cover
Filter by Year
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Articles
549
Articles
RANCANG BANGUN DAN UJI KINERJA WAVE BUOY SEBAGAI ALAT PENGUKUR TINGGI GELOMBANG PESISIR

Munandar, Erik ( Program Studi Teknologi Kelautan, ITK-FPIK-IPB, Bogor ) , Jaya, Indra ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor ) , Atmadipoera, Agus S ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

  Gelombang di laut memiliki pergerakan yang acak dan komplek, sehingga tinggi dan periode gelombang sulit untuk diukur dan dirumuskan secara akurat. Wahana terapung seperti wave buoy dengan sensor percepatan telah banyak digunakan untuk mengukur gelombang permukaan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membuat wave buoy sederhana sebagai pengukur tinggi gelombang di perairan pantai serta menguji coba kinerja alat yang dihasilkan pada skala laboratorium dan skala lapang, sehingga alat yang dihasilkan mampu bekerja dengan baik. Hasil perhitungan terhadap dimensi atau ukuran buoy diperoleh nilai metasentrum sebesar 2,5 dimana hal ini menunjukkan bahwa wahana pelampung stabil. Selain itu, perbedaan kecepatan pada uji coba di laboratorium berhasil diperoleh gelombang yang memiliki dua frekuensi yang berbeda, dengan galat pengukuran yang diperoleh sebesar 0,01-0,07 m dengan periode yang terukur sebesar. Kinerja alat yang dilakukan di Teluk Palabuhan Ratu diperoleh beberapa tipe gelombang yang dihasilkan. Pengujian selama 24 jam diperoleh 4 periode yang signifikan yang terbagi ke dalam tiga kelompok gelombang yakni periode 1 detik, 3,37 detik kelompok gelombang angin, 1,20 jam kelompok gelombang variasi angin dan 12 jam kelompok gelombang pasang surut. Alat yang dihasilkan dapat berfungsi dengan baik mampu menyimpan data, memiliki nilai akurasi yang tinggi dapat merekam gelombang dengan periode kecil hingga periode besar.  

Front-matter

Bengen, Dietriech G. ( IPB )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Front-matter

ANALISIS KETERPAPARAN EKOSISTEM TERUMBU KARANG AKIBAT AKTIVITAS PARIWISATA DI PULAU MENJANGAN TAMAN NASIONAL BALI BARAT

Febrianti, Mutia Ismi ( Coastal Resources Management Graduated Program, Diponegoro University, Semarang, Central Java ) , Purwanti, Frida ( Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University, Semarang, Central Java ) , Hartoko, Agus ( Faculty of Fisheries and Marine Science, Diponegoro University, Semarang, Central Java )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pulau Menjangan merupakan bagian dari wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB), secara fisik termasuk pulau yang unik karena memiliki luas hanya 175 Ha, tidak berpenduduk dan memiliki sebaran terumbu karang yang merata di sekeliling pulau. Aktivitas pariwisata merupakan aktivitas utama yang dilakukan di pulau ini. Terpaparnya ekosistem terumbu karang oleh aktivitas pariwisata secara berlebih tanpa adanya batasan akan mengganggu ekosistem terumbu karang di suatu wilayah. Tujuan penelitian untuk mengetahui beberapa unsur serta nilai terpaparnya ekosistem terumbu karang oleh aktivitas wisata serta unsur alamiah yang menjadi ancaman kerusakan terumbu karang. Penelitian ini difokuskan pada 4 titik lokasi snorkeling menggunakan pendekatan teori kerentanan (vulnerability) dengan parameter keterpaparan yaitu jumlah pengunjung, kepadatan Acanthaster planci, tinggi gelombang, kedalaman, pH, suhu, tipe substrat perairan serta pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah perairan Pulau Menjangan berpotensi keterpaparan dari berbagai unsur, yaitu unsur alami dan unsur lain seperti aktivitas pariwisata. Nilai keterpaparan yang didapat dari wilayah perairan Pulau Menjangan TNBB adalah 1,5 yang termasuk dalam tingkat keterpaparan rendah.

PEMODELAN FISIK 3-D PADA FLOATING – TYPE BREAKWATER

Ajiwibowo, Harman

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

BP Tangguh memiliki fasilitas pelabuhan di Teluk Bintuni, Papua Barat dengan kedalaman perairan 6 m hingga 9 m. Pada kasus ini direncanakan suatu breakwater terapung untuk melindungi aktivitas dan fasilitas pelabuhan. Pengujian model fisik 3-D dilakukan di kolam gelombang untuk menentukan efektivitas terhadap kondisi lingkungan perairan Teluk Bintuni dengan mengukur koefisien transmisi (KT). Kolam gelombang dilengkapi dengan piston pembangkit gelombang monokromatik, 4 wave gauge dan DAS (Data Acquisition System) 8 kanal. Data tinggi (H) dan periode gelombang (T) diperoleh dari rekaman sensor gelombang dan divalidasi dengan pengamatan pada peilschaal. Tinggi gelombang datang di depan breakwater (Hi) dan tinggi gelombang transmisi di belakang breakwater (Ht) diukur dan diproses untuk mendapatkan KT. Selanjutnya, hubungan antara KT dan bilangan tak berdimensi lainnya dianalisis. Hasil dari model fisik ini adalah breakwater terapung yang diajukan efektif untuk gelombang pendek dan menengah, dan tidak efektif untuk gelombang panjang. Selain itu, konfigurasi breakwater pada satu sisi bagian utara saja (konfigurasi 1) dipilih karena perbandingan dengan konfigurasi breakwater di dua sisi (utara dan barat, konfigurasi 2) dihasilkan gelombang transmisi yang tidak jauh berbeda. Bahkan konfigurasi 2 (breakwater di dua sisi) menghasilkan gelombang berdiri pada kolam pelabuhan dengan tinggi lebih dari tinggi gelombang datang. Pada gelombang pendek, breakwater terapung menghasilkan koefisien transmisi sebesar 0,5 hingga 0,7. Koefisien transmisi mengecil apabila gelombang datang dengan periode yang lebih kecil lagi.

PERUBAHAN KOMPONEN SERAT RUMPUT LAUT Caulerpa sp. (DARI TUAL, MALUKU) AKIBAT PROSES PEREBUSAN

Nurjanah, . ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK-IPB ) , Jacoeb, Agoes Mardiono ( Departemen Teknologi Hasil Perairan, FPIK-IPB ) , Hidayat, Taufik, Chrystiawan, Rudy

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rumput laut Caulerpa sp. dikenal sebagai sumber serat. Rumput laut Caulerpa sp. banyak ditemukan di pesisir pantai Indonesia, salah satunya di perairan Tual, Maluku Tenggara. Rumput laut ini sering dikonsumsi segar oleh masyarakat pesisir ataupun direbus terlebih dahulu. Perebusan bertujuan untuk menginaktifkan enzim dan menurunkan jumlah mikroba, namun dikhawatirkan dapat mempengaruhi komponen serat yang terkandung pada rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perubahan kadar serat pangan (serat pangan larut dan tak larut), serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin) akibat proses perebusan pada suhu 90ºC selama 5 menit. Analisis uji yang dilakukan, diantaranya analisis proksimat, kadar karbohidrat metode Luff schoorl, serat pangan metode enzimatis, serat kasar, dan komponen serat (selulosa, hemiselulosa, lignin). Hasil penelitian menunjukkan perebusan tidak mempengaruhi kadar lignin. Perebusan meningkatkan kadar serat pangan tak larut 1,25%, selulosa 13,91%, hemiselulosa 11,4%, dan menurunkan kadar serat pangan total 3,8%, serat pangan larut 5,05%, dan serat kasar 0,85%.

KETERKAITAN SEDIMENTASI DENGAN PERSEN TUTUPAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN TELUK LAMPUNG

Barus, Beta Susanto ( Program Studi Ilmu Kelautan, FMIPA, Kampus Indralaya Km 32, Ogan Ilir, Sriwijaya University Palembang, Indonesia ) , Prartono, Tri ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK, Institut Pertanian Bogor, Bogor ) , Soedarma, Dedi ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK, Institut Pertanian Bogor, Bogor )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Sedimentasi dapat menghambat pertumbuhan terumbu karang bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini telah dilakukan di perairan Teluk Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sedimentasi terhadap terumbu karang di perairan Teluk Lampung. Sepuluh stasiun dipilih untuk pengamatan dan pengukuran. Pengukuran laju sedimentasi menggunakan alat sediment traps yang dipasang di stasiun pengamatan terumbu karang selama 20 hari. Pengamatan kondisi terumbu karang menggunakan metode transek kuadrat berukuran 1 x 1 m2. Korelasi antara sedimentasi dengan terumbu karang dilakukan dengan metode analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan laju sedimentasi di stasiun pengamatan berkisar antara 3,09-44,29 mg cm-2 day-1. Dampak yang timbul termasuk dalam kategori kecil-sedang dan sedang-berat. Kondisi terumbu karang di perairan Teluk Lampung masuk dalam kategori rusak hingga baik. Persentase tutupan karang di stasiun pengamatan berkisar antara 8,75-60,85%. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa proses sedimentasi memiliki pengaruh negatif terhadap kehidupan terumbu karang di Teluk Lampung.

HUBUNGAN KONDISI SUMBERDAYA IKAN DENGAN PELARANGAN PENGGUNAAN ALAT TANGKAP PUKAT TARIK DI KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN

Sajeri, Harlisa ( Departemen Teknologi Perikanan Laut, Institut Pertanian Bogor ) , Mustaruddin, . ( Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK, IPB, Bogor, Indonesia ) , Nurani, Tri Wiji ( Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, FPIK, IPB, Bogor, Indonesia )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan adalah PERMEN-KP No. 2 tahun 2015 tentang pelarangan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik di seluruh wilayah pengelolaan perikanan Indonesia. Kebijakan dikeluarkan karena pukat tarik dianggap merusak habitat sumberdaya ikan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan unit penangkapan ikan pukat tarik, mengukur ikan dominan yang tertangkap dan mengukur kondisi sumberdaya ikan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – September 2017 di Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Analisis data dalam penelitian adalah analisis deskriptif, CPUE, hubungan CPUE dengan upaya penangkapan, serta perhitungan tingkat pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukkan alat tangkap pukat tarik saat ini sebanyak 58 kapal berukuran 5-6 GT. Hasil tangkapan mengalami penurunan ukuran dibandingkan 9 tahun yang lalu. CPUE ikan pelagis kecil menurun dari tahun 2008-2014, namun meningkat 55% pada tahun 2015. Nilai MSY ikan pelagis kecil dan demersal sebesar 16844,15 dan 2126,6 ton/tahun dengan upaya optimum adalah 320 dan 274 unit. Tingkat pemanfaatan ikan pelagis kecil dan demersal adalah 66% dan 94% menunjukkan sumberdaya ikan sudah fully exploited. Naiknya CPUE di tahun 2015, maka pelarangan penggunaan pukat tarik secara nyata memang dapat memulihkan sumberdaya ikan.

THE EFFECT OF ORGANIC SEDIMENT CONTENT ON CORAL DIVERSITY IN KARIMUNJAWA ISLAND, INDONESIA

Nugroho, Fajar ( Department of Marine Science and Technology, Bogor Agriculture University, Bogor ) , Zamani, Neviaty P. ( Department of Marine Science and Technology, Bogor Agriculture University, Bogor ) , Madduppa, Hawis

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Coral reef now are under threats due to sedimentation. Fatal effect of organic rich sediment, leading corals mortality. Therefore, the study was conducted to investigate effect of organic sediment content to the coral diversity in Karimunjawa Island, Central Java, Indonesia. Field data was conducted at 6 locations.  Three sediment traps were deployed at each sites to measure organic sediment content. Twenty replicated quadrant transects were used to estimate coral density and coral diversity. Analysis of variance (ANOVA) was used to examine the differences of organic sediment content in each station. The linear regression was used to assess the relationship between organic sediment content and coral diversity. Our field result demonstrated that sediment content significantly different between sites with value range from 0.42 mg/800 ml - 1.32 mg/800 ml. Based on the Simson’s Diversity Index, the highest coral diversity found at Alang-alang as site with low sedimentation while the lowest coral diversity was found at Legon Lele as site with high sedimentation. The study shown significant negative correlation between organic sediment content and coral diversity with the coefficient of regression 0.68. This study convinces that disturbance on coral reefs might affect coral diversity in Karimunjawa Island, in addition to other factors such as the influence of human activities, natural disruption and climate change. Keywords: sedimentation, organic, coral, diversity, Karimunjawa

POLA DISTRIBUSI DAN KELIMPAHAN POPULASI KELOMANG LAUT DI PANTAI SINDANGKERTA, KECAMATAN CIPATUJAH, KABUPATEN TASIKMALAYA

Permana, Ari ( Universitas Pasundan Bandung ) , Toharudin, Uus ( Prodi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Pasundan Bandung ) , Suhara, . ( Pendidikan Biologi, FPMIPA, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi secara kuantitatif mengenai pola distribusi dan kelimpahan populasi kelomang laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan desain penelitian belt transect dan teknik pengambilan sampel hand sorting. Pengambilan sampel dilakukan pada Zona Litoral di 6 stasiun dengan 5 plot kuadrat tiap stasiun. Luas plot kuadrat yang dipakai berukuran 1 x 1 m. Data yang diambil adalah data kelomang laut dan data pendukung lingkungan. Analisis data meliputi pola distribusi dan kelimpahan populasi kelomang laut. Determinasi kelomang dilakukan di Laboratorium Pusat Penelitian LIPI Oseanografi Jakarta. Hasil determinasi diperoleh 50 individu kelomang laut yang terdiri dari satu suku dan 9 jenis, yaitu Aniculus erythraeus, Calcinus morgani, Calcinus laevimanus, Clibanarius corallinus, Clibanarius humilis, Clibanarius mergueinsis, Clibanarius striolatus, Clibanarius virescens, dan Dardanus megistos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelimpahan populasi kelomang laut berkisar antara 1 ind/m2 – 2 ind/m2. Analisis kelimpahan secara umum menunjukkan tingkat kelimpahan yang rendah. Indeks Morisita menunjukkan pola distribusi kelomang laut di Pantai Sindangkerta termasuk kategori mengelompok (Id > 1) dan seragam (Id < 1).

SURVEI KEBERADAAN IKAN CAKALANG Katsuwonus pelamis DI TELUK BONE

Putri, Rini Sahni ( Mayor Teknologi Kelautan, FPIK, Pascasarjana Institut Pertanian Bogor ) , Jaya, Indra ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor ) , Pujiyati, Sri ( Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, FPIK-IPB, Bogor )

Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keberadaan Cakalang Katsuwonus pelamis selalu berubah-ubah tergantung kondisi perairan sekitarnya yang disenangi oleh ikan tersebut. Penelitian ini memberi prediksi keberadaan Cakalang di Perairan Teluk Bone dengan menggunakan data satelit penginderaan jauh dan gambaran hubungan panjang-berat Cakalang dari hasil survei perikanan. Data satelit penginderaan jauh berupa suhu permukaan laut dan klorofil-a diperoleh dari database NASA dengan resolusi spasial 4 km dan resolusi temporal 8-day composite. Data survei perikanan berupa data posisi, hasil tangkapan ikan, panjang dan berat Cakalang dengan fishing base dari dua lokasi berbeda yaitu Sinjai dan Luwu. Data satelit penginderaan jauh dan data survei perikanan di plotkan dalam grafik untuk mengetahui kondisi lingkungan yang banyak ditemukan Cakalang. Posisi tangkapan dan hasil tangkapan dipetakan untuk menunjukkan keberadaan Cakalang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cakalang umumnya ditemukan tertangkap pada kisaran suhu permukaan laut 28,42°C - 30,73°C dan kandungan klorofil-a 0,1335 mg/m³ - 0,2309 mg/m³. Berdasarkan data panjang-berat, pola pertumbuhan Cakalang yang tertangkap di Perairan Teluk Bone bersifat allometrik negatif.

Issues
All Issue Vol 10, No 2 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 10, No 1 (2018): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 9, No 2 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 9, No 1 (2017): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 8, No 2 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 8, No 1 (2016): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 7, No 2 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 7, No 1 (2015): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 6, No 2 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 6, No 1 (2014): Electronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 5, No 2 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 5, No 1 (2013): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 4, No 2 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 4, No 1 (2012): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 3, No 2 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 3, No 1 (2011): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 2, No 2 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 2, No 1 (2010): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 1, No 2 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol 1, No 1 (2009): Elektronik Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis