cover
Filter by Year
POSITRON
S4
Sinta Score
ISSN : -     EISSN : -
Articles
80
Articles
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Tugal Semi-Mekanis dengan Sistem Penjatah Berputar untuk Kacang Hijau (Vigna radiata L.)

suhendra, suhendra, Nopriandy, Feby

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.11 KB)

Abstract

Teknik bertanam kacang hijau umumnya masih dilakukan menggunakan tugal tradisional. Penggunaan tugal tradisional memiliki kelemahan yaitu membutuhkan 2 orang pekerja dan akurasi masuknya jumlah biji per lubang kurang seragam. Pengembangan dan modifikasi tugal tradisional menjadi tugal semi-mekanis perlu diupayakan untuk mengatasi permasalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang bangun dan melakukan uji kinerja tugal semi-mekanis dengan sistem penjatah berputar untuk biji kacang hijau. Metode penelitian dilakukan dengan mengukur dimensi biji kacang hijau, menganalisis ukuran diameter lubang penjatah, mendesain mekanisme tugal, membuat dan merakit komponen tugal, melakukan uji fungsional dan uji kinerja serta menganalisis hasil uji kinerja. Hasil analisis diperoleh diameter lubang penjatah yang digunakan adalah 9,48 mm untuk memperoleh jumlah biji keluar dari tugal sebanyak 2 – 3 biji dalam satu kali penugalan. Hasil uji kinerja menunjukkan bahwa tugal semi-mekanis dengan penjatah berputar ini dapat meningkatkan persentase akurasi biji keluar tugal dibanding beberapa penelitian sebelumnya yaitu mencapai 98% dengan kapasitas penugalan 2 – 3 detik per lubang.

Analisis Respons Optik Semiconductor Quantum Dot Sistem Three-Level Bertipe V

Yulyanto, Yulyanto, Nugroho, Bintoro S.

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1529.539 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi teoretik untuk mempelajari respons optik semiconductor quantum dot (SQD) yang dieksitasi dengan cahaya monokromatik. SQD yang ditinjau dimodelkan sebagai three-level system bertipe V. Perhitungan teoretik dilakukan menggunakan pendekatan semiklasik dengan memperlakukan SQD sebagai objek kuantum yang berinteraksi dengan medan elektromagnetik klasik. Formalisme density matrix digunakan dalam perumusan SQD dengan faktor damping yang diperhitungkan melalui operator Lindblad. Dari hasil perhitungan, diperoleh bahwa selain frekuensi medan pengeksitasi, frekuensi Rabi ikut menentukan kebergantungan respons optik SQD terhadap intensitas. Sementara, dinamika respons optik SQD (kebergantungan populasi terhadap waktu) menunjukkan bahwa frekuensi osilasi populasi meningkat seiring dengan meningkatnya intensitas medan pengeksitasi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada intensitas medan pengeksitasi rendah , spektrum serapan SQD menunjukkan bentuk kurva Lorentzian, sedangkan pada intensitas medan pengeksitasi tinggi , spektrum serapan SQD melebar berbentuk Gaussian akibat power broadening.

Kekuatan Mekanik Komposit Berpenguat Serat Kulit Terap Kontinu Sebagai Pengembangan Material Teknik Ramah Lingkungan

Rianto, Ari, Anjiu, Leo Dedy

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.873 KB)

Abstract

Telah dilakukan kajian eksperimental untuk mengetahui kekuatan tarik, kekuatan bending dan karakteristik perpatahan komposit serat kulit terap kontinu dengan perlakuan serat sebagai penguat komposit bermatriks resin polyester. Dalam penelitian ini, spesimen komposit dibuat dengan teknik hand lay-up dan pressing. Pembuatan spesimen komposit dengan penguat serat kulit terap bermatriks resin polyester dengan 3 lapisan serat terap dengan volume resin sebesar 70% sehingga resin yang digunakan sebanyak 168 g. Serat direndam selama 2 jam dalam larutan NaOH dengan konsentrasi yang bervariasi mulai dari 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Spesimen pengujian tarik dan bending mengacu pada standar ASTM D638-03 dan standar ASTM D 790-02. Hasil yang dicapai dari pengujian tarik yang dilakukan yaitu kekuatan tarik tertinggi pada variasi perlakuan NaOH 10 % terhadap serat terap dengan nilai sebesar 26,32 MPa meningkat 44% dari spesimen uji tanpa perlakuan NaOH dengan kekuatan tarik terendah sebesar 18,23 MPa. Nilai modulus elastisitas dan kekuatan bending tertinggi pada perlakuan perendaman dengan 15% NaOH dengan nilai berturut-turut sebesar 3,96 GPa dan 79,27 MPa. Bentuk patahan pada spesimen uji tanpa perlakuan NaOH menunjukkan banyak terjadi debonding dan pull-out dibandingkan patahan dengan perlakuan NaOH.

Penentuan Kedalaman Interface pada Bentuklahan Lereng Gunungapi Bawah dan Bentuklahan Dataran Aluvial Kepesisiran di Pulau Ternate

Salam, Ramdani, Sunarto, Sunarto, Santosa, Langgeng Wahyu

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1250.211 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengukuran interface menggunakan metode geolistrik 2D di wilayah pesisir Pulau Ternate. Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan keadaan interface dengan mengajukan asumsi sederhana yang berdasar pada prinsip trigonometri dasar. Pengukuran dilakukan di bagian barat sampai barat daya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah dan bentuklahan dataran aluvial kepesisiran.   Hasil pengukuran geolistrik pada keseluruhan lintasan menunjukkan,  ketebalan air tawar pada bentuklahan lereng gunungapi bawah berkisar 7 - 13 m dengan nilai resistivitas antara 25,9 – 100 Ωm.   Ketebalan air tawar pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran antara 15 m hingga kurang dari 20 m dengan nilai resistivitas antara 30 – 109 Ωm.   Kedalaman interface pada bentuklahan lereng gunungapi bawah  sekitar 13 m dari permukaan dengan kemiringan 77o, sedang kedalaman interface pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran sekitar 20 m dari permukaan dengan kemiringan 81o.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa ketebalan air tawar di daerah pesisir bagian barat sampai baratdaya pada bentuklahan lereng gunungapi bawah lebih tipis dibandingkan dengan daerah pesisir bagian timur hingga tenggara pada bentuklahan dataran aluvial kepesisiran.

Rancang Bangun Antena Mikrostrip Model Biquad untuk Komunikasi Wireless dengan Pandu Gelombang Coplanar pada Frekuensi 5.8 GHz

Lumembang, Megastin Massang, Abdullah, Bualkar

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.21 KB)

Abstract

Telah didesain dan difabrikasi sebuah antena mikrostrip model biquad yang mampu bekerja pada frekuensi wireless yaitu 5.8 GHz yang dapat digunakan sebagai media transformasi data. Antena mikrostrip didesain pada sebuah papan PCB FR4 dengan koefisien dielektrik 4.3 dan tebal 1.6 mm, kemudian didesain dengan model biquad bentuk kubus ganda dengan ukuran panjang yang sama.Pengukuran parameter antena menggunakan Vector Network Analyzer, diperoleh nilai karakterisasi antena yaitu VSWR 1.21, Return Loss-16.25dB, Bandwidth 400 MHz. Secara umum, hasil pengukuran antena model biquad yang telah difabrikasi memiliki nilai karakterisasi VSWR ≤2 dan Return Loss dibawah -9.54 dB sehingga memenuhi syarat sebagai antena komunikasi wireless yang sesuai dengan  standar industri WLAN IEEE 802.11.

Karakterisasi Sensor Kekentalan Oli Berbasis Serat Optik Plastik Menggunakan Metode Back Scattering

Yunus, Muhammad, Arifin, A.

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 8, No 1 (2018): May Edition
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.155 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan karakterisasi sensor kekentalan oli berbasis serat optik plastik. Sensor ini dibuat dengan cara memposisikan dua buah serat optik (transmitter dan receiver) tercelup ke dalam sampel oli yang diposisikan sejajar dan tegak lurus terhadap permukaan oli menggunakan metode hamburan balik (back scattering) pada sistem sensor serat optik intrinsik. Cahaya LED ditransmisikan melalui serat optik transmitter dan akan mengalami back scattering di dalam sampel oli kemudian diteruskan oleh serat optik receiver menuju fotodetektor dan akan terbaca pada OPM dan komputer. Penentuan karakteristik sensor kekentalan oli menggunakan variasi jarak dan panjang kupasan sensor serat optik dengan cladding dan tanpa cladding. Pengukuran terbaik diperoleh pada panjang kupasan 3 cm tanpa cladding menghasilkan nilai range16,427 nWatt, sensitivitas 0,205 nWatt/mPa.s, dan resolusi 4,870 mPa.s. Metode ini efektif dan efisien digunakan sebagai sensor kekentalan oli dengan sensitivitas dan resolusi yang baik.

Model Sederhana Gerak Osilator dengan Massa Berubah Terhadap Waktu Menggunakan Metode Runge Kutta

Acu, Yulia, Lapanporo, Boni Pahlanop, Kushadiwijayanto, Arie Antasari

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.895 KB)

Abstract

Persamaan gerak osilasi pegas dengan massa berubah terhadap waktu merupakan persamaan differensial non linear yang sulit diselesaikan secara analitik. Pada penelitian ini persamaan gerak osilasi tersebut diselesaikan menggunakan metode Runge Kutta orde empat dan Runge Kutta Fehlberg tingkat lima. Metode Runge Kutta menawarkan penyelesaian persamaan diferensial dengan pertumbuhan truncation error yang jauh lebih kecil. Hasilnya menunjukan gerak osilator dengan massa yang terus berkurang terhadap waktu memiliki sifat seperti osilator teredam dan menjadi gerak harmonik sederhana saat massa osilator tetap. Metode Runge Kutta orde empat dan Runge Kutta Fehlberg mampu menggambarkan keadaan sistem osilator dengan massa berubah terhadap waktu. 

Pengaruh NaClO2 terhadap Membran Nanofiber Polisulfon dengan Metode Electrospinning

Fauji, Najmudin, Kusumaatmaja, Ahmad, Triyana, Kuwat

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.482 KB)

Abstract

Polisulfon merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan dalam pembuatan membran karena ketangguhan dan stabilitasnya pada suhu tinggi. Dalam penelitian ini, dibuat membran polisulfon kosentrasi 20% dengan metode electrospinning. Selanjutnya pada larutan polisulfon konsentrasi 20% dilakukan penambahan NaClO2 0,015 gram, 0,020 gram, dan 0,030 gram. Material-material pada membran tersebut diidentifikasi dengan menggunakan FTIR, sedangkan morfologi permukaan membran diamati dengan SEM. Hasil spektrum FTIR menunjukkan tidak adanya ikatan pada penambahan NaClO2. Ini berarti, tidak terjadi perubahan sifat pada membran sebelum dan setelah ditambahkan NaClO2. Diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram mengalami perubahan menjadi lebih kecil dari diameter fiber membran polisulfon konsentrasi 20%. Diameter membran polisulfon 20% memiliki diameter rata-rata nanofiber (801±185) nm, sedangkan diameter membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,015 gram memiliki diameter rata-rata nanofiber (252±57) nm. Ini berarti penambahan NaClO2 pada larutan polisulfon 20% berpengaruh pada perubahan diameter. Pada membran polisulfon 20% dengan penambahan NaClO2 0,020 gram dan 0,030 gram tidak terbentuk membran (hanya terbentuk spray).  

Identifikasi Bijih Besi dengan Metode Geolistrik di Tanah Laut

Yuliarman, Deddy, Wahyono, Sri Cahyo, Husain, Sadang

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.157 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian identifikasi bijih besi di Desa Sumber Mulia, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kedalaman dan sebaran serta kuantitas bijih besi di bawah permukaan tanah. Penelitian ini menggunakan metode geolistrik hambatan jenis konfigurasi dipole-dipole dan karakterisasi X-Ray Flourescence (XRF). Akuisisi data  dilakukan secara mapping menggunakan 3 lintasan yang berjarak 50 m tiap lintasan dengan panjang lintasan 100 m. Hasil pengolahan 3 titik dengan menggunakan software Res2dinv diperoleh nilai resistivitas yang terbaca 50-5992 Ohm.m, dan kedalaman yang diperoleh hingga 8 m. Nilai resistivitas bijih besi yang terbaca pada penampang berkisar antara 1500-4482 Ohm.m. Pada lintasan 1 terdapat beberapa bongkahan bijih besi dengan kedalaman >3 m, di lintasan 2 terdapat 1 bongkahan dengan kedalaman >5 m, sedangkan pada lintasan 3 tidak terdapat bijih besi. Hasil inversi disusun berurutan untuk menentukan arah sebaran, dan didapatkan bijih besi di lokasi penelitian menyebar ke arah Barat Daya. Sampel bijih besi diambil di setiap lintasan, untuk dilakukan karakterisasi XRF. Secara umum dapat ditemukan penyusun utama bijih besi adalah unsur logam, dimana unsur Fe merupakan penyusun utamanya dengan kuantitas rata-rata 98,58%.

Sintesis dan Karakterisasi Fotoluminisens Carbon Dots Berbahan Dasar Organik dan Limbah Organik

Fatimah, Siti, Isnaeni, Isnaeni, Tahir, Dahlang

POSITRON: Berkala Ilmiah Fisika Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.218 KB)

Abstract

Bahan dan limbah organik dapat disintesis menjadi CDs dengan metode green synthesis berbasis microwave assisted. Bahan organik yang digunakan adalah sawi, kentang, biji jagung dan limbah jagung (kulit dan tongkol jagung). Karakterisasi fotoluminisens (PL) digunakan untuk menunjukkan sifat optik CDs. Hasil karakterisasi PL dari CDs berbahan dasar bahan dan limbah organik menunjukkan panjang gelombang yang relatif sama yaitu 500 nm. Perbedaan CDs bahan dan limbah organik yaitu pada intensitas pendaran CDs. CDs biji jagung memiliki intensitas pendaran yang tinggi dibandingkan CDs yang berasal dari bahan organik lainya yaitu 42 a.u.. Sedangkan untuk limbah jagung memiliki panjang gelombang dan intensitas yang relatif sama. Besarnya energi gap yang dihasilkan dari CDs dari bahan organik berada disekitaran 2,46 eV, dimana berada pada rentang energi gap CDs. Hal ini menunjukkan bahwa bahan dan limbah organik dapat disintesis menjadi CDs dengan efektif, efisien, ekonomis dan ramah lingkungan.