cover
Contact Name
Prof. Dr. Ir Nurjanah, MS
Contact Email
-
Phone
622518622915
Journal Mail Official
jphpi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Jl. Agatis No. 1 Darmaga - Bogor 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
ISSN : 23032111     EISSN : 2354886X     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JPHPI publishes manuscripts in the field of marine post-harvest, aquatic biotechnology, aquatic biochemistry, aquatic product diversification, and characteristic of aquatic raw materials. In addition, JPHPI also publishes research about aquatic product quality, standardization, and other researches within the field of aquatic product technology.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue " Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia" : 25 Documents clear
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA BAKSO DARI DAGING LUMAT IKAN LAYARAN (Istiophorus orientalis) Poernomo, Djoko; Suseno, Sugeng Heri; Subekti, Bayu Prasetyo
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.636 KB)

Abstract

Daging lumat biasanya digunakan sebagai bahan baku pembuatan surimi, dan produk turunannya sepertibakso ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fi sika kimia gel daging lumat dan baksodari daging lumat ikan layaran serta membandingkan bakso hasil penelitian dengan bakso ikan komersial.Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu karakterisasi fi sika kimia dan organoleptikgel daging lumat danbaksonya. Gel daging lumat ikan memiliki karakteristik fi sik derajat putih;63,03%, daya ikat air56,44% dankekuatan gel 1469,45 gf. Kadar air 76,13%, abu 2,80%, protein 11,20%, lemak 0,80% dan karbohidrat 9,07%serta protein larut garam sebesar 4,66%, dan organoleptik sebagai berikut: uji lipat 5,uji gigit 7. Sementaraitu, bakso daging lumat ikan layaran memiliki karakteristik yaitu derajat putih, daya ikat air dan kekuatan gelsebesar 67,6%, 56,51% dan 755,65 gf serta uji lipat dan uji gigit yang bernilai 5 dan 7. Kadar air, abu, protein,lemak, karbohidrat, protein larut garam dan pH bernilai 71,18%, 1,39%, 8,37%, 1,19%,17,87%, 3,33% dan 5,82.
KOMPOSISI KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK BIOMASSA DAN POLISAKARIDA EKSTRASELULER DARI MIKROALGA Porphyridium cruentum Setyaningsih, Iriani; Salamah, Ella; Rahman, Dwi Abdia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.555 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimiawi, komponen aktif serta aktivitasantihiperglikemik (inhibisi α-glucosidase) dari biomassa dan polisakarida ektraselular Porphyridiumcruentum. Sel Porphyridium cruentum dikultivasi dalam medium Becker pada suhu 27-28,5oC, diaerasisecara kontinyu dan pencahayaan 500-2000 lux. Kultur dipanen pada akhir fase pertumbuhan stasioner.Biomassa dan polisakarida ekstraselularnya dianalisis terhadap komposisi kimia, komponen aktif, danaktivitas antihiperglikemik. Hasil penelitian menunjukkan kandungan air, abu, protein, lemak, dankarbohidrat biomassa kering Porphyridium cruentum berturut-turut adalah 67%; 38,34%; 5,54%; 0,33%;dan 44,12%. Komponen aktif yang terkandung dalam biomassa kering meliputi alkaloid, fl avonoid danfenol hidroquinon. Inhibisi α-glukosidase dari biomassa kering dan polisakarida ekstrasellular berturutturutadalah 33,82% dan 71,57%.
KOMPOSISI KIMIA KERANG PISAU (Solens spp.) DARI PANTAI KEJAWANAN, CIREBON, JAWA BARAT Hasil Perikanan, Nurjanah; Jacoeb, Agoes Mardiono; Fetrisia, Rianda Gita
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.047 KB)

Abstract

Kerang pisau (Solen sp.) merupakan salah satu hasil perairan yang bergizi namun informasinya masihsedikit di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, asam lemak, kolesterol,mineral dan logam berat pada kerang pisau. Kerang pisau pada penelitian ini berasal dari Pantai Kejawanan,Cirebon, Jawa Barat. Analisis proksimat daging dan jeroan kerang pisau antara lain masing-masing kadar airsebesar 78,59% dan 75,49%, abu 1,53% dan 2,56%, protein 14,48% dan 15,21%, lemak 1,72% dan 1,95%, dankarbohidrat (dihitung by diff erence) sebesar 3,68% dan 4,79%. Kandungan asam lemak kerang pisau terdiriatas asam lemak jenuh dengan kandungan tertinggi yaitu palmitat dan stearat, kandungan asam lemak tidakjenuh tunggal yang tertinggi terdiri atas palmitoleat dan oleat, sedangkan asam lemak tidak jenuh majemuktertinggi yaitu EPA dan DHA. Kolesterol pada daging kerang pisau yaitu 36,16 mg/100 gram, sedangkankolesterol pada jeroannya adalah sebesar 139,43 mg/100 gram. Kandungan mineral makro pada kerangpisau adalah natrium (yang terbesar), diikuti kalium, fosfor, magnesium dan kalsium. Kandungan mineralmikro pada kerang pisau adalah besi (yang terbesar) dan seng. Hasil analisis logam berat menunjukkanbahwa kandungan logam berat kerang pisau berada di bawah ambang batas maksimum yang diperbolehkan.
KOMPOSISI KIMIA, KOMPONEN BIOAKTIF DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUAH LINDUR (Bruguiera gymnorrhiza) Jacoeb, Agoes Mardiono; Suptijah, Pipih; mawardi, Zahidah
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.276 KB)

Abstract

Tanaman lindur (Bruguiera gymnorrhiza) merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang biasadimanfaatkan sebagai makanan dan obat tradisional, namun masih belum cukup informasi sebagaisumber antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan komposisi kimia, komponen bioaktif,aktivitas antioksidan, dan kemampuan ekstrak buah lindur dalam menghambat pembentukan bilanganperoksida. Ekstraksi yang digunakan adalah ekstraksi bertingkat dengan tiga jenis pelarut yang memilikitingkat kepolaran berbeda, yaitu n-heksana, etil asetat, dan metanol. Penentuan aktivitas antioksidandilakukan dengan menggunakan metode 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl (DPPH). Buah lindur memilikikadar air 62,92%, kadar abu 1,29%, kadar lemak 0,79%, kadar protein 2,11% dan kadar karbohidrat32,91%. Hasil ekstraksi menunjukkan bahwa rendemen ekstrak kasar tertinggi dihasilkan oleh ekstraksidengan metanol, diikuti ekstraksi dengan etil asetat, dan n-heksana. Ekstrak metanol memiliki aktivitasantioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 9,42 ppm. Ekstrak etil asetat dan n-heksana memilikiaktivitas antioksidan sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 443,61 ppm dan 2256,13 ppm. Uji fi tokimiamenunjukkan bahwa ekstrak yang memiliki aktivitas antioksidan terbaik mengandung steroid, fl avonoid,dan tanin. Konsentrasi ekstrak yang memiliki daya hambat terbaik terhadap pembentukan peroksidapada emulsi minyak adalah pada konsentrasi 250 ppm dengan bilangan peroksida sebesar 0,21 Meq/kg.
PROSES PENGAYAAN NUTRIEN LIMBAH IKAN WADUK CIRATA DENGAN AKTIVATOR Gliocladium sp. DAN MEDIA KASCING Ibrahim, Bustami; Suptijah, Pipih; Suptijah, Pipih; Aktinidia, Yunisha; Aktinidia, Yunisha
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.964 KB)

Abstract

Ikan mati pasca terjadinya upwelling di Waduk Cirata menyebabkan pencemaran lingkungan jikatidak dikelola dengan baik. Solusi yang dapat digunakan adalah dengan mengolahnya menjadi produkyang bernilai tambah seperti misalnya pupuk organik. Tujuan penelitian ini adalah mengolah limbahikan yang ditambahkan activator Gliocladium sp. pada media kascing untuk menjadi pupuk organik yangberkualitas baik. Pupuk organik dibuat dengan mencampurkan limbah ikan dan kascing dengan proporsisebagai berikut: A (80%:20%), B (70%:30%), dan C (60%:40%). Masing-masing proporsi ditambah denganGliocladium sp. dengan konsentrasi 0%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Produk yang dihasilkan memiliki kandunganN total antara 4,06-5,46%, C organik antara 14,98-18,61%, nilai rasio C/N antara 2,79-4,27, P antara 1,35-2,78% dan K antara 1,01-0,78%. Pupuk yang mengandung 60% limbah ikan adalah yang terbaik berdasarkankomposisi nutrisinya.
PERUBAHAN KOMPOSISI KIMIA, ASAM AMINO, DAN KANDUNGAN TAURIN IKAN GLODOK (Periopthalmodon schlosseri) Purwaningsih, sri -; salamah, ella -; Riviani, - -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.506 KB)

Abstract

AbstrakIkan glodok selama ini dipercaya oleh masyarakat untuk menambah tenaga sehingga sering dikonsumsioleh ibu hamil, tetapi sangat jarang kajian ilmiah yang mempelajari tentang hal ini. Tujuan penelitianadalah mempelajari pengaruh pengolahan ikan glodok (Periophthalmodon schlosseri) terhadap perubahankomposisi kimia dan kandungan asam amino serta perubahan kandungan taurin pada metode pengolahanterbaik. Metode pengolahan yang dilakukan adalah perebusan, pengukusan, dan perebusan menggunakangaram (3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan memberikan pengaruh (α=0,05) pada kadarlemak, protein, air, abu, dan karbohidrat. Pengukusan menurunkan asam amino sebesar 4,68%, perebusanmenggunakan garam (3%) sebesar 5,22%, dan perebusan sebesar 6,84%. Metode pengolahan terbaik adalahpengukusan. Kandungan taurin pada ikan glodok mengalami penurunan 62,3% setelah dikukus.Kata kunci: asam amino, ikan glodok (Periophthalmodon schlosseri), pengolahan, taurin
PEMBUATAN PEPTON SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU JEROAN IKAN TONGKOL Nurhayati, Tati -; Desniar, - -; Suhandana, Made -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.331 KB)

Abstract

AbstrakJeroan ikan tongkol memiliki kandungan protein yang hampir sama dengan daging ikan sehingga memilikipotensi yang besar untuk dijadikan pepton. Penelitian ini bertujuan memproduksi pepton dari jeroan ikantongkol menggunakan enzim papain dan mengujinya untuk pertumbuhan bakteri. Konsentrasi enzim optimalyang digunakan untuk hidrolisis protein jeroan ikan tongkol adalah 0,26% dengan waktu hidrolisis selama3 jam. Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kadar air 7,66%; kadar abu 2,34%; kadar protein 50,18%; dankadar lemak 0,47%. Kadar asam amino tertinggi dan terendah masing-masing adalah asam glutamat (6,38%)dan sistein (0,68%). Pepton jeroan ikan tongkol memiliki kelarutan 98,20%; total nitrogen 8,03%; α-aminonitrogen bebas 1,12%; rasio asam amino bebas terhadap total nitrogen 13,93%; kadar garam 0,79%; rendemen3,92-5,54% dan pH 6,02. Pepton jeroan ikan tongkol dapat digunakan sebagai salah satu penyusun media luriabroth (LB) untuk pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Kecepatan pertumbuhanspesifi k maksimum E. coli pada media yang menggunakan pepton jeroan tongkol lebih tinggi dibandingkandengan pepton komersial, sedangkan kecepatan pertumbuhan spesifi k maksimum S. aureus lebih rendah padamedia pertumbuhan LB yang mengandung pepton jeroan tongkol.Kata kunci: hidrolisis, jeroan ikan, papain, pepton
INDEKS AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK RUMPUT LAUT COKLAT (Sargassum aquifolium) Firdaus, Muhamad -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.353 KB)

Abstract

Indeks aktivitas antioksidan dikembangkan guna standarisasi kekuatan aktivitas antioksidan baik dariekstrak maupun senyawa murni. Metode ini dikembangkan berdasar pereduksian radikal difenilpikrilhidrasil.Rumput laut cokelat diketahui mempunyai komponen aktif yang bersifat antioksidan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menentukan indeks aktivitas antioksidan ekstrak Sargassum aquifolium. S. aquifolium didapatkandari perairan pantai pulau Talango, Kabupaten Sumenep. S. aquifolium dibersihkan, dicuci, dikeringkan,ditepungkan dan dimaserasi etanol, aseton 70%, metanol, etanol 80%, metanol 80%, dan air (1:3 b/v) tigakali pada suhu 4oC selama 24 jam. Fitrat digabungkan, dipekatkan, dan dikeringkan untuk mendapatkanekstrak. Ekstrak selanjutnya diuji kemampuannya dalam mereduksiradikal difenilpikrilhidrasil. Penurunanserapan radikaldifenil pikrilhidrasil diamati dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 517 nm. Hasilmenunjukkan bahwa konsentrasi hambatan 50% ekstrak metanol S. aquifolium lebih kecil dibanding ekstraklainnya. Indeks aktivitas antioksidan ekstrak metanol S. aquifolium sebesar 0,54. Berdasar indeks aktivitasantioksidan maka ekstrak metanol S. aquifolium tergolong antioksidan sedang dan berpotensi dikembangkansebagai nutraseutikal beraktivitas antioksidan.Kata kunci: difenilpikrilhidrasil, ekstrak, indeks aktivitas antioksidan, Sargassum aquifolium
SINERGIS TAURIN LINTAH LAUT (Discodoris sp.) DAN TEMULAWAK (Curcuma xanthorriza Roxb.) DALAM SERBUK MINUMAN FUNGSIONAL Putri, R. Marwita Sari; nurjanah, - -; Tarman, Kustiariyah -
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.32 KB)

Abstract

AbstrakSumber daya perairan seperti lintah laut (Discodoris sp.) dapat dibuat menjadi minuman fungsional.Lintah laut telah dilaporkan memiliki sifat antioksidan dan mengandung taurin. Penelitian ini dilakukandalam 2 tahap: 1) persiapan bahan baku (Discodoris sp,) 2) formulasi produk minuman fungsional.Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menentukan konsentrasi komposisi bahan baku denganmempertimbangkan efek sinergis dari taurin pada minuman fungsional, 2) untuk mengetahui pengaruhpreparasi pada serbuk minuman fungsional terhadap jumlah taurin. Tiga formula terbaik yang diterimasecara organoleptik yaitu formula T1 (Discodoris sp. 20%, jahe 40%, 20% curcuma, lemon 20%), T2 formula(Discodoris sp. 25%, jahe 40%, 15% curcuma, lemon 20%) dan T3 formula (Discodoris sp. 30%, jahe 40%,10% curcuma, lemon 20%).Kata kunci: efek sinergis, lintah laut, minuman fungsional, taurin
APLIKASI EKSTRAK DAUN JAMBU Psidium guajava var. pomifera PADA PROSES TRANSPORTASI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Suwandi, Ruddy -; Nugraha, Roni -; Zulfamy, Kristian Edo
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia
Publisher : Departement of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.282 KB)

Abstract

Pemanfaatan ekstrak daun jambu Psidium guajava var. pomifera untuk menurunkan ekskresi metabolit ikannila (Oreochromis niloticus) dipelajari pada penelitian ini. Ekstrak daun dengan konsentrasi 0%; 0,25%; 0,50%;dan 0,75% (v/v) ditambahkan ke dalam media transportasi ikan nila. Parameter kualitas air dievaluasi setiap30 menit selama 2 jam simulasi transportasi. Kadar glukosa darah ikan dihitung sebelum dan setelah simulasi.Penambahan ekstrak daun jambu mampu menurunkan ekskresi metabolit yang ditandai dengan rendahnyakandungan karbondioksida dan amonia pada media transportasi. Kadar glukosa ikan yang ditransportasikandalam media yang mengandung 0,25 dan 0,5% ekstrak daun jambu lebih tinggi dibandingkan kontrol (0%),namun kadar glukosa ikan pada media 0,75% lebih rendah dibandingkan kontrol. Konsentrasi terbaik untukaplikasi transportasi ikan nila adalah konsentrasi 0,25%. Pada dosis tersebut dapat mereduksi tingkat metabolitikan dan tidak mengakibatkan stres yang dominan dengan sedikit perubahan kadar glukosa darah yang relatifrendah serta dapat mempertahankan kondisi media angkut lebih baik dibandingkan dengan kontrol danperlakuan lainnya.Kata kunci: antimetabolit, kualitas air, Oreochromis niloticus, Psidium guajava var. pomifera, transportasi

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 22, No 1 (2019): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Vol 21, No 3 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 2 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(2) Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1) Vol 20, No 3 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 20(3) Vol 20, No 2 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 20, No 1 (2017): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 3 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 2 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 19, No 1 (2016): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 3 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 2 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 18, No 1 (2015): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 3 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2014): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 17, No 1 (2014): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 3 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 2 (2013): JURNAL PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN INDONESIA Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 3 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 15 (3) Vol 15, No 2 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 15, No 1 (2012): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 2 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 14, No 1 (2011): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 2 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 13, No 1 (2010): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 2 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 12, No 1 (2009): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 2 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 11, No 1 (2008): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 2 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 10, No 1 (2007): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 2 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 9, No 1 (2006): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 2 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 8, No 1 (2005): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 2 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan Vol 7, No 1 (2004): Buletin Teknologi Hasil Perikanan More Issue