Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy)
ISSN : 20852916     EISSN : 23373652
urnal Agronomi Indonesia, sebelumnya bernama Buletin Agronomi, terbit sejak 1962, diterbitkan oleh Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor dan Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI). Jurnal Agronomi Indonesia merupakan media untuk publikasi tulisan asli yang berkaitan dengan budidaya tanaman secara luas, dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Naskah dapat berupa: hasil-hasil penelitian mutakhir (paling lama 5 tahun yang lalu), ulasan (review)singkat, analisis kebijakan atau catatan penelitian (research note) singkat mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, hasil awal percobaan (preliminary result).
Articles 25 Documents
Search results for , issue " Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA" : 25 Documents clear
Seed Coating with Biological Agent to Increace Plant Growth and Yield of Rice Palupi, Tantri
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.112 KB)

Abstract

Seed quality is an important factor in rice production. Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is a seedborne disease of rice that cause serious yield losses in Indonesia. Experiments were conducted at the Laboratory of Rice Research Babakan, IPB, Bogor; Laboratory of Seed Science and Technology at IPB, Bogor; and the Laboratory of Seed PT. EWSI, Purwakarta, from April to August 2011. The objective of this research was to determine the effectiveness of coating Xoo contaminated rice seeds with biological agents on plant growth and crop yield. The experiments were arranged in a randomized complete block design with one factor (seed coating treatment),i.e. T0 = negative control, healthy seed; T1 = positive control, the seeds contaminated with Xoo; T2 = P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B; T3 = alginate 3% + 1% peat + P. diminuta A6 and B. subtilis % 5/B; T4 = arabic gum 3% + 1% gypsum + P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B; T5 = CMC 1.5% + 1% talc + P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B, and T6 = bactericide streptomycin sulfat 4%. The results showed that seed coating treatment with with 3% alginate + 1% peat + P. diminuta A6 + B. subtilis 5/B was the best treatment based on the percentage of full and empty grain weight per panicle, and the percentage of number of full and empty grains per panicle.
Seed Coating with Biological Agent to Increace Plant Growth and Yield of Rice Palupi, Tantri; Ilyas, Satrias; Machmud, Muhammad; Widajati, Eny
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.365 KB)

Abstract

Seed quality is an important factor in rice production. Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae (Xoo) is a seedborne disease of rice that cause serious yield losses in Indonesia. Experiments were conducted at the Laboratory of Rice Research Babakan, IPB, Bogor; Laboratory of Seed Science and Technology at IPB, Bogor; and the Laboratory of Seed PT. EWSI, Purwakarta, from April to August 2011. The objective of this research was to determine the effectiveness of coating Xoo contaminated rice seeds with biological agents on plant growth and crop yield. The experiments were arranged in a randomized complete block design with one factor (seed coating treatment),i.e. T0 = negative control, healthy seed; T1 = positive control, the seeds contaminated with Xoo; T2 = P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B; T3 = alginate 3% + 1% peat + P. diminuta A6 and B. subtilis % 5/B; T4 = arabic gum 3% + 1% gypsum + P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B; T5 = CMC 1.5% + 1% talc + P. diminuta A6 and B. subtilis 5/B, and T6 = bactericide streptomycin sulfat 4%. The results showed that seed coating treatment with with 3% alginate + 1% peat + P. diminuta A6 + B. subtilis 5/B was the best treatment based on the percentage of full and empty grain weight per panicle, and the percentage of number of full and empty grains per panicle.
Pertumbuhan, Serapan Hara dan Hasil Kedelai Organik Melalui Aplikasi Pupuk Kandang Sapi Sudarsono, Wahyu Arif; Melati, Maya; Aziz, Sandra Arifin
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.729 KB)

Abstract

ABSTRAKPercobaan ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan, serapan haradan hasil kedelai organik. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2012 di Blora, Jawa Tengah, Indonesia.Percobaan ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan faktor tunggal yaitu dosis pupuk kandang sapidengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dua perlakuan pupuk organik sebagai perlakuan pembanding dan dibandingkan denganperlakuan pupuk kandang sapi terbaik menggunakan uji t. Empat perlakuan pupuk kandang sapi yang digunakan yakni 0,7.5, 10, 15 ton pupuk kandang sapi ha dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm dan 2 benih per lubang tanam. Dua perlakuanpembanding organik yakni (1) 7.5 ton pupuk kandang kambing ha-1 dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm dan 2 benih perlubang tanam, dan (2) 7.5 ton pupuk kandang sapi ha-1 -1dengan jarak tanam 40 cm x 25 cm x 15 cm dan 1 benih per lubangtanam. Dua ton abu sekam haditambahkan pada semua petak. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi 7.5 ton pupukkandang sapi ha-1 -1 atau 7.5 ton pupuk kandang kambing halebih efisien diaplikasikan dalam produksi kedelai organikdibandingkan perlakuan lainnya.Kata kunci: abu sekam, grumosol, musim kemarau, pertanian organik, pupuk kandang kambing
Perlakuan Benih untuk Meningkatkan Mutu dan Produksi Benih serta Mengendalikan Penyakit Bulai pada Jagung Manis Sonhaji, Muhammad Yasin; Surahman, Memen; Ilyas, Satriyas; ., Giyanto
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.24 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan benih untuk meningkatkan mutu dan produksi benihserta mengendalikan penyakit bulai pada jagung manis. Galur jagung manis 06 digunakan pada percobaan di rumah plastikyang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap satu faktor, yaitu 13 perlakuan benih. Percobaan di lapangan disusunberdasarkan rancangan petak terbagi dengan dua faktor. Faktor pertama merupakan galur jagung yang terdiri atas duagalur yaitu galur 06 dan 07, dan faktor kedua merupakan perlakuan benih yang terdiri atas 7 perlakuan. Matriconditioningmenggunakan rasio benih : arang sekam : pelarut = 3:0.5:1 (g) dalam botol tertutup dan ditempatkan pada ruangan bersuhu20±2 C selama 24 jam. Fungisida sintetik yang digunakan mengandung metalaksil dan dimethomorf. Agen hayati yangdigunakan adalah Bacillus megaterium dan Brevibacillus laterosporus. Hasil percobaan di rumah plastik dan lapanganmenunjukkan bahwa perlakuan fungisida sintetik paling efektif menekan penyakit bulai. Percobaaan di lapangan menunjukkanbahwa galur 07 lebih tahan terhadap penyakit bulai dibanding galur 06. Perlakuan matriconditioning + fungisida sintetik+ B. laterosporus pada galur 07 menghasilkan bobot tongkol per tanaman paling tinggi. Perlakuan matriconditioning +fungisida sintetik + B. laterosporus pada galur 06 mampu meningkatkan mutu fisiologis benih hasil panen.Kata kunci: Bacillus megaterium, Brevibacillus laterosporus, matriconditioning, Peronosclerospora maydis
Pertumbuhan, Hasil, dan Mutu Biji Kedelai dengan Pemberian Pupuk Organik dan Fosfor Hanum, Chairani
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.137 KB)

Abstract

ABSTRAKKedelai adalah tanaman yang membutuhkan fosfor (P) lebih banyak untuk pembentukan bijinya dibandingkan denganleguminosa lain. Fosfor merupakan faktor pembatas utama di daerah tropis karena sering difiksasi oleh aluminium danbesi. Salah satu upaya meningkatkan kesuburan tanah adalah melalui penambahan bahan organik dan manajemen fosfor.Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pupuk organik dan fosfor terhadap pertumbuhan, hasil dan mutubiji kedelai. Percobaan dilakukan mulai April sampai September 2011 berupa percobaan pot (isi 10 kg tanah kering udara)menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dua faktor. Faktor pertama adalah pupuk organik yang terdiri atas tigajenis, yaitu kotoran sapi, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), dan blotong, masing-masing dengan dosis 180 g tanamandan  tanpa  pupuk (kontrol).  Faktor  ke-2  adalah dosis P yang terdiri atas 4 taraf, yaitu 0, 0.45, 0.90, dan 1.35 g Ptanaman. Pupuk P tidak berpengaruh nyata pada seluruh peubah amatan, sedangkan pupuk organik berpengaruh nyata.Kompos blotong meningkatkan jumlah bintil akar efektif (77.0%), bobot kering akar (94.7% ), bobot kering  biji (50.3%),dan  kandungan protein biji (0.9%) dibandingkan tanpa pemberian. Kandungan lemak biji kedelai meningkat 4.2% denganpemberian blotong atau TKKS. Bobot kering tajuk tertinggi diperoleh pada pemberian kompos blotong dan pupuk P dengandosis 0.45 g tanaman-1-1.Kata kunci: blotong, Glycine max, kotoran sapi, tandan kosong kelapa sawit, lemak kedelai, protein kedelai
Seed Coating Sebagai Pengganti Fungsi Polong pada Penyimpanan Benih Kacang Tanah Sari, Maryati; Widajati, Eny; Asih, Pitri Ratna
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.872 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif pengganti fungsi polong dalam melindungi viabilitas benih kacangtanah selama penyimpanan, sehingga dapat menekan volume dan bobot dalam penyimpanan dan distribusi. Penelitiandilakukan pada benih kacang tanah varietas Kelinci. Percobaan dilaksanakan dengan rancangan petak terbagi. Petakutama adalah periode simpan, yaitu 0, 4, 7, 10, 13, dan 16 minggu. Anak petak adalah perlakuan pelapisan benih, yangterdiri atas benih dalam polong, benih kupas tanpa coating, benih kupas dengan coating arabic gum, coating arabic gum+ 0.5 g benomil L, coating arabic gum + 100 ppm, 150 ppm, dan 200 ppm tepung kurkuma, coating arabic gum + asamaskorbat 150 ppm, 250 ppm, dan 350 ppm. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan coating + 0.5 g benomil L-1  danperlakuan coating + 350 ppm asam askorbat mampu mempertahankan daya berkecambah dan indeks vigor terbaik selamapenyimpanan. Kedua perlakuan tersebut nyata memberikan nilai indeks vigor yang lebih baik (setelah disimpan selama 16minggu, masing-masing memiliki nilai indeks vigor 40.2% dan 45.8%) dibandingkan perlakuan benih kupas tanpa coating(32.9%) dan perlakuan penyimpanan benih dalam polong (28.2%).Kata kunci: Arachis hypogaea L., pelapisan benih, penyimpanan benih, viabilitas benih
Hubungan Karakter Daun dengan Hasil Padi Varietas Unggul Wahyuti, Titin Budi; Purwoko, Bambang Sapta; Junaedi, Ahmad; ., Sugiyanta; Abdullah, Buang
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.661 KB)

Abstract

Penelitian ditujukan untuk mempelajari  hubungan karakter daun dengan hasil padi varietas unggul, dan dilaksanakandi kebun percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Muara, Bogor pada bulan Desember 2010 sampai Juni 2011.Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan empat ulangan dan menggunakan 12 padi varietasunggul sebagai perlakuan. Varietas yang digunakan adalah Rojolele dan Pandan Wangi (varietas unggul lokal/VUL); IR64 dan Ciherang (varietas unggul baru/VUB); Fatmawati, Cimelati, galur BP360 dan B11143 (padi tipe baru/PTB);serta Maro, Rokan, SL-8 SHS, dan PP1 (hibrida). Hasil penelitian menunjukkan Galur B11143, Maro, Cimelati, dan Rokanmemberikan hasil gabah tertinggi. Tingginya hasil berhubungan dengan karakter sudut tiga daun bagian atas, luas daunbendera, kandungan klorofil, dan kandungan gula daun bendera. Karakter sudut tiga daun bagian atas dan luas daunbendera berkorelasi negatif dengan hasil. Kandungan klorofil dan gula daun bendera tahap berbunga dan pengisian bijiberkorelasi positif dengan hasil.Kata kunci: hasil, karakter daun, padi varietas unggul
Indikator dan Kriteria Seleksi pada Generasi Awal untuk Perbaikan Hasil Biji Kacang Hijau Berumur Genjah Jambormias, Edizon; Sutjahjo, Surjono Hadi; Mattjik, Ahmad Ansori; Wahyu, Yudiwanti; Wirnas, Desta
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2063.11 KB)

Abstract

ABSTRAKPerbaikan hasil kacang hijau dapat dilakukan melalui seleksi langsung maupun seleksi tak langsung berdasarkankriteria seleksi dari satu atau beberapa sifat kuantitatif sebagai indikator seleksi. Penelitian ini bertujuan untuk memilihindikator seleksi bagi hasil biji dan menentukan kriteria seleksi bagi indikator seleksi tersebut pada populasi generasi awalkacang hijau berumur genjah. Penelitian menggunakan rancangan acak tak lengkap berblok bersekat-tersarang 1-tahap.Analisis lintas dan regresi aditif serta genotipik masing-masing digunakan untuk memilih dan menentukan indikator seleksi dan kriteria seleksi. Hasil analisis pengaruh langsung memperlihatkan jumlah biji bernas dan umur berbunga merupakanindikator seleksi bagi hasil biji dengan kriteria seleksi 200 biji pada kisaran umur berbunga 40-46 hari, untuk memperolehhasil > 12 g tanaman. Sebaliknya, hasil analisis pengaruh tak langsung memperlihatkan tinggi tanaman, jumlah cabangdan lama hari panen dapat pula dimasukkan sebagai indikator seleksi. Kriteria seleksi bagi masing-masing indikator seleksiini adalah dua cabang dengan lama hari panen 16-20 hari dan tinggi tanaman sekitar 85 cm untuk menghasilkan 200 biji.Bila dipilih tanaman yang lebih pendek, kriteria seleksi tinggi tanaman 75-80 cm dapat digunakan, namun lama hari panenmenjadi 22-26 hari.-1Kata kunci: analisis regresi, analisis lintas, BLUP, seleksi generasi awal
Perkecambahan dan Pematahan Dormansi Benih Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) Siregar, Benedicta Lamria
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.609 KB)

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) adalah tanaman rempah liar yang dijumpai di Sumatera Utara. Benihandaliman sulit berkecambah. Penelitian ini bertujuan mempelajari perkecambahan benih andaliman dan pematahandormansi benih andaliman. Rancangan yang digunakan adalah rancangan kelompok lengkap teracak dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri atas enam perlakuan, yaitu: 1) benih tanpa perlakuan pematahan dormansi sebagai kontrol; 2) benihdirendam  dengan  air  hangat  60 C  dan  dibiarkan  hingga  dingin  selama 24 jam; 3) benih direndam dengan air hangat60 ooC dan dibiarkan hingga dingin selama 24 jam dan air diganti; 4) benih direndam KNO3 0.6 g L selama 24 jam; 5)  benihdirendam KNO3 0.6 g L-1 selama 24 jam dan larutan diganti; 6) benih direndam KNO3 1 g L-1-1 selama 24 jam dan larutandiganti. Perkecambahan benih andaliman relatif lama dan bervariasi, berkisar 21-99 hari setelah pengecambahan (HSP). Laju perkecambahan  benih andaliman tertinggi terjadi pada 40-90 HSP, dan menurun setelah itu. Perlakuan pematahandormansi tidak  meningkatkan persentase perkecambahan dan tidak mempercepat perkecambahan benih andaliman.Perlakuan benih disiram dengan air hangat 60 C dan  dibiarkan hingga dingin selama 24 jam, dan air diganti menghasilkanpersen perkecambahan 36.25%  pada 63.31 HSP sehingga potensial meningkatkan daya berkecambah  benih andaliman.Kata kunci: KNO3o, perlakuan benih, perkecambahan, rempah
Pemanfaatan Mikrob Pelarut Fosfat untuk Mengurangi Dosis Pupuk P Anorganik pada Padi Sawah Puspitawati, Mutiara Dewi; ., Sugiyanta; Anas, Iswandi
Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy) Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.758 KB)

Abstract

ABSTRAKMikrob pelarut fosfat (MPF), meliputi bakteri pelarut fosfat (BPF) dan fungi pelarut fosfat (FPF), berpotensi dalammeningkatkan ketersedian P dan meningkatkan efisiensi penyerapan P dari pupuk P anorganik. Tujuan penelitian adalahmengisolasi dan menyeleksi MPF, menguji efektivitas MPF dalam meningkatkan P tersedia dan mengurangi dosis pupuk Panorganik pada sistem budidaya pengelolaan tanaman terpadu (PTT) dan system of rice intensification (SRI). Percobaanlaboratorium meliputi isolasi dan seleksi MPF, uji indeks pelarutan P, uji pelarutan P dari sumber P sukar larut dan ujiantagonistik. Percobaan lapangan meliputi perlakuan dosis pupuk Panorganik yaitu 100%, 75%, 50%, dan kombinasi BPF,FPF, BPF+FPF. MPF diinokulasi menggunakan metode perendaman akar padi. Hasil percobaan laboratorium menunjukkanisolat bakteri BPFA5 (Pseudomonas aeruginosa) dan isolat fungi FPFE1 (Aspergillus niger) memiliki kemampuan pelarutanP lebih tinggi dan kompatibel dalam satu kultur. Hasil percobaan lapangan menunjukkan bahwa perlakuan sistem budidayaSRI lebih unggul dibandingkan PTT berdasarkan pertumbuhan, komponen hasil, hasil gabah, dan serapan hara P gabah.Perlakuan 75% dosis pupuk P anorganik+MPF (bakteri dan fungi) pada sistem budidaya SRI menghasilkan jumlah anakanproduktif, hasil gabah, dan serapan hara P gabah yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aplikasi mikrob pelarutP dapat mengurangi dosis pupuk P anorganik sampai 50% dan meningkatkan hasil gabah dan serapan hara P jerami dangabah.Kata kunci: bakteri pelarut fosfat, fungi pelarut fosfat, pengelolaan tanaman terpadu, system of rice intensification

Page 1 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 47, No 1 (2019): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 46, No 3 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 46, No 2 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 46, No 1 (2018): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 45, No 3 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 45, No 2 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 45, No 1 (2017): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 44, No 3 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 44, No 2 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 44, No 1 (2016): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 43, No 3 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 43, No 2 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 43, No 1 (2015): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 42, No 3 (2014): JURNAL AGRONOMI INDONESIA Vol 42, No 2 (2014): Jurnal agronomi indonesia Vol 42, No 1 (2014): JURNAL AGRONOMI INDONESIA Vol 41, No 3 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA Vol 41, No 2 (2013): JURNAL AGRONOMI INDONESIA Vol 41, No 1 (2013): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 40, No 3 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 40, No 3 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA Vol 40, No 2 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 40, No 2 (2012): JURNAL AGONOMI INDONESIA Vol 40, No 1 (2012): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 39, No 3 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 39, No 2 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 39, No 1 (2011): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 38, No 3 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 38, No 2 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 38, No 1 (2010): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 37, No 3 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 37, No 2 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 37, No 1 (2009): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 36, No 3 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 36, No 2 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 36, No 1 (2008): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 35, No 3 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 35, No 2 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 35, No 1 (2007): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 34, No 3 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 34, No 2 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 34, No 1 (2006): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 33, No 3 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 33, No 3 (2005): Jurnal Agronomi Iindonesia Vol 33, No 2 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 33, No 1 (2005): Jurnal Agronomi Indonesia Vol 32, No 3 (2004): Buletin Agronomi Vol 32, No 2 (2004): Buletin Agronomi Vol 32, No 1 (2004): Buletin Agronomi Vol 31, No 3 (2003): Buletin Agronomi Vol 31, No 2 (2003): Buletin Agronomi Vol 31, No 1 (2003): Buletin Agronomi Vol 30, No 3 (2002): Buletin Agronomi Vol 30, No 2 (2002): Buletin Agronomi Vol 30, No 1 (2002): Buletin Agronomi Vol 29, No 3 (2001): Buletin Agronomi Vol 29, No 2 (2001): Buletin Agronomi Vol 29, No 1 (2001): Buletin Agronomi Vol 28, No 3 (2000): Buletin Agronomi Vol 28, No 2 (2000): Buletin Agronomi Vol 28, No 1 (2000): Buletin Agronomi Vol 27, No 3 (1999): Buletin Agronomi Vol 27, No 2 (1999): Buletin Agronomi Vol 27, No 1 (1999): Buletin Agronomi Vol 26, No 3 (1998): Buletin Agronomi Vol 26, No 2 (1998): Buletin Agronomi Vol 26, No 1 (1998): Buletin Agronomi Vol 25, No 3 (1997): Buletin Agronomi Vol 25, No 2 (1997): Buletin Agronomi Vol 25, No 1 (1997): Buletin Agronomi Vol 24, No 1 (1996): Buletin Agronomi Vol 23, No 3 (1995): Buletin Agronomi Vol 23, No 2 (1995): Buletin Agronomi Vol 23, No 1 (1995): Buletin Agronomi Vol 22, No 2 (1994): Buletin Agronomi Vol 22, No 1 (1994): Buletin Agronomi Vol 21, No 2 (1993): Buletin Agronomi More Issue