cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
PENGARUH VARIASI JUMLAH CERUCUK PADA FONDASI PELAT BETON BERCERUCUK Vivi Bachtiar dan M. Yusuf, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.327 KB)

Abstract

Sebagian  besar  wilayah  Kalimantan  Barat  terdiri  atas  tanah  lunak  yang  kurang  baik  untuk pembangunan sarana fisik. Para ahli konstruksi di Kalimantan Barat telah mengembangkan sistem fondasi  pelat  beton  bercerucuk  untuk  meningkatkan  daya  dukung  tanah.  Namun  penggunaan cerucuk pada fondasi pelat beton masih bersifat empiris. Perhitungan kapasitas daya dukung tiang cerucuk diambil menggunakan rumus-rumus tiang pancang padahal terdapat perbedaan sifat daya dukung  fondasi  tiang  pancang  dan  fondasi  pelat  bercerucuk.  Pada  fondasi  tiang,  daya  dukung fondasi  sepenuhnya  merupakan  kontribusi  dari  daya  dukung  selimut  tiang  dan/atau  daya  dukung ujung tiang, sementara pada fondasi pelat bercerucuk, daya dukung fondasi merupakan kontribusi dari  daya  dukung  pelat  fondasi  sebagai  fondasi  dangkal,  daya  dukung  selimut  tiang  cerucuk,  dan meningkatnya  kapadatan  tanah  fondasi  akibat  penetrasi  sejumlah  volume  tiang  cerucuk  ke dalam tanah.  Sementara  ini,  belum  ada  referensi  tentang  persentase  kontribusi  dari  masing-masing komponen  fondasi  pelat  beton  bercerucuk.  Karena  itu, perlu  dikaji  lebih  lanjut  tentang  perilaku pelat beton bercerucuk yang pemakaiannya sudah sangat luas di Pontianak. Penelitian ini meninjau perilaku  beban  versus  penurunan  pelat  beton  bercerucuk  dengan  memvariasikan  jumlah  tiang cerucuk  berdasarkan  uji  pembebanan  di  lapangan.  Selanjutnya  dikembangkan  program  komputer untuk mensimulasikan hubungan  beban  versus penurunan  pelat  beton  bercucuk  tersebut  dengan input  berupa geometri  fondasi  dan  data  tegangan-regangan  tanah.  Hasil  studi  ini  menunjukkan bahwa  berdasarkan  kurva  beban  versus  penurunan,  fondasi  yang  diuji  lebih  kaku  daripada  hasil simulasi program komputer. Hal ini memerlukan kajian lebih lanjut tentang cara memperhitungkan pengaruh cerucuk pada pelat.
ANALISIS MODEL KEBUTUHAN PERGERAKAN PENUMPANG DAN BARANG BANDARA RAHADI OESMAN KETAPANG Elsa Trimukti, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i1.215

Abstract

Airport of Rahadi Oesman in Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat represent the main and important gate for air transport in Kabupaten Ketapang, where this airport own the strategic role in service activities of this transportation even for domestic transportation or regional. Activity in Airport of Rahadi Oesman in a few this the last year has growth so fast growth, so that felt the infrastructure and also available facility in this time have is not adequate again to support the growth rate of air traffic in this airport. In the plan development of facility of air side and also land side of the airport require to be conducted an analysis model of trip generation or attraction of passenger and goods. These models need for the prediction of mount the growth of passenger and goods/cargo and estimate the amount of passenger and aircraft movement in the future pursuant to aircraft characteristic that to be used. The models used for prediction of passenger and goods in this study are Trend Analysis Models consisted of linear regression trend method, exponential regression trend method, and polynomial regression trend method. Besides model of trend analysis, in this study also analyzed Market Share Model. Result from third model then compared to one another to obtain the most appropriate model. Pursuant to analyses result obtained that the best or most appropriate model is Model of Trend Analysis.Model for the attraction passenger is Y = 21,18X2+ 6181X + 5788 by R2= 0,922.Model for the generation passenger is Y = 128,3X2+ 7515X + 4965 by R2= 0,907.Model for the passenger of transit is Y = 795X2+ 561X + 3361 by R2= 1Model for the cargo movement is Y = 2468X2+ 41054X 28341 by R2= 0,918.
PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) DALAM PEMILIHAN LOKASI UNTUK RELOKASI BANDARA RAHADI OESMAN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i1.216

Abstract

Kabupaten Ketapang has an airport that named the Rahadi Oesman Airport. This airport owning location situation which less profit for the development of service activities of air transportation in the future because its location residing in midst of Kabupaten Ketapang and also located reside in the nearby resident settlement. This condition generates the serious problem like noise resulted from aircraft sound whether in its takeoff or landing position that can endanger the resident near the airport location. Therefore it is required to be conducted a study to chosen the other; dissimilar location for the relocation of the airport. This study identify the criterion used in choosing the optimal airport location pursuant to technical aspect, aspect of operational and safety operate for the air transport environmental aspect and. In this study is selected three alternative locations that planned the new airport location, the locations are Desa Tempurukan, Desa Suka Bangun, and Desa Pesaguan. The survey conducted with the respondent amount as much 200 people. Analyze for the decision making of to use the method Process The Analytic Hierarchy (PHA), that is an model capable to coordinate entire problem of decision making to chosen one most optimal location. This assessment done by comparing a number of combinations from element exists in each hierarchy level. Assessment conducted by comparing component of pursuant to assessment scale. From result analyst obtained by pursuant to obtained technical criterion of most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage is equal to 35%, Desa Suka Bangun equal to 34% and Desa Pesagunan equal to 30%. Pursuant to criterion of operational and safety operate for the air transport obtained a most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage equal to 42%, Desa Suka Bangun equal to 38% and Desa Pesaguan equal to 20%. While pursuant to obtained environmental criterion of most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage equal to 58%, Desa Pesaguan equal to 25% and Desa Suka Bangun equal to 17%. So that the conclusion from the result got one most optimal new Ketapang Airport location is Desa Tempurukan.
SEBARAN KAWASAN RAWAN BANJIR KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS DAN ALTERNATIF PENANGANANNYA Azwa Nirmala, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i1.218

Abstract

Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas merupakan kecamatan yang menjadi langganan banjir dari tahun ke tahun. Ditenggarai banjir ini terjadi karena beberapa hal seperti kondisi topografi yang berupa dataran rendah dengan kemiringan lahan yang landai, saluran yang tidak terpelihara, Kondisi DAS bagian hulu yang semakin rusak & mengakibatkan debit limpasan banjir dari daerah hulu semakin meningkat, sehingga kapasitas sungai yang melintas pada wilayah administrasi Sejangkung menjadi overload. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang sebaran kawasan banjir di Kecamatan Sejangkung, sehingga dapat diberikan alternatif penanganan banjir dilokasi ini. Penelitian dilakukan dengan menghitung debit banjir maksimum akibat hujan & air pasang dengan periode ulang yang disyaratkan, dan kemudian menghitung berapa kapasitas sungai yang diperlukan untuk menampung debit banjir maksimum tersebut. Hasil dari pengolahan data hujan & pasang surut menunjukkan bahwa kapasitas sebagian sungai yang melintasi Kecamatan Sejangkung, sudah tidak dapat menampung debit maksimum yang terjadi. Direkomendasikan untuk dilakukan normalisasi sungai sebagai alternatif penanganan banjir jangka pendek untuk sebagian wilayah pengaliran Sungai Rambayan, Sungai Penyengat, Sungai Seladu, Sungai Sembuai, Parit Cegat, Parit Perintis, Parit Sekanan, Sungai Sulung, Parit Haji Jabir dan Sungai Sebataan, yang terletak dalam wilayah administrasi Kecamatan Sejangkung.
TINJAUAN GEOMETRIK JALAN DAN KINERJA JALAN DALAM PENENTUAN RUTE PERGERAKAN ANGKUTAN BARANG (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Komala Erwan , Elsa Tri Mukti, Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.227

Abstract

Angkutan barang mempunyai peran yang yang penting dalam proses logistik. Berbeda dengan pola perjalanan orang. Pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh aktivitas produksi dan konsumsi, yang sangat tergantung pada sebaran pola tata guna lahan pemukiman (konsumsi), serta industri dan pertanian (produksi). Selain itu pola perjalanan angkutan barang sangat dipengaruhi oleh pola rantai distribusi yang menghubungkan pusat produksi ke daerah konsumsi. Usaha-usaha angkutan barang mempunyai berbagai jenis rencana operasi, dan sebagai akibatnya mempunyai banyak perbedaan dalam karakteristiknya. Berdasarkan keadaan tersebut diatas, akan dilakukan suatu penelitian yang bertujuan untuk menentukan suatu rute pergerakan kendaraan angkutan barang yang sesuai dengan kondisi geometrik maupun kinerja jalan sehingga dapat mengoptimalkan kinerja jalan Kota Pontianak. Dalam tahap untuk menentukan rute pergerakan yang sesuai dengan kondisi dimaksud, data rincian jalan di Kota Pontianak, data asal dan tujuan pergerakan kendaraan angkutan barang yang dalam hal ini dibatasi untuk pergerakan yang berasal dari wilayah pelabuhan di Jl. Pak Kasih dan gudang-gudang di Jl. Kom. Yos Sudarso, serta data mengenai spesifikasi dari setiap jenis kendaraan angkutan yang dipergunakan dalam proses pendistribusian akan dikompilasikan untuk dianalisa lebih lanjut. Hasil analisa dan tinjauan dari data-data yang diperoleh menghasilkan suatu parameter yang menunjukkan seberapa besar kesesuaian masing-masing ruas jalan Kota Pontianak dalam mendukung pergerakan kendaraan angkutan barang yang ditinjau berdasarkan kondisi geometrik dan tingkat kinerjanya. Dari hasil ini dapat ditentukan beberapa rute alternatif yang bersifat opsional dan dapat digunakan apabila ternyata rute yang sudah ada dinilai kurang sesuai dalam melayani pergerakan kendaraan angkutan barang yang ada. Hal tersebut sangat mungkin terjadi, karena pada jam-jam tertentu (jam sibuk) beberapa ruas jalan kinerja jalannya menurun drastis yang disebabkan oleh volume lalu lintas yang tinggi, sedangkan kapasitas jalan sudah tidak mampu lagi melayani volume lalu lintas yang melaluinya (jenuh).
STUDI TENTANG PENENTUAN PERSYARATAN MINIMUM UNTUK KONSTRUKSI JALAN BETON (RIGID PAVEMENT) DI ATAS TANAH LUNAK DENGAN CARA PERCOBAAN PEMBEBANAN LANGSUNG DI LAPANGAN Vivi Bachtiar, M. Yusuf, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.229

Abstract

Daya dukung tanah gambut di Pontianak yang sangat rendah menimbulkan permasalahan dalam perencanaan jalan. Sampai saat ini, pembangunan jalan di Pontianak belum berhasil dengan baik. Kini, sistem konstruksi jalan di Pontianak mulai bergeser dari jalan aspal ke jalan beton. Beberapa kajian juga telah menunjukkan bahwa untuk tanah sangat lunak, jalan beton lebih cocok daripada jalan aspal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan daya dukung ultimit pelat beton di atas tanah gambut. Penelitian dilakukan dengan metode uji pembebanan di lapangan. Variabel yang ditinjau adalah tebal pelat dan mutu beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tebal pelat beton memberikan peningkatan yang tidak signifikan terhadap daya dukung ultimitnya, sedangkan peningkatan mutu beton memberikan peningkatan daya dukung ultimit secara signifikan. Untuk pelat berukuran 1,2 m ? 1,2 m dengan pendekatan bahwa beban ultimit berbanding linier terhadap tebal pelat dan mutu beton maka diperoleh hubungan matematis dalam bentuk Pu= 2,053852918 + 0,10086fc? + 0,079799611t.
PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN LOKASI DERMAGA BONGKAR MUAT ANGKUTAN SUNGAI (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.242

Abstract

Sungai merupakan salah satu prasarana yang telah tersedia untuk kebutuhan transportasi secara alami. Pulau Kalimantan adalah merupakan satu wilayah yang mempunyai prasarana sungai yang panjang dan lebar sebagai anugerah Tuhan dimana prasarana itu banyak dipakai oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari menurut kepentingannya masing-masing. Sungai-sungai di Kalimantan ini merupakan sarana transportasi yang cukup penting bagi masyarakat disamping angkutan darat, baik untuk daerah perkotaan maupun antar daerah. Menginggat banyaknya dermaga barang yang ada di Kalimantan Barat maka diperlukan adanya suatu studi/analisa untuk memilih beberapa dermaga yang optimal sehingga pembangunan/peningkatan dermaga dapat dilakukan pada dermaga yang tepat. Pada analisa ini dipilih Dermaga Kapuas Indah, Dermaga Seng Hei dan Dermaga Induk Sungai Raya sebagai studi kasus. Analisa untuk pengambilan keputusan digunakan Proses Hirarki Analitik, yaitu suatu model yang mampu mengakomodir seluruh permasalahan dalam pengambilan keputusan untuk memilih satu dermaga yang optimal dari beberapa dermaga. Pada studi ini, kriteria yang menjadi pertimbangan adalah kriteria teknis dan operasional. Dari hasil analisa diperoleh untuk kriteria teknis, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Induk Sungai Raya dengan prosentase 36,5%. Untuk kriteria operasional, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Kapuas Indah dengan prosentase 48%.
KAJIAN PREFERENSI MODA ANGKUTAN BARANG ANTARA TRUK DAN ANGKUTAN SUNGAI PADA PERGERAKAN DI SUNGAI KAPUAS KALIMANTAN BARAT Elsa Trimukti, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB)

Abstract

Masyarakat  Kalimantan  Barat  adalah  masyarakat  yang  menggunakan  sungai  sebagai  sarana transportasi efektif untuk  mengangkut barang. Hal tersebut dikarenakan  faktor kondisi alam  yang menunjang,  yaitu  keberadaan  sungai-sungai  yang  cukup  besar  dan  panjang  serta  dapat  dilayari, sehingga  banyak  aktivitas  angkutan  barang    masih  menggunakan  sungai  sebagai  moda transportasi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan suatu moda angkutan barang. Dalam menentukankan angkutan barang, pelaku akan mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan moda  yang  digunakannya.  Dalam  hal  ini  faktor  pemilihan  moda  memegang  peranan  yang  cukup penting  yang  terkait  erat  dengan  kondisi,  karakteristik  dan  keandalan  dari  moda  yang bersangkutan.  Maka  diperlukan  suatu  model  untuk  memodelkan  pergerakan  yang  peka  terhadap atribut  pergerakan  yang  mempengaruhi  pemilihan  moda  tersebut. Penelitian  ini  dilakukan  untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda angkutan barang antara Kapal Barang  dan  Truk,  untuk  rute  Pontianak – Kapuas  Hulu  serta  memperoleh  suatu  model  pemilihan moda  yang  dapat  menjelaskan  probabilitas  dalam  memilih  moda  angkutan  barang  antara  Kapal Barang  dan  Truk,  untuk  rute  Pontianak – Kapuas  Hulu. Kuesioner  dibuat  dengan  menggunakan teknik  stated  preference  dengan  disain  replika  sebagian,  yang  terdiri  dari  8  option/pilihan  yang ditawarkan  kepada  responden  yang  terdiri  dari  dari  4  atribut  pelayanan  yaitu  faktor  biaya perjalanan,  waktu  perjalanan,  kapasitas/daya  angkut  moda  dan  tingkat  keamanan  moda  dalam membawa  barang  (resiko  kerusakan  barang).  Penelitian  ini  melibatkan  responden  sebanyak  132. Berdasarkan  survei  penelitian  yang  dilakukan  diketahui  bahwa  terdapat  perbedaan  faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna moda dalam melakukan pemilihan moda. Pada moda kapal barang, pengguna merasa bahwa faktor biaya transportasi dan kualitas pelayanan yang diberikan (terutama keamanan  barang)  merupakan  alasan  utama  untuk  memilih  kapal  barang  sebagai  moda  untuk melakukan  perjalanan.  Sedangkan  faktor  ketepatan  waktu  berangkat/tiba  ke  tujuan  dan  waktu perjalanan yang lebih singkat merupakan alasan utama yang dominan dipilih oleh pengguna  truk dalam  melakukan  perjalanannya.  Model  utilitas  moda  pada  masing-masing  kelompok  yang ditinjau  dalam  penelitian  adalah:  Kelompok  I  (kelompok  responden  yang  hanya  pernah menggunakan  salah  satu  moda),  UKB-TR=  6.68333 –  0,001970Δbiaya  –  0,07452Δwaktu – 0,04359Δkapasitas  +  0.31954Δkeamanan.  Kelompok  II  (kelompok  responden  yang  pernah menggunakan  kedua  moda),  UKB-TR= –5,53283  –  0,001220Δbiaya  +  0,04295Δwaktu  – 0,06120Δkapasitas  +  0,25585Δkeamanan.  Dari  hasil  analisis  elastisitas  pada  kelompok  I probabilitas  pemilihan  kapal  barang  lebih  sensitif  terhadap  pengaruh  perubahan  atributnya, sedangkan  pada  kelompok  II  probabilitas  pemilihan  truk  yang  lebih  sensitif  terhadap  perubahan atributnya  dan  atribut  yang  paling  sensitif  mempengaruhi  pemilihan  moda  adalah  waktu perjalanan.
TINJAUAN KERUSAKAN JALAN PROVINSI PADA RUAS NANGA PINOH – SOKAN KABUPATEN MELAWI Elsa Trimukti, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009
Publisher : Jurnal Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.014 KB)

Abstract

Jaringan jalan dapat meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi produksi serta kualitas interaksi sosial masyarakat, yang pada gilirannya menentukan daya saing daerah secara keseluruhan. Total panjang  jalan  nasional  dan  propinsi  yang  berada  di  Kalimantan  Barat  adalah  3.093,25 km, dari total panjang tersebut untuk jalan nasional sebanyak 14,47% mengalami rusak sampai rusak berat, sedangkan  untuk  jalan  propinsi  sebanyak  37,49%  yang  mengalami  kerusakan.  Tujuan  dari pelaksanaan  penelitian  ini  adalah  untuk  memperoleh  deskripsi  mengenai  kondisi  kerusakan  jalan khususnya  jalan  propinsi  pada  ruas  Nanga  Pinoh  –  Sokan  Kabupaten  Melawi  dan  untuk mengidentifikasi  penyebab  kerusakan  dan  alternatif  solusi  penanganannya  sehingga  diperoleh rencana  penanganan  yang  tepat  guna  dan  efisien. Berdasarkan  hasil  kajian  yang  dilakukan  pada ruas jalan Nanga Pinoh – Sayan – Kota Baru – Sokan pada dasarnya dapat dibagi dalam 5 (empat) akumulasi  jenis  kerusakan  utama  yaitu  :  Kerusakan  Lepas  (tipe  I), Kerusakan  Lepas  dan  Lubang (tipe  II), Kerusakan  Retak,  Lepas  dan  Lubang  (tipe  III), Kerusakan  Retak  dan  Lepas  (tipe  IV), Kerusakan  Gelombang,  Lepas  dan  Lobang  (tipe  V).  Penanganan  kerusakan  jalan    ini  dapat dilakukan  dengan  baik  bila  memperhatikan  tipe  dari  kerusakan  yang  ada  sedemikian  sehingga daya  dukung  jalan  yang  diinginkan  dapat  diperoleh  dengan  baik.  Selain  itu  hasil  evaluasi dilapangan  terlihat  bawah  faktor  pendukung  penyebab kerusakan  adalah  muatan  berlebih  dari kendaraan  khususnya  perkebunan  (sawit),  kurangnya  penyediaan  sistem  drainase  yang  memadai dan  lemahnya  perhatian  dari  pemerintah  untuk  melakukan  perbaikan  baik  dalam  pemeliharaan rutin  maupun  pemeliharaan  berkala  yang  sistematik  dan  berkesinambungan  dalam  rangka memperpanjang umur layan dari jaringan jalan yang ada.
ANALISIS PEMILIHAN RUTE DALAM KAJIAN KEBUTUHAN PERGERAKAN PADA RENCANA PEMBANGUNAN RUAS JALAN SEMITAU NANGA BADAU KABUPATEN KAPUAS HULU Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.194 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v9i1.287

Abstract

Pembukaan gerbang pergerakan antarnegara di Kecamatan Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan mampu memberikan implikasi peningkatan nilai perdagangan dan hubungan timbale balik yang saling menguntungkan di antara kedua negara yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, jarak tempuh yang cukup jauh saat ini mengakibatkan waktu tempuh perjalanan dan biaya yang dibutuhkan cukup besar. Untuk itu, direncanakan membangun jalur alternatif yang dapat memperpendek jarak dan mempersingkat waktu perjalanan yaitu melalui rute Sintang Semitau Badau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola perubahan pergerakan pengendara terhadap perubahan rute perjalanan terutama pada rute alternatif dibandingkan rute yang lama. Berkenaan dengan hal tersebut maka pada analisis ini dibuat dua skenario dasar. Pertama, Skenario I (Do Nothing), yaitu memperikarakan pergerakan kendaraan bilamana tidak dilakukan pembangunan proyek jalan atau jembatan dimaksud. Artinya, pada skenario ini digunakan kondisi eksisting. Kedua, Skenario II (Do Something), yaitu memperkirakan pergerakan kendaraan bilamana dilakukan pembangunan proyek jalan atau jembatan tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, pada skenario Do Something, terjadi peningkatan pergerakan kendaraan yang cukup besar yaitu dari 34 smp/hari menjadi 113 smp/hari atau sebesar lebih dari 300%. Ini terjadi karena pengendara lebih memilih perjalanan dengan jarak yang lebih pendek dan waktu yang lebih singkat.

Page 1 of 22 | Total Record : 215