cover
Contact Name
Pribadi Mumpuni Adhi
Contact Email
pribadi.adhi@mesin.pnj.ac.id
Phone
+6282110853350
Journal Mail Official
proceeding.semnas@mesin.pnj.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. G. A. Siwabessy, Kampus UI, Depok 16425
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin
ISSN : 20852762     EISSN : 26859319     DOI : -
Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ melibatkan banyak pihak yang dipandang dapat mewakili peran akademisi, peneliti, praktisi industri, dan pengusaha. Lebih jauh, seminar ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa dan atau lulusan untuk tidak hanya mampu melakukan penelitian yang berkualitas namun juga dapat menghasilkan paten. Oleh karena itu, sudah seharusnya PNJ gencar untuk menyuarakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi manufaktur, material, dan konversi energi untuk turut serta berperan aktif dalam pengembangan industri nasional melalui kompetensi yang dimiliki mahasiswa dan lulusan Teknik Mesin PNJ. Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin PNJ merupakan wadah untuk menampung hasil diseminasi penelitian para dosen dan mahasiswa baik di dalam PNJ maupun di luar PNJ.
Articles 173 Documents
Prediksi Ketahanan Umur pada Pipa Backpass Purnomo, Yoga Amin; Widiyatmoko, Widiyatmoko; Nusyirwan, Nusyirwan
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pipa backpass merupakan komponen penukar panas yang dapat memanfaatkan energi panas flue gas untuk meningkatkan efisiensi dari pembangkit listrik tenaga uap. Prediksi ketahanan umur dilakukan dalam rangka memperkirakan kondisi pipa-pipa backpass di masa akan datang sehingga dapat mengantisipasi kerusakan berupa kebocoran pada saat unit beroperasi akibat telah mencapai batas minimal ketebalannya. Penelitian dilakukan dengan pengambilan data non destructive test berupa ultrasonic thickness test pada masing-masing tingkatan pipa backpass. Ketahanan umur pipa backpass diperkirakan dengan mengasumsi laju korosi yang konstan terhadap ketebalan aktual hingga mencapai batas ketebalan minimalnya. Ketebalan minimal dihitung dengan menggunakan standar American Society of Mechanichal Engineering B31.1 tentang Power Piping. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu prediksi ketahanan umur pada pipa backpass bervariasi dengan sisa umur tersingkat berdasarkan ketebalan rata-rata maupun ketebalan terendah terjadi pada pipa yang beroperasi, yaitu pada Final Superheater sebesar 4,74 [tahun] dan 1,39 [tahun], Intermediate Superheater sebesar 29,69 [tahun] dan 2,12 [tahun], Low Superheater 11,73 [tahun] dan 2,20 [tahun], Economizer 12,96 [tahun] dan 5,19 [tahun] serta Air Preheater sebesar 21,51 dan 4,15 [tahun]. Dengan umur desain minimal adalah 11,41 [tahun], maka diperoleh hasil penyebaran nilai ketebalan yang berada di bawah umur desainnya adalah, Final Superheater sebanyak 48 titik dari 74 titik pengujian atau 64,86%, Intermediate Superheater sebanyak 3 titik dari 73 titik pengujian atau 4,11%, Low Superheater sebanyak 19 titik dari 76 titik pengujian atau 25,00%, Economizer sebanyak 32 titik dari 86 titik pengujian atau 37,21%, Air Preheater sebanyak 3 titik dari 88 titik pengujian atau 3,41%.
Model Preventive Maintenance Pada Rotary Mesh Expander Line Di PT. GS Battery Karawang Plant Muhamad, Musfik Nur; Zakinura, Muhammad
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya Perawatan Pencegahan Rutin pada area Rotary Mesh Expander Line. Line Expander berfungsi untuk proses pembuatan grid expander sehingga akan menjadi plate dengan unformed (+)/(-). Permasalahan yang terjadi adalah tidak tersedianya Model Preventive Maintenance berupa Checklist, Masterlist, Work Order Preventive Maintenance (WO PM), Spesifikasi Pekerjaan dan juga Jadwal Preventive Maintenance Routine pada area tersebut. Penelitian bertujuan agar tindakan perawatan pada Rotary Mesh Expander Line dapat dilakukan berdasarkan jadwal pemeliharaan yang tepat sesuai Spesifikasi Pekerjaan, Checklist, Masterlist dan WO PM. Penentuan Model Preventive Maintenance ditentukan dengan metode pengumpulan data yang didapatkan dari studi literatur, manual book, observasi dan juga dari hasil wawancara. Penelitian ini dilakukan dengan mengelompokkan komponen kritis yang akan dimasukan ke dalam pembuatan Model Preventive Maintenance. Hasil dari pembuatan Model Preventive Maintenance diperoleh Checklist, Masterlist, WO PM, Spesifikasi Pekerjaan dan Jadwal Preventive Maintenance Routine yang akan dijadikan sebagai acuan teknisi dalam melakukan tindakan Preventive Maintenance pada line tersebut sehingga equipment/mesin yang ada dapat dipantau kondisinya secara rutin.
Penggunaan IR Flame Sensor Sebagai Sistem Pendeteki Api Berbasis Mikrokontroler pada Simulator Fire Suppression System Darussalam, Darussalam; Azwardi, Azwardi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran biasanya diketahui ketika api sudah membesar, hal ini dapat menyebabkan dampak kebakaran menjadi fatal karena terlambat untuk dideteksi. Dalam perangkat safety pada unit alat berat terdapat Fire Suppression System, yang merupakan kombinasi dari sistem pendeteksi dan sistem penindakan ketika terjadinya kebakaran, yang dapat bekerja secara otomatis atau pun manual. Berdasarkan bahaya tersebut diperlukan perancangan sistem pendeteksi kebakaran yang dapat mendeteksi terjadinya kebakaran serta memberikan tanda peringatan adanya kebakaran. Penulis mencoba merancang sebuah alat pendeteksi api berbasis mikrokontroler yang diterapkan dalam bentuk simulator fire suppression system. Tujuan dari karya ilmiah ini adalah untuk membuat sistem pendeteksi api berbasis mikrokontroler dalam bentuk simlator agar efektif dalam mendeteksi dan memadamkan ketika terjadinya kebakaran. Untuk mendapakan sistem yang dapat bekerja secara otomatis, maka diperlukan mikrokontroler sebagai pengontrol sistem tersebut. Sistem ini dirancang dengan menggunakan IR flame sensor yang berfungsi untuk mendeteksi adanya api yang bekerja berdasarkan sinar infra merah (infrared). Sistem ini dilengkapi oleh buzzer, LCD, motor servo dan lampu indikator sebagai proses ouput atau indikator ketika terjadinya kebakaran. Pada sistem ini Arduino sebagai otak dan pengelola data dari input IR flame sensor kemudian data digunakan untuk mengaktifkan beberapa komponen output sesuai perintah arduino. Hasil yang kami dapatkan bahwa sistem pendeteksi api yang telah dibuat dapat bekerja dengan baik dengan jarak maksimal 90 cm dan perubahan intensitas cahaya tidak mempengaruhi kinerja flame sensor.
Tindak Lanjut Data SAP (System Application And Product In Data Processing) oleh Patroller Menjadi Notifikasi Sandria, T. Feri; Mulyono, Sugeng; Zulfikar, Zulfikar
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WBI (Work by inspection) adalah inspeksi yang dilakukan ketika equipment dalam keadaan running. WBI ini bertujuan untuk memprediksi terjadinya stop pada equipment sekaligus memantau kondisi dari setiap equiment di PT Solusi Bangun Andalas Tbk Lhoknga Plant. Inspeksi yang dilakukan pada setiap equipment oleh patroller berdasarkan checklist yang telah dibuat dan issue yang ditemukan oleh patroller dilapangan diisi didalam checklist kemudian diinput kedalam SAP (System Application and Product in Data Processing) untuk diterbitkan menjadi nomor notifikasi dan dilakukan action terkait issue yang telah diinput kedalam data SAP tersebut. Karena dirasa terdapat gap antara issue pada checklist dan notifikasi maka perlu adanya analisa dan solusi terkait masalah tersebut. Sehingga dengan lancarnya pengisian notifikasi maka diharapkan action terhadap masalah yang ada dapat dilakukan dengan cepat dan dapat mengurangi risiko stopnya equipment di plant lhoknga. Selain itu juga perlu dilakukan revisi pada checklist terkait urutan equipment yang tidak terurut dengan dilakukan mapping ulang dilapangan. Sehingga nantinya dengan adanya perubahan ini maka diharapkan inspeksi menjadi lebih effektif dan akan berefek berkurangnya downtime pada equipment di plant lhoknga .
Penanggulangan Kejadian Return to Base Akibat High Oil Temperature Pada APU B737-800 Fani, Ananta Raditya; Ali, Jauhari; Abas, Abas
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selain berbahaya kejadian return to base merupakan kejadian yang merugikan karena dapat mengganggu jadwal penerbangan dan menambah biaya perawatan. Penanggulangan dan solusi atas kejadian itu penting untuk dilakukan. Untuk menanggulangi kejadian tersebut dilakukan analisa penyebab kerusakan dan menemukan cara memperbaiki sistem lubrikasi sesuai dengan maintenance manual. Dengan begitu masalah high oil temperature dapat di selesaikan dan penerbangan dapat kembali lagi dilakukan.
Manajemen Tata Letak Tool Store di Workshop Alat Berat Politeknik Negeri Jakarta Menggunakan Metode Class Based Storage Farhan, Farhan; Christy, Nazha Ali; Wahyudi, Imam; Abdillah, Abdul Azis
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen ini bertujuan untuk menata ulang tata letak alat pada tool store di workshop Alat Berat ,Politeknik Negeri Jakarta. Manajemen tata letak tool store di workshop tidak efektif. Penataan tidak berdasarkan jenis dan fungsinya serta tempat yang tidak strategis sehingga menyulitkan proses peminjaman. Untuk memperbaiki hal tersebut perlu adanya penataan ulang tata letak (relayout) dan pendataan ulang alat berdasarkan pengelompokan jenis dan fungsinya, yaitu membuat manajemen baru yang lebih efektif dan strategis. Metodologi yang digunakan yaitu Class Based Storage yang terbagi beberapa tahapan, yaitu membuat daftar seluruh barang pada tool store, pengukuran dimensi tool store, pembuatan desain tata latak tool store, pengelompokan barang-barang pada tool store hingga peremajaan tool store. Prosedur yang diterapkan dari metode ini adalah membuat daftar barang sesuai kategori, mendesain tata letak yang efektif, meletakkan barang yang sesuai kategorinya dan pembaharuan kode lemari dan kode barang. Setelah dilakukan penerapan prosedur-prosedur manajeman tata letak tool store menggunakan metode class based storage, dilakukan pengujian dengan menggunakan media formulir kuesioner dan wawancara langsung pada toolman sehinga dapat disimpulkan perbaikan tata letak dan penempatan barang-barang menggunakan metode class based storage memiliki index penilaian lebih baik dari pada tata letak sebelumnya.
Perencanaan dan Penjadwalan Pemeliharaan Mesin KAESER Rotary Lobe Blower Model HB 1600 PI di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara Almahri, Alif Fiqih; Kamal, Dianta Mustofa
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan makalah ini bertujuan untuk merencanakan dan menjadwalkan pemeliharaan mesin KAESER Rotary Lobe Blower Model HB 1600 PI dan dimasukan ke dalam jadwal Preventive Maintenance Routine di PT. LOTTE CHEMICAL TITAN NUSANTARA. Dikarenakan mesin belum memiliki susuan jadwal pemeliharaan yang terencana, maka diperlukan perencanaan dan penjadwalan perawatan. Metode yang diterapkan dalam penyusunan perencanaan penjadwalan pada mesin KAESER Rotary Lobe Blower Model HB 1600 PI yaitu dengan menggunakan studi pustaka, pengumpulan data mesin terkait dengan melakukan observasi lapangan, serta wawancara dengan pihak terkait. Dengan adanya perencanaan dan penjadwalan perbaikan ini diharapkan mesin mempunyai lifetime yang panjang, serta mengurangi downtime dan biaya untuk merawatnya.
Rancang Bangun Alarm pada Workshop Alat Berat Berbasis Micro Controller Sebagai Pelengkap Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan Kusuma, Alam Jaya; Nugroho, Muhammad Fadhil; Rahmiati, Tia; Assagaf, Idrus
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang bangun ini bertujuan untuk membuat alat yang mampu memudahkan mahasiswa ataupun dosen untuk mengetahui jam masuk ,istirahat,dan pulang tanpa harus melihat jam sebagai acuan serta mencegah adanya overtime di bengkel alat berat , Politeknik Negeri Jakarta.. Sistem pembelajaran mahasiswa alat berat terfokus pada praktik namun praktik yang dilakukan di alat berat seringkali melebihi waktu yang sudah ditentukan sehingga berdampak buruk pada mahasiswa karena kelelahan. Untuk memperbaiki hal tersebut perlu adanya alarm berbasis mikrokontroler yang mampu mengingatkan waktu agar berjalan sesuai ketentuan .Metodologi yang digunakan adalah metode pengumpulan data,perencanaan bentuk alat,persiapan alat dan bahan,pembuatan alat, pengetesan, pembuatan power supply, pemasangan module dan komponen pendukung ke amplifier, pengetesan,dan penulisan laporan.
Instalasi Blower Centrifugal sebagai media Pendingin pada Bearing Fix ID Fan 474-FN2 Chaniago, Zendy Asyraf; Ali, Jauhari; Waluyo, El Darud Budi
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menjaga kinerja dari sebuah alat, perlu dilakukan metode perawatan yang tepat, sehingga mudah untuk mengetahui gejala kerusakan yang muncul pada suatu komponen alat tersebut. Salah satu komponen alat yang rentan mengalami kerusakan adalah bearing, dimana salah satunya ditandai dengan adanya kenaikan temperatur bearing. Kenaikan temperatur bearing fixed ID Fan 474-FN2 dikarenakan adanya konveksi dan konduksi panas yang berasal dari hotgas yang dialirkan melalui ruang dalam ID Fan 474-FN2. Umumnya, kenaikan temperatur bearing dapat mencapai temperatur 90 ?C, dimana temperatur tersebut telah melebihi temperatur yang direkomendasikan yaitu pada 60-80?C. Apabila tidak dilakukan penanganan, maka dapat menimbulkan kerusakan komponen alat lainnya, seperti poros bengkok atau terpuntir. Hal ini dapat diminimalisir dengan adanya penambahan sistem pendinginan eksternal untuk bearing tersebut. Oleh karena itu, dipasangkanlah blower centrifugal untuk mendinginkan bearing fixed ID Fan 474-FN2, pendingin tersebut terdiri dari beberapa komponen seperti blower centrifugal, pipa, flange, baut dan mur. Blower pendingin dipasang disamping bearing fix dan pipa pengeluaran udara yang mengarah diatas bearing fix, sehingga udara yang dikeluarkan mampu mendinginkan dan menurunkan temperature dari bearing fix ID Fan 474-FN2.
Kinerja Safety Device Pada Engine Caterpillar 3066 Amanulloh, Muhammad Iqbal; Anderson, Moses Sintong; Apriyana, Asep; Rahayu, Minto
Seminar Nasional Teknik Mesin 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Mesin 2019
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan safety device bertujuan untuk merangkai komponen safet device pada Engine Caterpillar 3066 di bengkel Teknik Alat Berat, Politeknik Negeri Jakarta. Safety device ini akan dijadikan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa Teknik Alat Berat untuk mengetahui kinerja safety device. Hal ini dilakukan karena Safety device pada engine Caterpillar 3066 sebelumnya tidak ada di bengkel Teknik Alat Berat. Dengan metode rekayasa dan aplikatif, hasil penelitian ini berupa alat safety device pada engine Caterpillar 3066 yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran, dengan kinerja baik artinya tiga indicator yaitu engine over speed, low oil pressure dan high water temperature bekerja sesuai dengan spesifikasi.

Page 7 of 18 | Total Record : 173