cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017" : 24 Documents clear
MANAJEMEN DAN REKAYASA LALU LINTAS PADA SIMPANG JALAN IMAM BONJOL – JALAN DAYA NASIONAL DI KOTA PONTIANAK Sarwoko, Iwan; Widodo, Slamet; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.31424

Abstract

Peningkatan perekonomian masyarakat berdampak terhadap peningkatan kebutuhan transportasi yang perlu diantisipasi dengan dengan langkah-langkah untuk mengatur keseimbangan antara penyediaan sarana dan prasarana transportasi dengan permintaannya. Ketidakseimbangan antara supply dengan demand menimbulkan permasalahan lalu lintas. Strategi jangka pendek untuk mengatasinya adalah dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas dengan memaksimalkan penggunaan ruang jalan dan persimpangan sesuai dengan kapasitasnya. Manajemen dan rekayasa lalu lintas tidak bisa dilakukan dengan hanya berdasarkan pengamatan kasat mata di lapangan karena di dalamnya terdapat beberapa variabel yang harus diteliti dan dianalisis berdasarkan data dari hasil survey lalu lintas. Penelitian ini dilakukan di persimpangan Jalan Imam Bonjol - Jalan Daya Nasional (Simpang Untan) di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukan bahwa derajat kejenuhan pada simpang tersebut sebasar 0,93 dimana sudah melebihi nilai 0,75 menunjukkan bahwa kapasitas simpang sudah mulai jenuh untuk menampung arus lalu lintas dengan kondisi pergerakan yang mulai tidak stabil. Terdapat 2 (dua) pilihan (alternatif) manajemen dan rekayasa lalu lintas yang optimal untuk diterapkan, dimana kedua alternatif ini sama-sama memberikan nilai derajat kejenuhan ≤ 0,75 yaitu larangan belok kanan bagi arus lalu lintas dari jalan minor (Alternatif-2) dengan nilai derajat kejenuhan 0,66 dan pengaturan dengan sinyal/APILL/Traffic Light pada kondisi setelah dilakukan pelebaran jalan utama dan jalan minor (Alternatif-6) dengan nilai derahat kejenuhan 0,74.    Kata kunci : kinerja simpang, derajat kejenuhan, strategi manajemen dan rekayasa lalu lintas
PENYUSUNAN DOKUMEN PEMELIHARAAN GEDUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SULTAN SYARIF MOHAMAD ALKADRIE KOTA PONTIANAK Manurung, Sondang Sylvia; Alwi, Abubakar; Mulyani, Endang
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25932

Abstract

Perkembangan Kota Pontianak yang pesat mengakibatkan peningkatan kebutuhan infrastruktur, salah satunya kebutuhan   bangunan Rumah Sakit beserta fasilitasnya. Pembentukan sistem pengoperasian dan sistem pemeliharaan yang terencana dengan baik akan menjamin tetap terjaganya kondisi fisik  bangunan sehingga bangunan tetap dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk menjaga performa kondisi fisik Rumah Sakit, diperlukan upaya pemeliharaan   yang didukung dokumen pemeliharaan. Dokumen pemeliharaan disusun secara sistematis   yang berisikan database, program pemeliharaan dan organisasi pemeliharaan.Dengan melakukan pengumpulan data melalui pengamatan langsung, kuesioner dan wawancara, maka dilakukan analisis terhadap struktur organisasi dan manajemen pemeliharaan menggunakan analisis SWOT, analisis pembobotan komponen dan elemen bangunan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dan analisis penilaian kondisi menggunakan metode Indeks Kondisi.Dari analisis  struktur organisasi dan  manajemen pemeliharaan  diperlukan  upaya untukmelengkapi database RSUD dan  melengkapi struktur organisasi pemeliharaan dan IPSRS. Dari analisis penilaian kondisi diperoleh IKS lantai satu sebesar 98,09 dan IKS lantai dua sebesar  96,72  dikategorikan  zona  1  dengan  prioritas  pemeliharaan  10  dan  kategori kerusakan ringan. Disarankan tetap dilakukan pemeliharaan dengan memprioritaskan pemeliharaan pada lantai satu karena lantai satu mempunyai bobot 68,75 % lebih besar dari bobot lantai dua 31,25%. Nilai indeks kondisi bangunan sebesar 97,66. termasuk zona 1 dengan kondisi terdapat beberapa kerusakan ringan dan termasuk  prioritas pemeliharaan 10 dengan kategori kerusakan ringan . Dengan prioritas pemeliharaan no 10 dengan nilai indeks kondisi 90 – 100, disarankan pemeliharaan rutin berdasarkan pedoman pemeliharaan RS tetap dijalankan untuk mendukung kondisi arsitektur dan utilitas untuk mendukung fungsi RSUD sebagai unit pelayanan kesehatan. Kata kunci : dokumen pemeliharaan, pembobotan elemen,  indeks kondisi
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN (LoS) DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS PADA RUAS JALAN GUSTI SITUT MAHMUD KOTA PONTIANAK Malluluang, Erman Morolu; Alwi, Abubakar; Rustamaji, R.M
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23892

Abstract

Ruas Jalan Gusti Situt Mahmud yang berada di wilayah Kota Pontianak Propinsi Kalimantan Barat adalah ruas jalan utama yang merupakan ruas jalan akses Kota Pontianak menuju kota-kota lain seperti Mempawah, Pinyuh, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Ngabang dan lain-lain. Ruas jalan ini adalah salah satu ruas jalan yang sangat padat lalu lintas dan dilintasi oleh berbagai jenis kendaraan termasuklah kendaraan berat dengan intensitas yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang kapasitas (C) dan arus lalu lintas (Q) sebagai gambaran kinerja jalan tersebut, serta analisis kecepatan yang memberikan tingkat pelayanan Jalan (Level of Service), serta meninjau dan menganalisis karakteristik lalu lintas pada ruas Jalan Gusti Situt Mahmud Kota Pontianakyang meliputi arus (Flow), kecepatan (Speed) dan kepadatan (Density).Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan dari hasil survey berupa data survey lalu lintas, data geometrik jalan, data hambatan samping dan data kecepatan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Data sekunder ini kemudian dibandingkan dengan data survey lapangan untuk kemudian dilakukan kolaborasi agar data yang digunakan menjadi lebih riil.Dari pola pergerakan lalu lintas hasil survey pada tahun 2017, terlihat arus jam puncak arah Pontianak – Jungkat terjadi pada pukul 17.00-18.00 WIB sebesar 1062 smp/jam danuntuk arahJungkat – Pontianak terjadi pada pukul 07.00 – 08.00 WIB sebesar 1179 smp/jam.Volume jam perencanaan yang didapat adalah sebesar 3097 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan didapat sebesar 0,927, kecepatan 29,823 km/jam dan waktu tempuh kendaraan ringan pada jarak 200 meter adalah sebesar 0,0067 jam atau 24,14 detik.  Untuk meningkatkan kinerja jalan dilakukan pelebaran jalan menjadi 12 meter dan derajat kejenuhan pada kondisi perbaikan lebar jalan adalah sebesar 0,603, kecepatan 38,5 km/jam dan waktu tempuh sebesar 0,0052 jam atau 18,70 detik pada jarak 200 meter.  Kata Kunci : Tingkat Pelayanan Jalan, Derajat Kejenuhan, Arus Lalu Lintas, Kapasitas
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MEMPAWAH muhtadi, ahmad; mulki, gusti zulkifli; elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.28386

Abstract

Penyediaan RTH khususnya di wilayah perkotaan harus memperhatikan fungsinya secara efektif baik dari sisi ekologis maupun sisi planologis. Posisi RTH seharusnya memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembangunan suatu wilayah, bukan hanya sebagai elemen pelengkap dalam wilayah perkotaan . Kota Mempawah sebagai salah satu ibu kota kabupaten dengan pembangunan yang terus meningkat mengakibatkan kebutuhan akan ruang semakin tinggi yang berdampak langsung pada penataan lingkungan perkotaan yang kurang baik. Saat ini hampir seluruh kota besar di Indonesia termasuk Kota Mempawah belum memiliki kawasan RTH yang memadai dari segi kuantitas maupun kualitas untuk mereduksi dan bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan juga berfungsi sebagai sarana interaksi sosial bagi masyarakat.Tujuan Penelitian adalah mengidentifikasi kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) eksisting di Kota Mempawah, menghitung kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Mempawah melalui beberapa variabel dan Memetakan lokasi potensial untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) didasarkan pada hasil analisis kebutuhan ruang dan potensi wilayah Kota Mempawah.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif,  metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu.Hasil penelitian yang didapat : Berdasarkan hasil analisis berdasarkan luasan RTH publik di Kota mempawah untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka masih dibutuhkan lahan 5.060 Ha (19,17% dari luas wilayah Kota Mempawah). Ketersedian ruang terbuka hijau di Kota Mempawah dengan Pendekatan Ruang Terbuka berdasarkan kebutuhan oksigen dengan luasan 66,611 Ha pada Kota Mempawah dengan presentase luasan 26,17%, maka RTH publik yang telah ada pada wilayah Kota Mempawah masih jauh dari persyaratan tersebut, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka masih dibutuhkan lahan  47 Ha  (19,17% dari luas wilayah Kota Mempawah). Berdasarkan hasil analisis jumlah penduduk, kebutuhan RTH Kota Mempawah didapatkan 12,98 Ha, RTH publik yang telah ada pada wilayah Kota Mempawah sudah cukup dan terdapat kelebihan luasan 7 Ha. Berdasarkan Hasil Analisis SNI , Kebutuhan RTH Kota Mempawah didapatkan 14,55 Ha serta terdapat kelebihan RTH publik dengan luasan 5 Ha.  Kata Kunci : Ruang Terbuka, Publik
KAJIAN RENCANA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI TPA SORAT KECAMATAN SAMBAS KABUPATEN SAMBAS Winardi, Gunawan; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25809

Abstract

Perkembangan pembangunan diwilayah Kabupaten Sambas dalam kebijakan pembangunanbidang persampahan adalah meningkatkan kualitas pengelolaan tempat pembuangan akhir sampah ke arah controlled Landfill untuk kota sedang dan kecil dan Sanitary Landfill untuk kota metropolitan dan besar serta tidak dioperasikannya TPA secara open dumping. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan studi dan analisa untuk menganalisa karakteristik sampah yang masuk ke TPA Sorat, menganalisa kondisi eksisting dari evaluasi TPA Sorat ditinjau dari aspek teknik operasional, kelembagaan dan pembiayaan., serta menyusun strategi pengelolaan TPA yang sesuai standar dan memberikan rekomendasi perbaikan pengelolaan TPA Sorat. Metodologi diawali dengan identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan data (data primer dan data sekunder). Data primer mencakup  penulusuran  ke  lokasi penelitian,  observasi  lapangan,  wawancara,  dan  studi dokumentasi. Untuk pengumpulan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Dilanjutkan dengan analisa yaitu: mengevaluasi kinerja pengelolaan sampah kondisi eksisting, menganalisa strategi pengelolaan sampah, serta menganalisa pembiayaan dan sumber dana untuk pengelolaan persampahan. Berdasarkan data tahun 2016 diperoleh persentase jumlah timbulan sampah yang terangkut di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sorat sebesar 44,65% (39 m3/hr), sedangkan persentase jumlah sampah yang tidak terangkut sebesar 55,346% (48,34 m3/hr). Belum maksimalnya kinerja pengangkutan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sorat dipengaruhi oleh minimnya jumlah armada dan jumlah personil yang tersedia, pola buang sampah oleh masyarakat yang belum disiplin, masih sangat minim kerjasama stakeholder dalam pengelolaan persampahan untuk mengurangi jumlah sampah (3R: reduce, reuse, dan recycle), belum dimanfaatkannya pengelolaan sampah sistem controlled landfill disebabkan mahalnya pengelolaan sampah sitem ini. Berdasarkan kajian penelitian di di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sorat berada pada Kuadran I dengan sumbu (X,Y) = 0,83 ; 1,13. Hal ini menunjukkan bahwa TPA Sorat memiliki kekuatan internal dengan daya tarik bidang kegiatan yang cukup bagus serta peluang yang cukup besar. Berdasarkan nilai potensi ekonomi dari pemanfaatan sampah organik  dan sampah  non organik pada TPA tersebut, maka sudah saatnya pemerintah Kabupaten Sambas merencanakan suatu pilot project tentang pengelolaan sampah yang baik di TPA. Kata Kunci: Persampahan, Controlled Landfill, Open Dumping, Sanitary Landfill, danPengelolaan TPA
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG KERANG (KEPAH) DAN LIMBAH KACA SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN UNTUK CAMPURAN BETON Syahrani, Deny
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23890

Abstract

Limbah cangkang kepah dan kaca selama ini merupakan jenis limbah yang sampai saat ini tidak memiliki nilai ekonomis. Potensi cangkang kepah di wilayah pesisir Kalbar yang memiliki garis pantai yang panjang (1136 km) merupakan peluang yang harus bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin. Demikian pula dengan limbah kaca di Kalbar yang sampai saat ini belum pernah didaur ulang kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Penelitian ini mencoba memanfaatkan kedua limbah tersebut agar memilik nilai dan kegunaan bagi masyarakat, yaitu dengan mengolahnya menjadi semen alternatif.Sebagaimana diketahui, cangkang kepah dan kaca memiliki senyawa yang sama dengan senyawa pembentuk semen. Cangkang kepah mengandung senyawa CaCO3 sedangkan kaca mengandung SiO2. Penelitian ini mencoba mengolah limbah cangkang kepah, limbah kaca, serta material tambahan yaitu tanah liat (clay) yang mengandung Al2O3 dengan proporsi campuran 80% : 5% : 15%. Proses pengolahan mencoba mengikuti proses pembuatan semen biasa walaupun menggunakan peralatan yang sederhana. Seluruh material harus dicampur dan dihaluskan semaksimal mungkin kemudian dibakar pada suhu 15000 C selama kurang lebih 15 jam. Hasil pembakaran berupa klinker kemudian ditumbuk dan disaring menggunakan saringan no.200. Hasilnya berupa serbuk semen alternatif yang akan digunakan untuk mensubstitusi jumlah semen untuk pembuatan benda uji beton, yaitu sebesar 0%, 10%, 20%, dan 30%. Mutu beton f’c direncanakan sebesar 25 MPa. Perancangan Job mix beton menggunakan metode ACI.     Hasil pengujian terhadap variasi campuran semen 0%,10%,20%,30% adalah; setting time untuk menentukan waktu ikat adalah 4 jam 54 menit,4 jam 20 menit,3 jam 18 menit,2 jam 36 menit, batas minimal setting time adalah 45 menit sehingga waktu ikat semua variasi semen memenuhi syarat; nilai Slump adalah 8 cm;9,3 cm;10,5 cm;dan 11,5 cm, nilai slump sesuai dengan perencanaan; daya serap air sebesar 0,534%;0,570%; 0,769%; 1,163%; berat volume beton segar sebesar 2,46 t/m3;2,366 t/m3;2,498 t/m3; 2,423 t/m3 ; f’c beton usia 3 hari sebesar 11,149 MPa;10,889 MPa; 10,678 MPa;10,117 MPa dengan angka korelasi terhadap f’c beton normal 28 hari adalah 0,396;0,387;0,38;0,360; f’c beton usia 7 hari sebesar 18,494 MPa ;17,489 MPa;16,331 MPa;16,124 MPa dengan angka korelasi adalah 0,658;0,622;0,581;0,573; f’c usia 28 hari sebesar 28,122 MPa; 26,482 MPa; 25,057 MPa; 23,291 MPa dengan angka korelasi adalah 1,00;0,942; 0,891; 0,832; nilai f’ct sebesar 5,427 MPa;4,43 MPa;4,1 MPa; 3,257 MPa; dengan angka korelasi terhadap f’c beton normal 28 hari adalah 0,193;0,158;0,146;0,081. Secara keseluruhan hasil pengujian menunjukkan hasil yang cukup baik, walaupun ada sedikit yang di bawah perencanaan, namun selisihnya relatif kecil. Untuk ke depan, dapat dilakukan penelitian lanjutan untuk meningkatkan dan memperbaiki hasil penelitian ini.Kata kunci : semen, cangkang kepah, kaca.
KAJIAN JARINGAN DRAINASE PADA KAWASAN PERMUKIMAN KOTA SANGGAU Mulyadi, Abang
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25516

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kinerja jaringan drainase pada kawasan permukiman dengan studi kasus di kota Sanggau bagian selatan. Penelitian ini meliputi pengukuran kecepatan aliran di saluran, pengukuran tinggi muka air di saluran, pengambilan sampel air, perhitungan curah hujan rencana, perhitungan intensitas hujan, perhitungan debit air limbah domestik dan kinerja jaringan drainase. Curah hujan rencana dihitung menggunakan metode Log Pearson Tipe III, intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode Mononobe, dan debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Rasional. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas saluran drainase eksisting dapat menampung curah hujan rencana dan debit air limbah rumah tangga. Wilayah penelitian ini memiliki tipe iklim A berdasarkan klasifikasi iklim Schmidt dan Ferguson. Kecepatan aliran di dekat muara saluran primer 1,90 m/detik dan kecepatan aliran di dekat muara saluran tersier adalah 2,00 m/detik. Debit aliran di dekat muara saluran primer adalah 0,002 m3/detik dan debit aliran di dekat muara saluran tersier 1 adalah 0,0001 m3/detik, saluran tersier 2 adalah 0,001 m3/detik, saluran tersier 3 adalah 0,001 m3/detik. Parameter kualitas air yang dianalisa adalah pH, DO, BOD, PO dan E.Coli Patogen. Dari empat lokasi pengambilan sampel, nilai pH berkisar antara 6,90 – 7,07, nilai DO berkisar antara 0 – 3,54 mg/l, nilai BOD berkisar antara 2,80 – 41,10 mg/l dan nilai PO berkisar antara 0,084 – 0,336. Konsentrasi total coliform masih memenuhi baku mutu air, berkisar antara 30 – 80 koloni/100ml. Nilai konsentrasi BOD dari hasil pengamatan cukup tinggi sehingga saluran drainase dianggap telah tercemar dan harus dikumpulkan untuk dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Penampang saluran primer trapesium lebar (b) = 1,50 m, kedalaman (h) = 1,50 m dan (z) = 0,60 dengan debit rencana QR = 0,002 m3/detik dan debit eksisting Q = 2,507 m3/detik. Penampang saluran sekunder trapesium lebar (b) = 0,80 m, kedalaman (h) = 1,20 m dan (z) = 0,60 dengan debit rencana QR = 0,001 m3/detik dan debit eksisting Q = 0,457 m3/detik. Penampang saluran tersier segiempat lebar (b) = 0,40 m, kedalaman (h) = 0,50 m dengan debit rencana QR = 0,001 m3/detik dan debit eksisting Q = 0,005 m3/detik. Penampang gorong-gorong diameter (Ø) = 0,80 m, panjang (p) = 6 m dengan debit rencana QR = 1,248 m3/detik dan debit kapasitas QKaps = 1,094 m3/detik. Kapasitas dimensi saluran cukup memenuhi penilaian kinerja dengan kondisi diatas 70 – 90 %. Kapasitas dimensi gorong-gorong cukup memenuhi pembebanan dengan kondisi diatas 80%. Kata kunci: drainase, permukiman, kapasitas saluran, kinerja, mutu, air limbah, kota Sanggau.
KAJIAN INFRASTRUKTUR PERDESAAN DI KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Lubis, Sudirman H; Nurhayati, -; Herawati, Henny
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.26877

Abstract

Sektor infrastruktur merupakan salah satu sektor vital untuk memacu pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah dan merupakan sektor yang menghubungkan satu daerah ke daerah yang lainya. Pembangunan prasaranajalan, jembatan dan sarana air bersih sebagaisalahsatu sub sector infrastruktur, memiliki fungsi aksesibilitas untuk membuka daerah kurang berkembang dan fungsi mobilitas untuk memacu daerah yang telah berkembang.Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji pembangunan infrastruktur perdesaan berupa jalan rabat beton, jembatan kayu dan sarana air bersih yang ada di Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Hasil penelitian menunjukkan mutu beton jalan rabat beton dengan K-158 mampu menahan beban. Jembatan kayu mampu menahan beban dengan nilai lendutan f = 0,0028 cm ≤ 0,03 cm. Kebutuhan air bersih masyarakat terpenuhi dengan jam pelayanan selama 6 jam, ditunjukkan oleh kapasitas bak penampung sebesar 48,29 m³ >jumlah kebutuhan sebesar 16,125 m³. Kata Kunci : infrastruktur, perdesaan, jalan rabat beton, jembatan, air bersih, Jelimpo
POLA PEMANFAATAN RUANG TERBUKA OLEH PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA PONTIANAK STUDI KASUS :TAMAN AKCAYA Kustaman, -; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.23898

Abstract

Ruang Terbuka merupakan bagian dari lahan terbuka dalam suatu kota yang didominasi oleh tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun dibudidayakan yang memiliki manfaat dan fungsi terhadap kelestarian alam, kesehatan, kenyamanan, kesejahteraan manusia dan keindahan lingkungan. Pedagang Kaki Lima atau PKL adalah istilah untuk menyebutkan penjaja dagangan yang melakukan kegiatan komersial di atas daerah milik jalan (DMJ) yang diperuntukkan untuk pejalan kaki. Taman Akcaya adalah sebagian Ruang Terbuka atau open public spaces yang terdapat di Kota Pontianak. Taman tersebut juga merupakan termasuk salah satu dari banyak macam tempat wisata yang ada.  Taman Akcaya merupakan salah satu tempat favorit bagi warga Kota Pontianak atau bahkan dari luar kota sekalipun untuk sekedar bersantai atau untuk kegiatan khusus lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kegiatan di Ruang Terbuka di Taman Akcaya, untuk mengidentifikasi fasilitas Ruang Terbuka di Taman Akcaya, dan merumuskan pola pemanfaatan Ruang Terbuka di Taman Akcaya.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survey deskriptif yang bersifat studi kasus. Studi kasus adalah strategi penelitian ideal yang diperlukan, jika penelitian yang dilakukan bersifat holistik dan mendalam.  Dalam studi kasus, metode yang digunakan bersifat multi metode, karena dirancang untuk menunjukkan suatu masalah secara terperinci dari sudut pandang peneliti dengan menggunakan berbagai sumber data.Dari hasil penelitian di dapat kesimpulan antara lain Taman Akcaya belum dilengkapi fasilitas lahan parkir yang dapat menampung jumlah kendaraan pengunjung taman, dan keberadaan serta aktivitas PKL ternyata tidak menggangu pengunjung taman karena adanya aturan mengenai jumlah pedagang, cara berdagang, lokasi dan penempatan berdagang oleh asosiasi pedagang kaki lima tersebut.Kata Kunci           :               Ruang terbuka, Sektor Informal dan Parkir.
EVALUASI KINERJA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN MUTU PADA KONTRAKTOR PT. BANGUN CIPTA KONTRAKTOR Simorangkir, August Patria; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i2.25742

Abstract

Kebutuhan perusahaan untuk meningkatkan mutu produk/jasa serta kepuasan pelanggan semakin besar karena terbukanya perdagangan bebas dalam era globalisasi. Oleh karena itu perusahaan berusaha memenangkan persaingan dengan meningkatkan mutu produk/jasa, sehingga dapat memberikan kepuasan pelanggan. Untuk meningkatkan mutu produk/jasa perusahaan harus menerapkan sistem manajemen mutu. ISO 9001 : 2000 merupakan salah satu standar sistem manajemen mutu yang diakui dunia internasional dan bersifat global untuk berbagai bidang usaha.Pada penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data primer, yaitu cara mengumpulkan data yang langsung berdasarkan dari responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk mengetahui kepentingan dan kepuasan  yang  mempengaruhi  kinerja  lalu  diolah  menggunakan analisis faktor dan analisis regresi.Berdasarkan analisis data,pada tahap  analisis faktor didapatkan 2  faktor baru yaitu manajemen perusahaan, QHSE, dari 2 faktor tersebut kemudian diregresikan dengan kepentingan dan kepuasan yang paling berpengaruh terhadap kinerja yaitu manajemen konsultan dengan nilai signifikansi 0.00, dan nilai R; 64.9% . Kata Kunci : Sistem, Manajemen Mutu, Kepentingan, Kepuasan, Kontraktor

Page 1 of 3 | Total Record : 24