cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue " No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015" : 12 Documents clear
STUDI TENTANG PENENTUAN SKALA PRIORITAS PROGRAM PEMELIHARAAN RUAS JALAN KABUPATEN DIKABUPATEN SINTANG Rakhmah, Yutia
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moda Transportasi  darat memegang  peranan  yang  sangat  vital  dalam mendukung  aktivitas  masyarakat. Terciptanya sistem transportasi jalan untuk menjamin pergerakan manusia dan barang secara lancar, aman, cepat, murah dan nyaman. Jalan mempunyai kecenderungan mengalami penurunan kondisi yang diindikasikan dengan terjadinya kerusakan pada perkerasan jalan. Laju Penurunan Kondisi dan mempertahankan kondisi pada tingkat yang layak, jalan tersebut perlu dikelola pemeliharaannya dengan baik agar dapat berfungsi sepanjang waktu. Keterbatasan Dana yang mengakibatkan tidak memungkinkannya pemeliharaan jaringan jalan dapat dilakukan sekaligus dalam 1 (satu) tahun anggaran. Agar alokasi dana jalan tetap memadai, minimal jalan yang telah ada dapat di pelihara sehingga beroperasi sebagaimana mestinya. Perlu pengambilan keputusan yang tepat untuk menentukan alternatif prioritas penanganan pemeliharaan jalan. Penelitian ini dikonsentrasikan untuk menyusun sistem pendukung keputusan penentuan prioritas pemeliharaan jalan kabupaten. Proses penelitian ini adalah menentukan  kriteria dan alternatif yang akan dilakukan pemeliharaan melalui pembobotan hasil kuisioner dari 20 stakeholder yang bertujuan membantu dalam penentuan keputusan mengenai urutan prioritas penanganan pemeliharaan jalan kabupaten di Kabupaten Sintang. Sebagai alat bantu pengambilan keputusan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode Analytical Hierarchi Process (AHP). Hasil pembobotan kriteria berdasarkan persepsi responden wakil stakeholder 5 Orang Dinas Pekerjaan Umum, 5 Orang Dinas Perhubungan, 5 Orang Bappeda dan 5 Orang anggota DPRD Kabupaten Sintang. Urutan prioritas penanganan jalan dengan metode AHP diperoleh tingkat kepentingan dengan bobot masing-masing kriteria yang dipakai untuk menentukan prioritas penanganan jalan yaitu: Kondisi Struktur Jalan dengan bobot 34,5%, Kondisi Lalu Lintas dengan bobot 23,7%, Kondisi Pelayanan dengan bobot 21,73%, Tuntutan Pengguna Jalan dengan bobot 10,25% dan Anggaran Biaya Pemeliharaan dengan bobot 97,77%. Hasil pembobotan alternatif berdasarkan wilayah kecamatan diperoleh prioritas utama pemeliharaan jalan adalah Kecamatan Sintang dengan bobot 70,25%, yang kedua Kecamatan Sungai Tebelian dengan bobot 49,81%, ketiga Kecamatan Sepauk dengan bobot 27,84, keempat Kecamatan Tempunak dengan bobot 27,14%, kelima Kecamatan Serawai dengan bobot 23,95 % dan terakhir Kecamatan Ketungau Hulu dengan bobot 21,55%.  Dari hasil analisa menunjukkan bahwa penilaian pembobotan terhadap kriteria mampu menampilkan urutan prioritas yang sesuai dengan kondisi yang ada. Dengan demikian metode ini dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan prioritas penanganan pemeliharaan jalan kabupaten dikabupaten Sintang . Kata Kunci : Jalan Kabupaten, Urutan Prioritas Pemeliharaan Jalan, Metode AHP
PERANCANGAN APLIKASI EVALUASI PERSONIL INTI PADA KONTRAK PEKERJAAN KONSTRUKSI Sumawinata, Andi Yulian
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memicu banyak kalangan untuk mencari alternatif pemecahan masalah di bidang teknologi informasi. Seiring perkembangan teknologi informasi data dapat diolah secara komputerisasi, sehingga dapat membantu memperlancar pekerjaan. Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak selaku instansi teknis di lingkungan  Pemerintah Kota Pontianak yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pekerjaan konstruksi, salah satu programnya adalah proses pengadaan barang dan jasa secara pelelangan elektronik untuk paket pekerjaan konstruksi. Pelelangan dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (pokja ULP). Pada saat proses evaluasi penawaran pokja ULP melakukan evaluasi teknis secara manual dengan memeriksa satu per satu data personil inti yang ditawarkan oleh Penyedia, sehingga dalam proses penentuan pemenang untuk seluruh paket pelelangan diperlukan banyak file yang saling berhubungan dikarenakan data yang saling keterkaitan, hal ini dilakukan secara berulang-ulang untuk setiap paket pelelangan lainnya, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Untuk membantu pekerjaan tersebut sekaligus untuk mengevaluasi hasil kerja pokja ULP maka dirancanglah suatu aplikasi dalam mengevaluasi personil inti. Pada penelitian ini, aplikasi digunakan untuk mengevaluasi personil inti yang terikat kontrak pekerjaan konstruksi pada Tahun Anggaran 2016. Aplikasi yang dirancang yaitu aplikasi desktop sebagai pengelolaan dan laporan data secara keseluruhan. Hasil evaluasi dengan menggunakan aplikasi ini yaitu dari 295 personil inti yang diteliti terdapat 8 personil inti (2,71%) Penyedia yang merangkap lebih dari satu kontrak dan lebih dari satu Penyedia dalam waktu yang bersamaan. Aplikasi Evaluasi Personil inti yang dirancang dapat digunakan sebagai alat bantu untuk mengevaluasi personil pada jenis pengadaan jasa konsultansi, dan juga berfungsi sebagai database kontrak.Kata-kata kunci: perancangan, aplikasi, personil inti, kontrak, pekerjaan konstruksi
SISTEM PENENTUAN SKALA PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN KANTOR WALIKOTA SINGKAWANG Wijanarko, Jaring
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja aparat pemerintah yang profesional dan berkualitas berperan besar dalam mewujudkan pembangunan suatu wilayah. Salah satu faktor yang mendukung agar aparat pemerintah dapat bekerja secara profesional dan berkualitas adalah tempat di mana ia bekerja dalam hal ini adalah gedung kantor. Maka dari itu pemeliharaan Gedung Kantor Walikota Singkawang sangat penting, karena seiring dengan bertambahnya usia bangunan kinerja bangunan gedung dapat menurun oleh berbagai sebab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kerusakan ruangan-ruangan sekaligus menghitung besarnya kebutuhan biaya pemeliharaan yang diperlukan dan skala prioritas penanganan pemeliharaan pada bangunan gedung Kantor Walikota Singkawang. Penentuan skala prioritas mengunakan sistem pengambilan keputusan yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis data menggunakan program aplikasi spreadsheet Microsoft Office Excel 2007.  Penilaian dilakukan terhadap ruang kantor yang ada di Kantor Walikota Singkawang oleh 20 responden. Dimana penilaian dilihat dari komponen Fisik, Dana, Sumber Daya dan Fungsi Ruang. Komponen Fisik terdiri atas elemen Struktur, Arsitek dan Utilitas Bangunan; Komponen Dana  terdiri dari Sekretariat Daerah dan Dinas Teknis; Komponen Sumber Daya terdiri dari Jumlah Pegawai dan Luas Ruang dan; Komponen Fungsi ruang terdiri atas Ruang Rapat, Ruang Penghubung dan Ruang Kerja.Dari hasil pembobotan alternatif global untuk prioritas pemeliharaan bangunan gedung kantor Walikota sebagai prioritas adalah : 1) Area Kantor Walikota dengan bobot 0,2545, 2) Area Kantor Asisten III dengan bobot 0,2457, 3) Area Kantor Wakil Walikota dengan bobot 0,2403, 4) Area Kantor Asisten I dengan bobot 0,1044, 5) Area Kantor Asisten II dengan bobot 0,0868 6) Area Kantor Sekretaris Daerah dengan bobot 0,0683.
KAJIAN OPTIMALISASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA PONTIANAK Muhardi, Zeldi
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pontianak city is the largest city and also the capital city of West Kalimantan. Along with the rapid development in Pontianak City, the city is now facing waste management issue due to waste disposal and transport which require serious attention. The fact showed that waste is not totally collected and transported. Moreover, there are still many illegal waste disposal sites which have not been handled by Cleaning and Landscaping Agency.            Waste management issue seen from the disposal of waste to river, canal or empty land, causing only a small number of transported waste to the landfill. In addition, lack of human resources, financing as well as facilities in waste management are not in accordance with the waste produced by Pontianak people’s activities. These actually underlie the importance of analyzing the relationship of waste management aspects in order to improve the service of waste management performance in Pontianak City.            Analyzing the relationship of management aspects toward the management performance, thenear regression statistic analysis was employed by calculating the number of routes of each vehicle. Meanwhile, the assessment toward the management performance of waste done by using SWOT Analysis. According to the research result, the level of waste service currently is 79,24%, in which the route for transporting by the dump truck was 2 routes, while arm roll was 3 routes. Alternative solutions improving the performance of Cleaning and Landscaping Agency of Pontianak City is indispensable to address the inefficiency of waste management in Pontianak City Keywords: waste, optimal, routes.
PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN LAHAN DAS SEKADAU BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SEKADAU . Hartono, R; Nurhayati, -; Umar, -
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya pembangunan wilayah dan lajunya pertumbuhan penduduk  di DAS Sekadau menyebabkan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan eksisting dan mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap rencana tata ruang wilayah Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 serta merekomendasikan pengelolaan lahan berbasis rencana tata ruang khususnya di DAS Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan pendekatan keruangan melalui analisa spasial menggunakan program ArcGIS 10.1. Dari hasil analisa spasial, kemudian dijelaskan secara deskriptif terhadap perencanaan, pemanfaatkan dan pengelolaan ruang DAS Sekadau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan DAS Sekadau didominasi oleh kawasan budidaya yaitu sekitar 173.053,66 Ha (67,21%) yang terdiri dari persawahan, kebun campuran, ladang dan perkebunan kelapa sawit. Sekitar 82.363,31 Ha (31,99%) masih berupa semak belukar, hutan produksi biasa, hutan produksi terbatas dan hutan lebat. Selebihnya berupa kawasan terbangun (permukiman, fasilitas perdagangan dan jasa komersial, pemerintahan dan pelayanan umum) seluas 1.461,61  Ha (0,57%)  dan sisanya 614,56 Ha (0,24%) berupa danau/ atau sungai. Tingkat kesesuaian penggunaan lahan eksisting tahun 2015 terhadap alokasi ruang DAS Sekadau berdasarkan RTRW Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 menunjukan 11,75% (33.471,97 Ha) penggunaan lahan yang tidak sesuai dan 88,25% (224.021,18 Ha) untuk penggunaan lahan yang sesuai. Upaya pengelolaan lahan DAS Sekadau berbasis rencana tata ruang wilayah dilakukan dengan membagi lahan ke dalam berbagai kawasan yang sesuai kemampuan sumberdaya lahan serta menerapkan strategi pengelolaan lahan yang tepat dengan pemilihan komoditas pertanian yang sesuai, penerapan sistem usaha tani yang tepat, peningkatan produktifitas lahan serta upaya konservasi tanah dan air. Kata-kata kunci: pemanfaatan lahan, evaluasi, rencana tata ruang wilayah, DAS
KAJIAN MODEL PERUMAHAN DALAM KAITANNYA TERHADAP DAYA DUKUNG PEMBANGUNAN DI KABUPATEN KUBU RAYA Agung, Gregorius
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan infrastruktur, karena prosesnya akan menyertakan pembangunan sarana dan prasarana infrastruktur untuk menarik minat masyarakat berinvestasi sebagai tempat tinggal maupun tempat usaha. Pembangunan perumahan harus meminimalkan dampak lingkungan, penggunaan lahan yang melebihi kemampuan daya dukung lingkungan, serta didasarkan pada konsep berkelanjutan.Analisa data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mengkaji permasalahan pengembangan perumahan yang baik dan sesuai untuk kabupaten baru dengan menggunakan analisis SWOT dan uji statistik. Pembangunan perumahan memberikan pengaruh bagi perkembangan sarana, prasarana dan infrastruktur meliputi pembuatan jalan, saluran air bersih dan air kotor, penerangan jalan dan tempat pembuangan sampah. Dampak lingkungan yang timbul adalah peningkatan volume limbah padat, peningkatan limbah cair domestik, adanya gangguan lalu lintas dan kerusakan jalan.Faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan perumahan di Kabupaten Kubu Raya berdasarkan hasil penelitian adalah aspek infrastruktur seperti jalan, saluran sanitasi, air bersih, saluran drainase dan tempat pembuangan sampah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,011. Aspek ekonomi seperti tenaga kerja lokal memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Aspek sosial seperti tempat ibadah, lapangan bermain anak memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Aspek ekologi seperti ruang terbuka hijau dan pengolahan limbah memiliki nilai probabilitas sebesar 0,000. Semua aspek berada dibawah 0,05 yang artinya berpengaruh terhadap peningkatan pengembangan perumahan. Konsep pengembangan perumahan yang baik dan sesuai untuk kabupaten baru berkembang berdasarkan analisis SWOT, meliputi fasilitas–fasilitas fisik, dan instalasi bangunan yang dibutuhkan untuk menunjang penyelenggaraan dan pengembangan kehidupan sosial, ekonomi, dan budayaKata Kunci         :              Pembangunan, Perumahan, Daya Dukung.
KAJIAN DESAIN PROTOTIPE KANTOR KELURAHAN DI KOTPONTIANAK SESUAI PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN PEMERINTAH Wardani, Uray; Ph.D, Ir. Elvira , MT.,; MT, Ir. M. Indrayadi,; MT, Ir. Budiman Arpan,
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini merupakan studi model baku mengenai kebutuhan ruang dan kapasitas ruang kantor kelurahan sesuai persyaratan teknis bangunan pemerintah. Persyaratan tersebut adalah ketentuan tata bangunan, struktur, bahan, dan utilitas menurut PERMEN PU 45 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara. Penelitian ini berupa penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan mengumpulkan data berupa luas wilayah, jumlah dan pertumbuhan penduduk tiap kelurahan untuk klasifikasi dan menentukan sampel, data standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kelurahan, data pegawai dan pengunjung, serta data teknis bangunan. Sampel ditentukan dari klalsifikasi dua puluh sembilan kantor kelurahan dalam tiga tipe yaitu Tipe A (besar), Tipe B (sedang), dan Tipe C (kecil). Selanjutnya menganalisa profil data umum dan teknis untuk melihat perbandingan data dan kesesuaianya terhadap Persyaratan Teknis. Tahapan berikutnya adalah analisa identifikasi ruang dan kapasitas minimum ruang kantor kelurahan menurut SOP dan aktivitas pelayanannya. Analisa ini fokus pada kapasitas untuk jumlah pegawai, ruang tunggu, gudang beras miskin (raskin), dan ruang aula. Analisa ini menjadi dasar untuk persyaratan tata bangunan seperti luas bangunan minimum, jarak, jumlah lantai, koefisien dasar bangunan (KDB), koefisien dasar hijau (KDH), hingga luas lahan minimum, dan perhitungan luas minimum juga menjadi dasar untuk perkiraan kebutuhan utilitas kelurahan. Hasil perbandingan data umum ditemukan kesenjangan antara luas wilayah dan penduduk terhadap jumlah pegawai kelurahan sehingga ada rekomendasi tambahan staff di tiap tipe kelurahan, dan hasil analisa data teknis rata-rata tiap tipe kelurahan tidak sesuai Persyaratan Teknis Bangunan terutama pada tata bangunan dan utilitas bangunan. Maka dibuat tiga desain prototipe yang mewakili tipe klasifikasi kantor kelurahan sesuai Persyaratan Teknis Bangunan Pemerintah. Kata-kata kunci: Prototipe, Kantor Kelurahan, dan Persyaratan Teknis Bangunan Pemerintah
PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS : RUAS JALAN TEUKU UMAR PONTIANAK) Abdullah, Abang; Marsudi, -
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan aktivitas yang ada di ruas jalan Teuku Umar menimbulkan masalah yaitumenurunnya kinerja jalan. Di sepanjang ruas jalan terdapat sarana perdagangan (restoran), yang sering menimbulkan konflik dari bergeraknya arus lalulintas, sehingga terjadi kemacetan dan ketidakteraturan di sepanjang ruas jalan tersebut. Hal ini dikarenakan antara lain tidak tersedianya kawasan parkir tersendiri pada masing-masing sarana tersebut di atas, sehingga parkir dilakukan dengan memakai badan jalan, yang tentunya hal-hal tersebut akan mengurangi kapasitas ruas jalan dan akan menyebabkan penurunan kecepatan bagi kendaraan yang melintasinya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka diperlukan studi dan analisa untuk mengidentifikasi penyebab menurunnya kinerja ruas jalan Teuku Umar. Berdasarkan hasil survey lalu lintas, diperoleh nilai arus lalu lintas total kendaraan terbanyak yaitu 2.353 smp/jam, pada Hari Senin dengan waktu jam sibuk diperoleh pukul11.00-12.00 waktu siang. Berdasarkan perhitungan MKJI 1997 diperoleh kapasitas ruas JalanTeuku Umar Pontianak kondisi off street parking (3 lajur efektif digunakan) diperoleh nilai4.535  smp/jam,  sedangkan pada kondisi on  street  parking  (hanya 2  lajur  yang  efektif digunakan, 1 lajur digunakan untuk lajur parkir) diperoleh nilai 2.911,85 smp/jam. Analisa volume/kapasitas (V/C) ruas Jalan Teuku Umar Pontianak kondisi off street parking (3 lajur efektif digunakan) diperoleh nilai 0,52, sedangkan pada kondisi on street parking (hanya 2 lajur yang efektif digunakan, 1 lajur digunakan untuk lajur parkir) diperoleh nilai 0,81. Namun, tidak setiap jam pengguna jalan menggunakan 2 lajur, disaat kendaraan (roda 4) tidak ada yang parkir di badan jalan, pengguna jalan khususnya roda 2 tetap menggunakan lajur tersebut. Perhitungan   kecepatan kendaraan pada ruas Jalan Teuku Umar Pontianak kondisi off street parking (menggunakan perhitungan MKJI) diperoleh nilai kecepatan rata- rata kendaraan sebesar 48,64 km/jam, sedangkan pada kondisi on street parking (hasil survei di lapangan) diperoleh nilai kecepatan rata-rata kendaraan sebesar 44,15 km/jam. Untuk memperbaiki tingkat pelayanan jalan agar diperoleh tingkat pelayanan yang baik menuju arus kondisi stabil bahkan bebas, dilakukan beberapa kajian alternatif perbaikan kinerja jalan, diantaranya: a) dengan tidak menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir, serta menyiapkan lahan khusus untuk parkir ; b) Dengan tidak mengalihkan kendaraan (buka tutup jalan) pada saat jam puncak, yaitu dari rute Jalan K.H. Ahmad Dahlan menuju Jalan Ahmad Yani, dialihkan ke Teuku Umar saat Jam puncak; dan c) dengan mengurangi atau memperkecil pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi setiap tahunnya. Kata Kunci: Off street parking, On street parking, dan Kinerja Jalan
STUDI PRIORITAS TERHADAP PENANGANAN JALAN KABUPATENDI KABUPATEN KAPUAS HULU Nisah, Iin
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat yang menjadikan penanganan jalan sebagai prioritas dalam sasaran pembangunannya. Namun, instansi yang terkait belum mempunyai suatu metode yang jelas dalam penentuan prioritas terhadap penanganan jalan tersebut. Studi ini menawarkan suatu solusi dalam penentuan prioritas terhadap penangan jalan kabupaten dengan mengembangkan suatu prosedur penentuan prioritas penanganan jalan yang didasarkan pada kriteria-kriteria yang sesuai dengan  karakteristik wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam studi ini penentuan kriteria dilakukan melalui literature review, wawancara dan kuesioner. Pemilihan responden didasarkan atas kemampuan / kompetensi dan keterkaitan dalam penanganan jalan di lokasi penelitian. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan pengamatan diolah menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice. Hasil studi menunjukkan bahwa kriteria yang dapat dipertimbangkan sebagai kriteria pembiayaan jalan yang sesuai dengan karakteristik wilayah adalah: pemerataan aksesibilitas, aspek biaya, pengembangan wilayah, kerusakan jalan, pengembangan ekonomi, nilai manfaat, dampak lingkungan, dan keterpaduan antar moda. Bobot kriteria tertinggi dalam analisis adalah pemerataan aksesibilitas sebesar 23,40%, sedangkan bobot kriteria terendah adalah keterpaduan antar moda sebesar 4,90%. Selain itu, studi ini juga melakukan analisis sensitivitas yang bertujuan untuk mengetahui sensitivitas perubahan bobot kriteria terhadap perubahan jawaban dari responden. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa kriteria yang paling sensitif dari seluruh kriteria yang digunakan adalah kriteria aspek biaya.Kata kunci : Karakteristik wilayah, prioritas, aksesibilitas, sensitivitas.
SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN PADA PENGELOLAAN AIR LIMBAH RUMAH SAKIT (Studi Kasus RSUD Dr. Soedarso dan RSU St. Antonius) Rosilawati, Meiti
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Pontianak adalah kota yang berada di tepi Sungai Kapuas.  Sungai ini merupakan urat nadi kehidupan masyarakat kota, karena selain digunakan untuk transportasi, juga digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi, mencuci, perikanan air tawar, dan sebagai bahan baku air bersih. Kota Pontianak tidak memiliki saluran air limbah yang terpisah, sehingga seluruh air limbah yang berasal dari rumah-rumah penduduk, pasar, industri, rumah sakit, dan lain-lain, akan mengalir ke parit-parit yang menuju ke Sungai Kapuas. Air limbah rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemar yang berbahaya karena mengandung senyawa organik yang cukup tinggi, senyawa-senyawa kimia berbahaya serta mikro-organisme patogen yang dapat mengakibatkan penyakit bagi masyarakat sekitarnya dan merusak ekosistem sungai. Oleh karena itu setiap rumah sakit diharuskan untuk memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL).  Akan tetapi pada kenyataannya masih sangat sedikit rumah sakit yang telah memiliki IPAL yang memadai, sehingga air limbah  tersebut telah mencemari badan-badan air yang pada akhirnya ikut mencemari sungai Kapuas. Untuk mencapai manajemen pengelolaan air limbah yang menyeluruh dan terpadu maka diterapkan suatu sistem yang dikenal dengan Sistem Manajemen Lingkungan (SML). Manajemen pengelolaan air limbah mencakup kebijakan lingkungan yang ditetapkan oleh rumah sakit, seperti prosedur operasional standar atau peraturan-peraturan tentang limbah yang berlaku di rumah sakit, dan juga mencakup sumber daya manusia, dokumentasi, operasional dan pemeliharaan, hingga proses pengawasan dan evaluasi terhadap pengelolaan air limbah. Studi kasus di dalam tesis ini dilakukan pada dua rumah sakit besar di kota Pontianak, yaitu Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Soedarso dan Rumah Sakit Umum Santo Antonius. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, pemeriksaan dokumen, pengamatan kegiatan, pengamatan kondisi kerja, data pengujian, data pemantauan, dan catatan-catatan lainnya. Analisis data kualitatif menggunakan analisis Sistem Manajemen Lingkungan yang merupakan faktor internal di dalam analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threats). Kesimpulan kesesuaian dengan peraturan tentang baku mutu limbah cair bagi fasilitas pelayanan kesehatan untuk hasil olahan IPAL RSUD Dr. Soedarso yang memenuhi persyaratan adalah 42,86 % sedangkan RSU St. Antonius 71,43 %.  Pengaruh komponen-komponen SML berturut-turut mulai dari yang terbesar adalah Dukungan Manajemen, Perencanaan, Pelaksanaan, Tindakan, dan Pemeriksaan. Hasil penilaian akhir dengan analisis SWOT adalah RSUD Dr. Soedarso menempati kuadran IV sedangkan RSU St. Antonius menempati kuadran I pada matrik kuadran SWOT, yang artinya bahwa RSUD Sr. Soedarso harus segera memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada dan mengendalikan kinerja internal untuk menghadapi tantangan besar, sementara RSU St. Antonius berada pada kondisi prima dan mantap,  sehingga dimungkinkan terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan maksimal. Kata-kata kunci: instalasi pengolahan air limbah rumah sakit, sistem manajemen lingkungan

Page 1 of 2 | Total Record : 12