cover
Filter by Year
Marine Fisheries: JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN PERIKANAN LAUT
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Teknologi Dan Manajemen Perikanan Laut, merupakan media publikasi dari hasil-hasil penelitian/kajian di bidang teknologi dan manajemen perikanan laut secara luas. Jurnal ini di kelola oleh Forum Komunikasi dan Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) dan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP)-Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, yang diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November.
Articles
181
Articles
STUDI TINGKAH LAKU IKAN TERHADAP PROTOTYPE AUTO-LION (SKALA LABORATORIUM) Study of Fish Behavior with AUTO-LION Prototype, (Laboratorium Scale)

Chairunnisa, Shasa, Setiawan, Nanang, Irkham, `, Ekawati, Kristina, Anwar, Ahmad, Fitri, Aristi D. P.

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.67 KB)

Abstract

AUTO-LION is a FADs innovation with a light attractor that can be activated automatically, so it can help fishermen to increase their effectiveness in fish catching, whether day or night. Study of fish behavior need to do to know the success of fishing gear and grade of fish anxiety to response that was given. Fish behavior is fish movement and fish response to the existing situation in the environment. Fish behavior can be influenced by the changes that occur in the waters and the kebiaaan fish. In the fishing coastal, fish can be attracted to fish-collecting equipment used as aids. The fish collection tool is a fishing aids that placed in the waters to attract the attention of the fish, so the fish gather in the area and facilitate the fishermen in the fishing operation. The use of light atractors is considered to be able to assist the fishing process, especially the lights used at night. The purpose of this study is to determine the number of fish approaching and the average response time of fish to the different treatment that is on FADs, light, and prototype AUTO-LION (combination of rumpon and light). The method used in this research is experimental fishing method with indication of fish response time when observation. The results of observation on the average of the approaching fish have differences in each treatment given. There was a difference (sign <0.05) indicating that the behavior of fish with the treatment of the average number of fish approaching, and no difference (sign> 0.05) time of fish to approach when treated. The average interest of the closest approaching fish is the combination of FADs with light.Keywords: AUTO-LION, FADs, light, fishABSTRAKAUTO-LION (Automatic Lighting Rumpon) merupakan inovasi rumpon dengan atraktor cahaya yang dapat aktif secara otomatis sehingga dapat membantu nelayan untuk meningkatkan efektivitas dalam penangkapan, baik siang maupun malam hari. Studi mengenai tingkah laku ikan perlu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan alat dan tingkat ketertarikan ikan terhadap respon yang diberikan. Tingkah laku ikan merupakan pergerakan ikan dan respon ikan terhadap keadaan yang ada pada lingkungannya, dapat dipengaruhi oleh adanya perubahan yang terjadi pada perairan dan kebiasaan ikan. Dalam dunia penangkapan, ikan dapat tertarik dengan alat pengumpul ikan yang digunakan sebagai alat bantu. Alat pengumpul ikan adalah suatu alat bantu yang diletakan di perairan untuk menarik perhatian ikan, sehingga ikan berkumpul di daerah tersebut dan memudahkan nelayan dalam operasi penangkapan. Penggunaan atraktor cahaya dianggap mampu membantu proses penangkapan ikan di malam hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing dengan indikasi waktu respon ikan saat mendekati alat di setiap perlakuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah ikan yang mendekat dan rata-rata waktu respon ikan terhadap perlakuan yang berbeda yaitu pada rumpon, cahaya, dan prototype AUTO-LION (kombinasi rumpon dan cahaya). Hasil pengamatan terhadap rata-rata ikan yang mendekat memiliki perbedaan di setiap perlakuan yang diberikan.  Terdapat perbedaan (sign < 0,05) yang menunjukan bahwa tingkah laku ikan dengan adanya perlakuan terhadap rata-rata jumlah ikan yang mendekat, dan tidak terdapat perbedaan (sign > 0,05) waktu ikan untuk mendekat saat diberi perlakuan. Ketertarikan rata-rata ikan yang mendekat tertinggi adalah kombinasi rumpon dengan cahaya.Kata kunci: AUTO-LION, ikan, cahaya, rumpon

Status Pemanfaatan Perikanan Tuna Madidihang (Thunnus albacares) Berdasarkan Model Biologi Schaefer

Wiranata, Abgusta Fajri, Wiryawan, Budy -, Wisudo, Sugeng Hari, Zulbainarni, Nimmi -

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.061 KB)

Abstract

There are two types of population growth function  of the basic formulation of Schaefer’s biology model, however in this study there is a difference in form and value of “r” as one of a biology parameter.   In addition  to the difference in the method by calculating the process of a and b coefficient. The calculating process of a and b coefficient in Schaefer’s biology model was conducted through linear regression which has not yet been exact.  This is  due to  the model itself which is quadratic. Therefore to provide the solution is through quadratic process. The linear regression shows the value of fmsy and Ymsy 1.40 and 1.34 times smaller than quadratic process respectively. Based on the two graphs from the calculating process of a and b coefficient, it can be concluded that the utilization of yellowfin tuna fishery was still not optimal. According to the result based on the linear and quadratic regression, the maximum production of yellowfin tuna  can be increased to 664,037 and 877,340 kg.Keywords: Population growth function, Schaefer’s Biology Model, Utilization status, Yellowfin tunaABSTRAKDua jenis fungsi pertumbuhan populasi menjadi dasar pembentukan model biologi Schaefer, namun dalam kajian ini terdapat perbedaan dalam bentuk dan nilai r sebagai parameter biologi ditambah juga berdasarkan perbedaan metode perhitungan koefisien a dan b. Metode perhitungan koefisien a dan b model biologi Schaefer melalui regresi linear masih kurang tepat, karena model biologi Schaefer berbentuk kuadratik, sehingga penyelesaiannya harus melalui proses kuadratik. Nilai fmsy dan Ymsy dari proses regresi linear memiliki nilai 1,40 dan 1,34 kali lebih rendah dari proses kuadratik. Berdasarkan kedua kurva dari kedua metode perhitungan koefisien a dan b, maka status pemanfaatan perikanan tuna madidihang diduga masih belum optimal. Sehingga berdasarkan proses regresi linear dan kuadratik, maka produksi maksimal tuna madidihang masih dapat ditingkatkan sampai dengan 664.037 dan 877.340 kg.Kata kunci:  Fungsi pertumbuhan populasi, Model biologi Schaefer, Status pemanfaatan Tuna madidihang

DISTRIBUSI UKURAN DAN POLA MUSIM PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN KABUPATEN PANGKEP

Ihsan, .

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

The swimming crab potential is a resource that has high economic value. Therefore the utilization needs to be done continuously and  to achieve this is by conducting an important  research focussed on the size and the fishing season pattern of the swimming crab by studying the pattern of the catching season, it is expected to improve the efficiency and effectiveness of the catching time. The objective of this research is  to 1. Map the distribution of the frequency and size of crab and 2. Determine the pattern of fishing season in Pangkep waters. The research is conducted from March to November 2016. It is located in Pangkep waters regency, South Sulawesi Province. The data is collected through survey method consisted of primary and secondary data. The data were analyzed using frequency distribution analysis approach and time series analysis technique toward catch (kg) of fishing effort. The results obtained showed that the dominant female crab caught with a size > 10.0 cm, as well as dominant male crabs caught with a size > 10 cm. The fishing gear used is trap and gillnet. In addition the catching season is in May, June, July, September, October and November. The peak season of catching season takes place in June and September.Keywords: Size distribution, Season pattern, swimming crab, at Pangkep DistrictABSTRAKPotensi sumberdaya rajungan, merupakan komoditas sumberdaya yang memiliki nilai ekonomis penting, sehingga pemanfaatannya perlu dilakukan secara berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut maka ukuran hasil tangkapan dan pola musim  penangkapan  rajungan menjadi penting untuk diteliti. Adanya informasi pola musim penangkapan, diharapkan dapat meningkatkan efesiensi dan efektifitas waktu penangkapan rajungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan distribusi frekuensi dan ukuran rajungan yang tertangkap, dan 2) menentukan  pola musim hasil tangkapan rajungan di perairan Kabupaten Pangkep. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret sampai bulan November 2016, di perairan  Kabupaten Pangkep Propinsi Sulawesi Selatan.  Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan metode survei.  Data yang dikumpulkan terdiri dari data hasil tangkapan rajungan per hari; panjang dan lebar  (cm) karapas dan berat (gram/kg) rajungan. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan analisis distribusi frekuensi dan teknik analisis deret waktu (time series) terhadap hasil tangkapan (kg) persatuan upaya penangkapan. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa distribusi frekuensi rajungan betina, tertangkap  berukuran < 10,0 cm, lebih sedikit dibandingkan yang tertangkap  di atas ukuran > 10,0 cm. Demikian juga rajungan jantan ukuran < 10,0 cm jumlahnya lebih sedikit dan ukuran rajungan > 10,0 cm lebih dominan tertangkap. Alat tangkap yang digunakan adalah bubu lipat, dan gillnet rajungan. Pola musim penangkapan rajungan di perairan Kabupaten Pangkep terjadi pada bulan Mei, Juni, Juli, September, Oktober dan November dan puncak musim berlangsung pada bulan Juni dan September.Kata kunci: distribusi ukuran,  pola musim, rajungan, Kabupaten Pangkep

PENGELOLAAN PERIKANAN KARANG DI TAMAN NASIONAL WAKATOBI: PERSPEKTIF AKTOR DAN AGEN

Patanda, Mercy -, Wisudo, Sugeng Hari, Monintja, Daniel Rudolf, Wiryawan, Budy -

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Stakeholders, who are agents and actors in this matter play an important role in the management of reef fisheries in Wakatobi National Park. This study aims to identify the agents and actors in Wakatobi Regency and to identify similarities and differences of the perception between agents and actors in the management of conservation areas. The method used is  Principal Component Analysis (PCA). The result showed that there was a similar perception between agent and actor in which that the conservation gives benefit for the society in Wakatobi and the lack of regulation in Wakatobi Regency. Different perceptions between actors and agents occurred due to fishermen intention to fully utilize the resources for their welfare while the government intents to limit the fishing area in order to preserve the natural resources and the environment. Therefore, management related to the  regulation on legal-size of fish and the effectiveness of marine protected areas are needed. Keywords: Stakeholders, Coral Reef, Conservation, WakatobiABSTRAKPemangku  kepentingan sangat berperan penting dalam pengelolaan perikanan karang di Taman Nasional Kabupaten Wakatobi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi agen dan aktor yang berada di Kabupaten Wakatobi serta melihat persamaan dan perbedaan persepsi antara agen dengan aktor dalam pengelolaan kawasan konservasi. Penelitian ini menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA). Hasil kajian menunjukkan adanya persamaan persepsi antara agen dan aktor yaitu konservasi memberikan manfaat bagi masyarakat yang ada di Wakatobi dan masih kurangnya peraturan di Kabupaten Wakatobi. Perbedaan persepsi pada aktor dan agen karena nelayan ingin memanfaatkan perairan Taman nasional Wakatobi semaksimal mungkin untuk kesejahteraan nelayan sedangkan pemerintah membatasi wilayah penangkapan dalam rangka menjaga sumber daya alam dan lingkungannya sehingga perlu tindakan pengelolaan yaitu penentuan ukuran ikan yang tertangkap dan pengefektifan daerah perlindungan laut.Kata kunci: Pemangku Kepentingan, Perikanan Karang, Konservasi, Wakatobi

KEBERLANJUTAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN TELUK BONE, SULAWESI SELATAN

Mallawa, Achmar, Amir, Faisal, Safruddin, ., Mallawa, Elsa

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.388 KB)

Abstract

The skipjack is one of important fishery commodities in Gulf of Bone waters, exploited by fishermen through the year using kinds of fishing gears such as pole and line, purse seine, traditional seine net, hand line,  and predicted that some of these technologies were not sustainable. The objective of research was to analysis sustanaibility or environmental friendly of fishing technology of skipjack in Gulf of Bone waters, and has been done for six months, from January to June, 2017. Biology data of catch, fishing technic,  and social economic of fishing unit of pole and line, purse seine, traditional seine net and hand line was collected directely by survey method. The sustainability or environmental friendly of fishing technologies be analyzed using 14 biology, technic, economic and social (Arimoto modified by Mallawa). Result that pole and line reach 76.88 % of sustainability value, pole and line operated in FAD 51.50 %, purse seine 51.25 %, purse seine with FAD 48.75 %, traditional seine net 48.13 $ and hand line 68.18 %.  Low sustainability of fishing technologies caused by small size dominantly in catch, percentage of catch suitable length, investment, income,  number of labour dan fuell used, and protected organism in catch. Keywords: Sustainability, fishing technology, SkipjackABSTRAKIkan cakalang merupakan komoditas perikanan penting di perairan Teluk Bone.  Ikan cakalang merupakan salah satu ikan target yang dieksploitasi nelayan sepanjang tahun menggunakan berbagai jenis teknologi penangkapan ikan seperti huhate (pole and line), pukat cincin (purse seine), payang (traditional seine net), pancing tangan (hand line) dan diduga ada diantara teknologi tersebut tidak berkelanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis keberlanjutan/keramahan lingkungan teknologi penangkapan ikan cakalang di perairan Teluk Bone, selama enam bulan (Januari - Juni 2017). Data biologi hasil tangkapan, teknis alat tangkap dan sosial ekonomi usaha penangkapan huhate, pukat cincin, payang, dan pancing tangan dikumpulkan secara langsung menggunakan metode survei. Keberlanjutan/keramahan lingkungan teknologi penangkapan ikan dianalisis menggunakan 14 kriteria sesuai metode Arimoto modifikasi Mallawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa huhate rumpon mencapai nilai keberlanjutan 57,50 %, huhate tanpa rumpon 76,88 %, pukat cincin 51,25 %, pukat cincin rumpon 48,75 %, payang 48,13 % dan pancing tangan 68,13 %.  Rendahnya tingkat keberlanjutan teknologi penangkapan disebabkan oleh dominannya ikan ukuran kecil dan rendahnya ikan ukuran layak tangkap, nilai investasi, tingkat pendapatan, penggunaan tenaga kerja dan BBM dan tertangkapnya biota laut yang dilindungi.Kata kunci: Keberlanjutan, teknologi penangkapan, ikan cakalang.

KOMPETISI ALAT PENANGKAPAN IKAN SKALA KECIL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI

Hakim, Lukman, Wiyono, Eko Sri, Wahju, Ronny Irawan

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 9, No 1 (2018): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.155 KB)

Abstract

The fishermen in Tegalsari Fishing Port have been using vary of fishing gears that is feared could competing in getting catches. This research aims to identify fishing gear types according to fishing gear vessel’s volume, fishing time and frequency in every operation, fishing gears productivity, and fishing gears competition. The subject of this research are four biggest number of fishing gear units in PPP Tegalsari (cantrang, arad, gillnet, and mini purse seine) with fishing vessel volume below 10 GT. Samples were taken with purposive sampling method  and collected through filling out the questionnaires. The fishing gears’s productivity determined by the number of catch per unit effort (CPUE). Furthermore, the  fishing gear competition mapped by classified the matrix of transformed fishing gear’s productivity number into some clusters with hierarchycal cluster analysis (HCA). The results show the dominant fishing gear that local fishermen use are cantrang (5, 6, 10 GT), arad (3, 5, 6, 10 GT), gillnet (6 GT), and mini purse seine (9 GT), the highest average of fishing gear operation time is gillnet (3 hours), and the least is mini purse seine (± 1 hour) and the highest average of fishing setting number is cantrang by 27 times/trip and mini purse seine is the least by 5 times/trip, the highest productivity gained by cantrang (5163 kg/trip) and the least is Gillnet (363 kg/trip), and the most intensive fishing gear competition is between cantrang (5 and 6 GT), arad (3,5, and 6 GT), and gillnet (3 GT).Keywords: Competition, fishing gear, productivityABSTRAKNelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari menggunakan alat tangkap yang beragam. Dikhawatirkan antar alat tangkap saling berkompetisi dalam mendapatkan hasil tangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis  alat  tangkap  berdasarkan  GT kapal, waktu untuk 1 kali  operasi dan frekuensinya dalam satu trip penangkapan ikan, produktivitas  alat  tangkap, dan kompetisi antar alat tangkap. Alat tangkap yang diamati adalah cantrang, arad, gillnet dan mini purse seine yang dioperasikan menggunakan kapal berukuran ≤ 10 GT. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Produktivitas alat tangkap ditentukan berdasarkan nilai CPUE dan kompetisi antar alat tangkap ditentukan menggunakan metode hierachycal cluster analysis. Hasil penelitian menunjukkan: jenis alat tangkap berdasarkan  GT  kapal yakni  cantrang  (5, 6 dan 10 GT), arad (3,  5,  6 dan 10 GT),  gillnet (6 GT), dan mini purse seine (9 GT); waktu untuk 1 kali operasi penangkapan ikan  tertinggi  pada alat  tangkap gillnet (3 jam)  dan  terendah  pada  cantrang dan  mini purse seine (± 1 jam) serta jumlah operasi penangkapan ikan per trip tertinggi pada alat tangkap cantrang (27 kali/trip) dan terendah pada mini purse seine (5 kali/trip); produktivitas tertinggi pada alat tangkap cantrang (5163 kg/trip) dan terendah pada gillnet (363 kg/trip); dan antar alat tangkap yang berkompetisi secara ketat adalah cantrang (5 dan 6 GT), arad (3, 5 dan 6 GT), dan gillnet 6 GT.Kata kunci: Kompetisi, alat penangkapan ikan, produktivitas.

REVIEW INDIKATOR DARI INDEK PSA NOAA UNTUK IKAN PELAGIS KECIL (TEMBANG: Sardinella sp.; Famili Clupeidae) DAN IKAN DEMERSAL (KURISI: Nemipterus sp.; Famili Nemipteridae)

Yonvitner, ., Setyobudiandi, Isdradjad, Fachrudin, Ahmad, Affandi, Ridwan, Riani, Etty, Triramdani, Nurfitri

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 8, No 2 (2017): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.067 KB)

Abstract

ABSTRACTFishing activity have been caused change of fishs structure community and stock depletion.  In the future, this phenomenon also give impact to disturbance the stock sustainability. The study of vulnerability to be relevant before decide that stock has been depleted. The vulnerability study that has been developing based on productivity indicator, particularly for big pelagic fish. This research was conducted from any sources data that relevant to review indicator performance based on statistic approach with mean and confidence interval. PSA parameter for Sardinella and Nemipterus differ from others. This data relevant to apply as reference point for tropical small pelagic fish.Keywords: demersal, indicator, pelagic, performance, PSA ABSTRAKAktifivitas penangkapan terus mendorong terjadinya perubahan struktur komunitas ikan yang dapat menyebabkan penurunan stok dan keberlanjutan. Kajian kerentanan menjadi relevant sebelum memutuskan bahwa stok tersebut diambang penurunan. Kajian kerentanan yang dikembangkan selama ini adalah kelompok ikan pelagis besar.  Kajian ini dilakukan untuk merevisi indikator produktivitas sehingga bisa adaptif bagi ikan pelagis kecil. Data dikumpulkan dari berbagai sumber data sekunder untuk kemudian diolah secara statistik dengan pendekatan nilai rataan (mean) dan confidence interval untuk menentukan batas atas dan batas bawah. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter PSA untuk ikan tembang secara umum berubah dari kriteria PSA sebelumnya, begitu juga dengan ikan kurisi. Hasil modifikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai reference point bagi ikan pelagis kecil dalam analisis PSA yang lebih tepat bagi ikan ikan tropis.Kata kunci: demersal, indikator, pelagis, performa, PSA

MODEL MANAJEMEN RANTAI PASOK INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP BERKELANJUTAN DI PROPINSI MALUKU (The Ideal Model of Supply Chain Management of Sustainability Industrial Capture fisheries in Maluku Province)

Batubara, Siti Chairiyah, Maarif, M. Syamsul, Marimin, ., Irianto, Hari Eko

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 8, No 2 (2017): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (860.518 KB)

Abstract

ABSTRACTDesigning and managing Industrial capture fisheries Supply Chain is complex and its faces socially bound uncertainties such as poor collaboration, communication and information sharing. Such complexity cannot be reduced through quantitative supply chain design and management techniques.  The aim of this study was design an industrial capture fisheries supply chain in Maluku Province using Soft System Methodology. Multi Dimensional Scaling (MDS)and SCOR was applied in analyzing situational conditions related to the sustainability and performance of industrial capture fisheries. Analysis on capture fisheries shows in less sustainable category (43.91)and  the performance of both fishermen and company indicate an excellent and good grade. SSM analysis generated root definitions: Ministry of Marine Fisheries, Department of Marine, regional institution and stakeholder of the supply chain (O) realize the sustainable fishing industry and implementation of reliable activities in the fisheries sector and competitive globally (W) which integrates all the units along supply chain and coordinate the flow of materials, information and finance ranging from such aspects : production, downstream industries (handling and processing), up to marketing (T) of the Fishermen, industries processing (C) on the entire supply chain through  effective and efficient mechanism (E) as well as coordination both center and regional institution (A) related to quality and standardization of fishery products, distribution, infrastructure, data and information on fisheries (T)". The supply chain management of sustainable fishing industry model was developed by 20 activties. Improvement of Industrial capture fisheries supply chain in Maluku Province can be reached by doing activities within relevant system.Keywords: industrial capture fisheries, Multi Dimensional Scalling, SCOR, supply chain, SSM ABSTRAKMerancang manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap merupakan hal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mendisain model manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap yang ideal di Propinsi Maluku. Soft System Methodology (SSM) digunakan sebagai pendekatan kajian yang didukung oleh Multi Dimensional Scalling (MDS) untuk mengukur keberlanjutan industri perikanan tangkap dan Supply Chain Operation Reference(SCOR) untuk menganalisis kinerja industri perikanan tangkap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan industri perikanan tangkap berada pada kategori kurang berkelanjutan dan kinerjanelayan dan perusahaan berada pada kategori sangat baik dan baik. Analisis SSM menghasilkan root definition “Kementerian Kelautan Perikanan, Dinas Kelautan, PEMDA dan pelaku rantai pasok (O) mewujudkan industri perikanan tangkap yang berkelanjutan dan terselenggaranya aktivitas  di sektor perikanan yang andal dan mempunyai daya saing secara global (W) yang mengintegrasikan  semua unit dalam rantai pasok dan mengkoordinasikan  aliran material, informasi dan keuangan mulai dari aspek produksi, industri hilir (handling dan processing), hingga ke pemasaran (T) dari para Nelayan, industri-industri pengolah (C) pada seluruh rantai pasok  melalui mekanisme yang efektif dan efisien (E) serta koordinasi kelembagaan pusat dan daerah (A) terkait mutu dan standardisasi produk perikanan, distribusi, sarana prasarana, infrasrtuktur serta data dan informasi perikanan (T)”. Model manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap di Propinsi Maluku dibangun atas 20 aktivitas. Perbaikan rantai pasok industri perikanan tangkap dapat dicapai dengan melakukan aktivitas-aktivitas dalam model konseptual yang dibangun.Kata kunci:  industri perikanan tangkap, Multi Dimensional Scalling, SCOR, rantai pasok,SSM

HANG-IN RATIO GILLNET DASAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus SPP.) DI PALABUHANRATU JAWA BARAT (Hang-in Ratio Effect of Bottom Gillnet on Characteristic of Lobster (Panulirus spp.) in the Palabuhanratu, West Java)

Khikmawati, Liya Tri, Martasuganda, Sulaeman, Sondita, Fedi Alfiadi

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 8, No 2 (2017): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.581 KB)

Abstract

ABSTRACTHang-in ratio (HR) will determine the characteristics of lobster caught by bottom gillnet, e.g number, size (weight and length) and quality. Higher hang-in ratio means more net material needed per length unit to develop a set of bottom gillnet.  At the same time, higher hang-in ratio may increase the probability of lobster being entangled, so it can decrease the quality of the catches. The purpose of this study was to determine the optimum design of bottom gillnet in Palabuhanratu, West Java by considering the effect of different hang-in ratio (52%; 41% and 29%) on the characteristics of lobster caught, easier of releasing the catches from the net, and the material needed. A field work was carried out to perform an experimental fishing consisted of 23 fishing trips during October to November 2016. Statistical tests did not show any effect of the hang-in ratio. Based on scoring method, the best hang-in ratio is 29% due to capture the number of types of catches at least, easier of releasing catches from the net and fewest material needed.Keywords: bottom gillnet, hang-in ratio, lobster, PalabuhanratuABSTRAKPenggunaan hang-in ratio (HR) akan berpengaruh terhadap karakteristik hasil tangkapan lobster yang ditangkap dengan jaring insang dasar, seperti: jumlah, berat, panjang dan kualitas (kelengkapan tubuh). Penggunaan hang-in ratio yang besar akan meningkatkan penggunaan bahan atau mata jaring persatuan panjang dalam pembuatan satu unit jaring insang dasar. Penggunaan hang-in ratio yang besar pada jaring mengakibatkan semakin sulit lobster dilepaskan dari puntalan jaring karena tingkat kekenduran jaring yang tinggi. Jika tidak berhati-hati saat melepaskan lobster dari puntalan jaring dapat mematahkan bagian tubuh lobster (menurunkan kualitas hasil tangkapan). Tujuan penelitian adalah menentukan desain terbaik jaring insang dasar dengan melihat perbedaan hasil tangkapan, kemudahan melepaskan hasil tangkapan dari jaring dan penggunaan bahan jaring dari hang-in ratio yang berbeda, yaitu (52%, 41% dan 29%) di Palabuhanratu, Jawa Barat. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016 dengan 23 kali trip penangkapan. Uji statistik penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis hang-in ratiotidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik hasil tangkapan lobster. Namun, berdasarkan skoring HR terbaik yang digunakan pada jaring adalah 29% karena menangkap jumlah jenis hasil tangkapan paling sedikit, lebih mudah melepaskan hasil tangkapan dari jaring, membutuhkan bahan jaring paling sedikit.Kata kunci:  jaring insang dasar, hang-in ratio, lobster, Palabuhanratu

PERAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRI TUNA (The Role of Nizam Zachman Oceanic Fishing Port to Support Tuna Industries)

Hutapea, Roma Y.F, Solihin, Iin, Nurani, Tri Wiji

Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol 8, No 2 (2017): Marine Fisheries - Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.133 KB)

Abstract

ABSTRACTNizam Zachman Oceanic Fishing Port (OFP) has basic facilities, supportive facilities, and functional facilities that are needed for fishing activities in the port. The role of Nizam Zachman OFP as one of the largest tuna fishing ports in Indonesia is to support the availability of facilities required by each tuna industry stakeholders. The aimed of the research were to determine the role of Nizam Zachman OFP in providing support facilities and services in the activities of tuna fishing industries; and to determine the level of interest tuna stakeholders and level performance of Nizam Zachman OFP. Data analysis were carried out using a scoring method based on Ministry Regulation of Marine Affair and Fisheries number 8/PERMEN-KP/2012 about Fisheries Port then adapted to the conditions in the sites and analyze the level of interest and performance level with IPA (Importance Performance Analysis). The results showed that the role of Nizam Zachman OFP was good in production activities, infrastructure and public services, and there were still several service atributes performance that still have to be improved by the fishing port authority.Keywords: tuna industries, IPA, Nizam Zachman, fishing port role, scoring               ABSTRAKPelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman memiliki fasilitas pokok, fasilitas penunjang, dan fasilitas fungsional yang sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas perikanan di pelabuhan. Peran PPS Nizam Zachman sebagai salah satu pelabuhan perikanan tuna terbesar di Indonesia dalam menunjang ketersediaan fasilitas diperlukan oleh setiap stakeholder industri tuna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peran PPS Nizam Zachman dalam menyediakan fasilitas pendukung dan pelayanan dalam kegiatan industri perikanan tuna; dan menentukan tingkat kinerja PPS Nizam Zachman serta tingkat kepentingan  stakeholder tuna. Analisis data dilakukan dengan pembobotan atau scoring berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 8/PERMEN-KP/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi di lokasi penelitian.  Selanjutnya dilakukan analisis tingkat kepentingan dan kinerja dari PPS Nizam Zachman dengan menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS Nizam Zachman berperan baik dalam aktivitas produksi, sarana prasarana dan pelayanan umum dan terdapat beberapa atribut pelayanan PPS Nizam Zachman yang masih harus ditingkatkan kembali kinerjanya.Kata kunci: industri tuna, IPA, Nizam Zachman, peran pelabuhan perikanan, skoring