Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra
ISSN : 1979634X     EISSN : -
Kalangwan, Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Agama Fakultas Dharma Acarya IHDN Denpasar memiliki misi menghidupkan dan mengoptimalkan kesadaran keindahan ilmu pengetahuan yang ada dalam diri setiap orang. Maka dengan kesadaran tersebut akan membuat setiap insan tergerak untuk terus menimba menambah dan memperdalam pengetahuan demi kemajuan dan peningkatan kualitas SDM kampus. Keindahan ilmu pengetahuan akan membuka sisi estetika dan kelembutan menuju manusia yang ramah rendah hati jujur dan terbuka.
Articles 20 Documents
KAJIAN FILOLOGI DAN NILAI DALAM LONTAR TUTUR AJI SARASWATI Sentana, Gek Diah Desi
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Naskah Tutur Aji Saraswati menyatakan bahwa hidup adalah suatu proses yang berujung pada kematian yang tak mungkin terelakkan. Oleh sebab itu manusia diharapkan menjalani proses kehidupan (utpeti, stiti dan pralina) dengan benar. Berusaha mencapai kesadaran Tuhan dengan jalan Jnana (pengetahuan) dan tapa bratha. Hidup harus dijalankan berdasarkan petunjuk sastra agama agar menjadi berarti dan sejahtera.Untuk mewujudkan hidup yang sejahtera secara sekala dan niskala. Lontar Tutur Aji Saraswati digunakan  untuk mengetahui aksara Bali yang terdapat dalam Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dengan adanya kesamaan simbol  tersebut, maka manusia harus menyadari bahwa apa yang mereka lalukan akan berdampak pada alam. Seperti halnya keberadaan lontar yang saat ini lebih banyak berupa salinan, maka kajian filologi dapat menjadi acuan untuk menemukan lontar mana yang mendekati aslinya maupun yang mudah dipahami.
PENTINGNYA PELESTARIAN BAHASA BALI PADA PENDIDIKAN FORMAL Pratiwi, Kadek Santya; Oktarina, Putu Santi
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian Bahasa Bali pada pendidikan formal sedang gencar dicanangkan oleh pemerintah. Bahasa Bali sebsgai salah satu bahasa dan  perekam budaya bali sangat penting untuk dipelihara. Pemeliharaan bahasa bali juga diharapkan untuk mempertahankan taksu bali. Kehadiran materi pelajaran bahasa Bali sangat penting dan memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya dan bahasa Bali, dan juga memiliki peran strategis dalam pelestarian unsur kebudayaan nasionalMetode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis datanya disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif.Dari analisis yang penulis lakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa dunia pendidikan memang merupakan salah satu wadah yang paling tepat untuk melaksanakan pembinaan, pengembangan, dan pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali, di samping lembaga-lembaga formal dan informal lainnya. Melalui lembaga pendidikan  sekolah, para generasi muda akan memperoleh pendidikan dan pengajaran yang diberikan oleh tenaga pendidik yang berkompeten dalam bidang itu. Dengan memberikan latihan-latihan secara intensif siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam memahami bahasa Bali dengan baik, serta terampil membaca dan menulis aksara Bali sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
AUDIOBOOK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM REVITALISASI MASATUA BALI Mahardika, I Gusti Ngurah Agung Wijaya
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The advancement of technology has brought changes in the use of Balinese language for the Balinese. The Balinese language has been set aside in numerous domains of life. To conserve and preserve the existence of Baline language, steps need to be taken in accommodating said advancement of technology to attract the younger generation interest. This paper discusses the idea to use audiobook as a medium to revitalize the masatua Bali (Balinese story telling) tradition as a form of language exposure to the young learners. The use of satua Baliaudiobook should follow the six principles of delivering audio materials and abide to the systematic steps of pre-listening, while listening, and post-listening steps. This steps would ensure the attainment of multiple benefits of the satua Baliaudiobook, namely, exposure of Balinese language to the young learners, fostering the noble values in satua Bali, and at the same time improving the quality of emotional relationship between the parents and the children
ANUGERAH KEPADA WAKTU DALAM TEKS KALA TATTWA Putra, I Gde Agus Dharma
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kala Tattwa adalah salah satu teks yang membicarakan perihal kelahiran Kala. Kala dalam pemahaman sosial religius, digambarkan sebagai sosok raksasa yang selalu kelaparan. Kala diyakini menelan segala sesuatu yang berada pada ruang dan waktu yang salah. Kewenangan itulah yang didapat oleh Kala sebagai salah satu anugerah dari orang tuanya. Sesungguhnya ada beberapa anugerah yang diberikan kepada Kala oleh Siwa dan Giri Putri. Anugerah itu dalam tulisan ini dibagi menjadi dua yakni anugerah yang diberikan secara khusus oleh Siwa, dan juga anugerah dari Giri Putri. Penting mengetahui anugerah itu untuk memetakan bagaimana sesungguhnya Kala dalam pandangan orang Bali. Beberapa anugerah yang diberikan oleh Bhatara Siwa kepada Kala di antaranya ialah keberhasilan, dapat menyusup ke dalam segala yang berpikir, boleh membunuh dan menghidupkan, dan berhak untuk tinggal di desa-desa tempat manusia hidup. Anugerah dari Giri Putri atau Durgaadalah nama, aturan tentang yang boleh dan tidak boleh dimakan Kala, dapat memenuhi seluruh surga, sapta loka, dan sapta patala
PENGGUNAAN DONGENG DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER PADA ANAK DI TK DHARMA PRAJA4.2 DONGENG YANG DIBERIKAN PADA ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK (TK) DHARMA PRAJA Anggreni, Ni Made
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan masa awal kanak-kanak ditantang untuk memperkenalkan anak-anak kepada dunia untuk masa depan mereka, suatu dunia yang akan terus meningkat menjadi multikultural dan banyak suku. Metode dongeng adalah salah satu alat yang kuat untuk meningkatkan suatu pemahaman diri dan orang lainKekuatan utama dari strategi dongeng adalah menghubungkan rangsangan melalui penggambaran karakter. Dongeng memiliki potensi untuk memperkuat imajinasi, memanusiakan individu, meningkatkan empeti dan pemahaman, memperkuat nilai dan etika, serta merangsang proses pemikiran kritis dan kreatif. Mendongeng dapat dijadikan sebagai media pembentukan karakter pada anak usia dini. Dengan mendongeng akan memberikan pengalaman belajar bagi anak usia dini. Metode mendongeng dapat memberikan sejumlah pengalaman yang dibutuhkan dalam perkembangan kejiwaan anak. Dengan dongeng akan memberikan wadah bagi anak untuk belajar berbagai emosi dan perasaan serta belajar nilai-nilai karakter. Anak akan belajar pada pengalaman-pengalaman sang tokoh dalam dongeng, setelah itu memilah mana yang dapat dijadikan panutan olehnya sehingga membentuknya menjadi sebuah karakter yang baik.TK Dharma praja merupakan salah satu TK yang masih menggunakan dongeng sebagai salah satu metode pembelajarannya. Walaupun TK ini berada di Kota Denpasar. Kota Denpasar merupakan kota yang dihuni oleh masyarakat multi etnis dan agama, akan tetapi para guru di TK ini tetap mempertahankan tradisi dongeng ini sebagai upaya dalam pembentukan karakter anak.
PENGAJARAN APRESIASI SASTRA DI SEKOLAH LANJUTAN ATAS KEAKRABAN GURU-MURID DENGAN KARYA SASTRA Sugita, I Wayan
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The high school is the last level in the framework of basic education, which prepares students to continue their education or to college, or to the largest number work in the society. Especially if we remember this second possibility, that possibility can not be avoided by the majority of high school graduates as a result of the state of our education today, then we should be really concerned. These concerns are not just demanding to pitch our chest, but and even more demanding of ourselves efforts to bridge the gaps between reality and expectations of education
PENGAJARAN BAHASA DAERAH DI SEKOLAH KAITANNYA DENGAN KURIKULUM 2013 Tanu, I Ketut
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasa Indonesia yang keberadaannya diakui oleh negara. Berdasarkan Undang - Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang intinya memberi keleluasaan daerah untuk lebih memperhatikan potensi daerahnya masing - masing, maka gubernur mengeluarkan SK yang mengatur tentang Penetapan Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa daerah pada satuan pendidikan. Dengan adanya kebijakan baru tersebut, maka permintaan akan guru Bahasa daerah yang kompeten di bidangnya sangat mutlak diperlukan sehingga menyebabkan banyak perguruan tinggi yang membuka Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah.Banyaknya out put lulusan dari jurusan Pendidikan Bahasa Daerah mengindikasikan bahwa kebutuhan akan guru bahasa daerah akan segera terpenuhi. Dengan memiliki guru yang berasal dari back ground pendidikan yang sesuai akan mempengaruhi proses pembelajaran. Materi akan tersampaikan dengan penuh dan tepat sasaran karena guru memiliki penguasaan materi yang baik, bagi materi kebahasaannya maupun budayanya. Dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat menjadikan pembelajaran bahasadaerah itu semakin menarik dan hidup. Guru akan menghidupkan gairah siswa untuk mengikuti pelajaran bahasa daerah. Singkat kata, pembelajaran bahasa Daerah di masa yang akan datang, akan menjadi lebih baik. Baik dari segi materi yang meliputi kebahasaan, budaya, dan adat istiadat. Pembelajaran bahasa yang semakin baik akan membatu merevitalisasi di kalangan para penuturnya
WACANA KESENIAN GENJEK Sugita, I Wayan
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian genjek ini tergolong jenis kesenian tradisional Bali yang memadukan antara seni suara dengan seni musik tradisional Bali yang dapat digolongkan sebagai etnomusikologi. Genjek sebagai salah satu kesenian tradisional yang memadukan antara kesenian musik tradisional dengan seni suara ini juga mempunyai ekspresi, nilai, dan pesan yang ingin disampaikan lewat syairsyair lagu yang dinyanyikan itu. Nilai dan pesan itu dapat berupa kritik sosial, percintaan, nasihat, dan bahkan mungkin ada yang bersifat religius. Dalam tulisan ini dicoba untuk mengkaji bentuk, fungsi, dan makna pada wacana kesenian genjek dengan menggunakan teori ethnography speaking oleh Dell Hymes (1972). Adapun sumber data tulisan ini adalah data lisan yang telah direkam dalam bentuk kaset rekaman dan telah banyak diperjualbelikan di toko-toko kaset. Berdasarkan kajian yang telah dilakukan dapat dikatakan bahwa bentuk wacana kesenian genjek di Bali ini berupa syair lagu yang dikemas dengan menggunakan bahasa Bali. Pemilihan bentuk bahasanya disesuikan dengan pesan nilai yang ingin disampaikan. Fungsi wacana kesenian genjek ini selain sebagai hiburan, juga sebagai sarana untuk menyampaikan pesan terhadap gejala kemasyarakatan yang sedang berkembang.Makna wacana kesenian genjek ini adalah untuk memperoleh kesadaran warga masyarakat dan dapat melakukan introspeksi diri dalam berperilaku sosial.
AJARAN TAT TWAM ASI DALAM KAKAWIN AJI PALAYON Putra, Anak Agung Gede Wira
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya sastra sebagai ladang ajaran kehidupan dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali masih tetap ekisis keberadaannya pada era globalisasi saat ini yang akrab disebut sebagai zaman now. Salah satu jenis karya sastra Bali tradisional yang kaya akan ajaran susila, khususnya terkait Tat Twam Asi adalah kakawin Aji Palayon. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap ajaran Tat Twam Asi yang terdapat dalam karya sastra kakawin Aji Palayon dengan perangkat teori semiotik dan religi yang didukung oleh metode analisis isi dan deskriptif analisis. Hasil dari analisis tersebut menunjukkan bahwa kakawin Aji Palayon merupakan karya sastra tradisional Bali berbentuk tembang yang menceritakan tentang perjalanan sang atman sejak baru meninggalkan badan kasar hingga sampai pada suarga loka. Dalam perjalanan sang atman juga dipenuhi oleh ajaran Tat Twam Asi, seperti yang terdapat pada Sargah 1, Bait ke 20 dan 22 serta pada Sargah 3, Bait ke 12, 21, 25, 28, 29, 30, 35, 36, dan 37. Pada dasarnya, kunci dari ajaran Tat Twam Asi yang terdapat pada kakawin Aji Palayon, yaitu cara terbaik untuk menghadapi rintangan adalah kita harus mempunyai kesadaran serta rasa memiliki, sehingga muncullah pengertian antara satu sama lain. Dengan pengertian tersebut, maka rintangan seberat apapun akan mudah untuk dilewati.
AJARAN KESUSILAAN DALAM GAGURITAN DHARMA PRAWERTI Sanjaya, Putu
Kalangwan: Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 7, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaguritan Prawerti Dharma is a literary work that contains the teachings of the Hindu religious morals namely Dasa Sila, Mala Tri, Tri Yadnya, Catur Prawerti, Catur Varna, Catur Paramitha, Sad Varga, Tri Parartha, and Daiwi and Asuri Sampad. The Hinduism contained in Gaguritan Prawerti Dharma teaches that every person should always make the moral teachings as a guide in any behavior that could be realized life in safety and peace. In addition Gaguritan Prawerti Dharma should teach humans which in this case is the Hindus, to be able to refrain from any wild desire. Gaguritan Dharma Prawerti containing Dharma teachings of morality really appropriate and relevant when used as a guideline for behavior. Current state of society who tend to behave the hedonistic, consumerist, materialistic, and pragmatic, if not matched by affirmation teachings of morality in every individual would bring the society to destruction and chaos. Thus why the moral teachings in life should always be upheld.

Page 1 of 2 | Total Record : 20