cover
Filter by Year
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
Articles
399
Articles
Efek Suplementasi Vitamin A, Minyak Fortifikasi dan Edukasi Gizi Ibu Nifas terhadap Morbiditas Ibu dan Bayi

Salam, Abdul, Briawan, Dodik, Martianto, Drajat, Thaha, Abdul Razak, Arundhana, Andi Imam

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.698 KB)

Abstract

Kekurangan vitamin A dapat berpengaruh pada peningkatan morbiditas ibu nifas maupun bayi yang baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian vitamin A dosis tinggi (2vitA dan 1vitA), minyak goreng fortifikasi (Forti A) dan edukasi gizi (Edukasi) terhadap morbiditas ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi ekpesimen. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebesar 295 subjek yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Morbiditas terutama terkait ISPA dan diare diukur setiap 2 minggu sampai bayi berusia 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ibu nifas dalam penelitian ini berusia 27 tahun dan sekitar 42% ibu nifas telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA. Rata-rata frekuensi sakit ISPA ibu pada kelompok Forti A lebih rendah dibandingkan dengan kelompok 2vitA, 1vitA dan edukasi yakni masing-masing 0.04, 0.31, 0.95 dan 0.29 (p<0.000). Begitu pun juga halnya ditemukan pada durasi ISPA untuk setiap kelompok yakni masing-masing 0,17 hari,0.99 hari, 3.16 hari, dan 1.07 hari (p<0.000). Pemberian minyak fortifikasi dapat mengurangi kejadian morbiditas.

Densitas Gizi dan Morbiditas serta Hubungannya dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah Pedesaan

Davidson, Sarah Melati, Dwiriani, Cesilia Meti, Khomsan, Ali

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.006 KB)

Abstract

Usia prasekolah merupakan periode golden age yang rentan terhadap penyakit infeksi sehingga harus diperhatikan pemenuhan gizinya agar dapat tumbuh kembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji densitas zat gizi dan energi pangan, densitas asupan zat gizi dan energi, morbiditas, serta hubungannya dengan status gizi BB/U, TB/U, dan BB/TB pada anak usia prasekolah di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan data Improving Child Growth and Development through Nutrition and Psychosocial Intervention in Early Childhood Education (PAUD) Setting in Rural Areas berkerja sama dengan Nestle Foundation (NF) Switzerland. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study melibatkan 120 anak usia prasekolah usia 4-6 tahun. Lokasi dan subjek dipilih secara purposive dilakukan di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar subjek memiliki status gizi yang baik. Densitas gizi pangan anak usia prasekolah pedesaan rendah kualitas zat gizinya. Densitas asupan zat gizi mikro ditemukan rendah tetapi tinggi densitas asupan energi. Lebih dari setengah subjek dengan tingkat morbiditas tinggi. Densitas asupan energi signifikan berhubungan dengan status gizi BB/U dan BB/TB (p<0.05). Densitas asupan protein signifikan berhubungan dengan status gizi BB/U dan TB/U (p<0.05). Morbiditas tidak signifikan berhubungan dengan status gizi.

Periode Waktu Inisiasi Anti-Retroviral Terapi (ART) Berhubungan dengan Perbedaan Outcome dan Tingkat Kadar CD4 pada Kasus HIV Positif

Putri, Wayan Citra Wulan Sucipta, Sawitri, Anak Agung Sagung, Sari, Komang Ayu Kartika

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.936 KB)

Abstract

Pemberian ART (Anti Retroviral Therapy) lebih dini pada level CD4 yang lebih tinggi diyakini memberikan outcome yang lebih baik. Penelitian bertujuan mengetahui adanya perbedaan outcome dan tingkat kadar CD4 berdasarkan periode waktu inisiasi awal ART pada penderita HIV positif. Penelitian menggunakan rancangan kohort retrospektif, menggunakan data sekunder untuk melihat perbedaan outcome (CD4, status mortalitas, morbiditas, lost to follow up) pasien berdasarkan periode waktu inisiasi ART. Populasi penelitian adalah seluruh pasien HIV-positif yang sedang atau sudah menjalani ART di Kota Denpasar. Sebanyak 312 pasien diikutkan dalam penelitian ini sesuai kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi subjek yang mengalami kenaikan CD4 hanya 0-99sel/mm3 cenderung lebih besar pada kelompok yang memulai ART lebih dari 12 minggu dibandingkan pada kelompok yang memulai ART 12 minggu ke bawah (44.7% vs 36.7%). Begitu pula sebaliknya, proporsi subjek yang mengalami kenaikan CD4 ≥100 sel/mm3 lebih besar pada kelompok inisiasi ART ≤12 minggu (73.3% vs 55.3%) p=0.046. Proporsi subjek yang meninggal dan lost to follow up lebih besar pada kelompok subjek yang memulai ART lebih dari 12 minggu dari pada sebaliknya (berturut-turut 11% dan 24.2% vs 5% dan 12.7%, p=0.003). Perbedaan signifikan juga terlihat, proporsi subjek yang masih memakai ART lebih besar pada kelompok subjek yang melakukan inisiasi ART ≤12 minggu (64.8% vs 82.4%, p=0.003).

School Based Intervention sebagai Upaya Perbaikan Konsumsi Buah dan Sayur Siswa Sekolah Dasar

Dampang, Damelya Patricksia

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.57 KB)

Abstract

Anak usia sekolah rentan mengalami masalah gizi salah satunya dikarenakan faktor lingkungan, terutama lingkungan fisik yang menyediakan makanan secara luas, terjangkau dan densitas energi lebih tinggi serta kurangnya konsumsi buah dan sayur. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kebiasaaan makan buah dan sayur pada anak sekolah adalah adanya school based intervention. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh program school based intervention terhadap peningkatan konsumsi buah dan sayur siswa sekolah dasar. Penelitian berlangsung dari Februari sampai Mei 2017 di Nganjuk, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan pre-post intervention dengan jumlah subjek yakni 50 siswa (10-13 tahun) yang diberikan tiga jenis intervensi, yaitu school gardening, cooking class, dan pemberian buah dan sayur dalam bentuk olahan disekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya ketiga intervensi tersebut dapat meningkatkan konsumsi buah dan sayur siswa yakni 130 g/hr dan 100 g/hr dan ketersediaan buah dan sayur di rumah meningkat yakni 81 g/minggu dan 182 g/minggu. Hasil recall SQ-FFQ 2x24 jam menunjukkan rata-rata konsumsi padat energi berkurang dari 1420 kkal menjadi 1241 kkal. Berdasarkan hasil tersebut maka school based intervention dapat dijadikan sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan konsumsi buah dan sayur serta ketersediaan buah dan sayur di rumah.

Pemanfaatan Budaya Posoropu dalam Perawatan Masa Nifas oleh Perempuan Buton Utara

Usman, Usman, Sapril, Sapril

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.475 KB)

Abstract

Masa nifas adalah masa setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Perempuan Buton memanfaatkan tradisi posoropu sebagai perawatan masa nifas yang dapat mempengaruhi status kesehatan. Penelitian bertujuan mengeksplorasi pemanfaatan tradisi posoropu saat masa nifas perempuan di Kecamatan Kulisusu, Kecamatan Bonegunu, dan Kecamatan Kulisusu Utara di Kabupaten Buton Utara. Sebuah studi kualitatif dengan pendekatan Etnografi, dilakukan dengan wawancara mendalam pada 14 informan yang didapatkan dengan purposive sampling. Dari hasil analisis tradisi posoropu saat masa nifas perempuan Buton, terdiri dari aspek sosial dan aspek budaya. Adapun aspek sosial, yaitu perempuan Buton memiliki self concept bahwa perawatan yang dilakukan oleh Bisa (dukun beranak) menimbulkan sentuhan magis, dipercaya, dan kepuasan pelayanan dalam mengembalikan fungsi organ reproduksi sediakala. Indentifikasi individu terhadap kelompok sosial yaitu adanya ketertarikan dan kebiasaan turun temurun memilih pengobatan dilakukan Odhe (hatra) dan “Bisa”. Aspek budaya dari tradisi perawatan masa nifas yang harus dilakukan, yaitu pidaho wee musodo (mandi air panas), pirarai (panggang), kabongkoi (ikat pinggul/perut), dan meminum ramuan tradisional. Ditinjau dari aspek sosial masyarakat Buton Utara masih mempertahankan tradisi masa nifas sedangkan aspek budaya masyarakat masih berpegang teguh terhadap budaya yang telah diwariskan oleh nenek moyang secara turun temurun.

Analisis Status Hidrasi dan Asupan Zat Gizi Serta Air pada Ibu Hamil

Mulyani, Erry Yudhya, Hardinsyah, Hardinsyah, Briawan, Dodik, Santoso, Budi Iman

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.177 KB)

Abstract

Kehamilan merupakan periode fisiologis-spesifik yang mana selama periode ini, kebutuhan zat gizi meningkat. Sebanyak 50-70% ibu hamil mengalami mual dan muntah terus menerus, berdampak pada kurang maksimalnya pemberian asupan gizi bagi ibu dan bayi. Keberlanjutan kondisi ibu dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh yang berdampak pada status hidrasi ibu. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan karakteristik, sosial-ekonomi, status gizi, asupan gizi dan air dengan status hidrasi. Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Subjek penelitian ini adalah ibu hamil trimester kedua, memeriksakan kehamilan di tempat penelitian berjumlah 107 subjek. Uji t-test independent dan chi-square digunakan untuk menganalisis data. Subjek dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan status hidrasi dari nilai osmolalitas urin; normal dan hipohidrasi. Nilai rerata osmolalitas urin pada kelompok hipohidrasi dan normal, adalah 838.78±172.35 mOsm/Kg dan 268.05±116.64 mOsm/Kg. Karakteristik subjek (umur, umur kehamilan, berat badan, tinggi badan, status gizi sebelum hamil, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, lingkar panggul, tekanan darah) tidak terdapat perbedaan di antara dua kelompok (p≥0.05). Tidak terdapat hubungan tingkat pendidikan ayah dan ibu, pekerjaan ayah dan ibu, pengeluaran rumah tangga, dan pengetahuan ibu (p≥0.05). Terdapat perbedaan asupan energi, karbohidrat, dan zinc di dua kelompok (p<0.05), tetapi tidak menemukan perbedaan asupan (protein, lemak, kalsium, zat besi, asam folat) dan air di dua kelompok (p≥0.05). Namun demikian, ibu harus tetap memerhatikan asupan zat gizi dan air untuk mendukung tumbuh kembang janin.

Level Aktivitas Fisik dan Kualitas Hidup Warga Lanjut Usia

Dewi, Syamsumin Kurnia

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.532 KB)

Abstract

Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa partisipasi aktif dalam kegiatan olahraga merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kualitas hidup peserta posyandu lanjut usia (lansia). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan level aktivitas fisik dan kualitas hidup lansia di Kecamatan Bambanglipuro, Bantul. Suatu studi cross-sectional dilaksanakan selama Juni-September 2017. Sampel adalah 123 subjek lansia di Bambanglipuro yang terpilih melalui teknik consecutive sampling. Level aktivitas fisik diukur dengan IPAQ-short form. Kualitas hidup diukur dengan kuesioner SF-36 dan dinyatakan dalam 2 skala: kualitas kesehatan fisik dan kualitas kesehatan mental. Data dianalisis dengan uji chi-square dan multiple logistic regression. Hasil menunjukkan mayoritas lansia memiliki kualitas kesehatan fisik dan kualitas kesehatan mental yang baik (69,1%;76,4%). Analisis multivariat menunjukkan bahwa level aktivitas fisik yang tinggi dan tidak adanya hipertensi berhubungan dengan kualitas kesehatan fisik yang baik (aPR=9,38;95%CI=1,81-48,45 vs aPR=5,12;95%CI=1,55-16,93) dan kualitas kesehatan mental yang baik (aPR=11,87; 95%CI= 2,50-56,33 vs aPR=4,39; 95%CI=1,16-16,70). Terbukti bahwa level aktivitas fisik yang tinggi dan tidak adanya status hipertensi berhubungan dengan kualitas hidup yang baik dari lansia.

Penurunan Derajat Kesehatan Pedagang Akibat Pajanan Debu PM10 di Kawasan Pasar Siteba Kota Padang

Gusti, Aria, Arlesia, Ayu, Anshari, Luthfil Hadi

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.155 KB)

Abstract

PM10 merupakan debu berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama peningkatan penyakit saluran pernapasan. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat risiko kesehatan lingkungan melalui analisis risiko pajanan PM10 pada pedagang di kawasan Pasar Siteba Kota Padang dan manajemen risiko yang dapat dilakukan. Penelitian menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Maret 2017, sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data adalah secara univariat dan ARKL. Konsentrasi rata-rata PM10 di 3 lokasi sampling adalah150 μm/Nm3. Nilai konsentrasi referensi (RfC) dari PM10 adalah 0,014 mg/kg/hari. Nilai intake lifetime pajanan PM10 secara inhalasi di Simpang Kodam Siteba dan Simpang Perumnas Siteba memiliki nilai RQ > 1, menunjukkan bahwa pemajanan tidak aman bagi pedagang sehingga perlu dilakukan pengendalian dan nilai intake realtime pajanan PM10 secara inhalasi pada ketiga lokasi sampling menunjukkan bahwa pemajanan masih aman atau tidak beresiko pada pedagang dengan nilai RQ < 1. Hasil perhitungan risiko lifetime menunjukkan terdapat 2 lokasi sampling berisiko yaitu di Simpang Kodam Siteba dan Simpang Perumnas Siteba dengan nilai RQ > 1, yang menunjukan bahwa pedagang berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan pada 30 tahun mendatang.

Penentuan Lokasi TPA dengan Pendekatan Spasial di Pulau Kecil Kota Makassar

Birawida, Agus Bintara, Makkau, Bukroanah Amir, Dwinata, Indra

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.788 KB)

Abstract

Sampah merupakan permasalahan lingkungan yang sampai saat ini masih terjadi di daerah kepulauan, khususnya pulau-pulau kecil. Setiap tahun sampah yang dibuang ke laut terus mengalami peningkatan yang diakibatkan oleh aktivitas masyarakat sekitar pulau. Tujuan penelitian untuk menentukan titik koordinat terbaik dalam penempatan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan spasial. Pengambilan data untuk penentuan titk terbaik dalam penempatan lokasi TPA didasarkan pada pengambilan titik koordinat GPS dan pengukuran di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengambilan titik koordinat GPS dan pertimbangan kategori pengukuran objektif, yaitu kemiringan lereng, jarak terhadap garis pantai dan pemukiman, kapasitas lahan, kedalam muka air tanah, serta kapasitas lahan didapatkan hasil Lokasi TPA terbaik untuk Pulau Kodingareng Lompo berada pada pada titik koordinat lintang 119,26514o dan bujur -5,14793o yang letaknya berada di tengah pulau. Untuk pembuatan TPA sampah, sanitary landfill merupakan jenis TPA yang paling cocok diterapkan di Pulau Kodingareng Lompo.

Karakteristik dan Distribusi Spasial Habitat Positif Larva Nyamuk Anopheles spp. Berdasarkan Curah Hujan

Tulak, Noper, Handoko, Handoko, Hidayati, Rini, Hadi, Upik Kesumawati, Hakim, Lukman

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.324 KB)

Abstract

Penyakit malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kota Jayapura. Penyakit ini tersebar pada semua wilayah dengan jumlah kasus yang bervariasi. Peningkatan penularan penyakit malaria dipengaruhi oleh kondisi lokal, termasuk curah hujan, karakteristik habitat dan sebaran habitat larva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik habitat dan pengaruh curah hujan terhadap sebaran habitat positif larva nyamuk Anopheles spp. di Distrik Heram Kota Jayapura. Metode yang digunakan merupakan observasi lapangan dengan pendekatan analisis deskriptif dan statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 6 jenis habitat perkembangbiakan nyamuk Anopheles  spp. di Distrik Heram, yaitu kobakan, kubangan, parit, kolam, kali dan bekas tapak ban. Habitat tersebut ditemukan di Kelurahan Waena dan Yabansai. Luas habitat larva berkisar antar 0.04-28 m2, kedalaman air 5-115 cm, suhu air 26.7-3.7 OC dan pH air 6.7-7.7. Sebaran habitat positif larva signifikan dipengaruhi oleh curah hujan yaitu kubangan (p=0.000; r=0.69), kobakan (p=0.000; r=0.87), parit (p=0,000; r=0.57), bekas tapak ban (p=0.047; r=0.34), kolam (p=0.000, r=0.57) dan kali (p=0.007; r=0.46) dengan koefisien determinan berkisar antara 0.11-0.77. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan mempengaruhi sebaran habitat positif larva nyamuk Anopheles spp. di distrik Heram.