cover
Filter by Year
Agrohorti Bulletin (e-Journal)
ISSN : -     EISSN : -
Buletin Agrohorti merupakan jurnal on-line yang menyajikan artikel hasil penelitian, analisis kebijakan dan review yang berhubungan dengan budidaya tanaman dalam arti luas.
Articles
300
Articles
Respon Pertumbuhan Setek Batang Daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan Penggunaan Bagian Batang dan Media Tanam

Ma’rufah, Siti Hilda ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Aziz, Sandra Arifin ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Daun Afrika (Vernonia amygdalina) merupakan tanaman obat yang telah banyak dimanfaatkan untuk mengobati penyakit Diabetes Mellitus, akan tetapi belum ada penelitian tentang budi dayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan setek batang daun Afrika (Vernonia amygdalina) dengan penggunaan bagian batang dan jenis media tanam. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari sampai Juni 2017 di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Insitut Pertanian Bogor. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama yaitu bagian batang terdiri dari bagian ujung, tengah dan pangkal dari cabang tanaman. Faktor kedua yaitu media tanam terdiri dari campuran media tanah, arang sekam (1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v, campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian batang terbaik yaitu bagian pangkal dan tengah batang. Interaksi bagian pangkal batang dengan campuran tanah, arang sekam, pupuk kandang sapi (1:1:1) v/v dan campuran tanah, arang sekam, kascing (1:1:1) v/v, dan bagian tengah batang dengan semua perlakuan media tanam yang sangat nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, bobot basah batang dan bobot basah daun.

Pemberian Ekstrak Rebusan Daun Sirih Sebagai Pengganti Perak Nitrat Dalam Larutan Pengawet Bunga Potong Dendrobium ‘Sonia’

Putri, Yane Riana ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Sukma, Dewi ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Percobaan dilaksanakan pada April sampai Juni 2014 di Laboratorium Pasca Panen dan Ruang Forum Pasca Sarjana IPB, Dramaga, Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan komposisi ekstrak rebusan daun sirih yang tepat sebagai anti mikroba pengganti perak nitrat dalam larutan pengawet anggrek potong Dendrobium ‘Sonia’. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal komposisi larutan pengawet. Terdapat 5 perlakuan yaitu akuades sebagai kontrol larutan pengawet, perak nitrat dan ekstrak rebusan daun sirih 250 g l-1, 350 g l-1 dan 450 g l-1 yang diulang sebanyak 4 ulangan dengan 5 sampel tangkai bunga per ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai komposisi larutan pengawet tidak berpengaruh nyata dalam memperpanjang umur kesegaran anggrek potong. Kesegaran bunga anggrek Dendrobium ‘Sonia’ dengan penggunaan semua perlakuan larutan pengawet dapat bertahan rata-rata hingga 20 hari. Volume larutan pengawet yang diserap paling besar yaitu penggunaan akuades (7.6 ml). Penggunaan ekstrak rebusan daun sirih konsentrasi 250 g l-1, 350 g l-1 dan 450 g l-1 dengan hasil jumlah bunga terserang cendawan yaitu 2.8, 2.3 dan 2.3 kuntum, hampir separuh jumlahnya dari penggunaan perak nitrat yaitu 5.3 kuntum, menunjukkan adanya kecenderungan positif terhadap penekanan cendawan.

Dosis dan Waktu Aplikasi Pupuk Kalium pada Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis di BBPP Batangkaluku Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Alfian, Muhammad Sukma ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Purnamawati, Heni ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pertumbuhan dan mutu hasil jagung manis dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya kesuburan tanah. Pemupukan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperbaiki kesuburan tanah. Aplikasi pupuk dipengaruhi oleh takaran, cara dan waktu pemberian yang tepat. Penelitian dilaksanakan di BBPP Batangkaluku, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan aplikasi pupuk Kalium terhadap pertumbuhan dan produksi dari tanaman jagung manis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk KCl dengan 4 taraf (0 kg ha-1, 50 kg ha-1, 100 kg ha-1, 150 kg ha-1) dan faktor kedua waktu aplikasi pupuk dengan 3 taraf (aplikasi saat tanam, aplikasi saat tanam dan 4 MST, dan aplikasi saat tanam, 4 MST dan 7 MST) diulang sebanyak 3 kali. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata pada peubah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, kecuali pada tinggi tanaman umur 3 MST, diameter batang umur 6 MST dan jumlah daun umur 3 dan 4 MST. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata dan sangat nyata terhadap semua peubah hasil. Waktu aplikasi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali tingkat kemanisan jagung manis. Interaksi tidak berpengaruh nyata pada semua peubah kecuali pada tinggi umur 6 MST dan tingkat kemanisan. Semua perlakuan yang diberi pupuk KCl lebih baik hasilnya dibanding tanaman yang tidak mendapat perlakuan Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi pada  dosis  KCl  50  kg ha-1  tidak  berbeda  nyata  dengan  dosis 100 kg ha-1 dan dosis 150 kg ha-1. Tingkat kemanisan jagung manis tertinggi didapatkan pada interaksi dosis 150 kg ha-1 dengan waktu aplikasi 3 kali.

Perbaikan Teknik Pembrongsongan melalui Aplikasi Pestisida untuk Meningkatkan Kemulusan Buah Jambu Kristal (Psidium guajava L)

Parameswara, Yosephine Sista ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Susanto, Slamet ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Jambu ‘kristal’ merupakan kultivar unggulan jambu biji dan memiliki pasar yang baik di Indonesia. Jambu kristal memiliki rasa yang manis, tekstur renyah, vitamin C, dan kandungan lain yang bermanfaat. Kualitas merupakan masalah utama dalam budidaya jambu ‘kristal’, salah satunya adalah tingkat kemulusan buah. Penelitian ini bertujuan mengetahui  pengaruh bahan aktif pestisida yang digunakan pada teknik pembrongsongan buah terhadap tingkat kemulusan buah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan dan Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor pada Bulan Februari 2017 hingga Agustus 2017. Bahan yang digunakan pada teknik pembrongsongan adalah bahan aktif pestisida: Klorpirifos, Abamektin, dan Mankozeb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan aktif pestisida memberikan pengaruh yang sangat nyata pada peubah kemulusan buah. Perlakuan bahan aktif pestisida meningkatkan kemulusan buah hingga dua kali lipat. Perlakuan bahan aktif pestisida tidak memberikan pengaruh nyata pada peubah diameter, kelunakan, bobot, PTT, dan ATT.

Studi Karakter Fisik dan Fisiologi Buah dan Benih Tomat (Solanum lycopersicum L.) Tora IPB

Zebua, Mercy Julinda ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Suharsi, Tatiek Kartika ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Syukur, Muhamad ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu jenis tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Ketersediaan benih yang bermutu masih tergolong rendah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap mutu benih yang dihasilkan adalah umur buah pada saat dipanen. Buah yang dipanen saat buah telah mencapai masak fisiologi menghasilkan benih yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan karakter fisik buah dan fisiologi benih tomat varietas Tora-IPB pada periode pemasakan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB sejak bulan Februari 2017- Agustus 2017. Karakter yang diamati adalah karakter fisik buah dan fisiologi benih. Hasil penelitian ini adalah umur buah mempengaruhi karakter fisik buah yaitu pada warna dan kelunakan buah. Umur buah tidak mempengaruhi karakter fisiologi benih yaitu daya berkecambah dan indeks vigor. Mutu benih tomat Tora-IPB pada penelitian ini belum bisa ditentukan, karena benih dari buah yang dipanen 35 HSB-50 HSB viabilitasnya 39.10-49.00% dan vigornya 12.97-20.00%. Kondisi tanaman tomat Tora-IPB yang bervigor rendah dan banyak serangan penyakit juga menyebabkan perkembangan buah tidak optimal, demikian juga mutu fisiologis benihnya.

Pupuk Hayati Bacillus sp. Meningkatkan Produktivitas Tanaman Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.)

Sugiyanta, . ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Septianti, Octafiani

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Karet alam (Hevea brasiliensis Muell Arg.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia. Permasalahan karet Indonesia adalah rendahnya produktivitas dan mutu karet yang dihasilkan, khususnya oleh petani karet rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk hayati Bacillus pada produktivitas tanaman karet. Penelitian dibagi menjadi dua percobaan berdasarkan cara aplikasi pupuk hayati Bacillus yaitu dioles dan disemprot. Percobaan dilakukan di kebun karet, kebun percobaan IPB Cikabayan, Bogor. Percobaan 1 (aplikasi pupuk hayati Bacillus dioles) dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2016. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok 1 faktor yaitu aplikasi pupuk hayati Bacillus dan terdiri atas 2 taraf perlakuan (kontrol dan 4 g pupuk hayati Bacillus/tanaman/aplikasi). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Percobaan 2 (aplikasi pupuk hayati Bacillus disemprot) dilakukan pada bulan Desember 2017 hingga Februari 2018. Percobaan ini disusun dalam rancangan acak kelompok 1 faktor (aplikasi pupuk hayati Bacillus) dan terdiri atas 5 taraf perlakuan (kontrol, 1 ml, 2 ml, 3 ml, dan 4 ml pupuk hayati Bacillus sp./10 ml air/tanaman/aplikasi). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil percobaan 1 dan 2 menunjukkan bahwa aplikasi pupuk hayati Bacillus nyata meningkatkan produksi lateks, produksi karet kering per tanaman, dan hasil karet kering per hektar, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar karet kering (KKK).

Pengaruh Nisbah Jumlah Daun Terhadap Kualitas Buah Jeruk Pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.)

Pratama, Evan Yonda ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Susanto, Slamet ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pamelo merupakan salah satu jenis jeruk yang potensial dikembangkan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nisbah daun buah terhadap kualitas buah jeruk pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, IPB Dramaga, Bogor dan Laboratorium Pascapanen Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB pada bulan Januari sampai Juni 2016. Analisis bobot buah, kelunakan buah, Padatan Terlarut Total (PTT) dan Total Asam Tertitrasi (TAT) dilaksanakan di Laboratorium Pascapanen, Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, IPB. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang dicobakan yaitu nisbah jumlah daun:buah yang terdiri dari empat taraf: 50, 100, 200, dan 300 daun. Pengamatan terdiri dari pengamatan diameter buah per minggu, pengamatan bobot akhir buah, pengamatan diameter akhir buah, kelunakan buah, padatan terlarut total serta pengamatan total asam tertitrasi. Nisbah daun buah berpengaruh nyata terhadap diameter buah dan bobot buah. Secara keseluruhan rasio daun buah tidak berpengaruh terhadap padatan terlarut total, total asam tertitrasi dan kelunakan buah.

Studi Keragaman Galur F4 Hasil Persilangan Padi Varietas IPB 4S dengan Situ Patenggang

Saragih, Ratih Irma Khairani ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Wirnas, Desta

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi keragaman galur-galur F4 hasil persilangan padi IPB 4S dan Situ Patenggang dan membandingkannya dengan varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan, Institut Pertanian Bogor. Penanaman dilakukan dengan menanam populasi F4 hasil persilangan IPB 4S dengan Situ Patenggang sebanyak 100 galur terpilih dengan 4 varietas pembanding yaitu IPB 4S, Situ Patenggang, 7R dan 6R. Peubah yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah bernas, bobot gabah bernas, bobot gabah hampa, dan bobot 100 butir. Hasil perhitungan nilai tengah menunjukkan beberapa karakter populasi F4 memiliki nilai tengah lebih baik dari pembandingnya. Nilai heritabilitas dan koefisien keragaman genetik yang tinggi terdapat hampir pada seluruh karakter. Seleksi dilakukan berdasarkan bobot gabah bernas per tanaman karena memiliki nilai heritabilitas arti luas dan koefisien keragaman genetik yang tinggi.

Pengujian Berbagai Dosis Pupuk Kandang Kambing untuk Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis Organik (Zea mays var. Saccharata Sturt)

Sinuraya, Bayu Aditya ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Melati, Maya ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pertanian organik semakin menarik perhatian untuk mengubah pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non-alami dalam budidaya pertanian menjadi pola hidup sehat ramah lingkungan. Pupuk kandang pada pertanian organik merupakan sumber utama unsur hara dalam budidayanya. Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara yang lebih kecil dibandingkan pupuk anorganik, oleh sebab itu kebutuhan pupuk kandang akan sangat besar dalam budidaya pertanian organik. Penelitian ini bertujuan unutk mempelajari dan mendapatkan pengaruh dosis pupuk kandang terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis (Zea mays var. Saccharata Sturt). Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai Juli 2017 bertempat di Kebun Percobaan Organik IPB Cikarawang, Dramaga, Bogor. Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) dengan faktor tunggal yaitu dosis pupuk kandang kambing dengan 4 taraf perlakuan (0, 10, 20 dan 30 ton ha-1) dan masing-masing taraf terdapat 3 ulangan sehingga terdapat 12 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan jagung manis organik. Perlakuan dosis pupuk kandang 30 ton ha-1 nyata meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan dosis pupuk kandang tidak berpengaruh nyata terhadap produksi dan komponen produksi jagung manis organik.

Efektivitas Pelapisan Rizobakteri pada Benih Cabai setelah Disimpan 7 Bulan dalam Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman serta Mengendalikan Penyakit Busuk Phytophthora

Hikmawati, Ainun Nur Maulidina ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Ilyas, Satriyas ( Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor ) , Manohara, Dyah ( Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Kementerian Pertanian )

Buletin Agrohorti Vol 7, No 1 (2019): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar |

Abstract

Pengendalian penyakit busuk phytophthora pada cabai umumnya menggunakan fungisida sintetis yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelapisan rizobakteri pada benih cabai setelah disimpan selama 7 bulan, terhadap pertumbuhan tanaman dan hasil, serta ketahanan tanaman cabai terhadap penyakit busuk phytophthora. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2017 di Laboratorium Penyakit Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) dan Rumah Kaca Kebun Percobaan Leuwikopo, Departemen Agronomi dan Hortikultura, IPB. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RKLT satu faktor dengan empat ulangan. Percobaan terdiri atas dua belas perlakuan yaitu kontrol positif, kontrol negatif, coating Na alginat 2.5% plus E1+F2B1, ST116B, CM8, biopriming 24 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8, biopriming 48 jam isolat E1+F2B1, ST116B, CM8 dan priming metalaksil 800 ppm. Tanah inokulum sebanyak 5 gram/ tanaman disebar di sekitar perakaran ketika tanaman berumur 5 MSP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biopriming ST116B 24 jam nyata meningkatkan pertumbuhan tanaman meskipun tanah telah diinokulasi P. capsici. Perlakuan biopriming isolat ST116B 24 jam dan coating plus isolat ST116B mampu menurunkan kejadian penyakit busuk phytophthora dari 93.8% (kontrol positif) menjadi 65.6%. Perlakuan priming menggunakan metalaksil tidak efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman terhadap busuk phytophthora.