Dentin
ISSN : 26140098     EISSN : -
Dentin [e-issn: 2614-0098] merupakan terbitan berkala ilmiah tugas akhir berbahasa Indonesia berisi artikel penelitian dan kajian literatur tentang kedokteran gigi. Kontributor Dentin adalah kalangan akademisi (dosen dan mahasiswa). Dikelola oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat dan terbit 3 (tiga) kali setahun setiap April, Agustus dan Desember.
Articles 46 Documents
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS JUS BUAH APEL (Malus Syvestris Mill) SEBAGAI PEMUTIH GIGI ALAMI EKSTERNAL BERDASARKAN VARIETAS Rosidah, Nor Azizatur; Erlita, Isyana; Nahzi, Muhammad Yanuar Ichrom
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.471 KB)

Abstract

ABSTRACK  Background: Teeth discoloration is a vital aesthetic factor. Discoloration can be prevented by the usage of teeth whitening agents. A known natural teeth whitening agent are apples (Malus sylvestris Mill) which contains maleic acid, a compound with the capabilty of teeth whitening. High quality varieties of apples are widely cultivated at Kota Batu- East Java such as Anna, Romebeauty, and Manalagi. Purpose: This study is aimed to analyze teeth whitening using apple juice from different varieties. Methods: This study is a true experimental study with a pre and post test only with control group design on 32 upper jaw permanent incisor samples divided into 4 treatment groups: soaking in 75% Anna apple juice, 75% Rome beauty apple juice, 75% Manalagi apple juice, and the negative control group with aquadest for 6 hours/day and saline solution for 18 hours/day in an incubator. Treatment were carried on and repeated for 14 days. Discoloration is observed using Vitapan Classical Original shade guide. Results: One Way ANOVA test revealed a (p=0.000) with a p<0.05, proving a significant difference of teeth color between groups. Pos Hoc Benferoni test revealed a significant difference between 75% Anna apple juice and 75% Rome beauty apple juice with the  75% Manalagi apple juice  and aquadest groups. No difference between the 75% Anna apple juice and the 75% Rome beauty apple juice and between the 75% Manalagi and the negative control group with aquadest. The significant color change on Anna and Romebeauty because the maleic acid is higher than Manalagi. Conclusion: The concluded there is a difference of effictiveness teeth whithening between apple varieties Anna, Romebeauty and Manalagi Key words : Apple, Maleic Acid, Teeth Discoloration, Teeth Whitening.  ABSTRAK  Pendahuluan: Warna gigi merupakan salah satu faktor estetika penting pada seseorang. Perubahan warna pada gigi dapat diatasi dengan cara pemutihan gigi. Salah satu bahan alami yang dapat memutihkan gigi yaitu buah apel (Malus sylvestris Mill) yang mengandung asam malat, yaitu zat yang dapat memutihkan warna gigi. Varietas buah apel unggulan yang dibudidayakan di Kota Batu- Jawa Timur yaitu varietas Anna, Romebeauty, dan Manalagi.  Tujuan: Untuk menganalisis perbandingan pemutihan gigi dengan jus buah apel berdasarkan varietas. Metode: Yang digunakan adalah true eksperimental dengan rancangan pre and post test only with control group design dengan 32 sampel gigi permanen insisivus RA terdiri dari 4 perlakuan yaitu perendaman jus buah apel varietas Anna 75%, varietas Rome beauty 75%, varietas manalagi 75%, dan kontrol negatif aquadest selama 6 jam/hr dan larutan salin selama 18 jam/hr didalam inkubator dan dilakukan pengulangan sampai 14hari. Perubahan warna diamati menggunakan Vitapan Classical Original shade guide. Hasil: Uji One Way ANOVA p=0.000 (p<0.05), maka ada perbedaan tingkat perubahan warna gigi antar kelompok perlakuan. Uji lanjut Pos-Hoc Bonferoni menunjukkan ada perbedaan bermakna antara jus buah apel varietas Anna 75% dan varietas Romebeauty 75% dengan jus buah apel varietas Manalagi 75% dan kontrol aquadest. Tidak ada beda antara jus buah apel varietas Anna 75% dengan varietas Romebeauty 75% dan jus buah varietas Manalagi dengan kontrol aquadest. Peningkatan perubahan warna gigi tertinggi terdapat pada varietas Anna dan Romebeauty karena kandungan asam malat yang lebih tinggi dibandingkan varietas Manalagi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna efektifitas pemutihan gigi antara buah apel varietas Anna, Romebeauty dan Manalagi.  Kata kunci : Apel, Asam Malat, Perubahan Warna Gigi, Pemutihan Gigi.
PERBEDAAN TOTAL FLAVONOID ANTARA METODE PENGERINGAN ALAMI DAN PENGERINGAN BUATAN PADA EKSTRAK DAUN RAMANIA (Boueamacrophylla Griffith) Muliyawan, Rezky
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.34 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Wound healing process can be accelerated by use of drugs. Use of herbal medicinal plants considered to be more effective and have minimal side effects compared with modern drugs. Ramania have secondary metabolites such as flavonoids. Pharmacological research on flavonoids showed that flavonoid compounds show activity as antiradical, antioxidant, antibacterial, antiviral and anti-inflammatory. The drying process is one of the factors that affect the content of total flavonoid compounds in a crude drug that may affect its antioxidant activity. Purpose: To analyze differences in the content of total flavonoid ramania leaves extract against drying method is used as a preliminary study of the process of preparation of a wound healing drug. Methods: Type of research conducted a pure experimental study (true experimental) with only post-test design with control group design, manufacture simplisia performed with dry the leaves in the 3 treatment groups, that is natural drying, artificial drying and without drying as a negative control. The simplicia then extracted by maceration method for 3 days to obtain a thick extract. Then conducted to determine the maximum wavelength and manufacture standard curve with a quercetin solution, after the results obtained, the calculation of flavonoid ramania leaf extract can be performed using Spectrophotometry UV-Vis.  Results: The results of the determination of total flavonoids in this study overall showed significantly different results, the highest total flavonoid on group oven drying is 167.13 µg/mg, drying room is 103.48 µg/mg and the lowest group without drying is 30.47 µg/mg. Conclusion: This proves that the drying oven is more effective binding flavonoid ramania leaf extract compared to the method of drying room and the group without drying. ABSTRAK Latar belakang: Proses penyembuhan luka dapat dipercepat dengan penggunaan obat obatan. Penggunaan tanaman obat dianggap lebih efektif dan memiliki efek samping yang minimal dibandingkan dengan obat modern. Ramania mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid. Penelitian farmakologi terhadap senyawa flavonoid menunjukkan bahwa senyawa flavonoid memperlihatkan aktivitas seperti antiradikal, antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan antivirus. Proses pengeringan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kandungan total flavonoid dalam suatu simplisia sehingga mempengaruhi aktivitas antioksidannya. Tujuan: Menganalisis perbedaan kandungan total flavonoid ekstrak daun ramania terhadap metode pengeringan yang digunakan sebagai studi pendahuluan terhadap proses pembuatan sediaan obat penyembuhan luka. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental murni (true experimental) dengan rancangan post-test only with control group design, pembuatan simplisia dilakukan dengan mengeringkan daun pada 3 kelompok perlakuan, yaitu pengeringan alami, pengeringan buatan dan tanpa pengeringan sebagai kontrol.  Simplisia tersebut kemudian diekstraksi metode maserasi selama 3 hari sampai diperoleh ekstrak kental. Kemudian dilakukan penentuan panjang gelombang maksimum dan pembuatan kurva baku dengan larutan kuersetin, setelah didapatkan hasil panjang gelombang maksimum dan kurva baku, maka perhitungan ekstrak flavonoid daun ramania dapat dilakukan dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Hasil: Penentuan total flavonoid pada penelitian ini keseluruhan menunjukkan hasil yang berbeda bermakna, total flavonoid tertinggi pada kelompok pengeringan oven yaitu 167,13 µg/mg, pengeringan ruangan yaitu 103,48 µg/mg dan yang terendah kelompok tanpa pengeringan yaitu 30,47 µg/mg. Kesimpulan: Hal ini membuktikan bahwa pengeringan oven lebih efektif mengikat flavonoid ekstrak daun ramania dibandingkan metode pengeringan ruangan dan kelompok tanpa pengeringan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN INDEKS KARIES GIGI PELAJAR SMPN DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN. Tinjauan SMP Negeri 11 Banjarmasin Fatmasari, Meilita; Widodo, Widodo; Adhani, Rosihan
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.811 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Oral diseases are one of the top ten diseases in Indonesia that is frequently being complained by people. The 2013 National Basic Health Survey (RISKESDAS) states that the prevalence of active caries in Indonesia is 43.4%. Banjarmasin has 38.2% of population who have issues with oral health, and 28.6% out of it is 12-15 year-olds. The socioeconomic status can affect knowledge, lifestyle and access to health services. Someone who is at low socioeconomic level will experience a poor health status, including the oral health which makes it more vulnerable to caries because the lack of nutrition and the lack of knowledge in regard to oral health. Purpose: Identify relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students from SMPN 11 Banjarmasin. Methods: This research uses the analytical method with cross sectional approach. The samples of this research are 256 students of SMPN 11 Banjarmasin. Results: The result of Spearman test shows p= 0.001 (p<0.05) which validates the meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students, wherein caries index of students with a low socioeconomic level of parents have a higher caries index than the students with a high socioeconomic level. Conclusion: meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index students of SMPN 11 Banjarmasin.  Key words: caries index, socioeconomic, caries.  ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut berada pada urutan 10 besar dari daftar penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi. Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 menyatakan prevalensi karies aktif di Indonesia adalah 43,4%. Kota Banjarmasin memiliki prevalensi penduduk yang bermasalah dalam kesehatan gigi dan mulut sebanyak 38,2% dan pada usia 12-15 tahun sebanyak 28,6%. Seseorang yang berada pada tingkat sosial ekonomi rendah akan mengalami status kesehatan yang buruk termasuk kesehatan gigi dan mulut sehingga lebih beresiko mengalami karies dikarenakan kurangnya asupan nutrisi serta kurangnya tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan  indeks karies gigi pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 256 pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Hasil: Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p= 0,001 (p<0,05) sehingga menunjukkan  adanya hubungan yang bermakna antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar dimana indeks karies gigi pelajar dengan tingkat sosial ekonomi orang tua rendah memiliki indeks karies lebih tinggi dibandingkan pelajar dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar SMP Negeri 11 Banjarmasin.  Kata-kata kunci: Indeks Karies, Sosial Ekonomi, Karies
PERBANDINGAN JARAK PENYINARAN DAN KETEBALAN BAHAN TERHADAP KUAT TARIK DIAMETRAL RESIN KOMPOSIT TIPE BULK FILL Noviyani, Astuti
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.465 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Bulk-fill composite resin is a composite resin that can be applied at once into tooth cavity approximately 4 mm. The process of polymerization on resin composite resin is a vital part which requires special attention during filling. Factors that affect the polymerization of composite resin is irradiation distance and material thickness. This is due to the incomplete polymerization, which affect the diametral tensile strength of bulk-fill composite resin. This research with observe the difference of material thickness and irradiation distance of bulk-fill composite resin to know the effect on diametral tensile strength. Purpose: The aim of this research is to compare the diametric tensile strength of bulk-fill composite resin with different material thickness (2.4 and 6 mm) and irradiation distance (0.2 and 5 mm). Methods: The method of this research is true experimental with post-test only with control group design. Sampling technique used was simple random sampling with 45 samples divided into 9 groups with different thickness and irradiation distance. Results: Analysis of data using parametric test One Way Anova with significant value 0.000 (p<0.05) and LSD Post Hoc test showed there are significant differences between the thickness group of 6 mm with irradiation distance 0.2 and 5 mm  with a value of p = 0,000 (p<0,05). Conclusion: Based on this research, there is difference of thickness material and irradiation distance on diametral tensile strength of bulk-fill composite resin. ABSTRAKLatar Belakang: Resin komposit tipe bulk fill merupakan resin komposit yang dapat diaplikasikan secara sekaligus ke dalam kavitas gigi kurang lebih 4 mm. Proses polimerisasi pada resin komposit merupakan hal yang penting pada proses penumpatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi polimerisasi resin komposit adalah jarak penyinaran dan ketebalan bahan. Hal ini dikarenakan proses polimerisasi yang tidak sempurna dapat mempengaruhi kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill. Penelitian ini dilakukan dengan melihat perbedaan ketebalan bahan dan jarak penyinaran pada resin komposit tipe bulk fill untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kuat tarik diametral. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk membandingkan nilai kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill dengan ketebalan (2, 4 dan 6 mm) dan jarak penyinaran (0, 2 dan 5 mm) yang berbeda. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimental murni dengan post-test only with control group design. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 45 yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan ketebalan dan jarak penyinaran yang berbeda-beda. Hasil: Analisis data menggunakan uji parametrik One Way Anova dengan nilai signifikansi 0.000 (p<0.05) dan uji post hoc LSD didapatkan hasil perbedaan bermakna pada kelompok ketebalan 6 mm dengan jarak penyinaran 0, 2 dan 5 mm dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini terdapat perbandingan ketebalan bahan dan jarak penyinaran terhadap kuat tarik diametral resin komposit tipe bulk fill.
HUBUNGAN PERILAKU MENYIKAT GIGI, KEASAMAN AIR, PELAYANAN KESEHATAN GIGI TERHADAP KARIES DI MAN 2 BATOLA Napitupulu, Rani Lestari Yunita; Adhani, Rosihan; Erlita, Isyana
Dentin Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.303 KB)

Abstract

Latar belakang: Karies merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak ditemukan pada masyarakat Barito Kuala, dengan indeks DMF-T 6,61 (sangat tinggi) berdasarkan data RISKESDAS. Data RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan hanya sebesar 3,4% masyarakat Barito Kuala yang menyikat gigi dengan benar. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa masyarakat Barito Kuala masih banyak yang menggunakan air sungai dengan pH rendah (3,65) untuk kebutuhan sehari-hari, seperti menyikat gigi. Kabupaten Barito Kuala hanya memiliki 7 dari 19 Puskesmas yang terdapat Dokter Gigi, berdasarkan data yang didapat dari Kondisi Tenaga Medis dan Paramedis Tahun 2018 Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.   Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan  cross sectional. Responden dan sampel diambil dengan teknik  simple random sampling, besar responden sebanyak 176 murid. Sampel air sungai diambil di sekitar tempat kediaman murid. Hasil:   Rata-rata indeks DMF-T sebesar 4,67 dan termasuk dalam kategori tinggi. Perilaku menyikat gigi memiliki skor 4.238 dengan persentase 40% dan termasuk dalam kategori buruk. Keasaman air sungai memiliki pH 3,72 dan  termasuk dalam kategori asam. Pelayanan kesehatan gigi memiliki skor 92 dengan persentase 74% dan termasuk dalam kategori baik. Uji Kruskal Wallis didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hasil uji Friedman didapatkan hasil nilai sig 0,000 (p<0,05). Mean rank keasaman air merupakan yang terbesar yaitu 4.00. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara perilaku menyikat gigi, keasaman air,  pelayanan kesehatan gigi terhadap karies di MAN 2 Batola, dengan variabel yang paling berhubungan dengan karies adalah keasaman air.Kata kunci: Karies, perilaku menyikat gigi, keasaman air, pelayanan kesehatan gigi.
PERBANDINGAN NILAI KEKASARAN PERMUKAAN RESIN KOMPOSIT TIPE BULK-FILL DENGAN UJI THERMOCYCLING Milawati, Grina Adila; Puspitasari, Dewi; Nahzi, Muhammad Yanuar Ichrom
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.492 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Composite resin is the tooth-colored restorative material that much in demand by most of people due to their aesthetic value. Bulk-fill composite resin is claiming that can be light-cured in up to 4 mm thickness at once and minimize the clinical application time. Thermocycling test are considered relevant conditions to simulate conditions in the oral cavity to test the durability of composite resin by extreme temperature fluctuations from 5°C to 55ºC, so it can degrade composite resin and increase the value of surface roughness. Purpose: This study is aimed to determine differences of the surface roughness value of bulk-fill composite resin performed by thermocycling test 1500 and 3000 cycles. Methods: This study was true experimental laboratory post test-only with control group design. This study used 27 bulk-fill composite resin samples were divided into 3 groups, which are control group didn’t tested thermocycling, treatment group B were tested thermocycling 1500 cycles and treatment group C were tested thermocycling 3000 cycles. Surface roughness was measured by Surface Roughness Tester. Results: Average the surface roughness values of bulkfill composite resin in control group 0,076±0,01 µm, group B 0,112±0,012 µm, and group C 0,128±0,014 µm. The data were tested using One Way ANOVA parametric analysis and obtained p=0.000 (p <0.05), which means that there are significant differences of the control group and the treatment group. Conclusion: There were differences in surface roughness values of bulk-fill composite resin between control group and treatment group. Keywords: composite resin, surface roughness, thermocycling  ABSTRAK Latar Belakang: Resin komposit merupakan bahan restorasi sewarna gigi karena memiliki nilai estetik yang baik. Penggunaan resin komposit tipe bulk-fill dapat menghemat waktu prosedur restorasi, karena dapat dilakukan proses curing sampai kedalaman 4 mm. Uji thermocycling merupakan kondisi yang relevan untuk mensimulasikan kondisi di dalam rongga mulut untuk menguji daya tahan resin komposit dengan memanfaatkan fluktuasi suhu yang ekstrem yaitu dari 5ºC ke 55ºC, sehingga dapat mendegradasi resin komposit dan menyebabkan peningkatan nilai kekasaran permukaan. Tujuan: Mengetahui perbandingan nilai kekasaran permukaan resin komposit tipe bulk-fill yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 1500 dan 3000 putaran. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimental murni dengan rancangan post test-only with control group design. Penelitian ini menggunakan 27 sampel resin komposit tipe bulk-fill yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol yang tidak dilakukan uji thermocycling, kelompok B yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 1500 putaran dan kelompok C yang dilakukan uji thermocycling dengan siklus 3000 putaran. Kekasaran permukaan diukur dengan menggunakan alat Surface Roughness Tester. Hasil: Nilai rata-rata kekasaran permukaan resin komposit kelompok kontrol 0,076±0,01 µm, kelompok B 0,112±0,012 µm dan kelompok C 0,128±0,014 µm. Data diuji menggunakan analisis parametric One Way ANOVA dan didapatkan p=0,000 (p<0,05) yang berarti terdapat perbedaan bermakna pada kelompok kontrol dan kedua kelompok perlakuan. Kesimpulan: Terdapat perbandingan nilai kekasaran permukaan resin komposit tipe bulk-fill dengan uji thermocycling 1500 dan 3000 putaran. Kata-kata kunci: resin komposit, kekasaran permukaan, thermocyling.  
EFEK EKSTRAK JAHE PUTIH KECIL 70% TERHADAP NILAI KEKERASAN BASIS RESIN AKRILIK Dwimartha, Aserina Julianti
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.225 KB)

Abstract

ABSTRACT      Background : The hardness of denture base can be affected by the way a patient cleans the denture, one of them is the selection of denture cleansers. The alternative using natural ingredients currently developed in order to minimize side effects arising from synthetic materials. Small ginger is one of the medicinal plants also known have antifungal activity that can be used as denture cleanser. Purpose: The research purpose is to know the change of hardness acrylic resin after being immersed in 70% small ginger for 1 day 21 hours and 40 minutes. Method: This research is pure experimental research by pre-test and post-test with control group design using 21 specimens cylindrical heat cured acrylic resin with 30 mm diameters and 5 mm thickness which divided into three groups: 70% small ginger extract (experimental), alkaline peroxide (positive control) and akuades (negative control). Result: The hardness was measured before and after immersion using Vicker Hardness Tester. The average value of heat cured acrylic hardness change after immersion in the small ginger extract 70%, alkaline peroxide and aquades were (0,24), (0,24) and (0,15), respectively. Data were statistically analyzed by parametric test One Way ANOVA and Pos HOC LSD Test. Conclusion: There was no difference of hardness change between small ginger extract 70% with alkaline peroxide solution as denture cleanser, but there was difference of hardness change between small ginger extract 70% with aquades for 1 day 21 hours 40 minutes. ABSTRAK      Latar Belakang: Kekerasan basis gigi tiruan dapat dipengaruhi cara pasien membersihkan gigi tiruan salah satunya pemilihan pembersih gigi tiruan. Alternatif saat ini dikembangkan bahan alami untuk meminimalisir efek samping yang ditimbulkan dari bahan sintetik. Jahe putih kecil adalah tanaman obat yang memiliki aktivitas antifungal yang dapat digunakan sebagai pembersih gigi tiruan. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan kekerasan resin akrilik setelah direndam dalam jahe putih kecil 70% selama 1 hari 21 jam 40 menit. Metode dan bahan: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan pretest and posttest with control group design, menggunakan 21 spesimen resin akrilik heat cured  berbentuk silinder diameter 30 mm dan tebal 5 mm yang dibagi ke dalam 3 kelompok: ekstrak jahe putih kecil 70% (perlakuan), alkaline peroxide (kontrol positif) dan akuades (kontrol negatif). Hasil penelitian: Uji kekerasan dilakukan menggunakan Vicker Hardness Tester. Rerata nilai perubahan kekerasan resin akrilik tipe heat cured setelah direndam dalam kelompok ekstrak jahe putih kecil 70%, alkaline peroxide dan akuades berturut-turut sebesar (0,24) (0,24) dan (0,15). Data dianalisis secara statistik menggunakan uji parametrik One Way ANOVA dan uji Post Hoc LSD. Kesimpulan: Hasil penelitian tidak terdapat perbedaan kekerasan antara ekstrak jahe putih kecil 70% dengan larutan alkaline peroxide sebagai denture cleanser setelah dilakukan perendaman selama 1 hari 21 jam 40 menit.
EFEKTIVITAS SENYAWA FENOL EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) TERHADAP BAKTERI MIX SALURAN AKAR Haq, Luthfie
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.23 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Root canal treatment is a treatment to maintain the health of dental pulp which has been infected in order to avoid from being re-contaminated by the bacteria. Mix bacteria can be found in the root canal, and it consists of gram-positive and gram-negative bacteria. Dayak onion bulb has antibacterial nature because of its phenol content. Phenol compound has been proven to inhibit the growth of gram-positive and gram-negative bacteria. Purpose: This study aims to find out the effectivity of phenol compounds from Dayak onion extract (Eleuthherine palmifolia (L) Merr) to the growth of root canal mix bacteria. Method:  This study used a pure experimental study with the design of posy-test only with control design. The number of samples used was 25, consisting of 5 groups. Result: The inhibit zone produced by phenol compounds of Dayak onion extract with concentrations of 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml and 5.25% NaOCl to the root canal mix bacteria in sequence had the average of 13,32 mm, 16,55 mm, 21,31 mm, 27,08 mm, 24,55 mm. One Way Anova test result and Post Hoc LSD test obtained the value p=0,000 (p<0,05). It proves that there are differences of antibacterial activity of each phenol compound extract of Dayak onion 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml and NaOCl 5.25% against mix bacteria on the root canal. Conclusion: Phenol compounds on the Dayak onion extract has been proven able to inhibit the growth of root canal mix bacteria.ABSTRAKLatar Belakang: Perawatan saluran akar merupakan perawatan untuk mempertahankan kesehatan pulpa gigi yang telah terinfeksi agar tidak terkontaminasi ulang oleh bakteri. Pada saluran akar dapat ditemukan bakteri mix yang terdiri dari bakteri gram positif dan gram negatif. Umbi bawang dayak memiliki sifat antibakteri karena kandungan fenol yang dimilikinya. Fenol telah terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri gram positif maupun gram negatif. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak (Eleuthherine palmifolia (L) Merr) terhadap pertumbuhan bakteri mix saluran akar. Metode: Penelitian eksperimental murni  dengan rancangan post-test only with control design. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 25 buah, yang terdiri dari 5 kelompok. Hasil penelitian: Zona hambat yang dihasilkan oleh senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak dengan konsentrasi 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml dan NaOCl 5,25% terhadap bakteri mix saluran akar secara berurutan memiliki rerata sebesar 13,32 mm, 16,55 mm, 21,31 mm, 27,08 mm, 24,55 mm. Hasil uji One Way Anova dan uji Post Hoc LSD  didapatkan nilai p=0,000 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antibakteri setiap perlakuan senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak 40 mg/ml, 60 mg/ml, 80 mg/ml, 90 mg/ml dan NaOCl 5,25% terhadap bakteri mix saluran akar. Kesimpulan: Senyawa fenol ekstrak umbi bawang dayak terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri mix saluran akar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENYIKAT GIGI DENGAN INDEKS GINGIVA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH. Tinjauan Terhadap Siswa MTs di Kabupaten Barito Kuala Maida, Dana Chitra; Widodo, Widodo; Adhani, Rosihan
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.32 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: Low of knowledge about health can be a predisposing factor for the onset of a disease. The knowledge about health is very important, because knowledge as a cognitive domain will influence health attitudes and behavior of a person, especially preventive and healing of a disease as well as effect on health status. Epidemiological studies said that the oral hygiene and gingival health status of each severe are generally found in children and adolescents. Purpose: This study aims to find out the correlation of teeth brushing knowledge level with gingival index on Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala. Methods: This research method is quantitative analytic using Cross Sectional approach at 100 students of Madrasah Tsanawiyah in Barito Kuala. Questionnaire instrument was used to measure students’ knowledge level of teeth brushing and gingival index to students’ gingival conditions. Results: The results is teeth brushing knowledge Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala have a good category with ≥75% of knowledge score. Gingival index Madrasah Tsanawiyah Students in Barito Kuala on a score of 0.1-1.0 or have a gingival status sustained a mild inflammation. Conclusion: There is a meaningful connection between the knowledge of brushing teeth with gingival index of Madrasah Tsanawiyah students in Barito Kuala p=0.001 or (p<0.05). Keywords: Teeth brushing knowledge level, gingival index, behavior  ABSTRAKLatar Belakang: Rendahnya pengetahuan seseorang mengenai kesehatan dapat menjadi faktor predisposisi timbulnya suatu penyakit. Pengetahuan mengenai kesehatan merupakan hal yang sangat penting, karena pengetahuan sebagai domain kognitif akan mempengaruhi sikap dan perilaku kesehatan seseorang khususnya tindakan pencegahan dan penyembuhan terhadap penyakit serta berpengaruh terhadap status kesehatan. Studi epidemiologi menyebutkan bahwa kebersihan rongga mulut dan status kesehatan gingiva dari tiap tingkat keparahan pada umumnya didapatkan pada anak-anak dan remaja. Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Metode: Penelitian yaitu kuantitatif analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 100 siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala. Instrumen kuisioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan menyikat gigi siswa dan indeks gingiva untuk mengukur kondisi gingiva siswa. Hasil: Penelitian didapatkan pengetahuan menyikat gigi siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada kategori baik dengan skor pengetahuan ≥75%. Indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala berada pada skor 0,1-1,0 atau status gingiva mengalami peradangan ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan menyikat gigi dengan indeks gingiva siswa Madrasah Tsanawiyah di Kabupaten Barito Kuala p=0,001 atau (p<0,05).  Kata Kunci: Tingkat pengetahuan menyikat gigi, indeks gingiva, perilaku
PERBANDINGAN SKOR INDEKS PLAK SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR DENGAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH (Piper betle L) PADA IBU HAMIL. Tinjauan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Jingah Kota Banjarmasin Fatimah, Siti; Widodo, Widodo; Adhani, Rosihan
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.298 KB)

Abstract

ABSTRACTBackground: The most common disease of oral health that is experienced by Indonesians, including pregnant women, is caries and periodontal disease. The effect of hormonal changes on expectant mothers can affect oral health. Caries and periodontal disease are caused by the interaction between bacteria and plaque. Plaque can be controlled mechanically and chemically with mouthwash. A lot of mouthwashes made of herbs that have antibacterial efficacy with minimum side effects have been largely produced lately, one example is mouthwash made of betel leaves. Chemical component in a betel leaf is antiseptic because it contains essential oil. Purpose The objective of this research is to identify the differences of plaque index score of pregnant women before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves in Sungai Jingah Health Center, Banjarmasin. Methods: This research is quasi experimental of cross-sectional with pre-posttest with control group design. The subject of this research consists of 70 pregnant women, in which 35 are included into treatment group and the other 35 are included into control group. Results: The result of the research shows a decrease in average of treatment group (the first average is 3.5 and the inal average is 2.0). The result of paired-sample T test gets significance (p)=0.001 shows a meaningful difference. Conclusion: Based on the research that has been conducted, it can be concluded that there is a difference of plaque index score before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves. Keywords: Index plaque, stewed water of betel’s leaves, pregnant women.  ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dialami penduduk Indonesia, termasuk ibu hamil adalah karies dan penyakit periodontal. Perubahan hormon pada ibu hamil dapat mengganggu keseimbangan komposisi mikroba didalam rongga mulut yang berpengaruh terhadap pembentukan plak. Karies dan penyakit periodontal disebabkan adanya interaksi antara bakteri dalam plak dengan jaringan rongga mulut. Plak dapat dikontrol secara mekanik dan kimiawi menggunakan obat kumur. Saat ini banyak dikembangkan obat kumur dengan bahan tanaman obat yang mempunyai khasiat antibakteri dengan efek samping yang minimal, yaitu obat kumur dari tumbuhan herbal seperti daun sirih. Daun sirih hijau bersifat antiseptik karena mengandung minyak atsiri. Tujuan: Mengetahui perbandingan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Metode: Quasi experimental secara cross-sectional dengan rancangan pre-posttest with control group design. Subjek penelitian terdiri dari 70 ibu hamil, yaitu 35 kelompok perlakuan dan 35 kelompok kontrol.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata pada kelompok perlakuan (rerata awal 3,5 dan rerata akhir 2,0. Hasil uji T berpasangan didapatkan signifikansi(p)=0,001 menunjukkan perbedaan bermakna.Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil.  Kata-kata kunci: Indeks plak, air rebusan daun sirih, ibu hamil