cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 82 Documents
LANGUAGE ASSESMENT FOR YOUNG LEARNERS Sumarni, Sri
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 2, No 1 (2010): Volume 2 Nomor 1 Edisi Januari 2010
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.965 KB)

Abstract

Teaching English in Asia typically dominated by teachers and textbooks based. Even worse, teaching English for young learners is generally a matter of vocabularies memorization. The teaching focuses on short-term purposes, those are testing purposes. In fact, in teaching English, the assessment should focus on the function of the language itself. Those teaching styles might be caused by short-term purpose of teaching English: focuses on knowledge and memorization for testing purposes rather than communicative competence. Therefore all the teaching efforts focused on answering the tests while the primary function of learning English is being ignored. Memorizing vocabularies is general activities in teaching of English in primary level.  Thus to avoid such short-term purpose learning, a well and careful designed assessment should put into consideration in teaching English for young learners. Consequently the teaching-learning process will focus on authentic use of language. For those reason, authenticity in the assessment is a major consideration. Key words: Teaching, young learners, assessment, authenticity
PEACE EDUCATION Yusuf, Abas
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.036 KB)

Abstract

Abstrak: Tantangan dalam dunia pendidikan adalah bagaimana caranya agar budaya ini dapat dipelajari dan diajarkan. Pertanyaan yang harus dijawab oleh para pendidik intelektual adalah: bagaimana seseorang dapat mempelajari sikap dan perilaku yang selaras dengan budaya perdamaian? Berdasarkan pengalaman beberapa negara rawan konflik yang mencoba menjawab pertanyaan ini, jawabannya tidaklah sederhana. Faktor-faktor yang terlibat tidak sekedar kognisi dan emosi yang menjadi lahan garapan para pendidik, melainkan meluas ke faktor-faktor politik, ekonomi, dan sosial budaya yang seringkali terbentuk dari akar sejarah yang panjang. Kata-kata Kunci
Peningkatan kinerja guru melalui kegiatan supervisi kepala sekolah (548 – 555) Ijang Kurnia Kurnia, Ijang
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.244 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan suatu inventaris bangsa yang bisa dijadikan modal pembangunan. Sukses tidaknya pendidikan akan menentukan keberlangsungan bangsa dan masa depan. Peningkatan kualitas pendidikan tidak terlepas dari peningkatan mutu guru melalui  kinerja guru yang berkaitan dengan tiga kemampuan dasar yang harus dikuasai guru yaitu kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional. Upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dapat dilakukan melalui optimalisasi peran kepala sekolah sebagai : educator, manajer, administrator, supervisor, leader, pencipta iklim kerja dan wirausahawan, yang semuanya bertujuan untuk meningkatkan kinerja guru, khususnya peran kepala sekolah sebagai supervisor. Kata Kunci : Kinerja guru, Supervisi  akademik, kompetensi guru
Pendekatan Kontekstual dalam Pendidikan Jasmani (577- – 589) - Eka Supriatna Supriatna, Eka
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.316 KB)

Abstract

Kurikulum 2004 dan 2006 yang merupakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menuntut semua mata pelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran yang mampu mengupayakan pengembangan kemampuan siswa dalam mengelola perolehan belajar (kompetensi) yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.  Dengan demikian proses pembelajaran lebih mengacu kepada bagaimana siswa belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari.  KBK menempatkan siswa sebagai subjek didik, yaitu lebih banyak mengikutsertakan siswa dalam proses pembelajaran.  Pendekatan ini bertolak dari anggapan bahwa siswa memiliki potensi untuk berpikir sendiri, dan potensi tesebut hanya dapat diwujudkan apabila mereka diberi banyak kesempatan untuk berpikir sendiri. Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yaitu: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Questioning), menemukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modelling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).  Pembelajaran penjas yang menggunakan pendekatan kontekstual diharapkan membantu tercapainya tujuan mata pelajaran penjas.  Pengalaman gerak yang diperoleh siswa diharapkan bukan karena mencontoh atau meniru guru akan tetapi siswa menemukan pola geraknya sendiri dengan bantuan/fasilitas dari guru.
Grand Design Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah ( 590 – 604) - Nuraini Asriati Asrianti, Nuraini
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3236.467 KB)

Abstract

Persoalan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajam masyarakat, dimana sesama anak bangsa senang menabur benih-benih kebencian, permusuhan, dengki, dan dendam? Mengapa anak anak kita sering membantah/melawan? Mengapa anak anak kita hilang santunnya? Mengapa para pelajar sekarang sering terlibat dalam aksi-aksi kekerasan, pornografi, seks bebas, narkoba, dan aneka macam penyakit sosial lainnya? Mengapa antar sesama anggota keluarga sering terjadi percekcokkan, perkelahian, bahkan berakhir dengan pembunuhan? Mengapa hidup kita selalu diwarnai tragedi-tragedi kemanusiaan yang memilukan, dan seterusnya? Merebaknya kasus VCD porno Ariel- Luna Maya dan  VCDyang dilakukan oknum mahasiswa Itenas Bandung yang dilakukan menambah deretan panjang daftar asusila yang dilakukan peserta didik, lalu muncul kasus serupa yag dilakukan para yunior mereka di tingkat SMP dan SMU. Di Jawa Barat ada beberapa siswa dan siswi SMU Negeri yang berbuat tidak senonoh di dalam kelas dengan masih menggunakan seragam sekolah Uniknya peristiwa tersebut direkam lewat kamera video dan disebarkan lewat fasilitas Internet. Dalam kasus lain seorang anak SMP tega membunuh orang tuanya sendiri, dan di tempat lain juga ada seorang anak SD berani bunuh diri.
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dengan Model Pembelajaran Multikultural (605 – 618) - Suhardi Marli Marli, Suhardi
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2011): Volume 6 Nomor 3 Edisi Agustus 2011
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.092 KB)

Abstract

Seiring dengan terjadi pergeseran cara pembelajaran di Sekolah Dasar maka harus diikuti pula dengan metode dan pendekatan pembelajaran yang mampu untuk menjawab perubahan tersebut. Untuk menumbuh dan mengembangkan sikap toleransi, saling mengakui dan menghargai  kemajemukan yang ada di Indonesia, maka perlu diberikan materi pembelajaran  IPS  dengan menggunakan  pendekatan multikultural Kata Kunci: Ilmu Pengetahuan Sosial, Multikultural
LIBERALISASI PENDIDIKAN: Sebuah Wacana Kontroversial Nur, M.Si, Dr. M. Tajudin
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.531 KB)

Abstract

ABSTRAK Liberalisasi pendidikan telah menjadi perdebatan hangat sejumlah kalangan, padahal jika dimaknai secara benar, liberalisasi sesungguhnya diperlukan untuk memberikan keleluasaan bagi penyelenggara pendidikan dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi, seperti yang dikemas dengan otonomi pendidikan dan manajemen berbasis sekolah. Dalam konteks ini, yang sesungguhnya diperlukan adalah adanya peraturan yang tetap menjamin akses pendidikan bagi semua warga negara, terproteksinya nilai-nilai luhur bangsa, dan tetap eksisnya perguruan lokal (termasuk swasta) di tengah persaingan internal maupun kompetisi global yang semakin sulit terbendung.   Kata Kunci: liberalisasi pendidikan, modal  asing, BHP (Badan Hukum Pendidikan)
KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Sutarmanto, Sutarmanto
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.643 KB)

Abstract

Abstrak Di tengah perkembangan pengetahuan dan teknologi serta dinamika perubahan sosial-budaya masyarakat yang semakin cepat, maka tuntutan profesionalisme di dalam pelaksanaan tugas juga semakin menjadi tuntutan. Bagi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), profesionalisme utamanya dapat diukur dari sejauhmana kemampuan mengaktualisasikan kompetensi yang dipersyaratkan. Empat kompetensi inti guru yang dijabarkan ke dalam kompetensi guru PAUD bermuara pada pengaktualisasian profesionalisme. Kata Kunci: Profesionalisme, kompetensi,
EKSISTENSI SEKOLAHRUMAH (HOMESCHOOLING) DALAM KHASANAH PENDIDIKAN Wahyudi, Wahyudi
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.22 KB)

Abstract

Abstrak: Keberadaan pendidikan formal dan nonformal yang ada sekarang ini dirasa belum cukup, maka pada dasawarsa terakhir ini muncul bentuk penyeleggaraan pendidikan yang dikenal dengan sebutan homeschooling atau sekolahrumah yaitu suatu bentuk pendidikan yang dilakukan oleh orang tua dengan menggunakan rumah sebagai basis pendidikannya. Keberadaan sekolahrumah diharapan dapat mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan tingkat kecerdasan, kebutuhan dan bakat yang dimiliki.   Kata kunci: Sekolahrumah, Pendidikan Non Formal, Potensi Diri.
BIMBINGAN DAN KONSELING MENJAWAB TANTANGAN ABAD XXI Wicaksono, Luhur
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 1, No 1 (2009): Volume 1 Nomor 1 Edisi Januari 2009
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.502 KB)

Abstract

Abstract. Abad 21 merupakan abad dimana Globalisasi bergulir. Abad ini mempunyai banyak kekuatan yang memunculkan adanya perubahan. Perubahan akan menuju pada kebaikan, namun disisi lain memunculkan problem yang menjadi tantangan bagi individu. Paradoks yang muncul dalam era globalisasi ini mempunyai pengaruh dalam seluruh sisi kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan. Paradoks ini yang perlu dikaji dalam Bimbingan dan Konseling untuk mencari solusinya, dengan begitu eksistensi bimbingan konseling akan semakin diakui serta tetap survive dalam pandangan kedepan.   Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Tantangan abad XXI