Agro Wiralodra
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 25976702     EISSN : 26222272
Jurnal Agro Wiralodra adalah media komunikasi, informasi, edukasi dan pembahasan masalah yang berkaitan dengan teknologi terapan dalam bidang Agroteknologi dengan tema Agronomi, Ilmu Tanah, Pemuliaan Tanaman dan Hama & Penyakit Tanaman. Diterbitkan setiap 6 (enam) bulan pada bulan Januari dan Juli. Jurnal Agro Wiralodra diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Wiralodra.
Articles 12 Documents
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays Saccharata Sturt) Varietas Bisi Sweet Terhadap Kombinasi Dosis Pupuk Nitrogen Dan Pupuk Organik Cair Mahmud, Yuhdi
Agro Wiralodra Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.133 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk nitrogen dan pupuk organik cair yang baik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis.  Penelitian dilakukan di lahan percobaan BP3K Rawa Merta, Kecamatan Rawa Merta, Kabupaten Karawang, dari bulan September sampai dengan bulan Desember 2017.  Metode penelitian yang digunakan metode eksperime dengan rancangan acak lengkap.  Ada 13 taraf perlakuan dengan tiga kali ulangan, perlakuan terdiri dari (P0) tanpa pemupukan, (P1) 45 kg N/ha, (P2) 90 kg N/ha, (P3) 136 kg N/ha, (P4) 45 kg N/ha + 4 lt POC/ha, (P5) 45 kg N/ha + 6 lt POC/ha, (P6) 45 kg N/ha + 8 lt POC/ha, (P7) 90 kg N/ha + 4 lt POC/ha, (P8) 90 kg N/ha + 6 lt POC/ha, (P9) 90 kg N/ha + 8 lt POC/ha, (P10) 135 kg N/ha + 4 lt POC/ha, (P11) 135 kg N/ha + 6 lt POC/ha, (P12) 135 kg N/ha + 8 lt POC/ha. Pemberian kombinasi dosis pupuk nitrogen dan pupuk organik cair menunjukan pengaruh yang nyata terhadap komponen pertumbuhan (tinggi tanaman : 40 HST, dan 50 HST, jumlah daun : 20 HST, 40 HST, dan 50 HST, dan berat basah berangkasan) dan komponen hasil (jumlah biji per tongkol, diameter tongkol tanpa kelobot, dan bobot tongkol tanpa kelobot per tanaman) jagung manis. Hasil tertinggi pada komponen pertumbuhan (tinggi tanaman umur 50 HST = 207,13 cm, jumlah daun umur 50 HST = 12,9 cm, dan berat basah berangkasan = 338,17 gram) dicapai oleh perlakuan (P7) 90 kg N/ha + 4 lt POC/ha, komponen hasil (jumlah biji per tongkol = 426,33, diameter tongkol tanpa kelobot = 4,25 cm, dan bobot tongkol tanpa kelobot per tanaman = 105,26 gram) dicapai oleh perlakuan (P9) 90 kg N/ha +  8 lt POC/ha
Seleksi Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz.) Lokal Berdaya Hasil Tinggi Asal Indonesia berdasarkan Karakter Umbi Laila, Fadhillah; Waluyo, Budi; Karuniawan, Agung
Agro Wiralodra Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.322 KB)

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan plasma nutfah ubi kayu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Ubi kayu mengandung karbohidrat tinggi dan berperan dalam diversifikasi pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menyeleksi 80 varietas ubi kayu budidaya lokal asal berbagai wilayah di Indonesia yang berpotensi hasil tinggi. Penelitian ini menggunakan 80 aksesi ubi kayu dari seluruh pulau-pulau besar di Indonesia yang disusun dalam rancangan Augmented dengan 3 tanaman kontrol per baris. Penelitian dilakukan dari Juli 2013-November 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman genetik dan fenotipik yang luas pada ubi kayu asal Indonesia berdasarkan karakter umbi. Potensi genetik berdasarkan karakter hasil dan komponen hasil terkategorikan tinggi dengan nilai heritabilitas 0,59-0,75. Uji lanjut LSI (Least Significant Increase) menyeleksi aksesi yang memiliki daya hasil tinggi pada karakter umbi diantaranya karakter jumlah ubi/tanaman pada aksesi 563, 570, dan 599. Karakter bobot ubi/tanaman pada aksesi 507,563, 598, dan 541. Karakter bobot/ubi pada aksesi aksesi 534,528 dan 541. Karakter bobot ubi/plot pada aksesi 629. Karakter potensi hasil pada aksesi 629. Hal ini dapat memberikan informasi mengenai diversitas genetik aksesi-aksesi ubi kayu lokal Indonesia sehingga dapat dievaluasi untuk didapatkan hasil tinggi ubi kayu untuk diversifikasi pangan.
Pengaruh Terak Baja dan Bokashi Sekam Padi terhadap Kemantapan Agregat dan BiomassaTanaman Jagung pada Andisol, Lembang Yulina, Henly; Devnita, Rina; Harryanto, Rachmat
Agro Wiralodra Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.667 KB)

Abstract

Andisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberian amelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat dan biomassa tanaman jagung manis pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadap kemantapan agregat tanah pada jagung manis setelah panen dan biomassa tanaman jagung manis. Kombinasi dosis 5,0% terak baja dan 7,5% bokashi sekam padi memberikan hasil terbaik terhadap kemantapan agregat tanah pada jagung manis setelah panen dan biomassa tanaman jagung manis, kombinasi 2,5% terak baja dan 7,5% bokashi sekam padi memberikan hasil terbaik.
Pengaruh Konsentrasi Kitosan Terhadap Mutu dan Lama Simpan pada Dua Tingkat Kematangan Pisang Raja Sereh (Musa paradisiaca L.) Faozan, Faozan; Eka Sugiharto, Bangbang
Agro Wiralodra Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Agro Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.091 KB)

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman buah yang mempunyai prospek cukup cerah disamping itu pisang menjadi buah tropis yang sangat populer di dunia, hal ini dikarenakan rasanya yang lezat, gizinya tinggi dan harganya relatif terjangkau. Peningkatan produksi belum cukup dalam meningkatkan pendapatan petani, bila tidak dibarengi dengan penanganan pascapanen yang tepat. Mutu buah-buahan dan sayuran tidak dapat diperbaiki, tetapi dapat dipertahankan. Kitosan merupakan salah satu bahan pengawet buah-buahan sebagai pelapis yang dapat dimakan (edible coating) yang sekaligus memperpanjang lama simpan dengan menekan proses respirasi dan mengurangi penurunan bobot. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (a) Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kitosan pada dua tingkat kematangan (Hijau tua dan Pecah warna) terhadap lama simpan dan mutu  buah pisang, (b) Untuk mengetahui berapa konsentrasi kitosan yang terbaik untuk memperpanjang lama simpan dan mempertahankan mutu pada dua tingkat kematangan (Hijau tua dan Pecah warna) buah pisang. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 taraf konsentrasi pemberian kitosan yaitu 0% (kontrol), 1%, 1,5%, 2% dan 2,5% yang diberikan pada dua tingkat kematangan yaitu Hijau tua dan Pecah warna sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh yang nyata terhadap konsentrasi kitosan pada dua tingkat kematangan terhadap lama simpan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap susut bobot dan kadar vitamin C, (2) Konsentrasi kitosan 1 % pada tingkat kematangan Hijau Tua dan Pecah warna  memberikan pengaruh lama simpan terlama
Keragaman Agronomi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Pandan Putri pada Beberapa Sistem Tanam di Kecamatan Mundak Jaya Kabupaten Indramayu Mahmud, Yudhi
Agro Wiralodra Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.21 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh system tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pandan putri pada beberapa sistem tanam di Kecamatan Mundak Jaya Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok.  Jumlah perlakuan terdiri atas empat perlakuan masing-masing perlakuan diulang sebanyak enam kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan system tanam legowo 2 : 1 memberikan pengaruh tertinggi untuk tinggi tanaman per rumpun, jumlah anakan per rumpun, jumlah malai per rumpun dan hasil gabah kering giling per hektar serta sistem tanam legowo 2 : 1 memberikan hasil gabah kering giling tertinggi, yaitu 5,19 ton/ha dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya
Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik dan Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap C-Organik Tanah, Tinggi Tanaman dan Bobot Tongkol Jagung Semi (Zea mays L.) Zakiah, Kiki; Fika Nurhakiki, Neng
Agro Wiralodra Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.188 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk organik dan Fungi  Mikoriza ArbuskulaMA) terhadap C-organik, tinggi tanaman dan bobot tongkol jagung semi. Percobaan dilakukan di Desa Sukarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dari Bulan Februari sampai Bulan April 2018. Ketinggian tempat  1500 meter  di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan  menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) berpola faktorial 3 x 3 dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk organik (o) terdiri atas tiga taraf, yaitu o1 = pupuk kandang ayam 210 g/tanaman, o2 = pupuk kandang sapi 210 g/tanaman, o3 = pupuk kandang domba 210 g/tanaman. Faktor kedua dosis FMA (m) terdiri atas tiga taraf, yaitu m1 = 2 g/tanaman, m2 = 4 g/tanaman, m3 = 8 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukan tidak terjadi interaksi antara berbagai jenis pupuk organik dan FMA terhadap C-organik, tinggi tanaman dan bobot tongkol jagung semi. Pengaruh dosis pupuk kandang sapi 210 g/tanaman dan mikoriza 8 g/tanaman memberikan nilai yang paling tinggi  terhadap tinggi tanaman, bobot tongkol pertanaman
Penampilan Perkecambahan Biji sebagai Kriteria Seleksi Kultivar Kedelai Bahan Baku Taoge Berkualitas Maulana, Hatta ; Laila, Fadhillah; Ulima Zanetta, Chindy; Waluyo, Budi
Agro Wiralodra Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.217 KB)

Abstract

Abstrak   Taoge kedelai di golongkan ke dalam produk pertanian aneka sayuran yang mengandung serat tinggi, tinggi protein tinggi, lemak rendah, aneka mineral dan senyawa aktif untuk mencegah penyakit. Tujuan penelitian ialah untuk menentukan kultivar kedelai yang sesuai untuk bahan baku taoge berkualitas. Tersedianya kultivar kedelai yang spesifik diharapkan mampu meningkatkan produksi taoge berkualitas. Penelitian dilaksanakan pada Juli - Agustus 2018 di Kabupaten Trenggalek, JawaTimur. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan kultivar kedelai, yaitu  kultivar lokal, kultivar Anjasmoro, dan kultivar Wilis dengan 9 kali ulangan. Pada setiap ulangan setiap perlakuan terdiri terdiri 100 butir biji kedelai. Terdapat variasi pada karakteristik fisik biji dan perkecambahan. Kedelai kultivar Anjasmoro kultivar Wilis menunjukkan kualitas Taoge yang lebih baik dibanding kedelai lokal. Kultivar Anjasmoro dan kultivar Wilis dapat dikembangkan menjadi sumber bahan baku Taoge, dan sebagai sumber bahan genetik untuk perbaikan kualitas Taoge kedelai. Kepastian kultivar yang dikembangkan menjaga kontinyuitas kualitas dan kuantitas produksi. Dengan demikian perlu kultivar yang spesifik untuk dikembangkan sesuai dengan bahan baku industri pertanian yang spesifik.
Hubungan Porositas Tanah Dan Air Tersedia Dengan Biomassa Tanaman Jagung Manis Dan Brokoli Setelah Diberikan Kombinasi Terak Baja Dan Bokashi Sekam Padi Pada Andisol, Lembang Yulina, Henly; Devnita, Rina; Harryanto, Rachmat
Agro Wiralodra Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.346 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara porositas tanah dan air tersedia terhadap biomassa tanaman jagnung manis dan brokoli setelah diberikan kombinasi terak baja dan bokashi sekam padi pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashi sekam padi masing- masing 4 taraf : 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara porositas tanah dan air tersedia dengan biomassa tanaman jagung manis dan brokoli, namun biomassa kedua tanaman tidak dipengaruhi oleh porositas tanah dan air tersedia tersebut namun dipengaruhi oleh faktor fisika tanah lain, seperti bobot isi dan kemantapan agregat tanah.
Pengaruh Pemberian Berbagai Dosis Cendawan Mikoriza Arbuskular (cma) dan Pupuk Fosfat Alam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) Lokal Garut Adi Pratama, Rama; Nizar, Ahmad; Siswancipto, Toto
Agro Wiralodra Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.47 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis cendawan mikoriza arbuskular dan pupuk fosfat alam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang merah (Phaseolus Vulgaris L.) Lokal Garut. Percobaan dilaksanakan di Desa Pasawahan Kecamatan Tarogong Kaler Kabupaten Garut pada bulan Agustus sampai Oktober 2018. Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4 x 4 yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama dosis cendawan mikoriza arbuskular terdiri atas empat taraf yaitu m0 = 0 gram/tanaman, m1 = 5 gram/ tanaman, m2 = 10 gram/ tanaman dan m3 = 15 gram/ tanaman. Faktor kedua adalah dosis pupuk fosfat alam (P) yang terdiri atas empat taraf yaitu, p0 = 0 gram/tanaman, p1 = 2,7 gram/ tanaman, p2 = 3,5 gram/ tanaman dan p3 = 4,5 gram/ tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara dosis cendawan mikoriza arbuskular dan pupuk fosfat alam terhadap jumlah bintil akar tanaman pada taraf perlakuan dosis cendawan mikoriza arbuskular 10 gram/ tanaman (m2) dan dosis pupuk fosfat alam 3,5 gram/ tanaman (p2). Efek mandiri taraf perlakuan dosis cendawan mikoriza arbuskular m2 (10 g/tanaman) memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun umur 35, 40 dan 45 hari setelah tanam, luas daun, bobot kering tanaman, jumlah biji per tanaman dan hasil biji basah per plot. Efek mandiri taraf perlakuan dosis pupuk fosfat alam p2 (3,6 g/tanaman) memberikan pengaruh terbaik terhadap hasil jumlah polong per tanaman, hasil bobot biji basah per tanaman dan hasil biji basah per plot.
Pemberian Konsentrasi Pupuk Pelengkap Cair (Ppc) Terhadap Pertumbuhan Beberapa Genotip Krisan Hasil Poliploidi Assafaat Hadi, Roni
Agro Wiralodra Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Agrowiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.385 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk pelengkap cair terhadap pertumbuhan dan hasil beberapa genotip krisan hasil poliploid. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, dari bulan Juni sampai dengan bulan September 2018 dengan ketinggian tempat 878 meter di atas permukaan laut(m dpl). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design)yang terdiri dari 2 faktor dan 2 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi PPC (P) ditempatkan sebagai petak utama yang terdiri dari 5 taraf  yaitu : p0 = Tanpa PPC, p1 = PPC 1 ml L-1 larutan, p2 = PPC 2 ml L-1 larutan, p3 = PPC 3 ml L-1 larutan, p4 = PPC 4 ml L-1 larutan. Faktor kedua adalah genotip krisan hasil poliploidi (G) ditempatkan sebagai anak petak yang terdiri atas 4 taraf yaitu : g0 = KRA0, g1 = KRA1, g2 = KRA2, dan g3 = KRA3. Hasil percobaan ini menunjukan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi pupuk pelengkap cair dan genotip krisan KRA0,KRA1,KRA2,KRA3 pada tinggi tanaman umur 12 MST, diameter batang umur 2 MST. Pengaruh konsentrasi pupuk pelengkap cair pada genotip krisan hasil poliploidi menunjukkan pengaruh yang lebih baik terhadap tinggi tanaman pada umur 12 MST, diameter batang 2 MST, 10 MST, dan 12 MST, jumlah daun per tanaman pada umur 10 MST dan 12 MST. Berdasarkan hasil percobaan dan analisis ditemukan bahwa PPC 3 ml L-1 berpengaruh terhadap genotip krisan hasil poliploidi KRA1 yang memberikan pertumbuhan genotip krisan  hasil poliploidi terbaik.

Page 1 of 2 | Total Record : 12