cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue " Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan" : 14 Documents clear
Studi tentang Asam Lemak Omega-3 dari Bagian-Bagian Tubuh Ikan Kembung Ikan Laki-Laki ( Rastrelliger kanagurta ) Sallamah, Ella; Hendrawan, .; Yunizal, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.651 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam lemak omega-3 pada bagian-bagian tubuh ikan kembung (kepala, perut dan daging badan) dan mengetahui pengaruh lama penyimpanan menggunakan es terhadap kandungan asam lemak omega-3 pada masing-masing bagian tubuh ikan kembung. Penetapan kandungan omega-3 dilakukan dengan Gas Liquid Chromatography (GLC). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, bilangan peroksida, bilangan iod dan kandungan omega-3 tetapi pada bagian kepala penyaimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu.Kata kunci: GLC, ikan kembung, omega-3
Pemisahan Ekstrak Intraseluler dari Mikroalga Nitzschia closterium dan Penentuan Konsentrasi Hambatan Minimumnya terhadap Mikroba Patogen Setyaningsih, Iriani; Desniar, .; Pangagabean, Lyli; Widyah, Titik Harsita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.537 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengekstrak anti mikroba intraselular dari Nitzschia closterium, menguji aktivitasnya dan menentukan konsentrasi hambatan minimunnya terhadap beberapa mikroba patogen. Kultifasi Nitzschia closterium, dilakukan dalam f medium dengan kepadatan awal sel sebesar 1,00 x 104 sel/ml dengan dilengkapi aerasi, lampu neon serta dilakukan pada suhu kamar. Fase eksponensial dicapai pada saat kultifasi awal sampai pada hari ke-7, fase penurunan laju pertumbuhan pada hari ke-8, fase stasioner pada hari ke-9 sampai hari ke-47, dan fase kematian dimulai pada hari ke-48. Pemisahan biomassa dilakukan dengan menggunakan sentrifu, selanjutnya dikeringkan dan ditambah pelarut metanol dan sel dipecah menggunakan soniprep. Kemudian disaring dan pelarutnya di uapkan sehingga diperoleh ekstrak kasar interseluler hasil pengujian aktivitas menunjukan bahwa ekstrak intraseluler dapat menghambat pertumbuhan bakteri Eschericia coli, Salmonella typhii dan kapang Penicillumisp., tetapi tidak menghambat Aspergillus niger. Nilai konsentrasi hambatan minimum untuk E. coli dan S. typhii terjadi pada konsentrasi 2000 ppm dengan potensi hambatan masing-masing 30-40% dan 29,41-35,29%.Kata kunci: Nitzschia, mikroalga, bahan aktif
Pemanfaatan Asam Cuka, Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk Mengurangi Bau Amis Petis Ikan Layang (Decapterus spp.) Poernomo, Djoko; Suseno, Sugeng Heri; Wijatmoko, Agus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.168 KB)

Abstract

Petis ikan merupakan komoditi hasil pengolahan ikan yang biasa digunakan sebagai lauk pauk atau campuran makanan rakyat yang khas. Petis ikan memiliki pontensi yang sangat besar dalam pemasaran, namun ada masalah atau kendala pada petis ikan yaitu bau amis yang menyengat. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan asam-asam organik seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan asam cuka dengan konsentrasi berbeda terhadap pengurangan bau amis petis ikan (Decapterus spp.). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan jeruk nipis dengan konsentrasi 15% cukup efektif untuk mengurangi bau amis petis ikan layang dan penambahan jeruk nipis ini tidak mempengaruhi zat gizi yang ada dalam petis ikan.Kata kunci: asam cuka, bau amis, belimbing wuluh, jeruk nipis, petis ikan
Penapisan Inhibitor Protease yang Dihasilkan oleh Sponge Asal Kepulaun Seribu Nurhayati, Tati; Suptijah, Pipih; Suhartono, Maggy T.; Febrian, Irman
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.058 KB)

Abstract

Several medicines showing protrease inhibitor mechanism are widely available in the markets. Among marine organisms, sponge is the big producer of bioactive compound, include protease inhibitor. The purpose of this research was to screen of protease inhibitor produced by sponge. Screening was be conducted using agar diffusion methods on ten of sponge which the extracted with methanol and distilled water. As test bacteria were used three species of pathogenic bacteria that is Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, and Staphyloccocus aureus. The result of research showing that sponge which be extracted using methanol have low protease inhibitory activity (≤ 30%), while that which be extracted using distilled water have high protease inhibitory, that is extract of Jaspis stellifera and extract of Plakortis nigra (≥ 50%). The extract of Jaspis stellifera was inhibited of protease from Escherichia coli and Staphyloccocus aureus by minimum inhibitory concentration (MIC) 0.08%, while that extract of Plakortis nigra was inhibited protease from S. aureus by MIC 0.12%. Ethymenediamine tetraacetic acid (EDTA) was inhibited S. aureus and E. coli by MIC 0.16%. Based on the data, can be concluded that both the extract of sponge were potential as protease inhibitor.Keywords: Bacteria, protease inhibitor, screening, sponge
Karakterisasi Protease dari Bakteri Aeromonas hydrophila Baehaki, Ace; Nurhayati, Tati; Suhartono, Maggy T.
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.87 KB)

Abstract

In the last decade, a concern on protease as medicinal target for overcoming bacterial and viral diseases has been rapidly increased because of the obvios involvement of this enzyme in the molecular of the diseases mechanism. The porpuse of this research was to characterize proteases from fish pathogenic bacteria Aeromonas hydrophila. The bacteria were grown in media containing triptone 1%, NaCl 1% and yeast extract 0,5%. The optimum production time of A. hydrophila was 48 h, the optimum pH was 7,5, the optimum temperature was 50oC. Study on the effect of metals ion and spesific inhibitors indicated that protease from A. hydrophila was serin metaloprotease.Keywords: protease, characterization, pathogenic bacteria
Pengaruh Frekuensi Pencucian Surimi terhadap Mutu Produk Bakso Ikan Jangilus (Istiophorus sp.) Uju, .; Nistibaskara, Rudy; Ibrahim, Bustami
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.58 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bakso ikan dengan warna putih serta tekstur yamg kompak dan kenyal dengan cara perlakuan pencucian pada bagian intermediet bakso (surimi). Proses pencucian dilakukan menggunakan air dingin dengan perbandingan volume air dan daging giling masing-masing 4:1. frekuensi pencucian yang dilakukan pada daging giling ikan adalah 0, 1, 2, dan 3 kali. Perlakuan pencucian surimi satu kali dapat memperbaiki tingkat penerimaan kesukaan organoleptik dan kekuatan gel bakso ikan, sedangkan rekuensi pencucian berikutnya kekuatan gel tidak dapat ditingkatkan lagi. Proses pencucian pada surimi juga dapat meningkatkan derajat kecerahan bakso ikan yang dihasilkannya hingga mencapai 80,52%. Derajat kecerahan bakso ikan yang dihasilkan meningkat pada frekuensi pencucian surimi yang pertama, sedangkan pada frekuensi pecucian yang kedua sampai yang keempat derajat kecerahannya tidak dapat ditingkatkan lagi, namun secara organoleptik peningkatkan derajat kecerahan ini tidak mempengaruhi tingkat penerimaan. Perlakuan pencucian pada surimi berdampak terhadap menurunnya kadar protein dalam bakso ikan, namun tingkat penurunanya hanya signifikan sampai pada frekuensi pencucian satu kali, sedangkan pada frekuensi pencucian yang ke- 2, 3 dan yang ke-4 kadar protein dalam bakso ikan relatif tidak berubah. Selain itu pencucian juga dapat menyebabkan hilangnya komponen flavor dan rasa yang terdapat pada daging ikan. Adanya kehilangan komponen pembentuk rasa ini terlihat dari semakin menurunnya tingkat kesukaan panelis terhadap rasa bakso ikan. Tingakt kesuakaan panelis terhadap bakso ikan menurun setelah pencucian sarimi yang ketiga.Kata kunci: bakso ikan, pencucian, surimi
Pengaruh Suhu dan Lama Pengovenan terhadap Karakteristik Cumi-Cumi (Loligo sp) Kertas Trilaksani, Wini; Erungan, Anna C.; Mardi, Satya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.097 KB)

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup penting setelah ikan dan udang, akan tetapi tidak semua jenis cumi-cumi disukai oleh masyarakat terutama yang berdaging liat dan tebal. Tekstur dan rasa yang khas serta kandungan protein yang cukup tinggi (15,6 gram / 100 gram) menjadikan cumi-cumi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk olahan camilan yang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu dan lama pengovenan terhadap karakteristik mutu cumi-cumi kertas, mendapatkan cumi-cumi kertas yang di sukai dan mempunyai kadar air dan aw yang rendah sehingga mempunyai daya simpan (shelf life) yang lama. Dua perlakuan diberiakan pada penelitian ini yaitu suhu pengovenan (90, 100 dan 110)o C dan lama pengovenan (23, 35, dan 45) menit. Hasil pengamatan menunjukan bahwa produk mempunyai kadar air berkisar antara 2,70%-6,24% yang terendah yaitu produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 30 menit. Nilai aw berkisar anatara 0,34-0,42, yang terendah pada produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 25 menit. Hasil pengukuran nilai L (kecerahan) menunjukan bahwa perlakuan suhu mempengaruhi kecerahan produk, semakin tinggi suhu pengovenan menyebabkan semakin rendah nilai kecerahan produk. Semua perlakuan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadaf nilai a dan b sehingga warna produk cenderung sama kemerahan dan kekuninggan. Hasil uji organoleptik menunjukan produk yang paling disukai adalah produk yang di oven pada suhu 100oC selama 25 menit, dengan aw 0,4; kadar air 5,46%; protein 66,52%; lemak 6,11%;abu 5,16%;karbohidrat 16,75% dan garam 2,08%.Kata kunci: cumi-cumi, karakteristik, pengovenan, dan suhu.
Pengaruh Suhu dan Lama Pengovenan terhadap Karakteristik Cumi-Cumi (Loligo sp) Kertas Trilaksani, Wini; Erungan, Anna C.; Mardi, Satya
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.097 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v7i2.1038

Abstract

Cumi-cumi merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup penting setelah ikan dan udang, akan tetapi tidak semua jenis cumi-cumi disukai oleh masyarakat terutama yang berdaging liat dan tebal. Tekstur dan rasa yang khas serta kandungan protein yang cukup tinggi (15,6 gram / 100 gram) menjadikan cumi-cumi sangat potensial untuk dikembangkan sebagai produk olahan camilan yang bergizi. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh suhu dan lama pengovenan terhadap karakteristik mutu cumi-cumi kertas, mendapatkan cumi-cumi kertas yang di sukai dan mempunyai kadar air dan aw yang rendah sehingga mempunyai daya simpan (shelf life) yang lama. Dua perlakuan diberiakan pada penelitian ini yaitu suhu pengovenan (90, 100 dan 110)o C dan lama pengovenan (23, 35, dan 45) menit. Hasil pengamatan menunjukan bahwa produk mempunyai kadar air berkisar antara 2,70%-6,24% yang terendah yaitu produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 30 menit. Nilai aw berkisar anatara 0,34-0,42, yang terendah pada produk dengan perlakuan pengovenan 110oC selama 25 menit. Hasil pengukuran nilai L (kecerahan) menunjukan bahwa perlakuan suhu mempengaruhi kecerahan produk, semakin tinggi suhu pengovenan menyebabkan semakin rendah nilai kecerahan produk. Semua perlakuan memberi pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadaf nilai a dan b sehingga warna produk cenderung sama kemerahan dan kekuninggan. Hasil uji organoleptik menunjukan produk yang paling disukai adalah produk yang di oven pada suhu 100oC selama 25 menit, dengan aw 0,4; kadar air 5,46%; protein 66,52%; lemak 6,11%;abu 5,16%;karbohidrat 16,75% dan garam 2,08%.Kata kunci: cumi-cumi, karakteristik, pengovenan, dan suhu.
Pemanfaatan Asam Cuka, Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) dan Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) untuk Mengurangi Bau Amis Petis Ikan Layang (Decapterus spp.) Poernomo, Djoko; Suseno, Sugeng Heri; Wijatmoko, Agus
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.168 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v7i2.1037

Abstract

Petis ikan merupakan komoditi hasil pengolahan ikan yang biasa digunakan sebagai lauk pauk atau campuran makanan rakyat yang khas. Petis ikan memiliki pontensi yang sangat besar dalam pemasaran, namun ada masalah atau kendala pada petis ikan yaitu bau amis yang menyengat. Dalam penelitian ini dipelajari pengaruh penambahan asam-asam organik seperti jeruk nipis (Citrus aurantifolia), belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dan asam cuka dengan konsentrasi berbeda terhadap pengurangan bau amis petis ikan (Decapterus spp.). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan jeruk nipis dengan konsentrasi 15% cukup efektif untuk mengurangi bau amis petis ikan layang dan penambahan jeruk nipis ini tidak mempengaruhi zat gizi yang ada dalam petis ikan.Kata kunci: asam cuka, bau amis, belimbing wuluh, jeruk nipis, petis ikan
Studi tentang Asam Lemak Omega-3 dari Bagian-Bagian Tubuh Ikan Kembung Ikan Laki-Laki ( Rastrelliger kanagurta ) Sallamah, Ella; Hendrawan, .; Yunizal, .
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.651 KB) | DOI: 10.17844/jphpi.v7i2.1040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan asam lemak omega-3 pada bagian-bagian tubuh ikan kembung (kepala, perut dan daging badan) dan mengetahui pengaruh lama penyimpanan menggunakan es terhadap kandungan asam lemak omega-3 pada masing-masing bagian tubuh ikan kembung. Penetapan kandungan omega-3 dilakukan dengan Gas Liquid Chromatography (GLC). Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, abu, protein, lemak, bilangan peroksida, bilangan iod dan kandungan omega-3 tetapi pada bagian kepala penyaimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu.Kata kunci: GLC, ikan kembung, omega-3

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue