cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017" : 21 Documents clear
KAJIAN PENATAAN KAWASAN PASAR TRADISIONAL DI TEPIAN SUNGAI MEMPAWAH Atta, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.23907

Abstract

Kawasan perdagangan dan jasa berupa pasar merupakan bagian dari kawasan perkotaan yang letaknya strategis serta mudah diakses dari mana saja. Khususnya pasar tradisional berupa rumah toko merupakan suatu hunian masyarakat yang harus memenuhi segala standar bangunan untuk hunian yang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan serta terpenuhi segala akses air minum yang bersih, tersedianya akses pembuangan air hujan dan air limbah berupa saluran drainase yang memadai, penataan bangunan yang tertata dengan rapi sehingga secara visual akan terlihat menarik karena kawasan pasar merupakan bagian wajah kota tersebut. Kawasan pasar di suatu kota akan selalu berkembang seiring dengan kebutuhan penduduk kota yang semakin bertambah. Apabila kawasan pasar disuatu kota tidak direncanakan dengan baik maka akan terjadi kepadatan bangunan sehingga menganggu aktifitas penduduk untuk melakukan kegiataan ekonomi berupa perdagangan dan jasa. Buruknya prasarana dan sarana dalam kawasan tersebut dapat memperburuk kondisi suatu kawasan sehingga tidak dapat memberikan keamanan dan kenyamanan dalam melakukan segala aktivitas perdagangan dan jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan gambaran kondisi eksisting kawasan pasar tradisional di tepian sungai Mempawah untuk menentukan arahan dan rekomendasi penataan yang baru, baik melalui renovasi bangunan yang ada atau pun pemindahan bangunan (relokasi) serta penambahan infrastruktur apa saja yang memadai dalam upaya peningkatan kualitas kawasan dengan cara pendekatan observasi digunakan untuk memberikan gambaran terhadap kondisi lingkungan kawasan yang diteliti yang bersumber dari keadaan dilokasi penelitian dan pemahaman apa yang dilihat dan pendekatan normatif digunakan untuk melakukan proses pendekatan terhadap hal-hal yang didasarkan pada suatu aturan atau pedoman ideal tertentu. Aturan tersebut dapat merupakan suatu standar yang ditetapkan oleh instansi tertentu maupun landasan hukum atau lainnya. Pendekatan ini cukup tepat digunakan dalam peraturan tentang bangunan yang berada di tepian sungai dari segi penataan serta pendekatan asumtif ini digunakan untuk melakukan proses penelusuran terhadap hal-hal (data/informasi) yang tidak ada atau bersifat abstrak sehingga suatu asumsi dari pendapat ahli untuk mendukungnya. Pendekatan ini juga bersifat perkiraaan-perkiraan yang dapat digunakan sebagai data / informasi dalam proses analisis. Hasil Penelitian menemukan bangunan-bangunan yang melanggar peraturan pemerintah berupa Garis Sempadan Sungai yaitu dibawah 3 m. Peningkatan kualitas kawasan diperlukan konsep perencanaan berupa perencanaan pembangunan infrastruktur turap, perkerasan jalan, saluran drainase dan ruang terbuka hijau. Dengan adanya konsep perencanaan ini sehingga kawasan pasar tradisional di tepian sungai Mempawah tertata dengan baik dan menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat Mempawah.Kata Kunci : Konsep, Kawasan Pasar, Tepian Sungai, Rekreasi Publik
KAJIAN PENATAAN RUANG PADA KIOS ATAU RUKO LANTAI DUA PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS PASAR MAWAR KOTA PONTIANAK) Habiburrahman, -; Nurhayati, S.T., M.T, Dr.; Widodo, M.T, Ir. Slamet; Marsudi, MT, Dr. Ir
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.24848

Abstract

Pasar tradisional mawar kota Pontianak merupakan pasar yang bernuansa modern, saat ini sedang dihadapkan dengan berbagai masalah yang salah satunya tidak berfungsinya bangunan tingkat dua pasar dimaksud.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan agar dapat berfungsi bangunan tingkat dua pasar tradisional mawar dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif dengan melakukan kuisioner pada pengguna pasar, kriteria yang ditentukan yakni aksesibilitas, keamanan, keselamatan, kesehatan, kenyaman, dan Estetika dan komponen ruang yakni bangunan pasar, kios dagang, jarak antar kios atau ruko serta sirkulasi udara. Hasil analisis yang menjadi permasalahan pada tingkat dua pasar mawar yakni keamanaan bangunan pasar, keamanan kios dagang, kebersihan bangunan pasar, kebersihan kios atau ruko tingkat dua, kebersihan gang antar kios, kondisi aromatik pada lantai dua, kondisi penghawaan pada lantai dua dan seterusnya. berdasarkan kriteria yang telah ditentukan pada penelitian ini  untuk aksesibilitas dengan skor 1354 kategori kurang baik (KB), Keamanan dengan skor 1029,5 kategori kurang baik (KB), keselamatan dengan skor 1836,5 kategori kurang baik (KB), kesehatan dengan skor 525 kategori kurang baik (KB), kenyamanan dengan skor 650,5 kategori kurang baik (KB), estetika dengan skor 655,5 kategori kurang baik (KB), penelitian ini memberikan usulan penataan ulang ruko atau los pada tingkat dua pasar mawar dengan membuang sebagian ruko dengan membuat ruang komunal pada pasar dimaksud agar dapat memberikan kenyaman, penghawaan, keamanan, serta penerangan pada lantai dua pasar mawar dimaksud. Selain itu juga pada sisi sisi bangunan lantai dua pasar pawar dilakukan usulan penataan ruang dengan menghilangkan ruko atau los dimaksud agar menjadi ruang terbuka yang dapat digunakan sebagai gerai yang dapat disewakan selain itu juga disisi-sisi tersebut di desain dengan kaca sebagai sehingga memberikan penerangan, penghawaan serta kenyamanan bagi para pelaku pasar.  Kata-kata kunci: ruko atau kios, penataan ruang, diskriftif kualitatif
KEBIJAKAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE AHP M, Mansyur; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.23878

Abstract

Kegiatan pemeliharaan jalan secara rutin sampai saat ini terus dilakukan oleh PemerintahDaerah Kota Pontianak, namun pemeliharaan jalan bukanlah pekerjaan yang mudah karena adanya keterbatasan dalam hal pendanaan yang mampu disediakan oleh Pemerintah Daerah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka diperlukan studi dan analisa untuk menentukan ruas-ruas jalan yang akan mendapat kegiatan pemeliharaan jalan bedasarkan prioritas. Variabel yang dipakai pada penelitian ini terdiri dari: (1) Level I (Tujuan) adalah menentukan urutan prioritas pemeliharaan jalan; (2) Level II (Kriteria) terdiri dari beberapa kriteria dalam menentukan prioritas pemeliharaan jalan. Kriteria tersebut adalah : Faktor Beban Kendaraan, Faktor Kebijakan, Faktor Tata Guna Lahan, dan Faktor Jenis Kerusakan Jalan, dan (3) Level III (Pengembangan dari Level II yang selanjutnya disebut Sub Kriteria). Kriteria Faktor Beban Kendaraan (A)  terdiri dari Sub Kriteria Kendaraan Ringan (A1), Sub Kriteria Kendaraan Berat (A2). Kriteria Faktor Kebijakan (B) tersiri dari Sub Kriteria Top Down /Pemerintah (B1) dan Sub Kriteria Bottom Up /Masyarakat (B2). Kriteria Faktor Tata Guna Lahan (C) terdiri dari Sub Kriteria Pemerintahan (C1), Sub Kriteria Pendidikan (C2), dan Sub Kriteria Perdagangan/Jasa (C3). Kriteria Faktor Jenis Kerusakan Jalan (D) terdiri dari Sub Kriteria Retak (D1), Sub Kriteria Amblas (D2), dan Sub Kriteria Lubang (D3). Dari hasil kuisioner yang telah dianalisa dengan menggunakan metode AHP terhadap kriteria, untuk rata-rata 10 alternatif jalan  yang dianalisa, menghasikan faktor beban kendaraan dengan bobot 0,496 (49,6%) kemudian disusul dengan faktor tata guna lahan dengan bobot0,302 (30,2%), faktor jenis kerusakan jalan dengan bobot 0,140 (14,0%), dan yang terakhir adalah faktor kebijakan yaitu dengan bobot 0,062 (6,2%). Hasil Urutan Prioritas Penanganan Pemeliharaan Jalan Kota Pontianak dengan menggunakan metode AHP adalah ruas jalan Sp. IV.S.Raya Dalam (0,453), Jl. Puri Akcaya III-Jl. Sejahterah (0,451), jalan Apel (0,439), jalan28 Oktober (0,438), jalan Harapan Jaya (0,436), jalan Parit Demang (0,435), jalan Darma Putra (0,435), jalan Cendrawasih (0,433), jalan Parit Wan Salim (0,431) dan jalan Purna Jaya (0,427). Dalam menentukan Skala prioritas penanganan pemeliharaan jalan di Kota Pontianak, selain dapat menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) juga dapat menggunakan metode lain seperti metode Bina Marga yang berdasarkan SK No.77Dirjen Bina Marga, Tahun 1990. Adapun pertimbangannya yaitu dengan Metode AHP dapatmengkombinasikan berbagai aspek dan kriteria yang dilakukan dengan pembobotan berdasarkan tingkat  kepentingan sehingga hasil urutan prioritas penanganan  jalan  yang dihasilkan lebih representatif. Kata Kunci: Pemeliharaan Jalan, Kriteria, dan AHP
PENENTUAN SKALA PRIORITAS PROGRAM PEMELIHARAAN RUAS JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN KETAPANG DENGAN MENGGUNAKAN AHP Syarkawi, -; Alwi, Abubakar; Suyono, Rudi Sugiono
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.24810

Abstract

Jaringan jalan yang berstatus Jalan Kabupaten serta menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Ketapang. Mengingat keterbatasan  kemampuan keuangan  Pemerintah Kabupaten Ketapang yang dialokasikan setiap tahunnya dalam APBD Kabupaten Ketapang, sedangkan pembiayaan untuk pengelolaan infrastruktur jalan  yang cukup besar, maka dalam hal ini para stakeholder atau pengambil keputusan dituntut untuk mampu mempertimbangkan dan memutuskan  ruas-ruas jalan mana saja yang harus mendapat prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, jangan sampai ruas-ruas jalan yang terpilih tersebut hanya mengacu kepada tingkat kerusakan maksimum saja, atau biaya konstruksi terkecil atau berdasarkan nilai stratesig kawasan saja.Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu analisis yang dapat mengintegrasikan  berbagai kriteria, sehingga menghasilkan bobot maksimum yang dapat dijadikan dasar suatu keputusan sebagai alternatif pilihan yang terbaik. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan penentuan skala prioritas ruas jalan pada program peningkatan dan pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Ketapang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan data sekunder berupa data spesifikasi jalan, jumlah penduduk dan data riwayat jalan. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif dengan menggunakan AHP.Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian menunjukkan prioritas pemeliharaan ruas jalan di Kabupaten Ketapang berdasarkan dari nilai prioritas tertinggi. 10 ruas jalan yang memiliki nilai bobot tertinggi dari perhitungan AHP yaitu ruas jalan Jenderal Sudirman memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,05960,kedua ruas jalan Kyai Tapa memiliki prioritas dengan nilai 0,05864 ketiga ruas jalan RE. Martadinata memiliki prioritas dengan nilai 0,05504,keempat ruas jalan P. Kusuma Jaya memiliki prioritas dengan nilai 0,05284, kelima ruas jalan Sei Awan Kiri – Tanjungpura memiliki prioritas dengan nilai 0,05150,keenam ruas jalan Gatot Subroto memiliki prioritas dengan nilai 0,0498,ketujuh ruas jalan Cut Nyak Dien memiliki prioritas dengan nilai 0,04857,kedelapan ruas jalan Sunan Ampel memiliki prioritas dengan nilai 0,04817,kesembilan ruas jalan Tanjungpura – Mayak memiliki prioritas dengan nilai 0,04754 dan kesepuluh ruas jalan Urip Sumoharjo memiliki prioritas dengan nilai 0,04562. Hasil prioritas pemeliharaan terhadap 32 ruas jalan disimpulkan bahwa Kriteria kondisi struktur jalan merupakan kriteria dominan dengan sub kriteria  dominan yaitu kondisi lalu lintas dan kondisi pelayanan.Kata Kunci: Jalan, Prioritas, AHP
PERENCANAAN KEBUTUHAN HUTAN KOTA DI KOTA PONTIANAK Adriansyah, Novi; Hamid, Abdul; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.24873

Abstract

Keberadaan hutan kota di wilayah perkotaan berperan penting untuk kelestarian, keserasian dan menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Hal ini dikarenakan dinamika pembangunan yang begitu pusat di perkotaan perlu diimbangi dengan keberadaan ruang terbuka hijau yang memadai untuk meredam dampak-dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar.Penelitian ini bertujuan antara lain pertama Untuk mengetahui berapa luasan ideal akan kebutuhan Hutan Kota di Kota Pontianak, kedua Untuk Mengetahui kesesuaian areal hutan Kota dengan RTRW Kota Pontianak, ketiga Untuk Memberikan usulan terhadap penempatan lokasi alternatif kawasan Hutan Kota di Kota Pontianak dan keempat Untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang menjadi kendala terhadap pengelolaan dan pembangunan Hutan KotaMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dari hasil perhitungan luas area hutan kota ideal di Kota pontianak didapat hasil dengan luasan yang diperlukan 285,792 Ha,dimana didapat bahwa Kecamatan Pontianak Barat memerlukan ± 63,366 Ha dimana lebih luas dari Kecamatan lainnya.Kata Kunci: Hutan Kota, Kota Pontianak
STRATEGI PENATAAN BANGUNAN PADA KAWASAN KUMUH DI BANTARAN PARIT NANAS DALAM RANGKA PENGEMBALIAN FUNGSI SUNGAI Putranto, Rizky
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.24733

Abstract

Munculnya kantong-kantong permukiman kumuh di kawasan perkotaan merupakan tugas berat yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Di Kota Pontianak kawasan deliniasi kawasan kumuh diatur dalam SK Walikota yang khusus mengatur untuk menyelesaikan kawasan kumuh tersebut. Sebagian besar kawasan kumuh di Kota Pontianak berada pada kawasan bantaran sungai dengan segala macam permasalahannya. Posisi bangunan rumah membelakangi sungai yang berarti berada di atas air serta jamban-jamban yang ada mengakibatkan tercemarnya sungai di daerah permukiman tersebut. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kawasan kumuh di daerah bantaran Parit Nanas dan membentuk sebuah konsep dan strategi penataan bangunan di bantaran bantaran Parit Nanas agar dapat mengembalikan fungsi sungai yang bebas dari pencemaran. Identifikasi kawasan kumuh dilakukan berdasarkan data sekunder dan kondisi langsung yang dilihat di lapangan kemudian dasar-dasar konsep penataan mengacu kepada konsep penanganan kawasan kumuh berupa strategi pencegahan dan penanganan kondisi infrastruktur yang ada pada kawasan tersebut. Dari metode tersebut akan dihasilkan pola penataan bangunan yang berada di atas air dan membelakangi sungai serta ketersediaan utilitas kawasan yang mendukung untuk mengatasi kekumuhan kawasan seperti keadaan jaringan jalan, drainase, sanitasi dan limbah, ketersediaan air bersih, persampahan, ruang terbuka pubik dan penanganan kebakaran. Konsep kawasan Terpana (Teras Parit Nanas) merupakan suatu hasil yang dibentuk dari analisis penelitian ini dimana kawasan tersebut ditata menjadi sebuah kawasan dengan orientasi baru berbentuk waterfront, wisata air serta area yang aman untuk bermain anak-anak. Dengan perubahan berdasarkan konsep yang digagaskan diharapkan akan mengubah pola hidup masyarakat sekitar bantaran sungai untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka dan perubahan perilaku-perilaku menjadi hidup bersih dan sehat. Akibat perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik terhadap sungai, maka kondisi sungai perlahan-lahan akan semakin baik dan mengurangi pencemaran pada sungai tersebut. Kata kunci : kumuh, penataan bangunan, sungai, perubahan perilaku
STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI SUNGAI DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN POTENSI KAWASAN YANG DILALUI JALUR SUNGAI MELAWI Okgarianda, Jimmi; Widodo, Slamet; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.23876

Abstract

Transportasi sungai merupakan prasarana pengangkutan dan penghubung yang sangat penting, untuk memperlancar kegiatan sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan kesehatan. Semakin meningkatnya usaha pembangunan menuntut pembangunan dan peningkatan transportasi air untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalulintas dari satu daerah ke daerah yang lain. Kabupaten Melawi dialiri oleh dua sungai besar yaitu Sungai Melawi dan Sungai Pinoh. Sungai terbesar adalah Sungai Melawi dengan panjang 471 km dan melalui sisi utara wilayah Melawi. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, penulis tertarik melakukan studi dan analisa untuk mengetahui kondisi infrastruktur transportasi sungai di daerah yang dilalui Sungai Melawi; menganalisis potensi SDA yang dapat dikembangkan di daerah yang dilalui Sungai Melawi; dan menemukan strategis pengembangan  jaringan transportasi air untuk menunjang distribusi hasil produksi pada kawasan yang dilalui Sungai Melawi. Kondisi jaringan transportasi air dikawasan yang dilalui jalur Sungai Melawi yang memiliki kawasan potensi SDA sebagai berikut : (a) Kec. Nanga Pinoh,  terdapat Dermaga Nanga Pinoh yang melayani trayek Nanga Pinoh-Nanga Kayan (antar desa dalam 1 kecamatan). Berdasarkan hasil analisis LQ matriks potensi wilayah yang dilalui jalur Sungai Melawi memiliki 6 jenis Sub Sektor potensi kawasan, diantaranya pertanian (jagung, ubi kayu dan ubi jalar), perkebunan (karet); peternakan (babi dan ayam ras), yang mana hasil produksi dapat didistribusikan melalui jalur darat maupun jalur sungai. (b) Kecamatan Ella Hilir, untuk transportasi sungai berupa jalur perlintasan trayek  arah hulu: Nanga Pinoh > Ella Hilir > Menukung. Berdasarkan hasil analisis LQ matriks potensi wilayah diantaranya pertanian (padi, jagung, dan ubi jalar), perkebunan (kelapa), dan peternakan (sapi, babi, ayam buras dan itik) yang mana hasil produksi dapat didistribusikan melalui jalur darat maupun jalur sungai. (c) Kecamatan Menukung, untuk transportasi sungai berupa jalur perlintasan trayek  arah hulu: Nanga Pinoh > Ella Hilir > Menukung. Berdasarkan hasil analisis LQ matriks potensi wilayah Kecamatan Menukung memiliki potensi urutan ke-2 setelah Kecamatan Ella Hilir, potensi pertanian (ubi kayu dan ubi jalar), perkebunan (kelapa), peternakan (sapi, babi, ayam buras dan itik), yang mana hasil produksi dapat didistribusikan melalui jalur darat maupun jalur sungai. Hasil analisis SWOT strategi pengembangan jaringan transportasi sungai dikawasan yang dilalui jalur Sungai Melawi didapatkan strategi kekuatan dan peluang (SO), diantaranya : (1) Peningkatan produksi pertanian tanaman pangan, perkebunan dan peternakan. (2) Tersedianya prasarana dan sarana transportasi air yang mendukung pemasaran hasil produksi pertanian, perkebunan dan peternakan. (3) Optimalisasi pembangunan infrastruktur trasportasi air guna memenuhi kebutuhan trasportasi antar wilayah serta menunjang pengembangan wilayah. (4) Sinkronisasi kebijakan sector trasportasi air , pengembangan wilayah dan pembangunan perekonomian. Kata Kunci: Transportasi Sungai, Sungai Melawi, Potensi Sumber Daya Alam
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR HOTEL DI JALAN GAJAHMADA PONTIANAK Judhi, Julius; Widodo, Slamet; Mulki, Gusti Zulkifli
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.26788

Abstract

Pertumbuhan hotel di Kota Pontianak yang semakin pesat tidak diikuti dengan adanya penyediaan ruang parkir hotel di Jalan Gajahmada. Adapun tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi parkir di hotel-hotel di Jalan Gajah Mada, mengidentifikasi dan menghitung jumlah dan fasilitas pelayanan parkir pada hotel-hotel yang ada di Jalan Gajahmada, dan mengetahui karakteristik performance fasilitas pelayanan parkir dan penentuan standar kebutuhan parkir di hotel berbintang yang ada di Jalan Gajahmada. Metode penelitian melalui kegiatan survey ke lapangan untuk mendapatkan data primer dan kemudian dianalisis secara statistik untuk diperoleh hitungan volume parkir, akumulasi parkir, rata-rata lama parkir, tingkat pergantian parkir, kapasitas parkir, kebutuhan penyediaan ruang parkir, dan indeks parkir. Hasil yang didapat melalui perhitungan statistik adalah akumulasi puncak mobil tertinggi di hari Selasa terjadi di Hotel Star (0,26) dan terendah di Hotel Queen (0,04) perhari. Durasi rata-rata lama parkir mobil yang paling tinggi terjadi di Hotel Star pada hari Selasa yaitu dengan jumlah 0,60 jam per-kendaraan dan rata-rata lama parkir terendah pada hari Selasa terjadi di Hotel Queen dengan waktu 0,00 jam per-kendaraan. Indeks parkir mobil tertinggi pada hari Selasa terjadi di Hotel Neo yaitu 2,43 dan pada hari Sabtu di Hotel Transera sebesar 2,07 dan indeks parkir terendah terjadi di Hotel 2000 sebesar 0,20 pada hari Selasa dan hari Sabtu di Hotel 2000 sebesar 0,10. Kapasitas parkir yang dibutuhkan paling tinggi pada Hotel Neo (3,43) di Hari Selasa dan hotel Neo (2,14) di hari Sabtu. Sedangkan kapasitas parkir terendah pada hari Selasa di Hotel Queen sebesar 0,00 dan hari Sabtu di Hotel Queen sebesar 0,00. Dari hasil perhitungan SRP yaitu jumlah petak parkir berbanding jumlah kamar, Hotel Aston (0,97), Hotel Grand Avara (0,20), Hotel Gajahmada (0,30), Hotel Star (0,34), dan Hotel 2000 (0,40) memiliki nilai koefisien paling mendekati dengan nila standar pada Pedoman Ditjen Perhubungan Darat 1998 yaitu 0,2–1. Kata kunci: Karakteristik parkir, hotel, parkir, satuan ruang parkir hotel
OPTIMALISASI CAMPURAN HRS (HOT ROLLED SHEET) TERHADAP STABILITAS DAN DURABILITAS YANG MENGGUNAKAN TAILING SEBAGAI FILLER Katharina, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.26122

Abstract

Abstrak Tailing merupakan limbah yang dihasilkan dari proses pencucian bijih bauksit. Komposisi utama tailing hasil penambangan bauksit antara lain kuarsa dan lempung silika. Berdasarkan literatur, pengunaan silika dalam campuran beraspal dapat mengurangi penggunaan kadar aspal sehingga dapat lebih meningkatkan potensi stabilitas dan durabilitas Marshall pada campuran. Potensi penurunan fungsi lingkungan yang dapat terjadi adalah masuknya tailing sebagai hasil limbah produk pertambangan ke dalam lingkungan. Sehingga pemanfaatan kembali tailing sejalan dengan prinsip tiga R (Reduce, Reuse dan Recycle) akan mengurangi volume tailing sehingga beban kerusakan lingkungan akan berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan filler tailing bauksit terhadap karakteristik campuran HRS-WC (Hot Rolled Sheet-Wearing Course) meliputi nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow , MQ dan IKS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental murni. Pengujian berskala laboratorium dilakukan pada campuran HRS dengan 7 variasi kadar aspal (6 %, 6.5 %, 7 %, 7.5 %, 8 %, 8.5 % dan 9 %) serta variasi 5 kadar filler (9/0 %, 6/3 %, 4/5 %, 2/7 % dan 0/9 %) untuk mendapatkan kadar aspal optimum dan kadar filler optimum. Setelah diperoleh kadar aspal optimum dan kadar filler optimum untuk campuran HRS, dibuatkan 6 benda uji pada kondisi optimum. Dengan rincian 3 benda uji untuk Marshall standar dan 3 benda uji Marshall Immersion. Dari hasil iterasi persamaan yang dihasilkan pada analisis regresi dan korelasi dengan metode perhitungan Generalized Newton’s didapatkan kadar aspal optimum 6,336 % terhadap berat total agregat dan kadar filler tailing optimum sebesar 4,987 % terhadap berat aspal. Dengan kadar aspal dan kadar filler tailing optimum tersebut menghasilkan nilai karakteristik campuran HRS sebagai berikut : VIM sebesar 3,951 %, VMA sebesar 18.691 %, stabilitas sebesar 2257.200 kg, flow sebesar 2.967 mm dan MQ sebesar 777.548 kg/mm, serta nilai IKS sebesar 98.551 %. Dimana nilai-nilai tersebut memenuhi spesifikasi Bina Marga untuk campuran HRS. Dari hasil penelitian menunjukkan dengan menggunakan filler tailing pada campuran HRS dapat meningkatkan potensi durabilitas campuran Kata Kunci : Tailing Bauksit, HRS, Stabilitas dan Durabilitas
EVALUASI JARINGAN JALAN UNTUK MENUNJANG KAWASAN STRATEGIS DI KOTA SINGKAWANG Hamdi, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.216 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v17i1.23868

Abstract

Kota Singkawang memiliki potensi dan daya saing yang cukup tinggi untuk berkembang di kawasan Utara Provinsi Kalimantan Barat sebagai Sentra Perdagangan (bisnis), Industri, Jasa, Pendidikan, dan Pariwisata bagi Kabupaten sekitarnya. Jaringan Jalan salah satu prsarana subsektor perhubungan yang merupakan suatu sistem transportasi yang mempunyai peran penting dalam mendukung ekonomi, sosial budaya, lingkungan, politik, dan pertahanan. Sejak terbentuknya Pemerintah Kota Singkawang berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 2001 hingga pada saat ini belum pernah dilakukan evaluasi terhadap kinerja jaringan jalan. Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan pembangunan perlu dilakukan evaluasi jaringan jalan untuk kelancaran arus lalu lintas angkutan darat guna  mendukung pergerakan transportasi ke kawasan-kawasan strategis di Kota Singkawang. Hal tersebut untuk memberikan solusi kepada Pemerintah Kota Singkawang dalam melaksanakan pembangunan berdasarkan skala prioritas sehingga dapat memberikan solusi penanganan terhadap permasalahan yang ada sekarang maupun dimasa yang akan datang.Kata-kata kunci: kawasan strategis, jaringan jalan, prioritas

Page 1 of 3 | Total Record : 21