cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015" : 14 Documents clear
PENYUSUNAN DATABASE BANGUNAN GEDUNG DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SEKADAU Gabriel, Paulus
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Kegiatan identifikasi dan inventarisasi dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang akurat, lengkap, dan mutakhir mengenai kekayaan daerah yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah daerah dengan tujuan mengetahui jumlah dan nilai kekayaan daerah yang dimilikinya, baik yang saat ini dikuasai maupun yang masih berupa potensi yang belum dikuasai atau dimanfaatkan. Pada Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Bangunan Gedung pasal 180 disebutkan bahwa: “Pemerintah Daerah mengembangkan sistem informasi dan data penyelenggaraan bangunan gedung dan bangun-bangunan dalam suatu sistem database dan sistem informasi yang efektif, transparan, dan akuntabel”. Atas dasar tersebut maka Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau harus segera melakukan pendataan bangunan gedung, terutama bangunan gedung di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau yang berada di pusat Pemerintahan yaitu di Kecamatan Sekadau Hilir untuk kemudian mengemas data tersebut dalam suatu sistem penyimpanan database yang mudah diakses. Penyimpanan data Bangunan Gedung di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau yang ada saat ini masih berupa pengarsipan dokumen secara konvensional dalam arti masih berbentuk arsip kertas (non digital) yang sangat memerlukan ruang dan pewadahan yang besar sehingga proses pencarian pun memerlukan waktu dan rumit. Di era teknologi digital dan telekomunikasi seperti saat ini diwajibkan bagi Pemerintah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi setiap permasalahan inventarisasi data adalah dengan cara membuat sebuah aplikasi Database, yang dapat memuat data-data digital yang dibutuhkan tentang bangunan gedung di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau. Kata kunci: Sistem Informasi, bangunan gedung, inventarisasi data, database, teknologi digital, efisiensi
KAJIAN RENCANA OPERASI & PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH RAWA (STUDI KASUS DAERAH RAWA RASAU JAYA) Ariadiningrat, Yahya
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) serta pengelolaan air yang baik, sesuai dengan kondisi fisik lahan merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pertanian di Daerah Rawa (DR) pasang surut. Tanpa infrastruktur yang baik dan O&P yang memadai, khususnya yang mengatur aliran air, lahan pertanian pasang surut akan mengalami penurunan produktifitas. Penurunan produktifitas akan membuat lahan tidak lagi menarik jika digunakan untuk persawahan. Apabila perubahan ini berlangsung terus, maka ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian akan terancam. Pencegahan perubahan penggunaan lahan yang lebih jauh, perlu dikaji dengan cermat berbagai penyebabnya, diantaranya adalah bagaimana pelaksanaan pengelolaan operasi dan pemeliharaannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer (pengamatan /observasi, wawancara dengan petani, pengukuran penampang melintang sungai, pengukuran debit aliran)  di lokasi studi, dan analisis data sekunder (klimatologi/iklim, hujan, pasang surut), melalui data tersebut diharapkan akan memberikan gambaran pelaksanaan operasi dan pemeliharaan diantaranya pengoperasian tata air pada sistim jaringan reklamasi rawa pasang urut dan pola tanam di musim hujan dan kering di Daerah Rawa (DR) Rasau Jaya khususnya di Desa Bintang Mas 2 Rasau Jaya IV.Pengamatan langsung di lokasi penelitian dan hasil analisis  menunjukkan bahwa waktu permulaan tanam padi adalah pada bulan Oktober, memiliki kebutuhan air tanaman paling sedikit (2,96 mm/hari) dan dilanjutkan dengan palawija atau sayur–sayuran pada bulan Febuari, memiliki kebutuhan air tanaman paling tinggi (10,65 mm/hari), pola tanam padi-palawija-palawija, sesuai dengan hidrotopografi tipe B. Operasi pengaturan air dilakukan dengan pengaturan untuk satu blok tersier. Pengaturan air pada tingkat yang lebih rendah dapat dilakukan dengan tata air mikro, pengaturan air ditentukan oleh tinggi muka air/level di lahan, saluran tersier, saluran sekunder dan saluran primer, jika dibutuhkan penggenangan lahan, maka pintu ditutup /dikendalikan sehingga didapatkan tinggi muka air/level yang dibutuhkan tanaman (padi + 15 cm), palawija – 30 cm), tanaman keras (- 50 cm). Pada saat dibutuhkan pengeringan lahan, misal saat panen, pintu dibuka penuh untuk mengendalikan drainase lahan. Kata kunci : operasi dan pemeliharaan, ketahanan pangan, tata air, pola tanam
ANALISIS PENANGANAN PEMELIHARAAN JALAN BERDASARKAN KONDISI KERUSAKAN JALAN Sutarno, -; Widodo, Slamet; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Evaluasi jalan merupakan tahap awal untuk memberikan informasi data guna mengambil suatu keputusan terhadap tindakan perbaikan dan pemeliharaan jalan.Seperti yang dilakukan pada Jalan Kebangkitan Nasional yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara dengan status jalan sebagai jalan Kolektor.Titik lokasi studi mulai dari STA 3+850 s.d. STA 6+550 dengan total panjang jalan 2,7 km. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi jenis dan tingkat kerusakan, evaluasi kondisi jalan serta tindakan yang dilakukan untuk perbaikan jalan. Adapun metode yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan dengan menggunakan metode PCI (pavement Condition Index), sedangkan tindakan perbaikan penanganan jalan dengan mengacu pada peraturan Bina Marga 2003. Jenis kerusakan didominasi kerusakan butiran lepas sebesar 98,05% dari luasan total jalan dan tingkat kerusakan berat. Setelah dianalisa dengan menggunakan metode PCI menunjukkan bahwa nilai kondisi permukaan jalan Kebangkitan Nasional adalah 30,44 dalam kondisi buruk dan tindakan yang direkomendasikan adalah rekonstruksi. Rekonstruksi yang dipilih adalah dengan menggunakan Perkerasan kaku sebagai pelapisan tambahan. Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Bina Marga 2003 maka tebal plat beton yang digunakan adalah 20 Cm dengan mutu beton K300 diatas CBR segmen  27,27%.Kata Kunci : Jenis kerusakan, tingkat kerusakan, Nilai PCI
Prarancangan Infrastruktur Industri Biodiesel Dari Palm Sludge Oil Kapasitas 600.000 Ton/Tahun Dengan Proses Transesterifikasi Methanol-Potassium Methylate-Toluena Julianto, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Pembangunan infrastruktur industri biodiesel merupakan suatu kegiatan yang amat penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Biodiesel menjadi pengganti bahan bakar minyak Solar yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan kuantitas dan menjadi habis karena naiknya permintaan. Salah satu sumber bahan baku biodiesel adalah palm sludge oil atau minyak kotor dari kolam limbah pabrik kelapa sawit. Palm Sludge Oil sampai sekarang masih belum dimanfaatkan secara maksimal karena mudah beku pada suhu 25oC dan kadar asam lemak bebas melebihi 80%. Kalimantan Barat pada tahun 2016 menghasilkan Crude Palm Oil sebesar 12,3 juta ton dengan luas lahan 4,51 juta hektar dengan tanaman menghasilkan 11,6 juta ton tandan buah segar terdiri dari 13 Kabupaten/kota, 411 unit perusahaan perkebunan, 64 unit Pabrik Minyak Kelapa Sawit kapasitas produksi 2.557 ton tandan buah segar/jam. Jika di Kalimantan Barat dibangun Pabrik Biodiesel, diasumsikan 15% Crude Palm Oil dari 1.039.600 ton/bulan terbuang di kolam limbah sebagai Palm Sludge Oil dikonversi menjadi Biodiesel 20 (B20) sebesar 280.692 ton setara 318.968 kiloliter. Palm Sludge Oil yang berasal dari kolam limbah pabrik kelapa sawit mengandung asam lemak bebas yang tinggi sekitar 80% dapat dikonversi menjadi biodiesel atau Fatty Acid Methyl  Ester dengan proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang awal (outline business case) infrastruktur industri biodiesel berupa Front End Engineering Desain berdasarkan data kondisi operasional hasil Laboratorium sintesis biodiesel dari palm sludge oil dengan proses transesterifikasi methanol-potassium methylate-toluena. Kondisi proses pembuatan Biodiesel Transesterifikasi pada 65oC, 120 menit, 300 rpm, 1 atm  dengan komposisi palm sludge oil=2.394,0 mL, CH3KO=104,1 mL dan menghasilkan Biodiesel 100/B100=2.500 mL. Uji mutu palm sludge oil (SNI 01-2901-2006 CPO) dan uji mutu produk biodiesel (SNI 7182-2015 Biodiesel) sesuai persyaratan mutu parameter SNI, dan investasi pembangunan infrastruktur industri biodiesel dari palm sludge oil kapasitas 600.000 ton/tahun adalah layak, menguntungkan dan resiko rendah dengan hasil analisa kelayakan bisnis sebagai berikut : umur pabrik 25 tahun; modal investasi Rp 500.000.000.000,00; biaya produksi Rp 200.000.000.000,00/bulan; hasil penjualan produk Rp 1.592.529.400.000,00/bulan; keuntungan bersih Rp 1.092.210.300.000,00/bulan; nilai return cost ratio (R/C>1) sebesar 3,2 berarti proyek bernilai ekonomis; nilai benefit cost ratio (B/C>1) sebesar 2,2 berarti investasi menguntungkan; nilai pay back period sebesar (PBP<10 year) sebesar 2,4 tahun berarti pengembalian modal investasi cepat; nilai break event point produksi Rp 4.019,00/L (riil Rp 2.653,00/L); nilai break event point harga Rp 5.860,00/L (riil Rp 5.671,00/L dan riil regulasi pemerintah Rp 8.941,00/L). Kata kunci :pra rancangan infrastruktur industri biodiesel, palm sludge oil, biodiesel, standar mutu, kelayakan bisnis
KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN TUMBUH SEBAGAI PUSAT KEGIATAN WILAYAH DI KOTA BENGKAYANG DAN SEKITARNYA Erwin, Paternus
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Konsep Pengembangan kawasan tumbuh dapat dijelaskan dengan menggambarkan keadaan fisik, seperti kondisi alam, topografi, social dan budaya seperti Demografi/penyebaran penduduk dan pemerataan ekonomi seperti terbangunnya pusat kegiatan komersial/perdagangan, pergudangan. Keseluruhan input tersebut dapat menghasilkan Konsep Pengembangan kawasan kota tumbuh sebagai pusat kegiatan wilayah di Kota Bengkayang dan sekitarnya. Kota Bengkayang dengan fungsinya sebagai pusat perdagangan local terdiri atas beberapa fungsi turunan, antara lain : Jasa Keuangan, Distribusi barang, simpul transportasi dan jasa pemerintahan yang memerlukan konsep pengembangan kawasan Kota tumbuh sebagai pusat kegiatan wilayah di Kota Bengkayang yang memerlukan rencana detail tata ruang. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan) serta teknik analisis menggunakan analisis fungsi dan analisis AHP. Hasil penelitian diperoleh bahwa arahan peran yang dikembangkan di atas dan juga melihat daya dukung lingkungan maka arahan pengembangan fungsi kawasan di kawasan perkotaan Bengkayang diarahkan memiliki fungsi lindung dan fungsi budidaya, sebagai kota penyangga beranda depan perbatasan, kawasan segitiga emas singbebas, pendorong perekonomian wilayah belakang, pengembangan pariwisata dan pengembangan pusat pendidikan. Prioritas kegiatan Penyusunan Konsep Pengembangan Kawasan Kota Tumbuh sebagai Pusat Kegiatan Wilayah di Kota Bengkayang  di Kabupaten Bengkayang diperoleh urutan yaitu Blok E memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,251840. Blok D memiliki prioritas kedua dengan nilai 0,245553. Blok A memiliki prioritas ketiga dengan nilai 0,184337. Blok B memiliki prioritas keempat dengan nilai 0,151937. Blok C memiliki prioritas kelima dengan nilai 0,082733. Kata Kunci:Kawasan Tumbuh, Wilayah Dan Pusat Kegiatan
KAJIAN SISTEM PELAYANAN AIR BERSIH PDAM (STUDI KASUS DI PDAM ELLA HILIR KABUPATEN MELAWI) Kamrul, Ahmad Taufik
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Perusahaan daerah air minum (PDAM) Kecamatan Ella Hilir merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Peningkatan jumlah penduduk berdampak pada bertambahnya kebutuhan akan air bersih, sehingga mendorong pemerintah untuk mencari sumber-sumber air bersih yang ada dengan pemanfaatan serta pengelolaan sumber-sumber air yang telah ada.PDAM Kecamatan Ella Hilir dihadapkan pada sejumlah permasalahan yang berhubungan dengan tingkat kepuasan pelanggan PDAM. Hal ini terlihat dari keluhan-keluhan masyarakat atau pelanggan tentang semakin sulit mendapatkan air bersih. Pasokan air tidak dalam 24 jam sehingga aliran air berlangsung secara tidak kontinyu (tidak dapat mengalir penuh sepanjang hari atau  24 jam) dan jam-jam pengaliran air sering tidak menentu sehingga sangat merugikan pelanggan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka perlu dilakukan kajian tentang sistem pelayanan air bersih PDAM, khususnya di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan gambarandan meninjau langsung ke lokasi yang akan dijadikan objek penelitian yaitu masyarakat yang menjadi pelanggan PDAM Kecamatan Ella Hilir. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan kepada pelanggan PDAM di Kecamatan Ella Hilir dan data sekunder berupa data operasional dari PDAM Kecamatan Ella Hilir. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif denga menggunakan uji statistik. Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian bahwa tingkat kepuasan pelayanan terhadap pelayanan jaringan PDAM di Kecamatan Ella Hilir untuk jaringan pelayanan, variabel kuantitas air bersih menjadi prioritas masyarakat dalam hubungannya dengan pelayanan jaringan air bersih, hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata variabel pemenuhan kebutuhan air bersih sebesar 3,09 satuan. Variabel yang perlu mendapat perhatian dan perbaikan dari PDAM Kecamatan Ella Hilir adalah mengenai debit kebutuhan air bersih. Hal tersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata debit kebutuhan air bersih sebesar 2,49 satuan. Langkah-langkah peningkatan kapasitas air bersih sebaiknya dilakukan secara bertahap dan sistematis agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yaitu : mempermudah monitoring maka pada pengembangan perencanaan  masa datang haruslah memperhatikan zona/blok pelayanan kebutuhan air, dengan menambah jumlah boster pada setiap blok pelayanan dilengkapi dengan reservoar distribusi, pola pengembangan yang direncanakan kedepan haruslah berorientasi terhadap kebutuhan yang ada. Berdasarkan atas pola pengembangan perkotaan dan pola perkembangan penduduk dan dilakukan peningkatan terhadap Jaringan air bersih di Kecamatan Ella Hilir yang dilakukan meliputi kuantitas/ketersediaan air PDAM. Kinerja pelayanan jaringan air bersih yang dilakukan oleh PDAM tergantung dari besar tekanan air yang ada di boster. Kata Kunci : Evaluasi Pelayanan, Kepuasan Pelanggan dan Air Bersih PDAM
KAJIAN KEBUTUHAN JALAN LINGKAR LUAR PERKOTAAN PONTIANAK TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN PERKOTAAN PONTIANAK DAN SEKITARNYA Wijayanti, Maria
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Kota Pontianak dan sekitarnya berkembang menjadi kawasan perkotaan metropolitan diikuti dengan perkembangan kegiatan transportasi wilayah yang menghubungkan simpul strategis perkotaan dengan simpul-simpul produksi sumber daya alam, simpul jasa dan distribusi terhadap sektor industri serta perdagangan. Kegiatan transportasi tersebut melalui jaringan jalan yang pergerakannya masih mengarah pada Kota Pontianak sebagai Kota Inti sehingga diperlukan jalan lingkar sebagai upaya pelayanan lalu lintas eksternal-internal. Jalan lingkar pada prinsipnya merupakan usaha untuk mengalihkan pergerakan lalu lintas agar kemacetan yang timbul karena pembebanan yang terlalu banyak pada jalan yang mengarah ke pusat kota dapat dihindari. Tujuan penelitian ini adalah untuk memilih trase jalan lingkar luar Kota Pontianak. Metode pemilihan trase yang akan digunakan adalah Analisis Multi Kriteria (AMK). Alternatif trase jalan lingkar luar ada 3 (tiga) dengan panjang trase masing-masing alternatif adalah yaitu alternatif 1 sepanjang 71,22 Km, alternatif 2 sepanjang 60,42 Km, alternatif 3 sepanjang 63,97 Km. Ada 4 kriteria pemilihan trase jalan lingkar luar Kota Pontianak; yatu kriteria teknis, kriteria ekonomi, kriteria sosial, kriteria tata ruang dan lingkungan. Trase jalan lingkar Kota Pontianak yang terpilih adalah Alternatif 2 (dua) karena memiliki nilai Analisis Multi Kriteria tertinggi (78,27%) dibandingkan dengan dua alternatif trase lainnya.
Kajian Ketentuan Pembuatan Pedoman Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung Widianto, Bambang; Alwi, Abubakar; Rustamaji, RM
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Umumnya di Indonesia, dalam perencanaan teknis, direncanakan Umur Rencana Bangunan Gedung adalah 50 tahun. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45 Tahun 2007 yang berbunyi: “Untuk bangunan gedung negara (termasuk bangunan rumah negara) umur bangunan diperhitungkan 50 tahun”. Kemudian yang menjadi persoalan adalah, apakah bangunan gedung yang dibangun itu dapat mencapai umur rencana tanpa tindakan apapun terhadapnya? Tentunya tidak, bangunan gedung tersebut butuh pemeliharaan dan perawatan agar dapat ditempati dengan aman dan nyaman.Melalui UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, telah diamanatkan kepada pemilik dan/atau pengguna bangunan gedung akan kewajiban melengkapi pedoman/petunjuk pelaksanaan pemanfaatan dan pemeliharaan bangunan gedung atas bangunan gedung yang dimiliki atau ditempatinya. Ketentuan ini kemudian diatur lagi melalui Lampiran III Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010, bahwa pada saat setelah ditanda tanganinya berita acara penyerahan awal, maka kepada Penyedia Jasa disamping menyerahkan As Built Drawing juga diwajibkan menyerahkan Pedoman Pengoperasian, Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung (P4BG) kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK/Pimpro). Namun ternyata ketentuan ini bisa dibilang tidak berjalan, walaupun sudah secara tegas diatur melalui peraturan perundang-undangan ternyata penyediaan P4BG dalam sebuah Bangunan Gedung sangat jarang kita temui. Dan melalui penelitian ini penulis mencoba meneliti penyebab-penyebab ketidak patuhan Penyedia Jasa dalam hal ini adalah Konsultan Perencana, Kontraktor Pelaksana dan Konsultan Pengawas untuk menyiapkan P4BG bagi Bangunan Gedung yang mereka terlibat didalamnya. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan penelitian ex post facto dengan metode pengumpulan data primer melalui metode survei. Selanjutnya penelitian akan menyelidiki apakah ada pengaruh yang terjadi antara keadaan Penyedia Jasa terhadap ketersediaan P4BG pada sebuah bangunan gedung. Kata kunci: bangunan gedung, umur rencana bangunan gedung, pedoman pengoperasian, pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung
ANALISA RESIKO DAN MITIGASI PADA KONSTRUKSI JALAN DI LAHAN GAMBUT Nugraha, Nosa; Widodo, Slamet; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Permasalahan  dalam  pelaksanakan  proyek  adalah  tidak  teridentifikasi  dan  tertanganinya faktor-faktor risiko sehingga mengakibatkan  kendala dalam pencapaian tujuan proyek yaitu waktu (time), biaya (cost) dan kualitas (quality). Pembangunan  jalan di atas tanah gambut akan menghadapi  beberapa masalah geoteknik, salah satunya masalah stabilitas timbunan, penurunan  timbunan  yang cukup besar dan kekuatan  daya dukung dalam menahan  beban yang terjadi  di atasnya.  Keadaan  tanah  dasar  demikian  bila tidak  ditangani  dengan  baik akan mempengaruhi  kondisi badan jalan diatasnya dan akan mempercepat  kerusakan jalan. Berdasarkan hasil analisa risiko dari 6 lokasi yang disurvei pekerjaan pembangunan/peningkatan jalan di lahan gambut yang paling berisiko adalah proyek Pembangunan  Jalan Rasau Jaya  – Sungai  Bulan  (Tahun  Jamak)  yang mana  dianggarkan sebesar Rp. 14.839.400.000,00,  risiko biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan tanah + 30% dari   total   pelaksanaan    pekerjaan.    Jenis   tanah   dasar   menentukan    mahal   tidaknya pembangunan jalan. Kekuatan tanah tersebut menentukan tebal tipisnya lapisan perkerasan. Semakin tebal lapisan perkerasan akan semakin baik untuk meningkatkan  kekuatan tanah, namun juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Untuk itu, diperlukan perencanaan yang baik,  dalam  menentukan  tebal  perkerasan  yang  sesuai  dengan  kondisi  tanah  agar  tidak boros  biaya,  tetapi  tetap  memperhatikan   kualitas  jalan.  Tindakan  mitigasi  dari  risiko dominan   yang   sering   terjadi   yaitu   risiko   biaya   untuk   penyelidikan   tanah   strategi penangannya   dengan   memasukkan   biaya   penyelidikan   tanah   dalam   biaya   konsultan perencanaan   pembangunan   jalan.  Jika  perencanaan   yang  telah  dirancang  tidak  akurat sebaiknya pelaksanaan pekerjaan dihindari. Secara keseluruhan tindakan mitigasi yang dilakukan  adalah  dengan  menghindari  risiko (risk avoidance)  yang terjadi  yaitu meliputi perubahan   rencana   manajemen   proyek  untuk  mengurangi   ancaman   –  ancaman   yang diakibatkan  oleh risiko – risiko yang buruk, untuk mengasingkan  tujuan awal proyek dari dampak risiko. Kata Kunci: Tanah Gambut, Risiko, Mitigasi
KAJIAN NILAI LENDUTAN PADA JEMBATAN RANGKA BAJA (STUDY KASUS JEMBATAN RANGKA BAJA BIKA KABUPATEN KAPUAS HULU) Murwanto, Yohanes; Priadi, Eka
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Jembatan  Bika merupakan salah satu Jembatan Rangka Baja yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Berlokasi di jalan kabupaten pada ruas Kedamin – Nanga Manday. Semenjak dibangun tahun 2014 Jembatan Bika belum pernah dilakukan penilaian kondisi.  Sesuai dengan Bridge Management System (BMS) jembatan seharusnya dilakukan penilaian kondisi minimal 1 tahun sekali. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengkaji lendutan yang terjadi akibat beban uji dan pemeriksaan untuk menilai kondisi jembatan bika serta tindakan penanganan yang diperlukan. Penelitian menggunakan metode diskriptif yang menggambarkan kondisi yang ada pada Jembatan Bika.  Penilaian kondisi jembatan menggunakan prosedur  pemeriksaan inventarisasi, detil dan khusus. Pemeriksaan Inventarisasi dan Detail mengacu pada standar BMS yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum Republik Indonesia Tahun 1993.  Sedangkan Pemeriksaan khusus dilakukan dengan uji statik yaitu membandingkan lendutan yang terjadi akibat beban uji dengan batas ijin lendutan sesuai RSNI T-03-2005 tentang Standar Perencanaan Struktur Baja Untuk Jembatan. Adapun hasil uji statik mengunakan beban uji 40% dari beban rencana menunjukan lendutan maksimum sebesar 25 mm terjadi pada pembebanan 8 (delapan) Dump Truck yang terjadi pada tengah bentang. Lendutan tersebut masih lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Sedangkan dari pemodelan struktur menggunakan SAP2000 ver.15 menunjukkan apabila diberikan beban uji 40% rencana terjadi lendutan maksimum 25,35  mm lebih kecil dari lendutan ijin (l/800) sebesar 75 mm. Nilai lendutan dari tahap-tahap pemberian beban uji maupun pengurangan beban uji diperoleh persamaan liner lendutan aktual/lapangan y=0,2693x+0,5682 sehingga dapat diperkirakan nilai lendutan lapangan pada kondisi pembebanan 100% sebesar 67,419 mm < dari lendutan ijin 75 mm, kategori jembatan aman.  Bila dibandingkan dengan persamaan linier lendutan dari analisis output pemodelan jembatan menggunakan SAP2000 diperoleh persamaan linier lendutan y=0,2714x + 0,7365 dengan nilai lendutan pada beban 100% sebesar 68,109 (lebih kecil dari lendutan ijin 75mm). Berdasarkan pemeriksaan inventarisasi pada bangunan atas mempunyai nilai kondisi (NK) 1 sedangkan bangunan bawah mempunyai NK 3. Berdasarkan pemeriksaan detail Jembatan Bika secara keseluruhan mempunyai NK 1 yang berarti kerusakan ringan. Namun pada  elemen level 3 bangunan pengaman mempunyai  NK 3, Rangka mempunyai NK 2, Sistem Lantai bernilai NK 2, landasan/perletakan NK 2 dan perlengkapan NK 5. Dari kondisi penilaian inventarisasi dan detail maka Jembatan Bika perlu dilakukan pemeliharaan berkala pada elemen NK 2 dan rehab pada elemen NK 3 Kata kunci: lendutan, jembatan, pemeriksaan

Page 1 of 2 | Total Record : 14