cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan" : 12 Documents clear
Aplikasi Metode Akustik untuk Uji Kesegaran Ikan Jaya, Indra; Ramadhan, Dewi Kartika
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.165 KB)

Abstract

This paper describes an attempt to introduce acoustic method as an alternative for measuring fish freshness. The method was first tested and compared to the conventional and well accepted method, such as organoleptic, TVB, TPC and pH. The test was carried out by direct comparison between the acoustic measurements with the conventional one on Pangasius sp for the 24 hours period after the fish is killed. The test results show that there is a good qualitative agreement between the two methods, where the degradation of fish quality can be differentiated clearly as a function of time. Thus the attempt to introduce acoustic method as an alternative technique for measuring fish freshness is promising and encouraging.Keywords: fish freshness, acoustic method
Penambahan Hidrogen Peroksida (H2O2) dalam Mempertahankan Waktu Hidup Ikan Kerapu Lumpur Nurjanah, .; Komari, .; Susanto, E.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.143 KB)

Abstract

Penambahan hidrogen peroksida pada media air untuk mempertahankan hidup ikan kerapu lumpur (Epinephelus suillus) telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh hidrogen peroksida terhadap kualitas air media ikan kerapu lumpur. Penelitian ini terdiri atas 2 tahap. Tahap 1 yaitu penggunaan berbagai konsentrasi hidrogen peroksida dengan volume 0,5 ml. Pada penelitian tahap 2 menggunakan konsentrasi hidrogen peroksida terpilih dengan perlakuan volume hidrogen peroksida. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan konsentrasi hidrogen peroksida terpilih adalah 13,6 %. Untuk ikan ukuran 60-80 gram yang mampu mempertahankan ikan hidup lebih lama adalah 1ml selama 953 menit, sedangkan untuk ikan ukuran 100-150 gram yang paling lama hidupnya pada volume 1,5 ml yaitu 3107 menit. Penambahan hidrogen peroksida pada berbagai konsentrasi dan volume tidak menyebabkan perubahan kualitas air secara bermakna, kecuali untuk oksigen terlarut yang semakin meningkat.Kata kunci: hidrogen peroksida, kerapu lumpur, kualitas air
Pengaruh Penyimpanan Beku Surimi terhadap Mutu Bakso Ikan Jangilus (Istiophorus sp.) Uju, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.523 KB)

Abstract

Salah satu metode pengawetan yang paling baik dan aman untuk mempertahankan kesegaran produk adalah penyimpanan beku. Melalui penyimpanan beku ketersediaan dan kesinambungan industri pengolahan hasil perikanan akan tetap dijaga. Penyimpanan bahan baku bakso dalam bentuk surimi diharapkan akan lebih ekonomis dibandingkan dengan penyimpanan ikan dalam bentuk utuh yang dibekukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik mutu bakso ikan yang dipengaruhi waktu penyimpanan pada suhu beku. Penyimpanan surimi yang dilakukan pada suhu –15 oC selama 4 minggu dapat menyebabkan penurunan mutu bakso ikan. Selama penyimpanan kekuatan gel menurun dari 559,84 g.cm sampai 276,40 g.cm, begitu juga hasil uji pelipatannya menurun dari skala 5 menjadi 2 pada minggu keempat. Nilai derajat kecerahan menurun dari 86,31 % menjadi 85,74 %. Penurunan derajat kecerahan ini tenyata dapat dirasakan oleh panelis. Hal ini dapat terlihat dari semakin menurunnya tingkat kesukaan terhadap warna bakso ikan yang dihasilkannya. Rasa bakso ikan yang dihasilkan dari surimi yang telah disimpan selama 1, 2, 3, dan 4 minggu mengalami perubahan. Penurunan perubahan rasa, berbeda nyata setelah penyimpanan pada minggu ketiga.Kata kunci: bakso, ikan jangilus, penyimpanan beku, surimi
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) sebagai Sumber Kalsium dengan Metode Hidrolisis Protein Trilaksani, Wini; Salamah, Ella; Nabil, Muhammad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.608 KB)

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan limbah tulang ikan tuna (Thunnus sp.) dimaksudkan untuk menghasilkan tepung tulang ikan tuna berkalsium tinggi dan mengetahui karakteristik mutu tepung tulang yang dihasilkan dengan waktu autoklafing dan frekuensi perebusan yang berbeda pada proses hidrolisis protein dalam pembuatan tepung tulang. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar kalsium, fosfor, air, abu, protein, lemak, pH, derajat putih, daya serap air, kemudahan melarut, densitas kamba dan bioavailabilitas kalsium. Tepung tulang ikan yang dihasilkan dalam penelitian ini mengandung kalsium tertinggi 39,24 % dan fosfor 13,66 % yang diperoleh dari kombinasi perlakuan autoclaving 2 (dua) jam dan perebusan 3 (tiga) kali. Kadar air pada tepung tulang sebesar 5,60 %, abu 81,13 %bb, protein 0,76 %bb dan lemak 3,05 %bb. Nilai beberapa parameter fisik tepung yaitu derajat putih 64,7 %, densitas kamba 8,14 g/ml, pH 7,13, daya serap air 14,5 % dan kemudahan melarut sebesar 4,45 % pada menit ke 15, 29,20 % pada menit ke 180. Nilai bioavailabilitas kalsium tepung sebesar 0,86 %. Nilai ini diperoleh dari hasil pengukuran tepung dengan kadar kalsium tertinggi.Kata kunci: autoclaving , hidrolisis, kalsium, perebusan tulang, dan tuna.
Pengaruh Variasi pH dan NaCl terhadap Produksi Inhibitor Protease yang Dihasilkan oleh Acinetobacter baumanii (Bakteri yang Berasosiasi dengan Spons Plakortis nigra) Nurhayati, Tati; Suhartono, Maggy T.; Desniar, .; Suwardinni, Rini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.855 KB)

Abstract

Mengingat semakin jelasnya keterlibatan protease dalam penyebab penyakit, maka diperlukan suatu senyawa untuk menghambat aktivitas enzim tersebut, yaitu inhibitor protease. Senyawa tersebut dapat dihasilkan oleh makro dan mikroorganisme laut. Untuk memproduksi inhibitor protease diperlukan suatu kondisi produksi yang tepat, termasuk NaCl dan pH media. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi NaCl dan pH yang tepat dalam media untuk menghasilkan inhibitor protease dengan aktivitas tertinggi. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan menumbuhkan Acinetobacter baumanii dalam media marine broth+glukosa 0,05 %(w/v) dengan melakukan variasi NaCl (0 %,2 %, dan 4 %(w/v)) dan juga pH (6,7, dan 8). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa konsentrasi NaCl yang tepat untuk produksi maksimum adalah 2 %(w/v) dan pH media 8 dengan waktu inkubasi 20-28 jam. Aktivitas tertinggi yang dihasilkan adalah 1,64-1,93 U/ml.Kata kunci: Acinetobacter baumanii, inhibitor protease
Perbaikan Nilai Tambah Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp) menjadi Gelatin serta Analisis Fisika-Kimia Nurilmala, Mala; Wahyuni, Mita; Wiratmaja, Heidi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.394 KB)

Abstract

Tulang ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan limbah yang belum termanfaatkan dengan baik dan didalamnya mengandung kolagen sehingga dapat dibuat gelatin. Pembuatan gelatin dari tulang ikan tuna dilakukan dengan metode asam klorida. Konsentrasi asam klorida yang digunakan berkisar antara 4 %-6 % v/v dengan lama perendaman 2 hari. Ekstraksi gelatin dilakukan dengan suhu berkisar antara 80-90 oC. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pembuatan gelatin dari tulang ikan tuna menggunakan asam klorida serta menganalisis sifat fisika kimia gelatin yang dihasilkan. Perlakuan terpilih adalah kombinasi konsentrasi HCl 6% dengan suhu ekstraksi 80oC. Kadar air gelatin tulang ikan tuna adalah 6,54 %, abu 1,93 %, lemak 0,42 % dan protein 91,01 %. Titik gel gelatin tulang ikan tuna adalah pada suhu 7,61 oC, titik leleh 19,84 oC, titik isoelektrik pada pH 7, derajat putih 10,7 % dan asam amino glisin merupakan asam amino yang utama pada gelatin tulang ikan tuna.Kata kunci : gelatin, ikan tuna, limbah, tulang
Perbaikan Nilai Tambah Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp) menjadi Gelatin serta Analisis Fisika-Kimia Nurilmala, Mala; Wahyuni, Mita; Wiratmaja, Heidi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.394 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i2.980

Abstract

Tulang ikan tuna (Thunnus sp.) merupakan limbah yang belum termanfaatkan dengan baik dan didalamnya mengandung kolagen sehingga dapat dibuat gelatin. Pembuatan gelatin dari tulang ikan tuna dilakukan dengan metode asam klorida. Konsentrasi asam klorida yang digunakan berkisar antara 4 %-6 % v/v dengan lama perendaman 2 hari. Ekstraksi gelatin dilakukan dengan suhu berkisar antara 80-90 oC. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pembuatan gelatin dari tulang ikan tuna menggunakan asam klorida serta menganalisis sifat fisika kimia gelatin yang dihasilkan. Perlakuan terpilih adalah kombinasi konsentrasi HCl 6% dengan suhu ekstraksi 80oC. Kadar air gelatin tulang ikan tuna adalah 6,54 %, abu 1,93 %, lemak 0,42 % dan protein 91,01 %. Titik gel gelatin tulang ikan tuna adalah pada suhu 7,61 oC, titik leleh 19,84 oC, titik isoelektrik pada pH 7, derajat putih 10,7 % dan asam amino glisin merupakan asam amino yang utama pada gelatin tulang ikan tuna.Kata kunci : gelatin, ikan tuna, limbah, tulang
Aplikasi Metode Akustik untuk Uji Kesegaran Ikan Jaya, Indra; Ramadhan, Dewi Kartika
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.165 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i2.973

Abstract

This paper describes an attempt to introduce acoustic method as an alternative for measuring fish freshness. The method was first tested and compared to the conventional and well accepted method, such as organoleptic, TVB, TPC and pH. The test was carried out by direct comparison between the acoustic measurements with the conventional one on Pangasius sp for the 24 hours period after the fish is killed. The test results show that there is a good qualitative agreement between the two methods, where the degradation of fish quality can be differentiated clearly as a function of time. Thus the attempt to introduce acoustic method as an alternative technique for measuring fish freshness is promising and encouraging.Keywords: fish freshness, acoustic method
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) sebagai Sumber Kalsium dengan Metode Hidrolisis Protein Trilaksani, Wini; Salamah, Ella; Nabil, Muhammad
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.608 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i2.983

Abstract

Penelitian tentang pemanfaatan limbah tulang ikan tuna (Thunnus sp.) dimaksudkan untuk menghasilkan tepung tulang ikan tuna berkalsium tinggi dan mengetahui karakteristik mutu tepung tulang yang dihasilkan dengan waktu autoklafing dan frekuensi perebusan yang berbeda pada proses hidrolisis protein dalam pembuatan tepung tulang. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kadar kalsium, fosfor, air, abu, protein, lemak, pH, derajat putih, daya serap air, kemudahan melarut, densitas kamba dan bioavailabilitas kalsium. Tepung tulang ikan yang dihasilkan dalam penelitian ini mengandung kalsium tertinggi 39,24 % dan fosfor 13,66 % yang diperoleh dari kombinasi perlakuan autoclaving 2 (dua) jam dan perebusan 3 (tiga) kali. Kadar air pada tepung tulang sebesar 5,60 %, abu 81,13 %bb, protein 0,76 %bb dan lemak 3,05 %bb. Nilai beberapa parameter fisik tepung yaitu derajat putih 64,7 %, densitas kamba 8,14 g/ml, pH 7,13, daya serap air 14,5 % dan kemudahan melarut sebesar 4,45 % pada menit ke 15, 29,20 % pada menit ke 180. Nilai bioavailabilitas kalsium tepung sebesar 0,86 %. Nilai ini diperoleh dari hasil pengukuran tepung dengan kadar kalsium tertinggi.Kata kunci: autoclaving , hidrolisis, kalsium, perebusan tulang, dan tuna.
Pengaruh Penyimpanan Beku Surimi terhadap Mutu Bakso Ikan Jangilus (Istiophorus sp.) Uju, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.523 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v9i2.986

Abstract

Salah satu metode pengawetan yang paling baik dan aman untuk mempertahankan kesegaran produk adalah penyimpanan beku. Melalui penyimpanan beku ketersediaan dan kesinambungan industri pengolahan hasil perikanan akan tetap dijaga. Penyimpanan bahan baku bakso dalam bentuk surimi diharapkan akan lebih ekonomis dibandingkan dengan penyimpanan ikan dalam bentuk utuh yang dibekukan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik mutu bakso ikan yang dipengaruhi waktu penyimpanan pada suhu beku. Penyimpanan surimi yang dilakukan pada suhu –15 oC selama 4 minggu dapat menyebabkan penurunan mutu bakso ikan. Selama penyimpanan kekuatan gel menurun dari 559,84 g.cm sampai 276,40 g.cm, begitu juga hasil uji pelipatannya menurun dari skala 5 menjadi 2 pada minggu keempat. Nilai derajat kecerahan menurun dari 86,31 % menjadi 85,74 %. Penurunan derajat kecerahan ini tenyata dapat dirasakan oleh panelis. Hal ini dapat terlihat dari semakin menurunnya tingkat kesukaan terhadap warna bakso ikan yang dihasilkannya. Rasa bakso ikan yang dihasilkan dari surimi yang telah disimpan selama 1, 2, 3, dan 4 minggu mengalami perubahan. Penurunan perubahan rasa, berbeda nyata setelah penyimpanan pada minggu ketiga.Kata kunci: bakso, ikan jangilus, penyimpanan beku, surimi

Page 1 of 2 | Total Record : 12


Filter by Year

2006 2006


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue