GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU
ISSN : 23555696     EISSN : 25550156
Jurnal Guna Widya adalah Jurnal Pendidikan Hindu yang dikelola oleh Jurusan Pendidikan Agama Fakultas Dharma Acarya. Guna Widya memuat hasil penelitian maupun hasil pemikiran akademisi dan praktisi pendidikan Agama Hindu. Jurnal Guna Widya memberikan ruang gerak terhadap penulis yang ingin mengembangkan dan menyebarkan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ajaran Agama Hindu yang bersifat mendidikan sehingga dapat membentuk karakter masyarakat Hindu yang cerdas dan berbudi pekerti yang luhur. Guna Widya juga memuat tentang aplikasi ajaran Agama hindu yang disesuaikan dengan adat, budaya dan tradisi masyarakat pendukungnya. Guna Widya lahir dengan harapan membuka cakrawala pendidikan yang luas khususnya dalam bidang pendidikan Agama Hindu
Articles 34 Documents
UNIVERSALITAS MAHATMA GANDHI Arsa Wiguna, I Made
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan gagasan tentang pemikiran universal MK Gandhi atau yang lebih dikenal dengan Mahatma Gandhi.Beliau adalah sosok yang rendah hati namun memiliki pemikiran yang sangat dalam tentang kehidupan. Beliau juga merupakan tokoh paling penting dalam kemerdekaan India. Empat ciri khas Mahatma Gandhi dalam usahanya merebut kemerdekaan India yakni Ahimsa, Satyagraha, Swadesi, dan Hartal. Semangat dan prinsipprinsip universal inilah yang hendaknya diwarisi dan dikorelasikan dengan kehidupan saat ini.Kata Kunci : Universalitas, Mahatma Gandhi 
LOCUS EDUCATIONIS SEBAGAI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH MENUJU PESERTA DIDIK YANG BERBUDI Sueca, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah dapat menjadi wahana pendidikan karakter yang andal dan efektif bagi pembentukan idividu. Sekolah dapat memanfaatkan locos educationis di dalam lembaga pendidikan sebagai  praksis pendidikan karakter. Sejak dahulu sekolah memiliki dua tujuan utama dalam karya pendidikan mereka, yaitu membentuk  manusia yang cerdas, dan berbudi luhur. Mundurnya pendidikan karakter, kita wajib bertanya kembali pada diri sendiri dan pada orang lain terkait relevansinya pendidian karakter dalam sekolah. Kalau masih relevan, bagaimana kita sekarang mau menghidupkan kembali, dan melalui momen-momen pendidikan (locus educationis) mana, kita dapat memberikan pendidikan karakter itu di dalam diri peserta didik. Hancurnya nilai-nilai moral dalam masyarakat yang ditandai dengan merebaknya kekerasan seperti; pemerkosaan gadis dibawah umur, pembunuhan, narkoba dan lain-lainnya, fenomena inilah membutuhkan kelahiran baru pendidikan karakter di dalam sekolah. Momen-momen dalam lingkungan sekolah yang dapat dipakai sebagai sebuah sarana atau kesempatan dalam mengembangkan pendidikan karakter, telah melibatkan jaringan relasional antara staf sekolah dengan orang tua dan masyarakat.Kata Kunci: Sekolah sebagai wahana penguatan pendidikan karakter.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA Pratiwi, Ni Kadek Santya
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 2 (2018): Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan karakter pada anak merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan dasar yang kuat. Dasar yang dimaksud merujuk pada nilai-nilai yang dikembangkan di lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang. Nilai-nilai luhur yang berkembang bersumber dari nilainilai ajaran agama yang dianut para peserta didik. Khususnya di Bali dengan mayoritas pendduk beragama Hindu, Pendidikan agama memiliki konstribusi besar dalam pembentukan karakter anak.Kata Kunci : Peran pendidikan Agama, Karakter Siswa
PERUBAHAN PERILAKU REMAJA HINDU DALAM MENJALANKAN AKTIVITAS KEAGAMAAN DI KOTA DENPASAR Temon Astawa, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 1 (2018): Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan  perilaku remaja Hindu dalam aktivitas keagamaan di Kota Denpasar adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu perkembangan pikiran dan perkembangan biologis, sedangkan faktor eksternal yaitu lingkungan sekolah dan lingkungan keluarga. Kedua faktor tersebut dapat mempengaruhi  perilaku remaja dalam aktivitas keagamaan di Kota Denpasar.  Perubahan tersebut merupakan perubahan yang terjadi pada perilaku remaja Hindu dalam menjalankan  aktivitas keagamaannya ke arah yang lebih baik karena sebagian besar siswa masih mengikuti aktivitas-aktivitas keagamaan yang diselenggarakan di sekolah, keluarga maupun masyarakat.Kata Kunci : Perilaku Remaja Hindu, Aktivitas Keagamaan.
LANDASAN PENGEMBANGAN ETIKA DAN MORALITAS HINDU BAGI PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Madja, I Ketut
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 1 (2019): Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is probably that before the character education is to be an issue and discussed in mass media, and specialy in education world, it is seem that there is something to be forgotten, and it does not also regarded to be an urgent thing. At last, it lost and goes together with the time. The development of knowledge and technology come to be a global thing, and surprised the education world to be aware of their forgotten. As a part of knowledge and intelectual’s thinking of scienties, the technology is then developed in the specific form of technological information. The last mentioned aspect is able to change human being’s attitude. There is an effective tool is used to receive and send the information from and to be wished. The information is easily accepted at any time needed. Knows the actual condition recently, the character education becomes a programme of educational institution. This is regarded to be an effort of anticipating a bad possiblelities that can take place in the future
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM PEMENTASAN TARI BARONG KETET UNTUK PERTUNJUKAN PARIWISATA DI BANJAR DENJALAN BATUBULAN Alit Supandi, I Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Barong tidak termasuk tari wali, tetapi tidak semua barong tidak temasuk tari wali, Salah satu tari Barong yang secara kontinyu dipertontonkan adalah tari barong ketet di banjar denjalan desa Batubulan untuk pertunjukkan pariwisata, tari ini memiliki kesenian yang sangat menarik, hal ini akan mendukung perkembangan pariwisata. Yudabakti dan Watra 2007:25 Seni atau estetika yang jangkaunnya tidak terbatas pada suatu daerah tertentu saja, akan tetapi berlaku secara mendunia dan universal. Bahasanya menjangkau termasuk wilayah Bali yang sudah terkenal tentang seninya. Salah satu wujud kesenian yang dipertunjukkan sebagai hiburan pariwisata yaitu tari barong ketet. Kenapa tari Barong Ketet ini di tulis Karena tari Barong Ketet ini sudah terkenal, melihat dari segi ceritra mengandung unsur kebaikan dan keburukan. Didalam jaman gelobalisasi ini, orang lebih cenderung mengejar kemajuan tampa melihat dampak negatifnya. Disamping tari Barong Ketet ini memiliki unsur ruwa bineda juga terkandung nilai pendidikan estetis, religiusnya, dan sosial masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka pertunjukkan tari Barong Ketet ini sangat menarik untuk ditulis. Adapun hasil penulisan ini adalah sebagai berikut 1. prosesi pementasan tari Barong Ketet terlebih dahulu dilakukan persiapan untuk pementasan, ada yang mengatur dibidang gambelan, dekorasi, tiket, peralatan dan pakian. 2. Nilai yang terkandung didalam pementasan barong ketet yaiu nilai pendidikan estetis religius dan sosial masyarakat. Estetisnya terletak kepada periasan barong dan kuubnya barong, sedangkan nilai religiusnya terdapat pada saat pementasan harus mempersembahkan sesajen dari pada itu setiap pementasan sebaiknya mempersembahkan sesajen, guna untuk mendapatkan keharmonisan. sedangkan nilai sosial masyarakat terdapat pada aktipitas pelaksanaan pementasan terjalin kerjasama yang sangat baik, karena seke barong menyadari bahwa manusia adalah sebagai mahluk yang sosial, dan memiliki pedoman tatwa masi sehingga semuanya adalah sama dan tidak ada yang membedakan satu antara yang lainnya.Kata Kunci : Pendidikan Agama, Pementasan, Tari Barong Ketet
SARASWATI SEBAGAI ISTADEWATA MENURUT KAKAWIN WRETTASANCAYA Mastini, Gusti Nyoman
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 2 (2018): Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perayaan hari raya Saraswati yang dilaksanakan enam bulan sekali atau 210 hari yaitu setiap Sabtu Umanis Wuku Watugunung menurut perhitungan kalender Bali. Hari raya tersebut Nampak dirayakan semakin semarak. Puja Saraswati tidak hanya dilaksanakan dikalangan terbatas seperti pendeta dan pewaris naskah-naskah lontar, tetapi kini pelaksanaannya sudah semakin meluas, yaitu seluruh masyarakat pelajar dan mahasiswa, guru dan dosen, kaum intelektual dan cendekiawan yang lain. Dewi Saraswati yang dipuja oleh umat Hindu ketika perayaan hari suci Saraswati dipuja sebagai Istadewata, sebagai Dewa ilmu pengetahuan.Kata Kunci: Saraswati, Kakawin Wrettasancaya
PENGUATAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN KELUARGA MENURUT PANDANGAN KI HAJAR DEWANTARA Marsono, Marsono
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 5, No 1 (2018): Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ki Hajar Dewantara mengatakan bahwa mendidik anak itulah mendidik rakyat. Keadaan dalam hidup dan penghidupan kita pada jaman sekarang itulah buahnya pendidikan yang kita terima dari orang tua pada waktu kita masih kanak-kanak. Sebaliknya anak-anak yang pada waktu ini kita didik, kelak akan menjadi warga negara kita. Dimaksudkan adalah instuisi pendidikan masih perlu untuk dikembangkan lewat tema-tema pemikiran khusunya. Institusi keluarga yang menjadi lingkungan pendidikan pertama dan utama mendapatkan kriteria utama untuk menempatkan posisi pendidikan sebagai sebuah bangunan untuk menghantarkan manusia menuju cita idealitas pendidikan sebagaimana terumus sebelumnya. Dan pendidikan keluarga tersebutlah yang akan dibahas dalam penulisan ini.Kata Kunci: Pendidikan Keluarga, Penguatan Karakter.
PENINGKATAN KOMPOTENSI GURU MELALUI PELATIHAN MEMBUAT RPP KURIKULUM 2013 DENGAN MENGAKTIFKAN KKG GAH KECAMATAN TEMBUKU KABUPATEN BANGLI TAHUN 2018 Arnika, Ida Bagus
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 6, No 1 (2019): Guna Widya : Jurnal Pendidikan Hindu
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this study is to improve the teacher's potential through training in making lesson plan of curriculum 2013 at the GAH KKG in Tembuku District, and in Bangli Regency. This study is School Action Research (PTS) using two cycles design and each cycle consists of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection. A measurement technique in the form of test is used to obtain a quantitative data and an observation sheets is used to obtain a qualitative data. The data was analyzed by using descriptive analysis. The subjects in this study were 30 Hindu Religion Teachers, in GAH KKG with less moderate and capable criteria. The object of this study is the ability of teachers to make a lesson plan of 2013 Curriculum to manage classroom learning. Furthermore, based on the results of this study first, at the end of the first and second cycles there was an increase in the average results of teacher's potential through training. The results of the previous training at 70.00 to 87.60. Then, in the third cycle the professional level of the teacher achieved good grades. Second, it turned out that the increase of teacher's potential through training by activating the GAH KKG in Tembuku district and in Bangli regency in 2018 showed very significant results from the initial conditions before receiving the training.
INTEGRITAS BUDAYA KERJA BIDANG BIMAS HINDU DENGAN PARISADA DALAM PEMBINAAN UMAT HINDU DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Nuasa, I Ketut
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah integritas Bidang Bimas Hindu dengan Parisada sebagai budaya kerja berwujud baik, akan berdampak terhadap umat Hindu yang merupakan masyarakat binaannya. Untuk memperbaiki budaya kerja membutuhkan waktu untuk merubahnya, maka dari itu perlu adanya pembenahanpembenahan yang dimulai dari sikap dan tingkah laku sebagai pemimpin pada lembaga umat Hindu. Demikian juga masing-masing pimpinan lembaga umat, baik Bidang Bimas Hindu maupun Parisada telah memilki tugas dan fungsi masing-masing. Tugas dan fungsi Bidang Bimas Hindu dengan Parisada dalam melakukan pembinaan, yaitu 1) melaksanakan pelayanan dan bimbingan masyarakat Hindu, 2) melaksanakan fungsi penjabaran dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang bimbingan masyarakat Hindu, 3) akan terjaganya keutuhan masyarakat Hindu dengan mengakomodasikan kearifan budaya lokal, dan 4) terwujudnya masyarakat Hindu yang berkualitas dan memiliki srada dan bhakti yang mampu diaktualisasikan secara modern.Kata kunci; Integritas budaya kerja Bimas Hindu, Parisada dalam pembinaan umat Hindu.

Page 1 of 4 | Total Record : 34