cover
Filter by Year

Analysis
Jurnal Teknik Sipil
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Articles
180
Articles
STUDI POTENSI AIR BERSIH DI PERBUKITAN BAWANG KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA

Diju, Alfred Yonathan, Herawati, Henny, Suyono, Rudi Sugiono, Nurhayati, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Masalah penyediaan air bersih saat ini menjadi permasalahan di kecamatan kubu khususnya di pedesaan sekitar pegungan bawang. Kebutuhan air bersih tiap tahun mengalami peningkatan sedangkan fasilitas pengelolaan air bersih masih sangat kurang ditambah lagi eksploitasi sumber air baku yang tidak memperhatikan kelestarian sumber air. Agar tidak terjadi kekurangan air, perlu menjaga dan melestarikan sumber air yang ada, efisiensi dalam penggunaan air dan pencarian alternative sumber baru. Dalam penelitian tesis ini, diidentifikasi beberapa sumber air baku yang potensial. Dari hasil data analisa prioritas dengan AHP didapat botot untuk Parung Batang Sungai 0,52 , Parung Cabang Runtuk 0,22 , Parung Air Terjun 0,18 , Parung Parit Godang 0,08. Standar kualitas mutu air yang dikerlurkan oleh lab untuk lokasi parung batang sungai memenuhi kualitas standar air bersih, sehingga berdasaran hasil penelitian merekomendasikan parung parit batang sungai sebagaia lokasi pengembangan insfrastruktur air bersih di pegunungan bawang kecamatan kubu. Kata kunci : Sumber Air Bersih dan AHP

KONSEP PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA KAWASAN JEMBATAN KAPUAS 2 DI KABUPATEN KUBU RAYA

Asy’ari, Khatim, Elvira, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Perubahan ruang dapat terjadi dikarenakan tidak terdapatnya penataan ruang seperti ruang terbuka hijau. Hal tersebut dapat dilihat pada salah satu daerah di Kabupaten Kubu Raya tepatnya di kawasan jembatan kapuas 2. Jembatan Kapuas 2 merupakan sarana alternatif yang digunakan masyarakat untuk melakukan mobilitas di daerah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya, sehingga keberadaan jembatan Kapuas 2 memiliki peran penting bagi masyarakat dalam menunjang kegiatan sehari-hari. Kondisi eksisting jembatan Kapuas 2 yang dekat dengan pemukiman masyarakat. Hal tersebut menimbulkan dampak berupa potensi kumuh di sekitar kawasan jembatan Kapuas 2, dikarenakan terdapat lahan kosong di sekitar kawasan jembatan Kapuas 2, sehingga diperlukan untuk dikembangkannya ruang terbuka hijau agar peran dan fungsinya dapat lebih memberi manfaat bagi masyarakat. Pendekatan menggunakan deskriptif adalah penelitian yang  berusaha  untuk  menuturkan  pemecahan  masalah  yang  ada  sekarang berdasarkan data-data untuk dianalisis dan di interpretasikan. Penulis berusaha  untuk  menuturkan  pemecahan  masalah  yang berhubungan dengan penataan ruang terbuka hijau di kawasan jembatan kapuas 2. Analisis mengkaji permasalahan dalam penyediaan ruang terbuka hijau, mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan ruang terbuka hijau dan mengkaji perencanaan dan penataan ruang terbuka hijau di kawasan jembatan kapuas 2 di Kabupaten Kubu Raya.Hasil penelitian adalah kondisi eksisiting yang terjadi pada kawasan jempatan kapuas 2 yaitu masih belum terencana dan kondisinya masih belum tertata dengan terdapatnya rumah penduduk semi permanen, kondisi sempadan sungai yang tidak terawat, terdapat semak belukar dan aktivitas kegiatan usaha disekitar kawasan jempatan kapuas 2. Faktor yang mempengaruhi pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan Jembatan Kapuas 2 yaitu kegiatan pada ruang terbuka hijau pembangunan yang ada diarahkan untuk berkembang secara vertikal, pembagian letak tanah terbagi menjadi 15 bagian yang terbagi menjadi 4 sertifikat tanah dan 11 surat keterangan tanah. Konsep perencanaan lansekap akan mencakup: penciptaan kesan visual yang baik, suasana yang nyaman, teduh, dan dapat mewujudkan rasa aman bagi masyarakat, peningkatan nilai tambah lingkungan, baik secara estetis, psikologi maupun ekologis, memfungsikan kembali elemen/unsure pembentuk ruang-ruang terbuka maupun figure kawasan, penguatan bentuk struktur kawasan dan pengatur iklim mikro (micro climate), media konservasi tanah dan estetika kawasan, maupun filter terhadap udara kotor. Kata Kunci: Konsep, Jembatan Kapuas 2, Ruang Terbuka Hijau

ANALISA PENGARUH TINGKAT SALINITAS GENANGAN AKIBAT PASANG SURUT TERHADAP KARAKTERISTIK DAN STABILITAS LAPIS PERMUKAAN PERKERASAN BERASPAL

Kurniawan, Pramudya

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kondisi geografi kota Pontianak yang rendah dan datar seringkali menjadi alasan utama bagi pihak-pihak terkait dalam upaya mencari pemecahan masalah banjir dan pasang surut yang terjadi di kota Pontianak. Semakin menjamurnya bangunan infrastruktur di kota Pontianak namun tidak diikuti dengan konsep pembangunan saluran dan drainase yang baik dan optimal, dirasakan telah ikut memperparah keadaan dalam upaya pemeliharaan infrastruktur yang ada, terutama infrastruktur jalan. Permasalahan adanya genangan baik akibat curah hujan yang tinggi maupun saat terjadinya pasang surut masih kerap terjadi pada ruas-ruas jalan tersebut. Beberapa pihakpun meyakini salah satu dari sekian banyak penyebab kerusakan jalan adalah karena adanya kandungan garam (salinitas) pada air genangan akibat intrusi air laut pada saat terjadinya air pasang, terutama air pasang yang terjadi pada musim kemarau. Penulisan tesis dengan judul “Analisa Pengaruh Tingkat Salinitas Genangan Akibat Pasang Surut Terhadap Karakteristik Dan Stabilitas Lapis Permukaan Perkerasan Beraspal” ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan sifat fisik (karakteristik) dan stabilitas campuran beraspal yang terjadi akibat tergenang/terendam air yang mengandung garam (bersalinitas).Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak. Jenis perkerasan yang diteliti adalah jenis Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston/ HRS-WC) dengan material agregat kasar dan bahan pengisi dari Sungai Pinyuh, material pasir dari Limbung (Sungai Kapuas), dan aspal keras Pen 60/70 Pertamina. Sedangkan sampel air bersalinitas dipersiapkan oleh PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. Pengujian meliputi pemeriksaan terhadap bahan/material penyusun campuran, perancangan dan pembuatan benda uji. Benda uji yang dipakai sesuai standar pengujian Marshall berbentuk silinder berdiameter 4 inch (10,2 cm) dan tinggi 2,5 inch (6,35 cm) sebanyak 3 buah untuk setiap variasi tingkat salinitas air perendam. Pada penelitian ini digunakan 6 variasi tingkat salinitas yang dinyatakan dalam kadar klorida dalam air.Dari penelitian dihasilkan nilai-nilai karakteristik campuran aspal beton diantaranya nilai rongga dalam agregat (VMA) dan rongga dalam campuran (VIM) cenderung menurun seiring naiknya tingkat salinitas air. Sedangkan nilai kepadatan (density) dan rongga terisi aspal (VFB) cenderung naik seiring naiknya tingkat salinitas air. Nilai stabilitas Marshall dan kelelehan (flow) sebagai indikator utama sifat mekanis campuran beraspal menunjukkan penurunan seiring naiknya tingkat salinitas, dimana pada kadar klorida >5000 mg/liter nilai stabilitas < 800 kg sudah tidak memenuhi persyaratan teknis campuran HRS-WC. Sedangkan untuk nilai kelelehan (flow) pada kadar klorida >2500 mg/liter < 3 mm sudah tidak memenuhi persyaratan teknis campuran HRS-WC.Kata Kunci : Agregat, Aspal, Lataston (HRS-WC), Salinitas, Klorida, VMA, VIM, VFB, Stabilitas Marshall, Kelelehan (Flow)

PENATAAN INFRASTRUKTUR KAWASAN TAMAN WISATA ALAM BANING DI KOTA SINTANG

Kayetanus, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Salah satu ciri Kota Sintang yang membedakannya dengan kota lain adalah keberadaan Hutan Wisata yang terletak di tengah kota. Dengan adanya Hutan Wisata ini sangat mempengaruhi lingkungan bagaimana manfaat dari hutan wisata tersebut sebagai daerah konservasi, daerah serapan karbon dan tidak kalah pentingnya sebagai tempat wisata alam. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kawasan mana saja yang boleh dibangun untuk menunjang pengembangan kawasan Taman Wisata Alam Baning dan menentukan jenis-jenis infrastruktur yang dibangun dalam menunjang penataan kawasan wisata yang ekologis. Dari penilaian Kualitas Biofisik Kawasan dapat diklasifikasikan tidak peka, hasil penilaian Objek dan Atraksi Wisata bahwa objek dan atraksi wisata Taman Wisata Alam Baning memiliki peringkat sangat potensial, dengan klasifikasi sangat sesuai untuk dikembangkan. Penilaian akseptibilitas masyarakat memiliki preferensi diklasifikasi dengan skor Tinggi (T) dan kategori sangat sesuai. Hasil analisis SWOT ada beberapa strategi yang diperoleh yaitu : Mengembangkan wisata minat, khususnya olah raga seperti lari (jogging track), wisata outbound, sarana permainan paintball, sarana edukasi tanaman, taman bermain, kolam tandon/pemancingan, gazebo, penggunaan pagar keliling, information center, lahan parkir yang memadai, loket, mess jaga, dan klinik kecil dan lain-lain, membangun jaringan kerjasama dengan obyek-obyek lain yang ada di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Baning, seperti kawasan bersejarah, penangkaran orangutan, penangkaran burung enggang, dan lain-lain, bekerjasama dengan agen-agen perjalanan, meningkatkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah dan membuat website khusus kawasan Taman Wisata Alam Baning. Konsep pengembangan dan penataan infrastruktur wisata di Taman Wisata Alam Baning adalah ekowisata yang mengedepankan pemanfaatan sumberdaya alam dan budaya yang bertanggungjawab terhadap kelestariannya. Perlu adanya pembangunan infrastruktur penunjang dalam pengelolaan Taman Wisata Alam Baning sebagai tujuan wisata ekologi. Kata kunci : Taman Wisata Alam Baning, infrastruktur wisata, potensi Taman Wisata Alam, objek dan daya tarik wisata, kualitas biofisik lahan, akseptibilitas masyarakat

ANALISIS MANAJEMEN LALU LINTAS PADA PERSIMPANGAN JALAN SULTAN HAMID II - JALAN TRITURA - JALAN YA’ M. SABRAN DI KOTA PONTIANAK

Sarpawi, -, Widodo, Slamet, Marsudi, -, Nurhayati, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Kemacetan adalah masalah utama pada jaringan transportasi darat khususnya jalan raya, terutama pada persimpangan dan penyempitan arus pada jembatan, pergerakan kendaraan pada tiap-tiap lengan simpang menimbulkan titik-titik konflik. Perilaku pengendara yang tidak mentaati aturan akan memperparah kemacetan. Simpang merupakan simpul dalam jaringan transportasi jalan raya dimana dua atau lebih ruas jalan bertemu. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survey dan metode analisis. Metode survey menggunakan teknik manual dalam pengambilan data di lapangan. Analisis tingkat pelayanan simpang menggunakan software PTV. Vissim 9.00-06 Student Version, dengan mengevaluasi tingkat pelayanan simpang pada jalan Sultan Hamid II, jalan Tritura, jalan Ya’ M. Sabran Kota Pontianak. Penggunaan simulasi lalu lintas dengan software PTV. Vissim 9.00-06 Student Version untuk dapat memprediksikan panjang antrian rata-rata, panjang antrian maksimum dan tundaan kendaraan. Analisis data pada kondisi existing tundaan kendaraan 61.19 detik, lavel of service F tingkat pelayan sangat buruk. Dari beberapa simulasi lampu lalu lintas tidak terlalu berpengaruh terhadap tingkat pelayanan simpang, dengan melakukan penambahan lajur pada kiri dan kanan jalan Ya’ M. Sabran dapat mengangkat tundaan kendaraan 32.81 detik tingkat pelayanan D. pelarangan seluruh kendaraan berat melintasi simpang jalan Sultan Hamid II, jalan Tritura, jalan Ya’ M. Sabran Kota Pontianak pada jam sibuk sore 16.00-18.00 wib. Tundaan kendaraan 27.41 detik masih D tetapi dengan nilai yang lebih baik Kata kunci : Software Vissim, Simpang, Tundaan

ARAHAN KONSEP JALUR HIJAU DI KOTA PONTIANAK

Iman kalis, Albertus Agung, nurhayati, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Ketersediaan jalur hijau yang ada di kota Pontianak memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan yang sehat, menyerap polusi dari kendaraan dan menjaga keseimbangan ekosistem perkotaan yang meliputi unsur lingkungan, sosial dan budaya. Hal ini dikarenakan dinamika pembangunan yang begitu pusat di perkotaan perlu diimbangi dengan keberadaan ruang terbuka hijau yang memadai untuk meredam dampak-dampak buruk yang ditimbulkan oleh aktivitas pembangunan terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah arahan konsep didalam pembuatan jalur hijau pada median jalan protokol yang ada di kota Pontianak. Dimana pertimbangan didalam menyusun arahan konsep ini menggunakan pohon / tanaman yang dapat menyerap karbon, menyerap suara serta memiliki nilai estetika.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kulitatif. Dengan hasil pembuatan model diperoleh sebuah model yang berisikan jenis pohon, tanaman serta jarak tanam yang ada mengikuti bentuk dan panjang di jalan Tanjungpura dan Sutoyo Pontianak. Kata Kunci : Jalur hijau, kota Pontianak.

KAJIAN PENGELOLAAN INFRASTRUKTUR RUSUNAWA

Yunara, Rita

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Rusunawa was constructed with the aim to improve the quality of the settlement environment through rejuvenation, restoration, and relocation. The provision of low-cost apartments was originally intended to overcome horizontal slums, but unwittingly it has changed the slums, not only horizontally but also vertically. Seeing the declining in the quality of the environment, a study on the construction planning of low-cost apartments is necessary. Infrastructure and facilities play a major role in the sustainability of rusunawa. The aims of this study are to examine the infrastructure and facilities and to determine the strategies to improve them according to the prevailing standards. Data on water needs of the low-cost apartment residents were used to figure out the needs for clean water and to identify the condition and the capacity of the existing water facility in rusunawa based on the regulation. Data of the existing condition of drainage and the information of inundation around the rusunawa in rainy season were used to identify the drainage facility based on the regulation. A sample of waste was also obtained to analyze the BOD5, COD, TSS, pH, oil and fat parameter and then it was compared with the prevailing quality standards. Subsequently, this study identified the condition and the capacity of water waste based on the regulation. Afterwards, this study logged the garbage volume from the residents for 8 days which aimed to find out the garbage volume an to identify the condition and the capacity of waste facility based on the regulation. Later on, this study logged green open space facility, building transportation, and road facility to identify the existing condition based on the regulation. This research was conducted using descriptive qualitative analysis method. The results show that the infrastructure and the facility of low-cost apartments on Jl. Kom Yos Sudarso Jeruju is not optimal. The water waste facility has not met the prevailing standard and regulation. The construction of garbage dump has not implemented the regulation on waste segregation. Finally, the road facility has not complied the requirements. Keywords: identification, infrastructure, facility, low-cost apartment.

KAJIAN FASILITAS PARK AND RIDE DI KOTA JAMBI SEBAGAI PENGUAT TRANSPORTASI MASSAL

Sibarani, Kris Yogi Dwi Putra

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jambi merupakan salah satu kota tua di Pulau Sumatera dengan populasi penduduk hampir 600.000 orang. Setiap harinya untuk melakukan kegiatan perpindahan, masyarakat Kota Jambi menggunakan moda kendaraan pribadi untuk menuju pusat kota. Hal ini akan menimbulkan masalah ketersediaan ruang parkir di pusat Kota Jambi. Saat ini Pemkot Jambi tengah merampungkan perencanaan transportasi massa, selain rencana pengoperasian transportasi massal, perencanaan fasilitas Park and Ride ini merupakan salah satu solusi untuk mengurangi jumlah kendaraan yang akan menuju pusat kota dan diharapkan fasilitas ini dapat meningkatkan jumlah pengguna angkutan massal serta memperkuat sistem transportasi massal di Kota Jambi. Fasilitas park and ride akan direncanakan di lima koridor, dimana pada tiap koridor akan dilakukan survey karakteristik rumah tangga untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi bangkitan perjalanan dengan mengggunakan analisis regresi linear berganda yang diolah dengan software spss, kemudian survey volume lalu lintas yang dilakukan pada jam 06.30-08.30 pada satu ruas jalan masing-masing koridor dan survey wawancara sisi jalan untuk mengetahui karakteristik calon pengguna park and ride yang meliputi jenis kelamin, usia, maksud perjalanan, asal dan tujuan perjalanan serta keinginan untuk menggunakan fasilitas park and ride. Kemudian dari survey sisi jalan ini dapat dilanjutkan untuk menentukan demand park and ride serta luasannya. Hasil survey karakteristik rumah tangga didapatkan data faktor kepemilikan mobil pribadi memiliki nilai korelasi tertinggi dibandingkan dengan faktor jumlah anggota keluarga, dan jumlah penghasilan satu bulan yakn 0,8. Sedangkan dari hasil survey volume lalu lintas dan survey sisi jalan didapatkan hasil besaran demand park and ride, pada koridor 1 dan koridor 3 memiliki demand park and ride paling besar yakni 205 dan 204 kendaraan dan koridor 4 memiliki demand park and ride sebesar 123 kendaraan. Dengan terus bertambahnya jumlah mobil pribadi di Kota Jambi yang mana pada Tahun 2023 dari hasil proyeksi didapatkan jumlah mobil pribadi di Kota Jambi sebesar 58.668 kendaraan maka fasilitas park and ride sangat dibutuhkan terlebih pada koridor 1 dan koridor 3 yang memiliki demand park and ride yang besar serta arus lalu lintas yang tinggi menuju pusat Kota Jambi yakni pada koridor 1 52% perjalanan menuju pusat Kota Jambi dan pada koridor 3 60% perjalanan menuju pusat Kota Jambi. Kata kunci: analisis regresi linear berganda, bangkitan perjalanan, survey, demand, park and ride.

PENATAAN KAWASAN TEPI SUNGAI DI KOTA SINTANG DARI PERSPEKTIF SENENTANG

Arisona, Sindi, Elvira, -, Rustamaji, -

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Senentang merupakan sebutan bagi sebuah tempat, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sintang, yaitu nama dari Ibu Kota Kabupaten Sintang di Kawasan Timur Kalimantan Barat. Arti kata Senentang adalah tempat bertemu dua aliran sungai yang berbeda, yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Latar belakang penelitian ini lahir dari hasil pengamatan kawasan sungai, yang meskipun adalah sumber rujukan bagi nama Kota Sintang, namun tidak didukung oleh kondisi kawasan tepi sungainya. Maka dengan harapan agar makna Senentang tidak dilupakan. kata tersebut menjadi dasar konsep penataan yang mengacu pada konteks sungai dan sejarah kebudayaan. Sehingga hasil penelitian ini dapat menjadi arahan dalam membentuk Identitas (Place Identity) Kota Sintang. Konsep Senentang diungkap melalui pendekatan analogi bentuk pertemuan dua sungai, yang menghasilkan empat rumusan konsep bentuk, yaitu berpola radial, terjadi proses penggabungan, terdapat faktor pembeda, dan adanya kombinasi elemen air dan darat. Sejarah kebudayaan memperlihatkan jenis kebudayaan yang memengaruhi perkembangan kota, yaitu Kebudayaan Dayak, Melayu, Jawa dan Tionghoa, yang kemudian menjadi faktor pembeda dalam rumusan hasil analogi sungai dari konsep ini. Dalam wujud fisik, bentuk-bentuk kebudayaan ditata dengan proses gradasi, yang semakin lama semakin melebur menjadi satu wujud bentuk yang menyatu. Pola kegiatan ditata dengan mengikuti aliran sungai, yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang rendah. Pola tersebut dalam bentuk kegiatan perorangan, kelompok kecil, kelompok besar dan kegiatan penunjang, yang terjadi pembauran ketika tiba di pusat kawasan. Unsur persatuan berupa pusat orientasi kawasan, yaitu di tengah pertemuan dua sungai dan diwujudkan juga dengan landmark sebagai identitas kawasan, serta adanya konektivitas antar kawasan darat. Perwujudan elemen air dan darat, adalah memadukan kedua unsur tersebut dengan bentuk kolam di daratan dan lanting atau ponton yang berada di atas air sungai. Selain itu dengan membuat sebuah panggung pertunjukkan, yang terletak tepat di tengah pertemuan dua sungainya. Perkuatan tebing sungai menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam menata kawasan tepi sungai, untuk menunjang kegiatan yang diwadahi. Konsep Senentang, menghasilkan pilihan jenis konstruksi pelindung tebing sungai, yang ditentukan melalui hasil pengamatan terhadap foto kawasan penelitian di masa lalu. Yaitu berupa dua pola perlindungan yang terbagi menjadi empat jenis konstruksi. Adalah berupa Bioengineering dengan jenis tumbuhan yang memiliki kedekatan budaya terhadap penduduk Sintang, yaitu dengan usulan pohon Sengkuang dan Bungur. Kemudian pelindung tebing sungai tidak langsung, berupa krib dan konstruksi panggung serta konstruksi apung. Kata kunci: senentang, sungai, sejarah, place identity.

PENETAPAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN SEKADAU

Susilo, Heri Handoko

Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Keterbatasan anggaran untuk menjaga konstruksi perkerasan dan geometrik jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau sepanjang 592,93 km dengan kondisi 37,07 % atau sebesar 219,80 km dalam keadaan rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas penanganan jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau agar kondisi jalan berada pada kondisi mantap dan dapat dirasakan manfaatnya terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas orang/barang. Penentuan prioritas penanganan jaringan jalan ini didasari atas kinerja jaringan jalan. Ruas jalan yang diprioritaskan untuk ditangani adalah ruas jalan dengan kinerja terendah. Dengan menggunakan Analisis Multi Kriteria dalam penilaian kinerja jaringan jalan, khususnya metode proses analisis hirarki untuk menentukan bobot dari kriteria-kriteria penilaian kinerja jaringan jalan. Metode ini menggunakan tiga kriteria, yaitu (1) kondisi jalan, (2) kondisi jaringan, (3) aspek ekonomi dan manajemen. Hasil pembobotan kriteria berdasarkan persepsi stakeholders memberikan hasil bobot kriteria (1) 0,4167, kriteria (2) 0,3423 dan kriteria (3) 0,2410. Bobot kriteria digunakan untuk membentuk bobot relatif variable. Matriks kinerja diperoleh dari bobot relatif variable dikalikan dengan skoring dari variabel kriterianya masing-masing. Hasil dari penilaian kinerja ruas jalan diperoleh prioritas penanganan ruas kabupaten di Kabupaten Sekadau adalah (1) Jalan Balai Sepuak-Tabuk Hulu, (2) Jalan Tabuk Hulu-Pakit Mulau, dan (3) Jalan Mungguk-Penanjung, ketiga ruas jalan tersebut menunjukkan nilai kinerja jalan terendah. Kata kunci: prioritas penanganan, kinerja ruas jalan, proses analisis hirarki