cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013" : 14 Documents clear
PENGOLAHAN MINYAK PELUMAS BEKAS MENGGUNAKAN METODE ACID CLAY TREATMENT Pratiwi, Yuzana
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

AbstrakLimbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) yangsemakin meningkat dikhawatirkan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadapkesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Salah satu limbah B3 yang perlu mendapatkanpenanganan khusus karena dihasilkan dalam jumlah yang tinggi di masyarakatadalah minyak pelumas bekas. Oleh karena itu, diperlukansuatu metode pengolahan yang dapat mereduksi zat pencemar yang ditimbulkan olehminyak pelumas bekas, salah satunya adalah metode Acid Clay Treatment. Pengolahan yangdilakukan bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik dalam penurunan logamberat timbal (Pb) pada pengolahan minyak pelumas bekas dengan metode Acid Clay Treatment dan untuk mengkajipenurunan kadar Pb yang terkandung pada minyak pelumas bekas. Adsorben yangdigunakan adalah kaolin yang telah diaktivasi dengan asam sulfat. Pengolahanminyak pelumas bekas ini menggunakan tiga variasi, yaitu variasi konsentrasiadsorben, variasi waktu kontak, dan variasi tingkat keasaman (pH). Hasilpengujian pengolahan minyak pelumas bekas menunjukan bahwa kondisi terbaikpenurunan kadar Pb pada 150 ml minyak pelumas bekas terdapat pada konsentrasiadsorben 10 gram, waktu kontak 60 menit, dan pH 4,4. Efisiensi penurunan kadarPb yang didapat dengan menggunakan metode AcidClay Treatment dari kondisi terbaik adalah sebesar 56,71 %.Kata-kata kunci:         limbahB3, acid clay treatment, kaolin, timbal
MANAJEMEN RUAS JALAN DAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KOTA SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA zulfikar, wan
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Abstrak Kota Sukadana sebagai ibukota Kabupaten Kayong Utara mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama di bidang sosial budaya, ekonomi, kependudukan, sarana, prasarana serta transportasi. Berkembangnya berbagai aspek tersebut menyebabkan bertambah pula tingkat pengguna jalan dan volume kendaraan, sehingga perlu adanya suatu penanganan terhadap kondisi kinerja  ruas jalan, guna mewujudkan kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, cepat, lancar, tertib, nyaman dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan manajemen ruas jalan dan skala prioritas penanganan jalan kota yang diharapkan dapat melihat permasalahan secara komprehensif dan dapat digunakan untuk membandingkan permasalahan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk permasalahan dalam penelitian ini adalah metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) yang menggunakan multikriteria dalam perumusan alternatif. Pada penelitian ini, para pemangku kepentingan/pengambil keputusan merupakan nara sumber. Kriteria-kriteria permasalahan yang diambil yaitu kinerja ruas jalan, keterpaduan hirarki pada ruas jalan, akses ke moda transportasi lain, akses ke pusat kota/lingkungan, dan volume lalu-lintas. Hasil akhirnya adalah peyusunan peringkatan prioritas kriteria permasalahan dan prioritas ruas jalan yang perlu dilakukan penanganan di Kota Sukadana sebagai studi kasus. Dari hasil penelitian pada tiap ruas jalan di Kota Sukadana umumnya memiliki kinerja jalan yang cukup baik Hal ini ditunjukkan oleh nilai DS tertinggi terdapat pada Jalan Bhayangkara dan Jalan Tanjungpura yaitu 0,18 tidak melebihi nilai yang dapat diterima menurut Ditjen Bina Marga (1997) untuk jalan perkotaan (biasanya 0,75) dan tingkat pelayanan yang berada pada tingkat pelayanan B dan C. Dari hasil perhitungan bobot relatif masing-masing kriteria, diperoleh bahwa akses ke pusat kota/lingkungan memiliki bobot tertinggi atau berada pada peringkat pertama yaitu dengan bobot 0,278, peringkat kedua kinerja jalan dengan bobot 0,277, peringkat ketiga keterpaduan antarmoda dengan bobot 0,180, peringkat keempat keterpaduan hirarki ruas jalan dengan bobot 0,165, dan peringkat kelima volume lalu lintas dengan bobot 0,124. Prioritas penanganan jalan di Kota Sukadana pada peringkat pertama adalah Jalan Bhayangkara dengan total bobot 4,400, usulan penanganan berupa pemberian marka jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan trotoar, serta perbaikan jalan yang berlubang. Peringkat kedua, Jalan Tanjungpura dengan total bobot 4,400, usulan penanganan berupa pemberian marka jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan trotoar, serta perbaikan jalan yang berlubang. Peringkat ketiga, Jalan Siduk dengan total bobot 3,844, usulan penanganan berupa pemberian rambu dan marka jalan, pembuatan saluran drainase, perbaikan jalan berlubang, serta pembuatan trotoar. Peringkat keempat, Jalan Kota Karang dengan total bobot 3,629, usulan penanganan berupa pembuatan saluran drainase, penertiban pedagang kaki lima, pembuatan trotoar, pemberian rambu dan marka jalan. Peringkat kelima, Jalan Siduk –Ketapang dengan total bobot 3,290, usulan penanganan berupa pemberian rambu dan marka jalan, pembuatan saluran drainase, serta pembuatan trotoar.
PENURUNAN KADAR COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND) PADA LIMBAH CAIR KARET DENGAN MENGGUNAKAN REAKTOR BIOSAND FILTER YANG DILANJUTKAN DENGAN REAKTOR ACTIVATED CARBON Suligundi, Bonifasia Tripina
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

AbstrakLimbah cairindustri karet yang tidak diolah secara optimal dapat menjadi salah satupenyebab dari kerusakan lingkungan. Mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untukpembuatan maupun perawatan alat pengolahan limbah karet serta keberadaan lahanyang besar kadang membuat para pengelola pabrik karet tidak mengolah limbahyang ada, sehingga air yang dibuang ke lingkungan melebihi baku mutu limbahcair industri karet menurut KEP-51/MENLH 10/1995. Oleh karena itu, diperlukansuatu metode pengolahan limbah yang relatif murah dan cukup efisien, yaitudengan menggunakan reaktor biosand filterdan reaktor activated carbon.Pengolahan yang dilakukan adalah untuk menurunkan kandungan COD (ChemicalOxygen Demand) yang ada pada limbah cair karet dengan perbedaan variasiketinggian media pasir halus, pasir kasar, kerikil dan karbon aktif pada keduareaktor sehingga diperoleh efisiensi dan efektivitas dari reaktor. Pengambilansampel dilakukan pada ketujuh titik setiap 2 hari sekali selama 8 hari. Setelahdilakukan pengolahan menggunakan reaktor biosandfilter-activated carbon denganproses seeding selama ±6 minggu,penurunan konsentrasi tertinggi terdapat pada reaktor biosand filter dengan variasi ketinggian media 45 : 10 : 15 denganefisiensi rata-rata sebesar 98,33%. Sedangkan untuk reaktor activated carbon, efisiensi penurunan konsentrasiCOD berkisar antara -323,75% sampai dengan 64,58%. Penurunan konsentrasi CODterjadi dikarenakan adanya proses biokimia, filtrasi, aerasi dan adsorpsi padareaktor biosand filter dan reaktor activated carbon.Kata-kata kunci:      limbah cairkaret, COD (Chemical Oxygen Demand), biosandfilter-activated carbon,filtrasi, adsorpsi, aerasi
KAJIAN PENGARUH JEMBATAN KAPUAS TERHADAP LALU LINTAS AIR MAUPUN DARAT DI KOTA SINTANG Apriyanti, Etty
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.214 KB)

Abstract

AbstrakPembangunan Jembatan Kapuas di Kota Sintang beserta jalanaksesnya memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan wilayah danpertumbuhan ekonomi di Kota Sintang. Hal ini menyebabkan meningkatnya aktivitas penduduk, baik untuk kepentingansosial, pendidikan maupun kepentingan lainnya, sehingga kebutuhan akan transportasi juga terusmeningkat. Akibatnya, volume lalu lintas yang melewati jembatan dan jalan aksesnya akan terusmeningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang terjadi sebagai akibat dioperasionalkannyaJembatanKapuas Sintang terhadap lalu lintas air maupun lalu lintas darat di Kota Sintang. Kajiandilakukan dengan membuat model persamaan perhitungan produksi bangkitan volume lalu lintas air dan lalu lintas darat di Kota Sintang menggunakananalisis regresi berbasis zona dengan asumsi data variabel tetap (Y)adalah volume lalu lintas air dan lalu lintas darat, sedangkan data variabelbebas (X) adalah data sosio-ekonomi. Dari model terpilih kemudian dilakukan estimasi bangkitan lalu lintas untuk tahun2016, 2021, 2026 dan 2031. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tahunvolume lalu lintas air maupun lalu lintas darat di Kota Sintang terus mengalami peningkatan denganadanya JembatanKapuas. Faktor yang paling dominan mempengaruhi aktivitas lalu lintas airadalah perusahaan perdagangan. Pusat perdagangan yang terletak di wilayahSungai Durian menyebabkan masyarakat dari wilayah Kampung Raja lebih memilihuntuk menggunakan transportasi air untuk mencapai tujuannya karena jaraktempuhnya lebih pendek dibandingkan apabila menggunakan transportasi darat.Sedangkan lalu lintas darat dominan dipengaruhi oleh faktor kepadatan penduduk.Adanya Jembatan Kapuas membuka akses darat dari dan menuju ke wilayah KampungRaja yang sebelumnya terpisah dengan wilayah lainnya di Kota Sintang sehinggawilayah ini semakin mudah dikunjungi oleh masyarakat kota Sintang. Akibatnya, kepadatan penduduk diwilayah tersebut meningkat sehingga meningkatkan pula lalu lintas darat yangmelintasi JembatanKapuas. Berdasarkan hasil analisis, dapat ditarikkesimpulan bahwa dengan adanya Jembatan Kapuas, volume lalu lintas yang melalui Jembatan Kapuas dan jalanaksesnya akan terus meningkat sehingga disarankan pada pemerintah untukmemprogramkan pembangunan jembatan baru yang menghubungkan antara wilayahKampung Raja dan Sungai Durian, sehingga terdapat jalur lingkar yang salingberhubungan antara wilayah Sungai Durian – Tanjung Puri – Kampung Raja.Hal ini bertujuan agar arus lalu lintas darat dari dan menuju wilayah KampungRaja menjadi terbagi, tidak hanya tertumpu pada Jembatan Kapuas dan JembatanMelawi serta jalur aksesnya.Kata-kata kunci:      lalu lintasair, lalu lintas darat, transportasi, regresi
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY DENGAN MENGGUNAKAN BIOSAND FILTER DAN ACTIVATED CARBON Utami, Anggi Rizkia
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

AbstrakSeiringterjadinya peningkatan jumlah penduduk yang sangat signifikan di mana denganbertambahnya jumlah penduduk maka akan terjadi peningkatan kebutuhan akanbarang dan jasa. Pencucian pakaian dan alat rumah tangga lainnya (laundry) merupakan salah satu usaha yangsedang menjamur khususnya di Kota Pontianak. Padadasarnya, jasa laundry tidakmemiliki sistem pengolahan limbah untuk menangani limbah cair yang dihasilkandari proses laundry. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pengolahan limbah yangrelatif murah dan cukup efisien. Salah satunya dengan menggunakan reaktor biosand filter dan reaktor activated carbon. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penurunan konsentrasi COD (ChemicalOxygen Demand) pada limbah cair laundrydan mengetahui variasi media yang paling efektif dengan menggunakan reaktor biosandfilter dan activated carbon. Pada penelitian ini, dimensi reaktoryang digunakan adalah 30´30´100cm3 untuk unit biosand filter, sedangkan untuk unit activatedcarbon dimensi reaktor yang digunakan adalah 15´15´70cm3. Media yang digunakan dalam penelitian ini adalah pasir halus0,25 mm, pasir kasar 0,85 mm, kerikil 6,3 mm dan karbon aktif berbentukgranular. Pengambilan sampel dilakukan pada tujuh titik setiap 2 hari sekaliselama 8 hari. Penurunan konsentrasi tertinggi terdapatpada reaktor biosand filter dengan variasi ketinggian media 35 : 20: 15 denganefisiensi rata-rata sebesar 67,54%. Sedangkan untuk reaktor activated carbon, efisiensi penurunankonsentrasi COD berkisar antara 81,65% sampai dengan 89,21%. Hal inidikarenakan adanya proses biokimia, filtrasi, aerasi dan adsorpsi pada biosandfilter dan activated carbon.Kata-kata kunci:      COD(Chemical OxygenDemand), biosandfilter, activatedcarbon, efisiensi
PENENTUAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN DESA DI DESA PAL IX KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA -, Oliansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

AbstrakTulisan ini menyajikan hasil penelitian yang bertujuan menganalisis nilai manfaat suatu jalan dengan menggunakan metode IRAP (Integrated Rural AccessibilityPlanning). Metode IRAP ini menggunakan kombinasipengumpulan data berbasis wawancara, observasi lapangan, dan pengisiankuisioner IRAP yang terdiri dari nilai indikator dan bobot indikator. Analisisdilakukan untuk mendapatkan nilai manfaat jalan yang pada dasarnya merupakanrata-rata dari perkalian nilai indikator dan bobot indikator. Hal ini sangatpenting mengingat jalan adalah infrastruktur yang sangat vital dalam memberikan aksesibilitas yang baikbagi penduduk desa. Untuk itu, prioritas penanganan jalan harus memastikan yangmemberikan manfaat yang paling besar bagi penduduk desa. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Jalan Perdamaian memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor kesehatansebesar 16,525. Nilai manfaat tertinggi pada Jalan Karya/Parit Haruna adalah untukkesehatan sebesar 18,014 dan juga memiliki manfaat yang paling besar untuksektor pendidikan lanjutan dibandingkan jalan lainnya dengan nilai manfaatsebesar 15,188. Jalan Masjid memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor perdagangan/jasa sebesar 18,048. Jalan Swadayamemiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor kesehatan sebesar 15,391 dan jugamemiliki manfaat yang paling besar untuk sektor pendidikan dasar dibandingkanjalan lainnya dengan nilai manfaat sebesar 15,304. Jalan Perintis memilikinilai manfaat tertinggi untuk sektor pasar sebesar 15,000 dan juga memilikimanfaat paling besar untuk air bersih dibandingkan jalan lainnya dengannilai manfaat sebesar 5,000. Jalan Wa’gattak memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor pasar sebesar13,967. Jalan Kalimas Hulu memiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektorperkebunan sebesar 17,937 dan merupakan manfaat paling tinggi dibandingkanjalan lainnya dan juga memiliki manfaat paling besar untuk sektor pertaniandibandingkan jalan lainnya dengan nilai manfaat sebesar 14,696. Jalan Turimemiliki nilai manfaat tertinggi untuk sektor perdagangan/jasa sebesar 16,953. PadaDusun IV,prioritas pertama perbaikan jalan adalah Jalan Karya/Parit Haruna dengan nilaimanfaat sebesar 12,236. Selanjutnya, secara berurutan tingkat prioritas perbaikanjalan pada Dusun IV yaitu Jalan Perdamaian, Jalan Swadaya, Jalan Masjid danJalan Perintis. Pada Dusun V, tingkat prioritas pertama adalah Jalan KalimasHulu dengan nilai manfaat sebesar 12,905. Prioritas selanjutnya yaitu Jalan Turi dan Jalan Wa’gattak. Secarakeseluruhan tingkat prioritas pertama untuk dilakukan perbaikan adalah JalanKalimas Hulu dengan nilai manfaat sebesar 12,905. Prioritas kedua dan ketiga masing-masing adalahJalan Karya/Parit Haruna dan Jalan Perdamaian dengan nilaimanfaat sebesar 12,236 dan 11,478. Sementara itu, prioritas terakhir adalahJalan Perintis dengan nilai manfaat sebesar 8,800.Kata-kata kunci:      IRAP,nilai indikator, bobot indikator, nilai manfaat
PUSAT SENI TEATER DI KOTA PONTIANAK Zakia, Hasma Katifah; Nurhamsyah, M; Putro, Jawas Dwijo
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

AbstrakSeni merupakan bagian darikebudayaan suatu bangsa yang merupakan pencerminan dari peradaban bangsatersebut pada suatu kurun waktu tertentu yang selalu dikenang dan dipelihara.Dalam perkembangannya, seni terpecah menjadi beberapa cabang,seperti seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater, dan seni sastra. Salahsatu cabang seni budaya yang mendapat perhatian besar di masyarakat adalah seniteater. Teater diibaratkan sebagai dunia kecil yang menceritakan konflikkehidupan manusia dalam bentuk dialog yang mengandung makna dan pesan moralyang ingin disampaikan. Pusat Seni Teater merupakan suatu tempat yang menjadi sentralkegiatan seni teater, termasuk kegiatan pengenalan, pembelajaran, latihan,tempat berkumpul hingga proses akhir yaitu pertunjukan. Keberadaan Pusat Seni Teater di Kota Pontianakdapat memberikan fasilitas untuk melakukan pertunjukan, berkumpul, latihan, danpendidikan seni teater yang saat ini masih dirasakan kurang. Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalahmenggunakan tahapan permulaan, persiapan, pengajuan judul, evaluasi dantindakan. Bentuk massa bangunan dalam Pusat Seni Teater ini diambil daridefinisi dan fungsi Pusat Seni Teater yang fleksibel, dinamis, lentur dangembira. Bentuk bangunan juga mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar seperti iklim, dancurah hujan.Kata-kata kunci:      seniteater
PEMANFAATAN LIMBAH AMPAS TEBU SEBAGAI KARBON AKTIF UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI PADA AIR SUMUR ., Asbahani
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

AbstrakKandungan besi (Fe) di dalam air sumur dapatmenimbulkan gangguan kesehatan, bau yang kurang enak, menyebabkan warna kuningpada dinding bak kamar mandi serta bercak-bercak kuning pada pakaian. Salahsatu cara pengolahan air yaitu dengan teknik adsorbsi dengan menggunakan karbonaktif dari ampas tebu. Pembuatan karbon aktif ampas tebu terdiri atas prosespreparasi sampel, perendaman sampel dengan NaCl 15%, karbonisasi, aktivasidengan HCl 0,1 M, pencucian, dan pengayakan. Karbon aktif ampas tebu dengan lamaperendaman NaCl 15% selama 10 jam, suhu karbonisasi 320°C selama 30 menit, aktivasi HCl 0,1 M serta pengayakan dengansaringan 200 mesh telah memenuhistandar mutu kualitas karbon aktif menurut SNI 06-3730-1995 dengan konsentrasiair 15,514%, konsentrasi zat mudah menguap 11,146%, konsentrasi abu 5,954%,karbon aktif murni 67,386%, serta daya serap terhadap larutan I2 21,269%.Karbon aktif yang telah telah memenuhi Standar Kualitas Karbon aktif MenurutSNI 06-3730-1995 dimasukkan ke 100 mL sampel air yang masing-masing konsentrasiFe-nya 3,57 mg/L dengan dosis masing-masing adsorben 0,5 g, 1 g, 1,5 g dan 2 g.Sampel kemudian diaduk selama 30 menit dengan kecepatan 100 rpm menggunakansistem batch. Waktu kontak yangdigunakan setelah pengadukan adalah 30, 60, 90, 120 dan 150 menit. Waktu kontakdan dosis terbaik untuk menurunkan konsentrasi Fe pada air sumur dengan karbonaktif dari ampas tebu adalah 90 menit dan dosis 2 gram adsorben denganefisiensi adsorbsi mencapai 90,32%.Kata-kata kunci:      ampastebu, besi (Fe), karbon aktif, adsorbsi
PENGARUH PENGEKANGAN (CONFINEMENT) DENGAN VARIASI JARAK SENGKANG TERHADAP PENINGKATAN KAPASITAS KEKUATAN KOLOM Kurniansyah, Arry; ., Elvira; ., M Yusuf
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

AbstrakTerdapat perbedaan pada mutu beton antarabeton yang tidak diberikan pengekangan (unconfined)dan beton yang diberikan pengekangan (confined).Pengekangan pada inti penampang kolom (concretecore) yang diakibatkan adanya sengkang berpengaruh terhadap peningkatankekuatan tekan beton pada daerah terkekang dalam menerima kuat tekan secaraaksial. Perbandingan jarak antarsengkang terhadap inti penampang kolom (concrete core) daerah terkekangmerupakan salah satu variabel yang berpengaruh terhadap peningkatan kekuatankolom. Penelitian ini dilakukan dengan pengujian secara eksperimental danperhitungan secara teoritis. Perhitungan secara teorotis mengacu pada hasilpenelitian yang dilakukan oleh para peneliti sebelumnya. Sedangkan ujieksperimental dilakukan dengan pengujian pembebanan aksial terhadap benda ujikolom dengan dimensi 12 cm ´ 12 cm ´ 60 cm, dengan variasi jarak sengkang 5 cm, 9 cm, 13 cm dan bendauji kolom tanpa sengkang. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah Æ 7,6 mm dengan kuat leleh tulangan baja 282,85 MPa. Tulangansengkang yang digunakan adalah Æ 5,6 mmdengan kuat leleh tulangan baja 294,10 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwasemakin dekat jarak sengkang maka semakin besar kemampuan kolom dalam menerimabeban aksial. Pada hasil perhitungan secara teoritis dengan pembanding berupabenda uji kolom tanpa sengkang, menghasilkan peningkatan beban aksial benda ujikolom dengan jarak sengkang 5 cm sebesar 5,17% dan untuk benda uji kolom denganjarak sengkang 9 cm sebesar 1,74%. Sedangkan hasil uji eksperimental denganpembanding berupa benda uji kolom tanpa sengkang, menghasilkan peningkatanbeban aksial benda uji kolom dengan jarak sengkang 5 cm sebesar 7,38% dan untukbenda uji kolom dengan jarak sengkang 9 cm sebesar 5,37%. Persentase selisihpengujian secara eksperimental terhadap perhitungan secara teoritis didapatkanselisih pembebanan benda uji kolom dengan jarak sengkang 5 cm sebesar 3,84%,benda uji kolom dengan jarak 9 cm sebesar 2,46%, dan benda uji kolom tanpasengkang sebesar 5,82%.Kata-kata kunci:      jaraksengkang, efek pengekangan
EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN RIGID DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN SEI DURIAN – RASAU JAYA km 21 + 700 S.D. km 24 + 700) ., Supardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.198 KB)

Abstract

Jalan Sei Durian - Rasau Jaya merupakan salah satu jalan provinsi yang mempunyaifungsi sebagai penghubung antara Kabupaten Kubu Raya dengan kabupaten-kabupatenlainnya. Jalan ini memegang peranan penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Penelitianbertujuan untuk mengevaluasi jenis kerusakan, mengidentifikasi tingkat kerusakanjalan dan memberikan alternatif perbaikan kerusakan jalan. Tempat penelitianpada ruas jalan Sei Durian - RasauJaya dengan panjang jalan 3 km, jenis perkerasan kaku (rigid pavement),memiliki satu jalur lebar jalan 5 m. Metode penelitian Bina Marga. Jeniskerusakan yang terjadi terdiri dari 10 jenis, yaitu retak memanjang (200,8 m2),retak melintang (65,76 m2), punch-out (92,75 m2), lubang(84 m2), retak berkelok-kelok (19,25 m2), retak diagonal(15,62 m2), penurunan (20 m2), retak bersilang pelat pecah(3 m2), retak sudut (1,45 m2), dan gompal (0,135 m2).Total kerusakan seluas 502,765 m2 atau 3,35% dari luas total 15000 m2.Kerusakan paling dominan adalah retak memanjang 39,94%, punch-out 18,45%,lubang 16,71% dari total luas kerusakan. Perbaikan kerusakan dengan memperbaikispot-spot kerusakan pada stasiun tertentu dan bersifat pemeliharaanjalan rutin atau dengan cara rehabilitasi (peningkatan mutu dan kualitasjalan).Kata-kata kunci:         evaluasikerusakan, perkerasan rigid,metode binamarga

Page 1 of 2 | Total Record : 14