cover
Filter by Year
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia
Published by Universitas Hasanuddin
Articles
408
Articles
​
Household Waste Management among Riverside Communities and other Determinants

Hanafi, Aprizal Satria, Sholihah, Qomariyatus, Martina, Martina, Deniati, Ema Novita

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Littering was recognized as an important cause of environmental pollution and was related to health problems. Banjarmasin city has been achieved the predicate of Adipura in 2015, but in reality there were still many drainage that clogged because of the pile of garbage, especially in the river. Management and disposal of household waste was an important issue in the City of Banjarmasin. The purpose of this study was to identify socioeconomic and demographic factors related to family members' knowledge, practice, and behavior related to household waste management and produce corrective action plans. This study uses cross-sectional design. The study population is people in the city of Banjarmasin who live on the edge of the river and meet the sample inclusion and exclusion criteria. Sampling was done using multistage random sampling method. Binary logistic regression was used for data analysis. We found that education level, household income, and sex were independently linked to littering. We also found that communities have unsafe knowledge, practices, and behaviors in relation to waste management. This study concludes that promotion of environmental information and public education on proper waste disposal needs to be done to improve the health and safety of the community environment.

Komitmen Politik dan Peluang Pengembangan Kebijakan Gizi Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Boli, Elisabet Bre, Baliwati, Yayuk Farida, Sukandar, Dadang

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Nusa Tenggara Timur adalah salah satu daerah di Indonesia dengan prevalensi gizi buruk tertinggi. Banyak penelitian telah mengidentifikasi bahwa komitmen politik adalah salah satu alasan penting terkait rendahnya prioritas intervensi gizi buruk dan dengan mengetahui peluang kebijakan dapat membantu untuk memajukan masalah dan solusi baru. Penelitian ini bertujuan menilai komitmen politik dan peluang  pengembangan kebijakan gizi. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner PCOM-RAT, sebuah teknik penilaian cepat untuk mengidentifikasi komitmen politik dan peluang kebijakan. Informan berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Bappeda Provini NTT, akademisi kesehatan, dan UNICEF perwakilan NTT yang terlibat dalam perencanaan kebijakan dari pemerintah dan non-pemerintah. Data dianalisis secara deskriptif terhadap skoring hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemimpin politik secara verbal dan simbolis berkomitmen untuk mengatasi masalah gizi, tetapi alokasi anggaran dinilai masih rendah. Media diidentifikasi tidak memahami dalam melaporkan masalah gizi tanpa menggunakan indikator yang kredibel dan alternatif kebijakan yang dipikirkan dengan baik hadir tetapi masih tidak memiliki kelayakan untuk diimplementasikan.

Tingkat Risiko Psikologis Karyawan ATC di Salah Satu Cabang Air NAV Indonesia

Saleh, Lalu Muhammad

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Air Traffic Controller (ATC) adalah profesi yang bertugas sebagai pemandu lalu lintas udara yang memiliki tingkat stres tinggi dalam bekerja. ATC bekerja mengedepankan otak sehingga beban mental dapat terjadi. Penelitian bertujuan melihat sejauh mana tingkat risiko psikologis yang dihadapi ATC dalam bekerja dan jenis hazard yang menjadi penyebab. Sampel penelitian adalah karyawan ATC di Makassar Air Traffic Service Centre yang berjumlah 35 orang. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran risiko menggunakan matriks penilaian risiko menurut standar AS/NZS 4360. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat risiko paling tinggi yang dapat memengaruhi aspek psikologis dalam bekerja adalah karena pola kerja 3 hari kerja 1 hari istirahat, kurangnya jumlah teman dalam bekerja, jumlah pesawat yang diamati, suhu yang dingin. Kesimpulan penelitian adalah karyawan ATC mengalami risiko psikologis karena beratnya pola kerja 3-1, jumlah teman yang kurang, jumlah pesawat yang banyak, dan suhu yang dingin.

Dampak Kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional terhadap Efisiensi Rumah Sakit: Studi Kasus di Provinsi Sulawesi Selatan

Irwandy, Irwandy, Sjaaf, Amal Chalik

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Memasuki Era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pengelolaan rumah sakit yang efisien dengan tetap memperhatikan kendali mutu dan biaya menjadi kunci agar mampu bertahan dan berkembang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dampak penerapan kebijakan JKN terhadap tingkat efisiensi rumah sakit di Provinsi Sulawesi Selatan. Efisiensi RS dinilai dengan metode Data Envelopment Analisis (DEA). Sampel adalah seluruh rumah sakit umum yang telah berstatus badan layanan umum daerah di Provinsi Sulawesi Selatan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 25 rumah sakit. Data yang dianalisis adalah data tahun 2014 hingga 2017. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata RS BLUD di Provinsi Sulawesi Selatan hanya efisien pada tahun 2016 sedangkan pada tahun 2014, 2015 dan 2017 rata-rata RS tidak efisien. Perubahan sistem pelayanan kesehatan pada era JKN telah membawa dampak negatif terhadap tingkat efisiensi RS,Hal ini disebabkan seringnya terjadi keterlambatan pencairan pembayaran klaim BPJS Kesehatan dan rendahnya tarif INA-CBGs.Oleh karena itu pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

E-Therapy Autism Child with Multimedia Approach (EAMA) sebagai Intervensi Perubahan Psikomotor dan Afektif pada Anak Autis

Migang, Yena Wineini, Mahardhika, Ferdinand

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Autisme adalah gangguan otak pada perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, majinasi, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Berdasarkan data Yayasan Autis Indonesia tahun 2013, di Kota Palangka Raya Kalimantan ada 250 ribu orang, 20% diantaranya atau sekitar 50.000 adalah anak-anak dan  iperkirakan 100 anak menderita autis. E-Therapy Autism Child with Multimedia Approach (EAMA) merupakan e-therapy yang diciptakan oleh peneliti, di dalamnya memuat juga unsur e-learning. EAMA berupa software aplikasi multimedia, gabungan dan pengembangan dari terapi autis metode Applied Behavioral Analysis (ABA) dan Treatment and Education of Autistic and Related Communication Handicapped Children (TEACCH). EAMA memfasilitasi intervensi untuk afektif, dan peningkatan kemampuan psikomotor. Penelitian dilakukan di Sekolah Khusus Melati Ceria (SKMC) Kota palangka Raya, jumlah sampel 30 orang, dengan total sampling. Desain eksperimen murni dengan one group pre and post test yang mengukur tingkat kemampuan psikomotor dan afektif anak autis, sebelum dan sesudah intervensi dengan aplikasi EAMA dirancang oleh peneliti. Uji analisis statistik dengan Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan tingkat psikomotor, sebelum dan sesudah diberi metode EAMA (p=0,000<0,05) dan Z (-4,899), maka ada pengaruh metode EAMA dengan tingkat psikomotor sebelum dan sesudah pemberian metode EAMA. Pada tingkat afektif, diperoleh nilai (p=0,000<0,05) dengan nilai Z= -5,292, ada pengaruh pemberian metode EAMA dengan peningkatan nilai afektif pada anak autis.

Pengukuran Pengeluaran Energi pada Hari Kerja dan Hari Libur Menggunakan Aplikasi Smartphone pada Mahasiswa IPB

Jannah, Aisyah Fathul, Briawan, Dodik

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengaruh globalisasi menjadikan remaja marak menggunakan aplikasi kesehatan untuk mencapai kebugaran tubuh. Aplikasi pengukur kalori merupakan metode yang lebih praktis dan cepat untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengukuran pengeluaran energi pada mahasiswa IPB dengan aplikasi smartphone dibandingkan dengan estimasi pengeluaran energi menggunakan Physical Activity Level (PAL). Desain studi yang digunakan yaitu cross sectional study dengan melibatkan 61 mahasiswa sebagai sampel. Data aktivitas fisik sehari dikumpulkan melalui dua cara yaitu kuesioner dan aplikasi Samsung Health. Pengukuran pengeluaran energi dilakukan selama satu hari kerja dan satu hari libur. Pengeluaran energi diukur dengan aplikasi Samsung Health pada hari kerja sebesar 1130±719 kkal pada laki-laki dan 634±195 kkal pada perempuan sedangkan pada hari libur sebesar 1124±659 kkal pada laki-laki dan 679±232 kkal pada perempuan. Pengeluaran energi yang diukur dengan Samsung Health lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran energi yang diukur dengan record aktivitas fisik 1x24 jam baik pada perempuan maupun laki-laki. Hasil yang didapat lebih kecil tersebut dapat terjadi karena tidak semua aktivitas dapat terukur pada aplikasi Samsung Health. Hasil pengukuran energi dengan Samsung Health masih perlu diestimasi melalui persamaan terutama pada subjek dengan tingkatan aktivitas ringan. 

Apakah Status Akreditasi Rumah Sakit Memberikan Perbedaan Pemberian Obat yang Benar dan Keselamatan Pasien?

Putro, Saptono, Wardhani, Viera, Siswanto, Siswanto

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Akreditasi rumah sakit memberikan panduan implementasi standar manajemen mutu termasuk manajemen pengelolaan obat untuk mengurangi Insiden Keselamatan Pasien (IKP). Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan implementasi benar pemberian obat dan persepsi IKP berdasar status akreditasi rumah sakit. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan analitik cross sectional, yang membandingkan implementasi  benar obat dan persepsi IKP pada 2 rumah sakit tipe D yang berbeda status akreditasinya di wilayah Malang Raya. Pengukuran implementasi benar pemberian obat dan persepsi IKP dilakukan menggunakan kuesioner tertutup pada 36 perawat  dan 99 pasien rumah sakit perdana serta 41 perawat dan 96 pasien rumah sakit paripurna. Analisis dilakukan dengan  uji  Mann Whitney Z test dan uji Rank Spearman test. Kedua rumah sakit menunjukkan tingkat implementasi benar pemberian obat yang baik dan persepsi IKP yang rendah meskipun rumah sakit terakreditasi perdana menunjukkan gambaran yang sedikit lebih baik dibandingkan rumah sakit terakreditasi paripurna. Pada rumah sakit dengan akreditasi perdana menunjukkan bahwa semakin baik implementasi benar pemberian obat maka semakin rendah persepsi IKP menurut perawat maupun pasien. Tidak didapatkan hubungan serupa pada rumah sakit dengan status akreditasi paripurna,dimana tidak ada  perbedaan tingkat implementasi benar pemberian obat dan persepsi IKP menurut perawat maupun pasien.

Efektivitas CBIA-Narkoba dalam Peningkatan Pengetahuan Remaja untuk Menolak Narkoba

Rachmawati, Sinta, Suryawati, Sri, Rustamaji, Rustamaji

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penyalahgunaan narkoba masih menjadi permasalahan kesehatan yang mendesak di Indonesia. Ceramah menjadi salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk memberikan informasi, termasuk bahaya narkoba. CBIA (Cara Belajar Insan Aktif)-Narkoba merupakan metode pendidikan alternatif yang melibatkan diskusi kelompok kecil. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas CBIA-Narkoba dibandingkan dengan metode ceramah dalam peningkatan pengetahuan remaja untuk menolak narkoba. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental semu dengan rancangan pre test-post test control group design. Partisipan yang terlibat sebanyak 30 responden untuk kelompok CBIA- narkoba, 30 responden untuk kelompok intervensi dan 30 responden untuk kelompok kontrol. Analisis statistika mutivariat (kruskall wallis) digunakan untuk mengetahui efektivitas antara metode CBIA-Narkoba dengan ceramah. Uji beda post test 1 menunjukkan adanya kebermaknaan antar metode (p< 0,05). Artinya CBIA-Narkoba lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan untuk menolak narkoba dibandingkan metode ceramah.

Pengaruh Pemberian Susu Tinggi Protein terhadap Tingkat Nafsu Makan dan Kadar Glukosa Postprandial

Harna, Harna, M.Kusharto, Clara, Roosita, Katrin, Muh Asrul Irawan, Andi

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 4: DESEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Susu tinggi protein merupakan makanan kompleks yang mengandung beberapa senyawa bioaktif yang potensial memiliki efek terhadap nafsu makan. Namun, mekanisme susu tinggi protein terhadap nafsu makan masih kurang dipahami pada orang dewasa dengan berat badan kurang. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh susu protein tinggi terhadap tingkat nafsu makan dan glukosa postprandial. Penelitian menggunakan experimental trial desain randomized controlled trial. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 24 subjek pada kelompok perlakuan dan 23 subjek pada kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi susu tinggi protein dan kelompok kontrol diberi glukosa. Tingkat nafsu makan meliputi tingkat kelaparan, kepuasan, dan keinginan untuk makan dievaluasi menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), yang dianalisis dalam incremental Area Under the Curve (iAUC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan nilai iAUC tingkat rasa lapar pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kontrol (p<0,05), dengan 8881±638,4 min.mm kelompok perlakuan dan 7297,8±439,6 min.mm kelompok kontrol. Tidak ada perbedaan yang signifikan pada tingkat kepuasan dan keinginan untuk makan antara kedua kelompok (p>0,05). Kadar glukosa postprandial pada kelompok perlakuan signifikan (p<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini menyimpulkan bahwa intervensi susu tinggi protein kemungkinan dapat meningkatkan tingkat rasa lapar pada orang dewasa dengan berat badan kurang

Efek Suplementasi Vitamin A, Minyak Fortifikasi dan Edukasi Gizi Ibu Nifas terhadap Morbiditas Ibu dan Bayi

Salam, Abdul, Briawan, Dodik, Martianto, Drajat, Thaha, Abdul Razak, Arundhana, Andi Imam

Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 14, No 3: SEPTEMBER 2018
Publisher : Faculty Of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.698 KB)

Abstract

Kekurangan vitamin A dapat berpengaruh pada peningkatan morbiditas ibu nifas maupun bayi yang baru lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemberian vitamin A dosis tinggi (2vitA dan 1vitA), minyak goreng fortifikasi (Forti A) dan edukasi gizi (Edukasi) terhadap morbiditas ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan desain kuasi ekpesimen. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebesar 295 subjek yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Morbiditas terutama terkait ISPA dan diare diukur setiap 2 minggu sampai bayi berusia 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ibu nifas dalam penelitian ini berusia 27 tahun dan sekitar 42% ibu nifas telah menyelesaikan pendidikan sampai tingkat SMA. Rata-rata frekuensi sakit ISPA ibu pada kelompok Forti A lebih rendah dibandingkan dengan kelompok 2vitA, 1vitA dan edukasi yakni masing-masing 0.04, 0.31, 0.95 dan 0.29 (p<0.000). Begitu pun juga halnya ditemukan pada durasi ISPA untuk setiap kelompok yakni masing-masing 0,17 hari,0.99 hari, 3.16 hari, dan 1.07 hari (p<0.000). Pemberian minyak fortifikasi dapat mengurangi kejadian morbiditas.