cover
Filter by Year
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)
Articles
82
Articles
PERTUMBUHAN LALAT BUAH (Drosopilla sp.) PADA BERBAGAI MEDIA DAN SUMBANGANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA

Wahyuni, Eko Sri

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 12, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.948 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang media terbaik untuk perkembangan lalat buah (Drosophila sp.). Lalat buah yang digunakan adalah F1 virgin, media yang digunakan adalah campuran buah pepaya, pisang, nanas, semangka, mangga dan agar-agar. Parameter yang diamati meliputi jumlah telur, jumlah imago, panjang tubuh dan lebar tubuh lalat buah jantan dan betina. Penelitian ini manggunakan metode eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakukan dan 4 ulangan. P1 (pepaya+agar-agar), P2 (pisang+agar-agar), P3 (nanas+agar-agar), P4 (semangka+agar-agar) dan P5 (mangga+agar-agar). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan BJND. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perbedaan media berpengaruh nyata terhadap semua parameter kecuali pada parameter panjang tubuh jantan. Media terbaik yang dapat digunakan sebagai media alternatif adalah pada perlakuan P2. Hasil penelitian ini diharapakan dapat dijadikan materi pengayaan pada pelajaran Biologi di SMA kelas X semester I pada kompetensi dasar siswa mampu mendeskripsikan dan mengkomunikasikan ciri-ciri invertebrata dan peranannya bagi kehidupan. Materi pokok animalia dan uraian materi invertebrata (insekta). Kata kunci : perkembangan, media, Drosophila sp.

Penerapan Model Discovery Learning Berbasis Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Kerja Ilmiah Siswa SMA

Rasmawan, Rahmat

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 12, No 1 (2014): Januari 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3066.551 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat penerapan konsep dan keterampilan kerja ilmiah siswa dari penerapan model pembelajaran discovery learning berbasis keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan bentuk one froup pretes postest Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 yang berjumlah 33 siswa pada materi laju reaksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat 78% siswa mengalami ketuntasan dengan rata-rata skor sebesar 76,8 pada tes pemahaman konsep dan 100% siswa dapat menguasai keterampilan kerja ilmiah dengan rata-rata skor sebesar 91,5. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model discovery learning.

Penerapan Model ECIRR Menggunakan Kombinasi Real Laboratory dan Virtual Laboratory untuk Mereduksi Miskonsepsi Mahasiswa

M.Pd, Hamdani

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.673 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan utuk mereduksi miskonsepsi mahasiswa calon guru fisika tentang rangkaian listrik melalui penerapan model ECIRR (Elicit-Confront-Identify-Resolve-Reinforce) menggunakan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes diagnostik berbantuan CRI (Certainty of Response Index) saat pre test dan post test pada satu kelas. Hasil penelitian menunjukkan jumlah mahasiswa yang mengalami miskonsepsi berkurang dan tanggapan yang positif dari mahasiswa dan dosen tentang penerapan model ECIRR menggunakan kombinasi real laboratory dan virtual laboratory. Kata kunci : miskonsepsi, model ECIRR, real laboratory, virtual laboratory.   The purpose of this study was to reduce misconceptions held by pre-service physics teacher aboutelectric circuit concepts through the application of the ECIRR (Elicit-Confront-Identify-Resolve-Reinforce) model using a combination of real and virtual laboratory. The method used in this study was pre-experimental research design to form a one-group pretest-posttest design is done at a university in Pontianak. Research data were collected by using diagnostic test  that include Certainty of Response Index (CRI) and questionnaire.The results showed a decrease in the quantity of misconceptions ECIRR after application of the model using a combination of real laboratory and virtual laboratory. Pre-service teacher andlecturerresponded positivelyto heapplication of the modelusing a combination ofreal ECIRR virtual laboratory and laboratory. Key words: misconception., ECIRR model, real laboratory, virtual laboratory

MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK PEDALAMAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PERCEPATAN AKSES PENDIDIKAN

Dr., Wahyudi

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.861 KB)

Abstract

This research was purposively to provide a model of society empowerment and effective school commottee development at junior high schoool levels of Dayak Isolated Community as an effort of accelerating access on education. The school committee model resulted will be much more adaptable, and enable to accelerate education access for the Dayak Isolated Community that is still low in dealing with, to actively maximize their participation in handling education. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan model pemberda-yaan masyarakat dan pengembangan komite sekolah yang efektif  di  sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP)  pada masyarakat dayak pe-dalaman sebagai upaya percepatan akses pendidikan. Model komite sekolah yang dihasilkan akan lebih adaptif dan mampu meningkatkan perluasan akses pendidikan pada masyarakat dayak pedalaman yang masih rendah tingkat partisipasinya dalam bidang pendidikan. Model komite sekolah yang dihasilkan diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dayak pedalaman untuk berpartisipasi dalam penyelengga-raan pendidikan. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat, komite sekolah, akses pendidikan, daerah pedalaman.  (Penelitian dan Pengembangan Komite Sekolah Dalam Era Desentralisasi Pendidikan pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Daerah Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat)

RESPON SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL SIKLUS BELAJAR 5E BERBANTUAN MULTIMEDIA PADA MATERI KOLOID

Sartika, Rody Putra

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.131 KB)

Abstract

This research aims to know students’ response about learning process using learning cycle 5E model assisted with multimedia on colloid matter. Pre-experiment method with one-shot case study design was used regarding to this. There are 79 students of SMAN 7 Pontianak who involved in this research. indirect communication techniques was used to collect data. Based on the research is obtained very good student response to learning using the 5E learning cycle model of multimedia-assisted colloid matter. The information that is obtained from this research is a very good response of students to learning using the 5E learning cycle model of multimedia-assisted colloid matter. Keywords: learning cycle 5E model, multimedia, students’ response, colloid. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan model siklus belajar 5E berbantuan multimedia pada materi koloid. Untuk menjawab permasalahan digunakan metode pra-eksperimen dengan desain one-shot case study. Sebanyak 79 siswa SMAN 7 Pontianak terlibat dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan komunikasi tak langsung.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh informasi bahwa respon siswasangat baik terhadap pembelajaran menggunakan model siklus belajar 5E berbantuan multimedia pada materi koloid. Kata-kata kunci:Model siklus belajar 5E, multimedia, respon siswa, koloid.

KEEFEKTIVAN PEMODELAN TERHADAP PENINGKATAN EFIKASI-DIRI AKADEMIK SISWA SMP (Kajian Teoritik Aplikasi Teori Bandura)

Wicaksono, Luhur

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.387 KB)

Abstract

Efikasi-diri akademik merupakan keyakinan-diri dan pengharapan terhadap hasil pada tugas-tugas khusus dalam bidang akademik. Individu yang mempunyai efikasi-diri akademik tinggi lebih memungkinkan untuk berpartisipasi dan berhasil dalam tugas-tugas akademik. Efikasi-diri akademik (khususnya yang rendah) dapat ditingkatkan melalui bantuan konseling modifikasi-kognitif perilaku (MKP) dengan memanfaatkan teknik pemodelan. Teknik ini menurut Bandura merupakan bentuk induksi yang dapat meningkatkan efikasi-diri akademik. Kata Kunci: Efikasi-diri akademik, pemodelan. Abstract: Academic self-efficacy is efficacy-belief and outcome expectations about the results of the specific tasks in the academic field. Individual who have high academic self-efficacy are more likely to participate and succeed in academic tasks. Academic self-efficacy (particularly low) can be improved through the help of cognitif-behavioral modification (CBM) counseling by making use of modeling techniques. This technique is a form of induction according to Bandura can increase academic self-efficacy. Key Word: academic self-efficacy, modeling

PENDIDIKAN KARAKTER YANG TERCERMIN DALAM NOVEL PANGGIL AKU KARTINI SAJAKARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER

Wartiningsih, Agus

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 6, No 3 (2014): Oktober 2014
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.098 KB)

Abstract

Pendidikan diartikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Karakter diartikan sebagai “Cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara” (Samani dan Hariyanto, 2013: 41). “Kesehatan mental, karakter luhur atau karakter yang mulia sangat penting bagi perkembangan peradaban dan kekarakter suatu bangsa, di samping kecerdasan berpikir dan kemampuan intelektual. Nabi Muhammad Swa. diturunkan Tuhan untuk memperbaiki akhlak kaum Quraish Mekkah yang tidak beradap/jahiliyah, begitu juga Nabi Isa AS diturunkan sebagai gembala umatnya yang sesat, Sidarta Gautama, Tau Tse, rupanya Tuhan masih sayang pada manusia sehingga mengutus berbagai orang suci penuntun umat manusia pada kaumnya” (Fathurrohman, dkk., 2013:14).  Pendidikan karakter yang kita kenal mencakup 9 pilar pendidikan karakter yaitu: 1) cinta Tuhan dan alam semesta, 2) tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian, 3) kejujuran, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, kepedulian dan kerja sama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras, pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, 8) baik dan rendah hati, 9) toleransi, cinta damai, dan persatuan. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Panggil Aku Kartini Saja Abstract: Education is defined as the process of changing attitudes and behaviour  of  a person or group of people in human mature  through teaching and training. Character is defined as "a way of thinking and behaving that is typical of each individual to live and work together in the family, community, nation, and the state" (Samani and Hariyanto, 2013: 41). "Mental health,  noble character,  intelligence thought and intellectual capabilities is very important for the development of civilization and character of  a nation. Prophet Muhammad SAW  was revealed by God to edify the uncivilized/ignorant Quraysh of Mecca, as did by Prophet Isa AS is derived as a shepherd his flock astray. God also sent  Sidarta Gautama and Tau Tse to guide human being as the way  to love mankind."(Fathurrohman, et al., 2013: 14).  Character education includes nine pillars namely: 1) the love of God and the universe, 2) responsibility, discipline and independence, 3) honesty, 4) respect and courtesy, 5) compassion, care and cooperation, 6 ) confident, creative, work hard, never give up, 7) justice and leadership, 8) kind and humble, 9) tolerance, love peace, and unity.Keywords: Education, Character, Panggil Aku Kartini Saja.

KEMAMPUAN SISWA MENERAPKAN KERJA ILMIAH PADA TOPIK CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DI SMP NEGERI 14 PONTIANAK

Marlina, Reni

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 11, No 2 (2013): Edisi April 2013
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.879 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Kemampuan Siswa Menerapkan Kerja Ilmiah pada Topik Ciri-ciri Makhluk Hidup melalui Pendekatan Keterampilan Proses di Kelas VII SMP Negeri 14 Pontianak”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa menerapkan kerja ilmiah pada topik ciri-ciri makhluk hidup melalui pendekatan keterampilan proses di kelas VII SMP Negeri 14 Pontianak. Penelitian ini merupakan eksperimen semu (Quasy Eksperimen) dengan rancangan pre-test and pos-test one group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII B SMP Negeri 14 Pontianak tahun ajaran 2006/2007 yang sedang mempelajari topik ciri-ciri makhluk hidup. Objek dalam penelitian ini adalah penerapan kerja ilmiah melalui pendekatan keterampilan proses. Alat pengumpul data berupa tes kemampuan siswa yang berbentuk esai terdiri dari 10 butir soal. Soal tersebut divalidasi oleh 3 orang validator, hasilnya valid dan setelah diuji reliabilitasnya diperoleh 0,4995 tergolong sedang. Dari hasil analisis data diperoleh informasi bahwa kemampuan siswa dalam menerapkan kerja ilmiah pada topik ciri-ciri makhluk hidup melalui pendekatan keterampilan proses tergolong cukup (66,47%). Dari perhitungan uji wilcoxon diperoleh Zhitung (4.92) > Ztabel (1.64) maka dapat disimpulkan bahwa penerapan kerja ilmiah pada topik ciri-ciri makhluk hidup melalui pendekatan keterampilan proses berpengaruh terhadap kemampuan siswa di kelas VII B SMP Negeri 14 pontianak. Kata kunci: Kerja Ilmiah, Pendekatan Keterampilan Proses.

MOTIVASI TIM SEPAKBOLA

Atiq, Ahmad

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 11, No 2 (2013): Edisi April 2013
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.237 KB)

Abstract

All team members must be motivated to work as part of a group of highly motivated and compact. Scientific approach to help coaches improve teamwork menuaikan task. There are several keys to motivating a team. compactness can be developed especially through the use of a perceptual approach to motivate and by always emphasizing its important thoughts and behavior are optimistic. in general, and the threat of reprimand is not productive, but if used wisely may be beneficial. Teamwork plays an important role in the motivation tim.kekompakan can be improved by limiting their membership on the team that can meet the entry requirements will ketat.kekompakan also greater in small and homogeneous group and the group that mempuyai clear goals, especially if the achievement of goals is threatened by an opponent. Important task of the coach is to develop cohesiveness tim.dengan determine the factors that affect the cohesiveness, more positively or negatively, the coach can draw up a team of highly motivated unit unit. If its done well then small teams or large will easily earn achievements with goals in the team ingginkan.sebuah not easily handled if the coach does not have special skills and are able to provide guidance on an ongoing basis in demand means that coaches have expertise with good multi can educate and train.   Kata Kunci : Motivasi, Tim  Sepakbola

QUANTUM LEARNING DENGAN TEKNIK MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH HISTOLOGI-EMBRIOLOGI

Wahyuni, Eko Sri ( Eko Sri Wahyuni : adalah dosen Program studi Pendidikan Biologi FKIP Untan )

Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP) Vol 10, No 1 (2013): Volume 10 Nomor 1 Edisi Januari 2013
Publisher : Jurnal Visi Ilmu Pendidikan (J-VIP)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.593 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang, mengimplementasikan serta mengetahui  peningkatan hasil belajar  melalui quantum learning dengan teknik mind map. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini terdiri dari 3 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 1 kali  pertemuan, tahapan PTK yang dilakukan yaitu: perencanaan, pelaksanaan atau tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan hasil belajar (kognitif, afektif dan psikomotor) siklus I, II, III sebesar 22%, 81,25%, 96,87%, sedangkan pada ranah afektif rata-rata pada siklus I, II, III  sebesar 67,14%, 73,56%,  76,25%, sedangkan pada ranah psikomotor rata-rata siklus I, II, III adalah 63,69%, 75,71%, 78,83%. Kata Kunci : quantum learning, mind map, hasil belajar. Abstract :The aim of this research to design, to implement as well as to find out the extent to which the quantum learning with mind  map technique could improve the students’ learning achievement. This classroom action research was conducted to the sixth semester students of Biology Education Study Program of Teacher Training and Education Faculty of Pontianak Tanjungpura University. This research consisted of 3 cycles, while the procedure of classroom action research included: planning, acting, observing, and reflecting. The result of research showed the improvement of learning achievement. In cognitive domain, the proportion of successfully passing was 22% , 81.25%, 96.87% in cycle I, II, III. In affective domain, the mean value was 67.14%, 73.56%, 76.25 in cycle I, II, III. In psychomotor domain, the mean value was 63.69%, 75.71%, 78.83 in cycle  I, II, III. Keywords: quantum learning, mind map, the learning achievement