cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
-
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
TOKSISITAS AKUT “TEA BAG” PALIASA (Kleinhovia hospita Linn.) PADA MENCIT (Mus musculus) GALUR Bal/C SEBAGAI PROTOTIPE SEDIAAN FITOFARMAKA Tayeb, Rosany; Wahyudin, Elly; Alam, Gemini; Usmar, -; Lukman, -
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Penggunaan bahan alam, baik sebagai obat maupun tujuan lain cenderung meningkat, terlebih dengan adanya slogan back to nature. Paliasa (Kleinhovia hospita Linn.) merupakan tanaman obat yang potensial untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka Indonesia yang telah dibuat sediaan “Tea Bag”. Agar diketahui batas keamanannya maka perlu dilakukan uji toksisitas akut.  Penelitian ini bertujuan untuk menentukan LD50 “Tea Bag” paliasa serta mengkaji kondisi histopatologi hati, ginjal, jantung dan lambung setelah pengujian. Mencit galur Bal/C sebanyak 70 ekor dibagi menjadi 7 kelompok. Tiap kelompok 10 ekor terdiri atas 5 jantan dan 5 betina. Kelompok I diberi dosis 179 mg/kg BB, kelompok II diberi dosis 358 mg/kg BB, kelompok III diberi dosis 537 mg/kg BB, kelompok IV diberi dosis 716 mg/kg BB, kelompok V diberi dosis 895 mg/kg BB, kelompok VI 1074 mg/kg BB dan kelompok VII diberi aquades (kontrol negatif). Semua mencit diamati ada tidaknya kematian pada 24 jam pertama serta munculnya perubahan otonom gejala toksik yang diamati meliputi penurunan aktifitas gerak, peningkatan laju pernafasan, kejang, urinasi, diare, salivasi dan kelumpuhan yang diamati selama 14 hari dan diakhir penelitian dilakukan pengamatan histopatologi organ hati, ginjal, jantung dan lambung. Pada pengamatan 24 jam pertama tidak ditemukan kematian dan perubahan efek otonom pada hewan uji mencit. Berdasarkan pemeriksaan hasil histopatologis tidak ada kelainan patologis pada semua pemeriksaan hati, ginjal, jantung dan lambung. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Tea Bag” paliasa aman untuk dikonsumsi hingga 1074 mg/kg BB atau setara dengan 6x dosis.
PENGARUH PENAMBAHAN TEMBAGA SULFAT TERHADAP PRODUKSI ENZIM POLIFENOL OKSIDASE DARI FUNGI ENDOFIT KULIT BUAH KAKAO Sartini, -; Patong, Abd Rauf; Harlim, Tjodi; Pirman, -
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

In medicine, polyphenol oxidases are used for prevention of bacterial adhesion, treatment of Parkinson’s disease and control of melanin synthesis. Polyphenol oxidase could be produce by endophytic fungus from podhusk of Theobroma cacao. To produce microbial enzyme, media composition should be optimized. The aim of this study was to investigate the effect of cupri sulphate concentration as inducer  in  fermentation medium containing 1 % yeast extract, 0,05 % MgSO4, 0.1% KH2PO4, 0,051 % gallic acid, and CuSO4.5H2O 0-50 ppm. The result showed that it was effect addition of CuSO4 in fermentation medium toward production of polyphenol oxidase. Optimal concentration of CuSO4 to produce polyphenol oxidase was 25 bpj with enzyme activity  530 U/mL using catechol as substrate.
UJI EFEK ANTIOBESITAS DARI SUSU KEDELAI (Glicine max Mirril) PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Rismawati, Iman; Usmar, -; Pakki, Ermina; Haryono, Kus
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek susu kedelai (Glicine max Mirril) terhadap bobot badan badan tikus (Rattus norvegiccus) jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan bobot badan dari susu kedelai. Sebanyak 15 ekor tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, kelompok I diberi larutan koloidal natruim CMC 1% b/v sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, dan IV masing-masing diberi susu kedelai  dosis 360 mg/kg BB, 540 mg/kg BB, dan 720 mg/kg BB serta kelompok V diberi suspensi orlistat sebagai kontrol positif. Masing-masing sampel diberikan pada tikus setiap hari secara oral dengan  takaran 5 ml/200 g BB dan setengah jam kemudian tikus diberikan diet lemak tinggi selama 18 jam, dilanjutkan dengan penimbangan bobot badan dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Perlakuan dilakukan selama 7 hari berturut-turut. Analisis statistik menunjukkan bahwa dispersi susu kedelai dengan konsentrasi 360 mg/kg BB, 540 mg/kg BB, dan 720 mg/kg BB mempunyai efek penurunan bobot badan yang sangat signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif.
PENGARUH JUS BUAH TERONG BELANDA (Cyphomandra betaceae) TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN Syariah, Wa Ode; Usmar, -; Syukur, Rahmawati
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengaruh jus buah terong belanda (Cyphomandra betaceae) terhadap kadar kolesterol total tikus putih (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data ilmiah dari jus buah terong belanda sebagai obat tradisional. Pada penelitian ini digunakan 21 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 7 kelompok perlakuan, tiap perlakuan terdiri dari 3 ekor. Kelompok 1 sebagai kelompok kontrol negatif diberi air suling, kelompok 2 sebagai kelompok kontrol positif diberi simvastatin 0,0018% b/v, kelompok 3 – 7 diberi perlakuan dengan dosis masing-masing 1,5 – 3,5 g/100 g bobot badan dengan volume pemberian 5 ml/100 g bobot badan. Pada awal perlakuan, setiap kelompok diberi diet kolesterol tinggi dan air minum yang meng-andung propiltiourasil 0,01% selama 2 minggu dan pengobatan dilakukan selama 1 minggu setelah perlakuan awal. Uji aktivitas penurunan kadar kolesterol dilakukan dengan metode enzimatik hidrolisis dan oksidase menggunakan Humalyzer junior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jus buah terong belanda berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah pada tikus putih jantan pada semua konsentrasi yang diujikan. Diperoleh bahwa jus buah terong belanda 3,5 g/100 g bobot badan memberikan efek terbesar dalam menurunkan kolesterol total darah pada tikus putih jantan, hasil analisis statistika menggunakan metode Rancang-an Acak Lengkap (RAL) menunjukkan hasil yang berbeda sangat nyata.
UJI TOKSISITAS BEBERAPA SENYAWA ALKALOID HASIL ISOLASI DARI EKSTRAK METANOL DAUN Melochia umbellata (Houtt.) Stapf. Var. Deglabrata PADA LARVA Artemia salina LEACH Rahim, Abdul
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi dan mengisolasi beberapa senyawa alkaloid dari ekstrak metanol daun Melochia umbellata (Houtt) Stapf. var. deglabrata kemudian diuji toksisitasnya pada larva Artemia salina Leach. Ekstraksi sampel dilakukan dengan menggunakan pelarut n-heksan dan metanol. Ekstrak metanol kemudian difraksinasi dengan metode kromatografi kolom cair vakum (KCV) dan kromatografi lapis tipis preparatif (KLTP). Hasil isolasi diperoleh tiga senyawa alkaloid, yang dinamakan senyawa MU-1, MU-2 dan MU-3 Masing senyawa alkaloid diuji toksisitasnya pada larva udang Artemia salina Leach. Hasil pengujian diperoleh nilai LC50 untuk senyawa MU-1, MU-2 dan MU-3 masing-masing berturut-turut 0,146; 1,042; dan 35,631 µg/ml
UJI STABILITAS FISIK GEL EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera L.) Ida, Nur; Noer, Sitti Fauziah
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian berjudul Uji stabilitas fisik Gel Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera L). yang bertujuan untuk menentukan jenis basis gel yang menghasilkan kualitas sediaan yang efektif untuk ekstrak Lidah Buaya sebagai dasar pengembangan menjadi gel antiseptik luka bakar berdasarkan stabilitas fisik sediaan. Metode penelitian meliputi liofilisasi daging daun lidah buaya dengan Freeze drier ,Formulasi gel dengan dua jenis basis CMC dan Karbopol, dan uji kestabilan fisik pada penyimpanan dipercepat suhu 5oC dan 35oC secara bergantian setiap 48 jam (1 siklus) selama 10 siklus. . Hasil pengamatan dan analisis data statistik menunjukkan bahwa Ekstrak lidah buaya dapat di buat gel dengan basis CMC  1,5% dan Karbopol 0,5%, yang stabil secara fisik, serta basis yang paling efektif untuk ekstrak lidah buaya adalah Karbopol 0,5%.
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA GASTROENTERITIS BERDAMPAK DIARE AKUT PASIEN ANAK RAWAT INAP DI BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR SELAMA TAHUN 2009 Cakrawardi, -; Wahyudin, Elly; Saruddin, Bachtiar
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Telah dilakukan studi penggunaan obat antibiotik pada pasien gastroenteritis akut anak rawat inap yang mengalami diare di BLU Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Periode Januari – Desember 2009. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan obat antibiotik telah memenuhi kriteria penggunaan obat yang sesuai dengan indikasi penyakit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif sacara restropektif berdasarkan data rekam medis. Populasi penelitian adalah penderita  gastroenteritis pada anak umur 1 – 5 tahun. Dari hasil analisis diperoleh data antibiotik ampisilin sebagai seri pengobatan tunggal (39,30%),  amoksisillin (9,52%), cefotaksim 1,19 %, kotrimoksazol 5,95 %, kloramfenikol 2,38 %, dan metronidazole 4,76 % dan penggunaan kombinasi obat yaitu 36,90 % yang memungkinkan terjadinya interaksi obat. Penggunaan antibiotik pada pasien gastroentritis berdampak diare pada anak di BLU RS.Wahidin Sudirohusodo hanya sebagian kecil yang telah memenuhi pedoman penggunaan antibiotika yang merupakan literatur resmi di rumah sakit tersebut.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT KAYU BATANG BANYURU SULAWESI (Pterospermum celebicum Miq.) DENGAN METODE PENANGKAPAN RADIKAL BEBAS DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) Marzuki, Asnah; Hasyim, Nursiah; Sartini, -; Sapri, -
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 3 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak etil asetat kayu batang Banyuru Sulawesi (Pterospermum celebicum miq.) Dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (2,2-diphenyl-1-picryl-hydrazyl) dan menggunakan metode spektrofotometri UV-VIS. Hasil penelitian menun-jukkan aktivitas senyawa antioksidan ekstrak  dengan menggunakan metode pengikatan radikal bebas 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH)  terhadap data diperoleh dengan nilai IC50 180 ppm, sehingga efektif sebagai sumber antioksidan alternatif.
KAJIAN BEBERAPA SENYAWA ANTIINFLAMASI : DOCKING TERHADAP SIKLOOKSIGENASE-2 SECARA IN SILICO Zukhrullah, Mukhtasyam; Aswad, Muhammad; Subehan, -
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 16, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Dewasa ini telah ditemukan banyak senyawa antiinflamasi dari bahan alam. Penelitian ini telah dilakukan untuk memprediksi mekanisme kerja senyawa-senyawa anti-inflamasi dari bahan alam pada tingkat molekuler sebagai inhibitor COX-2 dengan menggunakan metode Molecular Docking Simulation. Target yang dievaluasi adalah interaksi ikatan hydrogen antara protein and ligan. Simulasi docking ini menggunakan program PLANTS (Protein Ligand Ant System) dengan menggunakan 10 konformasi ligan. Hasil penelitian dari 22 senyawa bahan alam dapat mengikat COX-2 ditunjukkan dengan energi dan interaksi ikatan hidrogen (ΔG). Hasil menunjukkan bahwa ikatan hidrogen (ΔG) terbaik yaitu senyawa barbaloin (-17,8976 kkal/mol), Interaksi antara barbaloin dengan COX-2 ditandai dengan adanya 11 ikatan hidrogen yang terjadi dengan residu-residu yang ada didalam binding site dalam hal ini adalah 2 ikatan hidrogen pada Arg120 (gugus yang terikat adalah Hidroksil {OH} dan gugus karbonil {=O}, 3 ikatan hidrogen pada Tyr355 (gugus hidroksil), 2 ikatan hidrogen pada Met522 (gugus hidroksil), 1 ikatan hidrogen pada Val523 (gugus hidroksil), 1 ikatan hidrogen pada Ala527 (gugus hidroksil), dan 2 ikatan hidrogen pada Ser530 (gugus hidroksil) yang berarti bahwa barbaloin mampu mengikat daerah katalitik residu pada COX-2. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa senyawa barbaloin memiliki potensi yang baik untuk menghambat COX-2.
FERMENTASI DAN KARAKTERISASI ANTIBIOTIK T1O81MY1O-B ASAL Streptoverticillium olivoriticuly Naid, Tadjuddin; Dali, Seniwati
MAJALAH FARMASI DAN FARMAKOLOGI Vol 15, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.338 KB)

Abstract

Sejak penemuan Streptomisin oleh Waksman 1994, maka perkembangan penelitian yang mengarah pada penemuan antibiotika baru terus dikembangkan. Hingga saat ini antibiotika masih tetap merupakan obat produk mikroorganisme pilihan dan memegang peranan yang penting dalam pengobatan penyakit infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk memproduksi antibio­tika yang diperoleh dari proses fermentasi, memanfaatkan jasa Streptoverticillium olivoriticuly dengan cara pengocokan menggunakan "reciprocal shaker", T1O81MY1O-B diperoleh dengan mengisolasi kaldu fermentasi dengan sentrifugasi dan penyaringan untuk memisahkan miselia dari filtrat. kemudian bagian miselia diekstraksi menggunakan MeOH dan AcOEt. Pemurnian dilakukan dengan kromatografi kolom, dimana aktivitas komponen aktifnya selama proses fermentasi, ekstraksi dan pemurnian dideteksi menggunakan Candida albicans Yu1200 sebagai mikroorganisme uji. T1O81MY1O-B berupa bubuk warna putih, titik leleh 61 – 64° C. Larut dalam etil asetat, etanol, kloroform dan eter, tidak larut dalam air, heksan dan petroleum eter. Larutannya tidak stabil pada larutan alkali. Analisis spektrofotometer ultra violet menunjukkan serapan pada 213 nm (CH3OH) dan 236 nm (NaOH). Sedang analisis spektrofotometer infra merah menunjukkan adanya gugusan hidroksi pada bilangan gelombang 3250 cm, metil pada 2920 cm dan ikatan rangkap -C=CH- pada 1650 cm-1. Aktivitas antimikroorganisme khas pada Trichophyton asteriodes, filtenaria kikuchiana dan Helminthosporium oryzae.