PSIKOVIDYA
ISSN : 08538050     EISSN : 25026925
PSIKOVIDYA adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang. Psikovidya terbit dua kali setahun dengan P-ISSN: 0853-8050, E-ISSN: 2502-6925. Psikovidya merupakan publikasi ilmiah resmi yang menerbitkan tulisan hasil penelitian yang mencakup berbagai bidang keilmuan dalam psikologi. Bidang publikasi Psikovidya terkait dengan Psikologi pendidikan, Psikologi sosial, Psikologi klinis, Psikologi industri dan organisasi, psikologi komunitas, psikologi positif, psikologi kepribadian, Psikologi Kesehatan, Psikoterapi, psikologi perkembangan, psikologi eksperimen, dan Psikologi Budaya .
Articles 86 Documents
JANGAN TERLALU MATERIALISTIK! MATERIALISME SEBAGAI TOLAK UKUR KEPUASAN HIDUP

Fitriyah, Lailatul

PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.349 KB)

Abstract

Setiap orang menginginkan kebahagiaan. Setiap orang mendedikasikan waktu, energi, dan uangnya untuk mengejar kebahagian, kesenangan, kenyamanan, dan kepuasan. Pada kenyataannya, orang tidak pernah berhenti pada satu keinginan material. Dari hasil pengkajian hasil-hasil penelitian, dapat ditarik empat buah kesimpulan di antaranya : Pertama, kebahagiaan terbagi dalam hedonism dan eudaimonism. Kedua, materialisme diartikan sebagai bentuk ciri karakter orang yang menunjukkan ketertarikan utama pada hal-hal material sebagai indikator kebahagiaannya. Ketiga, materialisme sebagai tolah ukur kepuasan hidup mencakup tiga dimensi dimana materi berfungsi sebagai tujuan dalam hidup, alat untuk mendapatkan kebahagiaan, dan indikator pencapaian kesuksesan hidup. Keempat, hubungan materialisme dan kebahagiaan pada beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa : materialisme berkorelasi negatif dengan kebahagiaan, materialisme tidak mendatangkan kebahagiaan, materialisme dan kebahagiaan subjektif dimediasi oleh pengaruh-pengaruh yang negatif. 

MENINGKATKAN KEMATANGAN PSIKOSOSIAL PADA ANAK DENGAN GANGGUAN SELECTIVE MUTISM

Anggraheni, Dwi Astary

PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.434 KB)

Abstract

Ketika seorang anak tampak enggan untuk berbicara atau bahkan mengekspresikan dirinya di suatu lingkungan sosial tertentu, seringkali anak tersebut dianggap sebagai pemalu dan hal ini seringkali mulai tampak pada usia dini atau pada usia pra-sekolah (2-6 tahun). Pada kenyataannya, beberapa peneliti mengungkapkan bahwa perilaku tersebut tidak selalu dapat digolongkan ke dalam sifat pemalu namun terdapat kemungkinan anak tersebut mengalami gangguan selective mutism (SM). Diperlukan adanya pemahaman dan kepekaan dari orang-orang dewasa di sekitar mereka untuk dapat membedakan antara anak yang pemalu dengan selective mutism. Terdapat empat tipe selective mutism dengan masing-masing perilakunya yang tampak jelas. Adapun penulisan artikel ini bertujuan agar masyarakat luas dan para tenaga profesional di bidang perkembangan anak meningkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap anak-anak dengan selective mutism, sehingga dapat diperoleh penanganan secara tepat dan sejak dini terutama dalam hal membantu meningkatkan kematangan psikososial, yang tanpa disadari dapat mempengaruhi proses akademik mereka. 

KESIAPAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI DUKUNGAN ORANGTUA DAN MOTIVASI BELAJAR

Damayanti, Andia Kusuma, ', Rachmawati

PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1305.422 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak sekolah dan konseling yang dilakukan oleh peneliti dengan orangtua wali murid yang didapatkan data bahwa masih banyak orangtua yang kurang peduli dengan pendidikan anaknya dan tahunya anaknya sekolah tanpa tahu kebutuhan psikologis anak selain itu berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nur Halimah dan Fajar Kawuryan (Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus, vol.I, no. 1 Desember 2010) yang hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kesiapan bersekolah anak perlu melibatkan faktor pendukung yang lain, misalnya dukungan orangtua, tingkat kecerdasan dan motivasi. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian kaitan dengan masalah yang dihadapi dilapangan dan berdasarkan kesimpulan dari penelitian tentang kesiapan anak sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hipotesa perbedaan antara (1) kesiapan bersekolah anak di TK yang mendapat dukungan dari keluarganya dan yang tidak mendapat dukungan dari keluarganya; (2) kesiapan bersekolah anak yang mempunyai motivasi belajar dan yang tidak mempunyai motivasi belajar. Penelitian ini juga akan menguji apakah ada interaksi antara dukungan orangtua dan dan motivasi belajar anak. Subjek penelitian ini adalah anak dari TK Anak Saleh dan SDIT Robbani di kota Malang. Subjek diambil dengan menggunakan metode purposive random sampling. Kesiapan bersekolah diukur dengan menggunakan metode Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) sedangkan data dukungan orangtua dan motivasi belajar melalui angket. Data penelitian ini dianalisis dengan teknik analisis varians dua jalur. 

CINTA: REMAJA DAN SEKS EDUKASI

', Abdullah

PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1124.091 KB)

Abstract

Cinta adalah topik yang sangat menarik dan penuh dengan banyak ide serta pendapat dari berbagai kalangan. Setiap orang membutuhkan cinta dalam hidupnya karena tidak ada manusia yang bisa hidup di dunia ini tanpa dukungan serta interaksi dengan orang lain dan hal itu tidak terlepas dari cinta. Cinta bagi remaja seringkali dianggap sebagai hubungan yang wajar. Banyak remaja menganggap bahwa ungkapan rasa cinta kepada orang lain diwujudkan dengan perilaku seksual, seperti berhubungan intim layaknya pasangan suami istri. Remaja yang tergerus oleh pesatnya media melalui pesan kognitifnya secara tidak langsung menerima berbagai informasi mengenai cinta dan mengaplikasikan dalam kehidupan sosial secara negatif yang berujung pada kehamilan di luar nikah dan pernikahan dini. Pendidikan seks bagi remaja sangat diperlukan, baik dari lingkungan sosial maupun pendidikan serta dukungan orang tua secara komprehensif sangat dituntut lebih dominan untuk memperkenalkan makna cinta sesuai dengan perkembangannya. Memberikan pengetahuan yang benar pada remaja tentang resiko seks bebas baik secara psikologis, sosial, budaya, norma dan agama sangat diperlukan sebagai kontrol terhadap perilaku remaja saat ini dalam memaknai cinta yang sebenarnya.

HUBUNGAN STRES DENGAN PROKRASTINASI PADA MAHASISWA

Retno, Sri Wiworo, Handayani, Indah, Abdullah, Azis

PSIKOVIDYA Vol 20 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.954 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara stres dengan prokrastinasi. Stres adalah kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses pikiran, dan kondisi seserang, serta merupakan hasil penafsiran seseorang mengenai keterlibatannya dalam lingkunganna, baik secara fisik maupun psikososialnya, prokrastinasi akademik adalah kegagalan mahasiswa dalam tugas atau menyelesaikan tugas sehingga menghambat kinerja. Obyek penelitian adalah mahasiswa yang terdiri dari guru-guru PAUD semester I dan III Universitas Wisnuwardhana Malang yang berjumlah 52 orang. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan skala stres dan skala prokrastinasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan program SPSS 18 dengan teknik analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada korelasi sangat signifikan antara stres dengan prokrastinasi artinya stres mempengaruhi prokrastinasi, sehingga hipotesa yang menyatakan adanya korelasi antara stres dengan prokrastinasi akademik mahasiswa, diterima. 

KESIAPAN ANAK MASUK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA

Damayanti, Andia Kusuma, Paulina, Essha

PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.686 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine differences in the readiness of children attend primary school in terms of parenting parents based on the theory that Diana Baumrind Authoritarian, Permissive, Authoritative. Theory readiness of children attend primary school used was based on the theory of Prof. F.J. Monks, Drs. H. Rost and Drs. N.H. Coffie (2011). This research is a quantitative study, data were collected using methods Nijmeegse Schoolbekwaamheids Test (NST) for school readiness while data parenting parents were taken by questionnaire. The subjects were children of Restu Ibu Islamic Kindergarten and TKIT Robbani in Malang, amounting to 56 people. Subject taken using purposive random sampling method. The characteristics are as follows: 1) pure disciple is not moving; 2) children kindergarten class B. The research data was analyzed by analysis of variance (ANOVA). The results showed that there was no significant difference in the readiness of children attend primary school in terms of parenting parents. 

KEBAHAGIAAN PERNIKAHAN: PERTEMANAN DAN KOMITMEN

Yuniariandini, Amanta

PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.761 KB)

Abstract

Pernikahan adalah hal yang sakral. Pernikahan bahagia adalah idaman semua orang, bisa hidup bersama dengan pasangan selamanya. Tetapi terkadang tidak semua bisa merasakan kebahagiaan dalam pernikahannya, banyak pasangan yang akhirnya bercerai. Berteman dengan pasangan adalah salah satu cara membuat pernikahan menjadi bahagia. Dengan berteman dengan pasangan maka kehidupan pernikahan menjadi lebih menyenangkan, pasangan suamistri bisa berbagi cerita dan hobi berdua atau melakukan hal-hal yang disukai berdua, sehingga kehidupan pernikahan tidak akan membosankan. Selain itu komitmen yang dibentuk pada saaawal menikah harus selalu dijaga dan dihargai. Ketika suami istri sedang bertengkar dan merasa cintanya memudar, mereka harus selalu mengingat komitmen yang pernah mereka ucapkan saat memutuskan menikah. Dengan menjadikan pasangan menjadi sahabat dan menjaga komitmen yang sudah dibentuk maka pernikahan akan terjaga dan menjadi bahagia. 

MASYARAKAT SEHAT SECARA MENTAL: RESPON TERHADAP KEBUTUHAN LANSIA DENGAN ISU KESEHATAN MENTAL

Muzayanah, Aan

PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.275 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana faktor-faktor penentu kesehatan seperti jaringan dukungan sosial dan aspek lingkungan fisik berkontribusi secara sehat terhadap mental masyarakat terlebih untuk manula. Banyaknya penyakit yang berhubungan dengan lansia semakin berkembang, seperti beragam penyakit mental, termasuk gangguan suasana hati, kecemasan, gangguan psikotik, dan di samping itu terdapat berbagai macam komplikasi emosi, perilaku, dan kognitif. Berbagai penyakit otak seperti Alzheimer, stroke, dan Parkinson. Jadi pada dasarnya semua lansia berhak dan layak untuk menerima layanan dan perawatan yang mempromosikan kesehatan mental mereka dan menanggapi kebutuhan penyakit mental mereka. 

PENGEMBANGAN HONESTY TEST UNTUK PENGGUNAAN DI BIDANG INDUSTRI DAN ORGANISASI SERTA PENDIDIKAN

Amin, Abdul, Kelly, Estalita

PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.474 KB)

Abstract

Pada saat ini ketika sebuah institusi, instansi atau perusahaan ingin mengetahui tingkat kejujuran dari orang-orang yang di asses maka timbul kesulitan karena masih sangat sedikit alat ukur psikologis untuk mengungkap fenomena kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan tes kejujuran (honesty test); (2) menguji validitas dan reliabilitas honesty test (tes kejujuran); (3) membuat dan menyusun norma tes kejujuran dengan menggunakan skor standar; (4) analisis faktor. Subjek penelitian terdiri dari 150 mahasiswa dan karyawan di Pasuruan. Aitem dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Telaah aitem untuk mengetahui kualitas aitem dilihat dari materi konstruksi dan bahasa. Analisis aitem secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan program SPS-2000. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui aitem yang memenuhi kriteria aitem yang baik yaitu: korelasi antara aitem-total > 0,3. Analisis faktor digunakan untuk mendapatkan konfirmasi bahwa suatu tes terdiri atas sejumlah faktor yang direncanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 29 aitem valid dengan korelasi aitem-total > 0,30, dan 11 aitem tidak valid karena korelasi aitem-total < 0,30. Hal yang sama untuk daya diskriminasi aitem menunjukkan 29 aitem mempunyai daya beda yang tinggi untuk memisahkan antara subjek yang mempunyai sikap positif dan subjek yang mempunyai sikap negatif terhadap kejujuran. Reliabilitas Hoyt dari analisis faktor berkisar antara 0,618 - 0,739. Sedangkan hasil analisis faktor menunjukkan bahwa dari keempat faktor yang melandasi konstruk ini bobot sumbangan satu faktor terhadap konstruk berkisar 19,197% - 32,304%. Secara keseluruhan faktor tersebut mampu mengungkap konstruk tes kejujuran sebesar 100%. 

MANFAAT TERAPI TERBARUKAN MANIPULASI MERISPOT UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KONSELING PSIKOLOGIS MELALUI SECOND MESSENGER

', Sudjiwanati, ', Suparno

PSIKOVIDYA Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Wisnuwardhana Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.203 KB)

Abstract

Terapi Terbarukan Manipulasi Merispot (TTMM) adalah pengobatan alami non-kimia. TTMM adalah terapi tradisional yang melibatkan regulasi energi, holistik, preventif dan kuratif, independen mudah-murah, dan memiliki efek samping yang sangat minimal. TTTM dapat digunakan untuk meningkatkan efektivitas konseling psikologis. Berbagai analisis penelitian biomolekuler menunjukkan bukti bahwa TTMM memiliki kemampuan untuk mengurangi penderitaan klien dengan utusan kedua yang sama dan saling berhubungan dengan tekanan-trigger fisik (manipulasi) stressor. Hal tersebut sesuai dengan studi biomolekuler yang dilakukan oleh penulis yang terbukti peran penting dari second messenger. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pra replikatif dan post-test. Sampel (N = 24) digunakan Rattus novergicus tikus Wistar galur yang terkena dengan manipulasi fisik (stressor). Hasil penelitian menunjukkan (p <0,05) stressor fisik meningkatkan IL-6 plasma (78,44%) dan kortisol plasma (56,33), korelasi yang kuat-positif IL-6 plasma dan IL-6 hippocampus (0890), IL- 6 plasma dan hippocampus kortisol (nilai korelasi 0.878), kortisol plasma dan IL-6 hippocampus (r = 0.864), kortisol plasma dan hippocampus kortisol (r = 0.837), IL-6 hippocampus dan SERT hippocampus (r = 0.873).