cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal ELKHA
ISSN : 18581463     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
The ELKHA publishes high-quality scientific journals related to Electrical and Computer Engineering and is associated with FORTEI (Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia / Indonesian Electrical Engineering Higher Education Forum). The scope of this journal covers the theory development, design and applications on Automatic Control, Electronics, Power and Energy Systems, Telecommunication, Informatics, and Industrial Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
Analisis Karakteristik Flashover Dan Arus Bocor Pada Isolator Porselin Yang Dipengaruhi Polutan Lumut Bryum SP. Rajagukguk, Managam
Jurnal ELKHA Vol 3, No 2 (2011): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract– This research discussed the influence of a pollutant of bryum sp moss on the flashover voltage and leakage current characteristics of 254 mm x 146 mm ball and socket type of pin insulator, with creapage distance ( L ) of 31 cm and surface area (S) 0f 1500 mm2. The tests are conducted in High Voltage Engneering Laboratory, Tanjungpura University, Pontianak, by controlling relative humidity (RH) in a fog chamber at fixed internal values of 60 – 69 %, 70-79%,80-89% and 90-100%. The sample used are contaminated insulator at which bryum sp moss naturally had been grown on it surface. The results of research show that the existence of bryum sp. Accompanied by very humid condition resulted in decline of flashover voltage and in the contrary increase the leakage current . According to the obtained data, the flasover voltage under 80% of RH was not many declines compare to that of over 80% RH. It is considered that under 80% of bryum sp.seems to act as non conductive contaminant, and vice verse. Kata kunci : Insulator Suspension, flashover, leakage current, humidity, pollutant, moss.
Sintesis Polimer Konduktif sebagai Bahan Baku untuk Perangkat Penyimpan Energi Listrik Sitorus, Berlian
Jurnal ELKHA Vol 3, No 1 (2011): Edisi Bulan Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.16 KB)

Abstract

Abstract– Penggunaan material anorganik menjadi sebuah masalah ketika baterai tidak dapat diolah secara alamiah, efisiensinya yang rendah dan biaya produksi yang tinggi. Solusi alternatif pembuatan baterai adalah dengan menggunakan material organik berupa polimer konduktif sebagai bahan baku. Polimer konduktif dapat secara luas diproduksi dengan biaya yang relatif lebih murah, dan bersifat organik. Akan tetapi polimer konduktif memiliki keterbatasan dalam hal konduktivitas yang relatif rendah sehingga perlu dilakukan proses doping untuk meningkatkan konduktivitasnya. Pada penelitian ini dilakukan sintesis untuk menghasilkan polimer konduktif yang merupakan perpaduan polianilina dan selulosa dengan dua metoda perlakuan yang berbeda yakni menggunakan sonik dan tanpa sonik. Dari hasil analisis terhadap frekuensi, hambatan maupun konduktifitas terhadap polimer yang dihasilkan dari kedua perlakuan disimpulkan bahwa polimer yang dihasilkan dengan menggunakan sonik akan menghasilkan polimer dengan sifat konduktifitas yang lebih baik yakni 1,02x10-4dibandingkan 1,79x10-5tanpa sonik. Nilai hambatan. Kata kunci- Polimer konduktif, konduktifitas, sonik
Diversifikasi Sumber Energi Terbarukan melalui Penggunaan Air Buangan dalam Sel Elektrokimia Berbasis Mikroba Sitorus, Berlian
Jurnal ELKHA Vol 2, No 1 (2010): Edisi Bulan Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.971 KB)

Abstract

Abstract– Sel elektrokimia berbasis mikroba atau Microbial Fuel Cell (MFC) merupakan pengembangan fuel cell yang umumnya berbahan bakar hidrogen murni. MFC menggunakan mikroorganisme sebagai katalis untuk mengoksidasi senyawa organik dalam metabolismenya dan melibatkan proses transfer elektron yang digunakan untuk memproduksi tegangan dan arus listrik. Arus listrik dapat dihasilkan bila terdapat senyawa mediator dalam kompartemen anoda yang akan melakukan penetrasi ke dalam membran plasma sel, kemudian mengambil elektron dari rantai transfer elektron mikroorganisme tersebut serta membawanya menuju ke permukaan elektroda. Penggunaan materi organik, misalnya air buangan organik, yang dapat dimanfaatkan oleh mikroba sebagai sumber energi dapat mereduksi biaya selain menjadi alternatif solusi penanggulangan air buangan organik. Tiga jenis air buangan, yakni yang bersumber dari rumen sapi, industri tahu dan industri sawit dapat dimanfaatkan sebagai substrat dan agensia mikroba pada sistem MFC. Adapun beda potensial tertinggi didapat oleh rumen sedangkan potensial listrik yang paling rendah adalah air buangan tahu. Keywords– air buangan, elektroda, sel bahan bakar, transfer elektron
Sistem Otomatisasi Penyuplai Uap Panas pada Sistem Boiler berbasis Programmable Logic Controller Panjaitan, Seno Darmawan
Jurnal ELKHA Vol 2, No 2 (2010): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.759 KB)

Abstract

Abstract– This paper presents the research result regarding integrated control systems for two units boiler to maintain the hot steam supply. Programmable Logic Controller (PLC) has been applied as the main controller programmed by one of the IEC 61131-3 standard programming, i.e. Ladder Diagram. The plant was designed as a simulator of hot steam supplier with two boilers that could collaborate to maintain the supply continuity focusing on the hospital subsistem such as sterilization and ironing. Timing diagram has been used to describe and analyse the activation of each component (i.e. sensors and actuators). In the experiment result, the control system could work properly to maintain the hot steam supplier although one of the source was broken. Keywords– Boiler, Hot steam supply, PLC, Automation, Integrated control
Modular and Formal Design Approach of Industrial Automation using Coloured Petri Net Panjaitan, Seno Darmawan
Jurnal ELKHA Vol 1, No 2 (2008): Edisi Bulan November
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract– This paper presents the use of Coloured Petri Net (CPN) for modeling and analysis on Automation system. Flexibility and re-configurability are prominent requirements for the current and future automation system. For complex systems, a dominant characteristic is modularity of functional modules. Therefore, a modular approach in building a CPN model is proposed in this paper including its analysis. This aaproach is useful to avoid the construction of a single state space of the entire system and get a simplified model. As an illustration, modeling and state space analysis of the given example by means of CPN is given. Keywords– Coloured Petri Net, Modularity, Automation, Scheduling, Verification.
PENGARUH BEDA POTENSIAL TERHADAP DISPLACEMENT VERTIKAL PADA ELECTRICAL – THERMAL ACTUATOR Rajagukguk, Managam
Jurnal ELKHA Vol 1, No 1 (2008): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.333 KB)

Abstract

Abstract- Electrical-thermal actuator digunakan pada suatu sistem mikro-elektromekanik (micro-electromechanical system, MEMS), dapat dipakai untuk menggerakkan peralatan berukuran kecil (mikro devices) seperti roda bergigi searah (ratchets) dan rangkaian roda gigi (gear trains). Suatu beda potensial diterapkan pada pads penghubung elektrik menghasilkan arus listrik yang mengalir sampai ke arm dan blade dari actuator. Arm dan blade akan mengalami pemanasan akibat adanya arus listrik tersebut dan resistivity dari material. Hal tersebut mengakibatkan arm dan blade memiliki temperatur yang sangat tinggi. Selanjutnya akan muncul defleksi akibat fenomena termal. Dari hasil simulasi numerik pada penelitian ini diketahui bahwa displacement vertikal dan aliran panas berbanding kuadratik dengan beda potensial dan didapati pula bahwa displacement maksimum terjadi pada ujung blade. Kata Kunci : electrical-thermal actuator, beda potensial, arus listrik, aliran panas, micro-electromechanical system (MEMS)
Impedansi Implus Sistem Pembumian Menara Transmisi 150 KV Dengan Simulasi PSPICE Rajagukguk, Managam
Jurnal ELKHA Vol 3, No 1 (2011): Edisi Bulan Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.639 KB)

Abstract

Abstrak- Sambaran Petir pada menara transmisi 150 KV dapat mempengaruhi nilai induktansi ( L ) dan kapasitansi ( C ) akibat arus impuls dengan frekuensi tinggi sampai orde kHz, sehingga nilai impedansinya  tidak hanya ditentukan oleh komponen resistifnya saja melainkan juga dipengaruhi oleh komponen induktif dan komponen kapasitif. Dari analisa yang dilakukan pada SUTT ( Saluran Udara Tegangan Tinggi ) 150 KV line Siantan – Parit Baru PT. PLN ( Persero ) Wilayah Kalimantan Barat untuk asumsi arus petir maksimum 20 kA dan memperhitungkan kondisi tanah disekitar sistem pembumian di kaki menara masih terdapat nilai impedansi impuls sistem pembumian kaki menara yang melebihi standart yang diijinkan. Dari hasil analisa pada menara transmisi yang mempunyai tahanan kaki menara ( Resistansi DC ) sebesar 2,8 Ω ( untuk tanah basah ), 3,8 Ω ( untuk tanah lembab ), 6,2 Ω ( untuk tanah kering ) mempunyai impedansi impuls pembumian  masing-masing sebesar  9,56 Ω ( untuk tanah basah ), 14,037 Ω ( untuk tanah lembab ) dan 22,938 Ω ( untuk tanah kering ) Kata kunci- Sambaran petir, tahanan kaki menara, impedansi impuls pembumian.
Penentuan Nilai Impedansi Pembumian Elektroda Batang Tunggal Berdasarkan Karakteristik Response Impuls Rajagukguk, Managam
ELKHA Vol 2, No 2 (2010): Edisi Bulan Juli
Publisher : Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Sampai saat ini sistem pembumian masih dianggap baik jika resistansinya kecil yaitu nilai resistansi yang diukur dengan sumber DC atau frekuensi rendah. Sementara itu, peristiwa sambaran petir menyebabkan arus impuls dengan frekuensi tinggi sampai orde kHz, sehingga ketika sistem pembumian bekerja karena dikenai arus impuls petir, maka dari hasil penelitian diperoleh rata-rata persentase perbedaan antara resistansi pembumian yang diukur dengan sumber DC dan impedansi pembumian yang diukur dengan sumber impuls sebesar 8,0 %. Dari model tersebut dihitung nilai impedansi pembumian untuk berbagai variasi kedalaman elektroda batang pembumian dari kedalaman 2m sampai 6m berdasarkan respon impulsnya. Dari hasil-hasil pengukuran dan perhitungan diperoleh nilai impedansi pembumian terkecil sebesar 23,01 pada kedalaman elektroda batang 6m dengan penurunan impedansi pembumian rata-rata pada setiap kedalaman 1m mulai 2m sampai 6m sebesar 5,25. Untuk setiap kenaikan kedalaman 1m nilai induktansi mengalami kenaikan rata-rata 0,00158 mH dan kapasitansi mengalami kenaikan rata-rata 0,0000574F. Dari hasil penelitian, dengan memperkecil waktu muka impuls injeksi akan sangat berpengaruh pada hasil pengujiannya. Dengan menggunakan sumber input yang sama untuk waktu muka 3,0terlihat lebih banyak ripple dibandingkan dengan waktu muka 4,0yang sedikit ripple, terjadinya ripple merupakan tanggapan peralatan ukur impuls yaitu resistif voltage devider terhadap frekuensi tinggi karena dengan memperkecil waktu muka impuls berarti memperbesar frekuensinya. Dari hasil pengujian dan hasil simulasi diperoleh persentase perbedaan tegangan terpotong oleh elektroda batang pembumian sebesar 0,57% dengan selang kepercayaan 99% sedangkan untuk perbedaan antara nilai respon arus impulas maksimum antara hasil pengujian dan hasil simulasi sebesar 2,57%. Keywords Respon impuls, impedansi pembumian, resistansi pembumian.
Robot Mobile Penghindar Halangan (Avoider Mobile Robot) Berbasis Mikrokontroler AT89S51 Marindani, Elang Derdian
Jurnal ELKHA Vol 3, No 2 (2011): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.532 KB)

Abstract

Abstrak- Kemampuan menghindari halangan dapat diberikan pada sebuah robot dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan sensor ultrasonik. Penggunaan sensor ultrasonik sebagai pendeteksi halangan dapat dilakukan dengan mendeteksi ada atau tidaknya pantulan gema ultrasonik. Robot mobile yang dirancang adalah robot berkaki yang memiliki kemampuan untuk menghindari halangan menggunakan sensor ultrasonik dimana penghalang akan dideteksi oleh sensor ultrasonik, kemudian sinyal ada atau tidaknya halangan akan menjadi masukan pada mikrokontroler AT89S51. Sinyal tersebut diproses yang kemudian akan  memerintahkan kedua motor DC menggunakan Pulse Width Modulation (PWM) untuk bergerak menghindari halangan. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mobile penghindar halangan yang dirancang telah dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan rancangan yang dibuat Kata kunci – Robot Mobile, penghindar halangan, sensor ultrasonik, mikrokontroler AT89S51
Damping Enhancement in Multimachine Power Systems via Output Feedback Excitation Controller syah, Hardian
Jurnal ELKHA Vol 3, No 2 (2011): Edisi Bulan Juli
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.613 KB)

Abstract

Abstract– This paper presents an output feedback controller to damp the electromechanical oscillations in multimachine power systems. The control design is based on a modified optimal controller which it does not need the specification of weighting matrices. The eigenvalues of electromechanical modes would be shifted to a pre-specified vertical strip. Effectiveness of this controller is evaluated and example, a multimachine power system, is given to illustrate the advantages and effectiveness of the proposed method.   Keywords - dynamic stability, strip eigenvalue assignment, output feedback controller

Page 1 of 15 | Total Record : 147