cover
Contact Name
Dede Hidayatullah
Contact Email
dayatdh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.undas@kemdikbud.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra
ISSN : 18584470     EISSN : 26856107     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Undas is a journal of language and literature research. First published by Balai Bahasa South Kalimantan since 2006. This journal is a research journal that publishes various research reports, both literature studies and field studies, linguistics and literature include structural linguistics, applied linguistics, interdisciplinary linguistics, oral literature (folklore), philology, pure literature, applied literature, and interdisciplinary literature. Publish regularly twice a year in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 42 Documents
PERANTI KONJUNGSI DALAM “18 KISAH ORANG BANJAR” KARYA SUPIANI Suryatin, Eka
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1, (2018)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.358 KB) | DOI: 10.26499/und.v14i1.1134

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas penggunaan peranti konjungsi dalam buku “18 Kisah Orang Banjar (18KOB)”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan peranti konjungsi dalam buku “18KOB”. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan metode simak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik catat dan dianalisis dengan metode agih. Data penelitian berupa kalimat atau kutipan wacana yang diindikasikan mengandung peranti konjungsi dalam buku “18 Kisah Orang Banjar”. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu buku “18 Kisah Orang Banjar karya Supiani, S.Pd. yang diterbitkan oleh Penerbit Hemat Amuntai, berjumlah 77 halaman, tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan piranti konjungsi bahasaBanjar yang ditemukan, antara lain: peranti konjungsi perbandingan tunang kaya, dan kaya, peranti konjungsi urutan waktu imbah, lalu, imbah nitu, peranti konjungsi penambahan (aditif) salain nangitu dan lawan, peranti pertentangan (kontras) tapi, peranti konjungsi sebab akibat sabab, dan peranti konjungsi misalan atau contohan mun. Sementara itu, penggunaan peranti konjungsi bahasa Indonesia yang ditemukan dalam buku ‘18KOB’ adalah peranti konjungsi penambahan (aditif) ‘dan’, peranti konjungsi pilihan ‘atau’, dan peranti konjungsi urutan waktu ‘setelah, lalu, dan kemudian’.Kata kunci: konjungsi, wacana, bahasa BanjarAbstract: This paper discusses the use of Indonesian language and Banjar language conjunctions in “18 Banjarese Stories”. The purpose of this study is to describe the use of Indonesian language and Banjar language conjunction devices in “18 Banjar Stories”. This research is a qualitative descriptive study. This research uses an observation method. The data collection techniques are note taking and analyzed with distributional method. The data are sentences or discourse quotation containing conjunction device in “18 Banjar Stories”. The data source of this study is taken from the book of “18 Stories of Banjar people by Supiani, S.Pd. published by Hemat Amuntai, consist of 77 pages in 2016. The results show that the use of conjunction device found in Banjar language are as follows: comparison conjunction devices “as if” (tunang kaya), and “like” (kaya), temporal conjunction devices, “after” (imbah), “then” (lalu), after that (imbahnitu), additive conjunction devices “other than” (salainnangitu), “and” (lawan), adversative conjunction devices (contrast) “but” (tapi), conditional conjunction device “because” (sabab) and exemplifying conjunction device “if” (mun). Meanwhile, the use of Indonesian conjunction devices found in the book “18 Banjar Stories” are additive conjunction device “and” (dan), corrective conjunction device “or” (atau), and temporal conjunction devices “after” (setelah), “then” (lalu), and “next time” (kemudian).Key word: conjunction, discourse, Banjar Language 
ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM CERPEN “KETIKA CINTA TAK DIRESTUI” KARYA TARJOYO (TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA) Mahrita, Yuti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2, (2016)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.044 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i2.560

Abstract

Abstrak: Konflik merupakan pertentangan atau perbedaan antara dua orang atau kelompok.  Konflik politik terbentuk karena adanya penguasa politik.  Kekuasaan politik mempunyai cirri-ciri masyarakat secara keseluruhan sebagai objeknya. Konflik merupakan bagian kehidupan sosial, konflik sosial di latarbelakangi  oleh perbedaan ciri-ciri yang  dibawa individu dalam suatu interaksi. Konflik sosial yang terkandung dalam cerpen “Ketika Cinta Tak Direstui” karya Tarjoyo mengacu pada konflik eksternal khususnya pada konflik sosial.  Mulanya konflik ini terjadi karena adanya pertentangan antara keluarga Risky yang kaya raya dan keluarga Nana yang miskin.  Karena adanya perebedaan status sosial yang menghalangi cinta Nana dan risky yang membuat orang tua Risky tidak merestui Nana untuk mendampingi Risky.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif.  Data yang dihasilkan berupa kata-kata dalam bentuk kutipan-kutipan.Kata kunci: Konflik, konflik sosial, sastra, masyarakat,kekuasaan. Abstract: Conflict is dispute or contradiction between two or more people. Political conflict happened because there was political power. The character of political power is society as the object. Conflict is a part of social life which is happened because the difference of characters brought by individual when he/she has interaction. Social conflict in this short story “Ketika Cinta Tak Direstui” by Tarjoyo refers to external conflict especially social conflict. At first this conflict happens because there is contradiction of social status and social class between Rizky, the rich and Nana, the poor. Because of this status there is barrier between their love, Rizky and Nana, it makes Rizky’s parent doesn’t bless Nana to live with Rizky.This study uses qualitative descriptive method. The data are in the form of words and quotes.Key words: Conflict, political and sosial conflict, literature, society, power.
Undas: Volume 15, Nomor 1 Abstrak, Prakata, Daftar Isi,
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2019): UNDAS
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.177 KB)

Abstract

“HUJAN” DALAM PUISI KARYA SONI FARID MAULANA Akbari, Siti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.969 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.550

Abstract

Abstrak: Analisis ini dilakukan berdasarkan kesadaran adanya sesuatu yang berharga pada karya yang diapresiasi. Bertolak dari keinginan menghargai karya puisi yang dihasilkan oleh Soni Farid Maulana, penulis menganalisis puisi karyanya dengan menitikberatkan perhatian pada kehadiran kata ‘hujan’. Data diperoleh melalui kajian pustaka, dianalisis dengan pendekatan struktural semiotik, dengan penyajian deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehadiran kata ‘hujan’ sebagai latar dapat mendukung suasana yang kesepian, ketidakpastian, kesyahduan, penuh birahi, dan kesedihan yang mendalam dalam puisi-puisi karya Soni Farid Maulana.Kata kunci: apresiasi puisi, latar hujan, struktural semiotik Abstract: The analysis was conducted based on the awareness of the existence of something of value on the work that is appreciated. Based on the desire to appreciate poetry produced by Soni Farid Maulana, the authors analyze poems by focusing attention on the presence of the word 'rain'. Data obtained through literature review, analyzed by structural semiotic approach, with the presentation of qualitative descriptive. The analysis showed that the presence of the word 'rain' in the background to support the atmosphere of loneliness, uncertainty, in a state of calm, full of lust and anguish in the poetry of Soni Farid Maulana.Key words: Poetry appreciation, against the rain, structural semiotic.
STRUKTUR MANTRA KAGANCANGAN DALAM NASKAH MANTRA MISTIK Hidayatullah, Dede
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 14, No 2, (2018)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.703 KB) | DOI: 10.26499/und.v14i2.1149

Abstract

Abstrak: Mantra kagancangan merupakan mantra untuk mengeluarkan kesaktian baik pada tangan pada saat memukul ataupun pada fisik. Mantra kagancangan ini berguna untuk mengeluarkan kekuatan pada fisik secara keseluruhan dan pada tangan secara khusus. Penelitian ini akan menguraikan tentang mantra kagancangan, struktur dan bahasa yang digunakannya. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam mantra yang ditemukan dalam naskah ’Mantra Mistik’ (MM) yang Berkode E. 4508. Hasilnya adalah Setiap mantra dalam enam mantra kagancangan ini mempunyai ritual, cara, dan pantangannya masing-masing. Adapun strukturnya adalah mantra kagancangan ini ada yang terdiri atas unsur judul, unsur pembuka, dan unsur sugesti, dan ada yang hanya terdiri dari unsur judul dan unsur sugesti. adapun unsur tujuan tersirat dari unsur tujuan dan unsur sugesti. Bahasa dalam mantra kagancangan terdiri atas mantra yang menggunakan bahasa Banjar; mantra yang menggunakan campuran Bahasa Banjar dan bahasa lain terutama Bahasa Arab; dan Mantra Banjar yang hanya menggunakan Bahasa Arab saja.Kata kunci: mantra, kagancangan, struktur, dan bahasaAbstract: The kagancangan mantra is a mantra that produces supernatural power both on the hand or body to hit. This kagancangan mantra is useful for creating strength on the body generally and on the hand specifically. This research will describe the kagancangan mantra, the structure and language used. The data of this study are six mantras found in the 'Mystical Mantra' (MM), the text written in code E. 4508. The result shows that each mantra of these six kagancangan mantra has its own rituals, methods and prohibitions. The structure of the kagancangan mantra consists of elements such as the title, opening, and suggestion elements, and there are also mantra that consists of element of the title and element of suggestion only. Meanwhile the purpose is implied by the element of purpose and the element of suggestion. The language of the kagancangan mantra consists of Banjar language; combination of Banjar and other languages, especially Arabic; and only Arabic.Key words: mantra, kagancangan, structure, and language
KUALITAS TULISAN PESERTA LOMBA GERAKAN INDONESIA MENULIS SISWA SLTP KOTA BANJARMASIN Zaini, Ahmad
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 2, (2016)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.927 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i2.556

Abstract

Abstrak: Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa. Keberhasilan pengajaran menulis dapat dilihat dari hasil tulisan siswa. Salah satu cara melihat hasil tulisan siswa adalah dengan mengadakan lomba. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kualitas siswa yang dihasilkan melalui lomba. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data diperoleh dari hasil tulisan siswa dan rekap penilaian dewan juri dengan teknik dokumentasi dan obeservasi. Dari data tersebut diolah dalam Microsoft  Exel, kemudian di tampilkan dalam bentuk grafik dan dianalisis. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa  kualitas tulisan peserta lomba dari aspek   kesesuaian isi dengan tema yang ditentukan sebanyak (48% sangat baik dan 44% baik), pengungkapan gasasan/ide-ide (64% baik), format (70% baik), dan bahasa (73%). secara keseluruhan kualitas tulisan peserta lomba berdasarkan seluruh aspek penilaian didapat hasil 91% baik.Kata kunci: Ide, gagasan, tema Abstract: Writing ability is one of the skills that must be mastered by students. The success of teaching in writing can be seen from the results of students writing. One way to see the results of students writing is to hold a writing contest. This research aims to look at the students quality produced through the writing contest. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. Data and data sources obtained from the students writing and assessment recapitulation of the jury with documentation and observation techniques. Those data is processed in Microsoft Excel. Then the researcher displays the data in graph form and analyzes them. From the results of that research, it can be concluded that the writing quality of the participants from the aspect of appropriateness of the contents with themes that are determined as much (48% excellent and 44% good), expressing concepts/ ideas (64% good), format (70% good), and language (73%). the overall writing quality of the participants based on all aspects of the assessment are obtained 91% good.Key words: Ideas, concepts, themes.
UPAYA PELESTARIAN SENI MADIHIN MELALUI PEMBELAJARAN PUISI Salam, Abdul
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 15, No 1 (2019): UNDAS
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.766 KB) | DOI: 10.26499/und.v15i1.1443

Abstract

This study aims to find out and describe the development of poetry reading materials to meet the need of madihin art preservation in accordance with the demands of the curriculum and local cultural wisdom. The study used descriptive qualitative method. The data was collected through observation and interview techniques. The results are then processed by extracting and providing data, interpreting and presenting data, and analyzing data. The study was conducted in odd semester 2018/2019 with research subject the students of class X of SMKN 3 Banjarbaru. The results of the study concluded, the development of poetry teaching materials through madihin speech is very relevant to the purpose of poetry learning, while at the same time increasing students awareness to preserve traditional madihin arts.
ANALISIS TINDAK TUTUR PADA BALIHO KAMPANYE CALON LEGISLATIF PEMILU TAHUN 2009 DI KALIMANTAN SELATAN Suryatin, Eka
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 12, No 1, (2016)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.511 KB) | DOI: 10.26499/und.v12i1.546

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas bentuk dan maksud tindak tutur pada baliho kampanye legislatif Pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bentuk dan maksud tindak tutur pada baliho kampanye legislatif Pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan. Metode yang digunakan deskriptif  kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik simak dan teknik catat. Sumber data penelitian berupa Buku “Lebih Tepat Lebih Baik: Penggunaan Bahasa Indonesia pada Baliho Kampanye Calon Legislatif Pemilu Tahun 2009”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada baliho kampanye calon legislatif pemilu tahun 2009 di Kalimantan Selatan menggunakan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Selain itu, tuturan pada baliho juga menggunakan tindak tutur langsung berupa kalimat perintah dan tindak tutur tak langsung berupa kalimat berita.Kata kunci: Bentuk, maksud, tindak tutur, baliho, kampanye. Abstract: This study discusses the shape and purpose of the speech act on a billboard campaign in the 2009 legislative elections in South Kalimantan . The research objective to describe the shape and purpose of the speech act on a billboard campaign in the 2009 legislative elections in South Kalimantan. The method used descriptive qualitative . Data was collected by means of techniques and techniques refer to the note . Source of research data in the form of book " More Right Better : Use of Indonesian on Billboard Campaign Legislative Candidate Election Year 2009 " . The results showed that on a billboard campaign Election candidates in 2009 in South Kalimantan , using locutions speech acts , illocutionary , and perlokusi . In addition, the speech on billboards also uses speech act directly in the form of imperative sentences and indirect speech acts in the form of news sentences .Key words : Form, intention, speech act , billboard , campaign.
TINDAK TUTUR DIREKTIF BAHASA INDONESIA PADA POSTER KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA BANJARBARU Suryatin, Eka
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 14, No 2, (2018)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.375 KB) | DOI: 10.26499/und.v14i2.1145

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan jenis dan ciri penanda tindak tutur direktif yang terdapat di dalam poster kesehatan di Puskesmas Kota Banjarbaru dan (2) mendeskripsikan wujud makna kalimat imperatif yang terdapat di dalam poster kesehatan di Puskesmas Kota Banjarbaru. Jenis penelitian ini adalah kualitatif yang bersifat deskriptif. Data penelitian berupa tuturan tertulis yang terdapat dalam poster yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kota Banjarbaru. Sumber data berupa poster yang dikeluarkan atau dicetak oleh Puskesmas Kota Banjarbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik dokumentasi dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis tindak tutur direktif yang terdapat pada poster kesehatan yang dikeluarkan Puskesmas Kota Banjarbaru ada lima yaitu tindak direktif permintaan (requestives) dengan ciri penanda verba + kan, verba + i, dan verba+ lah, tindak direktif pertanyaan (questions) dengan ciri penanda kapan, tindak direktif larangan (prohibitions) dengan ciri penanda dilarang, tindak direktif persyaratan (requerements) dengan ciri penanda verba + kan, verba+ lah, dan verba + i, dan tindak direktif nasihat (advisoris) dengan ciri penanda ayo dan mari. (2) wujud makna imperatif poster kesehatan yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kota Banjarbaru mengandung makna imperatif perintah, imperatif imbauan, imperatif desakan, imperatif ajakan, dan imperatif larangan.Kata Kunci: tindak tutur direktif, ciri penanda, makna imperatif, posterAbstract: The objective of this study is to (1) describe the types and characteristics of directive speech act marker on health posters at Community Health Center of Banjarbaru City and (2) describe the meaning of imperative sentences in health posters at Community Health Center of Banjarbaru City. This research is descriptive qualitative. The research data are in the form of written speech on the poster published by the Community Health Center of Banjarbaru City. The data sources are in the form of posters published or printed by the Community Health Center of Banjarbaru City. Data collection technique is taken by using documentation and writing techniques. The result shows that (1) the types of directive speech act found on health posters published by Community Health Center of the Banjarbaru City, are requestives with marker verb + kan, verb + i, and verb + lah, question with the marker when (kapan), prohibition with marker dilarang, requerement with the marker verb + kan, verb+ lah, and verb + i, and advisory with marker ayo and mari. (2) the forms of the imperative meaning on the health poster published by Community Health Center of the Banjarbaru City contain of command imperative, appeal imperative, urging imperative, inuitation imperative, and prohibition imperative.Key word: directive speech act, the marker, imperative meaning, poster
JENIS DAN BENTUK METAFORA DALAM KISDAP “JULAK AHIM” KARYA JAMAL T. SURYANATA Jamzaroh, Siti
UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra Vol 14, No 1, (2018)
Publisher : UNDAS: Jurnal Hasil Penelitian Bahasa dan Sastra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.471 KB) | DOI: 10.26499/und.v14i1.1135

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) jenis metafora Kisdap ”Julak Ahim”, dan (2) fungsi metafora dalam yang terdapat dalam kisdap “Julak Ahim”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Selanjutnya data diklasifikasikan berdasarkan ciri-ciri metaforis yang diperlihatkan. Analisis data dilakukan dengan mengkontraskan data ungkapan yang digunakan dengan kiasannya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah 1) Jenis metafora yang ditemukan berdasarkan 1) unsur pembentuknya dalam kisdap “Julak Ahim” adalah a) metafora kehewanan (animal metaphoric) (2); b) metafora sinestesia (synesthesia metaphoric) (1); c) metafora ke-manusia-an (antropomorfemik metaphoric) (2); dan d) metafora konkret–abstrak (concrete-abstract metaphoric) (2 ); 2) berdasarkan struktur pembentuknya, terdapat a) metafora nominatif subjektif dan komplementatif dan b) metafora kalimatif.Kata kunci: kisdap, sinestesi, ciri-ciri metaforisAbstract: This research is aimed to find out 1) to know the type of metaphor of Kisdap "Julak Ahim" (2) to describe the metaphoric function in that contained in Kisdap "Julak Ahim" The method used in this research is qualitative descriptive. Data collection is done by reading technique and record technique. Furthermore, the data are classified based on the metaphorical characteristics shown. Data analysis is done by contrasting the expression data used with the metaphor. The results found are: 1) The type of metaphor found based on 1.1) its constituent elements in kisdap "Julak Ahim" is a) the animal metaphor (2); b) the synesthesia metaphor (1); c) anthropomorphic metaphor (2); and d) concrete-abstract metaphor (2); 1.2) based on its structure, there are a) subjective and complementary nominative metaphors and b) sentence metaphors.Keywords: kisdap, synesthesia, metaphorical characteristics