Jurnal Gizi dan Pangan
ISSN : -     EISSN : -
Jurnal Gizi dan Pangan (Journal of Nutrition and Food) merupakan jurnal ilmiah yang memuat berbagai artikel hasil penelitian dan review (atas undangan) tentang gizi dan pangan, yang terkait dengan aspek biokimia, gizi klinik, gizi masyarakat, pangan fungsional, dan sosial ekonomi serta regulasi dan informasi gizi dan pangan. Jurnal ini merupakan publikasi resmi dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia yang telah terbit sejak tahun 2006. Penerbitan jurnal ini dilakukan secara teratur setahun 3 kali (bulan Maret, Juli, dan November).
Articles 592 Documents
KONSUMSI PANGAN DAN GIZI SERTA SKOR POLA PANGAN HARAPAN PADA DEWASA USIA 19—49 TAHUN DI INDONESIA Anwar, Khoirul; Hardinsyah, .
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.606 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to assess food consumption, nutritional dietary quality (NDQ), Desirable Dietary Pattern (DDP) scores, and the correlation between DDP and NDQ of adults aged 19—49 years. This study used data of Basic Health Research (Riskesdas) 2010 in the form of consumption data taken with the 24-hour recall method. The survey showed that the grains consumed by the most of subjects (99.4%), while the oily seeds are consumed by the smallest number (2.0%). The mean of DDP Score was 53.1±9.3 (54.6±9.5 for men and 51.7±9.1 for women). The mean of the 4 nutrients NDQ was 62.8±20.6 and for 10 nutrients NDQ was 51.1±15, while the 14 nutrients NDQ was 54.1±16.1. The correlation between DDP score and NDQ’s was 0.65 to 0.72, so the DDP assessment could be used to evaluate dietary diversity and nutritional quality for adult diet.Keywords: adults, desirable dietary pattern, food consumption, nutritional quality of dietsABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menilai konsumsi pangan, Mutu Gizi Konsumsi Pangan (MGP), skor Pola Pangan Harapan (PPH), dan korelasi antara nilai PPH dengan MGP dewasa usia 19—49 tahun. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2010 berupa data konsumsi yang diambil melalui metode recall 24 jam. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kelompok padi-padian dikonsumsi terbesar (99.4%), sedangkan biji berminyak dikonsumsi terkecil (2.0%). Rata-rata skor PPH adalah 53.1±9.3 (54.6±9.5 pada laki-laki dan 51.7±9.1 pada perempuan). Rata-rata dari MGP 4 zat gizi adalah 62.8±20.6, rata-rata dari MGP 10 zat gizi adalah 51.1±15.4, dan rata-rata dari MGP 14 zat gizi adalah 54.1±16.1. Skor PPH dan masing-masing MGP diperoleh korelasi sebesar 0.65—0.72, sehingga sistem penilaian PPH dapat digunakan untuk keragaman dan mutu gizi konsumsi pangan orang dewasa.Kata kunci: dewasa, konsumsi pangan, mutu gizi konsumsi pangan, pola pangan harapan
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI PROTEIN DAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN DAYA TAHAN KARDIORESPIRASI DAN MASSA OTOT PADA MAHASISWA IPB Putra, Rangga Nuansa; Amalia, Leily
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.002 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the relationship between energy-protein intake and exercise frequency with cardiorespiratory endurance and muscle mass. The study was conducted between October 2013 and February 2014 at campus of Bogor Agricultural University. Design of the study was cross sectional.Subjects were 25 students of football UKM and 25 students of non-UKM groups. In average, nutritional status of subjects was normal. Intakes and adequacy level of energy, protein, fat, and carbohydrate of subjects in UKM group were significantly higher than intakes of non-UKM group. Exercise frequency of subjects in UKM group was more frequent (4.04 times/week) than that of non-UKM group (1.24 times/week). Cardiorespiratory endurance of UKM group (40.1 ml O2/kg BW/minute) was significantly higher than of non-UKM group (36.2 ml O2/kg BW/minute). However, the muscle mass of subjects was not significantly different, namely 28.3 kg in UKM group and 28.4 kg in non-UKM group. There was a significant relationship between cardiorespiratory endurance and energy intake(p=0.003, r=0.415), protein intake (p=0.009, r=0.365), and exercise frequency (p=0.004, r=0.395); but there was no significant relationship between muscle mass and exercise frequency, energy nor protein intake (p>0.05).Keywords: cardiorespiracy endurance, football UKM, muscle massABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi-protein dan frekuensi olahraga dengan daya tahan kardiorespirasi dan massa otot. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013 hingga Februari 2014 di lingkungan kampus Institut Pertanian Bogor. Desain penelitian adalah cross sectional.Subjek penelitian adalah 25 mahasiswa kelompok UKM dan 25 mahasiswa non-UKM sepakbola. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status gizi subjek adalah normal. Asupan dan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat subjek pada kelompok UKM lebih tinggi dan berbeda signifikan dibandingkan kelompok non-UKM. Frekuensi olahraga subjek kelompok UKM (4.04 kali/minggu) lebih sering dibandingkan dengan kelompok non-UKM (1.24 kali/minggu). Demikian juga dengan daya tahan kardiorespirasi, kelompok UKM lebih tinggi (40.1 ml O2/kg BB/menit) dan berbeda signifikan dibandingkan dengan kelompok non-UKM (36.2 ml O2/kg BB/menit). Adapun massa otot subjek pada kedua kelompok tidak berbeda signifikan, yaitu masing-masing 28.3 kg pada kelompok UKM dan 28.4 kg pada kelompok non-UKM. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi (p=0.003, r=0.415), asupan protein (p=0.009, r=0.365), serta frekuensi olahraga dengan daya tahan kardiorespirasi (p=0.004, r=0.395), tetapi tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan energi, asupan protein, dan frekuensi olahraga dengan massa otot tubuh(p>0.05).Kata kunci: daya tahan kardiorespirasi, massa otot, UKM Sepakbola
HUBUNGAN ASUPAN SERAT MAKANAN DAN AIR DENGAN POLA DEFEKASI ANAK SEKOLAH DASAR DI KOTA BOGOR Ambarita, Elyzzabeth Mayorga; Madanijah, Siti; Nurdin, Naufal Muharam
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.958 KB)

Abstract

ABSTRACTThe study aimed to analyze correlation between dietary fiber and water intake with defecation pattern among elementary school students. A Cross-sectional design was used in this study. Subjects were 527 students of V and VI grades. The results showed that the mean of fiber and water intake of students was categorized as low. The average dietary fiber intake was 12.4 g/d. The average water intake was 1 086 ml. The average frequency of bowel movements was six times/week with the consistency of the stool according to Bristol Stools Chart categories was normal (type 4). Based on correlation test, there was significant correlation between fiber intake with stool frequency and consistency of stool (p<0.05). However, there was no significant correlation between fiber intake with painfulness during defecation, water intake with stool frequency, consistency of stool, painfulness during defecation, and constipation (p>0.05).Keywords: constipation, defecation pattern, fiber intake, stool frequency, water intakeABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan serat makanan dan air dengan pola defekasi pada siswa sekolah dasar di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V dan VI sebanyak 527 siswa. Hasil menunjukkan rata-rata asupan serat dan air subjek masih kurang. Rata-rata asupan serat subjek yaitu 12.4 g/hari. Rata-rata asupan air subjek adalah 1 086 ml/hari. Rata-rata frekuensi BAB sebanyak 6 kali/minggu dengan mayoritas konsistensi feses menurut Bristol Stool Chart termasuk kategori normal (tipe 4). Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat dengan frekuensi BAB dan konsistensi feses (p<0.05). Tetapi, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara asupan serat dengan rasa nyeri ketika BAB dan keluhan konstipasi, asupan air dengan frekuensi BAB, konsistensi feses, rasa nyeri ketika BAB dan keluhan konstipasi (p>0.05).Kata kunci: asupan air, asupan serat, frekuensi BAB, konstipasi, pola defekasi*
HUBUNGAN ASUPAN GIZI DAN TINGGI BADAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA Hanum, Farida; Khomsan, Ali; Heryatno, Yayat
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.727 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objectives of this study were to analyze relationship of maternal height, nutrients intake and nutritional status in children under five years. The study design used was cross-sectional study with 90 children as subjects that consisted of 47 stunting children and 43 normal children. This study showed that short mothers (height <150 cm) were more prevalent in stunting children (74.5%) compared to normal children (60.5%). Energy and protein adequacy level of stunting and normal children were relatively severe deficient. There were no significant relationship between maternal height and energy adequacy level with nutritional status. However, there was a negative relationship between protein adequacy level with nutritional status (p<0.05; r=-0.223).Keywords: children under five years, maternal height, nutrients intake, nutritional statusABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tinggi badan ibu, asupan gizi dan status gizi anak balita. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dengan subjek sebanyak 90 anak terdiri dari 47 anak stunting dan 43 anak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang pendek (TB<150 cm) lebih banyak terdapat pada anak stunting (74.5%) dibandingkan anak normal (60.5%). Tingkat kecukupan energi dan protein anak stunting maupun anak normal masih tergolong defisit berat. Hasil uji korelasi Pearson diketahui bahwa tidak ada hubungan signifikan antara tinggi badan ibu dan tingkat kecukupan energi dengan status gizi. Namun, terdapat hubungan negatif antara tingkat kecukupan protein dengan status gizi (p<0.05, r=-0.223).Kata kunci: anak balita, asupan gizi, status gizi, tinggi badan ibu
PENGARUH SUPLEMEN ANTIOKSIDAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA MAHASISWI IPB Ramatina, .; Amalia, Leily; Ekayanti, Ikeu
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.616 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the effectiveness of vitamin C, vitamin E and multivitamin-mineral supplements on reducing plasma malondialdehyde (MDA) level among college students of IPB. The design of this study was quasi experimental with pre-post test and control design. The subjects were 24 healthy students and divided into 4 groups, namely 1) vitamin C group (given supplement of vitamin C 500 mg), 2) vitamin E group (given supplement of vitamin E 200 IU), 3) multivitamin-mineral group (given a supplement consisted of vitamin C 500 mg, vitamin E 30 mg, zinc 15 mg and copper 1.5 mg), and 4) control group who were not given any supplement intervention. The supplements in the form of capsule were given once daily for seven days. Before the intervention, the plasma MDA level of subjects were not different significantly (p>0.05). After 7 day intervention, the MDA level of VC, VE, and MVM group were reduced significantly compared to before intervention (p<0.05), whereas plasma MDA level of control group seemed increased although not significant compare to pre-intervention. The largest reduction was occured on vitamin E group (-55.1%), followed by vitamin C group (-47.2%), and multivitamin-mineral group (-44.7%). The ANOVA test shows that there was a significant difference on reduction of plasma MDA levels among groups. The difference occured between control group and each of intervention group of VC, VE, and MVM. There were no significant differences between two groups of intervention (p>0.05). Hence, the study shows that in 7 day intervention, vitamin C, vitamin E or multivitamin-mineral supplement had relative similar effects on reducing plasma MDA level.Keywords: MDA, multivitamin-mineral, supplement, vitamin C, vitamin EABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian suplemen vitamin C, vitamin E, dan multivitamin-mineral dalam menurunkan kadar MDA plasma pada mahasiswi alih jenis Institut Pertanian Bogor (IPB). Desain penelitian adalah quasi eksperimental dengan pre-post test with control design. Subjek berjumlah 24 orang yang sehat, terbagi atas 4 kelompok, yaitu 1) vitamin C, yang diberi vitamin C 500 mg; 2) vitamin E, yang diberi kapsul vitamin E 200 IU, 3) multivitamin-mineral, yang diberi tablet yang mengandung vitamin C 500 mg, vitamin E 30 mg, seng 15 mg dan tembaga 2.5 mg, serta 4) kontrol (K) yang tidak diberikan perlakuan apapun. Suplemen diberikan dalam bentuk kapsul sebanyak satu buah per hari selama tujuh hari. Pada saat sebelum intervensi, kadar MDA plasma subjek antar kelompok tidak berbeda signifikan (p>0.05). Setelah tujuh hari intervensi, pada kelompok intervensi terjadi penurunan yang signifikan (p<0.05), sementara pada kelompok kontrol relatif meningkat, meskipun tidak signifikan. Penurunan terbesar terjadi pada kelompok vitamin E (-55.1%), kemudian vitamin C (-47.2%), dan multivitamin-mineral (-44.7%). Uji beda ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan perubahan kadar MDA antar kelompok setelah tujuh hari intervensi. Perbedaan terjadi antara kelompok kontrol dengan ketiga kelompok intervensi vitamin C, vitamin E, dan multivitamin-mineral, sedangkan antar kelompok intervensi tidak berbeda. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa selama tujuh hari intervensi, ketiga suplemen antioksidan memiliki efektivitas yang relatif sama.Kata kunci: MDA, multivitamin-mineral, suplemen, vitamin C, vitamin E
FORMULASI SOSIS ANALOG SUMBER PROTEIN BERBASIS TEMPE DAN JAMUR TIRAM SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL KAYA SERAT PANGAN Ambari, Dewi Pratiwi; Anwar, Faisal; Damayanthi, Evy
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.545 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to develop formula of sausage based on tempeh flour with the addition of oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) as functional food rich in protein and dietary fiber as healthy snack product for children. Sausage was formulated by addition of oyster mushroom used trial and error method. A selected formula was determined based on semi trained panelist preference. Acceptance of the selected sausage formula was examine by children using hedonic test. The contribution of protein and dietary fiber contained in sausage per serving size (50 g) was calculated for general consumer. The accepted sausage with 20% oyster mushroom addition contained 24% of protein and can be claimed as source of protein and 7.64 g of dietary fiber per 100 g and can be claimed rich in dietary fiber.Keywords: dietary fiber, oyster mushroom, protein, sausage, tempehABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan formula sosis berbasis tempe dengan penambahan jamur tiram sebagai pangan fungsional kaya protein dan serat pangan untuk produk camilan sehat bagi anak-anak. Sosis diformulasikan dengan penambahan jamur tiram melalui metode trial dan error. Formula terpilih ditentukan berdasarkan kesukaan panelis semi terlatih. Penerimaan sosis formula terpilih dilakukan terhadap anak-anak melalui uji hedonik. Kontribusi protein dan serat pangan pada sosis per takaran saji (50 g) dihitung untuk konsumen umum. Sosis terpilih dengan penambahan 20% jamur tiram mengandung 24% protein sehingga dapat diklaim sebagai sumber protein dan 7.64 g serat pangan per 100 g sehingga dapat diklaim kaya serat pangan.Kata kunci: jamur tiram, protein, serat pangan, sosis, tempe
ASUPAN ZAT GIZI, STATUS GIZI, DAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA LAKI-LAKI PENGGUNA NARKOBA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK PRIA TANGERANG Wahyuningsih, Utami; Khomsan, Ali; Ekawidyani, Karina Rahmadia
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.945 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to analyze the intake of energy and nutrients, nutritional status, and anemia status in adolescent boys with drug abuse at boys penitentiary class IIA Tangerang. This study used cross sectional design. Subjects of this study were adolescent boys with drug addiction. Sampling method used was purposive sampling and the number of subjects was 40 people. Descriptive analysis showed energy (35.0%) and protein (27.5%) adequacy level were categorized as severe deficit. Mean energy from food provided by the penintentiary hadn’t met subjects’ daily requirement while mean protein had met subjects’ daily requirement. Iron adequacy level was categorized as adequate (82.5%) and vitamin C adequacy level was categorized as inadequate (100.0%). Most subjects had normal nutritional status (85.0%) and anemia (57.5%).Keywords: adolescent, anemia, drugs, nutritional statusABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis asupan energi dan zat gizi, status gizi, dan status anemia remaja laki-laki pengguna narkoba di lembaga pemasyarakatan (LAPAS) anak pria kelas IIA Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain cross sesctional study. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja laki-laki pengguna narkoba. Cara pengambilan subjek secara purposive. Jumlah subjek yang digunakan sebanyak 40 orang. Hasil analisis deskriptif menunjukkan tingkat kecukupan energi (35.0%) dan protein (27.5%) subjek berada pada kategori defisit berat. Rata-rata energi dari makanan yang disediakan LAPAS belum memenuhi kebutuhan subjek dalam sehari, sedangkan rata-rata protein sudah cukup memenuhi kebutuhan subjek dalam sehari. Tingkat kecukupan zat besi subjek berada pada kategori cukup (82.5%) dan tingkat kecukupan vitamin C subjek berada pada kategori kurang (100.0%). Subjek berada dalam kategori status gizi normal (85.0%) dan mengalami anemia (57.5%).Kata kunci: anemia, narkoba, remaja, status gizi
ALTERNATIF INDEKS GIZI SEIMBANG UNTUK PENILAIAN MUTU GIZI KONSUMSI PANGAN WANITA DEWASA INDONESIA Perdana, Silvia Mawarti; Hardinsyah, .; Damayanthi, Evy
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.071 KB)

Abstract

ABSTRACTThe objective of this study was to develop a balanced diet index (BDI) in relation to nutritional quality of the diet (NQ) in Indonesian adult females. This study used food consumption data from the Basic Health Research (Riskesdas) of 2010. The food consumption data were collected using 24-h food recall method through a cross-sectional study. Total subject of this study was 61,759 adult females19—55 years. The NQ of 16 nutrients was used as a gold standard in the validity testing. The results showed that the simplest and the most valid measurement was BDI3-60 (correlation coefficients with the NQ=0.7) which was based on three levels of scoring system (0, 5, and 10) and six food groups (carbohydrate food sources, animal protein food, plant protein food, vegetable, fruit, and milk), without considering fat, saturated fat, cholesterol, and sodium. The mean score of BDI3-60 was 31.0±12.1.Keywords: adult females, balanced diet index, nutritional qualityABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan indeks gizi seimbang (IGS) sebagai pendekatan untuk menilai mutu gizi pangan (MGP) bagi wanita dewasa Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2010. Penelitian ini menggunakan data konsumsi pangan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Pengumpulan data konsumsi pangan menggunakan metode food recall 1x24 jam dengan desain studi cross-sectional. Studi ini menggunakan 61 759 orang subjek wanita dewasa berusia 19—55 tahun. MGP dari 16 zat gizi digunakan sebagai standar dalam pengujian validitas IGS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IGS3-60 adalah indeks gizi seimbang yang paling valid dan sederhana (korelasi koefisien dengan MGP sebesar 0.7) yang dikembangkan berdasarkan tiga tingkat skor (nol, lima, dan 10) dan enam kelompok pangan (pangan karbohidrat, protein hewani, kacang-kacangan, sayur, buah, dan susu), tanpa mempertimbangkan lemak total, lemak jenuh, kolesterol, gula tambahan, dan natrium. Skor rata-rata IGS3-60 pada wanita dewasa adalah 31.0±12.1.Kata kunci: indeks gizi seimbang, mutu gizi pangan, wanita dewasa
ANALISIS KINERJA PENYELENGGARAAN MAKANAN DAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN RESTORAN KHAS PADANG DI BOGOR Atikah, Nisa Sinti; Setiawan, Budi
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.501 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to analyze food service performance and level of customer satisfaction in Etnic Padang restaurant in Bogor City. Case study design was applied in this study. Sampling method of purposive sampling was carried out and number of subjects used was 99 people. Based on Importance Performance Analysis, results showed that the most important attribute was cleanliness of dining room and the highest performance levels was safety and hygiene products. Based on Customer Satisfaction Index the satisfaction value gained was 79 (satisfied). Spearman’s correlation showed that there was relationship between income with quality of the product (p<0.05).Keywords: customer satisfaction, ethnic padang restaurant, food serviceABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja penyelenggaraan makanan dan tingkat kepuasan konsumen di Restoran khas Padang, Bogor. Penelitian ini bersifat studi kasus. Metode penarikan subjek dilakukan secara purposive sampling dan jumlah subjek yang digunakan sebanyak 99 orang. Hasil analisis berdasarkan Importance Performance Analysis atribut yang dirasakan paling penting adalah kebersihan ruangan dan tempat makan sedangkan atribut tingkat kinerja yang paling tinggi adalah keamanan dan kebersihan produk. Berdasarkan Customer Satisfaction Index diperoleh nilai kepuasan sebesar 79 (puas). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan antara pendapatan dengan penilaian atribut mutu produk (p<0.05).Kata kunci: kepuasan konsumen, penyelenggaraan makanan, restoran khas padang
FORMULASI FLAKES TEPUNG KOMPOSIT PATI GARUT DAN TEPUNG SINGKONG DENGAN PENAMBAHAN PEGAGAN SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL SARAPAN ANAK SEKOLAH DASAR Sianturi, Daniel Pratama; Marliyati, Sri Anna
Jurnal Gizi dan Pangan Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014
Publisher : Jurnal Gizi dan Pangan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.009 KB)

Abstract

ABSTRACTGotu Kola is a herbal plant that can improve cognitive ability. This study aims to find a flakes formulas of composite flour of arrowroot starch and cassava flour with addition of gotu kola as a functional food for elementary school children’s breakfast. The tests show that the final selected formula flakes (FTA) are the flakes made of 60% arrowroot starch, 40% of cassava flour, with 2.5% addition of gotu kola. Acceptance test show that 91.67% of consumer target accept FTA. The results of physical analysis show that FTA have 51.04 g/mmof hardness, 273.79% of water absorption, and 0.13 g/ml of bulk density. The results of nutrition content analysis show that FTA contained 3.28% of water, 1.35% of ash, 0.43% of fat, 3.09% of protein, 91.86% of carbohydrate, and 384 kcal of energy, 11.33 mg/100 g of Ca, 5.93 mg/100 g of Fe, and 52.45 mg/100 g of P. Nutrient contributions of flakes FTA against RDA of children aged elementary school are 6.39—8.39% for energy, 1.80—3.09% for protein, 0.21—0.24% for fat, 11.13—14.61% for carbohydrate, 0.33—0.40% for Ca, 14.83—25.95% for Fe, and 1.47—3.67% for P.Keywords: arrowroot starch, breakfast, cassava flour, flakes, gotu kolaABSTRAKPegagan merupakan tanaman herbal yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formula flakes dari tepung komposit pati garut dan tepung singkong dengan penambahan pegagan sebagai pangan fungsional untuk sarapan anak sekolah dasar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa flakes formula terpilih akhir (FTA) adalah flakes yang terbuat dari 60% pati garut, 40% tepung singkong, dan dengan penambahan pegagan sebesar 2.5%. Uji penerimaan juga dilakukan terhadap flakes FTA, dan sebanyak 91.67% konsumen sasaran dapat menerima flakes FTA. Hasil analisis sifat fisik menunjukkan bahwa flakes FTA memiliki kekerasan sebesar 51.04 g/mm, daya serap air sebesar 273.79%, dan densitas kamba sebesar 0.13 g/ml. Hasil analisis kandungan gizi menunjukkan bahwa flakes FTA mengandung kadar air sebesar 3.28%, kadar abu sebesar 1.35%, kadar lemak sebesar 0.43%, kadar protein sebesar 3.09%, kadar karbohidrat sebesar 91.86%, energi sebesar 384 kkal, kadar Ca sebesar 11.33 mg/100 g, kadar Fe sebesar 5.93 mg/100 g, dan kadar P sebesar 52.45 mg/100 g. Kontribusi kandungan gizi flakes FTA terhadap AKG anak usia sekolah dasar yaitu 6.39—8.39% untuk energi, 1.80—3.09% untuk protein, 0.21—0.24% untuk lemak, 11.13—14.61% untuk karbohidrat, 0.33—0.40% untuk Ca, 14.83—25.95% untuk Fe, dan 1.47—3.67% untuk P.Kata kunci: flakes, pati garut, pegagan, sarapan, tepung singkong*

Page 1 of 60 | Total Record : 592


Filter by Year

2006 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2019) Vol 13, No 3 (2018) Vol 13, No 2 (2018) Vol 13, No 1 (2018) Vol 12, No 3 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017) Vol 11, No 3 (2016) Vol 11, No 2 (2016) Vol 11, No 1 (2016) Vol 10, No 3 (2015) Vol 10, No 2 (2015) Vol 10, No 1 (2015): MARET 2015 Vol 10, No 1 (2015) Vol 9, No 3 (2014): NOVEMBER 2014 Vol 9, No 3 (2014) Vol 9, No 2 (2014): JULI 2014 Vol 9, No 2 (2014) Vol 9, No 1 (2014): MARET 2014 Vol 9, No 1 (2014) Vol 8, No 3 (2013): NOVEMBER 2013 Vol 8, No 3 (2013) Vol 8, No 2 (2013): JULI 2013 Vol 8, No 2 (2013) Vol 8, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 8, No 1 (2013) Vol 7, No 3 (2012): November 2012 Vol 7, No 3 (2012) Vol 7, No 2 (2012): Juli 2012 Vol 7, No 2 (2012) Vol 7, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 7, No 1 (2012) Vol 6, No 3 (2011): November 2011 Vol 6, No 3 (2011) Vol 6, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 6, No 1 (2011) Vol 5, No 3 (2010): November 2010 Vol 5, No 3 (2010) Vol 5, No 2 (2010): Juli 2010 Vol 5, No 2 (2010) Vol 5, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 5, No 1 (2010) Vol 4, No 3 (2009): November 2009 Vol 4, No 3 (2009) Vol 4, No 2 (2009): Juli 2009 Vol 4, No 2 (2009) Vol 4, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 4, No 1 (2009) Vol 3, No 3 (2008): November 2008 (Edisi Suplemen Ketahanan Pangan) Vol 3, No 3 (2008) Vol 3, No 2 (2008): Juli 2008 Vol 3, No 2 (2008) Vol 3, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 3, No 1 (2008) Vol 2, No 3 (2007): November 2007 Vol 2, No 3 (2007) Vol 2, No 2 (2007): Juli 2007 Vol 2, No 2 (2007) Vol 2, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 2, No 1 (2007) Vol 1, No 2 (2006): November 2006 Vol 1, No 2 (2006) Vol 1, No 1 (2006): Juli 2006 Vol 1, No 1 (2006) More Issue