cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014" : 15 Documents clear
TRANSPORTASI SUNGAI DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN POTENSI WILAYAH KAWASAN STRATEGIS DI KABUPATEN SINTANG Rahmad, Aef Subanjiriadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Abstrak Secara geografis kondisi daerah di kabupaten sintang dikelilingi oleh sungai. Oleh karena itu ketersediaan sarana dan prasarana transportasi sungai  di kabupaten sintang  masih sangat dibutuhkan untuk mengangkut berbagai potensi sumberdaya alam yang ada di wilayah kabupaten sintang selain menggunakan transportasi darat. Penggunaan moda angkutan sungai tersebut dirasakan cukup ideal dalam mendukung peningkatan aksesibilitas kawasan-kawasan di kabupaten sintang sehingga masih dibutuhkan bagi pengembangan potensi wilayah di kabupaten sintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor potensial di wilayah kabupaten sintang yang dapat diarahkan dan diangkut menggunakan transportasi sungai dan untuk mengetahui pengaruh transportasi sungai terhadap potensi wilayah di kabupaten sintang (wilayah kawasan strategis kabupaten sintang dan wilayah kecamatan lainnya) yang masih menggunakan jalur  transportasi sungai sebagai prasarana angkutan.Untuk mengetahui sektor potensial yang ada di kabupaten sintang digunakan metode analisa Location Quotient yang mana metode tersebut menggunakan data PDRB Kabupaten  Sintang yang dibandingkan dengan PDRB Kalimantan Barat selama 6 tahun dari tahun 2007-2012. Hasilnya terdapat tiga sektor yang memiliki keunggulan komparatif(nilai LQ>1), yang merupakan sektor basis atau sektor unggulan (leading sector) yaitu: sektor Pertanian, Pertambangan dan Penggalian serta sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran. Sedangkan untuk mengetahui pengaruh transportasi sungai terhadap potensi wilayah  di kabupaten  sintang  (wilayah kawasan strategis kabupaten sintang dan wilayah kecamatan lainnya) menggunakan data hasil rekapitulasi laporan kepadatan lalu lintas kapal, penumpang dan barang   yang  di dapat dari Dermaga Sei. Durian Sintang  selama 7 tahun dari  tahun 2007-2013. Kemudian data tersebut dianalisa dengan menggunakan analisa regresi berganda menggunakan program software komputer SPSS. Hasil analisis  ternyata terdapat pengaruh yang berarti atau signifikanberkorelasi antara jumlah kapal yang keluar dari dermaga sintang terhadap jumlah potensi angkutan sungai yang di bawa ke kawasan strategis   di kabupaten sintang yaitu angkutan bahan bangunan dan 9 bahan pokok sedangkan jumlah kapal yang masuk  di dermaga sintang dengan membawa potensi angkutan perkebunan karet hasilnya tidak signifikan, namun tetap berkorelasi. Kata-kata kunci:Transportasi Sungai, Pengembangan Potensi, Kawasan Strategis Kabupaten
PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN TEMPAT PEMAKAMAN UMUM (TPU) MUSLIM DI KOTA PONTIANAK Indriana, Dewi Ria
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Masyarakat sebagai bagian dari sebuah kota harus menyadari bahwa suatu saat mereka akan meninggal dunia dan perlu sedini mungkin memikirkan rencana tempat pemakaman baginyawalaupun ukuran petak makam dan kijing tidak mengikuti standar aturan-aturan penataan TPU. Hal ini disebabkan buruknya pengelolaan/kepengurusan pemakaman dan kurangnya perhatian dan peran aktif dari pemerintah. Pada penelitian ini lingkup lokasi yang dipilih adalah TPU Muslim Al-Ikhlas Sungai Bangkong dan TPU Muslim Danau Sentarum Kecamatan Pontianak Kota. Dengan menggunakan teknik accidental sampling yaitu mengambil responden sebagai sampel berdasarkan kebetulan dan pemilihan  responden dilakukan dengan  cara  purposive  sampling  atau pemilihan  secara  sengaja  dengan pertimbangan  responden  adalah  pemerintah,  swasta dan masyarakat. Hasi penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan lahan di kedua TPU  ini mengalami tekanan  terhadap kapasitas atau daya tampung. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian penuh dan  ikut berperan aktif dalam pengelolaan dan pengembangan TPU Muslim di Kota Pontianak. Untuk mengatasi ketersediaan lahan pemakaman, memberikan solusi kepada pemerintah dengan cara membuka lahan baru dipinggir kota dan menata ulang TPU Muslim yang telah ada. Kedua hal tersebut diterapkan dengan sistem pemakaman tumpuk model tumpang. Dengan sempitnya lahan, memberikan wacana bagi ahli waris untuk menjadikan satu dengan jenazah keluarga yang terlebih dahulu dimakamkan. Makam boleh dijadikan tumpangan pada jenazah yang telah dikubur tiga tahun atau makam yang tidak dirawat oleh ahli warisnya selama tiga tahun. Kata-kata kunci : ketersediaan lahan, makam tumpang, pengelolaan, pengembangan,  TPU   muslim  Pontianak
Durabilitas Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Akibat Rendaman Menerus dan Berkalan Air Rob ., Nahyo; ., Sudarno; Setiadji, Bagus Hario
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tide phenomenon that often occurs in the coastal areas of Indonesia resulted in flooding, which is called the tidal flood. A tidal flood overflow phenomenon of sea water inland. Often some of the roads located in coastal areas are flooded by tidal flood and often causing some damages to the road. Therefore it is necessary to investigate the effect caused by tidal inundation or water bath for asphalt pavement. This research aims to know the durability performance of asphalt concrete mixtures with marinade modification Marshall. The study was conducted with two standard methods of soaking in tidal water and laboratory. Water Immersion method is made by soaking continuous (continuous) and periodic (intermittent). Soaking the specimen in water tidal variation within 6 hours; 12 hours; 24 hours; 48 hours; and 72 hours. While the periodic immersion done by soaking the specimen for 12 hours, then removed during the next 12 hours during 3-days. To view the durability performance of asphalt concrete mixtures used indicator Index of Retained Stability (IRS), Stability Deformation Index, namely First Durability Index (IDP), and the Second Durability Index (IDK). The results showed that continuous immersion damage effects mix quicker on asphalt mixtures than regular immersion. Tidal water used to soak the asphalt mixture Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) either continuous or periodic method, has a greater influence than the use of laboratory water. It is shown by the value of the durability of asphalt mixture soaked-tidal water smaller than water-soaked asphalt mixture laboratory standards. Keywords : tidal flood, immersion , durability.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JALAN KABUPATEN PONTIANAK Safriadi, Idy
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.212 KB)

Abstract

Jalan sebagai bagian dari sistem transportasi berperanan penting dalam mendukung kegiatan perekonomian dan sosial masyarakat. Dalam hal menyediakan infrastruktur jalan kota yang baik perlu dilakukan penyusunan basis data yang berisikan informasi dan data-data tentang jalan guna memudahkan dalam proses pengambilan kebijakan terkait dengan pembangunan jalan yang menuntut suatu instansi untuk memperoleh informasi yang lebih cepat dan akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi jalan di Kabupaten Pontianak dan menyusun basis data informasi kondisi jalan lokal primer Kabupaten Pontianak dibawah tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum yang berupa program berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Untuk medapatkan hasil yang diinginkan maka langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengumupulan data yang terdiri dari data primer yang diperoleh dari survei lapangan untuk mengambil data stasiun titik awal (STA), lebar jalur, jenis kerusakan perkerasan, kondisi perkerasan, kondisi geometrik, lalu lintas harian, kondisi sosial, foto kondisi jalan. Sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pontianak dan Dinas terkait lainnya untuk mengambil data induk jaringan jalan, titik pengenal pangkal dan ujung ruas, panjang ruas, catatan riwayat pekerjaan jalan, dan peta administrasi Kabupaten Pontianak. kemudian dilakukan analisis data hasil survei baru kemudian dilakukan penyusunan program basis data berbasis sistem informasi geografis. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi jalan lokal primer masih belum memenuhi persyaratan lebar minimum badan jalan, kondisi perkerasan baik sebanyak 32 ruas, jenis kerusakan yang paling banyak retak-retak 76%, kondisi geometrik dalam kondisi baik 7 ruas, kondisi sosial baik sebanyak 15 ruas. Penelitian ini telah menghasilkan program basis data berbasis Sistem Informasi Geografis yang berisikan informasi kondisi jalan lokal primer yang ada di IKK Kabupaten Pontianak.   Kata kunci : Basis Data, Sistem Informasi Geografis, Jalan Kabupaten Pontianak
KAJIAN ASPEK TEKNIS PADA PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) SELAKAU, KABUPATEN SAMBAS ., Rudiyono
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan sektor perikanan dan kelautan merupakan bagian dari pembangunan ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan taraf  hidup masyarakat pada umumnya serta para nelayan dan petani ikan pada khususnya. Untuk merealisasikan tujuan tersebut diatas pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan membuat program pembangunan pangkalan pendaratan ikan (PPI) diberbagai daerah di seluruh Indonesia, salah satunya adalah pembangunan Pangakalan Pendaratan Ikan (PPI) Selakau di Kabupaten Sambas. Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Selakau didasarkan atas potensi alam yang mendukung serta adanya nelayan dan pengelola Pangkalan Pendaratan Ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aspek teknis pada pembangunan dan perancangan Pangkalan Pendaratan Ikan Selakau Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kualitatif, kuantitatif yaitu pengumpulan data untuk menguji hipotesa atau menjawab pertanyaan sehubungan dengan keadaan subyek kajian teknis pada saat ini. Penelitian ini dilakukan terhadap kajian aspek teknis yaitu aspek topografi, aspek bathymetri , aspek pasang surut terhadap perencanaan dan perancangan Pangkalan Pendaratan Ikan Selakau. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data dari masing – masing aspek kajian teknis untuk dilihat dan dikaji seberapa besar pengaruhnya dalam perencanaan dan perancangan Pangkalan Pendaratan Ikan. Kata-kata kunci: pelat beton, tanah gambut, tebal pelat, mutu beton, daya dukung tanah
PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN PRINSIP 3R DI KOTA NANGA PINOH KABUPATEN MELAWI (STUDI KASUS DI DESA TANJUNG NIAGA DAN DESA KELAKIK) ADRIANTO, ANDHY PURWONO
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.212 KB)

Abstract

Sampah sebagai hasil aktivitas manusia di daerah perkotaan memberikan tekanan yang besar terhadap lingkungan, terutama bila tidak terangkut dan akhirnya terakumulasi ditempat-tempat terbuka maupun badan air. Pengelolaan sampah umumnya dilakukan dengan membakar, dibuang ke selokan, menumpuk di sekitar rumah dan paling sering dibuang ke sungai. Meskipun para ahli telah menemukan berbagai cara penanggulangan sampah, termasuk cara pendaur ulangan, namun cara-cara tersebut masih belum memecahkan masalah sampah yang semakin meningkat jumlah dan jenisnya, baik di pedesaan, di pemukiman maupun di daerah kumuh perkotaan. Salah satu program penanganan masalah persampahan adalah melalui program 3R dimana program tersebut merupakan program dengan menjalankan prinsip 3R yaitu reduce atau mengurangi jumlah sampah, recycle atau mendaur ulang sampah, dan reuse atau memanfaatkan kembali sampah. Metode penelitian ini adalah menggunakan pendekatan metode yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gambaran dan kondisi pengelolaan persampahan di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh, perencanaan pengelolaan sampah dengan prinsip 3R di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik Kota Nanga Pinoh. Pengumpulan data menggunakan data primer diperoleh melalui perhitungan timbulan sampah,  kuisioner/wawancara  dengan  pihak  masyarakat Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik. Sampel dalam penelitian ini diakukan perhitungan untuk diperoleh sebanyak 200 sampel yang diperoleh dari Desa Tanjung Niaga dan Desa Kelakik. Hasil dari penelitian untuk di Desa Tanjung Niaga belum menerapkan konsep 3R sehingga diperlukan perencanaan TPST, sedangkan di Desa Kelakik sudah menerapkan konsep 3R dengan adanya pemilahan sampah dan pengelolaan sampah, artinya masyarakat Desa Kelakik sudah menerapkan konsep 3R dan perlu adanya peran serta pemerintah  untuk lebih meningkatkan penerapan konsep 3R.   Kata Kunci : 3R, TPST dan Pengelolaan Sampah.
SATUAN GENETIKA WILAYAH DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN PERENCANAAN INFRASTRUKTUR WILAYAH DI KABUPATEN LANDAK Tiro, Jimmi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan infrastruktur pada Kabupaten Landak sangat tergantung pada karakteristik yang ada pada wilayah tersebut, secara garis besar karakteristik merupakan manifestasi dari potensi dan kendala wilayah yang bersangkutan. Potensi dan kendala wilayah secara genesis terbentuk melalui suatu proses geologi yang panjang, dengan pemetaan yang komprehensif terhadap potensi dan kendala wilayah maka dapat dilakukan pemilihan jenis-jenis infrastruktur yang sesuai dengan kemampuan bertumbuh masing-masing wilayah di Kabupaten Landak. Kemampuan bertumbuh suatu wilayah sangat tergantung pada karakteristik yang ada pada wilayah tersebut, dengan mengetahui karakteristik wilayah Kabupaten Landak maka dalam perencanaan infrastruktur wilayah dapat dilakukan secara terukur. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alur pikir deduktif untuk mendapatkan kawasan prioritas serta kesesuaian jenis infrastruktur di Kabupaten Landak. Dengan memanfaatkan Geographic Information Systems (GIS) dilakukan analisa spasial terhadap faktor-faktor pendukung Satuan Genetika Wilayah (SGW) guna memperoleh karakteristik wilayah Kabupaten Landak. Penentuan kawasan prioritas dilakukan dengan menggunakan analisis matriks valuasi holistik dan analitycal hierarchy process (AHP), selanjutnya analisa daya dukung fisik wilayah serta analisa kerentanan bencana dilakukan guna penentuan kesesuaian jenis infrastruktur. Analisa zonasi kestabilan dilakukan untuk mengetahui potensi pengembangan wilayah terkait dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Landak.   Kata-kata kunci:Kebutuhan tanah, Kawasan Prioritas, Karakteristik, Infrastruktur, Daya Dukung,AHP
PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KEBUN RAYA SAMBAS Widyastuti, Shinta
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB)

Abstract

Pengembangan suatu kawasan dalam bentuk kebun raya tidaklah terlepas dari upaya menata ruang wilayah yang berkelanjutan dalam rangka menjaga keseimbangan lingkungan binaan dan lingkungan alamiah, serta melindungi fungsi ruang agar tetap nyaman dan lestari bagi masyarakatnya. Penelitian ini juga tidak terlepas dari kondisi eksisting kawasan Kebun Raya Sambas serta rencana program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan insfrastruktur di Kebun Raya Sambas. Infrastruktur yang menjadi pokok bahasan penelitian adalah kebutuhan infrastruktur jalan akses menuju Kebun Raya Sambas dan fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan infrastruktur  tersebut dirasa cukup lambat dikarenakan keterbatasan dana dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas. Belum disahkannya rencana detil tata ruang Kabupaten Sambas khususnya untuk kawasan sekitar Kebun Raya Sambas sehingga integrasi tata ruang kawasan dengan lingkungan sekitar belum terkoneksi dengan jelas. Letak Kebun Raya Sambas yang berada di kecamatan perbatasan antara Kabupaten Sambas dan Kabupaten Bengkayang juga belum mendapatkan perhatian serius untuk pengembangan kawasan perbatasan. Akibatnya keterbatasan infrastruktur seperti sarana dan prasarana transportasi dan sarana penunjang lainnya menjadikan kawasan perbatasan memiliki aksesibilitas yang rendah dan sulit dijangkau. Hasil dari penelitian ini adalah perlu direncanakannya jalan akses menuju Kebun Raya Sambas baik melalui jalan darat sepanjang 12,745 km atau melalui air sepanjang 38,990 km. Pengelolaan sampah secara mandiri juga merupakan hasil dari rencana pengembangan infrastruktur di Kebun Raya Sambas. Begitu pula rencana pengelolaan air bersih dengan sumber air sungai yang ada di dalam Kebun Raya Sambas. Sistem hydrant yang terencana dengan baik juga merupakan pengembangan dari rencana infrastruktur yang ada untuk mengantisipasi kebakaran hutan yang rentan melanda kawasan Kebun Raya Sambas.   Kata Kunci: Kebun Raya, Kawasan Konservasi Ex-situ, Pengembangan Infrastruktur
KAJIAN PELAYANAN KAPAL FERRY RUTE TEBAS – TEKARANG KABUPATEN SAMBAS ., Samiat; ., Marsudi; ., Akhmadali
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.202 KB)

Abstract

Kebutuhan masyarakat dalam menggunakan ruas jalan darat semakin hari akan semakin meningkat sebagaimana juga yang terjadi di rute jalan Tebas – Tekarang. Hasil yang diharapkan : (1) Mengevaluasi kondisi saat ini pergerakan pengguna transportasi kapal ferry Tebas – Tekarang; (2) Membuat pemodelan transportasi/angkutan sungai (ferry) rute Tebas-Tekarang dengan harapan akan mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan barang yang akan datang mengingat segala hasil pertanian dan perkebunan masyarakat mengunakan jasa transportasi/angkutan yang satu ini; (3) Meninjau tingkat kebutuhan pengguna kapal ferry rute Tebas-Tekarang pada saat diteliti sampai dengan terbangunnya jembatan Tebas-Tekarang. Rute Tebas – Tekarang merupakan penghubung yang sangat vital bagi kelancaran aktivitas masyarakat yang melewatinya, Namun yang menjadi permasalahan disini adalah jalur yang menghubungkan antar rute jalan Tebas – Tekarang terhambat oleh perubahan modal transportasi jaringan jalan, yaitu dari darat ke sungai, dimana ruas jalan ini terpisah oleh sungai. Dengan itu, untuk melewati jalan ini kita harus menggunakan angkutan kapal ferry terutama bagi kendaraan roda empat maupun roda dua, namun bagi kendaraan roda dua yang ingin menyeberang dapat menggunakan angkutan perahu bermesin
STUDI EFEKTIVITAS PENGAMAN PANTAI BERBENTUK GROIN STUDI KASUS : PANTAI ARUNG PARAK KECAMATAN TANGARAN KABUPATEN SAMBAS Supriyatno, Agus
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groin adalah bangunan pelindung pantai yang biasanya dibuat tegak lurus pantai dan berfungsi untuk menahan transpor sedimen sepanjang pantai sehingga dapat mengurangi/menghentikan erosi yang terjadi. Bangunan ini biasanya digunakan untuk menahan masuknya transport sedimen sepanjang pantai ke pelabuhan atau muara sungai. Groin berfungsi untuk mempertahankan agar pasir yang telah diisikan tidak tererosi kembali. Efektifitas bangunan groin dalam mengatasi abrasi pantai di Desa Arung Parak, didapatkan luasan abrasi sebesar 910.99 m2 dengan panjang 3.259 Km atau sekitar 13,1304.42 m3 dan untuk  akresi sebesar 97.59 m2 atau sekitar 14,433.52 m3 pada tahun 2015. Apabila dibandingkan diarea bangunan groin didapat luasan sebesar 587.71 m2 untuk luasan abrasi atau 82,901.53 m3 sepanjang 2.057 Km, sedangkan untuk akresi didapat luasan sebesar 65.47 m2 atau 8,538.67 m3. Berdasarkan dari hasil perhitungan yang dilakukan menunjukan bahwa erosi yang terjadi lebih besar dibandingkan dengan terjadinya akresi. Kata Kunci : Abrasi, Akresi, Gelombang, Groin, Pantai, Tranpor Sedimen

Page 1 of 2 | Total Record : 15