cover
Contact Name
Misriyani
Contact Email
misriyani85@gmail.com
Phone
+6281334845085
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.39 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Alkhairaat
ISSN : 2657179X     EISSN : 26567822     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan aims to provide both national and international forums to encourage interdisciplinary discussions and contribute to the advancement of medicine, benefiting readers and authors by accelerating the dissemination of research information and providing maximum access to scientific communication.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019): April" : 8 Documents clear
GAMBARAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN SERTA HUBUNGANNYA PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU TAHUN 2016 Kango, Supandri ; Indriani
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokter merupakan profesi yang membutuhkan tingkat kebugaran yang tinggi. Tingkatkebugaran yang tinggi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain umur, jenis kelamin, makanan,kebiasaan merokok dan keturunan. Olahraga aktivitas fisik sangat berpengaruh pada kebugarantetapi menuntut olahraga yang teratur dan berkesinambungan. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui tingkat aktivitas fisik dan kebugaran pada mahasiswa Fakultas KedokteranUniversitas Alkhairaat Palu dan membuktikan hubungan antara tingkat aktivitas fisik dengankebugaran. Metode penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study.Diambil 74 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat secara randomsederhana dari 292 mahasiswa fase akademik. Besar sampel ditentukan berdasarkan rumusSlovin. Penenentuan tingkat aktivitas fisik berdasarkan kuesioner Baecke dan dilakukanpengukuran tingkat kebugaran berdasarkan Harvard step tes. Dilakukan analisis deskriptif danuji hipotesis dengan uji korelasi chi square pada batas kemaknaan 5%. Hasil penelitian, (1).Didapatkan Mahasiswa yang bugar (85,1%) dan yang tidak bugar (14,9%). (2). DidapatkanMahasiswa yang aktif dalam menjalankan aktivitas fisik (63,5%) dan yang tidak aktif (36,5%).(3). Terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kebugaran p=0.00.Kesimpulan penelitian adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kebugaranmahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat palu tahun 2016. 
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN STATUS GIZI SISWA SD DI KOTA PALU Andi Yulinda; suciaty, salmah
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan masalah kesehatan nomor empat didunia dan akan menjadi nomordua pada tahun 2020. Stres tidak mengenal usia dan dapat dialami siapa saja termasuk anakanak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan statusgizi siswa SD di Kota Palu pada masa penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap 269subyek penelitian yang merupakan siswa SD di Kota Palu dari tanggal 28 November 2015sampai 13 Februari 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasionaldengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan caraProportionate-Stratified Random Sampling. Data diolah menggunakan perangkat lunak SPSSversi 17,0. Hasil uji mengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stresdengan status gizi siswa SD di Kota Palu (p>0,05 hasil uji Spearman Correlations). Hasil ujimengatakan bahwa tidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi siswaSD di Kota Palu (p> 0,05 hasil uji Kruskal Wallis Test) dengan perbedaan status giziberdasarkan tingkat stres sebagai berikut tidak stres dengan status gizi normal sebesar(61.2%), tidak stres dengan status gizi lebih (20.7%) dan tidak stres dengan status gizi kurang(18.1%). Stres ringan dengan status gizi normal (62.2%) stres ringan dengan status gizi lebih(24.3%) dan stres ringan dengan status gizi kurang (13.5%). Kesimpulan penelitian adalahTidak ditemukan hubungan antara tingkat stres dengan status gizi pada siswa SD di Kota Palu.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK, STATUS GIZI DAN TEKANAN DARAH REMAJA BINAAN DINAS SOSIAL PALU TAHUN 2018 Melisa Abbas; Diantamaela, Mayalisa; Nila Ardila Arif
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan dan akivitas fisik yang tidak seimbang merupakan faktor penyebab obesitas danhipertensi. Saat ini pola konsumsi gizi pada remaja lebih banyak ditentukan dari lingkungan pergaulan.Sementara aktivitas yang dilakukan sangat kurang, sehingga beresiko tinggi untuk memiliki status gizilebih. Angka kejadian aktivitas fisik pada remaja di Indonesia yang kurang aktif masih cukup tinggi,begitupun tekanan darah tinggi dan obesitas di Sulawesi tengah juga masih cukup tinggi. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik, status gizi dan tekanan darah remaja binaan DinasSosial Palu tahun 2018. Metode penelitian adalah deskriptif terhadap 30 anak remaja binaan Dinas SosialPalu 2018. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner dan pemeriksaan yang diisi pada case report . Dilakukan analisis distribusi frekuensi menggunakan program SPSS 21. Hasil penelitian: (1) aktivitas fisikterbanyak yaitu tidak aktif (76,7 %), kurang aktif (23,3 %), aktif (0,0 %). (2) kategori status gizi yangterbanyak yaitu gizi normal (56,7 %), gizi kurang (23,3 %), gizi lebih (20,0 %), (3) kategori tekanandarah yang terbanyak normotensi (93,3 %), prehipertensi (6,7 %). Remaja binaan dinas sosial palu,sebagian besar berstatus gizi normal, tetapi mereka mempunyai aktivitas fisik yang rendah. Temuan gizikurang masih cukup besar. Tidak ditemukan remaja yang obesitas maupun hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR-FAKTOR RESIKO CEREBRO-KARDIOVASKULER DENGAN KEJADIAN VERTIGO DI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2018 Inri Hardyanti; Halim, Wijoyo
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vertigo merupakan keluhan tersering di unit gawat darurat dengan etiologi sederhana maupunkompleks yang sering overlapping. Angka kejadian vertigo setiap tahunnya mengalami peningkatan.Vertigo dapat menjadi keluhan utama ataupun satu-satunya pada pasien strok ataupun jantung koroner.Gangguan cerebro-kardiovaskuler juga diperkirakan terjadi pada 3-4% pasien vertigo. Deteksi danpengobatan awal sangat dibutuhkan untuk pencegahan disabilitas dan kematian. Pasien vertigo memilikiresiko lebih besar terkena strok dan jantung koroner karena beberapa fakotor resiko yaitu hipertensi,diabetes mellitus, dan dislipidemia, sehingga harus dilakukan pemeriksaan neurologis yang komprehensif,survei terhadap faktor resiko, dan follow up secara regular selama beberapa tahun setelah menerimapengobatan vertigo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi, diabetesmelitus, dan dislipidemia dengan kejadian vertigo. Metode penelitian ini bersifat analitik observasionaldengan design case control study pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling.Pengumpulan data faktor risiko dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan casereport pada kedua kelompok pasien. Dilakukan uji Chi-Squar pada batas kemaknaan ?=5% melaluiprogram SPSS. Hasil penelitian menunjukkan Kejadian vertigo berhubungan dengan hipertensi(p=0,018; OR 4,753), dengan diabetes mellitus (p=0,020; OR 3,032). Belum dapat dibuktikan hubunganyang bermakna dengan dislipidemia (p=0,844; OR 0,655). Sehingga dapat disimpulkan bahwa adahubungan kejadian vertigo dengan hipertensi dan diabetes mellitus di RSU Anutapura Palu Tahun 2018
GAMBARAN KADAR ELEKTROLIT DARAH PADA PENDERITA STROKE HEMORAGIK DENGAN KESADARAN MENURUN YANG DI RAWAT DI BAGIAN NEUROLOGI RSU ANUTAPURA PALU TAHUN 2017 Yustiadi Kasuba; Ramlan Ramli, Ruslan ; Nasrun
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke hemoragik merupakan penyebab utama kecatatan dan gangguan fungsional yang dapatberdampak pada sosial ekonomi bahkan bisa menyebabkan kematian. Untuk mengurangi angka morbiditasdan mortalitas Stroke hemoragik perlu diketahui Kadar elektrolit pada penderita stroke hemoragik dengankesadaran menurun. Sehingga dapat mengontrol kadar elektrolit darah agar angka kematian bisa diturunkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar elektrolit darah pada pasien stroke hemoragikdengan kesadaran menurun yang di rawat di Bagian Neurologi RSU Anutapura Palu tahun 2017. Penelitianini memakai metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian yaitu (1) kadar elektrolitnatrium pada penderita stroke dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadar natrium dalam batasnormal 37 orang (56,9%) dan sebagian di dapatkan kadar natrium menurun 28 orang (43,1%). (2) kadarelektrolit kalium pada penderita stroke hemoragik dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadarkalium menurun 35 orang (53,8%), sebagian di dapatkan kadar kalium dalam batas normal 26 orang (40,0%)dan kadar kalium yang meningkat 4 orang (6,2%). (3) kadar elektrolit clorida pada penderita strokehemoragik dengan kesadaran menurun sebagian besar memiliki kadar clorida menurun 34 orang (52,3%),sebagian di dapatkan kadar kalium dalam batas normal 31 orang (47,7%). Simpulan penelitian yakni kadarelektrolit pada penderita stroke hemoragik dengan kesadaran menurun yang di rawat di bagian neurologiRSU Anutapura palu, bahwa sebagian besar memiliki kadar natrium dalam batas normal (Normonatremi),kadar kalium lebih banyak di dapatkan Hipokalemia, dan sebagian besar kadar clorida di dapatkanhipokloridemia.
PROFIL STATUS GIZI, PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA TAHUN 2018 Nurjannah; Handriyati, Andi ; Mohamad Fandy
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi adalah ukuran keseimbangan mengenai kondisi tubuh yang merupakan hasil akhir daripenggunaan zat-zat gizi dan dipengaruhi oleh konsumsi makanan untuk menghasilkan energi dalammempertahankan Kehidupan. Status gizi berhubungan dengan makanan yang akan diberikan pada anakagar pertumbuhan dan perkembangannya sesuai. Dari hasil epidemiologi gizi buruk dan gizi kurangmasih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil statusgizi, pertumbuhan dan perkembangan balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Tahun 2018.Penelitian ini dilakukan terhadap 228 responden di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna, menggunakanmetode deskriptif kategorik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data menggunakan perangkatlunak SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan distribusi status gizi diwilayah kerja Puskesmas Kawatunaditemukan persentase tertinggi berturut-turut yaitu status gizi normal (75%), gizi kurang (14%), giziburuk (6,1%) dan gizi lebih (4,8%). Pertumbuhan normal sebanyak (46,9%), catch-up growth (22,4%),flath growth (15,8%), loss of growth (14%), dan faltering growth (9%). Tingkat perkembangan yangsesuai sebanyak (76,8%), meragukan (21,5%), dan penyimpangan (1,8%). Pada umumnya distribusistatus gizi balita terbanyak ditemukan gizi baik sebesar 75% dan terendah gizi lebih 4,8%. Untukdistribusi pertumbuhan balita diperoleh pertumbuhan normal 46,9% dan yang sedikit adalah falteringgrowth sebesar 9%. Distribusi perkembangan balita terbanyak yaitu perkembangan yang sesuai dan yangpaling sedikit adalah penyimpangan.
HUBUNGAN GAMBARAN USG DENGAN GEJALA KLINIS PENDERITA NEPHROLITHIASIS YANG DIRAWAT DI RSU ANUTAPURA DAN RSUD UNDATA PALU TAHUN 2018 Garnis, Ni Ketut ; Amran, Mukramin ; Mohamad Fandy
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, penyakit ginjal yang cukup sering dijumpai antara lain adalah penyakit Nephrolithiasis.Prevalensi penderita nephrolithiasis di Indonesia sebesar 0,6%. Ginjal merupakan tempat tersering terjadinyabatu dibandingkan dengan tempat saluran kemih yang lainnya. Akibat dari batu yang berlokasi diginjal akanmemberikan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah serta keluar batu pada saat berkemih.Pemeriksaan USG sebaiknya digunakan sebagai pemeriksaan radiologi yang utama, Pemeriksaan ini sangatefektif dalam mendeteksi lokasi dan ukuran batu pada daerah ginjal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan gambaran USG dengan gejala klinis penderita Nephrolithiasis yang di rawat di RSUAnutapura dan RSUD Undata Palu Tahun 2018. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan designstudy cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan case report pada pasien nephrolithiasis. Analisisdata menggunakan SPSS 21 dengan uji chi-square, uji Kruskal-Wallis dan uji Fisher?s pada batas kemaknaan?=5%. Hasil penelitian yakni ditemukan nyeri kolik berhubungsn dengan lokasi kaliks (p=0,013), hematuriaberhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,000), mual dan muntah berhubungan dengan lokasi kaliks (p=0,021),batu saat berkemih berhubungan dengan lokasi pelvic (p=0,008), dan ukuran batu <10MM berhubungandengan adanya batu saat berkemih (p=0,033; OR 0,373). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna(p>0,05) antara ukuran batu dengan gejala nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah. Disimpulkan bahwa adahubungan antara lokasi dengan gejala klinis nyeri kolik, hematuria, mual dan muntah, batu saat berkemih,serta ada hubungan antara ukuran batu dengan gejala batu saat berkemih
KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN BALITA YANG TIDAK MENDAPATKAN ASI EKSKLUSIF PADA USIA 24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MABELOPURA PALU 2016 Damayanti, Nita ; Sanjaya, I Gede Ade
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 1 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ganguan perkembangaan dapat berakibat menimbulkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangankedepan bagi seorang anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pertumbuhan danperkembangan balita yang tidak mendapatkan asi eksklusif di wilayah kerja puskesmas Mabelopura palu2016. Metode penelitian menggunakan desain yang bersifat observasional dengan pendekatan Crosssectional yang dimulai pada bulan Agustus 2015 sampai Januari 2016 di wilayah kerja puskesmasMabelopura palu. Populasi Penelitian adalah seluruh balita di wilayah kerja Puskesmas Mabelopura (PaluSelatan). Analisis data menggunakan metode frequenzi dengan metode alternatif yang diolahmenggunakan perangkat lunak SPSS versi 17. Hasil penelitian diperoleh jumlah bayi yang tidak diberi asieksklusif usia 6 bulan yaitu sebanyak 96 balita, balita gizi kurang 45,82% sedangkan gizi baik 15,65 %,gizi buruk 31,25%, balita pendek 48,96% lebih banyak dari pada normal 33,31% dan sangat pendek17,73%, ukuran kepala normal balita 60,38%. Berdasarkan kemampuan motorik kasar, perkembanganmeragukan 46,85% lebih banyak dari pada perkembangan yang sesuai yaitu 21,91% dan menyimpang31,24%. Berdasarkan kemampuan motorik halus perkembangan meragukan 54,14% lebih banyak daripada perkembangan sesuai yaitu 28,16% dan menyimpang 17,70%. Berdasarkan kemampuan bahasa,perkembangan sesuai 43,73%, meragukan yaitu 27,11% dan menyimpang 29,16%. Berdasarkankemampuan personal sosial perkembangan sesuai 52,50%, meragukan 33,20% dan yang menyimpang14,30%. Simpulan, dari 96 balita yang tidak diberi asi eksklusif usia 6 bulan pada pertumbuhan danperkembangannnya termasuk dalam kategori normal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8