cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014" : 15 Documents clear
STUDI PERBANDINGAN PENGGUNAAN JENIS-JENIS AGREGAT HALUS TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHAL PADA CAMPURAN LATASTON DI KABUPATEN KETAPANG Ph, Lalu Heru
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran sejauh mana pengaruh penggunaan agregat halus dari enam lokasi yang berbeda pada material penyusun campuran Lataston serta mengoptimalkan penggunaan agregat halus dengan rancangan fraksi agregat gabungan sesuai dengan job mix formula. Pengujian material dilakukan dengan menggunakan prosedur SNI. Jika prosedur pengujian tidak terdapat pada SNI, digunakan prosedur-prosedur lain seperti AASHTO dan ASTM. Perancangan kadar aspal (Pb) serta rancangan agregat campuran menggunakan metode analitis yang mengacu pada spesifikasi Pusjatan (2008). Dalam penelitian ini digunakan pasir (agregat halus) Desa Kuala Satong, pasir Ex Pawan, pasir Padang Dua Belas, pasir Desa Pagar Mentimun, pasir Desa Kelapa Enam, pasir Desa Mekar Utama, aspal Pen 60/70, agregat kasar dan debu batu Ex Pangkalan Tapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stabilitas Marshall pasir Desa Kuala Satong sebesar 1.073,33 kg dengan KAO = 7,5%, pasir Ex Pawan sebesar 1.058,73 kg dengan KAO = 7,45%, pasir Desa Padang Dua Belas sebesar 1.058,73 kg dengan KAO = 7,2%, pasir Desa Pagar Mentimun sebesar 1.044,13 kg dengan KAO = 7,45%, pasir Desa Kelapa Enam sebesar 1.066,03 kg dengan KAO = 7,25%, dan pasir Desa Mekar Utama sebesar 1.036,83 kg dengan KAO = 7,5%. Pasir tersebut semuanya dapat dimanfaatkan sebagai bahan perkerasan jalan karena memenuhi standar spesifikasi Pusjatan (2008). Kata-kata kunci: uji Marshall, Lataston, agregat halus Ketapang
PENATAAN KAWASAN WISATA PANTAI PUTRI SERAYI DI KABUPATEN SAMBAS ., Musanif
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya yang dimiliki kawasan wisata Pantai Putri Serayi di Kabupaten Sambas perlu digali dan dikembangkan secara optimal melalui perencanaan penataan kawasannya, karena pengembangan sektor wisata tanpa perencanaan yang baik akan mengakibatkan kehilangan dan penurunan mutu kawasan yang tidak diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi terhadap aspek fisik kondisi pantai mendukung bagi pengembangan wisata bahari, aspek sumberdaya masyarakat menunjukkan terdapat dukungan yang baik dalam perencanaan penataan kawasan wisata pantai serta konsep arahan penataan kawasan disusun dengan memperhatikan aspek-aspek terkait dengan masyarakat, aktivitas wisata serta keberlanjutan lingkungan. Pola penataan zona-zona yang berada di kawasan pantai mengacu dan berorientasi ke arah perairan untuk mempertegas citra dan karakternya sebagai area tepi air (waterfront).
ARAHAN PENATAAN KAWASAN WATERFRONT CITY SAMBAS ., Firmansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Kota Sambas merupakan salah satu kota yang banyak memiliki ruang-ruang kota yang pertumbuhannya berawal dari perkembangan kawasan koridor sungai. Hal ini berkaitan dengan awal berdirinya Kerajaan Sambas di Muara Ulakan (pertigaan Sungai Sambas Kecil). Hal ini tentu saja membuat penataan kawasan di sepanjang pertigaan Sungai Sambas Kecil perlu diperhatikan agar potensi-potensi yang ada di sekitar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial ekonomi, dari penilaian terhadap objek dan atraksi wisata, diperoleh bahwa seluruh objek dan atraksi wisata di kawasan ini hampir semuanya sangat potensial untuk dilakukan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dan dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial budaya, objek dan atraksi wisata bernilai baik–sangat baik, dan hanya satu objek yaitu kafe yang bernilai rendah. Arahan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dilakukan dengan menganalisis tata guna lahan (land use), tata bangunan (building form and massing), sirkulasi dan parkir (circulation and parking), ruang terbuka (open space), jalur pedestrian (pedestrian ways), aktivitas pendukung (activity support), penandaan (signage), dan preservasi (preservation) kawasan. Kata-kata kunci: waterfront city, penataan kawasan
KAJIAN TERHADAP PERBEDAAN METODE PENENTUAN DAYA DUKUNG FONDASI TIANG PANCANG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI LAPANGAN Hutagalung, F M
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Fondasi tiang pancang adalah komponen struktur berupa tiang yang berinteraksi langsung dengan tanah yang berfungsi sebagai penopang akhir dan menyalurkan beban dari struktur jembatan ke tanah. Penelitian ini mengkaji fondasi tiang pancang beton precast sehubungan dengan panjang atau kedalaman tiang pancang yang diperlukan untuk suatu struktur jembatan yang dikaitkan dengan pemancangan tiang pancang tersebut. Dalam pelaksanaan pemancangan, panjang tiang pancang sudah ditentukan sesuai perencanaan, termasuk jumlah titik pemancangan atau satu kelompok tiang terdiri dari beberapa titik pemancangan dan satu titik pemancangan dengan kedalaman tiang tertentu. Tetapi dalam proses pelaksanaan terjadi ketidaksesuaian dengan rencana yaitu panjang tiang masih kurang atau mungkin berlebihan. Pada saat perencanaan daya dukung tiang, digunakan persamaan Q = qcF/Fkl + Kk/Fk2 dengan data tanah berdasarkan hasil sondir. Formula dinamik telah banyak digunakan untuk meramalkan kapasitas tiang pancang. Diperlukan suatu cara di lapangan untuk menentukan apakah sebuah tiang pancang telah mencapai nilai dukung yang cukup selain hanya dengan pemancangannya ke kedalaman yang telah ditentukan sebelumnya. Formula dasar untuk perhitungan kapasitas tiang pancang dinamik yang disebut formula tiang pancang rasional dan beberapa formula tiang pancang dinamik digunakan dalam tulisan ini. Pada saat perencanaan, daya dukung tiang pancang pada kedalaman 9 m sebesar P = 16,998 ton. Korelasi daya dukung secara teoritis pada data sondir (SPT) dan daya dukung tiang pancang pada saat pemancangan (rumus dinamis), merupakan angka korelasi perbandingan antara daya dukung ultimit berdasarkan sondir berbanding daya dukung ultimit berdasarkan rumus dinamis pada saat pemancangan. Kata-kata kunci: tiang pancang, daya dukung, korelasi
ARAHAN PENGEMBANGAN PERMUKIMAN BERBASIS KESESUAIAN LAHAN BAGI KESEIMBANGAN EKOLOGIS DI KOTA SEKADAU Nurpatria, Ifan; Zain, Zairin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola permukiman di Kota Sekadau telah menunjukkan adanya perkembangan yang menyebar dan kurang terkendali. Tingkat perkembangan permukiman yang tidak terkendali dan tidak sesuai dengan fungsi lahan akan mengakibatkan dampak negatif yang menimbulkan kerugian jangka panjang seperti bencana alam. Diperlukan suatu analisis untuk menghasilkan arahan bagi pengembangan permukiman yang berbasis kesesuaian lahan dengan keseimbangan ekologis di Kota Sekadau. Evaluasi juga diperlukan terhadap perkembangan penggunaan lahan permukiman dan rencana pengembangan permukiman berdasarkan RDTRK/RUTRK Sekadau sehingga terjadi keselarasan dengan lingkungan. Hasil analisis arahan pengembangan permukiman menunjukkan bahwa wilayah Kota Sekadau terdiri atas 67,94 % zona sesuai permukiman, 15,43 % zona agak sesuai permukiman, zona budidaya nonpermukiman sebesar 15,13 % dan zona lindung seluas 1,5 %. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa perkembangan permukiman existing Kota Sekadau belum selaras dengan arahan pengembangan hasil analisis. Hanya 59,16 % permukiman existing yang sudah berada pada zona permukiman. Kesesuaian lahan untuk permukiman terhadap zona pengembangan permukiman RDTRK/RUTRK Sekadau menunjukkan keselarasan yang cukup baik dengan zona pengembangan permukiman 74,42 % sudah sesuai. Perlu dilakukan perbaikan terhadap RDTRK/RUTRK Sekadau dalam rangka mencapai keseimbangan ekologis dalam penataan ruang serta arahan pengembangan permukiman di Kota Sekadau. Kata-kata kunci: arahan pengembangan permukiman, kesesuaian lahan, keseimbangan ekologis
ANALISIS LAPISAN FONDASI PADA PERKERASAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN STABILISASI TANAH SEMEN (SOIL CEMENT STABILIZATION) UNTUK JALAN KABUPATEN DI WILAYAH KABUPATEN SEKADAU Ardi, Muhammad Wahyu
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Sekadau masih banyak yang belum dilakukan perkerasan (jalan tanah) sehingga pada saat musim penghujan banyak kendaraan yang tidak bisa lewat karena kondisi jalan yang rusak. Kondisi jalan yang rusak ini sangat berpengaruh pada terhambatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di Kabupaten Sekadau. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dikaji jenis konstruksi perkerasan jalan yang sesuai untuk jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Sekadau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pemanfaatan tanah galian ruas jalan Balai Sepuak – Pakan – Pakit – Sungai Antu sebagai bahan stabilisasi tanah semen (soil cement) untuk lapis fondasi jalan tersebut dengan membandingkan (1) hasil pengujian tanah galian terhadap syarat-syarat yang ditentukan dalam spesifikasi teknis, (2) biaya yang diperlukan untuk pekerjaan perkerasan lentur dengan menggunakan lapis fondasi stabilisasi tanah semen terhadap perkerasan kaku dan (3) waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan perkerasan lentur dengan menggunakan lapis fondasi stabilisasi tanah semen terhadap perkerasan kaku. Hasil penelitian ini diharap mendapatkan jenis perkerasan yang sesuai dengan kondisi lokasi ruas jalan Balai Sepuak – Pakan – Pakit – Sungai Antu atau ruas jalan kabupaten lainnya sehingga pembangunan jalan dapat lebih efisien dan efektif. Metodologi penelitian menggunakan metodologi percobaan perbandingan (comparative experiment) yaitu dilakukan untuk mengadakan perbandingan dengan membandingan perlakuan-perlakuan dan membandingkan pengaruh perlakukan tersebut. Dalam hal ini, dilakukan variasi kadar semen pada stabilisasi tanah semen sehingga didapat kadar semen pilihan yang memenuhi Spesifikasi Umum Tahun 2010. Berdasarkan kadar semen pilihan yang didapat, dilakukan perhitungan anggaran biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan, kemudian dibandingkan dengan perkerasan yang umum dilaksanakan di Kabupaten Sekadau, yaitu perkerasan kaku. Dari hasil percobaan didapat komposisi campuran tanah 70 % dan pasir 30 %, kemudian dicampur semen 8,5 % dengan menggunakan kadar air 13,6 % untuk stabilisasi tanah semen (soil cement stabilization) pada lapis fondasi (base). Lapis permukaan yang menggunakan HRS-WC (Lataston Lapis Aus) di ruas jalan Balai Sepuak – Pakan – Pakit – Sungai Antu dapat memenuhi Spesifikasi Umum Tahun 2010 (UCS > 20 kg/cm2 dan CBR > 100 %), biaya lebih hemat 50,08 % dan waktu pelaksanaan lebih cepat 78,26 % dari perkerasan kaku,  sehingga lebih efisien dan efektif dan layak untuk digunakan sebagai perkerasan jalan pada ruas jalan Balai Sepuak – Pakan – Pakit – Sungai Antu. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, stabilisasi tanah semen
KONSEP ARAHAN PENATAAN DAN PENGEMBANGAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK ., Irwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Pasar Flamboyan adalah salah satu pasar tradisional yang terbesar di Kota Pontianak yang sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Sudah tentu daya tarik pasar ini sangat kuat bagi masyarakat untuk datang berbelanja. Namun dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas infrastruktur pasar ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga pasar ini memberikan kesan kumuh, kotor, bau bagi kawasan sekitarnya. Pemerintah Daerah beserta masyarakat Pontianak menginginkan adanya perbaikan infrastruktur pasar ini dengan menata kembali kawasan pasar Flamboyan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memilki daya tarik yang kuat bagi kawasan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan masyarakat mengenai penataan dan pengembangan pasar Flamboyan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada beberapa responden. Dari data responden diharapkan dapat menghasilkan sebuah masukan berupa persepsi dan preferensi masyarakat mengenai kondisi pasar Flamboyan. Kemudian data dianalisis dengan cara memberikan penilaian terhadap komponen yang ada berdasarkan indikator dan kriteria serta penilaian melalui observasi langung ke lapangan mengenai kondisi pasar dengan melakukan studi pustaka dari beberapa buku, makalah dan jurnal ilmiah yang membahas mengenai masalah penataan pasar tradisional. Diharapkan dari hasil studi ini dapat memberikan rekomendasi dan saran serta masukan kepada Pemerintah Daerah untuk merencanakan penataan kembali infrastruktur kawasan pasar Flamboyan sehingga menjadi lebih baik. Dengan demikian, pasar Flamboyan dapat memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk datang berbelanja dengan aman dan nyaman sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya yang ada di Kota Pontianak Kata-kata kunci: pasar, pasar tradisional, pasar Flamboyan, penataan pasar tradisional, pasar Pontianak
KONSEP ARAHAN PENATAAN DAN PENGEMBANGAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK ., Irwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Pasar Flamboyan adalah salah satu pasar tradisional yang terbesar di Kota Pontianak yang sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Sudah tentu daya tarik pasar ini sangat kuat bagi masyarakat untuk datang berbelanja. Namun dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas infrastruktur pasar ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga pasar ini memberikan kesan kumuh, kotor, bau bagi kawasan sekitarnya. Pemerintah Daerah beserta masyarakat Pontianak menginginkan adanya perbaikan infrastruktur pasar ini dengan menata kembali kawasan pasar Flamboyan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memilki daya tarik yang kuat bagi kawasan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan masyarakat mengenai penataan dan pengembangan pasar Flamboyan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada beberapa responden. Dari data responden diharapkan dapat menghasilkan sebuah masukan berupa persepsi dan preferensi masyarakat mengenai kondisi pasar Flamboyan. Kemudian data dianalisis dengan cara memberikan penilaian terhadap komponen yang ada berdasarkan indikator dan kriteria serta penilaian melalui observasi langung ke lapangan mengenai kondisi pasar dengan melakukan studi pustaka dari beberapa buku, makalah dan jurnal ilmiah yang membahas mengenai masalah penataan pasar tradisional. Diharapkan dari hasil studi ini dapat memberikan rekomendasi dan saran serta masukan kepada Pemerintah Daerah untuk merencanakan penataan kembali infrastruktur kawasan pasar Flamboyan sehingga menjadi lebih baik. Dengan demikian, pasar Flamboyan dapat memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk datang berbelanja dengan aman dan nyaman sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya yang ada di Kota Pontianak Kata-kata kunci: pasar, pasar tradisional, pasar Flamboyan, penataan pasar tradisional, pasar Pontianak
KAJIAN POLA KERUANGAN PERTUMBUHAN KAWASAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DI KAWASAN PERKOTAAN KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Suryono, Ardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil kajian tentang identifikasi pola keruangan akibat pertumbuhan perumahan dan permukiman yang ada di Kawasan Perkotaan Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan metode deskriptif kualitatif dan komparatif. Untuk mengidentifikasi perumahan dan permukiman yang terbangun dilakukan melalui analisis peta guna lahan yang didapat dari interprestasi citra satelit atau yang disebut dengan sistem informasi geografis. Untuk menyimpulkan pola keruangan yang diakibatkan oleh pertumbuhan perumahan dan permukiman dilakukan melalui analisis morfologi kota, analisis sosial ekonomi budaya dan analisis dokumen regulasi. Morfologi kota untuk memperoleh gambaran perubahan struktur dan pola ruang. Dari analisis sosial ekonomi budaya dapat menunjukkan dinamika serta kebutuhan lahan bagi perumahan dan permukiman. Analisis dokumen regulasi dapat menunjukkan batasan pertumbuhan akibat pengendalian melalui suatu peraturan atau kebijakan. Kata-kata kunci: pola keruangan, pertumbuhan kawasan, perumahan dan permukiman
PERBANDINGAN KELAYAKAN JALAN BETON DAN ASPAL DENGAN METODE ANALITYC HIERARCHY PROSES (AHP) (Studi Kasus Jalan Komyos Sudarso Pontianak) Chandra, Mega; ., Marsudi; Azwansyah, Heri; Juniardi, Ferry
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pertimbangan dalam penilaian perbandingan kelayakan konstruksi jalan antara jalan aspal dan beton.  Studi ini akan menerapkan metode AHP (analytic hierarchy process) untuk penilaian perbandingan yang memiliki beberapa kriteria tinjauan. Diharapkan melalui studi ini dapat diketahui kelayakan antara jalan aspal dan jalan beton secara kualitatif pada Jalan Komyos Sudarso Pontianak. Studi ini menggunakan metode kuisener yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan faktor teknis dan non teknis yang digunakan untuk menilai kelayakan konstruksi suatu jalan. Faktor teknis yang ditinjau adalah (a) daya tahan terhadap cuaca, (b) daya tahan terhadap pergerakan tanah, dan (c) daya tahan terhadap perubahan lalu lintas. Sedangkan faktor non teknis yang ditinjau adalah (a) kenyamanan permukaan, (b) kemudahan pergerakan, (c) dampak lingkungan, dan (d) tingkat kecelakaan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15