cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue " Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012" : 10 Documents clear
PENGARUH SUHU PEMADATAN PADA LAPIS PERKERASAN LATASTON ( HRS – WC ) YANG MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55 ., Akem
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan aspal untuk perawatan danpembangunan jalan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat ini sangattinggi setiap tahunnya. Salah satu jenis aspal yang sekarang digunakan adalah Retona 55 (RefineButon Asphalt) yang diproduksi oleh PT. Olah Bumi Mandiri Jakarta. Retona Blend 55 adalah produk dari Aspal Buton Modifikasi yang dihasilkan dari ekstraksi Asbuton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dampak yangterjadi terhadap lapisan perkerasan Lataston (HRS-WC) akibat perubahan suhupada saat campuran aspal dipadatkan. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik campuran lataston (HRS-WC) terhadap suhu pemadatan. Sedangkan suhu pemadatan yang ditinjau yaitu mulai dari 125 – 145°C. Dari hasil pengujian diLaboratoriumUPMKL (Unit Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat yang berada di Batulayang, analisisparameter Marshall terhadap variasi kadar aspal yang digunakan,diperoleh kadar aspal optimum campuran HRS-WC Retona Blend 55adalah sebesar 6,5%. Dari hasil uji Marshall terlihat bahwa penggunaan Retona Blend 55terbukti mampu meningkatkan nilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal panasjenis perkerasan Lataston (HRS-WC).Kesimpulan dari Hasil Penelitian khusus untuk Lataston (HRS-WC) denganmenggunakan bahan pengikat Retona Blend 55 diketahui bahwa dengan suhupemadatan yang standar diperoleh nilai stablitas yang baik. Demikian juga halnyadengan nilai VIMnya juga memenuhi syarat yang diizinkan Bina Marga. Dengan demikian, berarti stablitasterpenuhi, rongga dalam campuran semakin kecil. Ini berarti penggunaan Retona Blend 55 terbukti mampu meningkatkannilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal panas jenis perkerasan Lataston(HRS-WC). Dengandemikian direkomendasikanbahwa penggunaan Aspal Retona Blend 55 khususnya pada campuranperkerasan Lataston (HRS-WC) layak untuk dipertimbangkan sebagai alternatifpengganti Aspal pen 60/70 yang mulai langka di pasaran.Kata-kata kunci:      campuranaspal panas HRS–WC, Retona Blend 55
TINJAUAN KEKUATAN PERKERASAN LATASTON (HRS) TERHADAP PERUBAHAN SUHU PADA SAAT UJI MARSHALL ., Erwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan aspal untuk pembangunan danperawatan jalan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat ini sangattinggi setiap tahunnya. Salah satu jenis Asbuton olahan yang sekarang digunakanadalah Retona (Refine Buton Asphalt) Blend 55 yang diproduksi oleh PT. Olah Bumi Mandiri Jakarta. RetonaBlend 55 merupakan perpaduan antara aspal keras dengan asbutonsemiekttraksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapabesar pengaruh perubahan suhu pada saat perendaman benda uji terhadap kekuatan perkerasan Lataston (HRS-WC). Tulisan ini merupakan hasil penelitianlaboratorium yang dimaksudkan untuk mengetahui karakteristik Marshall akibatperubahan suhu perendaman benda uji pada campuran jenis perkerasan Latastonlapis aus (HRS-WC) melalui pengujian Marshall standar BinaMarga. Bahan ikat yang dipakai adalah Retona Blend 55. Dari hasilpengujian aspal, Aspal Retona Blend 55 ternyata memilikinilai penetrasi yang lebih rendah, sedangkan berat jenis dan titik lembek Retona Blend 55 beradadi atas rata-rata. Dari hasil analisis parameter Marshall terhadap variasisuhu perendaman, diperoleh kadar aspal optimum campuran HRS-WC. Nilai Parameter Marshall campuran Lataston dengan menggunakan Aspal Retona Blend 55 padasuhu perendaman 40°C diperoleh nilai KAO (Kadar AspalOptimum) sebesar 7,15% dengan stabilitas 13691,1 kg; flow 3,4 mm; VIM (Void in Mix)4,3%; VFB (Void Filled Bitumen) 103,7%; MQ (Marshall Quotient) 405,7 kg/mm. Padasuhu perendaman 50°C nilai KAO sebesar 7,25% denganstabilitas 1213,4 kg, flow 3,1 mm;VIM 5,2%; VFB 98,6%; MQ 389,3 kg/mm. Pada suhu perendaman 60°C diperoleh nilai KAO sebesar 77,65% dengan stabilitas 981,1 kg; flow 3,2 mm; VIM 5,9%; VFB 94,3%; MQ 305 kg/mm. Pada suhu perendaman70°C diperoleh nilai KAO sebesar 7,10% dengan stabilitas 785,3 kg; flow 3,3 mm; VIM 5,1%; VFB 98,9%; MQ 235,7 kg/mm. Pada suhu perendaman 80°C diperoleh nilai KAOsebesar 7,10%dengan stabilitas 788,1 kg; flow 3,0 mm; VIM 4,9%; VFB 99,7%; MQ 267,3 kg/mm. Berdasarkan hasilpenelitian ini maka sebaiknya suhu perendaman yang digunakan untuk perkerasanLataston untuk aspal Retona Blend 55 adalah 60°C, karena jika di bawah suhu tersebut nilai stabilitas akan naik dannilai VIM menurun, sedangkan di atas suhu tersebut nilai stabilitas akanmenurun dan nilai VIM naik (kualitas campuran jadi kurang baik).Kata-kata kunci:      campuranaspal panas Lataston (HRS–WC), Retona Blend 55
KESEIMBANGAN AIR DI KECAMATAN TELUK PAKEDAI, KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Swastiastuti, Amdalia Sri; Mulki, Gusti Zulkifli; Yuniarti, Erni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1353

Abstract

Abstrak Daya dukung air suatu wilayah menjadi faktor penting yang harus diperhatikan. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi sektor utama sebagai mata pencaharian masyarakat Kecamatan Teluk Pakedai yang didukung dengan curah hujan yang relatif tinggi, sehingga apabila terjadi musim kemarau dengan minimnya curah hujan pada periode tertentu dapat menyebabkan ancaman gagal panen pada pertanian dan perkebunan serta kebutuhan air untuk penduduk tidak tercukupi, sehingga perlu diketahui keseimbangan air di Kecamatan Teluk Pakedai pada saat tahun kering. Penelitian ini menganalisis evapotranspirasi potensial dengan rumus Penman modifikasi FAO, analisis tahun kering dengan metode CDR dan analisis neraca air dari sektor pertanian, perkebunan dan pemukiman. Berdasarkan hasil penelitian neraca air untuk pertanian pada tahun kering menunjukkan keseimbangan air untuk pertanian di Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya akan selalu terjadi defisit atau kekurangan air pada masa awal tanam. Neraca air untuk perkebunan kelapa sawit pada tahun kering cukup seimbang. Neraca air untuk pemukiman bergantung pada kapasitas tampung dari tiap rumah penduduk. Kata-kata kunci: keseimbangan air, neraca air, Teluk Pakedai
KAJIAN SEDIMENTASI PADA SUMBER AIR BAKU PDAM KOTA PONTIANAK Erlanda, Ella Prastika; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Yuniarti, Erni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1354

Abstract

Abstrak Peristiwa sedimentasi atau pengendapan partikel-partikel tanah yang terbawa aliran sungai seringkali terjadi di sungai-sungai, tidak terkecuali Sungai Kapuas di Pontianak Kalimantan Barat, khususnya pada sumber-sumber air baku PDAM Kota Pontianak. Tingkat sedimentasi yang tinggi mengakibatkan pendangkalan dan perubahan kualitas air sungai sehingga dapat mempengaruhi beberapa aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sumber-sumber air baku tersebut, sehingga perlu diketahui besarnya tingkat sedimentasi dan debit air yang terjadi di sekitar intake PDAM Kota Pontianak. Metode yang digunakan pada saat pengambilan data primer menggunakan metode sesaat di mana hasil yang ada menggambarkan kondisi pada lokasi tertentu pengambilan sampel. Dalam menganalisis data digunakan metode grab sample (metode sesaat) dan metode L.C Van Rijn. Analisis data perhitungan menggunakan kedua metode ini menghasilkan nilai yang berbeda karena cara pandang setiap metode berbeda. Untuk metode sesaat debit sedimen dipengaruhi oleh debit aliran dan konsentrasi sedimen, sedangkan metode L.C Van Rijn debit sedimen dipengaruhi oleh diameter ukuran sedimen, kerapatan jenis, dan kecepatan. Dari hasil analisis didapat besar debit sedimen dengan metode sesaat di intake Selat Panjang saat pasang 3393,387 ton/hari, saat surut 927,208 ton/hari; di intake Imam Bonjol saat pasang 308,558 ton/hari, saat surut 158,506 ton/hari; di intake Penepat saat pasang 55,019 ton/hari, saat surut 34,388 ton/hari. Jumlah angkutan sedimen dengan metode L.C Van Rijn di intake Selat Panjang saat pasang 980,0276 ton/hari, saat surut 1,1517 ton/hari; di intake Imam Bonjol saat pasang 129,7662 ton/hari, saat surut 0,4585 ton/hari; di intake Penepat saat pasang 0,1267 ton/hari, saat surut 0,2964 ton/hari. Debit air di intake Selat Panjang saat pasang 1354,321 m3/detik, saat surut 357,989 m3/detik, di intake Imam Bonjol saat pasang 223,205 m3/detik, saat surut 114,660 m3/detik; di intake Penepat saat pasang 18,729 m3/detik, saat surut 12,876 m3/detik. Kata-kata kunci: PDAM Kota Pontianak, debit aliran, debit sedimen
STUDI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI Kamaruzzaman, Findy
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1435

Abstract

AbstrakPada pekerjaan proyekkonstruksi biasanya terjadi kendala pada pengerjaan proyek tersebut, baikkendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luarperhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnyapenyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai denganrencana. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan ataumengetahui faktor-faktor utama pendukung yang menjadi penghambat dalam penyelesaian pekerjaantersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepadaresponden (pelaksana proyek jalan berkonstruksi beton di Kota Pontianak padatahun 2010) dan wawancara kepada pihak konsultan dan pihak pemerintah.Pengolahan data kuisioner menggunakan program SPSS 17.0 for Windows dengan metode analisis deskriptif dan analisis rangking.Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking faktor yang menjadipenyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yangmempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek jalan beton di Kota Pontianakadalah faktor sosial dan budaya, faktor bahan dan faktor cuaca. Faktor bahan terdiridari kenaikan harga bahan, kelangkaan material dan kekurangan bahan.Kata-kata kunci: terhambat,jalan berkonstruksi beton, faktor utama
KAJIAN POLA TANAM PADA LAHAN GAMBUT KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA ., Karnadi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1521

Abstract

AbstrakDaerah Desa Limbung merupakan salah satudaerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut yang terletak di KecamatanSungai Raya Kabupaten Kubu Raya yang saat ini sebagian besar belum dikembangkandan dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. Hal ini menyebabkan masih rendahnyapendapatan penduduk dalam memproduksi hasil pertaniannya. Untuk itu, setelahdilakukan perbaikan dalam hal pola tanam, yakni dalam pemilihan jenis tanamandan jadwal penanaman yang tepat diharapkan dapat meningkatkan produksi hasilpertanian dan meningkatkan kesejahteraan hidup para petani Kecamatan SungaiRaya Kabupaten Kubu Raya, khususnya untuk Desa Limbung. Dalam penelitian ini,untuk menganalisi permasalahan yang ada diperlukan data primer dan datasekunder. Data primer meliputi data pergerakan pasang surut di lapangan selama27 jam dan data pola tanam yang biasa dilakukan oleh petani Desa Limbung. Untukdata sekunder meliputi data hidrologi dan klimatologi serta data pergerakanpasang surut. Analisis yang akan dilakukan meliputi analisis hidrometri, analisishidrologi, analisis pola tanam dan analisis pengelolaan air. Hasil akhirdidapat bahwa untuk daerah Desa Limbung masih dipengaruhi adanya pasang surutair laut dengan ketinggian spring tide 181,00 cm dan neap tide51,00 cm. Dari analisis kebutuhan air tanaman dengan beberapa alternatif polatanam, didapat pola tanam yang paling baik dengan kebutuhan air tanaman per haripaling terkecil adalah pola tanam Jagung Jagung Jagung dengan kebutuhan airsebesar 4,37 mm/hari dan pola tanam Padi Padi Padi dengan kebutuhan airsebesar 4,58 mm/hari. Berdasarkan zona pengelolaan air yang ada di daerah DesaLimbung dapat dibedakan dua zona pengelolaan air yaitu ZPA I (tanamanperkebunan) dan ZPA VIII (tanaman padi tadah hujan). Sumber air untuk memenuhikebutuhan air tanaman berasal dari saluran tersier yang terdapat di arealpertanian.Kata-kata kunci: pasangsurut, pola tanam, kebutuhan air tanaman
PENGATURAN LALU LINTAS DENGAN JEMBATAN LAYANG PADA PERSIMPANGAN JALAN TANJUNGPURA – JALAN SULTAN HAMID II – JALAN IMAM BONJOL – JALAN PAHLAWAN Astuti, Yanti Dewi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepadatan lalu lintas sering terjadi pada jam-jam sibuk di mana sering terjadi kemacetan pada sebagian jalan raya penting di Pontianak. Persimpangan Jalan Tanjungpura – Jalan Pahlawan – Jalan Imam Bonjol – Jalan Sultan Hamid II merupakan akses utama menuju Jembatan Kapuas I dan menghubungkan juga dengan lembaga pendidikan, perkantoran, pasar, pertokoan dan pemukiman sehingga dapat menyebabkan konflik arus lalu lintas pada persimpangan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas. Untuk merencanakan suatu persimpangan yang baik perlu adanya volume lalu lintas dari persimpangan itu sendiri. Volume lalu lintas ini didapatkan dari hasil survei lalu lintas yang dilaksanakan pada hari Jum’at, Sabtu, Minggu dan Senin. Metode pengambilan data dilakukan dengan alat bantu handycam yang diletakkan di atas gedung untuk menangkap gambar keseluruhan dari persimpangan yang akan diteliti. Kemacetan yang terjadi pada persimpangan dikarenakan adanya konflik dari empat arus. Perencanaan jembatan layang dipakai type interchange diamond dengan pertimbangan luas lahan yang terbatas di lapangan dan kaki-kaki jembatan diletakkan pada ruas Jalan Tanjungpura dan Jalan Imam Bonjol dengan pemikiran bahwa kedua jalan ini masih mungkin untuk dilebarkan dan lebih efektif untuk mengalirkan arus yang besar. Setelah dibangun jembatan layang, nilai derajat kejenuhan diperoleh sebesar 0,1205 dan pada persimpangan di bawahnya masih memakai lampu lalu lintas untuk mengendalikan arus yang ada. Kata-kata kunci: persimpangan, kemacetan, type interchange diamond, derajat kejenuhan, jembatan layang
PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP BESARNYA DEBIT(Q) PADA SUATU KAWASAN (STUDI KASUS PASAR FLAMBOYAN) Wendika, Ya’ Dwi; Soeryamassoeka, Stefanus Barlian; Yuniarti, Erni
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Akibat adanya perluasan wilayah seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan pesatnya pembangunan, sistem drainase seperti parit-parit maupun drainase buatan tidak terpelihara dengan baik. Akibat dari kondisi tersebut maka tidak heran apabila Kota Pontianak menjadi salah satu “kota banjir” di Indonesia. Padahal pada saat tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an bencana banjir jarang terjadi. Banyaknya pembangunan yang dilakukan dari tahun ke tahun mengakibatkan perubahan tata guna lahan yang ada. Penelitian ini merupakan suatu bentuk kajian mengenai pengaruh perubahan tata guna terhadap besarnya debit (Q) pada suatu kawasan, dengan daerah yang dijadikan sampel penelitian adalah pasar Flamboyan Pontianak. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap besarnya debit aliran di kawasan pasar Flamboyan, Kota Pontianak dan membuat suatu konsep desain pasar Flamboyan sehingga dapat mengurangi besarnya debit yang ada sekarang. Dari kajian yang dilakukan didapatkan hasil perbedaan debit yang signifikan sebelum dan setelah pasar Flamboyan dibangun. Perubahan tata guna lahan di pasar Flamboyan dari lahan terbuka menjadi daerah yang terbangun mengakibatkan perubahan debit air secara signifikan di mana debit sebelum dibangun adalah 0,073 m3/detik, dan setelah dibangun adalah S1 Q5 = 0,152 m3/detik, S2 Q5 = 0,064 m3/detik, S3 Q5 = 0,041 m3/detik, S4 Q5 = 0,060 m3/detik. Hasil yang didapat dari desain pasar Flamboyan yang baru dapat mengurangi debit pasar Flamboyan yang sekarang dan debit setelah didesain menjadi 0,67 m3 sehingga debit aliran yang ada pada saat sekarang ini dapat berkurang dan meminimalisir terjadinya banjir. Kata-kata kunci: debit, tata guna lahan, pasar Flamboyan
STUDI PEMAMPATAN TANAH LUNAK PONTIANAK DENGAN PENGARUH GEJALA ELEKTROOSMOSIS Sepriawan, Muhar
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanah lunak Pontianak memiliki karakteristik yang kurang menguntungkan bagi konstruksi, karena daya dukung tanah yang rendah dan besarnya penurunan yang dapat terjadi akibat beban yang dipikulnya, demikian pula dengan konsistensi yang relatif tinggi. Sifat-sifat tanah lunak yang kurang menguntungkan tersebut banyak dipengaruhi oleh air. Semakin rendah kadar air maka daya dukung tanah semakin besar. Dengan demikian, salah satu cara untuk menstabilisasi tanah lunak adalah mengeluarkan air pori dari tanah tersebut. Metode elektroosmosis merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi kadar air yang ada pada tanah lunak, sedemikian hingga dapat mengurangi besarnya penurunan yang terjadi akibat pembebanan. Pada pengujian konsolidasi elektroosmosis masing-masing berupa konsolidasi dengan 24 jam (pre-loading), 48 jam (pre-loading) baik dengan ataupun tanpa pengaruh medan listrik. Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya perubahan nilai indeks pemampatan yang signifikan berkisar antara 5,30 % sampai 17,88 % terhadap pengujian konsolidasi dengan adanya pre-loading dan pengaruh medan listrik, sehingga dapat disimpulkan kekakuan tanah lebih meningkat jika menggunakan medan listrik dilihat dari besarnya perubahan nilai indeks pemampatan. Proses pemampatan yang terjadi juga memberikan hasil yang lebih baik di mana dengan waktu yang sama pada saat tekanan diberikan regangan atau penurunan yang terjadi lebih besar jika dengan menggunakan elektroosmosis. Jika regangan atau penurunan yang terjadi sama waktu yang dibutuhkan lebih cepat jika dibandingkan hanya dibebani secara konsolidasi mekanik biasa. Kata-kata kunci: tanah lunak Pontianak, stabilisasi tanah lunak, metode elektroosmosis, dan proses pemampatan
PERENCANAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI KOTA SANGGAU Maulina, Syarifah Melly
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Sanggau merupakan kota yang berpotensiuntuk berkembang yang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana, antara laindalam penyediaan air bersih. Perencanaan ini bertujuan untuk menganalisiskebutuhan air masyarakat di Kota Sanggau, menganalisis ketersediaan dankualitas Sumber Air Riam Engkuli serta menentukan pengolahan yang tepat,membuat rencana intake, jalur pipatranmisi serta reservoir. Perencanaanyang dilakukan mencakup survei topografi dengan GPS, analisis kuantitas airdengan memprediksi laju kebutuhan air domestik dan non-domestik, analisiskualitas air dengan pengujian sampel air secara in-situ dan ex-situ,analisis ketersediaan air sumber air baku Mandi Bintang dengan metode Mock,perhitungan debit andalan 99% dengan cara Weibull, serta menganalisis jaringanpipa transmisi menggunakan program EPANET 2.0. Hasil pengujian menunjukkan kualitas sumber airbaku Riam Engkuli sesuaibaku mutu sebagai air baku, air bersih dan air minum, tapi warna masih tidaksesuai, sehingga dilakukan penurunan warna hingga bersih dan aman bagikesehatan. Unit pengolahan terdiri dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi,filtrasi, dan desinfeksi. Ditinjau dari segi kuantitas, sumber air baku RiamEngkuli dapat mencukupi seluruh kebutuhan air bersih masyarakat Kota Sanggauyang pada tahun 2028 sebesar 162,3 liter/detik dengan kebutuhan jam puncaksebesar 284,1 liter/detik. Dari perhitungan debit andalan probabilitas 99% diperolehdebit sebesar 993,70 liter/detik. Hasil debit terukur di lapangan sebesar 908,5liter/detik. Dari segi kontinuitas, dapat dikatakan bahwa sumber air ini selalumengalir dan memenuhi kebutuhan air bersih sepanjang tahun. Dengan metoda Mock,diperoleh debit terendah terjadi pada bulan September sebesar 182,6 liter/detikdan debit tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 1847,5 liter/detik.Hasil desain teknis diperoleh panjang jalur pipa transmisi (jarak intake ke reservoir) 270 m menggunakanpipa HDPE Æ6 sepanjang 155,2 m dan Æ8sepanjang 114,61 m, letak intake beradapada ketinggian +60 dpl, digunakan jenis groundreservoir berukuran 24´24´2 m dengan kapasitas 1152 m3yang terletak pada ketinggian +53 dpl. Sistem pengaliran menggunakan dua pompa,satu pompa yang digunakan dan satu sebagai cadangan. Pembangunan reservoirdirencanakan per tahap di mana reservoir pertama terbuat dari beton berukuran 10´10´2 m yangakan melayani desa-desa yang terdekat dengan sumber air.Kata-kata kunci:      perencanaanpenyediaan air minum,kota sanggau, kualitas, kuantitas, ketersediaan air

Page 1 of 1 | Total Record : 10