cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrohorti Bulletin (e-Journal)
ISSN : 23373407     EISSN : 26143194     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
Template Artikel Buletin Agrohorti Bulagron, Tim Admin
Buletin Agrohorti PEDOMAN PENULISAN BULETIN AGROHORTI
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.825 KB) | DOI: 10.29244/agrob.0.0.%p

Abstract

Template artikel Buletin Agrohorti. Tulislah artikel menggunakan format ini.
Contoh Surat Pernyataan Pubilkasi Ilmiah Bulagron, Tim Admin
Buletin Agrohorti PEDOMAN PENULISAN BULETIN AGROHORTI
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.395 KB) | DOI: 10.29244/agrob.0.0.%p

Abstract

Contoh surat pernyataan pubilkasi ilmiah Buletin Agrohorti dapat diunduh disini.
PEDOMAN PUBLIKASI BULETIN AGROHORTI Buletin Agrohorti, Editor
Buletin Agrohorti PEDOMAN PENULISAN BULETIN AGROHORTI
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.454 KB) | DOI: 10.29244/agrob.0.0.%p

Abstract

PEDOMAN PUBLIKASI BULETIN AGROHORTIBuletin Agrohorti? merupakan media? on-line? untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas,? berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, atau review,? dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.? Naskah yang diterima adalah? naskah yang belum pernah dimuat atau tidak sedang dalam proses publikasi dalam jurnal ilmiah nasional maupun internasional lainnya.
Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Di Kebun Pinang Sebatang, Kabupaten Siak, Riau Muhammad, Fakhry; Yahya, Sudirman
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.416 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.186-193

Abstract

Kegiatan penelitian di Kebun Pinang Sebatang, Kabupaten Siak, Riau bertujuan melatih keterampilan dan kemampuan dalam bidang perkebunan, serta memperoleh pengalaman kerja secara langsung dengan mempelajari aspek teknis dan manajerial di lapangan. Hal yang diamati dalam manajemen panen adalah sistem panen, kriteria panen, AKP, kebutuhan tenaga panen, kehilangan hasil, mutu buah dan transportasi panen. Aspek yang diutamakan adalah perubahan sistem panen dari sistem One DOL menjadi sistem C1R2. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa manajemen panen ini cukup efektif, namun masih peningkatan dalam penanganan kehilangan hasil.
Panen dan Penanganan Pascapanen Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron di Naaldjwik, Belanda Selatan, Belanda Kusriyanti, Asti; Efendi, Darda
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.128 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.194-199

Abstract

Kegiatan penelitian dilaksanakan di sebuah greenhouse di Naaldjwik mulai 26 Februari sampai dengan 25 Mei 2018. Kegiatan penelitian bertujuan untuk mempelajari proses penanganan panen dan pascapanen komoditas daun potong Asparagus umbellatus, Monstera, dan Philodendron. Metode yang digunakan adalah metode langsung dan tidak langsung. Metode langsung dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara langsung di lapang serta mengikuti semua kegiatan teknis budidaya tanaman hias daun mulai dari penanaman sampai dengan pascapanen. Penanganan panen dan pascapanen tanaman hias daun sudah dilakukan dengan baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan hasil produksi yang optimum, mencapai lebih dari 99% produksi terjual dengan kehilangan hasil kurang dari 0.1%.
Budidaya Bunga Potong Tulip (Tulipa gesneriana L.) di Nieuwe Wetering, Belanda Selatan Lamawati, Shelvy; Kartika, Juang Gema
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.845 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.172-176

Abstract

Bunga potong merupakan komoditas dengan jumlah ekspor tertinggi di Belanda yang mencapai nilai ekspor sebesar 9.1 juta euro. Penelitian dilaksanakan di Nieuwe Wetering, Belanda Selatan dari 19 Februari sampai 19 Mei 2018. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam aspek budidaya bunga potong tulip dan aspek khusus berupa pertumbuhan dan produksi tulip. Penelitian dilaksanakan dengan mengikuti semua kegiatan budidaya tulip. Persentase panen bunga tulip yaitu sebesar ? 80% dari total populasi. Penurunan produksi tulip pada tahun 2018 terjadi karena ukuran umbi yang lebih besar, dan jumlah varietas yang ditanam lebih sedikit. Tulip varietas Versaci memiliki harga jual yang lebih tinggi karena morfologinya yang unik dengan warna tepalnya merah dan terdapat serabut di bagian ujung tepal.
Pertumbuhan Bibit Cengkeh (Syzygium aromaticum (L.) Merr & Perr.) Zanzibar pada Berbagai Taraf Dosis Pupuk Majemuk NPK (15 : 15 : 15) dan Konsentrasi Auksin 2.4-D Direja, Wahyu Angga; Wachjar, Ade
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.598 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.145-152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kombinasi dosis pupuk NPK dan konsentrasi Auksin 2.4D yang optimum untuk pertumbuhan bibit cengkih. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan IPB, Cikabayan, Dramaga, Bogor, mulai bulan Oktober 2016 sampai Juni 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan pertama adalah pemberian pupuk majemuk NPK (15:15:15) dengan empat taraf dosis yaitu 5 g per bibit (P0), 10 g per bibit (P1), 15 g per bibit (P2) dan 20 g per bibit (P3). Perlakuan kedua adalah pemberian Hydrasil dengan 4 taraf dosis yaitu 0 ml per liter air (Z0), 0.5 ml per liter air (Z1), 1 ml per liter air (Z2) dan 1.5 ml per liter air (Z3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Pupuk majemuk NPK cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada ? 0.1) terhadap rasio bobot akar, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata pada peubah lainnya. Konsentrasi auksin memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman pada 1 BST (Bulan Sesudah Perlakuan) dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada ? 0.1) terhadap tinggi bibit pada 4 dan 5 BSP, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap peubah lainnya. Terdapat pengaruh nyata interaksi pupuk NPK dan auksin terhadap panjang akar dan cenderung berpengaruh nyata (Uji F pada ? 0.1) terhadap Bobot Basah Tajuk. Tidak ditemukannya dosis optimum pada pupuk majemuk NPK untuk pertumbuhan bibit cengkih, tetapi terdapat konsentrasi optimum dalam pemberian auksin 2.4D yaitu sebesar 1.58 ml per liter air dalam pertumbuhan tinggi bibit cengkih.
Identifikasi Morfologi Aksesi Pisang Cavendish pada Fase Pembibitan dan Produksi di Lampung Widayatmo, Adi Nugraha; Nindita, Anggi
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.266 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.138-144

Abstract

Pengembangan pisang secara komersial masih mengalami banyak kendala salah satunya adalah susahnya penyediaan bibit unggul dengan potensi hasil yang baik. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Lampung selama empat bulan yaitu mulai dari bulan Februari sampai dengan Juni 2017. Tujuan kegiatan penelitian adalah mengidentifikasi keragaan dua aksesi pisang cavendish di tahap pembibitan dan produksi buah. Pengambilan data terdiri dari data sekunder dan data primer. Data primer meliputi daya hidup Meristem Tissue Culture (MTC), daya hidup bibit di polybag, penjarangan, dan hardening, bobot tandan, bobot bonggol, rendemen panen, jumlah sisir per tandan, jumlah buah per sisir, dan ukuran buah pisang. Keragaan daya hidup Aksesi CJ30 pada tahap tanam ke polybag menunjukkan hasil yang berbeda nyata dan lebih baik dari pada CJ40 dan pada fase penjarangan serta hardening menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Keragaan Aksesi CJ30 dan CJ40 pada peubah komponen panen menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada lima peubah yaitu bobot tandan, bobot bonggol, rendemen, jumlah sisir, dan jumlah finger sedangkan hasil analisis lebar buah menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata. Peubah bobot tandan, bobot bonggol, dan rendemen panen berdasarkan hasil nilai tengah menunjukkan bahwa CJ40 lebih disukai dibandingkan CJ30, sedangkan pada jumlah sisir dan jumlah finger CJ30 lebih disukai dibandingkan CJ40.
Cover dan Daftar Isi Volume 7 No. 2 Bulagron, Tim Admin
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti0
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.035 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.%p

Abstract

Cover dan Daftar Isi Volume 7 No. 2
Kualitas Fisik dan Kimia Buah Jambu ‘Kristal’ pada Letak Cabang yang Berbeda Rustani, Dona; Susanto, Slamet
Buletin Agrohorti Vol 7, No 2 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.614 KB) | DOI: 10.29244/agrob.7.2.123-129

Abstract

Jambu biji kultivar kristal merupakan salah satu buah yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi di Indonesia. Kualitas buah dipengaruhi posisi buah dalam kanopi. Penelititan ini bertujuan untuk mempelajari kualitas fisik dan kimia buah pada tunas yang muncul pada cabang primer, sekunder dan tersier. Percobaan berlokasi di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura dari bulan Februari hingga Juli 2017 menggunakan tanaman jambu ?Kristal? berumur 4 tahun. Percobaan ini menggunakan metode Rancangan? Acak? Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu letak buah pada tunas dari cabang primer (C1), cabang sekunder (C2) dan cabang tersier (C3) dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak cabang tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan kualitas fisik dan kimia (diameter buah, bobot buah, kelunakan buah, kemulusan buah, PTT dan TAT). Terdapat kecenderungan pada buah yang muncul pada tunas yang muncul dari cabang primer dan cabang sekunder memiliki bobot dan diameter yang lebih tinggi dibandingkan dengan cabang tersier.

Page 1 of 29 | Total Record : 285