cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010" : 4 Documents clear
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Komala Erwan , Elsa Tri Mukti, Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.227

Abstract

Angkutan barang mempunyai peran yang yang penting dalam proses logistik. Berbeda dengan pola perjalanan orang. Pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi, yang sangat tergantung pada sebaran pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi), serta industri dan pertanian (produksi). Selain itu pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. Usaha-usaha angkutan barang mempunyai berbagai jenis rencana operasi, dan sebagai akibatnya mempunyai banyak perbedaan dalam karakteristiknya. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, akan dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk menentukan suatu rute pergerakan kendaraan angkutan barang yang sesuai dengan kondisi geometrik maupun kinerja jalan sehingga dapat mengoptimalkan kinerja jalan Kota Pontianak. Dalam tahap untuk menentukan rute pergerakan yang sesuai dengan kondisi dimaksud, data rincian jalan di Kota Pontianak, data asal dan tujuan pergerakan kendaraan angkutan barang yang dalam hal ini dibatasi untuk pergerakan yang berasal dari wilayah pelabuhan di Jl. Pak Kasih dan gudang-gudang di Jl. Kom. Yos Sudarso, serta data mengenai spesifikasi dari setiap jenis kendaraan angkutan yang dipergunakan dalam proses pendistribusian akan dikompilasikan untuk dianalisa lebih lanjut. Hasil analisa dan tinjauan dari data-data yang diperoleh menghasilkan suatu parameter yang menunjukkan seberapa besar kesesuaian masing-masing ruas jalan Kota Pontianak dalam mendukung pergerakan kendaraan angkutan barang yang ditinjau berdasarkan kondisi geometrik dan tingkat kinerjanya. Dari hasil ini dapat ditentukan beberapa rute alternatif yang bersifat opsional dan dapat digunakan apabila ternyata rute yang sudah ada dinilai kurang sesuai dalam melayani pergerakan kendaraan angkutan barang yang ada. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena pada jam-jam tertentu (jam sibuk) beberapa ruas jalan kinerja jalannya menurun drastis yang disebabkan oleh volume lalu lintas yang tinggi, sedangkan kapasitas jalan sudah tidak mampu lagi melayani volume lalu lintas yang melaluinya (jenuh).
STUDI TENTANG PENENTUAN PERSYARATAN MINIMUM UNTUK KONSTRUKSI JALAN BETON (RIGID PAVEMENT) DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN CARA PERCOBAAN PEMBEBANAN LANGSUNG DI LAPANGAN Vivi Bachtiar, M. Yusuf, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.229

Abstract

Daya dukung tanah gambut di Pontianak yang sangat rendah menimbulkan permasalahan dalam perencanaan jalan. Sampai saat ini, pembangunan jalan di Pontianak belum berhasil dengan baik. Kini, sistem konstruksi jalan di Pontianak mulai bergeser dari jalan aspal ke jalan beton. Beberapa kajian juga telah menunjukkan bahwa untuk tanah sangat lunak, jalan beton lebih cocok daripada jalan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan daya dukung ultimit pelat beton di atas tanah gambut. Penelitian dilakukan dengan metode uji pembebanan di lapangan. Variabel yang ditinjau adalah tebal pelat dan mutu beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tebal pelat beton memberikan peningkatan yang tidak signifikan terhadap daya dukung ultimitnya, sedangkan peningkatan mutu beton memberikan peningkatan daya dukung ultimit secara signifikan. Untuk pelat berukuran 1,2 m ? 1,2 m dengan pendekatan bahwa beban ultimit berbanding linier terhadap tebal pelat dan mutu beton maka diperoleh hubungan matematis dalam bentuk Pu= 2,053852918 + 0,10086fc? + 0,079799611t.
PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN LOKASI DERMAGA BONGKAR MUAT ANGKUTAN SUNGAI (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.242

Abstract

Sungai merupakan salah satu prasarana yang telah tersedia untuk kebutuhan transportasi secara alami. Pulau Kalimantan adalah merupakan satu wilayah yang mempunyai prasarana sungai yang panjang dan lebar sebagai anugerah Tuhan dimana prasarana itu banyak dipakai oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari menurut kepentingannya masing-masing. Sungai-sungai di Kalimantan ini merupakan sarana transportasi yang cukup penting bagi masyarakat disamping angkutan darat, baik untuk daerah perkotaan maupun antar daerah. Menginggat banyaknya dermaga barang yang ada di Kalimantan Barat maka diperlukan adanya suatu studi/analisa untuk memilih beberapa dermaga yang optimal sehingga pembangunan/peningkatan dermaga dapat dilakukan pada dermaga yang tepat. Pada analisa ini dipilih Dermaga Kapuas Indah, Dermaga Seng Hei dan Dermaga Induk Sungai Raya sebagai studi kasus. Analisa untuk pengambilan keputusan digunakan Proses Hirarki Analitik, yaitu suatu model yang mampu mengakomodir seluruh permasalahan dalam pengambilan keputusan untuk memilih satu dermaga yang optimal dari beberapa dermaga. Pada studi ini, kriteria yang menjadi pertimbangan adalah kriteria teknis dan operasional. Dari hasil analisa diperoleh untuk kriteria teknis, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Induk Sungai Raya dengan prosentase 36,5%. Untuk kriteria operasional, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Kapuas Indah dengan prosentase 48%.
KAJIAN PREFERENSI MODA ANGKUTAN BARANG ANTARA TRUK DAN ANGKUTAN SUNGAI PADA PERGERAKAN DI SUNGAI KAPUAS KALIMANTAN BARAT Elsa Trimukti, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB)

Abstract

Masyarakat  Kalimantan  Barat  adalah  masyarakat  yang  menggunakan  sungai  sebagai  sarana transportasi efektif untuk  mengangkut barang. Hal tersebut dikarenakan  faktor kondisi alam  yang menunjang,  yaitu  keberadaan  sungai-sungai  yang  cukup  besar  dan  panjang  serta  dapat  dilayari, sehingga  banyak  aktivitas  angkutan  barang    masih  menggunakan  sungai  sebagai  moda transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan suatu moda angkutan barang. Dalam menentukankan angkutan barang, pelaku akan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan moda  yang  digunakannya.  Dalam  hal  ini  faktor  pemilihan  moda  memegang  peranan  yang  cukup penting  yang  terkait  erat  dengan  kondisi,  karakteristik  dan  keandalan  dari  moda  yang bersangkutan.  Maka  diperlukan  suatu  model  untuk  memodelkan  pergerakan  yang  peka  terhadap atribut  pergerakan  yang  mempengaruhi  pemilihan  moda  tersebut. Penelitian  ini  dilakukan  untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda angkutan barang antara Kapal Barang  dan  Truk,  untuk  rute  Pontianak – Kapuas  Hulu  serta  memperoleh  suatu  model  pemilihan moda  yang  dapat  menjelaskan  probabilitas  dalam  memilih  moda  angkutan  barang  antara  Kapal Barang  dan  Truk,  untuk  rute  Pontianak – Kapuas  Hulu. Kuesioner  dibuat  dengan  menggunakan teknik  stated  preference  dengan  disain  replika  sebagian,  yang  terdiri  dari  8  option/pilihan  yang ditawarkan  kepada  responden  yang  terdiri  dari  dari  4  atribut  pelayanan  yaitu  faktor  biaya perjalanan,  waktu  perjalanan,  kapasitas/daya  angkut  moda  dan  tingkat  keamanan  moda  dalam membawa  barang  (resiko  kerusakan  barang).  Penelitian  ini  melibatkan  responden  sebanyak  132. Berdasarkan  survei  penelitian  yang  dilakukan  diketahui  bahwa  terdapat  perbedaan  faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna moda dalam melakukan pemilihan moda. Pada moda kapal barang, pengguna merasa bahwa faktor biaya transportasi dan kualitas pelayanan yang diberikan (terutama keamanan  barang)  merupakan  alasan  utama  untuk  memilih  kapal  barang  sebagai  moda  untuk melakukan  perjalanan.  Sedangkan  faktor  ketepatan  waktu  berangkat/tiba  ke  tujuan  dan  waktu perjalanan yang lebih singkat merupakan alasan utama yang dominan dipilih oleh pengguna  truk dalam  melakukan  perjalanannya.  Model  utilitas  moda  pada  masing-masing  kelompok  yang ditinjau  dalam  penelitian  adalah:  Kelompok  I  (kelompok  responden  yang  hanya  pernah menggunakan  salah  satu  moda),  UKB-TR=  6.68333 –  0,001970Δbiaya  –  0,07452Δwaktu – 0,04359Δkapasitas  +  0.31954Δkeamanan.  Kelompok  II  (kelompok  responden  yang  pernah menggunakan  kedua  moda),  UKB-TR= –5,53283  –  0,001220Δbiaya  +  0,04295Δwaktu  – 0,06120Δkapasitas  +  0,25585Δkeamanan.  Dari  hasil  analisis  elastisitas  pada  kelompok  I probabilitas  pemilihan  kapal  barang  lebih  sensitif  terhadap  pengaruh  perubahan  atributnya, sedangkan  pada  kelompok  II  probabilitas  pemilihan  truk  yang  lebih  sensitif  terhadap  perubahan atributnya  dan  atribut  yang  paling  sensitif  mempengaruhi  pemilihan  moda  adalah  waktu perjalanan.

Page 1 of 1 | Total Record : 4