cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013" : 13 Documents clear
MASJID RAYA SINTANG ., Novita
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Secara etimologi, kata masjid berasal daribahasa Arab yaitu sajada, yangartinya tempat sujud. Kemudian kata sajadamendapatkan awalan ma- sehinggaterbentuklah kata masjid. Menurut arti katanya, fungsi masjid yang utama adalahsebagai tempat sujud. Secara luas, masjid dapat diartikan sebagai tempat bagiorang Islam untuk mengabdikan diri dan melakukan segala aktivitas yangmengandung makna kepatuhan kepada Tuhan. Berdasarkan musyawarah masjid DKIJakarta, masjid raya yaitu tingkatan masjid terbesar yang ada di suatu provinsi(Susanta, dkk, 2007). Menurut Dr. Ir. Soegijanto (Effendi, 2008), melaluipenelitian kinerja akustik di Indonesia sesuai dengan fungsi dan dimensinya, masjidraya yaitu masjid yang mempunyai skala kota. Dengan adanya masjid yang besarini tentunya membutuhkan energi yang besar pula untuk pemenuhan penghawaannya.Salah satu esensi bangunan masjid ialah terciptanya suasana khusyu’ dalamberibadah, karena masjid yang dibangun cukup besar dan daya tampung jamaah yangramai sehingga membutuhkan penghawaan yang cukup berupa penghawaan secara alamipada bangunan.Kata-kata kunci:      masjidraya, penghawaan alami
STUDI TENTANG PERANCANGAN KANTOR SEWA DI KOTA PONTIANAK Azmi, Ray Deddy; C, Tri Wibowo; Lubis, Mira Sophia
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Meningkatnya sektorperekonomian di bidang bisnis, perdagangan, dan jasa di Kota Pontianak tidak diimbangi dengan pertumbuhanfasilitas bagi para pelaku bisnis. Semakin banyaknya permintaan terhadap lahanpada kawasan strategis membuat nilai lahan semakin tinggi sehingga banyak parapelaku bisnis yang menjadikan rumah tinggal sebagai kantor atau wadah untukmenjalankan aktivitasnya. Dengan adanya kantor sewa yang sesuai dengankebutuhan serta kondisi perekonomian di Kota Pontianak, diharapkan dapatmenjadi wadah bagi para pelaku bisnis di Pontianak guna menjalankankegiatannya. Dalam perancangan kantor sewa di Pontianak ini, ada beberapa langkah-langkahyang digunakan yaitu gagasan, pengumpulan data, analisis, sintesis, rancanganawal, dan pengembangan rancangan. Kantor sewa yang dirancang menggunakanpendekatan arsitektur modern sebagai cermin kegiatan perekonomian yang modernpada saat ini.Kata-kata kunci:         kantorsewa, modern
SIRKULASI DALAM RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK Junyandari, Rivhani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

Rumah sakitmerupakan bangunan pelayanan kesehatan yang memiliki permasalahan yang sangatkompleks. Rumah sakit juga merupakan fasilitas yang sangat mementingkansterilisasi dan efisiensi ruang dalam mendukung kegiatan pelayanan yang ada didalamnya. Dalam merancang sebuah bangunan rumah sakit harus memperhatikanmasalah sirkulasi. Sestem sirkulasi merupakan pengaturan bangunan yang menjadialur penghubung antara bagian bangunan yang satu ke bangungan yang lainnya. Didalam rumah sakit terdapat banyak sekali pelaku, seperti pasien (ibu dan anak),penunggu pasien, pengunjung pasien, petugas medik, serta staf atau petugasnon-medik sehingga diperlukan pembagian sirkulasi di bangunan rumah sakit.Sirkulasi di dalam rumah sakit berupa sirkulasi internal dan sirkulasieksternal. Pada sirkulasi internal, yang perlu diperhatikan adalah antarasirkulasi medis, servis dan umum. Selain itu, harus memperhatikan sirkulasipenghubung antara lantai yang satu dengan lantai di atasnya. Untuk sirkulasieksternal, dibagi menjadi tiga sirkulasi yaitu sirkulasi untuk area gawatdarurat, sirkulasi untuk umum, dan sirkulasi servis yang diperuntukkan bagistaf dan kegiatan pendukung rumah sakit. Kata-katakunci:      rumahsakit, rumah sakit ibu dan anak. sirkulasi
KULINARIUM PONTIANAK Sundari, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Dunia kulinertidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari, karena dunia kulinermerupakan kebutuhan primer bagi makhluk hidup. Sebagai kebutuhan primer, duniakuliner selalu mengalami perkembangan, hal ini dikarenakan semakinberkembangnya kebutuhan dan minat masyarakat serta kebudayaan kuliner yangberbeda-beda pada setiap daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang mengalamiperkembangan dunia kuliner adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak memilikikeanekaragaman jenis kuliner dan citarasa yang khas, hal ini menyebabkan kotaPontianak mendapat julukan sebagai surga kuliner dan menjadi tujuan wisatakuliner. Keanekaragaman jenis dan citarasa yang dihasilkan oleh kuliner kotaPontianak dapat menjadikan kuliner kota Pontianak sebagai identitas kotaPontianak. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya jeniskuliner dari luar kota Pontianak yang mulai masuk dan merajalela di kotaPontianak, menyebabkan kuliner kota Pontianak kurang mendapat perhatian danmulai bergeser dari kehidupan masyarakat kota Pontianak. Selain itu, faktorlainnya yang menyebabkan kuliner Pontianak kurang mendapatkan perhatian olehmasyarakat Pontianak, antara lain kesibukan masyarakat kota Pontianak, kurangnyafasilitas informasi kuliner baik secara tulisan maupun secara praktek dan lainsebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat atau wadah yang dapatmenarik perhatian masyarakat agar dapat lebih mengenal dan mewariskan kulinerkota Pontianak, salah satunya dengan menyediakan Culinarium. Kata-katakunci:      kulinerkhas Pontianak, Culinarium
ANALISIS KINERJA JALAN KOMYOS SUDARSO PONTIANAK Septia, U Winda Dwi
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Jalan-jalan yang ada di Kota Pontianak merupakan salah satu sarana perhubungan bagi distribusi arus lalu lintas, baik angkutan barang maupun angkutan manusia (penumpang) dari daerah tempat tinggal (pemukiman) ke tempat-tempat pusat kota (pasar, sekolah, pertokoan dan lain-lain). Hal ini mengakibatkan pusat kota ramai dipadati kendaraan dan hambatan samping lainnya, sehingga berkurangnya kapasitas dan kinerja jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar kinerja Jalan Komyos Sudarso Pontianak pada tahun 2012 hingga 5 tahun ke depan (tahun 2017), apakah fungsi jalan tersebut sudah memenuhi syarat, baik ditinjau dari volume lalu lintas umumnya serta pengaruh dari hambatan samping pada khususnya. Untuk mengetahui tingkat kinerja Jalan Komyos Sudarso Pontianak diperlukan data volume lalu lintas dan data hambatan samping, yang digunakan pada analisis data. Untuk mendapatkan data tersebut dilakukan survei kendaraan selama empat hari (Jumat, Sabtu, Minggu, Senin) dimulai dari pukul 6.00 - 18.00 WIB, dengan interval waktu selama satu jam. Dari data ini maka diperoleh volume harian rata-rata dalam smp/jam yang kemudian diproyeksikan hingga lima tahun ke depan sehingga diperoleh Derajat Kejenuhan untuk masing-masing segmen jalan hingga tahun 2017. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan tahun 2012, Jalan Komyos Sudarso Pontianak mempunyai kelas hambatan samping sedang (M) yaitu daerah niaga dengan toko-toko di sisi jalan dan untuk kinerja Jalan Komyos Sudarso Pontianak pada segmen I (dari simpang Jalan R.E. Martadinata sampai simpang Jalan Tebu) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,53; segmen II (dari simpang Jalan Tebu sampai simpang Jalan Atot Ahmad) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,94; segmen III (dari simpang Jalan Atot Ahmad sampai simpang Jalan Karet) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,41; segmen IV (dari simpang Jalan Karet sampai ruas Jalan Nipah Kuning) mempunyai Derajat Kejenuhan sebesar 0,76. Semakin besar Derajat Kejenuhan pada suatu jalan berarti semakin kecil tingkat kinerja jalan tersebut. Begitu juga halnya dengan tingkat kinerja Jalan Komyos Sudarso Pontianak. Kata-kata kunci: derajat kejenuhan, hambatan samping, jam puncak
MANAJEMEN PERSIMPANGAN JALAN DI KOTA SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA Rusjuniati, Rista; Juniardi, Ferry; Azwansyah, Heri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Seiring denganpertumbuhan daerah, sistem prasarana transportasi jalan di Kota Sukadana diselenggarakan dengantujuan untuk mewujudkan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, cepat,lancar, tertib, teratur, nyaman dan efisien. Selain itu, diharapkan sistemtransportasi terpadu mencapai seluruh pelosok wilayah daratan untuk menunjangpemerataan, pertumbuhan dan stabilitas sebagai pendorong, penggerak danpenunjang pembangunan daerah. Oleh karena itu, diperlukan suatu studipenanganan persimpangan pada jalan kota yang diharapkan dapat melihatpermasalahan secara nyata dan dapat digunakan untuk membandingkan permasalahanyang terjadi. Untuk menentukan penanganan persimpangan jalan digunakan metode AHP(Analytical Hierarchy Process). Pada penelitian ini, para PemangkuKepentingan/pengambil keputusan (stakeholder) merupakan nara sumber. Langkah yang diambil yaitu dengan caramelakukan penyebaran kuisioner, kemudian menentukan bobot masing-masingkriteria dan subkriteria permasalahan. Kriteria-kriteria permasalahan yangdiambil yaitu kinerja persimpangan, hirarki persimpangan jalan, akses ke modatransportasi lain, akses ke pusat kota dan kapasitas persimpangan. Hasilakhirnya adalah penyusunan ranking prioritas kriteria permasalahan danprioritas persimpangan yang perlu dilakukan penanganan di Kota Sukadana sebagai daerah kasus. Berdasarkan analisistingkat kinerja persimpangan jalan di KotaSukadana, pada persimpangan jalan di KotaSukadana mempunyai nilai DS (Derajat Kejenuhan) dari tahun 2010 s.d. 2030kurang dari 0,85. Sedangkan berdasarkan analisis tingkat pelayanan, limasimpang jalan yang ada di Kota Sukadanadari tahun 2010 s.d. 2030 berada pada tingkat pelayanan A dan B. Selain itu,berdasarkan persepsi para responden (stakeholder) dan hasil perhitungan, diperoleh bobot masing-masing kriteriapermasalahan sebesar 31,4% untuk kriteria kinerja persimpangan, selanjutnya akseske moda transportasi lain 22,4%; keterpaduan hirarki persimpangan 20,3%; kapasitaspersimpangan 14,5% dan akses ke pusat kota 11,4%. Untuk penangananpersimpangan, simpang tiga Tugu Durian menjadi prioritas utama dengan bobot4,146.Kata-kata kunci:         AHP,tingkat kinerja, tingkat pelayanan
STUDI JARINGAN AIR BERSIH PDAM DI KECAMATAN PONTIANAK TENGGARA ., Ikas
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Pengkajian terhadap pelayanan jaringan airbersih PDAM di Kecamatan Pontianak Tenggara masih kurang mendapat perhatianyang serius dari pihak PDAM sehingga menimbulkan kekurangan air bersih yangdidistribusikan oleh PDAM ke masyarakat. Untuk mengantisipasi kekuranganterhadap air bersih tersebut, masyarakat melakukan beberapa tindakan yaitumenampung air hujan dan membuat sumur dangkal. Masalah yang mungkin dihadapioleh pihak PDAM adalah kurang tersedianya boster di beberapa titik dandiameter pipa yang kurang besar. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukanberdasarkan atas pemikiran bahwa sistem pelayanan jaringan air bersih diKecamatan Pontianak Tenggara belum menghasilkan tingkat pelayanan yangdiharapkan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jaringan airbersih PDAM di Kecamatan Pontianak Tenggara. Metode penelitian dipaparkansecara deskriptif, yaitu menjelaskan gambaran dan meninjau langsung ke lokasiyang akan dijadikan objek penelitian yaitu masyarakat yang menjadi pelangganPDAM Kota Pontianak di Kecamatan Pontianak Tenggara. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkankepada pelanggan PDAM di Kecamatan Pontianak Tenggara dan data sekunder berupa dataoperasional dari PDAM Kota Pontianak. Teknik analisis menggunakan analisiskualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif denganmenggunakan uji statistik. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, diperoleh bahwakebutuhan total yang dibutuhkan oleh Kecamatan Pontianak Tenggara sampai tahun2011 sekitar 10.666.500 m3/tahun dengan jumlah pelanggan PDAMsebanyak 16410, dengan produksi air baku pada tahun 2011 mencapai 9.766.380 m3untuk Pontianak Tenggara dari total sekitar 36.534.146 m3. Dengandemikian, kebutuhan air baku yang masih belum terpenuhi oleh PDAM sebanyak900.120 m3. Jadi, dibutuhkan kapasitas terpasang empat kali dari yangada sekarang ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Tingkat kepuasanpelayanan terhadap pelayanan jaringan PDAM di Kecamatan Pontianak Tenggarauntuk jaringan pelayanan air bersih berupa kualitas air bersih menjadiprioritas masyarakat dalam hubungannya dengan pelayanan jaringan air bersih. Haltersebut ditunjukkan dengan nilai rata-rata variabel kualitas air berih sebesar88,13. Artinya, masyarakat menilai baik terhadap jaringan air bersih berupakualitas air. Jaringan air bersih di KecamatanPontianak Tenggara yang dilakukan meliputi kuantitas/ketersediaan air PDAM.Kinerja pelayanan jaringan air bersih yang dilakukan oleh PDAM tergantung padabesar tekanan air yang ada di boster. Faktor lain yang berpengaruh adalahjumlah, kualitas dan kondisi air baku yang dapat diolah oleh PDAM.Kata-kata kunci:      tekananair, debit, kontinuitas aliran, kualitas air
ANALISIS KERAWANAN DAN PENGURANGAN RISIKO BANJIR DI KALIMANTAN BARAT BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) Miharja, Nata; Panjaitan, Seno D; ., Sumiyattinah
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Banjir yang terjadi pada dasarnya merupakanrefleksi fenomena alam dan kerusakan permukaan bumi yang dipercepat olehperbuatan manusia. Banjir pada wilayah Kalbar (Kalimantan Barat) terjadi padasaat musim penghujan dan pasang air laut serta belum tersedianya metodeanalisis kerawanan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) yang dapatmemetakan, menganalisis dan merumuskan upaya pengurangan risiko banjir. KewilayahanKalbar mempunyai berbagai bentuk permukaan dan kondisi perubahan lahan sertaiklimnya dengan gambaran daerah yang rentan terhadap banjir. Banjir ini terdiridari banjir kiriman, genangan dan pasang laut (Rob). Dalam studi ini, analisiskerawanan dan pengurangan risiko banjir menggunakan perangkat keras danperangkat lunak dengan data-data dari instansi terkait. Untuk mendapatkantingkatan kerawanan dan indeks kategori pengurangan risikonya digunakan metodeanalisis spasial. Data yang digunakan untuk analisis kerawanan terdiri daritutupan lahan, DEM (Digital ElevationModel), curah hujan, genangan air dan kejadian banjir, sedangkan untuk penguranganrisiko terdiri dari penduduk dan kewilayahan, jumlah bangunan pendidikan dankesehatan, dan peran pemerintah daerah. Hasil studi menunjukkan bahwa daerah-daerahyang memiliki kerawanan banjir terbagi atas empat tingkat kerawanan, yaituaman, rendah, sedang/menengah dan tinggi, sedangkan pengurangan risiko kategoritingkatan ancaman, kerentanan dan kapasitas, terbagi atas tingkatan rendah,sedang/menengah dan tinggi.Kata-kata kunci:      banjir,kerawanan, SIG
STUDI GERAKAN TANAH AKIBAT PEMANCANGAN TIANG FONDASI (SQUARE PILE) STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA SUPADIO PONTIANAK ., Erna Yulianti; ., Indrayani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Pertumbuhan penumpang Bandara Supadio Pontianak saat ini dari tahun ke tahun semakin meningkat yang menjadikan Terminal Penumpang Bandara Supadio sudah tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang semakin meningkat, sehingga diperlukan pengembangan kawasan Bandara Supadio untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan bandara. Dalam pengembangan Terminal Penumpang Bandara Supadio, dilakukan pekerjaan pemancangan fondasi tiang persegi (square pile) dengan menggunakan alat pancang HSPD (Hydraulic Static Pile Driver) tipe 120 T. Pergeseran alat HSPD dan proses pemancangan tiang menimbulkan masalah gerakan tanah yang mempengaruhi bangunan yang ada di sekitar lokasi pembangunan, khususnya gedung VIP bandara yang berjarak 2 m dari titik fondasi dan masih terus digunakan bagi penumpang VIP. Gerakan tanah yang terjadi akibat pergeseran alat dan proses pemancangan dihitung besarannya dengan menggunakan program Plaxis 8, dengan menganalisis data tanah, data berat alat HSPD, data tiang serta data gedung VIP bandara. Hasil yang didapat dari simulasi data yang dilakukan memperlihatkan telah terjadi gerakan tanah yang mengakibatkan penurunan struktur bangunan gedung VIP akibat pemancangan tiang dan akibat mobilisasi alat pancang HSPD 120 T. Pengaruh gerakan tanah tersebut membuat bangunan gedung VIP Bandara Supadio Pontianak mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga harus dilakukan perbaikan pada stuktur kolom, dinding dan lantai bangunan supaya gedung tersebut dapat tetap digunakan untuk melayani penumpang VIP. Kata-kata kunci: gerakan tanah, fondasi square pile, Plaxis 8
STUDI GERAKAN TANAH AKIBAT PEMANCANGAN TIANG FONDASI (SQUARE PILE) STUDI KASUS PADA PEMBANGUNAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA SUPADIO PONTIANAK Yulianti, Erna; ., Indrayani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Pertumbuhan penumpang Bandara Supadio Pontianak saat ini dari tahun ke tahun semakin meningkat yang menjadikan Terminal Penumpang Bandara Supadio sudah tidak mampu lagi menampung jumlah penumpang yang semakin meningkat, sehingga diperlukan pengembangan kawasan Bandara Supadio untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan bandara. Dalam pengembangan Terminal Penumpang Bandara Supadio, dilakukan pekerjaan pemancangan fondasi tiang persegi (square pile) dengan menggunakan alat pancang HSPD (Hydraulic Static Pile Driver) tipe 120 T. Pergeseran alat HSPD dan proses pemancangan tiang menimbulkan masalah gerakan tanah yang mempengaruhi bangunan yang ada di sekitar lokasi pembangunan, khususnya gedung VIP bandara yang berjarak 2 m dari titik fondasi dan masih terus digunakan bagi penumpang VIP. Gerakan tanah yang terjadi akibat pergeseran alat dan proses pemancangan dihitung besarannya dengan menggunakan program Plaxis 8, dengan menganalisis data tanah, data berat alat HSPD, data tiang serta data gedung VIP bandara. Hasil yang didapat dari simulasi data yang dilakukan memperlihatkan telah terjadi gerakan tanah yang mengakibatkan penurunan struktur bangunan gedung VIP akibat pemancangan tiang dan akibat mobilisasi alat pancang HSPD 120 T. Pengaruh gerakan tanah tersebut membuat bangunan gedung VIP Bandara Supadio Pontianak mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga harus dilakukan perbaikan pada stuktur kolom, dinding dan lantai bangunan supaya gedung tersebut dapat tetap digunakan untuk melayani penumpang VIP. Kata-kata kunci: gerakan tanah, fondasi square pile, Plaxis 8

Page 1 of 2 | Total Record : 13