cover
Contact Name
Carla Olyvia Doaly
Contact Email
carlaol@ft.untar.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tin@untar.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik Industri
ISSN : 23375841     EISSN : 23556528     DOI : -
Jurnal Ilmiah Teknik Industri is a scientific journal as a tool of Knowledge development in Industrial Engineering and Industrial management field. This journal consist of lecturers, researchers and partitions study. The Industrial Engineering Scientific Journal is published by the Industrial Engineering Program, Faculty of Engineering, Tarumanagara University at Jakarta.Publish 3 (three) times a year in February, June and October.
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
PENENTUAN JUMLAH MESIN DAN OPERATOR LINTASAN PRODUKSI UTAMA BERDASARKAN TARGET PRODUKSI BARU DI CV. SINAR ALBASIA UTAMA Setiawan, Fran; Daryanto, Yosef; Suharyanti, Yosephine
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.682 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v5i2.1794

Abstract

CV Sinar Albasia Utama (SAU) merupakan sebuah perusahaan manufaktur kayu yang memproduksi barecore. CV SAU memiliki 2 lintasan produksi utama dan 1 lintasan produksi re-size Target produksi saat ini sebanyak 475 lembar barecore per lintasan utama per shift. Seiring berjalannya waktu, CV SAU mengalami peningkatan permintaan sehingga pemilik CV SAU ingin menaikkan target produksi lintasan utama menjadi 532 lembar barecore per lintasan per shift. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah mesin dan operator lintasan produksi utama berdasarkan target produksi yang baru pada CV SAU. Penelitian ini dimulai dengan terlebih dahulu mempelajari proses produksi barecore, menghitung waktu baku masing-masing proses produksi, menghitung waktu baku masing-masing proses produksi untuk satu lembar barecore, dan menghitung jumlah mesin dan operator pada lintasan produksi utama sesuai target produksi yang baru. Rencana target produksi yang baru membutuhkan tambahan 1 buah mesin cross cut, 2 operator cross cut, 1 operator proses sortir 2A operasi 2, 1 operator proses sortir 2B, 1 operator pada proses conveyor loyang, 1 kelompok yang terdiri dari 3 operator pada proses dempul, 1 operator pada proses radial arm saw, dan 1 orang operator pada proses pengeleman. Kata kunci: barecore, lintasan produksi, jumlah mesin, jumlah operator
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BUCKET TIPE ZX 200 GP DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL DAN FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (STUDI KASUS: PT. CDE) Kosasih, Wilson; ., Adianto; ., Erickson
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.815 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v3i2.499

Abstract

Abstrak PT. CDE merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur alat berat. Salah satu produk yang dihasilkan oleh PT. CDE adalah bucket tipe ZX 200 GP. Berdasarkan data produksi yang diperoleh dari bulan Mei 2013 hingga September 2013, jenis kegagalan produk yang paling banyak ditemui adalah jenis cacat undercut. Dalam penelitian ini, pengendalian kualitas dilakukan dan dianalisis dengan menggunakan metode Statistical Process Control dan Failiure Mode and Effect Analysis (FMEA). Jenis FMEA yang digunakan adalah FMEA proses. Hasil analisis mengidentifikasi beberapa akar permasalahan utama yang menjadi penyebab munculnya kegagalan pada jenis cacat undercut yaitu: penyetelan mesin yang kurang tepat, kotornya ujung mata las, penggunaan mesin secara terus menerus, pemakaian kawat terlalu sedikit, kurang pemeriksaan kualitas, kemiringan elektroda yang kurang tepat, kecepatan pengelasan terlalu tinggi, kurang pengawasan kerja, dan pekerja yang kurang terampil. Maka daripada itu, dalam makalah ini diusulkan beberapa tindakan perbaikan kepada pihak manajemen untuk mengurangi kecacatan undercut yang terjadi, antara lain: mempekerjakan welder yang telah bersertifikasi, mengurangi kecepatan pengelasan sesuai dengan ketebalan material, melakukan pengarahan mengenai kemiringan elektroda yang sesuai dengan posisi pengelasan, mengatur besar arus dan tegangan pengelasan sesuai dengan tebal bahan dan diameter kawat elektroda, melakukan pemeriksaan kualitas secara rutin dan segera melakukan tindakan perbaikan bila terjadi kegagalan saat produksi. Kata kunci: Pengendalian Kualitas, Statistical Process Control, Failure Mode and Effect Analysis
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PART BENING MENGGUNAKAN PENDEKATAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS: DEPARTMENT INJECTION DI PT. KG) Salomon, Lithrone Laricha; Ahmad, Ahmad; Limanjaya, Nickholaus Denata
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.608 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v3i3.467

Abstract

Produk part bening yang diproduksi oleh PT KG adalah barang yang rentan dengan reject (cacat) yang tidak dapat diperbaiki sehingga produk cacat tersebut akan dihancurkan dan dijadikan bahan baku ulang. Metode pendekatan Six Sigma digunakan untuk mengidentifikasikan dan mengurangi produk cacat. Penelitian ini fokus pada produksi part bening Big Container 211 PLY dan Big Container 1L AS. Berdasarkan hasil pengolahan data didapat DPMO untuk part bening Big Container 211 PLY sebesar 0,0357 dan tingkat Sigma sebesar 4,015 sigma dan 3,57% cacat, dilanjutkan untuk part Big Container 1L AS diperoleh DPMO sebesar 0,02088 dengan tingkat sigma sebesar 4,199 sigma dan 2,08% cacat. Berdasarkan hasil Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) rangking tertinggi adakah cacat silver dan retak. Berdasarkan analisis penyebab cacat yang terjadi kemudian dilakukan langkah perbaikan dan implementasi pada proses produksi injeksi part bening didapat nilai sigma sebesar 4,28 sigma dan 1,61% cacat pada Big Containter 211 PLY, lalu nilai sigma sebesar 4,40 sigma dan 1,09% cacat pada Big Container 1L AS. Kata Kunci: Six Sigma, Reject , DPMO, FMEA
PENGUKURAN DAN ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT DI KANTOR IMIGRASI JAKARTA S, Lithrone Laricha; Kosasih, Wilson
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.036 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v6i1.3022

Abstract

Perusahaan dituntut untuk menghasilkan produk/jasa dengan kualitas yang sesuai dengan harapan masyarakat, termasuk instansi pemerintah seperti kantor imigrasi. Penelitian ini bertempat di kantor imigrasi salah satu wilayah di Jakarta yang memiliki tingkat kepuasan masyarakat (IKM) yang paling rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan staf kantor imigrasi wilayah Jakarta Barat bagian pembuatan paspor dengan harapan agar kualitas pelayanan di kantor imigrasi tersebut dapat ditingkatkan. Dengan menggunakan teori pelayanan kualitas dan analisis seperti, uji hipotesis, Analisis GAP, Importance-Performance Matrix (IPA), dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) didapatkan hasil bahwa harapan masyarakat atas pelayanan staf kantor imigrasi Jakarta Barat cukup tinggi, sedangkan untuk tingkat kepuasan masyarakat atas pelayanan masyarakat di Kantor Imigrasi tersebut menunjukkan angka yang kurang memuaskan, yaitu sebesar 54,42 dalam skala IKM, yang berarti termasuk dalam tingkat kategori kurang. Hal ini menunjukkan pelayanan jasa yang didapatkan masyarakat tidak sebanding dengan tingkat harapan masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan di kantor imigrasi Jakarta Barat dibuat House Of Quality (HOQ) untuk mengetahui strategi yang efektif.
STUDI KELAYAKAN BISNIS PENINGKATAN KAPASITAS MESIN PENUNJANG DENGAN KONSEP 7 WASTE LEAN THINKING (STUDI KASUS PT. NSBI CILEGON) Pratama, Hendra
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.701 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v5i1.1773

Abstract

Studi kelayakan bisnis secara umum menggunakan perhitungan dan teori finansial. Dalam hal ini menjadi kurang meyakinkan bagi pihak manajemen karena banyaknya asumsi dan angka-angka ideal yang diperhitungkan. Karena peningkatan kapasitas mesin penunjang membutuhkan biaya yang tinggi sehingga pihak manajemen mengharapkan adanya studi kelayakan yang menghitung biaya rantai pasok dan produktivitas aktual yang menyeluruh dan komprehensif. 7 Waste in Lean Thinking digunakan untuk mengenali pemborosan dan kendala-kendala pada aliran proses. Hasil yang didapatkan akan dibandingkan dengan hasil perhitungan jika dilakukan peningkatan kapasitas. Pada akhir penelitian dihasilkan jumlah peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja dari keseluruhan sistem produksi jika dilakukan peningkatan kapasitas juga perhitungan jangka waktu Titik Impas. Kata kunci: Studi Kelayakan Bisnis, 7 Waste in Lean Thinking, Rantai Pasok, Titik Impas
PENERAPAN THEORY OF CONSTRAINTS SEBAGAI UPAYA UNTUK MENGOPTIMALKAN KAPASITAS PRODUKSI KOTAK DI PT. ABC ., Andres; Widodo, Lamto; ., Reynold
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1164.235 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i2.490

Abstract

PT. ABC adalah perusahaan milik swasta yang mengkhususkan diri pada plastic cutting, vacum forming, packaging (plastik dan kotak). PT. ABC memiliki masalah dengan jumlah kapasitas produksi pada produksi kotak. Ini menyebabkan pabrik tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kotak dengan menerapkan lima prinsip perbaikan berkelanjutan Theory of Constraints (TOC). Alat pengukuran yang digunakan pada penelitian adalah dengan menggunakan stopwatch. Etode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Theory of Constraint. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kekurangan kapasitas terjadi pada stasiun kerja pattern printing sebesar 4,2 jam. Pada penelitian ini diberikan dua alternative usulan, yaitu overtime dan penambahan mesin pada stasiun kerja yang merupakan penyebab terjadinya penumpukan/bottleneck. Setelah menganalisis biaya dan keuntungan setiap alternatif, didapatkan bahwa alternatif overtime memperoleh keuntungan paling besar. Keuntungan yang diperoleh per-bulan sebesar Rp. 118.078.070. Kata kunci: Kemacetan, Stasiun Kerja, Theory of Constraints, Optimasi Kapasitas 
ANALISIS DATA GANGGUAN KERUSAKAN MESIN PRODUKSI MENGGUNAKAN TEKNIK ASSOCIATION RULES Marie, Iveline Anne; Hakim, Lukmanul; Sugiarto, Dedy; Septiani, Winnie
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri )
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.461 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v7i1.5035

Abstract

Association rules merupakan salah satu teknik data mining yang digunakan untuk menentukan korelasi dari sebuah dataset terkait keputusan yang akan diambil. PT Z adalah perusahaan penghasil komponen otomotif yaitu battery untuk kendaraan bermotor. Gangguan kerusakan mesin produksi pada perusahaan mempengaruhi tercapainya Key Performance Indicator (KPI) Divisi Perawatan pada PT Z. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil pemetaan dan analisis gangguan kerusakan mesin yang terjadi dengan menggunakan teknik Association Rules sehingga dapat diberikan rekomendasi kegiatan pengendalikan gangguan kerusakan untuk divisi Maintenance. Tahapan penelitian dimulai dengan melakukan kegiatan pengumpulan data kerusakan mesin. Berdasarkan data yang diperoleh dilakukan pengkategorian untuk variabel analisis terpilih. Berikutnya data yang diperoleh akan diolah dengan menggunakan teknik Association Rule untuk melihat pola yang terjadi dengan bantuan packages  arules software R. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kerusakan pada shift 2 untuk jenis kerusakan mekanik, serta kerusakan pada shift 3 dengan lama perbaikan  sedang dan tingkat resiko yang tinggi memiliki peluang kejadian yang lebih tinggi jika dibandingkan kejadian lainnya. Perusahaan sebaiknya menyediakan kebutuhan staf mekanik, peralatan dan suku cadang yang memadai pada shift 2 dan shift 3 sehingga dapat meminimasi durasi perbaikan mesin dan mencapai target KPI divisi Maintenance.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS UMKM MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX Wardoyo, Priskila Putri; Hadi, Yuswono
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.526 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v4i1.458

Abstract

UMKM ABC berusaha meningkatkan produktivitas yang ada di lini produksinya. Pengukuran produktivitas berdasarkan pada output produk saus dan sambal dalam bentuk produk refill dan input yang digunakan adalah penggunaan bahan baku, jam kerja mesin pengemasan, tenaga kerja, dan jam kerja karyawan yang tersedia. Berdasarkan masalah tersebut, Objective Matrix (OMAX) digunakan sebagai pengukuran produktivitas di lini produksi. AHP digunakan sebagai pembobotan dalam OMAX. Penelitian ini berdasarkan pada siklus produktivitas yaitu pengukuran produktivitas, evaluasi produktivitas, perencanaan produktivitas, dan perbaikan produktivitas. Data yang digunakan adalah data bulan Mei 2014 hingga Desember 2015. Hasil dari indikator performansi yang dapat dicapai oleh perusahaan terjadi pada bulan Desember 2014 dengan nilai 7,5 dan April 2015 dengan nilai 7,63. Sedangkan indikator performansi terendah terjadi pada bulan Juni 2014 dengan nilai 1,31 dan Juli 2015 dengan nilai 0,21. Periode pengukuran dilakukan selama satu bulan yaitu pada bulan Mei 2016. Setelah perbaikan dari periode dasar, makan pada periode pengukuran hasil indikator performansi yaitu 9,48 sehingga dapat dikatakan mengalami peningkatan produktivitas dibandingkan periode dasarnya 
PEMERATAAN PRODUKSI CULVERT DENGAN METODE HEIJUNKA Sulistyarini, Dwi Hadi; G., Femiana; Patriotik, Nasion
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.572 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v5i3.2105

Abstract

CV. Aneka Beton memproduksi culvert mulai dari ukuran 20 cm hingga 100 cm Permasalahan muncul pada sistem produksi dimana mengedepankan pesanan yang dahulu datang dan ada untuk dikerjakan tanpa memperkirakan pesanan yang bervariatif dan berfluktuatif. Sehingga apabila pesanan datang tiba- tiba dan dalam jumlah besar, tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Untuk mengoptimalkan level stock inventory dan keterlambatan pengiriman (lead time tinggi), dalam penelitian ini digunakan metode Heijunka yang diharapkan dapat meningkatkan performansi perusahaan terutama dalam hal ketepatan waktu pengerjaan setiap produknya. Penjadwalan menggunakan metode heijunka yaitu penjadwalan produk secara merata yang menghasilkan sebuah ritme produksi. Ketika dilakukan penjadwalan dengan metode heijunka didapatkan jadwal produksi sebagai berikut yakni 1B,1C,1A,1D,1A,1C,1B,1D begitu seterusnya dengan “A” culvert 20 cm3 , “B” culvert 40 cm3 , culvert 60 cm3, culvert 100 cm3,. Penelitian ini akan menganalisis perbandingan waktu pengiriman dan rata-tata stock inventory antara penjadwalan Heijunka dan Penjadwalan existing.Kata Kunci: Heijunka,existing pemerataan produksi, penjadwalan produksi, safety stock.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PADA BAGIAN KLAIM BERDASARKAN TINGKAT KEPUASAN NASABAH DI PT. AJC MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY Kholil, Muhammad; Hanifah, Siti
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.649 KB) | DOI: 10.24912/jitiuntar.v2i2.481

Abstract

PT. AJC adalah sebuah perusahaan asuransi jiwa yang telah melalui tiga dekade dan terus berkembang. Strategi untuk memenangkan persaingan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan kualitas layanan, salah satu indikator yang paling banyak dipakai untuk mengukur kualitas layanan adalah tingkat kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas layanan bagian klaim PT. AJC Jakarta, menggunakan metode survey dengan instrumen kuesioner. Tingkat kepuasan pelanggan diukur menggunakan model SERVQUAL (Service Quality) terhadap 5 dimensi kualitas layanan yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty. Berdasarkan analisis service score, dapat diketahui bahwa kualitas pelayanan mendapatkan hasil gap yang positif (+) yang berarti kualitas pelayanan sesuai dengan harapan nasabahnya. Dimensi yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi adalah dimensi tangible; atribut yang memiliki tingkat kepuasan tertinggi adalah perlengkapan sarana dan ruang pelayanan, dan atribut yang terpetakan pada grafik Kartesius terbanyak adalah pada kuadran II yang berarti kualitas layanan bagian klaim yang diteliti menunjukkan cukup baik. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa bagian klaim PT. AJC telah mampu memberikan kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan nasabahnya. Kata kunci: Asuransi, Dimensi Kualitas, Kepuasan Nasabah, Kualitas Pelayanan

Page 1 of 12 | Total Record : 115


Filter by Year

2013 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri ) Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 3 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri) More Issue