cover
Filter by Year
Jurnal ELKHA
Articles
147
Articles
Perancangan Model Optimasi Penggunaan Energi Pada Gedung SD Plus Gembala Baik Pontianak

Sulastri, Mega, Aritonang, Triasih

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract- Kondisi pencahayaan dan udara yang nyaman merupakan hal yang mutlak dalam suatu ruangan namun tidak boleh meninggalkan aspek penghematan energi listrik. Lingkungan belajar fisik adalah keadaan berbentuk fisik berada di sekitar tempat belajar yang dapat mempengaruhi siswa secara langsung maupun tidak langsung. Banyak faktor yang membentuk lingkungan belajar fisik dan berpengaruh terhadap produktivitas belajar diantaranya adalah suhu dan intensitas cahaya. SD Plus GembalaBaik merupakan tempat pembelajaran dasar  yang dimana setiap ruang kelas menggunakan energy listrik khususnya untuk lampu penerangan dan pendingin udara yang aktif selama 8 jam rata-rata setiap harinya, dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 15.00. Selama ini penggunaan energi listriknya belum terkontrol pemakaiannya dalam memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Dari hal tersebut dilakukan penelitian dengan membuat pemodelan matematis dari hasil pengukuran dan perhitungan menggunakan metode optimasi (Program Linier) guna mengefisiensi pemakaian energi  listriknya. Pertama, dilakukan pengambilan data existing penggunaan lampu dan  AC kemudian dibandingkan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang dijadikan acuan pembuatan pemodelan optimasi. Dari hasil pengukuran diperoleh bahwa suhu dan kelembaban udara pada ruang kelas sudah optimal dan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga tidak dilanjutkan kepemodelan optimasi. Sedangkan untuk pencahayaan terdapat kelebihan sebesar 15.353 lumen. Pada pemodelan yang dibuat jumlah lampu yang dipakai lebih besar atau sama dengan 36.684,7 lumen dan daya kurang dari 233,2 Watt. Dari hasil pengukuran dan pemodelan disarankan untuk menggunakan lampu Shinyoku sebanyak 5 buah lampu dengan 45 Watt dan 7 buah lampu dengan 65 Watt dan meletakkan posisi lampu sesuai yang disarankan untuk menghemat energi.Keywords– Optimasi , program linear

Pengembangan Sistem Pengisian Baterai Dengan Kombinasi Sumber Listrik Dari PLN dan Energi Surya

Sufandi, Muhammad Ridhwan, Rahayu, Wiwit Indah

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract–              Untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di Base Transceiver Station (BTS) operator Hutchison Three Indonesia (H3I), maka dalam tesis ini saya fokuskan pada pengembangan sistem pengisian baterai dengan kombinasi sumber listrik dari PLN dan energi surya. Sering terjadinya pemadaman listrik bergilir, mengakibatkan waktu pengisian menjadi lebih lama sehingga diperlukan suplai energi cadangan. Salah satunya melalui pengembangan energi alternatif yaitu  pengembangan energi surya di site 140392_Teluk Pasir Kabupaten Sekadau.  Diharapkan pengembangan sistem kombinasi sumber listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan energi surya dapat mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk mempersingkat waktu pengisian baterai. Daya sistem pengendali kombinasi sumber ini akan menghasilkan daya output DC sebesar 80%-90%. Waktu yang dibutuhkan tanpa menggunakan sistem kombinasi sumber listrik adalah selama 29 jam 49 menit. Dengan adanya pemasangan 10 unit panel surya daya yang dihasilkan sebesar 2,4 KW dengan tegangan kerja sekitar 54,5V, pada kondisi kedua sumber energi menyala akan membutuhkan waktu pengisain baterai selama 14 jam 53 menit dengan kapasitas baterai sebesar 333,34 Ah (tegangan 48V dan daya 16 KW) terjadi peningkatan kecepatan pengisian baterai sebesar ± 200%. Keywords– Pengisian Baterai, Alternatif Sumber BTS, Kombinasi Sumber Listrik

Audit Energi Pemakaian Air Conditioning (AC) Di Gedung Dinas Pekerjaan Umum Kab. Ketapang Propinsi Kalimantan Barat

Lukman, Arif

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract–Goverment Building Pekerjaan Umum Office of Ketapang District, West Kalimantan is one of government office buildings into categorized  of office buildings that use air conditioning. To implement one of the governments policy that is to save electricity energy consumption in government building, it must be known Intensity of Energy Consumption in the building, Preliminary Energy Audit Result in Public Service Office Building of Kab. Ketapang shows the value of Energy Consumption Intensity (IKE) of 198.13 kWH / (m ^ 2.year) and belongs to the category of government building with air conditioning with energy efficient enough.To improve the category of energy saving savings, a Detailed Energy Audit should be performed. Detailed Energy Audit Result, through the measurement data analysis step, the search for energy saving opportunities analysis of energy saving opportunities resulted some recommendations that must be done by the Office of Public Works of Kab. Ketapang in order to improve the category of energy-efficient usage. The results of the Detailed Energy Audit improve the category of energy use in Public Works Office to be efficient with the value of Energy Consumption Intensity (IKE) 156.83 kWH / (m2.year)And savings programs that are made include in energy savings program at no cost and with low cost. Keywords- IKE, Initial Energy Audit, Detailed Energy Audit, Saving Recommendations

Kajian Ekonomis PLT-Angin dan PLTS untuk Penerangan Jalan Umum (PJU)

Radwitya, Erick, Akhdiyatul, Akhdiyatul

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract–              Kabupaten Ketapang merupakan Kabupaten terluas, memiliki pantai yang memanjang dari selatan ke utara dan sebagian besar penduduk tinggal di pesisir pantai, dengan kecepatan angin rata-rata adalah 5,1 m/s dan persentase penyinaran matahari 70% merupakan yang tertinggi di Kalimantan Barat. Jika dilihat dari letak dan iklim, untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dalam memenuhi kebebutuhan PJU di Kabupaten Ketapang. Salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi yang diperlukan PJU adalah Energi Angin dan Energi Surya. Guna mengoptimalkan potensi energi terbarukan yaitu energi angin dan energi surya yang ada di Kabupaten Ketapang untuk kebutuhan PJU maka perlu suatu Kajian Ekonomis Pembangkit Listrik Tenaga Angin Stand Alone dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Stand Alone untuk PJU. Analisis ekonomi adalah suatu analisis untuk mengetahui layak tidaknya suatu kegiatan untuk dilaksanakan dan titik beratnya pada hasil total, produktivitas dan keuntungan. Dalam analisis finansial ini biasanya digunakan Cost Benefit Analisys, Capital Recovery, Payback of Period, Break Even Point dan Benefit Cost Ratio. Hasil yang diperoleh dari kajian ini, untuk PLT Angin AWI-E500T biaya investasi awal senilai Rp. 41.688.350 dengan kapasitas produksi 723 kWh per tahun dan biaya investasi awal untuk PLTS Solar Cell senilai Rp. 18.625.800 dengan kapasitas produksi 204,4 kWh per tahun. Dari analisis ekonomi dengan menggunakan metode BCR, hasil nilai Benefit Cost Ratio untuk PLT Angin AWI E500T dan PLTS Solar Cell lebih besar dari 1 (BCR ≥ 1), ini berarti investasi  layak (feasible) untuk dilaksanakan. Keywords–PLT-Angin Stand Alone, PLTS Solar Cell Stand Alone, Penerangan Jalan Umum (PJU), dan Benefit Cost Ratio (BCR)

Studi Microgrid System Menuju Pembangunan Desa Mandiri Energi Di Desa Temajuk Kabupaten Sambas

Yunando, Yunando, Sutriyatna, Sutriyatna

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract– Temajuk Village is one of the villages in Kecamatan Paloh Sambas regency, West Kalimantan Province, which borders directly with Sarawak (Malaysia). From 1980 to 2011 Desa Temajuk has no permanent electricity yet. In 2011, the village will have electrical energy by utilizing local energy such as Micro Hydro Power Generation, by 2012, Centralized Solar Power Generation and by 2015 Diesel Power Plant, all of which will carry each load without being integrated with the same network . So it is necessary to do the study of merging a network that is connected to one another to be able to bear the same load.Microgrid System study was then created with the aim of producing a sustainable distribution network study by combining 3 different types of plants and operational savings from the use of diesel fuel oil costs as the main power plant after the network system. Keywords- Microgrid System, cost savings

Manajemen Sisi Beban dan Optimalisasi Tingkat Konsumsi Energi Di SMK Negeri 2 Pontianak

Butarbutar, Mangantar, Riyanto, Mulud

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract–              Dalam penelitian ini dilakukan manajemen beban sebagai pendekatan sistematis dan terpadu untuk melaksanakan pemanfaatan sumber daya energi di gedung praktik SMK Negeri 2 Pontianak secara efektif, efisien dan rasional tanpa mengurangi kuantitas maupun kualitas fungsi utama gedung. Langkah pelaksanaan manajemen beban ialah dengan diawali audit penggunaan tenaga listrik. Audit beban listrik ini meliputi analisis profil penggunaan tenaga listrik, mengidentifikasi pemborosan energi dan menyusun langkah pencegahan. Audit beban  dilakukan terhadap konsumsi besarnya energi listrik, sistem pencahayaan, sistem pengkondisian udara dan peralatan listrik lainnya pada gedung tersebut. Proses audit energi listrik dilakukan secara bertahap yaitu audit energi awal yang kegiatannya meliputi pengumpulan data historis gedung dan penyusunan data energi bangunan gedung tersebut. Kemudian dilanjutkan pada audit energi rinci, yaitu jika diketahui bahwa nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) lebih besar dari nilai IKE standar yang telah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN). Kegiatan audit energi rinci ini meliputi penelitian dan pengukuran konsumsi energi, kemudian dilanjutkan pada identifikasi peluang hemat energi. Hasil audit energi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak terjadi pemborosan energi, tetapi ada pemakaian energi yang tidak bijak. Hal ini dapat dilihat dari nilai IKE yang masih dibawah standar yaitu 99,75 kWh/m2 per tahun berdasarkan data rekening dengan jumlah konsumsi energi 58616.50 kWh per-tahun, sedangkan standar yang ditetapkan untuk gedung perkantoran yaitu 240 kWh/m2 per tahun . Untuk penghematan disarankan dalam penyusunan penjadwalan pemakaian gedung praktik supaya disesuaikan dengan besar konsumsi energi di setiap gedung tersebut. Keywords- Manajemen Sisi Beban, Optimalisasi Tingkat Konsumsi Energi.

Analisis Sistem Kebutuhan Penerangan Pada Ruang Kelas Dengan Light Emitting Diode (LED)

Rahayu, Wiwit Indah, Hadary, Ferry, Sholva, Yus

ELKHA Vol 10, No 1 (2018): Edisi Maret 2018
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract–Salah satu penggunaan energi listrik yang cukup vital yaitu untuk penerangan. Dalam bidang pendidikan, keberadaan ruang kuliah memerlukan penerangan saat proses belajar mengajar berlangsung. Penerangan pada ruang kelas saat ini banyak yang tidak sesuai dengan standar SNI 03-6575-2001. Karena itulah analisis terhadap sistem penerangan ketika menggunakaan lampu LHE dan LED diperlukan, sehingga dapat dihasilkan aplikasi bantu untuk melakukan perhitungan kebutuhan penerangan ruang kuliah.Berdasarkan hasil analisis untuk menghasilkan kuat penerangan sebesar 250 lux jika menggunakan jenis lampu LED yang memiliki fluks tiap lampu 3.000 lumen maka jumlah lampu yang diperlukan pada ruang kelas yang berukuran 8x8m sebanyak 10 buah, 8x7m sebanyak 8 buah, 8x7,5m sebanyak 9 buah, 8x8m sebanyak 11 buah dan 8x4m sebanyak 5 buah.Kemudian berdasarkan perhitungan jika menggunakan lampu LHE jumlah lampu yang digunakan lebih banyak serta daya yang diperlukan lebih besar jika dibandingkan dengan LED.  Dalam setahun Universitas Muhammadiyah Pontianak menkonsumsi daya 26.956,8 KWH, sehingga harus membayar tarif listrik sebesar Rp.24.261.120,- jika menggunakan Lampu Hemat Energi (LHE). Sedangkan jika menggunakan lampu LED daya yang dibutuhkan 15.629,76 KWH dan tarif listrik yang harus dibayar sebesar 14.066.784,- maka didapat selisih penghematan biaya sebesar Rp. 10.194.336,-. Lampu LED memerlukan investasi awal sebesar Rp. 20.904.000,-, sehingga dapat diketahui titik balik impas atau nilai Break Even Point (BEP) yaitu pada tahun ke 2,05. Karena life time LED mencapai 10.000 jam maka efisiensi yang didapat sampai LED rusak adalah Rp. 47.196.000,004,-. Keywords– Penerangan, LHE, LED, BEP

Analisis Statistik Konsumsi Energi Listrik Pada Bangunan Gedung Yayasan Widya Dharma Pontianak

Kartini, Paskalia

ELKHA Vol 9, No 2 (2017): Edisi Bulan Oktober 2017
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract– Sektor utama yang menggunakan energi listrik terbesar di suatu negara adalah sektor industri, sektor transportasi, sektor rumah tangga, sektor komersial dan lain-lain. Bangunan/gedung merupakan subsektor dari sektor komersial sehingga perlu adanya suatu usaha konservasi energi listrik dalam rangka mengefisienkan konsumsi energi listrik dengan cara melihat peluang hemat energi. Penelitian ini dilaksanakan pada bangunan gedung Yayasan Widya Dharma Pontianak, yaitu dengan melakukan audit energi mengenai tingkat konsumsi energi listrik yang dilihat dari tingkat parameter Intensitas Konsumsi Energi (IKE). Dari hasil penelitian dan analisis statistik dengan ANOVA diketahui bahwa nilai IKE gedung A 87,49 kWh/m2/Tahun, gedung B 50,82 kWh/m2/Tahun serta gedung C 36 kWh/m2/Tahun dan nilai IKE tersebut masih signifikan serta berada dalam kategori efisien sesuai dengan standar ESDM&JICA Electric Power Development Co.,LTD bahwa IKE gedung komersial adalah 198,2 kWh/m2/Tahun. Peluang Hemat Energi masih dapat dilakukan dengan mengganti AC lama dengan AC inverter dengan nilai Net B/C ratio 1,12 dan IRR 60,41%. Keywords- Konservasi Energi Listrik, IKE, Konservasi EnergiListrik, IKE UjiSignifikansi, AnalisisEkonomis

Analisis Penggunaan Aplikasi Pelaporan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Ishak, Ishak

ELKHA Vol 9, No 2 (2017): Edisi Bulan Oktober 2017
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract– Dana BOS yang dikucurkan pemerintah ke sekolah harus dipertanggung jawabkan dalam bentuk laporan sesuai dengan format yang telah ditentukan. Namun sebagian besar sekolah masih melakukan pencatatan transaksi pembukuan dana BOS secara manual, sehingga  kadang  terjadi  human error seperti kesalahan dalam  penulisan  data  yang  menyebabkan  data  menjadi  tidak  akurat  dan relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah membangun aplikasi sistem informasi pengelolaan Dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) yang memudahkan pencatatan transaksi pembukuan pada Buku  Kas  Umum (BKU), Buku Pembantu Kas (BPK), Buku Pembantu Bank (BPB), Buku Pembantu Pajak (BPP) dan membantu Manajemen SMK Negeri 2 Pontianak dalam pelaporan penggunaan dana BOS. Aplikasi ini dirancang untuk digunakan oleh Bendahara BOS dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan. Dengan mengunakan Aplikasi Pelaporan Dana BOS proses pekerjaan lebih menjadi singkat dari proses pekerjaan secara manual sehingga terjadi penghematan pemakaian kusumsi energy listrik. Pengujian aplikasi dilakukan dengan metode pengujian black box dan hasil pengujiannya telah berjalan sesuai dengan fungsinya yang diharapkan. Hasil akhir pada penelitian ini menghasilkan sebuah aplikasi yang mampu mengatasi masalah dalam pembukuan pada laporan BOS. Keywords- BOS, Aplikasi pelaporan, BKU, BPK, BPB, BPP

Kajian Potensi Limbah Kotoran Manusia Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Biogas Di Kota Pontianak

Ardiansyah, Ardiansyah

ELKHA Vol 9, No 2 (2017): Edisi Bulan Oktober 2017
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Abstract– Utilization of human waste as a source of energy can produce methane gas through anaerobic digestion process, where the resulting methane gas is converted into electrical energy. In this research both electrical energy capacity and economics feasibility of Biogas Power Plant development from the utilization of human waste  in Pontianak City calculated.Based on the calculation and analysis of electrical energy capacity and economics feasibility, the potential of human waste in Pontianak City produces biogas of 3,091.94 m3/day, methane gas 2,164,36 m3/day, and electrical energy 24,157,88 kWh/day. The result of technical and economic analysis of energy conversion implementation using 250 kW microturbin produces electric power equal to 2,058,254,5 kW per year, pay back period 4 years 11 months, net present value 22,379.004.648 IDR, and internal rate of return of 18,681%, so the construction of Biogas Power Plant is feasible to be implemented. Keywords- anaerobic digestion, biogas, microturbine