Cognicia
ISSN : 26858428     EISSN : 26858428
The scope and the focus of the journal is conceptual proposal and empirical studies in many aspects of cognitive psychology (motivation, cognition and metacognition) with the application in various field such Industrial and Organizational Psychology, Developmental Psychology, Educational Psychology, Spiritual Psychology and Social Psychology.
Articles 102 Documents
KECEMASAN DITINJAU DARI KEBUTUHAN DASAR YANG BELUM TERPENUHI ., Maisyarah
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1451

Abstract

Kecemasan merupakan suatu emosi yang paling sering di alami oleh manusia. Kecemasan dapat disebabkan banyak hal salah satunya adalah terpenuhi tidaknya kebutuhan dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang belum terpenuhi dan bagaimana kebutuhan tersebut dapat menyebabkan kecemasan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu, wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima orang, dengan kriteria memiliki tingkat kecemasan tinggi (dengan skor >20 berdasarkan kategori TMAS). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam diri setiap subjek masih terdapat kebutuhan-kebutuhan dasar yang belum terpenuhi. Terdapat persamaan pada setiap subjek yaitu kebutuhan dasar dari seluruh subjek yang belum terpenuhi adalah safety needs. Kecemasan yang terjadi akibat dari safety needs, karena adanya perasaan takut akan hukuman yang akan diperoleh dari sosok otoriter yang berada dilingkungan subjek, dan perasaan takut akibat ditinggal sendirian. Kegagalan akan pemenuhan safety needs pada masing-masing subjek berasal dari lingkungan terdekat subjek sejak kecil. Seperti orangtua, keluarga sekitar, guru serta teman-teman sepermainan.   Kata kunci: Kecemasan, Kebutuhan dasar   Anxiety represent the most frequently emotion experienced by human being. Anxiety  can be caused by many matter, on of causes its requirement well or no fulfilled of basic needs. Based on the problems, this research intention is to know any kind of basic needs  which not yet fulfilled and how the basic needs requirement can caused anxiety.This research use qualitative research method by using collecting data method which is, observation and interview. Subject in this research amount to five people, with criterion have high anxiety level ( with score > 20 based on TMAS category).Based on this research result, it can be concluded that inside every subject there are some basic needs requirement which not yet fufilled. There are similarity in each subject that basic needs requirement from entire subject which not yet fulfilled is safety needs. Anxiety that happened as the effect of unfulfilled  safety needs, caused by feeling in fear of punishment  to be obtained from authoritarian figure which reside in subject’s environment, and feeling fear effect remained alone. This Failure of accomplishment of safety needs at each subject sourced from the closest environment subject since childhood. Like parent, family, teacher and also playmates.   Keyword: Anxiety, Basic needs requirement
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI ANAK YANG MENGALAMI TUNARUNGU Norahmasari, Diny
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2143

Abstract

Dukungan sosial keluarga sangat dibutuhkan untuk membentuk kepercayaan diri pada anak yang mengalami tunarungu. Dengan adanya dukungan sosial keluarga anak merasa mendapat perhatian, mendapat kasih sayang, merasa dicintai sehingga anak merasa berharga, maka kepercayaan diri pada anak tunarungu akan tumbuh. Sedangkan anak tunarungu yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah, akan malu dalam bergaul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial keluarga dengan tingkat kepercayaan diri anak yang mengalami tunarungu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling dan menggunakan 30 anak yang mengalami tunarungu sebagai subjek. Instrumen penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala kepercayaan diri dan skala dukungan sosial keluarga. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kepercayaann diri terhadap anak yang mengalami tunarungu setelah dianalisa menggunakan korelasi product moment. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah semakin tinggi dukungan sosial yang didapatkan, maka kepercayaan diri yang dimiliki semakin tinggi. ( r = 0,73 ; p = 0,00 ≤ 0,01 ) Kata kunci: Dukungan sosial keluarga, kepercayaan diri, tunarungu Family social support is needed to establish the confidence of children who have hearing impairment, whit the childs family social support was gained attention, got the love, feel loved so that children feel valved, than the confidence will grow in deaf children. While have children who have low sealf confidence, he would be ashement to associate. Purpose of this study was to determine the relationship of social support to the family confidence level of children who are deaf. This research is a quantitative study. Thesampling technique used is total sampling techniques and the use of 30 children who are deaf as a subject. This research instruments uses two scales, the scale of self-confidence and family social support scale. The results of this study indicate there is a significant positife relationship between social support families with a level of confidence to the children who have hearing impairment after analyzed using product moment correlation. Result obtained from this study is that the higher the social support obtained, then the confidence possessedhigher. ( r = 0,73 ; p = 0,00 ≤ 0,01 ) Keyword : Self confidence, family social support, deaf
STRES PADA REMAJA YANG TINGGAL DI PANTI ASUHAN Kristanti, Kristanti
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1661

Abstract

Stres merupakan suatu respon yang tidak menyenangkan, suatu keadaan dan tuntutan yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasinya dan dapat berpengaruh pada kondisi mental dan psikis seseorang. Pada sebagian besar remaja hambatan-hambatan dalam kehidupan mereka akan sangat mengganggu kesehatan fisik dan emosi mereka, menghancurkan motivasi dan kemampuan menuju sukses disekolah dan merusak hubungan pribadi mereka dan banyak dari remaja yang mencapai masa dewasa dengan berbagai permasalahan yang disebabkan kurangnya perhatian, kasih sayang dan bimbingan dari orang tua. Stres pada remaja sama halnya yang terjadi pada orang dewasa, stres bisa berefek negatif pada tubuh remaja hanya saja perbedaannya ada pada sumbernya dan bagaimana mereka meresponnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stres pada remaja yang tinggal dipanti asuhan Nurul Abyadh dengan usia 15-18 tahun dengan jumlah subyek (N = 50). Metode Pengumpulan data menggunakan skala stres remaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stres pada remaja yang tinggal dipanti asuhan Nurul Abyadh tergolong stres sedang tetapi tidak tinggi. Hal ini membuktikan bahwa subyek cukup mampu mengendalikan stresnya.Kata kunci: Stres, remaja, panti asuhan
SIKAP TERHADAP KESELAMATAN KERJA DAN KEPRIBADIAN Mahmudah, Aisyah Dhiya
Cognicia Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i2.2017

Abstract

Dalam berbagai kajian keselamatan kerja, kepribadian turut berkontribusi dalam  bagaimana para pekerja bersikap dan bertindak terhadap keselamatan di lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap terhadap keselamatan kerja dan kepribadian. pada 100 sampel karyawan PT. Pupuk Kaltim yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa multipel regresi ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan sikap terhadap keselamatan kerja ditinjau dari kepribadian pada karyawan Kompartemen Pemeliharaan (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dimensi Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, dan Extraversion dan sikap terhadap keselamatan kerja, serta terdapat hubungan yang negatif dan tidak signifikan pada dimensi Neuroticsm dan sikap terhadap keselamatan kerja. Dimensi Agreeableness diketahui merupakan prediktor yang paling baik pada sikap terhadap keselamatan kerja. Kata kunci: Sikap terhadap keselamatan kerja, kepribadianThe purpose of this research was to determine the relationship between  safety attitude and personality using 100 PT. Pupuk Kaltim (Maintanance Compartment) employees were taken using purposive sampling method. The result of multiple regression analysis showed that there is a significant and positive correlation towards safety attitude and personality on PT. Pupuk Kaltim employees (F=7,398; Sig=0,000<0,001). Results showed that there are significance positive correlations between Agreeableness, Conscientiousness, Openness to Experience, Extraversion, and safety attitude, while there is a negative correlation between Neuroticsm and safety attitude. Agreeableness has been found might be  predict worker safety attitude as well.Keyword: Safety attitude, personality
PENERIMAAN MASA LALU TERHADAP INSOMNIA PADA LANSIA Bestari, Winda Ayu
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1652

Abstract

Insomnia banyak terjadi pada lansia dan berakibat pada menurunnya tingkat kesejahteraan jiwa, mengganggu kehidupan sosial serta mengakibatkan menurunnya kondisi fisik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerimaan masa lalu terhadap insomnia yang terjadi pada lansia. Penelitian ini melibatkan 103 orang lansia yang terdiri dari 72 lansia laki-laki dan 31 lansia perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Accepting the Past/Reminiscing about the Past (ACPAST/REM) dan Pittsburgh Insomnia Rating Scale-20 (PIRS-20). Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebesar 39,4% pengaruh dari penerimaan masa lalu terhadap insomnia pada lansia. Sedangkan 60,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Penerimaan masa lalu, insomnia, lansia
SELF ESTEEM ANTARA IBU RUMAH TANGGA YANG BEKERJA DENGAN YANG TIDAK BEKERJA Rizky Ananda, Marissa
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1442

Abstract

Self-esteem ibu rumah tangga yang bekerja dengan yang tidak bekerja adalah komponen evaluatif dari konsep diri yang terdiri dari evaluasi positif dan negatif tentang dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan self-esteem antara Ibu rumah tangga yang bekerja memiliki penghasilan sendiri serta dapat mengembangkan bakat yang ia miliki dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu rumah tangga yang bekerja dan yang tidak bekerja di kota Balikpapan. Metode pengumpulan data menggunakan skala. Metode analisa data yang digunakan yaitu teknik t-test. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka diketahui bahwa ada perbedaan self-esteem yang sangat signifikan (p=0,000) antara ibu rumah tangga yang bekerja dengan ibu rumah tangga yang tidak bekerja, yaitu ibu rumah tangga yang bekerja memiliki self-esteem lebih tinggi yang ditunjukkan oleh rata-rata (mean) sebesar (x = 118,66) daripada ibu rumah tangga yang tidak bekerja sebesar (x= 98,10).   Kata kunci: Self-esteem, Ibu rumah tangga yang bekerja dan yang tidak bekerja     Self-esteem housewife who works with housewife not going to work is the evaluative component of self-concept consisting of positive and negative evaluations of their self. The aimed of this study is to know  self esteem between Housewife who works have own income, can also develop the talent and the housewife who not going for work doesn’t have a good experience in working as a housewife This type of research is quantitative research. The population in this study were mothers who work and households who not going work in Balikpapan city. Methods of collecting the data is using the scale. Methods of data analysis used the t-test technique. Based on the results of the research have been implemented that, it is known that there are differences in self-esteem are highly significant (p = 0.000) among housewives who worked with housewife who not going for work, from that housewife who worked to have higher self-esteem it shown from the average (mean) for (x = 118.66) and than housewife who not going for work is (x = 98.10).   Keywords: Self-esteem, Working housewife, Housewife who not going for work
PENGUNGKAPAN DIRI REMAJA TERHADAP ORANG TUA DENGAN KENAKALAN REMAJA Rahma, Layla Nudia
Cognicia Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v3i1.2319

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengungkapan diri remaja terhadap orang tua dengan kenakalan remaja. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan populasi mahasiswa.Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling dan menggunakan 147 mahasiswa psikologi.Metode pengumpulan data menggunakan skala pengungkapan diri dan skala kenakalan remaja.Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa korelasi product moment dari Pearson’s. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif yang signifikan (r= -0,563 ; p/sig=0,000) antara pengungkapan diri remaja terhadap orang tua dengan kenakalan remaja. Sumbangan efektif dari pengungkapan diri dengan kenakalan remaja sebesar 31,7 %, sedangkan sumbangan dari faktor lain diluar variabel yang diujikan 68,3 %.  Kata kunci: Pengungkapan diri, kenakalan remaja. This research is purpose to reveal the relationship of self disclosure toward parents with the juvenile delinquency. This research use corelationship. The sampling technic which used for this researchis cluster random sampling and used 147 university students of fourth grade psychology departement as subject. The method of collecting data used self disclosure scale and juvenile delinquency scale. The analysis of this research used correlation analysis product moment of Pearson’s. The result of this research is there is a significant negative relationship between juvenile self disclosure towards parent with the juvenile delinquency. Effective contribution of self-disclosure with juvenile delinquencyby 31.7%, while the contribution of other factors beyond thevariables tested68.3%. Keywords: Self disclosure, juvenile deliquecy. 
RESILIENSI REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BERCERAI Karina, Canggih
Cognicia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v2i1.1848

Abstract

Perceraian adalah cerai hidup atau perpisahan hidup antara pasangan suami istri sebagai akibat dari kegagalan mereka menjalankan perannya masing-masing. Masa remaja merupakan masa yang rentan terhadap goncangan yang penuh konflik dan perubahan suasana hati apalagi jika permasalahan yang dihadapi adalah mengenai perceraian orang tuanya. Resiliensi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk bertahan bahkan menjadi lebih kuat ketika menghadapi tekanan hidup yang sulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat resiliensi remaja yang memiliki orang tua yang bercerai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan the 14-Item Resilience Scala (RS-14) yang disusun oleh Wagnild & Young (2009) dengan metode skala likert yang memiliki rentang indeks validitas 0,371-0,704 dengan tingkat reliabilitas cronbach’s alpha 0,878. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan didapatkan jumlah subjek sebanyak 72 orang remaja dengan rentang usia 14-22 tahun yang memiliki orang tua yang bercerai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kemampuan resiliensi pada remaja yang memiliki orang tua bercerai adalah rata-rata bawah (30,56%).Kata kunci: Resiliensi, remaja, perceraian orang tuaDivorce is a separation event in living life between husband and wife as a result of their failure to carry out their respective roles as parent. Adolescence is a critical stage that is very vulnerable against jolts of conflict and mood changes, moreover if the problem is about his / her parent’s divorce. Resilience is an ability to overcome even become stronger in facing difficulties in life stressors. The purpose of this study was to determine resilience level of teens who have parents who are divorced . This resenarch uses descriptive quantitative method using the 14 - Item Resilience Scale (RS - 14) with a likert method that has validity index range 0,371-0,704 and has cronbach alpha reliability 0,878. The sampling technique used was purposive sampling and found the number of subjects were 72 adolescents, aged 14-22 years who have divorced parents. The results showed that the ability of resilience in adolescents with divorced parents are in below average level (30.56 %).Keyword: Resilience, adolescent, parental divorce
IDENTIFIKASI MINAT SISWA RETARDASI MENTAL RINGAN DENGAN MENGGUNAKAN MULTIPLE INTELLIGENCE Wicaksono, Feri Indra
Cognicia Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i2.1643

Abstract

Mengidentifikasi minat siswa retardasi mental ringan dapat mengetahui ketertarikan atau minat tertentu dan dapat dikembangkan untuk lebih dioptimalkan kemampuan tersebut. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan skala multiple intelligence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 subjek, yang memiliki minat kecerdasan visual-spasial sebanyak 3 siswa dengan prosentase (37,5%), minat pada kecerdasan linguistik sebanyak 2 siswa dengan prosentase (25%), minat pada kecerdasan matematika-logika 1 siswa dengan prosentase (12,5%), minat pada kecerdasan kinestetik-tubuh 1 siswa dengan prosentase (12,5%), minat pada kecerdasan musikal 1 siswa dengan prosentase (12,5%). Hasil penelitian menemukan keberagaman minat siswa retardasi mental ringan. Secara umum didominasi minat sebagai berikut, yaitu minat pada kecerdasan visual-spasial, minat pada kecerdasan linguistik, minat pada logika-matematika, minat pada kecerdasan kinestetik-tubuh, dan minat pada kecerdasan musikal.Kata kunci: Multiple intelligence, retardasi mental
KONFLIK INTERPERSONAL KARYAWAN PT.PLN (PERSERO) RAYON RANTAU YANG DIPIMPIN OLEH MANAJER JUNIOR Rahayu, Sri
Cognicia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/cognicia.v1i1.1456

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian  ini berjumlah 5 orang yaitu 1 orang manajer dan 4 karyawan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semiterstruktur. Analisis data dilakukan  dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menemukan bahwa dari 4 subjek penelitian, 2 orang subjek sedikit mempermasalahkan dipimpin oleh manajer yang berusia lebih muda karena manajer yang berusia muda cerdas dalam menganalisa pekerjaan serta mempunyai visi dan misi yang bagus untuk kemajuan perusahaan. Sedangkan 2 orang subjek lainnya mempermasalahkan dipimpin oleh manajer junior karena berusia muda dan pengalaman kerja masih kurang. Konflik interpersonal yang terjadi antara karyawan dan manajer junior disebabkan karena masalah pengalaman kerja, faktor persepsi mengenai perencanaan(plan) manajemen logistik dan faktor komunikasi mengenai komunikasi vertikal, yakni Komunikasi manajer kepada karyawan, dankomunikasi karyawan kepada manajer. Strategi manajemen konflik yang dilakukan dengan 2 cara, yaitu The Teddy Bear (Smoothing) konflik harus dihindari dan memilih sikap mengalah agar hubungan tidak menjadi rusak demi keharmonisan. Kata kunci: Konflik interpersonal, Manajemen konflik interpersonal,   Manajer junior   The research is a qualitative descriptive research. The subjects of the research are 5 people, which are 1 manager and 4 employees. Data collected by semi-structured interview. Data analyzed by data collection, data reduction, data presentation, and inference (verification). The result of the research showed that of 4 subjects, 2 are less problematic with the younger manager leadership on the reason that the younger manager have intelligence in job analysis and have a good vision and mission to improve the organization. 2 other subjects have a problem because the junior manager in their view too younger and have less work experience. Interpersonal conflict occurred between employee and junior manager caused the factors: work experience, perception on planning, logistic management, and vertical communication that is communication between the employees and the junior manager and vice versa. Conflict management strategy that is implemented are 2 kinds, The Teddy Bear (Smoothing) strategy in which conflict avoided by pretend to lose so the relation is not broken and harmony created. In this strategy, the employees obedient and do what the manager asks them to do. Keyword: Interpersonal conflict, Interpersonal conflict management, Junior manager

Page 1 of 11 | Total Record : 102