cover
Contact Name
Kadek Aria Prima Dewi PF
Contact Email
primadewipf@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalpgsdh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : 25275445     EISSN : 26858312     DOI : -
Adi Widya merupakan media untuk mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan topik Pendidikan Dasar, seperti pendekatan, metode, model, strategi ataupun kebijakan-kebijakan pada pendidikan dasar. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun, yakni pada bulan April dan Oktober.
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 3, No 1 (2018)" : 11 Documents clear
PERANAN GURU AGAMA HINDU DALAM BIMBINGAN KONSELING KEPADA SISWA SEKOLAH DASAR Gunawan, I Gede Dharman Gunawan
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.128 KB)

Abstract

Guru agama Hindu memegang peranan penting dalam pembentukan karakter siswa melalui bimbingan konseling yang optimal. Karenanya kemampuan guru dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan belajar mengajar sangat penting. Bahkan sikap guru sering dijadikan pedoman oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari. Besarnya pengaruh tersebut mengharuskan guru untuk bersikap dan bertindak hati-hati serta selalu memberikan bimbingan konseling kepada siswa yang menghadapi masalah belajar. Peranan guru Agama Hindu dalam bimbingan konseling kepada siswa sekolah dasar masih perlu ditingkatkan dan lebih dioptimalkan lagi, sehingga siswa mampu menemukan solusi penyelesaian alternatif jika menghadapi masalah belajar. setiap siswa di sekolah dasar memiliki kemampuan belajar maupun masalah belajar yang berbeda-beda. Tentunya guru agama Hindu harus mengetahui karakteristik dari setiap siswa. karena setiap siswa memiliki perbedaan karakter, minat, bakat, motivasi belajar dan masalah belajar.
PERMAINAN TRADISIONAL BALI JURU PENCAR SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER Jayendra, Putu Sabda
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.406 KB)

Abstract

Permainan tradisional Bali Juru Pencar merupakan permainan yang dilakukan anak-anak dengan jumlah paling sedikit 10 orang. Dalam pemainan ini, anak-anak tersebut dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok yang berperan sebagai pencar (jala) dan kelompok yang berperan sebagai be (ikan), dan sebelum memainkannya semua anak menyanyikan lagu Bali Juru Pencar secara bersama-sama. Permainan ini merupakan hasil budaya masyarakat Bali yang berperan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak yang sedang berada pada masa tumbuh kembang (masa bermain). Implikasinya dari permainan ini adalah membentuk karakter anak, baik sebagai individu yang cerdas, pembentukan jiwa sosial yang berwawasan integratif, dan berperan membentuk individu yang cakap dan berwawasan budaya.
TANTANGAN DALAM MANAJEMEN SEKOLAH DASAR Perni, Ni Nyoman
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.115 KB)

Abstract

Sekolah dasar tidak ubahnya sebagai sebuah institusi atau lembaga. Sebagai sebuah institusi atau lembaga, sekolah dasar mengemban misi tertentu yaitu melakukan proses edukasi, proses sosialisasi, dan proses transformasi anak didik, dalam rangka mengantarkan mereka siap mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya   Sebagai institusi atau lembaga pendidikan, sekolah dasar menyelenggarakan berbagai aktivitas pendidikan bagi anak didik dan melibatkan banyak komponen, sehingga aktivitas maupun komponen pendidikan di sekolah dasar menuntut adanya manajemen yang baik dalam rangka mencapai tujuan institusional sekolah dasar.  Kegiatan manajemen di yang dilakukan sekolah dasar tidak bisa luput dari beberapa poin penting yaitu, manajemen kurikulum atau pembelajaran, manajemen kesiswaan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen personalia/anggota (kepegawaian), manajemen keuangan, manajemen lingkungan masyarakat dan manajemen layanan khusus.
BENTUK AJARAN CATUR GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI 11 SANUR KECAMATAN DENPASAR SELATAN KOTA DENPASAR Lastini, Ni Nyoman Ari Lastini; Anggreni, Ni Made
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.394 KB)

Abstract

Sekolah adalah salah satu tempat yang konsisten memberikan pendidikan kepada siswanya baik itu pendidikan pada sikap keagamaan, sikap sosial, intelektual serta keterampilannya. Siswa sebagai generasi muda sebagai penerima ilmu pengetahuan dari berbagai pihak harus memiliki disiplin guru bhakti. Terdapat empat unsur yang sangat penting dalam pendidikan disebut Catur Guru yang  terdiri dari Guru Rupaka, Guru Pengajian, Guru Wisesa, dan Guru Swadhyaya.
MELESTARIKAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL ULAR TANGGA Suananda, I Kadek Hadi; Prima Dewi PF, Kadek Aria
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.684 KB)

Abstract

This article aims to illustrate the application of traditional snake ladder games in the learning process to preserve local cultural wisdom. This is motivated by the phenomenon of current student activity changes, which more often play modern games that are identical with the use of technology such as video games and online games. As a result, the traditional student games are beginning to be forgotten and become alien among the students. In addition, the level of addiction to the modern game on the students is also high so it affects the habits and behavior of students. As a cultural heritage containing noble values, the traditional game should be preserved And maintained its existence by introducing traditional games through the process of learning in the classroom. One of the traditional games that can be applied in the process of learning in the classroom is a snake ladder game. In this article the method used is the method of observation. Based on the observation results obtained that the traditional games can stimulate students in developing cooperation in groups in the learning process, , Interact as positively, can condition students in self-control, develop empathy for friends, obey the rules, and appreciate others. Thus, it is understood that traditional games can have an excellent impact in helping to develop students' emotional and social skills.
STRATEGI PENANAMAN TAKSONOMI PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA SEKOLAH DASAR (SD) UNTUK MEMBENTUK GENERASI LITERASI SAINS Budi Wijaya, I Komang Wisnu
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.63 KB)

Abstract

The implementation of science education in Indonesia still not optimal yet. This is proven by the science literacy test which is held by PISA on 2009. The result of the test states the average value of Indonesian student’s science literacy was under the average the other countries. Responding to the case, the government held a program called Gerakan Literasi Sains (science literacy movement) at family, school and society. In order to support the program, there are needed conceptualize six domains of science learning taxonomy on elementary school students. The six domains are knowledge, process, attitude, creativity, application and nature of science (NOS). The implementation strategies are learning inside classroom, outside classroom, conditioning, environment and exemplary.
PENTINGNYA PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA SEKOLAH DASAR Pratiwi, Ni Kadek Santya Pratiwi
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.109 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi peranan orang tua dalam pembentukan karakter anak, cara membangun karakter anak, pendekatan yang digunakan,  hambatan-hambatan  dan juga upaya-upaya yang dilakukan dalam pembentukan karakter anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga adalah faktor penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana, sebagian besar anak-anak sampai usia 18 tahun menghabiskan waktunya 60-80 % bersama keluarga. Sampai usia 18 tahun, mereka masih membutuhkan orangtua dan kehangatan dalam keluarga. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertum­buhan karakter anak. Setelah keluar­ga, di dunia pendidikan karakter ini sudah harus menjadi ajaran wajib sejak sekolah dasar. Anak SD masih dalam tahap perkembangan operasional konkret. Tahap dimana mulai berkembangnya kecerdasan mereka untuk berpikir logis dan sistematis. Sehingga pendidikan karakter pada anak SD menjadi kunci dalam perubahan generasi muda yang lebih baik.
DICTOGLOSS PADA PEMBELAJARAN MENYIMAK DI SEKOLAH DASAR Widhiasih, Luh Ketut Sri Widhiasih; Dharmayanti, Putu Ayu Paramita
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.194 KB)

Abstract

Every era pushes people to have skills that can be used to support their life in that era. In this era, in this 21st century, people are also pushed to have minimum main four skills to support their life, such as communication skill, collaboration skill, critical thingking skill, and  ceative and inovative skill. One skill that should be developed in this era is communication skill. To communicate well, people need to have good listening skill. This skill should be exercised start from early age, for example elementary school. To make students mastering listening skill in communicative atmosphere, teachers need appropriate technique, such as dictogloss. Furthermore, this article will discuss about how to apply dictogloss in elementary school.
PENANAMAN KONSEP ASTRA BRATHA DALAM PENDIDIKAN MORAL ANTIKORUPSI Suciartini, Ni Nyoman Ayu
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.098 KB)

Abstract

Leadership in Hinduism is closely related to ethics. The nature and attitude of a leader is a determinant of the success or failure of a leader in running the wheels of government. Local wisdom is owned by the Balinese Hindu community is very positive to stem the behavior of corruption both in leadership on campus and when plunging in the community. Corruption behavior should not be interpreted as culture and society antipati against it. His young son as the next generation of the nation must be saved from corruption pratik increasingly rampant. The most basic and contextual, which is very close to the life of the community that is tangent to the culture, local wisdom of a society. This local wisdom plays an important role to realize the prevention of corruption is more leverage. Local wisdom asta bratha, 8 good leadership traits according to Hindu concept can be an alternative to moral education in elementary, middle, upper, and college. The nature of this leadership will be a strong moral foundation in education to lead students to a better life without corruption and the goals of the nation and the state can be maximized.
DOLANAN SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA SEKOLAH DASAR Anggraeni, Ni Putu Libria Anggraeni; Prima Dewi PF, Kadek Aria
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.118 KB)

Abstract

Dolanan merupakan satu permainan tradisional yang diadopsi dari keadaan kehidupan lingkungan sosial kehidupan anak – anak di daerah pedesaan. Dalam Permainan dolanan ada banyak nilai yang dapat dipelajari. Selain itu permainan dolanan ini juga dapat diadopsikan ke dalam sistim pembelajaran yang berbasis budaya, khususnya dalam pembelajaran bahasa Bali. Dari latar belakang tersebut ada beberapa permasalahan yaitu keberadaan Dolanan di era globalisasi dan peran Dolanan sebagai media pendidikan karakter. Dolanan anak tradisional yang hampir punah diperlukan upaya revitalisasi untuk melestarikan berbagai dolanan anak tersebut , seperti pengenalan ulang berbagai jenis dolanan di sekolah melalui media yang menarik. Selain dengan cara itu festival atau lomba dolanan juga perlu diadakan untuk melestarikan dolanan tradisional. Selain untuk melestarikan budaya dolanan tradisional festival atau lomba dolanan tradisional juga bisa. Hilangnya dolanan anak tradisional akan membawa berbagai dampak, terutama terhadap unsur budaya lokal yang sudah ada terlebih dahulu. Dalam hal ini salah satu upaya nyata untuk dapat melestarikan permainan dolanan ini adalah melalui sanggar – sanggar seni. Keberadaan Sanggar Seni Dolanan Anak saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan dolanan anak tradisional. Dolanan ini bisa dikategorikan dalam tiga golongan, yaitu : permainan untuk bermain (rekreatif), permainan untuk bertanding (kompetitif) dan permainan yang bersifat edukatif. Permainan tradisional yang bersifat rekreatif pada umumnya dilakukan untuk mengisi waktu luang. Permainan tradisional yang bersifat kompetitif, memiliki ciri-ciri : terorganisir, bersifat kompetitif, diainkan oleh paling sedikit 2 orang, mempunyai criteria yang menentukan siapa yang menang dan yang kalah, serta mempunyai peraturan yang diterima bersama oleh pesertanya. Sedangkan perainan tradisional yag bersifat edukatif, terdapat unsur-unsur pendidikan di dalamnya. Melalui permainan seperti ini anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam ketrampilan dan kecakapan yang nantinya akan mereka perlukan dalam menghadapi kehidupan sebagai anggota masyarakat. Berbagai jenis dan bentuk permainan pasti terkandung unsur pendidikannya. Inilah salah satu bentuk pendidikan yang bersifat non-formal di dalam masyarakat. Permainan jenis ini menjadi alat sosialisasi untuk anak-anak agar mereka dapat menyesuaikan diri sebagai anggota kelompok sosialnya.

Page 1 of 2 | Total Record : 11