cover
Contact Name
Titing Kartika
Contact Email
nengtiting_kartika@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstiepar@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Tourism Scientific Journal
ISSN : 24776912     EISSN : 25411519     DOI : -
Diterbitkan oleh Sekolah TInggi Ilmu Ekonomi Pariwisata (STIEPAR) YAPARI-AKTRIPA BANDUNG dan Asosiai Pendidikan Pariwisata Seluruh Indonesia (APPSI). Terbit dua kali pada bulan Juni dan Desember, dengan nomor ISSN: 2477-6912. Redaksi mengundang para pakar, akademisi dan prakrisi serta seulurh pihak untuk menulis karya ilmiah secara kreatif dan inovatif meliputi tema: Kepariwisataan; Manajemen Pariwisata; Ekonomi dan Masyarakat Berbasis Ekonomi.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
EFEKTIVITAS DAN KONTRIBUSI SEKTOR PARIWISATA KOTA BOGOR TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH Soeswoyo, Dina Mayasari
Tourism Scientific Journal Vol 3, No 2 (2018): Vol 3, No 2
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32659/tsj.v3i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan kontribusi sektor pariwista Kota Bogor terhadap Pandapatan Asli Daerah (PAD), yang dibatasi hanya pada industri perhotelan, restoran dan rumah-makan serta industri hiburan Kota Bogor, tahun 2012-2016. Metode yang digunakan yaitu concurrent embedded, merupakan kombinasi deskriptif kuantitatif yang dipadukan dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan hasil dan gambaran yang akurat dan lebih mendalam. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi, wawancara langsung tatap muka, melalui e-mail, hand-phone dan What’s Up, serta studi pustaka guna melengkapi data pendukung. Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah Rasio Efektivitas dan Rasio Kontribusi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perbandingan rasio realisasi penerimaan PAD dari sektor pariwisata kota Bogor dibandingkan dengan target yang ditetapkan selama kurun waktu 2012-2016 memiliki rata-rata rasio di atas 100% atau termasuk pada kriteria Sangat Efektif, dengan rata-rata kontribusi keseluruhan dari penerimaan Pajak Hotel, Pajak Restoran dan Pajak Hiburan adalah sebesar 28,8% atau termasuk dalam kriteria Sedang. Dalam penelitian ini juga diungkap beberapa hasil wawancara penting yang mempengaruhi kontribusi tersebut. Kata Kunci: Efektivitas, Kontribusi, PAD Kota Bogor, Pariwisata Kota Bogor
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI FAVE HOTEL HYPERSQUARE BANDUNG Muchtar, Arisman; Fajri, Khoirul; Aditia, Ulima Mahsa
Tourism Scientific Journal Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2 No. 2
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.796 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v2i2.30

Abstract

Sumber daya manusia, merupakan faktor penggerak terpenting dari roda organisasi atau perusahaan. Perusahaan berupaya untuk meningkatkan kualitas karyawan dengan melaksanakan program pelatihan. Dalam pemberian  pelatihan, diperlukan program  pelatihan secara konsisten,terencana dan berkesinambungan. Sehingga setiap karyawan dapat mengembangkan kemampuannya dalam bekerja dan dapat memberikan kepuasan terhadap perusahaan atau tempat dimana mereka bekerja.Karyawan di Fave hotel Hypersquare dalam melakukan tugas kerjanya masih sering melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak sesuai dengan standar operasional kerjanya, hal ini kemungkinan terjadi karena karyawan tidak terlalu memahami bagaimana proses penyelesaian pekerjaan dengan baik dan benar.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui pengaruh pelatihan (X) terhadap kinerja karyawan (Y) di Favehotel Hypersquare dapat dinyatakan positif dan signifikan dimana t hitung sebesar 7.973 lebih besar dari t tabel =1,98. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa H 0 ditolak H 1 diterima dengan kata lain terdapat pengaruh signifikan antara variabel pelatihan (X) sebagai variabel independen terhadap variabel kinerja karyawan (Y) sebagai variabel dependen. Kata Kunci : Pelatihan, Kinerja karyawan
PENERAPAN METODE PERAMALAN RUNTUT WAKTU DALAM MENENTUKAN TARGET TINGKAT HUNI KAMAR DI HOTEL EL CAVANA BANDUNG Harahap, Zulkifli
Tourism Scientific Journal Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1266.549 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v2i1.16

Abstract

Sebagai sebuah bentuk usaha komersil, tentunya hotel berusaha mendapatkan pendapatan yang sebesar-besarnya. Pada usaha akomodasi seperti hotel, pendapatan yang diterima umumnya berasal dari 3 departemen, yaitu:Rooms Department, Food and Beverage Department, dan Minor Operating Department , seperti: Telephone, Business Centre, Leisure Activities, Spa dan lain sebagainya. Kamar sebagai core product dari sebuah hotel dimana dalam menentukan besar kecilnya tingkat pendapatan yang diterima dari Room Department, dapat dilihat dari pendekatan Occupancy Rate, Average Room Rate, serta REVPAR (Revenue per Available Room). Pada setiap hotel secara umumnya, Rooms Department menyumbang pendapatan yang sedemikian besar bagi pendapatan hotel secara keseluruhan.Demikian juga khususnya bagi pihak manajemen Hotel EL Cavana Bandung. Dalam mengukur pendapatan tersebut, terlebih dahulu kita dapat melihat melalui seberapa besar jumlah kamar yang terjual dalam suatu periode waktu tertentu. Untuk mencermati keberhasilan penerapan forecast yang telah dibuat sebelumnya terhadap besar aktual yang dicapai, sederhananya kita dapatmelihat sejauh mana besar perbedaan dari masing-masing variabel tersebut, atau yang biasa disebut varian (variance).
STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA TAMAN BURU GUNUNG MASIGIT KAREUMBI (TBMK) Syamsiah, Nurul; Satriadi, Yudi; Kartini, Adiarti Budi
Tourism Scientific Journal Vol 4, No 2 (2019): Vol 4, No 2
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.549 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v4i2.58

Abstract

Kawasan Masigit Kareumbi atau yang lebih dikenal dengan nama Taman Buru Gunung Masigit-Kareumbi (TBMK) saat ini sedang ditata kembali untuk dijadikan kawasan wisata unggulan khususnya kawasan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana strategi pengembangan kawasan Gunung Masigit Kareumbi sebagai kawasan ekowisata. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif melalui kriteria validitas data. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan Fokus Grup Diskusi dengan pemangku kepentingan TBKM, sedangkan rencana strategis pengembangan kawasan Gunung Masigit Kareumbi sebagai kawasan ekowisata disusun dengan menggunakan metode análisis SWOT. Berdasarkan penelitian ini, disimpulkan bahwa TBMK memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan ekowisata, dan berdasarkan analisa SWOT strategi pengembangan yang harus dilakukan adalah mengembangkan kegiatan ekowisata yang unik, yang pemasarannya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dan melakukan peningkatan fasilitas, infra stuktur di lokasi wisata serta meningkatan profesionalisme pengelolaan kawasan wisata TMBK.Kata Kunci : Rencana Strategis, Gunung Masigit Keumbi, Ekowisata.
MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA INFORMASI DAN PROMOSI PARIWISATA BAGI GENERASI Z DI KABUPATEN GARUT Trihayuningtyas, E.; Wulandari, W.; Adriani, Y.; Sarasvati, S.
Tourism Scientific Journal Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.498 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v4i1.46

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana media sosial dapat dijadikan sebagai sarana informasi khususnya di Kabupaten Garut.Penelitian ini juga menganalisa media sosial apakah yang menjadi pilihan bagi wisatawan generasi Z yang merupakan pasar potensial dan sedang berkembang.Penelitian ini menyasar pada wisatawan yang berada pada kategori generasi Z dimana rentangan usia 17 sampai 28 tahun dan sudah memiliki pengalaman berkunjung ke Kabupaten Garut dengan melakukan penyebaran kuesioner secara online. Observasi lapangan dan wawancara juga dilakukan pada penelitian ini untuk melihat kondisi aktual dari perkembangan wisata di Kabupaten Garut khususnya yang berkaitan dengan penyediaan sarana informasi dan promosi.Hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan SPSS 21 menunjukkan jika media sosial merupakan sarana informasi dan promosi yang sangat sesuai untuk wisatawan generasi Z di bidang pariwisata dan Instagram merupakan pilihan yang utama.Oleh karena itu pemerintah daerah Kabupaten Garut khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut sebagai pembuat kebijakan harus dapat merangkul pasar wisatawan generasi Z dengan cara mempertimbangkan habitual mereka terhadap penggunaan media sosial.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM AGROWISATA BELIMBING DEWA DI KELURAHAN PASIR PUTIH DEPOK Wibowo, FX Setiyo; Damanik, Darmawan; Harapan, Aria Dimas; Nurhidayati, Hindun
Tourism Scientific Journal Vol 1, No 1 (2015): Vol. 1 No.1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.836 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v1i1.5

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang menyebabkan koperasi dan pabrik pengolahan jus dan sirup tidak beroperasi kembali dan faktor-faktor yang menyebabkan Pemkot Depok belum berhasil mencapai tujuan dalam menciptakan Kelurahan Pasir Putih menjadi lokasi Primatani model kawasan agrowisata serta untuk menemukan model pemberdayaan masyarakat yang cocok untuk menarik masyarakat kelurahan Pasir Putih untuk terlibat dalam program pengembangan agrowisata belimbing. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan unit analisis masyarakat dan petani di kelurahan Pasir Putih yang berjumlah 100 informan di beberapa RW dan RT. Data diperoleh dari wawancara mendalam dengan petani, warga, pihak terkait, swasta dan dosen. Didukung dengan FGD (Focus Group Discussion), observasi dan survei serta studi literatur dari berbagai sumber. Disimpulkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan koperasi dan pabrik pengolahan jus dan sirup belimbing adalah pertama, adalah hilangnya rasa memiliki para anggota koperasi. Kedua, koperasi tidak mampu menampung semua hasil panen petani. Ketiga, sebagai pusat koperasi harus mempunyai tiga koperasi primer, yang tidak dimiliki oleh PKPBDD. Sedangkan faktor-faktor yang menyebabkan Pemkot Depok belum berhasil dalam menciptakan kelurahan Pasir Putih sebagai model kawasan agrowisata adalah pertama, menurunnya partisipasi public. Kedua, kurangnya koordinasi antar lintas sektor. Ketiga, tidak adanya pariwisata berbasis masyarakat. sehingga model pemberdayaan masyarakat yang cocok untuk diterapkan adalah Pendekatan 7D.Kata kunci: model pemberdayaan masyarakat, program pengembangan agrowisata, pendekatan 7D, belimbing dewa, kelurahan pasir putih
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN DESA WISATA CIHIDEUNG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Narulita, Marta Dina
Tourism Scientific Journal Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.857 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v3i1.35

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan aspek penting dalam pengembangan desa wisata. Hal ini dikarenakan pengembangan desa wisata banyak memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh masyarakat. Masyarakat memiliki peran penting untuk menunjang keberhasilan pengembangan desa wisata sehingga masyarakat yang tidak berdaya perlu diberdayakan untuk menciptakan kemandirian dan peningkatan kesejahteraan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Desa Cihideung berdasarkan pada bentuk-bentuk pemberdayaan masyarakat. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara, dan untuk alat pengumpulan data peneliti menggunakan kuesioner. Sedangkan untuk pengolahan kuesionernya sendiri peneliti menggunakan perhitungan skala likert. Sumber data dari penelitian ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung Barat, Pegawai Kantor Desa Cihideung, dan masyarakat Desa Cihideung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat di Desa Cihideung secara umum telah berjalan baik. Bentuk pemberdayaan psikologi di Desa Cihideung berada pada kriteria sangat baik. Sedangkan pada bentuk pemberdayaan sosial serta pemberdayaan politik berada pada kriteria cukup. Namun, pada bentuk pemberdayaan ekonomi berada pada kriteria kurang. Hal tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di Desa Cihideung yang dilihat dari 4 bentuk pemberdayaan masyarakat tersebut belum berjalan secara baik.Kata kunci: Pemberdayaan masyarakat, desa wisata
ANALISIS ATRAKSI WISATA DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG TANGKUBAN PERAHU Suryana, Marceilla
Tourism Scientific Journal Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2 No. 2
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.295 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v2i2.25

Abstract

Gunung Tangkuban Perahu merupakan destinasi wisata gunung yang direkomendasikan pada urutan pertama oleh Dinas perhutanan Jawa Barat. Lokasinya sangat strategis dan memiliki berbagai macam atraksi wisata sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk berwisata. Jumlah kunjungan wisatawan sangat tinggi yang terdiri dari wisatawan lokal dan mancanegara. Namun demikian, jumlah kunjungan mengalami fluktuasi dari tahun 2012 hingga 2015.  Berdasarkan latar belakang tersebut dilakukan kajian dengan judul “Analisis atraksi wisata di wisata kawasan Tangkuban Perahu” yang bertujuan untuk mengkaji profil atraksi wisata dan mengkaji analisis lingkungan atraksi wisata di Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan berdasarkan observasi, penyebaran kuesioner dan analisis dokumen. Proses analisis data selama di lapangan, menggunakan model Miles dan Huberman (1984), dimana aktivitas dalam analisis data mencakup data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan hasil penelitian, dihasilkan analisis lingkungan internal dan eksternal. Analisis lingkungan internal menemukan kekuatan TWA Tangkuban Perahu seperti pada aspek pengelola,  potensi wisata, daya tarik wisata alam dan budaya lokal, kawasan kerajinan dan tour guide; dan adanya kelemahan  pada aspek tanda atau sign, peraturan jadwal tour guide, kurangnya kenyamanan, akses jalan, tempat istirahat, fasilitas toilet. Adapun hasil analisis lingkungan eksternal ditemukan adanya peluang dalam aspek atraksi, potensi investasi, minat wisatawan, perkembangan pasar wisata keluarga; sekaligus ditemukan ancaman yaitu kerawanan kawasan, tingkat pendidikan dan perekonomian masyarakat sekitar, lahan parkir, dan terbatasnya daya dukung lingkungan.
PENGARUH KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA CELDI KATERING (SURVEI PADA KONSUMEN CELDI KATERING) -, Masharyono; Hasanah, Cita Urwah
Tourism Scientific Journal Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1 No. 2
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.105 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v1i2.10

Abstract

Perkembangan usah jasa boga di Indonesia cukup berkembang dengan pesat. Kondisi ini ditunjangn dengan pergeseran pola hidup yang menyukai kepraktisan termasuk dalam hal makanan. Terutama bagi orang yang sibuk bekerja tidak memiliki banyak waktu untuk mengolah dan menyiapkan makanan sendiri sehingga mereka mulai beralih dengan memanfaatkan jasa penyajian makan siap saji yang disebut juga pelayanan jasa boga. Salah satu usaha yang bergerak di bidang usaha jasa boga adalah Celdi Catering. Permasalahan yang dihadapi oleh Celdi Katering saat ini adalah terjadinya penurunan jumlah profit. Dugaan semua ini karena adanya ketidakpuasan dan ditemukanya beberapa keluhan terhadap kualitas produk yang diberikan oleh Celdi Katering. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh kualitas produk terhadap kepuasan konsumen pada Celdi Katering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dan verifikatif. Sedangkan pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner. Teknik analisis data dengan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Saran dalam penelitian ini adalah perusahaan harus bisa meningkatkan setiap dimensi dari kualitas produk terutama untuk dimensi temperature (panas/suhu) dan texture/form/shape (susunan/bentuk/potongan). Kata Kunci: Kepuasan Konsumen, Kualitas Produk
KONTRIBUSI PENERIMAAN PENDAPATAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) KOTA BANDUNG Karini, Rieke Sri Rizki Asti; Agustiani, Indah Nur
Tourism Scientific Journal Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No 1
Publisher : STIEPAR YAPARI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.406 KB) | DOI: 10.32659/tsj.v4i1.51

Abstract

Pendapatan Asli Daerah merupakan salah satu Pendapatan Daerah yang paling penting bagi suatu daerah.Salah satu sektor potensial yang dapat digali sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah adalah sektor pariwisata yang berkontribusi terhadap Pajak Daerah melalui pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan.Penelitian ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh pendapatan sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data realisasi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan dan Pendapatan Asli Daerah tahun 2011-2015.Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan kuantitatif.Rancangan pengujian hipotesis dalam penelitian ini terdiri dari analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t (parsial) dan uji F (simultan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah namunsecara simultan pajak hotel, pajak restoran, dan pajak hiburan merupakan komponen pendapatan sektor pariwisata berpengaruh secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah.