cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA" : 21 Documents clear
KANDUNGAN ASAM AMINO, TAURIN, MINERAL MAKRO-MIKRO, DAN VITAMIN B12 UBUR-UBUR (Aurelia aurita) SEGAR DAN KERING Nurjanah, - -; Jacoeb, Agoes Mardiono; -, Nurokhmatunnisa -; Pujianti, Detti -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.169 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah menentukan komposisi gizi, asam amino, taurin, mineral makro dan mikro,dan vitamin B12 pada ubur-ubur (Aurelia aurita) segar dan kering. Asam amino esensial pada ubur-uburyaitu arginina, leusina, valina, treonina, lisina, isoleusina, fenilalanina, metionina, dan histidina, sedangkanasam amino non esensial yaitu asam glutamat, glisina, asam aspartat, serina, alanina, dan tirosina. Asamamino esensial tertinggi segar dan kering adalah arginina sebesar 1,72% (bk) dan 1,44% (bk) dan terendahhistidina yaitu sebesar 0,19% (bk) dan 0,13% (bk). Asam amino non esensial segar dan kering tertinggiadalah asam glutamat dan glisina yaitu sebesar 3,26% (bk) dan 2,62% (bk) dan terkecil tirosina sebesar0,38% (bk) dan 0,41% (bk). Taurin segar sebesar 2,68% (bk) dan kering sebesar 0,67% (bk). Mineral makrotertinggi segar dan kering adalah natrium yaitu 180.092,1 ppm (bk) dan 111.209,4 ppm (bk), terkecil adalahkalsium yaitu 5.750,2 ppm (bk) dan 11,1 ppm (bk). Mineral mikro tertinggi segar dan kering adalah iodium yaitu8.291,5 ppm (bk) dan 1.800 ppm (bk) dan yang terkecil adalah tembaga yaitu 1,1 ppm (bk) dan 0,6 ppm (bk).Vitamin B12 segar adalah 396,6 μm/100 g (bk) dan kering 63,5 μm/100 g (bk).Kata kunci: asam amino, mineral, taurin, ubur-ubur (Aurelia aurita), vitamin B12
KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI SELAMA FERMENTASI BAKASANG yanti, Dwi Indah widya; Dali, Faiza Abdurrahim
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.585 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mempelajari bakteri asam laktat (BAL) yang berperan selama fermentasi15 hari pada produk fermentasi bakasang. Selama fermentasi dilakukan pengukuran terhadap pH dantotal asam, total plate count, dan bakteri asam laktat dilanjutkan dengan uji morfologi dan biokimia. Hasilpengukuran pH terjadi kecenderungan penurunan pH pada sampel bakasang disebabkan asam laktat yangdihasilkan oleh aktifi tas BAL. Tiga spesies BAL yang teridentifi kasi yaitu Lactobacillus acidophilus danL. plantarum dengan karakteristik Gram-positif batang, tidak membentuk spora, non motil, indol negatif,katalase negatif, oksidase positif, uji Sitrat bervariasi, Voges-Proskauer (VP) bervariasi, methyl red (MR)positif dan hasil fermentasi karbohidrat bervariasi. Streptococcus faecalis dengan karakteristik Gram-positifkokus, non motil, katalase negatif, indol negatif, VP positif, sitrat negatif, dan uji fermentasi karbohidratpositif .Kata kunci: bakasang, bakteri asam laktat, cakalang, karakteristik, nike
Peningkatan Kualitas Gel Sosis Ikan Lele dengan Penambahan Tepung Gracillaria gigas yakhin, lisa amanda; Wijaya, Kristalia Mulya; santoso, joko -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.283 KB)

Abstract

Ikan lele (Clarias gariepinus) memiliki kandungan lemak dan protein sarkoplasmik yang tinggi, berakibatpada rendahnya kemampuan pembentukan gel ikan lele. Perlakuan pencucian bertujuan meningkatkankualitas gel ikan lele. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pencucian satu tahap memberikan kekuatangel 1.560,23 g.cm; daya ikat air 81,30%; dan derajat keputihan 59,00%. Surimi ikan lele kemudian dibuatmenjadi sosis ikan dengan tepung tapioka sebagai bahan pengisi dan tepung rumput laut G. gigas sebagaigelling agent. G. gigas dapat meningkatkan kualitas gel sosis ikan karena kandungan hidrokoloid agaryang dikandungnya. Tepung G. gigas meningkatkan kekuatan gel (1.831,32 g.cm), daya ikat air (88,19%)dari sosis ikan lele tanpa memberi perubahan terhadap kualitas sensori (aroma, flavor, bau asing, warna)sosis ikan. Sosis ikan lele yang diberi penambahan tepung G. gigas (0,50%) memiliki kualitas gel (kekuatangel, hasil uji lipat, dan uji gigit), daya ikat air, dan kualitas sensori sebanding dengan sosis ikan komersialIndonesia. Sosis ikan lele dengan tepung rumput laut juga memiliki kandungan serat pangan yang lebihtinggi dibandingkan dengan sosis ikan komersial.Kata kunci: Gracilaria gigas, ikan lele, sosis ikan, tepung rumput laut
PROFIL ASAM AMINO DAN ASAM LEMAK KERANG BULU (Anadara antiquata) Abdullah, Assadatun -; nurjanah, - -; Hidayat, Taufik -; Yusefi, vitriyone -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.888 KB)

Abstract

Kerang bulu (Anadara antiquata) merupakan salah satu biota laut yang sampai saat ini keberadaannyabelum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menentukan jenis dan jumlah asam amino danasam lemak kerang bulu. Komposisi kimia kerang bulu diuji dengan analisis proksimat. Kandungan asamamino pada daging dan jeroan kerang bulu dapat diuji menggunakan High Performanced Liquid Chromatografy(HPLC). Komposisi kimia daging kerang bulu terdiri atas kadar air 79,69%, abu 1,57%, lemak 2,29%, protein12,89%, dan karbohidrat 3,56%. Komposisi kimia jeroan kerang bulu terdiri dari kadar air 81,50%, abu 1,99%,lemak 4,60%, protein 10,13%, dan karbohidrat 1,78%. Kandungan asam amino yang paling tinggi pada dagingdan jeroan kerang bulu adalah asam glutamat dengan nilai 1,74% dan 1,22%. Asam amino yang terdapatdalam jumlah paling sedikit pada daging dan jeroan kerang bulu adalah histidin dengan nilai 0,15%. Asamlemak jenuh tertinggi yang terdapat pada daging utuh dan tanpa jeroan kerang bulu adalah asam palmitatdengan nilai 5,82% dan 5,67%. Asam palmitoleat adalah asam lemak tak jenuh tunggal tertinggi dengan nilai2,42% dan 2,36%. Asam lemak tak jenuh majemuk tertinggi pada kerang bulu adalah EPA dengan nilai 5,25%dan 4,06%.Kata kunci: asam amino esensial, asam amino non esensial, asam lemak, kerang bulu (Anadara antiquata)
KANDUNGAN NUTRISI DAN PEMANFAATAN GONAD BULU BABI (Echinothrixs calamaris) DALAM PEMBUATAN KUE BLUDER Silaban, Bernita br; Srimariana, Endang Sunarwati
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.831 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan nutrisi, komposisi asam lemak, dan pengaruh komposisi telur ayamdan gonad bulu babi terhadap mutu kue bluder. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap yaitu karakterisasibahan baku, formulasi, dan karakterisasi kue bluder. Gonad bulu babi Echinothrix calamaris segar memilikikarakteristik sebagai berikut: kadar air 69,47%, abu 0,75%, lemak 9,02%, protein 18,46%, energi 164,22 kkal,miristat 11,89%, palmitat 25,63%, stearat 3,83%, palmitoleat 6,63%, oleat 7,87%, linolelaidat 2,63%, linolenat6,35%, dan arakhidonat 10,38%. Proporsi telur ayam dan gonad bulu babi sangat berpengaruh terhadapmutu kue bluder dengan kadar air (21,70-27,17)%, protein (4,59-5,02)%, lemak (17,68-29,30)%, abu (0,67-0,91)%, karbohidrat (38,61-50,62)%, dan energi (376,48- 437,9) kkal. Semua formula dapat diterima, tetapiformula yang paling disukai perbandingan telur ayam dan gonad 2:1.Kata kunci: asam lemak, Echinothrix calamaris, kue bluder, proksimat
PROFIL ASAM LEMAK DAN KESTABILAN PRODUK FORMULASI MINYAK IKAN DAN HABBATUSSAUDA Suseno, Sugeng Heri; nurjanah, - -; Faradiba, Tenny -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.397 KB)

Abstract

Minyak ikan dan minyak habbatussauda saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan kecerdasandan mencegah berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik dan kestabilanproduk kombinasi minyak ikan dan habbatussauda. Formulasi kombinasi minyak ikan dan habbatussaudayaitu sebesar 1:1, 3:1, 5:1, dan 7:1. Analisis profi l asam lemak menunjukkan bahwa minyak ikan didominasioleh EPA dan DHA, sedangkan komponen utama minyak habbatussauda adalah asam oleat dan asamlinoleat. Minyak habbatussauda memiliki aktivitas antioksidan sebesar 551,17 mM AEAC, sedangkanminyak ikan sebesar 61,15 mM AEAC. Formulasi terbaik berdasarkan uji FFA, bilangan peroksida, dananisidin adalah formulasi 1:1 dengan nilai masing-masing 1,68%, 26,67 meq/kg dan 13,65 meq/kg. Hasilterbaik berdasarkan uji kestabilan adalah produk kombinasi 3:1 dengan nilai FFA terendah hingga harike-9 sebesar 5,94%, sedangkan untuk uji organoleptik adalah formulasi 7:1, paling disukai panelis karenamemiliki warna yang paling cerah.Kata kunci: anisidin, kestabilan, organoleptik, peroksida
KANDUNGAN ASAM LEMAK DAN KOLESTEROL KAKAP MERAH (Lutjanus bohar) SETELAH PENGUKUSAN jacoeb, agoes mardiono; nurjanah, - -; Saraswati, Aninta -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.188 KB)

Abstract

Ikan kakap merah (Lutjanus bohar) merupakan salah satu ikan ekonomis tinggi yang banyak terdapatdi perairan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh pengukusan terhadap komposisikimia, karakteristik asam lemak, kandungan kolesterol, dan struktur jaringan daging ikan kakap merah.Ikan kakap merah sebelum proses pengukusan mengandung 77,53% air, 1,42% abu, 20,55% protein, 0,27%lemak, dan 0,23% karbohidrat. Setelah proses pengukusan, ikan kakap merah mengandung 76,83% air, 1,48%abu, 20,78% protein, 0,05% lemak, dan 0,86% karbohidrat. Pengukusan yang dilakukan mengakibatkanpenyusutan terhadap kandungan asam lemak daging ikan kakap merah. Ikan kakap merah memiliki rasioPUFA/SFA 0,97 pada kondisi segar dan 0,64 setelah pengukusan. Rasio asam lemak n-3/n-6 6,25 padakondisi segar dan 2,43 setelah pengukusan. Kandungan kolesterol pada daging ikan kakap merah mengalamipenyusutan setelah proses pengukusan dari 95,5 mg/100g menjadi 24,2 mg/100g. Struktur jaringan dagingikan kakap merah setelah proses pengukusan tampak lebih kompak karena mampu mempertahankan dayaawetnya.Kata kunci: asam lemak, ikan kakap merah, kolesterol, Lutjanus bohar, struktur jaringan
MATERIAL BIOKERAMIK BERBASIS HIDROKSIAPATIT TULANG IKAN TUNA Riyanto, Bambang -; Maddu, Akhiruddin -; Nurrahman, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.194 KB)

Abstract

Material biokeramik berbasis hidroksiapatit memiliki prospek baru dalam industri elektronika danmikroteknologi masa depan. Hidroksiapatit dengan sumber bahan baku alami merupakan potensi besar,terlebih pemanfaatan limbah tulang ikan tuna yang masih belum dilakukan dengan baik. Teknologi sintesisyang ada juga belum efektif serta karakterisasi materialnya belum banyak dikembangkan. Penelitianini bertujuan mensintesis dan mengetahui karakteristik material biokeramik berbasis hidroksiapatittulang ikan tuna. Metode yang digunakan dalam pengekstraksian hidroksiapatit tulang ikan tuna adalahdengan pemanasan suhu tinggi (sintering). Melalui suhu sintering 700ºC telah dapat dihasilkan materialbiokeramik berbasis hidroksiapatit dari tulang ikan tuna dengan rendemen tertinggi (65,61±2,21)% danberwarna putih. Semakin tinggi suhu sintering, semakin tinggi derajat kristalinitasnya, sedangkan denganSEM memperlihatkan partikel penyusunnya berukuran 0,050 μm sampai 0,803 μm dan menyerupaibentuk kristal heksagonal. Nilai kapasitansi mengalami penurunan dengan bertambahnya frekuensi yangdiberikan, dengan nilai tertinggi 0,0061 nF, sedangkan nilai konduktivitas mengalami kenaikan seiringdengan bertambahnya frekuensi dengan nilai terendah 7,73 x 10-5 S/m.Kata kunci: biokeramik, hidroksiapatit, sintering, tulang ikan tuna
PENGHAMBATAN PEMBENTUKAN HISTAMIN PADA DAGING IKAN TONGKOL (Euthynnus affi nis) OLEH QUERCETIN SELAMA PENYIMPANAN Prasetiawan, Nanda Radithia; Agustini, Tri Winarni
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.301 KB)

Abstract

Pengaruh penambahan quercetin terhadap kadar histamin daging ikan tongkol (Euthynnus affi nis)selama penyimpanan pada suhu ruang dibahas melalui penelitian ini. Penambahan 0,5; 1,0; dan1,5% quercetin menyebabkan penurunan kadar histamin dan TPC daging ikan tongkol lumat padapenyimpanan jam ke-12, 24, dan 36. Kadar histamin mengalami penurunan yang signifi kan pada jamke-12 dari (74,613±0,513) mg/100 g menjadi (15,805±1,061) mg/100 g, (9,510±0,658) mg/100 g, dan(3,635±0,580) mg/100 g pada perlakuan penambahan 0,5; 1,0; dan 1,5% secara berurutan. Asam aminohistidin daging ikan tongkol dengan perlakuan penambahan quercetin mengalami penurunan yang lebihlambat selama penyimpanan dibandingkan perlakuan tanpa penambahan quercetin (kontrol).Kata kunci: histamin, histidin, ikan tongkol, quercetin, total plate countPENDAHULUANHistamin adalah senyawa amin biologisheterosiklik primer
ANALISIS KEKUATAN GEL (GEL STRENGTH) PRODUK PERMEN JELLY DARI GELATIN KULIT IKAN CUCUT DENGAN PENAMBAHAN KARAGINAN DAN RUMPUT LAUT suptijah, pipih -; Suseno, Sugeng Heri; anwar, cholil -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.239 KB)

Abstract

AbstrakPermen jelly merupakan permen bertekstur kenyal dengan penambahan komponen hidrokoloid,misalnya agar, gum, pektin, pati, karaginan, gelatin, dan lain-lain yang digunakan untuk modifi kasitekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan menentukan kekuatan gel (gelstrength) dan formulasi terbaik dari permen jelly yang berasal dari gelatin kulit ikan cucut dan karaginan.Metode analisis yang digunakan, meliputi analisis proksimat, pH, rendemen, viskositas, analisis sensori,dan kekuatan gel. Konsentrasi asam asetat terbaik dalam pembuatan gelatin adalah 0,1 N dan formulasipermen jelly terbaik terdapat pada permen jelly yang dibuat dari gelatin 1,75% dan karaginan 3,50% denganmenghasilkan kekuatan gel 169,35 N/cm2.Kata kunci: gelatin, ikan cucut, kekuatan gel (gel strength), permen jelly

Page 1 of 3 | Total Record : 21


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue