cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
-
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011" : 7 Documents clear
Apoptosis Pada Sperma Sebagai Petanda Adanya Gangguan Kesuburan Pria Hadi, Restu Syamsul
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen analysis includes assessment of volume, color, viscosity, pH, concentration, motility, and morphology as standard procedures to semen analysis. It has known that correlation between apoptosis and spermatogenesis. Apoptosis is a mechanism regulating spermatogenesis in humans, and there are clear differences in molecular markers of apoptosis between males with normal sperm parameters and those with abnormal sperm parameters. Sperm apoptosis has been shown to increase after testicular injury, such as exposure to toxics, varicocle, testicular torsion, hormonal deprivation and genetic abnormalities. It has been found that the number of sperm with Fas expression was low in subjects with normal sperm parameters but high in men with abnormal sperm parameters. It has been reported that the number sperm with Fas expression was low in subjects with normal sperm parameters but high in men with abnormal sperm parameters. Male infertility appears to be positively correlated with increased levels of apoptotic sperm. Sperm DNA damage and sperm apoptosis have been considered as useful marker of male fertility disorder.Keywords : infertility, spermatogenesis, apoptosis, DNA damage
Diabetes Mellitus dengan Penyulit Kronis Purnamasari, Endah; Poerwantoro, Bambang
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term diabetes mellitus describes a metabolic disorder of multiple aetiology characterized by chronic hyperglycaemia resulting from defects in insulin secretion, insulin action, or both. Diabetes mellitus cause a long–term damage, dysfunction and failure of various organs. The long–term effects of diabetes mellitus include macroangiopathy and microangiopathy complications, such as progressive retinopathy with potential blindness, nephropathy that may lead to renal failure, and increased risk of cardiovascular, peripheral vascular and cerebrovascular disease. This is a report of a case diabetes mellitus with macroangiopathy and microangiopathy complications.Keywords : Diabetes mellitus, macroangiopathy, microangiopathy 
Melatonin dan Kanker Payudara Sandra, Yurika
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melatonin adalah hormon peptida golongan indolamin yang disintesis pada kelenjar pineal. Berbagai studi secara in vitro dan in vivo telah membuktikan bahwa melatonin memiliki efek onkostatik pada kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang terinduksi pada paparan estrogen. Estrogen dapat menstimulasi proliferasi sel epitel payudara melewati  2 cara yaitu berikatan dengan reseptor α sehingga menyebabkan propagasi dan kemungkinan estrogen langsung bersifat genotoksik. Melatonin dapat menekan pertumbuhan kanker payudara karena  memiliki kemampuan untuk menghambat radikal bebas, imunomodulator, menekan aktivitas telomerase dan mempengaruhi sintesis serta transduksi sinyal hormon estrogen. Melalui studi epidemiologis juga membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara wanita yang bekerja malam hari  dengan peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Beberapa uji klinik juga membuktikan bahwa pemberian suplemen melatonin pada penderita kanker payudara dapat meningkatkan angka kesembuhan.Keywords : melatonin, estrogen, kanker payudara 
Efek Penghambatan Gingerol Terhadap 8- Hidroksideoksiguanosin (8-OHdG) Penginduksi Sel Kanker, HepG2 -, Harliansyah
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Oxidative stress can damage the function of normal cells and cause pathological conditions. One of the products of oxidative stress is the formation of compounds 8-hydroxy-2deoksiguanosine (8-OHdG), which is the result of oxidation of the structure of DNA and a risk factor for cancer, atherosclerosis and diabetes on the bodys tissues. In this research note that the administration of 1000 ug / ml gingerol reduces the formation of 8-OHdG hepatoma cells (HepG2) is 81.62 ± 5.59 ng / ml versus control significantly (p <0.05; r = 0.76). This result ensures that the antioxidant properties contained in the gingerol can inhibit the activity of free radical markers (8-OHdG) so likely as a preventative against degenerative diseases such as cancer cells.Keywords: gingerol, oxidative stress, 8-OHdG
Perbedaan Titer Imunoglobulin G Anti Campak Bayi Baru lahir Aterm dengan Preterm di RSUD Dr.Moewardi Surakarta Herlinawati, Sri Wahyu; Subagyo, Bambang; Hafidh, Yulidar
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infants are protected from infections due to maternal IgG which were taken intrauterine. Gestational age is predicted to have direct correlation with IgG titer in newborn. The aim of this study was to find out the mean difference of anti measles IgG titer between preterm and aterm newborn. Preterm newborns were taken consecutively and appropriated by gender to aterm groups. Laboratory examination and interview to the parents were performed. Paired t-test were used to compare anti measles IgG titer between two groups. Multivariate analysis were performed to factors contributed in anti measles IgG titer. The result showed the mean difference was significant, between anti measles IgG titer preterm and aterm newborn. The mean difference was 1417,05 mIU/ml (p<0,05). The mean of anti measles IgG titer was lower in preterm newborn compared with aterm. Multivariat analysis showed prematurity is risk factor for a low level anti measles IgG titer in newborn. This study concluded that the mean of anti measles IgG titer in preterm newborn is lower than aterm. Prematurity is risk factor for a low level anti measles IgG titer in newborn. Maternal anti measles IgG and uteroplacenta circulation give contribution to anti measles IgG titer in newborn.Keywords :  anti measles immunoglobuline G, preterm, maternal antibody   
Persentase Distribusi Penyakit Genetik dan Penyakit Yang Dapat Disebabkan Oleh Faktor Genetik Di RSUD Serang Laksono, Sony Pamuji; -, Qomariyah; Purwaningsih, Endang
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelainan genetik dapat disebabkan oleh kelainan kromosom maupun mutasi gen dominan maupun gen resesif pada autosom maupun kromosom seks. Kelainan kromosom dapat berupa kelainan  jumlah maupun struktur , seperti sindrom Down atau trisomi 21sindrom Patau atau trisomi 13, sindrom tangis kucing atau sindrom de Groucy. Beberapa kelainan dapat juga dipengaruhi oleh faktor genetik seperti asma, hipertensi, schizophrenia, obesitas , dan penyakit Parkinson. Telah dilakukan penelitian  tentang persentase distribusi  kelainan  genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi pleh faktor genetik di RSUD Serang, Jawa Barat. Sampel penelitian diperoleh dari data sekunder dari Rumah Sakit Umum Daerah Serang dan jenis sampel adalah penderita kelainan genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik mulai tahun 2007 sampai dengan 2010. Data yang diperoleh berupa pesrsentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kelainan genetik yang ditemukan adalah sindrom Down yaitu ditemukan 2 sampai 4 kasus setiap tahun. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang ditemukan antara lain asma, diabetes mellitus, hipertensi primer, schizophrenia, spina bifida, penyakit Parkinson. Diantara kelainan tersebut yang kasusnya banyak  ditemukan di setiap tahunnya adalah schizophrenia, asma dan hipertensi primer. Sedangkan untuk kasus penyakit Parkinson di tahun 2007  ditemukan 19 kasus dan di periode 3 tahun berikutnya ditemukan kurang dari sepuluh kasus. Spina bifida ditemukan kurang dari 10 kasus di tahun 2007 dan 2010, sedangkan tahun 2008 dan 2009 ditemukan lebih dari 10 kasus. Penyakit Alzheimer mulai tahun 2007 – 2010 tidak ditemukan kasusnya. Disimpulkan bahwa kelainan genetik murni yang ditemukan di RSUD Serang adalah sindrom Down. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang kasusnya banyak ditemukan adalah hipertensi, asma dan schizophrenia. Frekuensi kelainan /penyakit tersebut selama kurun waktu 2007-2010 adalah sebesar 2,6 %, khusus untuk sindrom Down sebesar 0,0056 %Kata kunci : sindrom down, hipertensi,  asma, schizophrenia
Uji Aktivitas Antikanker (Preventif dan Kuratif) Ekstrak Etanol Temu Mangga (Curcuma Mangga Val.) Pada Mencit yang Diinduksi Siklofosfamid -, Yuandani; Dalimunthe, Aminah; Hsb, Poppy Anjelisa; Septama, Abdi Wira
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): VOL 3 No 2 tahun 2011
Publisher : Majalah Kesehatan Pharmamedika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi kanker di Indonesia cukup tinggi, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 terdapat  4,3 per 1000 penduduk menderita kanker. Sementara itu umumnya antineoplastik yang digunakan untuk pengobatan kanker menyebabkan toksisitas karena kerjanya yang kurang selektif. Oleh karena itu diperlukan penemuan obat baru dari tanaman sebagai alternatif pengobatan yang efektif dan aman.  Penelitian ini dimaksudkan untuk membuktikan adanya aktivitas antikanker ekstrak etanol rimpang temu mangga baik sebagai agen preventif maupun kuratif. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan mencit jantan sehat, dengan berat badan 20 – 30 g sebagai hewan percobaan. Ekstrak etanol rimpang temu mangga  diberikan kepada hewan uji dengan dosis 200, 400, dan 800 mg/kg BB. Pada uji antikanker sebagai agen preventif diberikan sediaan uji tersebut selama 7 hari, pada hari ke-8 diinduksi siklofosfamid secara parenteral. Tigapuluh jam kemudian hewan dibunuh dan dibedah. Darah  diambil  untuk penentuan nilai hematokrit dan sumsum tulang femur untuk pemeriksaan mikronukleusambil. Sedangkan pada uji antikanker sebagai agen kuratif hewan dinduksi siklofosfamid terlebih dahulu, 30 jam kemudian diberi sediaan uji selama 7 hari. Pada hari ke-8  hewan dibunuh dan dibedah, lalu diambil darah untuk penentuan nilai hematokrit dan sumsum tulang femur pemeriksaan mikronukleusambil. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rimpang temu mangga menghambat pembentukan mikronukleus dan meningkatkan nilai hematokrit baik pada uji preventif maupun kuratif yang bermakna secara statistik (P<0,05). Aktivitas terbaik tampak pada dosis 800 mg/kg BB dengan jumlah mikronukleus dan nilai hematokrit yang mendekati nilai pada kelompok yang diberi suspensi CMC 1%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol rimpang temu mangga memiliki aktivitas antikanker baik sebagai agen preventif maupun kuratif.Kata kunci : ekstrak etanol, temu mangga, antikanker, jumlah mikronukleus, nilai hematokrit

Page 1 of 1 | Total Record : 7