cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA" : 22 Documents clear
PENGARUH WAKTU PANEN DAN NUTRISI MEDIA TERHADAP BIOPIGMEN Spirulina platensis setyaningsih, Iriani -; Tarman, Kustiariyah -; satyantini, Woro hastuti; barus, dita aguistina
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.596 KB)

Abstract

Spirulina platensis merupakan alga hijau biru yang mengandung biopigmen fi kosianin dan antioksidanyang bermanfaat bagi kesehatan. Produksi biopigmen dipengaruhi oleh nutrien dan umur kultur. Penelitianini bertujuan menentukan pengaruh media dan umur panen terhadap kandungan fi kosianin dan aktivitasantioksidan. Kultivasi S. platensis dilakukan di dalam laboratorium menggunakan media KT, MT, dan Walne.Ekstraksi fi kosianin dilakukan menggunakan pelarut akuades dan bufer fosfat. Kandungan fi kosianin S.platensis dalam media MT (10,07 mg/mL) tidak berbeda nyata dengan media Walne (7,49 mg/mL), tetapiberbeda nyata dengan media KT (0,71 mg/mL). Aktivitas antioksidan S. platensis pada ketiga media tidakberbeda nyata. Kandungan fi kosianin S. platensis pada hari ke-12 (10,42 mg/mL) berbeda nyata dengan harike-6 (2,70 mg/mL), hari ke-14 (8,14 mg/mL), dan hari ke-17 (3,09 mg/mL). Aktivitas antioksidan S. platensispada keempat umur panen tidak berbeda nyata.Kata kunci: antioksidan, fi kosianin, Spirulina platensis, waktu panen
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KOMPONEN BIOAKTIF KERANG SIMPING (Amusium pleuronectes) suptijah, pipih -; nurjanah, - -; yanuarizki, ovintya -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.249 KB)

Abstract

Kerang simping diduga memiliki komponen bioaktif sebagai antioksidan baru. Penelitian ini bertujuanuntuk menentukan aktivitas antioksidan dan komponen bioaktif kerang simping. Metode analisis yangdigunakan meliputi analisis aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan analisis komponen bioaktif. Kerangsimping memiliki rendemen cangkang 41,15%; daging 35,89%; jeroan 23,04%. Aktivitas antioksidan (IC50) tertinggipada ekstrak kasar daging kerang simping yang diekstraksi dengan metanol sebesar 1.648,45 ppm. Ekstrak kasardaging dan jeroan dengan pelarut metanol mengandung steroid, fl avonoid, saponin, gula pereduksi, danasam amino. Ekstrak kasar daging dan jeroan dengan pelarut etil asetat mengandung fl avonoid dan gulapereduksi. Ekstrak daging pada pelarut n-heksana mengandung fl avonoid, saponin, dan asam amino.Jeroan pada pelarut n-heksana mengandung komponen gula pereduksi.Kata kunci: α-tokoferol, aktivitas antioksidan, kerang simping (Amusium pleuronectes), komponen bioaktifPENDAHULUANKemajuan zaman dewasa ini telah membuatsebagian besar masyarakat mengalamiperubahan pola hidup termasuk diantaranyapola makan. Masyarakat cenderung memilihhal-hal yang bersifat cepat dan instan. Polamakan yang tidak tepat dapat menyebabkanterjadinya akumulasi radikal bebas jangkapanjang yang dapat mempengaruhi kesehatantubuh yaitu munculnya beragam penyakit.Radikal bebas merupakan salah satu bentuk
PRODUKSI DAN APLIKASI PEPTON IKAN SELAR UNTUK MEDIA PERTUMBUHAN BAKTERI saputra, dede -; nurhayati, tati -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.55 KB)

Abstract

Pepton adalah hidrolisat protein yang larut dalam air dan tidak menggumpal jika dipanaskan. Tujuan daristudi ini adalah untuk: 1) mengevaluasi potensi ikan selar sebagai bahan baku pepton ikan, 2) mengoptimasipenggunaan enzim terpilih, 3) mengarakterisasi pepton ikan selar, 4) membandingkan mutu pepton ikanselar dengan pepton komersial sebagai media pertumbuhan bakteri. Proses hidrolisis ikan selar fase postrigor dengan penambahan enzim papain 0,26% (b/v) selama 6 jam. Analisis proksimat pepton ikan selar,menunjukkan kadar protein yang tinggi (74,17% basis basah) dan mengandung beberapa jenis asam aminoessensial, yaitu histidina, isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, valina, tirosina, danarginina. Uji karakteristik pepton ikan menunjukkan bahwa kelarutan pepton ikan post rigor yaitu 96,74%,dengan total nitrogen 11,86%, α-amino nitrogen 1,07 g/100 g, α-amino nitrogen per total nitrogen 9,02; dankadar garam 0,41%. Nilai optical density bakteri ditumbuhkan pada media yang menggunakan pepton ikanlebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bakteri pada media yang menggunakan pepton komersial.Kata kunci: asam amino, enzim, hidrolisis, pepton, post rigor
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI BUAH MANGROVE (Rhizophora mucronata Lamk.) PADA SUHU YANG BERBEDA Purwaningsih, sri -; salamah, ella -; soekarno, aditya yudha prawira; deskawati, eka -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.126 KB)

Abstract

Rhizophora mucronata Lamk. merupakan tumbuhan mangrove di daerah tropis, dimana buahnya biasadigunakan sebagai bahan pangan dan obat tradisional oleh masyarakat yang hidup di pantai. Tujuan daripenelitian ini adalah menentukan senyawa fi tokimia, dan aktivitas antioksidan buah R. mucronata. Prosesekstraksi menggunakan perlakuan suhu evaporasi (40, 50, 60, 70, and 80)oC. Buah R. mucronata Lamk.mengandung kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat secara berturut-turut: (31,96; 1,10; 0,86; 2,59and 63,50)%. Evaporasi pada suhu 70oC menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dengan nilai IC50 sebesar0,72 ppm. ekstrak tersebut mengandung fl avonoid, tanin, hidroquinon, dan saponin.Kata kunci: aktivitas antioksidan, IC50, fi tokimia, Rhizophora mucronata Lamk.
KITOSAN CANGKANG UDANG WINDU SEBAGAI PENGAWET FILLET IKAN GABUS (Channa striata) wahyuni, sri -; khaeruni, andi -; hartini, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.308 KB)

Abstract

Kitosan berpeluang besar digunakan sebagai bahan pengawet alami pada produk perikanan karenamemiliki aktivitas antimikrob. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kitosan asalkulit udang windu dan pengaruhnya terhadap aktivitas mikrob pembusuk, nilai gizi, organoleptik danmasa simpan fi llet ikan gabus segar. Kitosan diisolasi dari kulit udang windu dan dikarakterisasi, laludigunakan sebagai bahan pengawet pada fi llet daging ikan gabus segar dengan konsentrasi 0; 1; 1,5; dan2%. Penyimpanan dilakukan pada suhu ruang selama 10, 15, 20, dan 25 jam. Perlakuan larutan kitosan1,5% mampu memperpanjang masa simpan fi llet daging ikan gabus karena mampu mengurangi kadarair dan laju pertumbuhan bakteri pembusuk, mempertahankan kadar protein terhadap daging fi llet ikangabus hingga penyimpanan 20 jam.Kata kunci: antimikrob, bahan pengawet, ikan gabus (Channa striata), kitosan
MUTU ORGANOLEPTIK PRODUK ENBAL FORTIFIKASI (MAKANAN TRADISIONAL KEPULAUAN KEI) DITINJAU DARI DAYA TERIMA KONSUMEN riry, johan -; lawalata, vita novalina; tapotubun, elizabeth juleny; far-far, risyart alberth
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.261 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formulasi enbal fortifi kasi serta mengetahui daya terimakonsumen terhadap produk tersebut. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan dua perlakuanyaitu 1. Jenis tepung ikan (A) yang terdiri dari tepung ikan layang (a1), tepung ikan kembung (a2), tepungikan julung (a3) dan tepung ikan teri (a4); 2. Konsentrasi tepung ikan (B) terdiri dari 0% (b0), 5% (b1),10% (b2) dan 15% (b3). Semua jenis tepung ikan difortifi kasi dengan 5% tepung daun ubi jalar. Mutuorganoleptik diuji menggunakan skala hedonik untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen terhadapparameter warna, rasa, tekstur, aroma dan kerenyahan. Formulasi enbal fortifi kasi terbaik dihasilkan olehperlakuan jenis tepung ikan layang dengan konsentrasi 15% dengan nilai parameter warna 4,03; rasa 4,20;tekstur 3,93; aroma 3,70; dan kerenyahan 3,67.Kata kunci: daun ubi jalar, enbal, fortifi kasi, ikan, tepung
KARAKTERISASI HIDROLISAT PROTEIN IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Nurhayati, Tati -; nurjanah, - -; sanapi, casti hasan
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.936 KB)

Abstract

Ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, sehingga potensialuntuk dimanfaatkan menjadi hidrolisat protein ikan. Penelitian bertujuan untuk menentukan kondisi optimumproses hidrolisis protein dan karakteristik hidrolisat protein ikan lele dumbo yang dihasilkan. Hidrolisatprotein ikan lele dumbo dibuat secara enzimatis menggunakan enzim papain. Konsentrasi optimum enzimpapain untuk pembuatan hidrolisat protein yaitu 5% (b/v) dengan waktu hidrolisis optimum selama 5 jam.Derajat hidrolisis yang dihasilkan pada kondisi tersebut 47,24%. Hidrolisat protein ikan lele dumbo memilikirendemen 12,16% dengan komposisi kimia sebagai berikut: kadar air 3,45±2,05%; abu (2,47±0,67)%; protein69,26%; dan lemak 0,50%. Produk tersebut memiliki sifat fungsional sebagai berikut: nilai kelarutan 98,86%;stabilitas busa 66,40%; kapasitas dan stabilitas emulsi 65,90% dan 43,18%; daya serap air (3,8±0,71) mL/g; dayaserap lemak (6,5±0,28) mL/g; serta warna (kecerahan) dengan nilai L (50,51±0,01).Kata kunci: enzim papain, hidrolisis optimum, sifat fungsional
KARAKTERISASI TEPUNG BUAH LINDUR (Brugeira gymnorrhiza) SEBAGAI BERAS ANALOG DENGAN PENAMBAHAN SAGU DAN KITOSAN hidayat, taufik -; suptijah, pipih -; nurjanah, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.964 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tepung lindur,menentukan formulasi beras analog, dan karakterisasi produk beras analog terpilih. Penelitian dilakukanmelalui 3 tahap yaitu pembuatan dan karakterisasi tepung buah lindur, formulasi beras analog dan pembuatananalog, serta karakterisasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung lindur memiliki karbohidrat(86,10%), tanin (0,21%), amilosa (29,96%), total gula (14,75%), dan HCN (1,98 ppm). Formulasi terbaikadalah kombinasi dari tepung lindur 70% dan tepung sagu 30% dengan penambahan kitosan 0,5%. Berasanalog terpilih memiliki karbohidrat (81,58%), densitas kamba (0,80 g/mL), bobot seribu butir (18,08 g),amilosa 20,36%, serat pangan 8,16%, energi bruto (3.240 kal/g) dan daya cerna pati (55,22%).Kata kunci: beras analog, buah lindur, formulasi, kitosan, sagu
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) TERHADAP BAKTERI PENYEBAB DIARE tarman, Kustiariyah -; purwaningsih, sri -; negara, anak agung putu ayu puspita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.92 KB)

Abstract

Daun Rhizophora mucronata dimanfaatkan masyarakat pesisir sebagai obat tradisional untuk mengobatidiare. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan ekstrak daun R. mucronata dan potensinya untuk dijadikansediaan obat baru yang alami, khususnya untuk mengobati diare. Metode penelitian yang dilakukanmenggunakan uji sensitivitas antibakteri dengan metode sumur agar. Ekstrak metanol daun bakau hitammemiliki rendemen tertinggi sebesar 21,47%. Komponen aktif yang terkandung dalam ekstrak metanol danair daun R. mucronata meliputi tanin, saponin, fl avonoid, fenol hidrokuinon, dan triterpenoid, sementaraalkaloid hanya terdapat pada ekstrak metanol. Ekstrak metanol memiliki aktivitas antibakteri terbesardengan zona hambat berkisar 3-12 mm. Konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak metanol daun R.mucronata sebesar 0,4 mg/mL (terhadap Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa), 0,2 mg/mL (terhadapStaphylococcus aureus). Bioautografi aktivitas antibakteri terhadap bakteri uji E. coli menghasilkan fraksiaktif pada nilai Rf 0,11 dan 0,72. Hasil identifi kasi dengan pereaksi Dragendorff menunjukkan senyawatersebut termasuk senyawa alkaloid.Kata kunci: antibakteri, diare, ekstrak daun R. mucronata, KHM, komponen aktif
KARAKTERISASI GLIKOSAMINOGLIKAN DARI TULANG RAWAN IKAN PARI AIR LAUT (Neotrygon kuhlii) DAN PARI AIR TAWAR (Himantura signifer Riyanto, Bambang -; nurhayati, tati -; pujiastuti, andri dwi
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.482 KB)

Abstract

Ikan pari merupakan komoditas perikanan yang populasinya besar di Indonesia, tetapi pemanfaatannyabelum optimal. Jaringan tulang rawan ikan pari mengandung molekul glikosaminoglikan dan telahdimanfaatkan dalam terapi osteoarthritis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristikglikosaminoglikan dari tulang rawan ikan pari air laut (Neotrygon kuhlii) dan pari air tawar (Himanturasignifer). Spektrum FTIR memperlihatkan pola yang sama dengan kondroitin sulfat. Konsentrasiglikosaminoglikan pada pari air laut adalah 74,767 mg/100 mL, konsentrasi ini lebih tinggi dibandingkandari ikan pari air tawar, yaitu 66,767 mg/100 mL.Kata kunci: glikosaminoglikan, Himantura signifer, kondroitin sulfat, Neotrygon kuhlii, osteoarthritis

Page 1 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue