cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Articles 20 Documents
Search results for , issue " Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA" : 20 Documents clear
PROPORSI BAGIAN TUBUH DAN KADAR PROKSIMAT IKAN GABUS PADA BERBAGAI UKURAN Suwandi, Ruddy -; nurjanah, - -; winem, margaretha -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.994 KB)

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Ikan gabus hidup di muara sungai, danau, rawa, dan dapat pula hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan gabus belum banyak dibudidayakan secara luas dan belum banyak dimanfaatkan sebagai produk olahan ikan. Informasi mengenai proporsi tubuh ikan gabus masih kurang dan belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi bagian-bagian tubuh ikan dan komposisi kimia daging ikan gabus pada berbagai ukuran (0,5 kg; 1 kg; dan 2 kg) dan jenis kelamin. Prosedur yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengukuran proporsi tubuh ikan dan analisis proksimat. Ikan gabus betina memiliki rendemen daging yang lebih tinggi dibanding ikan gabus jantan. Rendemen terbesar terdapat pada daging dengan bobot tubuh ikan 2 kg. Kadar air dan kadar abu tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 0,5 kg yaitu 80,41% dan 1,47%. Kadar protein tertinggi yaitu 20,14% terdapat pada ikan gabus betina 1 kg. Kadar lemak tertinggi terdapat pada ikan gabus jantan 2 kg yaitu sebesar 1,69%. Kadar karbohidrat tertinggi terdapat pada ikan gabus betina 2 kg yaitu 2,71%.Kata kunci: ikan gabus, proksimat, proporsi tubuh
MUTU ORGANOLEPTIK DAN KIMIAWI TERASI UDANG REBON DENGAN KADAR GARAM BERBEDA DAN LAMA FERMENTASI anggo, apri dwi; swastawati, fronthea -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2381.333 KB)

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi udang dengan penambahan garam. Fermentasi dengan garam menyebabkan perombakan protein menjadi asam amino misalnya asam glutamat sebagai penghasil cita rasa khas terasi. Kadar garam dan lama fermentasi merupakan faktor penting pada proses pembuatan terasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan konsentrasi garam dan lama fermentasi terhadap kualitas terasi rebon terutama kandungan asam glutamat. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah rebon (Acetes sp.) kering tawar dengan panjang ±2 cm per ekor. Perlakuan garam dengan konsentrasi 2%, 8,5%, 15% dan lama fermentasi (8 hari dan 32 hari). Metode penelitian menggunakan metode experimental field dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola split plot in time 3 kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi organoleptik, pH, kadar protein, asam glutamat, kadar air dan profil asam amino. Parameter kadar protein, asam glutamat dan profil asam amino pada fermentasi hari ke 32 yang diamati hanya perlakuan konsentrasi kadar garam terbaik pada hari ke 8. Nilai organoleptik terasi berkisar antara 7,65-8,32 artinya produk tersebut dapat diterima konsumen. Nilai pH Nilai pH terasi rebon berkisar antara 7,09 sampai 7,89. Konsentrasi garam 2% pada terasi rebon menghasilkan kadar protein dan asam glutamat tertinggi yaitu 47,14%+0,20 (dry base). Asam amino yang dominan pada terasi rebon adalah asam glutamat dan asam aspartat. Lama fermentasi menyebabkan penurunan asam glutamat terasi rebon.Kata kunci: asam glutamat, fermentasi, garam, rebon
KINERJA RANGKAIAN SERI SISTEM MICROBIAL FUEL CELL SEBAGAI PENGHASIL BIOLISTRIK DARI LIMBAH CAIR PERIKANAN ibrahim, bustami -; suptijah, pipih -; rosmalawati, syeila -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2445.157 KB)

Abstract

Listrik umumnya bersumber dari energi fosil yang merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Tingginya tingkat pemakaian energi yang tak terbarukan mendorong pencarian sumber energi alternatif baru. Salah satu teknologi yang dapat menjadi sumber energi alternatif baru adalah Microbial Fuel Cell. Microbial Fuel Cell adalah sistem yang memanfaatkan bakteri untuk mengoksidasi bahan organik dan anorganik. Teknologi tersebut dapat diaplikasikan pada limbah cair, misalnya limbah cair perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja penggunaan rangkaian seri bejana terhadap daya listrik yang dihasilkan limbah cair perikanan berdasar sistem Microbial Fuel Cell. Penelitian ini terdiri dari empat tahap, yaitu pembuatan limbah cair buatan, pembuatan perangkat alat Microbial Fuel Cell, pengukuran daya listrik, dan analisis kualitas limbah cair. Hasil daya listrik selama 120 jam pengamatan adalah 0,115 V untuk dua bejana, 0,259 V untuk tiga bejana, dan 0,534 V untuk empat bejana yang seluruhnya dirangkaikan secara seri. Hasil uji beban limbah cair menunjukkan penurunan pada COD, BOD, TAN dan total nitrogen, sedangkan MLSS dan MLVSS mengalami peningkatan dalam lima hari pengamatan.Kata kunci: daya listrik, limbah cair perikanan, Microbial Fuel Cell, rangkaian seri
PERUBAHAN ASAM AMINO SURIMI IKAN LELE DENGAN FREKUENSI PENCUCIAN YANG BERBEDA wijayanti, ima -; surti, titi -; winarni, tri -; darmanto, yudhomenggolo sastro
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2419.447 KB)

Abstract

Pencucian (leaching) merupakan faktor penting dalam proses pembuatan surimi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh frekuensi pencucian terhadap kandungan asam amino, komposisi proksimat dan karakteristik gel surimi lele (Clarias sp.). Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan satu faktor, yaitu perlakuan pencucian dengan 4 taraf berbeda yaitu 1, 2, 3 dan 4 kali dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). . Jenis uji yang digunakan adalah Kruskall wallis (non parametrik) dan dilanjutkan dengan uji Dun’s Multiple Comparison jika perlakuan berpengaruh nyata. Frekuensi pencucian berpengaruh nyata terhadap komposisi proksimat surimi lele (p<0,05), yaitu menurunkan kandungan protein, lemak dan meningkatkan kadar air, namun tidak nyata terhadap kandungan mineral. Bertambahnya frekuensi pencucian tidak berpengaruh nyata pada kadar asam amino esensial maupun non esensial kecuali pada asam glutamat. Frekuensi pencucian berpengaruh nyata pada gel surimi lele (p<0,05). Pada pencucian 3 dan 4 kali kali meningkatkan nilai hardness, deformasi, uji lipat dan uji gigit. Nilai EMC menurun seiring dengan bertambahnya frekuensi pencucian yang menunjukkan kemampuan menahan air pada gel meningkat. Pencucian 3 kali dianggap sudah cukup baik untuk membuat surimi lele karena mampu mempertahankan asam amino surimi lele dan meningkatkan kekuatan gelnya.Kata kunci: asam amino, frekuensi pencucian, surimi lele
PEMBUATAN EDIBLE FILM DARI PATI BUAH LINDUR DENGAN PENAMBAHAN GLISEROL DAN KARAGINAN jacoeb, agoes mardiono; Nugraha, Roni -; dia utari, siluh putu sri
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2320.3 KB)

Abstract

Buah lindur (Bruguiera gymnorrhiza) mengandung karbohidrat yang tinggi dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi edible film dari buah lindur dan mengkarakterisasi produk yang dihasilkannya. Edible film dibuat dengan menambahkan tepung pati buah lindur sebesar 4%; perlakuan gliserol 1% dan 1,5%; dan konsentrasi karaginan 2%, 2,5% dan 3%. Nilai ketebalan edible film yang dihasilkan dari keenam formula berkisar 0,13-0,20 mm sedangkan nilai kuat tarik berkisar 132,88-168,33 kgf/cm2. Nilai persen pemanjangan berkisar 177,7-181,21% dan nilai laju transmisi uap air berkisar 231,23-298,82 g/m2/24 jam. Pati buah lindur sangat potensial untuk dijadikan edible film.Kata kunci: Bruguiera gymnorrhiza, edible film, kuat tarik, pati, persen pemanjangan
KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR POLIFENOLOKSIDASE DARI UDANG VANAME perceka, medal lintas; nurhayati, tati -; nurilmala, mala -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2323.618 KB)

Abstract

Polifenoloksidase (PPO) merupakan enzim yang bertanggung jawab terhadap proses diskolorasi yang disebut melanosis. Blackspot atau melanosis merupakan proses penurunan mutu yang terjadi pada udang selama penanganan dan penyimpanan postmortem. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas enzim PPO udang vaname dan mengkarakterisasi enzim yang meliputi suhu, pH, konsentrasi substrat optimum serta kinetika enzim. Enzim PPO telah berhasil diisolasi dari karapas udang vaname dengan ekstraksi buffer fosfat (1:3). Enzim ini dikarakterisasi menggunakan L-DOPA sebagai substrat spesifiknya. Ekstrak kasar PPO memiliki aktivitas optimum pada suhu 35°C, pH 6 dan konsentrasi L-DOPA sebesar 10 mM. Nilai Km dan Vmaks PPO untuk substrat L-DOPA adalah sebesar 1,17 mM dan 285,71 U.Kata kunci: L-Dihidroksifenilalanin, Litopenaeus vannamei, melanosis, polifenoloksidase
PROFIL ASAM LEMAK DAN ASAM AMINO GONAD BULU BABI afifudin, isna kurniati; Suseno, Sugeng Heri; Jacoeb, Agoes Mardiono
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2583.818 KB)

Abstract

Bulu babi merupakan salah satu sumber daya hayati dengan tingkat keanekaragaman jenis yang tinggi di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat), profil asam lemak dan asam amino pada gonad bulu babi Diadema setosum, Echinothrix calamaris dan Echinothrix diadema. Profil asam lemak ditentukan dengan gas kromatografi dan asam amino dengan HPLC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gonad bulu babi D. setosum, E. calamaris dan E. diadema mengandung asam lemak total masing-masing yaitu 60,37%, 58,35% dan 58,55%. Kandungan asam lemak tertinggi yaitu asam palmitat sebesar 18,44% pada gonad D. setosum, 16,65% pada gonad E. diadema dan 16,55% pada gonad E. calamaris. Tiga jenis gonad bulu babi ini mengandung asam lemak tak jenuh omega-3 sebesar (3,16-3,99)%, omega-6 (9,21-13,88)%, omega-9 (3,95-5,01)%, EPA (2,3-2,89)% dan DHA (0,38-0,73)%. Asam amino yang terkandung di dalam gonad bulu babi ini yaitu 15 jenis yang terdiri atas 8 jenis asam amino esensial dan 7 jenis asam amino non-esensial. Kandungan asam amino total pada D.setosum, E. calamaris dan E. diadema adalah 13,41%, 10,49% dan 10,72%.Kata kunci: Diadema setosum, Echinothrix calamaris, Echinothrix diadema, proksimat.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN EFEK HEPATOPROTEKTIF DAUN BAKAU API-API PUTIH hardiningtyas, safrina dyah; purwaningsih, sri -; Handharyani, Ekowati -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3054.319 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak kasar daun api-api putih yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik, menentukan kandungan fitokimia dan efek Hepatoprotektif ekstrak kasar yang dipilih secara in vivo. Daun api-api putih diekstrak menggunakan tiga jenis pelarut, yakni metanol, etil asetat dan n-heksana. Dalam uji in vivo dilakukan evaluasi terhadap kadar malondialdehid (MDA), enzim aspartat transaminase (AST), enzim alanin transaminase (ALT), dan histopatologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi daun api-api putih dengan pelarut etil asetat menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan kandungan fitokimia terdiri dari flavonoid dan steroid/triterpenoid. Pemberian ekstrak etil asetat daun api-api putih pada tikus yang telah diinduksi CCl4 dapat menormalkan berbagai parameter biokimia stres oksidatif (kadar MDA, AST, dan ALT) dibandingkan dengan standar Silymarin. Ekstrak daun api-api putih berpotensi untuk melindungi hati tikus dari kerusakan oksidatif yang diinduksi CCl4. Efek Hepatoprotektif ekstrak daun api-api putih berkorelasi dengan aktivitas antioksidannya.Kata kunci: antioksidan, Avicennia marina, ekstrak, hepatoprotektor
HUBUNGAN BIOMASSA EPIFIT DENGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, DKI JAKARTA mardiyana, - -; effendi, hefni -; nurjanah, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2504.155 KB)

Abstract

maupun dari serangan organisme lain termasuk organisme penempel/epifit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas antioksidan dengan biomassa epifit daun lamun Thalassia hemprichii yang hidup di Perairan Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Metode untuk menganalisis aktivitas antioksidan adalah metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil), sedangkan biomassa epifit diperoleh dengan mengerik epifit yang berada di permukaan daun T. hemprichii kemudian ditimbang beratnya per satuan luas daun (mg/cm2). Aktivitas antioksidan daun lamun yang digambarkan dengan nilai IC50 berkisar antara 563,88-2039,8 mg/L. Korelasi biomassa epifit dengan IC50 sebesar 0,99 menunjukkan bahwa biomassa epifit mempengaruhi aktivitas antioksidan lamun.Kata kunci: aktivitas antioksidan, epifit, Thalassia hemprichii
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN HIDROLISAT JEROAN IKAN KAKAP PUTIH Nurhayati, Tati -; salamah, ella -; cholifah, - -; nugraha, roni -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2466.658 KB)

Abstract

Jeroan ikan adalah bahan baku dengan kualitas rendah atau limbah yang jika tidak dimanfaatkan dapat menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan. Limbah jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi terbaik pembuatan hidrolisat protein serta mengkarakterisasi produk hidrolisat protein yang dihasilkan. Tahap penelitian meliputi karakterisasi jeroan, pembuangan komponen lemak (defatting), penentuan kondisi optimum hidrolisis, dan analisis kimia hidrolisat jeroan ikan kakap putih. Jeroan ikan kakap putih memiliki kadar protein tinggi sebesar 31,20%±0,03 (bk) dan lemak 61,44%±1,22 (bk). Kandungan lemak dapat mempengaruhi proses hidrolisis sehingga membutuhkan proses pembuangan lemak (defatting). Defatting mampu menurunkan lemak sebesar 2,95% (bk) dari lemak awal yakni 61,44%±1,22 (bk) menjadi 58,71%±0,65 (bk). Proses hidrolisis jeroan ikan kakap putih dilakukan menggunakan enzim papain dengan aktivitas 30 Usp/mL dengan konsentrasi enzim 0,15% (b/v), suhu 55°C, pH 8 selama 4 jam. Karakteristik produk hidrolisat jeroan ikan kakap putih (Lates calcarifer) yakni kadar air (10,82±0,84%), kadar protein (62,85%±0,72), kadar lemak (0,84%±0,28), kadar abu (7,30%±0,03), karbohidrat (18,19%±1,32) dan daya cerna protein sebesar 87,03%. Hidrolisat protein jeroan ikan kakap putih memiliki kandungan 15 jenis asam amino. Asam amino tertinggi yakni asam glutamat (10,75%), sedangkan asam amino terendah yakni histidin (1,38%). Hidrolisat protein dapat diaplikasikan sebagai sumber protein dalam pakan ikan.Kata kunci: hidrolisat, jeroan, papain, pembuangan lemak

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue