cover
Contact Name
Dwi Yuniar Ramadhani
Contact Email
-
Phone
+6283856880998
Journal Mail Official
jurnalakperah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapasari No. 95 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Adi Husada Nursing Journal
ISSN : 24434019     EISSN : 25022083     DOI : -
Core Subject : Health,
Adi Husada Nursing Journal (AHNJ) is a peer review and open access journal that publishes scientific work in the field of nursing (print ISSN: 2443-4019, e-ISSN: 2502-2083). The journal has been published since 2015 and was developed by the Research and Community Service Unit, STIKes Adi Husada. The AHNJ periodicals are published twice a year in June and December, and provides an open access to the public for reading abstracts and full text. The scope of the Adi Husada Nursing Journal is nursing and health areas.
Articles 123 Documents
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DAN PROSES REHABILITASI MOTORIK PASIEN STROKE Wangsa Saputera, Maria Manuk, Yohanes Kurniawan, Ariawan
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 2 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.87 KB)

Abstract

ABSTRAKPenderita stroke dapat mengalami gangguan motorik. Setelah melewati masa akut, penderita stroke yang mengalami gangguan motorik diharapkan menjalani program rehabilitasi motorik. Proses rehabilitasi motorik penderita stroke membutuhkan dukungan keluarga karena dapat memotivasi dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani program rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dukungan keluarga pada pasien stroke dalam menjalani rehabilitasi motorik. Sampel penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sidotopo Wetan yang menderita stroke dan sedang melakukan program rehabilitasi sebanyak 27 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan nilai p = 0.496 (?<0.05) dan nilai r = - 0.137, dan dari hasil uji tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara dukungan emosional, penghargaan, informatif, dan instrumental keluarga terhadap proses rehabilitasi motorik penderita stroke. Hal ini dikarenakan sebagian besar penderita tidak tinggal serumah dengan keluarga, sehingga hal ini membuat penderita tidak mendapatkan dukungan keluarga yang optimal. Bila penderita mendapatkan dukungan yang cukup dari keluarga, diharapkan penderita dapat termotivasi untuk merubah gaya hidup sehat secara optimal. Kata kunci: dukungan keluarga, pasien stroke, rehabilitasi motorik ABSTRACTStroke patients may experience physical motor impaired. After passing through the acute period, stroke patients with physical motor impaired must took a physical motor rehabilitation program. The process of physical motor rehabilitation program needed social family support because family could motivated and increased patient?s obedience. The aim of this study was to analyzed relationship between family social support with physical motor rehabilitation program of stroke patients. Samples were patient came to Sidotopo Wetan public health care who suffered a stroke and was conducting a physical motor rehabilitation program as many as 27 people. This study used consecutive sampling. Data was collected using questionnaire and analyzed using Pearson correlation test. Result of this study showed p = 0.496 (?<0.05) dan nilai r = - 0.137 so there was not a relationship between emotional, appreciation, informative, and instrumental family support with the patient physical motor rehabilitation process. This was because most patients did not stay together with their family, so this made patients did not get full family support. When patients get enough support from the family, the patient could be motivated to change healthy lifestyle optimally. Keywords: family support, stroke patient, physical motor rehabilitation DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PENERAPAN OSCE DENGAN KEPUASAN MAHASISWA MENJALANI PRAKTIKA LABORATORIUM DI AKADEMI KEPERAWATAN ADI HUSADA SURABAYA Kurniawan, Yohanes; Iswati, Iswati
Adi Husada Nursing Journal Vol 5 No 1 (2019): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.448 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v5i1.139

Abstract

ABSTRAK Kepuasan mahasiswa merupakan perbandingan antara harapan yang diinginkan mahasiswa dengan pelayanan yang diberikan. Pemberian pengalaman belajar praktika diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada mahasiswa. Namun kenyataannya mahasiswa yang sudah mendapat praktika laboratorium belum sepenuhnya mendapatkan kepuasan. Pemberian praktika laboratorium menggunakan OSCE diharapkan dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan penerapan OSCE dengan kepuasan mahasiswa menjalani praktika laboratorium di Akademi Keperawatan Adi Husada Surabaya. Desain penelitian yang digunakan adalah kolerasi pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 89 mahasiswa Akademi Keperawatan Adi Husada Surabaya yang dipilih menggunakan probability sampling dengan simple random sampling technique sebanyak 73 mahasiswa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner closed ended. Hasil penelitian menyatakan sesuai dengan penerapan OSCE sebanyak 51 responden (57%) dan kepuasan mahasiswa menyatakan sesuai dengan praktika laboratorium sebanyak 51 mahasiswa (67%). Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p<0,05 (p=0,04), yang menunjukkan ada hubungan antara penerapan OSCE dengan kepuasan mahasiswa menjalani praktika laboratorium di Akademi Keperawatan Adi Husada Surabaya. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan mahasiswa lebih aktif lagi terhadap pembelajaran praktika di laboratorium agar saat pelaksanaan ujian OSCE mahasiswa lebih siap dan dapat meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap pelaksanaan ujian OSCE. Kata Kunci : Kepuasan Mahasiswa, Penerapan OSCE, Praktika Laboratorium   ABSTRACT Student satisfaction is a comparison between the expectattions of the students who want the service given. Practical learning experience is expected to pride satisfaction to the students. But in reality, students who have got laboratory practice have not fully received satisfaction. Laboratory administration using OSCE is expected to improve student satisfaction. The purpose of this research was to analyse the implementation of OSCE with student satisfaction of laboratory practice at Nursing Academy Adi Husada Surabaya. The design of this research used correlational with cross sectional approach. The population of this research was 89 students in Nursing Academy Adi Husada Surabaya selected used probability sampling with simple random sampling technique as many as 73 students. The data retrieval used closed ended questionnaires. The results expressed in accordance with the application of OSCE as much as 51 respondents (57%) and student satisfaction stated in accordance with laboratory practicalities as much as 51 students (67%). The chi-square test results was p<0,05 (p=0,04), which there was a relationship between the implementation of OSCE with the satisfaction of students who had laboratorium practice in Nursing Academy Adi Husada Surabaya. The results hoped that students will be more active in laboratory studies, so that when implementation of students OSCE exams were better prepared so that they can improve student satisfaction on the implementation of OSCE exams. Keyword : Student Satisfaction, Application OSCE, Practice Laboratory
PENGGUNAAN HAND SPALK TERHADAP KELANCARAN INTERMITEN TETESAN INFUS PADA ANAK PRASEKOLAH Sri Wahayu Puji Lestari, Abdul Ghofar,
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.186 KB)

Abstract

Memasang infuse anak bukan merupakan hal mudah karena memiliki vena yang kecil dan rapuh. Sehingga diperlukan fiksasi menggunakan bidai spalk untuk membatasi pergerakan akses vena agar tetap pada posisinya serta mencegah gerakan tidak perlu yang menyebabkan infiltrasi dan peradangan. Maka Peneliti mencoba memodifikasi bidai infuse dengan hand spalk sebagai fiksasi. Serta menguji pengaruh penggunaan hand spalk untuk menjaga intermiten kelancaran tetesan infuse pada anak prasekolah selama rawat inap di RS. Unipdu Medika Jombang. Desain penelitian ini Quasy Experiment post test Control Design. Populasinya seluruh anak usia prasekolah selama bulan November sampai Desember di Rumah Sakit Unipdu Medika Jombang. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, besarnya sampel masing-masing 10 responden control bidai spalk dan perlakuan hand spalk. Untuk menguji pengaruh penggunaan hand spalk menggunakan uji statistic Mann Whitney, tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil penelitian pada kelompok perlakuan dan kontrol berdasarkan uji statistic Mann Whitney dengan tingkat kemaknaan ?=0,05 menunjukkan nilai p value 0,000 berarti H0 ditolak, H1 diterima bermakna ada pengaruh penggunaan hand spalk terhadap intermiten tetesan infus pada anak prasekolah. Ada pengaruh penggunaan hand spalk terhadap intermiten tetesan infuse pada anak prasekolah di Rumah Sakit Unipdu Medika Jombang, karena tangan anak bergerak bebas,meminimalkan anak untuk memanipulasi tangannya. Hand spalk ini dapat diproduksi dan direkomendasikan sebagai fiksasi infus di rumah sakit untuk memberi kenyamanan pada anak. Kata kunci: Hand spalk, tetesan infus intermiten, usia pra sekolah ABSTRACT Infusion installing child is not an easy thing because it has a small and fragile veins.That we need to use a splint fixation spalk to restrict the movement of venous access in order to remain position and prevent unnecessary movements cause infiltration and inflammation. Researchers then tried to modify the infusion with a hand splint spalk as fiksasi. Examine the effect of the use hand spalk to maintain the smooth intermittent drip in preschool children during hospitalization in UnipduMedika hospital Jombang. This study design Quasypostest Control Experiment Design. The entire population of preschool children during November to December in UnipduMedika Hospital Jombang .Sampling using purposive sampling, the sample size of 10 respondents each control splints spalkand treatment of hand spalk. To test the effect of  use hand spalk using Mann Whitney statistical test , significance level ? = 0.05. Results of research on the treatment and control groups by Mann Whitney statistical test with significance level ? = 0.05 indicates significant p value 0.000means that Ho is rejected, H1 received no meaningful effect on the use of hand spalk intermittent drip of preschool children. There is the effect of the use of hand spalk against intermittent drip in preschool children at Unipdu Medika Hospital Jombang, because the child's hand move freely , minimizing child to manipulate her . Hand spalk can be produced and recommended as a fixation infusion in hospital for comfortable for children . Keywords: Hand saplk, intermittent drip, preschool DAFTAR PUSTAKA Akari, S. (2009). Skripsi : Pengaruh Penggunaan Bidai Infus Bergambar Terhadap Penurunan Respon Perilaku Maladaptif Pada Anak Usia Prasekolah Rawat Inap diruang anak RSUD Waluyo Kraksaan Probolinggo. Jombang: Darul'Ulum. Anne Grifin & Potter, P. P. (1993). Fundamentals of Nursing : Conceps, Process & Practise. Edition :. USA: Mosby. CO. Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian : SuatuPendekatan Praktik. Edisi Revisi 2010. Jakarta: PT.Rineka Cipta. Kozier & Erb. (2009). Buku Ajar Keperawatan Klinis. Jakarta: EGC. Harlock, E. (1998). Perkembangan Anak. Edisi 6 Erlangga. Jakarta. http://id.Slideshare-nel/Putri Martina/bebat-n-bidai. (n.d.). Retrieved Juni senin, 2014 Joanne, S. (1998). Terapi Intravena Edisi 2. Alih bahasa : Aniek, M. Jakarta: EGC. Lestari, K. B. (n.d.). Retrieved Juni sabtu, 2014, from Lib.UI.ac/file=digital/20334150-T3255 T32555_Kustati Budi Lestari.pdf-Perpustakaan UI. Patmonodewo, S. (2003). Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Sacharin, R. M. (1996). Prinsip Keperawatan Pediatrik. Jakarta: Buku Kedokteran EGC. Uliyah, A. A. (2011). Prosedur Ketrampilan Dasar Praktik Klinik. Jakarta: Health Book Publishing. Wong, D. (2005). Pedoman Klinis Keperawatan Pediatric, Editor : Sari Kurnianingsih. Alih Bahasa: Monica Ester. Jakarta: EGC. Potter & Perry. (2010). Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
“SERVANT LEADERSHIP” : PERAN PERAWAT MANAGER DALAM MENGOPTIMALKAN ETOS KERJA STAF Nopita Wati, Ni Made
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 2 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.302 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v3i2.99

Abstract

Keberhasilan pelayanan keperawatan salah satunya dapat diukur melalui seberapa besar produktifitas perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang bermutu kepada pasien dan keluarganya. Terdapat beberapa faktor pendukung di dalam menumbuhkan produktivitas kerja staff, dimana salah satu faktor tersebut adalah etos kerja. Etos kerja merupakan bagian penting dari keberhasilan manusia, baik dalam komunitas kerja yang terbatas maupun dalam lingkungan sosial yang lebih luas. Peningkatan etos kerja dalam organisasi merupakan tugas dan tanggung jawab semua lapisan, terutama pemimpin dalam membina serta membimbing bawahannya supaya dapat bekerja dengan baik dan benar sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Upaya yang dapat dilakukan pemimpin untuk mengoptimalkan etos kerja staff adalah dengan menerapkan servant leadership. Tujuan dari literature review ini adalah untuk menggambarkan hubungan penerapan servant leadership oleh perawat manager (kepala ruang) dalam mengoptimalkan etos kerja staffnya. Literature review ini dibuat berdasarkan sumber literature dan jurnal penelitian ilmiah terkait. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan penulusan internet dari database EBSCO, Proquest, dan Google Scholar yang menggunakan kata kunci servant leadership, work ethic and nursing. Data yang didapatkan, disusun secara sistematis dan dilakukan diskusi atau pembahasan. Servant leadership yang diterapkan oleh perawat manager berhubungan positif terhadap etos kerja. Diharapkan perawat manager mampu menerapkan servant leadership agar etos kerja staf berada di tingkat yang positif. Kata kunci : servant leadership, work ethic and nursing ABSTRACTThe success of nursing services one of which can be measured by how much the productivity of nurses in providing quality nursing care to patients and families. There are several contributing factors in the growth of labor productivity in staff, one of these factors is the work ethic. The work ethic is an important part of human success, both in the limited work community and wider social environment. Improved work ethic within the organization is the duty and responsibility of all walks of life, especially a leader in developing and guiding his subordinates in order to work properly and correctly in accordance with the duties and functions of each. Efforts should be made leader to optimize staff work ethic is by implementing servant leadership. The purpose of this literature review is to illustrate the application of the relationship of servant leadership by nurse manager (head space) in order to optimize its staff's work ethic. Literature review is made based on the source literature and related scientific research journals. The method used in this paper is the internet penulusan of database EBSCO, Proquest, and Google Scholar are using keywords servant leadership, work ethic and nursing. Data obtained, systematically arranged and conducted discussion or debate. Servant leadership is applied by a nurse manager positively related to work ethic. Expected nurse manager is able to apply servant leadership so that the work ethic of staff were in positive level Keywords : servant leadership, work ethic and nursing DAFTAR PUSTAKA1. Riva?i, Veithzal. Manajemen Sumberdaya Manusia untuk Perusahaan:dari teori ke praktek. Jakarta : Radja Grapindo Persada. 20042. Sudarmanto. Kinerja dan Pengembangan Kompetensi SDM. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. 20093. Jackson, et. al. Pengelolaan Sumber Daya Manusia. Edisi Sepuluh. Buku 1. Jakarta : Salemba Empat. 2010 4. Nursalam. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktek Keperawatan Keperawatan Profesional. Edisi 2. Jakarta :Salemba Medika, Jakarta. 20155. Sinamo, Jansen. Delapan Etos Kerja Profesional. Jakarta: Institut Mahardika. 20116. Nyoman Sukardewi, dkk. Kontribusi Adversity Quotient (AQ) Etos Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMA Negeri di Kota Amlapura. Jurnal Akuntansi Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4. 20137. Fajariadi, Dian.Analisis Etos Kerja, Iklim Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Keperawatan. Fakultas Keperawatan.Universitas Sumatra Utara. 20148. Sitorus, R. Manajemen Keperawatan : Manajemen Keperawatan di Ruang Rawat. Jakarta : CV Sagung Seto. 20119. Nuryati. Kepemimpinan Pelayanan: Pendekatan Baru Model Kepemimpinan. Jurnal STIE AUB. Surakarta.200410. Astohar. Kepemimpinan (Servant Leadership) Sebagai Gaya Kepemimpinan untuk Kemajuan Organisasi. Jurnal STIE Totalwin Semarang Vol.3 Nomor 2. 201211. Ratnaningsih, Ika Zenita dan Prihatsanti, Unika. Buku Ajar Psikologi Kepemimpinan. Semarang : Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan. 201512. Adji, Muhammad. Pengaruh servant leadership terhadap kinerja dengan burnout sebagai variabel intervening pada karyawan PT Intiroda makmur persada TBK, Tangerang. Jurusan manajemen Fakultas ekonomi Universitas Negeri Semarang. 201513. Lantu, D, Erich. P, Augusman. R. Servant Leadership. Gradien Books. 2007 14. Neuschel, P.R. Pemimpin yang Melayani. Cetakan Pertama. Jakarta : Akademia. 200815. Barbuto, John E. and Wheeler, Daniel W Scale Development and Construct Clarification of Servant Leadership. Faculty Publications: Agricultural Leadership, Education & Communication Department.Paper 51.http://digitalcommons.unl.edu/aglecfacpub/5. 200616. Wong, P.T., & Page, D. Servant leadership: An opponent-process model and the revised servant leadership profile.http://www.regent.edu/acad/global/publications/sl_proceedings/2003/wong_servant_leadership. 200317. Kreitner, R., & Kinicki, A. Organizational Behaviour. New York : McGraw-Hill. 200718. D.V.Day (Ed). Servant leadership : A review and syntheses. The Oford handbook of leadership and organizations. Oxford University Press and Van Dierendonck, D. Journal of Management. 37 (4), 1228-1261. 2011 19. Fitriah, Yunus, M.I. dan Putra, T.R.I. Pengaruh Remunerasi, Motivasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Etos Kerja Serta Implikasi Terhadap Kinerja Pegawai Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPM) Provinsi Aceh. Jurnal Manajemen Pascasarjana Universitas Syiah Kuala. Volume 4, No. 3. pp. 208- 217 . 201520. Sari, Ika Puspita. Hubungan Antara Etos Kerja dengan Prestasi Kerja Karyawan Industri Batik Semarangan di Kota Semarang.Jurusan Teknologi Jasa dan Produksi,Universitas Negeri Semarang. 200921. Poniman, F. Nugroho, I dan Azzaini, J. Kubik Leadership, Solusi esensial Meraih sukses dan Kemuliaan hidup. Jakarta : Mizan Publika. 200622. Yulk. Leadership in Organizations Sixth Edition. New Jersey : Pearson Education, Inc. 200823. Heristi, K.D. dan Handoyo. S.Hubungan antara Servant Leadershipdengan Efektifitas Tim ditinjau dari Persepsi Anggota Tim PHKI-Jurusan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.Jurnal Insan Media Psikologi Vol. 13, No. 1.ISSN 1978-726X http://alumni.unair.ac.id/kumpulanfile/769826984_abs.pdf.diakses tanggal 5 Desember 2016. 201124. Robbins, S.P, & Jugde, T.A. Perilaku Organisasi edisi 16. Penerjemah Ratna Saraswati & Febriella Sirat. Jakarta : Salemba empat. 201425. Northouse, Peter G. Kepemimpinan : Teori dan Praktik. Edisi Keenam. Jakarta : PT Indeks. 2013 DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
OPTIMALISASI PERILAKU PEMENUHAN NUTRISI PADA IBU HAMIL TRIMESTER SATU MELALUI PENYULUHAN Andriani, Dewi
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 2 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.266 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v2i2.48

Abstract

ABSTRAK Asupan nutrisi merupakan salah satu kunci keberhasilan selama masa kehamilan. Jika asupan nutrisi selama kehamilan tidak terpenuhi, plasenta akan kekurangan zat makanan sehingga akan mengurangi kemampuannya dalam mensintesis zat-zat yang dibutuhkan oleh janin. Beberapa faktor penting dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil adalah perilaku ibu hamil. Oleh karena itu, intervensi penyuluhan dan perilaku ibu hamil tentang asupan nutrisi sangat diperlukan untuk keberhasilan kehamilannya.Tujuan penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh penyuluhan terhadap perubahan perilaku pemenuhan nutrisi pada ibu hamil trimester satu di Puskesmas Gading Surabaya.Desain penelitian yang digunakan adalah pre-post one group design.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan jumlah sampel sebanyak 20 responden. Data diperoleh melalui lembar kuesioner perilaku dan hasil dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Karakteristik responden adalah sebagian besar berusia 21-25 tahun, pendidikan SMA, tidak bekerja, kontrol teratur, berpenghasilan >UMK. Hasil uji statistik menunjukkan ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap perubahan perilaku ibu hamil trimester satu dalam pemenuhan nutrisi di Puskesmas Gading Surabaya.Untuk mengoptimalkan perubahan perilaku dapat diberikan tidak hanya penyuluhan namun metode FGD dan demontrasi.   Kata kunci: penyuluhan, perilaku ibu hamil trimester satu, pemenuhan nutrisi   ABSTRACT Nutritional intake is one of the keys to success during pregnancy. If the nutritional intake during pregnancy are not fullfilled, the placenta will be a shortage of nutrients so that it will reduce its ability to synthesize substances that are needed by the fetus. Some of the important factors in the nutrition of pregnant women are counseling and behavioral interventions pregnant mothers about nutrition. Therefore, intervention and behavioral counseling pregnant women about nutrition is indispensable for the success of her pregnancy. The purpose of this study to identified effect of health education on nutrition behavior change in one trimester pregnant women in Ivory PHC Surabaya. The study design used is a one-group pre-post design. Sampling technique used is purposive sampling and the total sample of 20 respondents. Data were obtained through a questionnaire sheet behavior and the results were analyzed by Wilcoxon Signed Rank Test. Characteristics of respondents are mostly 21-25 years old, high school education, no work, regular controls, income> UMK. Statistical analysis showed no effect of health education on behavior change trimester pregnant women in fulfillment of one nutrient in Ivory PHC Surabaya. To optimize the behavior change can be given not only counseling but the method FGD and demonstrations.   Keywords: Health education, 1rd trimester pregnant women, nutritional intake DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
HUBUNGAN SUPERVISI KEPERAWATAN DENGAN PELAKSANAAN BUDAYA SAFETY Nopita Wati, Ni Made; Prihatiningsih, Diah; Nanik Haryani, Ni Putu
Adi Husada Nursing Journal Vol 4 No 2 (2018): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.358 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v4i2.126

Abstract

ABSTRAK Budaya Safety adalah kesadaran konstan, nilai, persepsi, keyakinan, sikap, kompetensi dan pola perilaku  dari setiap individu yang dihasilkan oleh individual dan kelompok yang ditetapkan berdasarkan komitmen dan gaya dari manajemen organisasi kesehatan yang ada di rumah sakit untuk menjamin keselamatan pasien selama perawatan. Upaya meningkatkan budaya keselamatan pasien salah satunya adanya peran supervisi keperawatan yang mempromosikan keselamatan pasien kepada stafnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah sampel yaitu perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Sanjiwani Gianyar sebanyak 94 responden. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar kuesioner supervisi keperawatan dan budaya safety. Analisa data menggunakan uji Rank Spearman dengan level siginifikan (? = 0,05), penelitian ini menunjukkan hasil analisa didapatkan nilai p=0,000 dan r=0,478, yang berarti ada hubungan signifikan supervisi keperawatan dengan pelaksanaan budaya safety. Supervisi keperawatan dinilai cukup oleh sebagian besar responden sebanyak 64 orang (68,1%) dan pelaksanaan budaya safety sebagian besar berada pada kategori baik (55,3%). Disarankan kepada RSUD Sanjiwani Gianyar agar memberikan reward berupa dukungan dan motivasi kepada masing-masing unit pelayanan keperawatan yang berhasi menerapkan dan meningkatkan budaya safety.   Kata Kunci : Supervisi Keperawatan, Budaya Safety   ABSTRACT The safety culture is the constant awareness, value, perception, belief, attitude, competence and behavioral pattern of each individual generated by individuals and groups defined by the commitment and style of the organization's management of healthcare to ensure patient safety during treatment. Efforts to improve the safety culture of patients one of them the role of nursing supervision that promotes patient safety to its staff. The purpose of this study is to determine the relationship of nursing supervision with the implementation of safety culture in the inpatient room of RSUD Sanjiwani Gianyar. The design of this research is descriptive correlation with cross sectional approach. Sampling technique in this research is total sampling with number of sample that is nurse executor in hospital room of RSUD Sanjiwani Gianyar counted 94 responden. Data were collected using a nursing supervision questionnaire sheet and safety culture. Data analysis using Rank Spearman test with significance level (? = 0,05), this research show result of analysis got value p = 0,000 and r = 0,478, meaning there is significant correlation of nursing supervision with implementation of safety culture. Nursing supervision is considered sufficient by most respondents as much as 64 people (68.1%) and the implementation of safety culture is mostly in good category (55.3%). It is suggested to RSUD Sanjiwani Gianyar to give rewards in the form of support and motivation to each nursing service unit that is able to implement and improve safety culture   Keywords: Nursing supervision, The safety culture
RELIABILITAS INSTRUMEN GCS DAN FOUR SCORE UNTUK MENILAI TINGKAT KESADARAN PASIEN DI RUANG ICU Untung Sujianto, Ika Silvitasari, Hery Djagat Purnomo,
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 1 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instrumen untuk menilai tingkat kesadaran secara umum menggunakan GCS, ada instrumen lain yaitu FOUR score sebagai alternatif penilaian tingkat kesadaran. Kelemahan dari instrument GCS yaitu tidak dapat menilai respon verbal pada pasien yang terpasang intubasi dan tidak mampu menilai pasien dengan keadaan vegetatif. Jenis penelitian ini adalah studi observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 74 responden di ruang ICU. Responden diobservasi tingkat kesadaranya oleh dua orang observer untuk mengetahui nilai reliabilitas. Hasil uji reliabilitas dengan menggunakan uji Kappa didapatkan hasil nilai Kappa GCS (E:0,816; M:0,861;V:0,904) sedangkan FOUR score (E:0,863;M:0,785;B:0,623;R:1). Nilai total Kappa dari instrumen GCS adalah 0,973 dan FOUR score 0,888. Kedua observer memiliki nilai rata-rata nilai Kappa dari rentang baik ? sangat baik. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas GCS dan FOUR score. ABSTRACT Instruments to assess the level of consciousness in general use GCS, there is a new instrument that is FOUR score as an alternative assessment of the level consciousness. The weakness of the instrument GCS is unable to assess verbal response in patients intubated and unable to assess patients with vegetative state. This type of study is an observational study. The sample used by 74 respondents in the ICU. Respondents observed level by 2 observers to determine the reliability value. Results:The reliability of the test results showed the value of Kappa GCS (E: 0,816; M: 0.861; V: 0.904) while the FOUR score (E: 0.863; M: 0.785; B: 0.623; R: 1). The total value of the instrument GCS Kappa was 0.973 and FOUR score 0.888.Conclusion: Both observer has an average value of the range of values Kappa good - very good. Recommendation: Further research should be conducted to determine the sensitivity and specificity of GCS and FOUR score. Keywords : Reliability, GCS, FOUR score. DAFTAR PUSTAKA Bordini AL, Luiz TF, Fernandes M, Arruda WO, Teive HAG. (2010). Coma scales A historical review. Arq Neurosiquiart :68(May):930?7. Bruno M-A, Ledoux D, Lambermont B, Damas F, Schnakers C, Vanhaudenhuyse A, et al. (2011). Comparison of the Full Outline of UnResponsiveness and Glasgow Liege Scale/Glasgow Coma Scale in an intensive care unit population. Neurocrit Care.;15(3):447?53. Dharma KK. (2011). Metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: CV Trans Info Media. Irawan H, Setiawan F, Dewanto G. (2009). Perbandingan Glasgow Coma Scale dan Revised Trauma Score dalam Memprediksi Disabilitas Pasien Trauma Kepala di Rumah Sakit Atma Jaya.;437?42. Jalali R, Rezaei M. (2014). A Comparison of the Glasgow Coma Scale Score with Full Outline of Unresponsiveness Scale to Predict Patients ? Traumatic Brain Injury Outcomes in Intensive Care Units. Critical care research and practice.Critical Care Research. Volume 2014. Kavipat PA. (2009). Endorsement of the FOUR Score for Consciousness Assessment in Neurosurgical Patients. Acta Med Okayama;4. Matheesiriwat N, Kuptniratsaikul S. (2012). The FOUR Score and Glasgow Coma Scale to Evaluate the Patients with Intubation at Emergency Room. Royal Thai Army Medical Journal;145?52. Peng J, Deng Y, Chen F, Zhang X, Wang X, Zhou Y, et al. (2015). Validation of the Chinese version of the FOUR score in the assessment of neurosurgical patients with different level of consciousness. BMC Neurol.;15(1):254. Sahin et.al. (2015). Comparision Of GCS And FOUR Scores Used In The Evaluation OfNeurological Status In Intensive Care Units. Journal of Contemporary Medicine 2015;5(3): 167-172. DOI: 10.16899/ctd.99371. Smeltzer, Suzanne C, Bare, Brenda G. (2010). Brunner & Suddarth?s textbook of medical-surgical nursing. Edisi 12. Wolters Kluwer Health / Lippincott Williams & Wilkins.Stead LG, Wijdicks EFM, Bhagra A, Kashyap R, Bellolio MF, Nash DL, et al. (2009). Validation of a new coma scale, the FOUR score, in the emergency department. Neurocrit Care;10(1):50?4. Tadrisi SD, Bahari N, Ebadi A, Madani SJ. (2012). Validity and reliability of coma scale (four score) in adult patient hospitalized in Critical Care Units.;5(2):95?102. Wijdicks EFM, Bamlet WR, Maramattom B V, Manno EM, McClelland RL. (2005). Validation of a new coma scale: The FOUR score. Ann Neurol.Oct;58(4):585?93. DOWNLOAD FULL TEXT >>
PEMBERIAN PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU IBU DALAM PENANGANAN DIARE PADA ANAK USIA 0-5 TAHUN Dwi Ayu Nurya Faradevy , Fany Anitarini, Atik Pramesti W,
Adi Husada Nursing Journal Vol 3 No 2 (2017): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.782 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v3i2.90

Abstract

ABSTRAKPermasalahan kesehatan yang banyak terjadi pada anak-anak salah satunya adalah diare. Anggota keluarga yang paling dekat dengan balita adalah ibu sehingga ibu dituntut terampil dalam penanganan diare pada anak. Upaya untuk meningkatkan perilaku ibu dalam merawat balita sakit adalah melalui pendidikan kesehatan . Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan terhadap perilaku ibu dalam penatalaksanaan diare pada anak usia 0-5 Tahun. Penelitian ini menggunakan pre experimental one group pra-post test design. Sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang mempunyai anak usia 0-5 tahun penderita diare dengan tanpa dehidrasi dan dehidrasi ringan/sedang berjumlah 38 responden yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa setelah diberikan perlakuan pengetahuan ibu meningkat sejumlah 21 responden, sikap ibu tetap sejumlah 20 responden, tindakan ibu meningkat sejumlah 38 responden. Uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan ada perbedaan antara sebelum dan sesudah intervensi dilihat dari pengetahuan, sikap dan tindakan ibu dengan nilai p = 0,000. Pendidikan kesehatan mengenai penatalaksanaan diare secara dini merupakan metode yang efektif dalam upaya meningkatkan perilaku ibu dalam penatalaksanaan diare pada anak selama di rumah. Metode pendidikan kesehatan ini dapat dikembangkan oleh tenaga kesehatan yang ada di puskesmas maupun kader-kader posyandu sehingga angka kematian anak akibat dehidrasi karena diare berkurang. Kata kunci : Pendidikan kesehatan, diare, perilaku ibu ABSTRACTOne of health problems that many occur in children is diarrhea. The closest family member to a toddler is the mother so that the mother is required to be skilled in handling diarrhea in children. The effort to improve maternal behavior in caring for toddlers paints through health education. This study aims to analyze the effectiveness of health education on maternal behavior in the management of diarrhea in children aged 0-5 years. This study used pre experimental one group pre-post test design. The samples of this study were all mothers who had children aged 0-5 years with diarrhea with no dehydration and mild / moderate dehydration amounted to 38 respondents taken with Purposive Sampling technique. The result of data analysis showed that after giving treatment, the mother's knowledge increased by 21 respondents, mother's attitude remained 20 respondents, mother's action increased by 38 respondents. Wilcoxon Signed Ranks Test shows there is difference before and after intervention seen from knowledge, attitude and action of mother with value p = 0,000. Health education on diarrhea management earlieris an effective method of improving maternal behavior in the management of diarrhea in children during at home. The method of health education can be developed by health workers in the health center and posyandu cadres so that the child mortality due to dehydration because of diarrhea can be reduced. Keywords : health education, diarrhea, mother behaviour DAFTAR PUSTAKA1. Depkes RI. (2013). Data dan Informasi Tahun 2013. Jakarta Depkes RI2. Dinas Kesehatan Banyuwangi. (2016). Kasus Diare di 45 Puskesmas Banyuwangi. Banyuwangi Dinkes Banyuwangi3. Dinas Kesehatan Jawa Timur. (2011). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2010. Surabaya; Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur4. Huang, L.H., Anchala, K.R., Ellsbury, L., George, S.C., (2009). Dehydration. Available from :http://emedicine.medscape.com/article/906999-overview.com [Accessed 12 Desember 2016]5. Kemenkes RI. (2009). Buletin jendela data dan informasi kesehatan vol 2. Jakarta: Kemenkes RI6. Kemenkes RI. (2012). Buku Bagan Managemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta 7. Mubarak, Wahit.(2012). Promosi Kesehatan Untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika8. Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta9. Riskesdas. (2013). Profil Kesehatan Indonesia tahun 2012. Jakarta10. Sofwan, Rudianto. (2010). Cara Cepat Atasi Diare Pada Anak. Jakarta : PT. Bhuna Ilmu Populer Gramedia11. Sudarmoko. (2011). Mengenal, Mencegah, dan Mengobati Gangguan Kesehatan pada Balita. Yogyakarta: Titano12. Suraatmadja, S. (2007). Kapita Selekta Gastroenterologi Anak. Sagung Seto, Jakarta13. Susilo, Rakhmad (2011). Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan.Yogyakarta: Nuha Medika. 14. WHO. (2013). Diarrhoeal Disease. Geneva15. Widoyono. (2012). Penyakit Tropis, Epidemiologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasan. Erlangga Medical Series : Jakarta. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PERSEPSI PERAWAT TENTANG PENJAMINAN MUTU KESELAMATAN PASIEN OLEH KEPALA RUANGAN Iswati, Iswati
Adi Husada Nursing Journal Vol 2 No 1 (2016): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.628 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v2i1.37

Abstract

ABSTRAK Penerapan tindakan keselamatan pasien membuat pasien bebas dari cidera yang tidak seharusnya terjadi, namun masih didapatkan adanya insiden  keselamatan pasien yang dilakukan perawat akibat kurangnya penerapan penjaminan mutu keselamatan pasien oleh kepala ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan persepsi perawat tentang penjaminan mutu keselamatan pasien oleh kepala ruangan di Rumah Sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, dengan populasi dan sampel 30 perawat, menggunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu persepsi perawat tentang penjaminan mutu keselamatan pasien. Skala data yang digunakan ordinal. Data diperoleh melalui kuesioner serta dianalisis secara deskriptif. Penerapan penjaminan mutu keselamatan pasien oleh kepala ruangan dipersepsikan dalam kategori baik (93.4%) oleh perawat. Persepsi perawat tentang penjaminan mutu keselamatan pasien oleh kepala ruangan dipengaruhi oleh faktor struktural, fungsional, personal, situasional. Namun masih diperlukan peningkatan mutu dan sosialisasi tentang penjaminan  mutu oleh kepala ruangan yang lebih intensif agar perawat dapat lebih terlibat dalam upaya penjaminan mutu keselamatan pasien.Kata kunci: Penjaminan mutu, keselamatan pasien, kepala ruang, persepsiABSTRACTIntroduction: Application of patient safety measures to make the patient free from injuries that are not supposed to happen, but still found the incident nurse performed patient safety due to the lack of implementation of quality assurance of the safety of the patient by the nurse unit manager. This study aims to determine the characteristics and perceptions of nurses about patient safety quality assurance by the nurse unit manager. Methods: The study was descriptive, with a population and a sample of 30 nurses, using total sampling. Variable research that the perception of nurses about patient safety quality assurance. Data used ordinal scale. Data obtained through questionnaires and analyzed descriptively. Result: The application of quality assurance of the safety of the patient by the nurse unit manager is perceived in either category (93.4%) by nurses. Discussion: Perception of nurses about patient safety quality assurance by the nurse unit manager influenced by the structural, functional, personal, situational. But the nurse unit manager is still needed to improve the quality and dissemination of quality assurance more intensive for nurses to be involved in the quality assurance of patient safety. Keywords: quality assurance, patient safety, the nurse unit manager, perception DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DI RUANG D2 DAN D3 RUMAH SAKIT ADI HUSADA UNDAAN WETAN SURABAYA Handojo, Ludy Hammami
Adi Husada Nursing Journal Vol 1 No 1 (2015): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKes Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.299 KB) | DOI: 10.37036/ahnj.v1i1.2

Abstract

Nosocomial infections are the responsibility of all health workers including nurses. Nurses can perform actions that lead to nosocomial infection if they have a poor knowledge of nosocomial infection. This study aims to identify the nurse's knowledge about nosocomial infection in room D2 and D3 Adi Husada Hospital Surabaya. This type of research is descriptive, the population of all nurses in the room D2 and D3 amounted to 47 nurses, the number of samples 44. Using a non-probability sampling: purposive sampling variability nurse's knowledge about nosocomial infections. Gathering data using questionnaires, the data were analyzed descriptively. Results showed 77% of nurses already have a good knowledge of nosocomial infection. Good knowledge of nurses who can be influenced by several factors including: age, length of employment, level of education and training that followed. However, further research is still needed to observe the actions of nurses in preventing nosocomial infections. Infeksi nosokomial merupakan tanggung jawab semua petugas kesehatan termasuk perawat. Perawat dapat melakukan tindakan yang mengakibatkan infeksi nosokomial jika memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial di ruang D2 dan D3 Rumah Sakit Adi Husada Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif, populasi semua perawat pelaksana di ruang D2 dan D3 berjumlah 47 perawat, jumlah sampel 44. Menggunakan non probability sampling: Purposive sampling, variabelnya pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan 77% perawat sudah memiliki pengetahuan yang baik tentang infeksi nosokomial. Pengetahuan perawat yang baik dapat dipengaruhi beberapa faktor diantaranya: Umur, lama kerja, tingkat pendidikan serta pelatihan yang diikuti. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mengobservasi tindakan perawat dalam mencegah infeksi nosokomial. DOWNLOAD FULL TEXT PDF >>

Page 1 of 13 | Total Record : 123