Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Wiralodra
ISSN : 24425885     EISSN : 26223392
Afiasi merupakan Jurnal Kesehatan Masyarakat yang memuat naskah hasil penelitian maupun naskah konsep di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan diterbitkan setiap 4 (empat) bulan.
Articles 30 Documents
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pencegahan Kanker Payudara Pada Mahasiswi Kebidanan STIKes Payung Negeri Tahun 2017 yoneta, yoneta
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.256 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.4

Abstract

Cancer is a condition where cells have lost control and the normal mechanisms, so that experiencing abnormal growth, rapid and uncontrolled. Cases of breast cancer at RSUD Arifin Achmad in 2016 as many 265 people. Case this is a case of breast cancer is highest in the RSUD Arifin Achmad. The purpose of this study was to determine the factors that affect behavior the prevention of breast cancer. This research is descriptive quantitative. This research conducted was on DIII program studi midwifery level I dan II in STIKes Payung Negeri,in july 2017. This research sampel totaled 139 student registered in the STIKes Payung Negeri. The research design was a cross sectional study using questionnaires instrument.  Data were analyzed using univariate and bivariate statistical test Chi Square. Results of this study concluded that there was  influence of knowledge (p value= 0,001< 0,05) with behavior the prevention of breast cancer, there is no influence of attitude  (p value= 0,527>0,05) with behavior the prevention of breast cancer, there is no influence and a history of cancer in the family (p value=0,503>0,05) with behavior the prevention of breast cancer,  and there was influence the first age of menarche (p value= 0,007<0,05) with behavior the prevention of breast cancer. The results of this study are recommended for further research, for to follow up on the factors that cause breast cancer, so get better results
Extract effect of Tintir (Jathropa Multifida Linn) to Total PMN and Selt Mast in Wound Healing Model Rats with Acute Injury wahyuningsih, wahyuningsih
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.428 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.5

Abstract

Wound is considered as a serious health problem, because it can interfere with quality of life due to pain, weakness, and decreased mobility and quality of life. This study aims to determine the effect ofj jathropha multifida, linn to the number of PMN and selt mast in the process of wound healing in rats with acute injury models. This study is an experimental research laboratory using the design of post test control group design Wistar rats were used as research subjects. Based on Tukey HSD test results, the average number of PMN leukocytes third day the negative control group had no significant difference in the positive control group (0.037) and treatment group (0004). On the seventh day the number of PMN leukocytes negative control group had no significant difference in the positive control group (0.069) and had a significant difference to the treatment group (0.00). Meanwhile, on the fourteenth day the number of PMN leukocytes negative control group had no significant difference in the positive control group (0.000) and had a significant difference to the treatment group (0.00). Based on the results of data analysis Annova one direction on the third day obtained a significant level of 0:50 means there is no significant difference in the number of mast cells in each group on the seventh day. While on day three significant values ​​of 0:08 was also no significant difference, as well as on the fourteenth day found no significant difference between the group with a value of 0.68. Conclusions there was a decrease in the number of Leukocyte PMN in rat wounds given a 10% stem extract ointment, and there was a decrease in the number of mast cells in the wounds of rodents given a 10% stem extract ointment. Suggestions need to be investigated regarding the use of distance stem extract in various concentrations to obtain effective results for wound healing and the need to examine other factors related to wound healing.
Physical Activity Relationship With Metabolic Syndrome In Adults Age At Work Area of Upt Lambu Health Center Subdistrict Lambu Bima Regency Saddad Tanrewali, Muhammad
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.26 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.7

Abstract

Metabolic Syndrome (SM) on a person if found three of five components consisting of blood pressure ≥ 130/85 mmHg or on antihypertensive medication, HDL cholesterol levels <40 mg / dL in men and <50 mg / dL in women, hypertriglyceridemia ≥150 mg / dL, fasting serum glucose levels are high ≥100 mg / dL and random blood glucose ≥200 mg / dL and central obesity (abdominal circumference ≥90 cm in men and women ≥80 cm). The purpose of this study to analyze factors associated with the incidence of metabolic syndrome in adult age at UPT Lambu health center working area Lambu subdistrict Bima regency. This type of research is observational analytic with cross sectional study. The samples studied are mostly drawn from the population of young adults (18-40 years) and middle age (41-60 years), which amounted to 145 people. Bivariate analysis using chi-square test. The results showed that there was a relationship with the incidence of metabolic syndrome physical activity with p-value = 0.006, p <α of 0.05 means that there is a relationship between lifestyles with the incidence of metabolic syndrome. The need for the role of health workers to always educate the public about the importance of health and prevention of disease especially need to do a degenerative disease in order to improve public health adequately. The need for community empowerment in improving early warning against non-communicable disease risk factors, either against themselves, family and community environment. For example, by forming Posbindu PTM (Pos Integrated Development of Non-Communicable Diseases).
Ketimpangan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Ekonomi di Wilayah Perbatasan Herawati, Cucu; Bakhri, Syaeful
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.759 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.9

Abstract

Permasalahan pembangunan di Indonesia saat ini bukan hanya pada sektor pendidikan saja, tetapi juga pada sektor ekonomi dan sektor kesehatan. Rasio Puskesmas terhadap penduduk di Kabupaten Cirebon 1 : 40.289. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Cirebon masih fluktuatif, dibandingkan di Kota Cirebon setiap tahunnya mengalami kenaikan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji aksesbilitas masyarakat terhadap pelayanan publik dasar bidang kesehatan dan ekonomi pasar tradisional. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain Cross sectional. Lokasi penelitian di wilayah perbatasan Kabupaten Cirebon, Sampel dalam penelitian sebanyak 280 responden. Analisis data dengan distribusi frekwensi, analisis Gap, dan studi komparasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa kemudahan akses terhadap fasilitas kesehatan sebagian besar responden menyatakan puas (35,4%), sarana prasarana 28,2% tidak puas, kemampuan petugas cukup puas (41.4%), kepastian waktu   pelayanan 32,1% tidak puas, kemudahan melakukan komunikasi 25,4% tidak puas, kebijakan Pemerintah terhadap pembiayaan kesehatan tidak  puas (27,9%), dan perbandingan pelayanan kesehatan menunjukkan tidak   puas  (33,9%).  Adanya GAP pelayanan kesehatan dasar sebesar 10,8. Didapatkan 1 pasar tradisional di Kabupaten Cirebon melayani 66.968 penduduk, sedangkan untuk kota Cirebon 1 pasar melayani 38.811. Saran yang diusulkan sebaiknya Pemerintah melakukan perbaikan terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar dan penambahan pasar tradisional baru sebagai entitas ekonomi yang akan menghidupkan perekonomian masyarakat.
Faktor yang Mempengaruhi Penderita TB Paru Terhadap Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Jatisawit Indramayu Rusman, Rusman; Basri K, Sarinah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2019): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.799 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v4i1.10

Abstract

Penyakit Tuberkulosis Paru dari tahun ke tahun meningkat dan sebagian masih perlu pengobatan lanjutan artinya tingkat kesembuhan belum mencapai 100%. Penyakit ini dapat disembuhkan kalau penderita teratur dan patuh minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Peneltian ini bertujuan untuk mengetahui fakto pendidikan, faktor pengetahuan dan faktor sikap pada penderita TB paru terhadap kepatuhan minum Obat Anti Tuberculosis (OAT) pada pasien TB paru di Puskesmas Jatisawit indramayu. Sampel terdiri dari 43 orang dengan metode total sampling. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah analisis unvariat dan analisis bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan maka dapat dilihat hubungan sabagai berikut (1) Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,082, p > 0,05); (2) Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,012, p < 0,05) dan (3) ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan minum OAT (p-Value 0,040, p < 0,05). Perlu dilakukan penyuluhan, monitoring dan evaluasi secara rutin dan berkala; meningkatkan kerjasama dan kemitraan dengan instsnsi pemerintah dan swasta yang memiliki konsen tehadap penyakit TB paru serta memberi motivasi terhadap penderita TB paru.
Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Di SPBE Indramayu Nur Aisyah, eka; Basri K, Sarinah
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.022 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.12

Abstract

Kelelahan kerja merupakan kondisi melemahnya tenaga untuk melakukan suatu pekerjaan. Kelelahan kerja dapat menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan para pekerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya beban kerja dan status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di SPBE Indramayu Tahun 2017”. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah pekerja bagian operator loading di SPBE Indramayu yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 39 orang pekerja. Data mengenai kelelahan kerja diukur dengan menggunakan kuesioner 30-item gejala kelelahan umum IFRC. Uji statistik menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian diperoleh nilai status gizi pekerja dengan p-value 0,005 dengan nilai Spearman Correlation (SC) = 0,485. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, artinya menunjukan ada hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja pada pekerja di SPBE Indramayu Tahun 2017. Para pekerja sebaiknya mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan memaksimalkan waktu istirahat.
Kreatifitas Survivor Skizofrenia dalam Upaya Kesembuhan Di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut Rahmawati , Lina
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.076 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.13

Abstract

Banyak upaya kesembuhan dilakukan oleh survivor skizofrenia, akan tetapi perlu upaya kreatifitas survivor skizofrenia agar mereka tetap survive dan menjalani hidup dengan harapan akan terlepas dari penyakit gangguan jiwa. Penelitian ini bertujuan mengungkap secara mendalam tentang kreatifitas survivor skizofrenia dalam upaya kesembuhan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam pada 7 survivor skizofrenia yang tidak kambuh sekurang-kurangnya 2 tahun, mampu memenuhi kebutuhan sendiri, akan tetapi masih mengupayakan kegiatan lain untuk menambah penghasilan, mampu melakukan ibadah rutin, akan tetapi melakukan kegiatan ibadah lainnya, mandiri melakukan pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti mandi, makan, membersihkan rumah dll, akan tetapi menambah aktifitas lainnya demi kesembuhan, mampu bersosialisasi dan kooperatif. Data hasil wawancara di trankrip verbatim dan dianalisa data melali metode collaizi. Hasil penelitian diperoleh tema 6 tema yaitu membuat kerajinan tangan, makanan dan kue, berkebun dan berternak, bekerja dan berjualan, mengurus anak dan membantu pekerjaan rumah, berbincang-bincang dengan orang lain, dan melakukan atifitas didalam dan diluar rumah. Disimpulkan bahwa kreatifitas survivor skizofrenia merupakan upaya lain yang dilakukan selain recovery karena mereka selain berjuang melawan penyakitnya, mereka terus berupaya melakukan upaya-upaya kesembuhan lainnya sampai sekarang menjadi individu yang sudah sembuh
Faktor yang Mempengaruhi Pelaksanaan Nursing Center di Puskesmas Kota Bandung Susiani, Ani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.615 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.14

Abstract

Upaya untuk meningkatkan kinerja perawat Perkesmas dalam mengatasi permasalahan kesehatan masyarakat dapat dilakukan melalui pelaksanaan Nursing Center (NC) yang memadukan pengelolaan pendidikan, pelayanan kesehatan, penelitian keperawatan, dan pelayanan informasi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan faktor sumber daya manusia (SDM), pendanaan, material, dan dukungan antara NC yang tidak aktif dan NC yang aktif di Puskesmas Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain case control. Sampel yang digunakan sebanyak 32 responden dan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna pada faktor sumber daya manusia (p value 0,000), pendanaan (p value 0,019), material (p value 0,005), dan dukungan (p value 0,004) antara NC yang tidak aktif dan NC yang aktif. Diharapkan melalui penyelenggaraan pelatihan mengenai NC secara berkala dan berkesinambungan serta peningkatan kerjasama dengan Institusi Pendidikan Keperawatan oleh Dinas Kesehatan dapat meningkatkan pelaksanaan dan ketercapaian output NC
Faktor yang Mempengaruhi Pus Terhadap Pemilihan Metode Kontrasepsi Mow di Wilayah Kerja Puskesmas Cidempet Indramayu Oktaviani , Indah; sutangi; siti nurbaeti, tayong
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.13 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i1.15

Abstract

Pasangan usia subur (PUS) adalah pasangan suami istri yang terkait dalam perkawinan yang sah, yang pasangan wanita berusia antara 15 – 49 tahun, karena kelompok ini merupakan pasangan aktif melakukan hubungan seksual dan setiap kegiatan seksual dapat mengakibatkan kehamilan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Penelitian deskriptif analitik yang dilakukan dengan pendekatan Case Control. Analisis deskriptif  adalah untuk melihat atau menganalisis dinamika Hubungan antara Karakteristik PUS tentang kontrasepsi dengan Pemeilihan Alat Kontrasepsi MOW. Pada penelitian ini didapatkan Hasil penelitian diketahui bahwa dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah berpengetahuan baik yaitu sebanyak 46 responden 79,3%, dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah berpendidikan tinggi yaitu sebanyak 48 orang (71,6%), dari 128 responden yang menggunakan alat kontrasepsi MOW sebagian besar adalah ekonomi atas yaitu sebanyak 47 orang (70,2%).
Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Karyawan SPBE Di Indramayu Muthoharoh; Basri K, Sarinah ; Nuraeni, Tating
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 2 (2018): afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.869 KB) | DOI: 10.31943/afiasi.v3i2.17

Abstract

CTS merupakan gangguan umum yang berhubungan dengan pekerjaan, disebabkan oleh gerakan berulang dan posisi yang menetap pada jangka waktu lama. Beberapa faktor diketahui menjadi risiko terjadinya CTS, seperti gerakan berulang dengan kekuatan, tekanan pada otot, postur kerja yang tidak ergonomik dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional dengan jumlah sampel 40 karyawan di dua SPBE bagian Filling Hall area. Fisher Exact Test digunakan untuk analisis data uji statistik. Variabel yang diteliti adalah masa kerja, gerakan repetitive dan postur kerja. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner, lembar observasi RULA dan test pemeriksaan fisik. Hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test untuk masa kerja dan postur kerja didapatkan nilai P-Value = 0,029 dan 0,041. Karena nilai P -Value < 0,05 sehingga Ho ditolak, artinya ada hubungan antara masa kerja dan postur kerja dengan kejadian CTS . sedangkan untuk gerakan repetitive hasil uji statistik menggunakan Fisher Exact Test didapatkan nilai P-Value = 0,464. Karena nilai P-Value >0,05 sehingga Ho diterima, artinya ada hubungan antara gerakan repetitive dengan kejadian CTS.

Page 1 of 3 | Total Record : 30