cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
POSITRON
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 80 Documents
Analisis Fluktuasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik ., Andi Ihwan, Yudha Arman, Iis Solehati
POSITRON Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : POSITRON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.773 KB)

Abstract

Fluktuasi suhu udara berdasarkan deret waktu dapat didekati dengan menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST), dalam penelitian ini dilakukan estimasi suhu udara bulanan dengan studi kasus di Kota Pontianak menggunakan JST Propagasi Balik. Fungsi aktifasi yang digunakan adalah fungsi linear, sigmoid bipolar, dan sigmoid biner. Hasil simulasi pada tahap training dengan data bulanan sebanyak 216 data (1990 – 2008) diperoleh bahwa data model mampu mengikuti pola suhu udara observasi pada iterasi 6936 dengan nilai MSE 9,98.10-7 dan koefisien korelasi 1. Sedangkan pada tahap pengujian menggunakan sebanyak 12 data diperoleh bahwa hasil model masih dapat mengenali pola suhu udara bulanan dengan nilai koefisien korelasinya 0,97.
Aplikasi Metoda Magnetik Untuk Eksplorasi Bijih Besi Studi Kasus : Bukit Munung Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat Sampurno, Joko
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.069 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.598

Abstract

Eksplorasi bijih besi telah dilakukan di Bukit Munung Desa Sukabangun Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran bijih besi di Bukit Munung baik secara lateral maupun vertikal. Penelitian ini menggunakan metode magnetik yang memanfaatkan parameter suseptibilitas batuan untuk menginterpretasikan struktur bawah bumi. Pengolahan data dilakukan dengan metode inversi untuk mendapatkan beberapa parameter fisis struktur bawah permukaan daerah yang ditinjau. Hasil pengamatan geologi dan pemetaan distribusi medan magnet menunjukkan potensi bijih besi berada di sebelah barat laut bukit. Berdasarkan distribusi nilai suseptibilitas batuan pada lintasan AB yang dibuat memotong daerah potensial tersebut, diduga bahwa terdapat tiga lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit dan satu lokasi pengendapan batu besi berjenis hematit yang memiliki vein-vein magnetit.
Gauge Invariance of Nonlinear Klein-Gordon Prayitno, T. B.
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.863 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.600

Abstract

We have discussed the gauge invariance of nonlinear Klein-Gordon equation which describes the interaction of electromagnetic initially proposed by Hermann Weyl. The construction of nonlinear Klein-Gordon itself is formulated by two classical conservation laws, Hamilton-Jacobi of relativistic motion and continuity equations. Generally, this equation takes the similar concept to the derivation of the nonlinear master Schrödinger ignoring two fundamental concepts in ordinary quantum mechanics, Einstein and de Broglie’s postulates. In this paper, the proposing for general form of nonlinear Klein-Gordon including the external potential and its gauge invariance have been established. However, we have to ignore the external potential in order to satisfy gauge invariance. In addition, we also prove the derivation of nonlinear Dirac equation for including half-integer spin concept can not hold by similar derivation.
Penentuan Energi Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Teori Gangguan Sanubary, Iklas; Arman, Yudha; Azwar, Azrul
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.649 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i2.985

Abstract

Persamaan Schrödinger untuk osilator kuantum anharmonik tidak bisa diselesaikan secara analitik, sehingga diperlukan metode lain untuk menentukan energi osilator kuantum anharmonik. Metode yang dapat digunakan adalah teori gangguan. Pada penelitian ini teori gangguan digunakan untuk menentukan tingkat  energi osilator kuantum anharmonik untuk beberapa suku gangguan yang tunggal dan suku gangguan dalam bentuk polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan tingkat-tingkat energi akibat suku gangguan dalam bentuk polinomial merupakan penjumlahan dari beberapa suku gangguan yang tunggal.
Penentuan Kejadian El-Nino dan La-Nina Berdasarkan Nilai Southern Oscilation Indeks Muh. Ishak Jumarang, Heni Maulidiya, Andi Ihwan,; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.889 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i2.986

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai prediksi kejadian El-Nino dan La-Nina, berdasarkan  nilai tekanan udara di Tahiti dan Darwin (nilai SOI) menggunakan Metode ARIMA. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data tekanan udara di Tahiti dan tekanan udara di Darwin selama 12 tahun mulai dari tahun 2000-2011. Hasil simulasi diperoleh, model yang paling cocok digunakan untuk prediksi tekanan udara Tahiti adalah (1,2,0)(0,2,2)12 dan Darwin adalah (1,2,2)(0,2,1)12. Model tekanan udara di Tahiti dan Darwin tersebut kemudian digunakan untuk memprediksi kejadian El-Nino dan La-Nina pada tahun 2012, yang dapat menunjukkan bahwa pada tahun 2012 terjadi El-Nino lemah sampai sedang, hal ini dapat mengakibatkan penurunan tingkat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Pendugaan Struktur Patahan Dengan Metode Gaya Berat Sota, Ibrahim
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.403 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.1565

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pendugaan struktur patahan mengguankan metode gayaberat. Kontras densitas tersebut berasosiasi dengan ketebalan sedimen dan keberadaan struktur patahan atau lipatan. Untuk mengetahui lokasi patahan dan lipatan maka anomali residual terlebih dahulu dipisahkan dari anomali total (anomali Bouguer) dengan metode perata-rataan bergerak. Kontur anomali residual memperlihatkan keberadaan lipatan dan patahan secara kualitatif sedangkan interpretasi kuantitatif dengan pemodelan kedepan 2D memperlihatkan secara jelas lokasi patahan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa lokasi patahan/sesar naik berada di bagian timurlaut yang berorientasi baratlaut-tenggara sedangkan patahan/sesar normal tersebar secara lokal yang juga berorientasi baratlaut-tenggara.
Pendeteksian Tepi Citra CT Scan dengan Menggunakan Laplacian of Gaussian (LOG) ., Nurhasanah
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.308 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i1.1566

Abstract

CT scan mampu menghasilkan citra organ internal (struktur anatomi), mampu mendefenisikan volume target dan membantu dalam penempatan dan pembentukan radiation beam. Deteksi tepi citra menjadi bagian yang penting dalam radioterapi karena proses ini merupakan langkah awal pemisahan objek dalam citra yang memiliki perbedaan karakteristik dan ciri khas tersendiri. Batas antara satu objek dengan objek lain dalam citra yang berbeda karakteristik telah jelas, maka selanjutnya citra medis dapat dilakukan analisa citra lebih lanjut dan juga diagnosa kondisi penyakit pasien yang terlihat dengan menginterpretasikan citra medis tanpa harus melakukan pembedahan. Deteksi tepi dilakukan dengan menggunakan Laplacian of Gaussian, operator ini akan menangkap tepian dari semua arah dan menghasilkan tepian yang lebih tajam. Sehingga pada citra hasil proses terlihat jelas bagian-bagian tepi objek dengan jelas, dan proses ini membutuhkan waktu yang cukup singkat hanya dalam hitungan detik.
Korelasi Tortuositas dengan Porositas Absolut dalam Pemodelan Aliran Fluida Menggunakan Lattice Gas Automata Model FHP III Putra, Yoga Satria
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.1567

Abstract

Telah dihitung nilai tortuositas dan porositas absolut dalam pemodelan aliran fluida menggunakan Lattice Gas Automata model FHP III. Selanjutnya kedua sifat makroskopis tersebut (tortuositas dan porositas absolut) dikorelasikan dalam bentuk grafik. Perhitungan dan pemodelan pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metoda Lattice Gas Automata (LGA).LGA adalah  metode numerik pengembangan dari Cellular Automata (CA)  yang dapat memecahkan persamaan dinamika fluida yang memenuhi persamaan  Navier Stokes. Karakteristik dari LGA yaitu adanya suatu sistem yang terdiri dari partikel-partikel identik yang bermassa satu satuan bergerak dengan satu satuan kecepatan yang menempati  kisi heksagonal dimana setiap tumbukannya memenuhi hukum kekekalan massa dan momentum. Metode ini menggunakan pendekatan diskretisasi ruang dan waktu serta mengikuti aturan tumbukan tertentu. Dalam penelitian ini model yang dipilih adalah model FHP III  (Frisch, Hasslacher and Pomeau model III).  Model aliran fluida dalam penelitian ini dibandingkan dengan  model aliran fluida yang telah dibuat dalam penelitian-penelitian sebelumnya dan  menghasilkan pola aliran yang mirip. Model   aliran fluida dibangun pada medium berukuran 400x300 lattice unit (lu) dengan time steps 4000. Tortuositas dan porositas absolut dihitung dalam penelitian ini, dimana nilai tortuositas berbanding terbalik dengan porositas absolut.
Pengaturan Tingkat Oksidasi Polimer Konduktif PANi-HCl Melalui Pendopingan Malino, Mariana Bara
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.925 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.1568

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang tingkat oksidasi berdasarkan data spektrofotometri FT-IR polimer konduktif polianilin, PANi yang didoping oleh HCl hasil elektropolimerisasi galvanostatis. Polimerisasi dilakukan pada arus konstan 3 mA dengan variasi konsentrasi dopan 1M, 1,5 M, 2 M, 2,5 M dan 3 M. Hasil penentuan dan analisis terhadap tingkat-tingkat oksidasi PANi yang terdoping menunjukkan bahwa tingkat oksidasi PANi berubah terhadap konsentrasi dopan HCl dan berdasarkan tingkat oksidasi tersebut dapat diduga bahwa PANi yang menghasilkan konduktivitas listrik tertinggi adalah yang didoping oleh HCl 1 M dengan tingkat oksidasi 0,5.
Pola Sirkulasi Arus Dan Salinitas Perairan Estuari Sungai Kapuas Kalimantan Barat Jumarang, Muhammad Ishak; Dian Martha, Muliadi, Nining Sari Ningsih, Safwan Hadi,; Ningsih, Nining Sari; Hadi, Safwan; Martha, Dian
POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.455 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.1569

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengkaji pola sirkulasi arus dan salinitas perairan estuari sungai Kapuas yang dibangkitkan oleh pasang surut, gaya pembangkit angin dan discharge sungai. Pada studi ini digunakan model numerik hidrodinamika MIKE 21 yang dikembangkan oleh DHI Water & Environment untuk mensimulasikan pola sirkulasi arus dan salinitas. Pola sirkulasi arus hasil simulasi menunjukkan pada kondisi pasang tertinggi, massa air bergerak dari utara ke selatan hingga masuk ke badan sungai sedangkan pada kondisi dan surut terendah massa air bergerak ke arah yang berlawanan (dari selatan ke utara) dan air mengalir dari sungai ke luar menuju lepas pantai. Pergerakan massa air pada kisaran kecepatan 0,05 sd 0,7 m/s. Pola sirkulasi arus baik saat purnama maupun perbani menunjukkan kesesuaian pola dan yang membedakan adalah besarnya kecepatan arus. Sebaran salinitas pada kondisi purnama (pasang tertinggi dan surut terendah) cenderung memiliki pola dan nilai yang sama dengan nilai salinitas dominan pada kisaran 33,2 s.d 33,4 PSU. Demikian pula pada kondisi perbani.