasi spesies dipengaruhi oleh tingkat kekerabatan di antara spesies endopsammon. Beberapa lokasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pantai Teluk Terima, pantai Labuhan Lalang, dan pantai Teluk Banyuwedang yang berada dalam kawasan Taman Nasional BaliBarat. Di semua lokasi ini dibuat 25 stasiun penelitian, dan di setiap stasiun contoh substrat diambil pada tiga tingkat kedalaman yaitu 0-5 cm, 5-10 cm, dan 10-15 cm. Contoh substrat diambil dengan menggunakan core, sedangkan ekstraksi contoh dilakukan dengan metode Uhlig, metode pembasuhan dan metode pengapungan. Spesimen yang didapat diawetkan dengan menggunakan larutan formalin 10 %, dan diwarnai dengan larutan Rose Bengal. Pengamatan dan identifikasi specimen dilakukan dengan menggunakan mikroskop. Data yang didapat dianalisis dengan pendekatan statistik. Beberapa hasil dari penelitian ini adalah: 1) secara umum, diantara spesies endopsammon terjadi tumpang tindih relung dan asosiasi, dan 2) tingkat tumpang tindih relung dan tingkat asosiasi spesies dipengaruhi oleh tingkat kekerabatan diantara spesies endopsammon.Kata kunci: endopsammon, tumpang tindih relung, asosiasi spesies.
(Nisbah Kelamin pada Populasi Nihonotrypaea japonica (Ortmann, 1891) (Decapoda: Thalassinidea: Callianassidae), yang Berasal dari Mulut Sungai Shirakawa, Bagian Tengah Perairan Estuari Ariake, Kyushu Barat, Jepang) Wardiatno, Yusli
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di sebuah pantai intertidal berpasir yang terbentuk di muara Sungai Shirakawa, pada wilayah tengah perairan estuary Ariake Sound, Kyushu Barat, Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk membahas nisbah kelamin populasi Nihonotrypaea japonica dari sudut pandang ilmu biologi. Pengambilan contoh dilakukan selama 21 kali saat pasang purnama selama periode antara tanggal 20 April 1999 sampai 18 April 2000. Dengan mengacu pada jarak waktu sampling, penelitian ini terbagi atas 2 bagian: (1) antara 20 April – 22 November 1999, pengambilan contoh dilakukan setiap 2 minggu sekali, dan (2) antara 22 Desember 1999 – 18 April 2000, pengambilan contoh dilakukan satu bulan sekali. Pengumpulan spesimen dilakukan dengan bantuan alat ‘yabby pumps’ pada saat air surut. Contoh yang terkumpul selama penelitian terdiri atas 5 628 betina, 4 385 jantan, dan 346 individu tak teridentifikasi jenis kelaminnya, sehingga nisbah kelamin secara keseluruhan bias ke betina. Namun demikian, dengan membagi populasi ke dalam beberapa kelas ukuran, ada pola nisbah kelamin yang terlihat, dan pola ini nampaknya berkaitan dengan aspek biologi reproduksi udang tersebut.Kata kunci: nisbah kelamin, udang lumpur, thalassinidea, callianassidae, Nihonotrypaea japonica, AriakeSound.
PENGGUNAAN MEAN DAMAGE INDEX (MDI) DALAM MENGKAJI KERUSAKAN MORFOLOGI BENTHOS YANG TERTANGKAP DENGAN ALAT TANGKAP GAROK Wardiatno, Yusli; Yonvitner, ,; Farmelia, Estri Octora
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 15, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penggunaan Mean Damage Index (MDI) yang diperkenalkan Jensen et al. (2001) dalam menilai kerusakan morfologis yang ditimbulkan alat tangkap garok terhadap makrozoobenthos. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah pesisir perairan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Propinsi Banten pada bulan Maret sampai Mei 2007. Ada variasi kerusakan morfologis yang ditimbulkan oleh garok terhadap jenis benthos yang berbeda, yakni kerang, keong laut, kepiting, udang, dan bintang laut. Nilai MDI tertinggi dari kelima stasiun berasal dari kelompok bivalvia dengan kisaran 1.5781-3.5217, sedangkan MDI terendah terdapat pada kelompok udang yang berkisar antara 0.0633 sampai 0.2424.Kata kunci: MDI (Mean Damage Index), kerusakan morfologis, benthos, estuari.
A Short Review on the Recent Problem of Red Tide in Jakarta Bay: Effect of Red Tide on Fish and Human Wardiatno, Yusli; Damar, Ario; Sumartono, Bambang
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Red tide atau sering disebut blooming fitoplankton merupakan fenomena alam yang sering terjadi. Nampaknya frekuensi, intensitas dan distribusi blooming fitoplankton meningkat dalam 10 tahun belakangan ini. Red tide dapat didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana tanaman sel satu berukuran kecil yang hidup di laut dan tumbuh dengan sangat cepat dan terakumulasi dalam suatu kumpulan yang mudah terlihat  di permukaan air laut. Kejadian red tide sangat terkait dengan eutrofikasi dan kondisi lingkungan yang mendukung, seperti kecukupan cahaya, kondisi suhu yang sesuai, dan masukan bahan organik dari daratan setelah hujan besar. Efek langsung red tide terhadap ikan sangat merusak insang, baik secara mekanis ataupun melalui pembentukan bahan kimia beracun, neurotoksin, hemolitik atau bahan penggumpal darah, yang dapat menyebabkan kerusakan fisiologi insang, organ utama (seperti hati), usus, sistem sirkuler atau pernapasan, ataupun mengganggu proses osmoregulasi. Sebaliknya, efek tidak langsung red tide adalah akibat penggunaan oksigen yang berlebihan untuk respirasi dan pembusukan kumpulan fitoplankton. Beberapa organisme penyebab red tide dapat membahayakan manusia apabila manusia makan hewan filter feeder (seperti ikan atau kerang) yang mengandung racun organisme red tide yang telah dimakan ikan atau kerang tersebut.Kata kunci: red tide, eutrofikasi, Teluk Jakarta.
Analisis Beberapa Karakteristik Lingkungan Perairan yang Mempengaruhi Akumulasi Logam Berat Timbal dalam Tubuh Kerang Darah di Perairan Pesisir Timur Sumatera Utara Sitorus, Hasan
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis beberapa karakteristik lingkungan perairan yang mempengaruhi akumulasi logam berat timbal dalam tubuh kerang darah (Anadara granosa) di perairan pesisir timur Sumatera Utara, melalui sidik regresi berganda (multiple regression analysis), 2) mereduksi data melalui sidik komponen utama (principal component analysis) untuk mengurangi biaya monitoring pencemaran logam berat timbal di masa mendatang, dan 3) menganalisis lokasi perairan yang memiliki karakteristik yang sama dalam akumulasi logam berat timbal melalui sidik gerombol (cluster analysis). Berdasarkan sidik regresi, kadar logam berat timbal dalam air, kadar logam berat timbal dalam sedimen dasar perairan dan kadar sulfur dalam sedimen berpengaruh sangat nyata (p
Mineral, Fatty Acid and Dietary Fiber Compositions in Several Indonesian Seaweeds Santoso, Joko; Yoshie, Yumiko; Suzuki, Takeshi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol 11, No 1 (2004): Juni 2004
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan profil kandungan nutrient dan non-nutrien (mineral, asam lemak dan serat) pada sembilan jenis rumput laut dan beberapa kelas (alga hijau, coklat dan merah). Kandungan mineral didominasi oleh kalsium, potassium, dan sodium. Asam palmitic adalah asam lemak utama yang ditemukan pada semua contoh rumput laut, diikuti oleh asam stearic, asamoleic, dan asam linolenic. Konsentrasi asam eicosapentaenoic tertinggi ditemukan pada jenis alga merah Kappaphycus alvarezii (8,09%), sedangkan alga merah Sargassum polycystum mengandung asam arachidonic tertinggi (14,43%). Kisaran kandungan serat total, serat terlarut dan serat tidak terlarut pada contoh alga yang dianalisa berturut-turut adalah 14.7 - 69.3, 14.3 - 64.1 dan 0.4 - 10.7 (g/100 g berat kering). Alga merah jenis K. alvarezii memiliki kandungan serat total dan serat terlarut tertinggi, sedangkan alga yang mengandung serat tidak terlarut tertinggi adalah jenis alga hijau Ulva reticulate.Kata kunci: serat, asam lemak, Indonesia, mineral, rumput laut.

Page 1 of 24 | Total Record : 235